Pembatal Pertama: Syirik

August 28th 2014 by Abu Muawiah |

Pembatal Pertama: Syirik

[Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah berkata, memulai penyebutan pembatal keislaman:]

Pertama: Syirik dalam beribadah kepada Allah.
Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sungguh Allah tidak akan mengampuni kesyirikan terhadapNya, dan Dia mengampuni dosa di bawah daripada itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. An Nisa’: 48)

Dan Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ)

“Sungguh barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah, maka sungguh Allah haramkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka. Dan tidak ada seorg pun penolong bagi orang-orang yang zhalim.” (QS. Al Maidah: 72)

Di antara bentuk kesyirikan dlm ibadah adalah berdoa kpd org2 yg telah wafat, beristighatsah kpd mereka, bernadzar untuk mereka, dan menyembelih untuk mereka.

 

[Syarh Syaikh Sa’ad al Qahthani:]

Definisi Syirik:
Syirik secara etimologi: Dikatakan شاركت فلانا (saya syirik dengan fulan) maksudnya: Saya menjadi sekutunya. Syirik bisa bermakna ‘sekutu’ (شريك) dan juga bisa bermakna ‘bagian’ (نصيب). Bentuk pluralnya (jamak) adalah أشراك.
Dikatakan:
شركه في اﻷمر – يشركه
maksudnya: Seseorang bergabung bersamanya dalam urusan itu.
Dikatakan:
أشركه معه فيه atau أشرك فلانا في البيع
Maksudnya: Dia memasukkan orang lain bersama dengan dirinya dalam urusan itu. (Lihat Tahdzib al Lughah (10/16))

Adapun secara terminologi, syirik adalah: Menjadikan sekutu bagi Allah pada uluhiahNya atau pada rububiahNya atau pada nama-nama dan sifat-sifatNya.

Tidak diragukan bahwa kesyirikan adalah dasar dan penyebab semua keburukan. Dia merupakan dosa yang terbesar secara mutlak, karena dia lah satu-satunya dosa yang tidak diampuni. Sebagaimana kesyirikan juga menghapuskan semua amal saleh dan menyebabkan pelakunya kekal dalam neraka.
Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sungguh Allah tidak akan mengampuni kesyirikan terhadapNya, dan Dia mengampuni dosa di bawah daripada itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. An Nisa’: 48)
Dan Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sungguh barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah, maka sungguh Allah haramkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka. Dan tidak ada seorang pun penolong bagi orang-orang yang zhalim.” (QS. Al Maidah: 72)

Dan dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

من لقِي اللهَ لا يشركُ به شيئًا دخل الجنَّةَ ، ومن لقِيه يشركُ به دخل النَّارَ

“Barangsiapa yang menjumpai Allah dalam keadaan tidak berbuat kesyirikan kepadaNya sedikit pun, maka dia akan masuk surga. Dan barangsiapa yang menjumpaiNya dalam keadaan berbuat kesyirikan kepadaNya sekecil apa pun, maka dia akan masuk neraka.” (HR. Muslim:1/94)

Ibnu al Qayyim berkata dalam menjelaskan kekejian dan kebobrokan kesyirikan:
“Allah Subhanah telah mengabarkan bahwa Dia mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab suci agar manusia menegakkan al qisth, yaitu keadilan. Dan di antara keadilan terbesar adalah tauhid, bahkan tauhid adalah puncak dan penegak keadilan. Sementara syirik adalah kezhaliman, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

“Sesungguhnya kesyirikan adalah kezhaliman yang sangat besar.” (QS. Luqman: 13)

Jadi, kesyirikan adalah puncak kezhaliman dan tauhid adalah puncak keadilan. Sehingga amalan apa saja yg paling bertentangan dengan tujuan (tauhid, penj.) ini maka itu adalah dosa yang paling besar. Dan tingkatan dosa-dosa ini sesuai dengan tingkatan penentangannya terhadap tujuan ini. Sementara amalan apa saja yang paling sejalan dengan tujuan ini maka itu adalah amalan dan ketaatan yang paling wajib. Karena itu, telaahlah tujuan ini dengan seksama dan ambillah pelajaran dari semua perincian di dalamnya, niscaya anda akan mengenal Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Berilmu, anda akan mengetahui semua yang Dia wajibkan dan haramkan atas hamba-hambaNya, dan mengetahui berjenjangnya tingkatan ketaatan dan kemaksiatan.

Dan tatkala kesyirikan kepada Allah bertentangan secara langsung dengan tujuan ini, maka jadilah dia sebagai dosa yang paling besar secara mutlak. Allah telah mengharamkan surga dari setiap pelaku kesyirikan, dan Dia menghalalkan bagi ahli tauhid untuk merenggut darah, harta, dan keluarga mereka, dan Dia mengizinkan ahli tauhid untuk menjadikan mereka sebagai budak. Semua itu dikarenakan mereka meninggalkan ubudiah kpdNya. Allah Subhanahu wa Ta’ala enggan menerima amalan orang musyrik, enggan menerima syafaat baginya, enggan mengijabahi doanya di akhirat, dan enggan mewujudkan harapannya. Hal itu karena orang musyrik adalah makhluk yang paling bodoh tentang Allah, tatkala dia mengangkat makhluk sebagai tandingan bagiNya, dan ini adalah puncak kebodohan tentang Allah.” (Al Jawab al Kafi hal. 191)

Ibnu Baaz berkata dalam menjelaskan kesyirikan:
“Syirik adalah mengikutkan selain Allah bersama Allah dalam ibadah. Semisal seseorang berdoa kepada berhala atau selainnya, atau beristighatsah dengannya, atau bernadzar untuknya, atau shalat untuknya, berpuasa untuknya, atau menyembelih untuknya seperti menyembelih untuk al Badawi atau untuk Idrus, atau shalat untuk si fulan, atau meminta kelapangan dr ar Rasul shallallahu alaihi wasallam atau dr Abdul Qadir atau dari Idrus atau dari orang lain yang sudah meninggal atau dari makhluk ghaib. Semua perbuatan ini dinamakan kesyirikan. Demikian halnya jika seseorang berdoa kepada bintang-bintang atau jin, atau beristighatsah kepada mereka, atau meminta kelapangan kepada mereka, atau yang semacamnya. Jika dia menyerahkan sedikit pun dari ibadah-ibadah ini kepada benda-benda mati atau kepada orang-orang yang telah meninggal, atau kepada makhluk ghaib, maka itu adalah kesyirikan kepada Allah Azza wa Jalla. Allah Jalla wa Ala berfirman:

(وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ)

“Seandainya mereka berbuat kesyirikan, niscaya akan terhapus semua amalan mereka.” (QS. Al An’am: 88)
Dan Allah Subhanah berfirman:

(وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ)

“Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada semua Nabi sebelummu, jika kamu berbuat kesyirikan, niscaya akan terhapus semua amalanmu, dan kamu betul-betul akan tergolong orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65)

Di antara bentuk kesyirikan adalah beribadah kepada selain Allah dengan satu ibadah secara sempurna. Dan ini dinamakan kesyirikan dan juga dinamakan kekafiran. Karenanya siapa saja yang berpaling dari Allah secara sempurna dan memperuntukkan ibadahnya kepada selain Allah, seperti kepada pepohonan atau bebatuan atau berhala atau jin atau orang-orang yang telah meninggal yang mereka gelari sebagai wali, dimana mereka beribadah kepada para wali itu, atau shalat untuk mereka, atau berpuasa untuk mereka dan melupakan Allah sama sekali dalam ibadahnya, maka semua itu adalah kekafiran yang terbesar dan kesyirikan yang terparah. Demikian halnya dengan org yg mengingkari eksistensi Allah, dengan mengatakan: Sembahan itu tidak ada dan kehidupan itu akan terus berjalan, seperti keyakinan para penganut ateis yang mengingkari eksistensi Allah. Mereka ini adalah manusia yang paling kafir lagi paling sesat, dan yg paling besar kesyirikannya.

Intinya, penganut semua keyakinan di atas dan semisalnya, semua keyakinan di atas dinamakan kesyirikan dan juga dinamakan kekafiran kpd Allah Azza wa Jalla.”
(Majmu’ al Fatawa: 4/32)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Thursday, August 28th, 2014 at 1:18 pm and is filed under Nawaqidh al Islam, Terjemah Kitab. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.