Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib

February 11th 2010 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib

Tanya:
Assalaamualaykum warohmatullahi wabarokatuh. Saya baru belajar mendalami agama Allah yg sebenarnya, yg mengikut al-Qur’an dan hadist dan sunnah para sahabat dan imam. Ada yg ingin saya tanyakan? Masalah shalat sunnah dalam menjalankan shalat lima waktu. Ada yg boleh dikerjakan dan tidak. Maksudnya shalat sunnah yang boleh dikerjakan waktu mengerjakan shalat wajib lima waktu: Yg mana boleh di kerjakan dan mana yang tidak?
Tolong diberi penjelasannya …
Fauzan <fauzan@gmail.com>

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Mungkin yang anda maksud adalah shalat sunnah rawatib (yang berada sebelum dan setelah shalat wajib). Ada tiga hadits yang menjelaskan jumlah shalat sunnah rawatib beserta letak-letaknya:
1. Dari Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
Dan dalam riwayat At-Tirmizi dan An-Nasai, ditafsirkan ke-12 rakaat tersebut. Beliau bersabda:
مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-Nasai no. 1772 dari Aisyah)

2. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu dia berkata:
حَفِظْتُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ
“Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa shalat sunnat sepuluh raka’at yaitu; dua raka’at sebelum shalat zuhur, dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah shalat maghrib di rumah beliau, dua raka’at sesudah shalat isya’ di rumah beliau, dan dua raka’at sebelum shalat subuh.” (HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729)
Dalam sebuah riwayat keduanya, “Dua rakaat setelah jumat.”
Dalam riwayat Muslim, “Adapun pada shalat maghrib, isya, dan jum’at, maka Nabi r mengerjakan shalat sunnahnya di rumah.”

3. Dari Ibnu Umar dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا
“Semoga Allah merahmati seseorang yang mengerjakan shalat (sunnah) empat raka’at sebelum Ashar.” (HR. Abu Daud no. 1271 dan At-Tirmizi no. 430)

Maka dari sini kita bisa mengetahui bahwa shalat sunnah rawatib adalah:
a. 2 rakaat sebelum subuh, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
b. 2 rakaat sebelum zuhur, dan bisa juga 4 rakaat.
c. 2 rakaat setelah zuhur
d. 4 rakaat sebelum ashar
e. 2 rakaat setelah jumat.
f. 2 rakaat setelah maghrib, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
g. 2 rakaat setelah isya, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.

Lalu apa hukum shalat sunnah setelah subuh, sebelum jumat, setelah ashar, sebelum maghrib, dan sebelum isya?
Jawab:
Adapun dua rakaat sebelum maghrib dan sebelum isya, maka dia tetap disunnahkan dengan dalil umum:
Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ قَالَهَا ثَلَاثًا قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ
“Di antara setiap dua adzan (azan dan iqamah) itu ada shalat (sunnah).” Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda, “Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya.” (HR. Al-Bukhari no. 588 dan Muslim no. 1384)
Adapun setelah subuh dan ashar, maka tidak ada shalat sunnah rawatib saat itu. Bahkan terlarang untuk shalat sunnah mutlak pada waktu itu, karena kedua waktu itu termasuk dari lima waktu terlarang.
Dari Ibnu ‘Abbas dia berkata:
شَهِدَ عِنْدِي رِجَالٌ مَرْضِيُّونَ وَأَرْضَاهُمْ عِنْدِي عُمَرُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَشْرُقَ الشَّمْسُ وَبَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ
“Orang-orang yang diridlai mempersaksikan kepadaku dan di antara mereka yang paling aku ridhai adalah ‘Umar, (mereka semua mengatakan) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang shalat setelah Shubuh hingga matahari terbit, dan setelah ‘Ashar sampai matahari terbenam.” (HR. Al-Bukhari no. 547 dan Muslim no. 1367)
Adapun shalat sunnah sebelum jumat, maka pendapat yang rajih adalah tidak disunnahkan. Insya Allah mengenai tidak disyariatkannya shalat sunnah sebelum jumat akan datang pembahasannya tersendiri, wallahu Ta’ala a’lam.

Incoming search terms:

  • shalat sunnah rawatib
  • shalat rawatib
  • sholat rawatib
  • sholat sunnah rawatib
  • shalat sunat rawatib
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Thursday, February 11th, 2010 at 12:11 pm and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

185 responses about “Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib”

  1. Dahfa said:

    bismillah,

    jazaakumullohu khoyron ustadz atas penjelasannya.

    Tentang sholat sunnah rowatib yang 4 raka’at bagaimana pelaksanaannya?
    apakah dua kali salam, ato satu salam dgn dua tasyahhud, ato satu salam satu tasyahhud?
    kalo boleh disertakan juga dalilnya.
    jazaakallohu khoyron.

    Jawabannya bisa dilihat pada jawaban komentar no. 5 di bawah.

  2. Abu Auza'i said:

    Bismillah.
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

    ‘Afwan Ya Ustadz….
    Semua sholat sunnah rawatib (zhuhur, maghrib, ‘isya, dan shubuh) disebut secara bersama2 dalam setiap riwayat. Sedangkan untuk sholat sunnah sebelum ‘ashr disebutkan secara khusus pada hadits yang menerangkannya.

    Apa faedah pemisahan penyebutan sholat2 sunnah ini (antara ‘ashr dan yang selain ‘ashr) Ya Ustadz? Sebab seingat yang ana dengar dari Al Ustadz Dzulqornain dan Al Ustadz ‘Abdul Barr, sholat sunnah sebelum ‘ashr memang warid namun bukan termasuk dari sholat2 rawatib.
    Betulkan ana kalau salah, dan mohon penjelasannya apakah ada khilaf pada sholat sunah ‘ashr Ya Ustadz.
    Baarakallahu fiik wa jazaakallahu khairan katsiira.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Memang ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai shalat 4 rakaat sebelum ashar, apakah dia termasuk rawatib ataukah bukan?
    Apa yang kami sebutkan di atas adalah salah satu dari dua sisi pendapat dalam mazhab Al-Hanabilah, pendapat yang dipilih oleh Abu Al-Khaththab Al-Kaludzani, dan yang dikuatkan oleh Asy-Syirazi dan An-Nawawi dalam Al-Majmu’ (4/8). Ini disebutkan oleh penulis Bughyah Al-Mutathawwi’, Asy-Syaikh Muhammad Bazmul -hafizhahullah- dan beliau juga menguatkan apa yang kami sebutkan di atas bahwa 4 rakaat sebelum ashar termasuk dari shalat rawatib.
    Ala kulli hal permasalahannya mudah, dan jelas yang lebih utama -dan inilah intinya- adalah mengerjakan keempat rakaat sebelum ashar ini, wallahu a’lam.

  3. Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib « Referensi Ringkas & Cepat Untuk Co-ass,Bidan,Perawat said:

    [...] Abu Muawiyah Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah RawatibAntara Haid dan LelakiMencari & Memilih JodohHaid & IstihadhahMengusap Sepatu (khuf), Sandal [...]

  4. fahrul said:

    Bolehkah mengerjakan semua shalat rawtib di masjid atau mushaka

    Kalau masalah boleh, ya boleh saja. Hanya saja sudah dijelaskan di atas bahwa ada beberapa shalat rawatib yang Nabi -shallallahu alaihi wasallam- kerjakan di rumah. Karenanya yang menjadi sunnah adalah mengerjakan di rumah shalat rawatib yang Nabi biasa mengerjakannya di rumah, selain dari itu maka dikerjakan di masjid. Wallahu a’lam

  5. Fahrul said:

    Assalamu ‘alaikum
    Ustadz apakah shalat rawatib 4 rakaat menggunakan tasyahud awal atau tidak?Mohon penjelasan Ustadz .Jazakallah

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Ada dua pendapat di kalangan ulama dalam masalah shalat rawatib yang 4 rakaat (yaitu sebelum zuhur, setelah zuhur, dan sebelum ashar):
    1. Dikerjakan 2-2 rakaat, yakni salam setiap dua rakaat. Ini adalah pendapat Imam Asy-Syafi’i dan Ahmad.
    Mereka berdalil dengan hadits Ibnu Umar secara marfu:
    صَلاَةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى
    “Shalat malam dan siang itu dua-dua rakaat.” (HR. An-Nasai: 3/227 dan Ibnu Majah no. 1322)
    2. Sama seperti shalat wajib yang 4 rakaat, yakni dua kali tasyahud tapi satu kali salam. Ini adalah pendapat mayoritas ulama.
    Mereka menyatakan bahwa hadits2 yang menerangkan shalat rawatib 4 rakaat merupakan pengkhusus dari hadits Ibnu Umar di atas. Mereka juga berdalilkan dengan sebuah riwayat An-Nasai tentang shalat sunnah 4 rakaat sebelum ashar, “Dan beliau salam pada rakaat yang terakhir (keempat).” Riwayat ini dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 237
    Dan yang dikuatkan oleh Asy-Syaikh Muhammad Bazmul dalam Bughyah Al-Mutathawwi’ adalah pendapat mayoritas ulama, yang menyatakan bahwa shalat sunnah 4 rakaat dikerjakan dengan dua kali tasyahud dan sekali salam, seperti shalat wajib yang 4 rakaat. Wallahu a’lam.

  6. abu sa'id said:

    Ustadz yang kami hormati, pertanyaan kami adalah bahwasanya diterangkan shalat sunnah qabliyah ‘ashar berjumlah 4 raka’at, bolehkah untuk mengerjakannya 2 raka’at saja mengingat di masjid kantor tempat kami biasa berjama’ah jarak antara adzan dan iqamah tidak mencukupi untuk kami melaksanakan shalat sebanyak 4 raka’at. Jazakumullah khairan

    Boleh saja, akan tetapi shalatnya bukan terhitung rawatib ashar, akan tetapi terhitung shalat sunnah biasa yang dikerjakan antara azan dan iqamah. Wallahu a’lam

  7. Abu zia al-Haq said:

    Minta izin materi, ana jadikan salah satu rujuan. sukron.

    Tafadhdhal, afwan.

  8. ibnu saryuti said:

    bissmlah.
    assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh.ustadz bagaimana sikap kita.terhadap teman satu kerja yang tidak melaksanakan shalat…padahal udah diajak.diperlihatkan.dll.umur mereka diatas saya.malah yang satu sudah punya anak 2.apakah tetap memberi salam.berbuat baik…batasan apa untuk mereka.syukron.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Ia tetap memberi salam dan berbuat baik kepada mereka, karena mayoritas mereka yang melakukannya adalah orang-orang yang jahil tentang agama. Antum bisa menghadiahi mereka buku-buku kecil tentang keutamaan shalat dan ancaman bagi yang meninggalkannya. Hadahumullahu.

  9. dahliah arif said:

    assalamu alaikum,

    apakah dalam shalat sunnah rawatib diwajibkan membaca surah pendek setelah surah al-fatihah ?

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Ia, tetap disunnahkan berdasarkan keumuman dalil dalam masalah ini.

  10. dahliah arif said:

    assalamu alaikum Wr.Wb

    apakah mengerjakan shalat sunnah rawatib diwajibkan membaca doa iftitah, dan hanya dikerjakan di masjid (tidak dibolehkan dirumah) ?
    terima kasih, syukran sebelumnya

    wa’alaikumussalam warahmatullah
    Ia, tetap disunnahkan membaca doa istiftah (bukan iftitah) dalam shalat sunnah,
    dan ada beberapa shalat rawatib yang Nabi -shallallahu alaihi wasallam- kerjakan di rumah. Karenanya yang menjadi sunnah adalah mengerjakan di rumah karena karena Nabi biasa mengerjakannya di rumah, selain dari itu maka dikerjakan di masjid. Wallahu a’lam

  11. Rico Marbun said:

    Assalamualaikum wr.wb
    Langsung saja saya mau tanya kenapa hadits yang menerangkan tentang sholat sunnah rawatib dan atau yang menerangkan tentang yang lainnya jumlah hadits atau riwayatnya selalu lebih dari satu…? Kenapa tidak satu hadits saja…? Sehingga orang awan seperti saya tidak bingung…
    Terima Kasih atas jawabannya. Wassalamualaikum wr.wb.

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Wallahu a’lam apa alasan Nabi -shallallahu alaihi wasallam-, yang jelas semuanya adalah syariat dan terdapat dalam hadits-hadits yang shahih. Karenanya hendaknya kita mengamalkannya walaupun kita tidak mengetahui masalah tersebut.

  12. sofian said:

    jazaakumulloh yaa ustadz atas penjelasannya..

    apakah boleh sholat rawatib 4 rakaat itu dikerjakan sebelum adzan karena jika dikerjakan antara adzan dan iqomah maka tidak mencukupi waktunya (hanya bisa 2 rakaat) untuk di masjid daerah saya.

    syukron, wassalamualaikum wr.wb.

    Wallahu a’lam, yang nampak tidak boleh karena shalat rawatib itu adalah shalat yang dikerjakan antara azan dan iqamah. Kalau memang hanya bisa 2 rakaat maka 2 rakaat saja, toh dia juga termasuk rawatib. Barakallahu fiikum

  13. MazArief said:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Ustadz…

    Ana mo tanya, apakah Rasulullah pernah menegur sahabatnya agar shalat ba’da magrib di rumah?. Itu pertanyaan teman saya, dan saya lagi berusaha mencari dalil tersebut. Sampai saat ini belum berhasil.

    Semoga Ustadz dapat membantu

    Jazakallahu khairan

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Wallahu a’lam ana belum pernah mendengar. Hanya saja memang shalat ba’diah maghrib lebih utama dikerjakan di rumah berdasarkan amalan Nabi -shallallahu alaihi wasallam- di atas.

  14. Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib « The Life Cycle said:

    [...] sumber: http://al-atsariyyah.com/?p=1864 [...]

  15. pengunjung said:

    Bismillah

    ‘Afwan ya Ustadz, hafizhakumullah, jadi boleh melaksanakan shalat sunnah 4 rakaat sebelum Ashar dan 2 rakaat sebelum Isya?

    Jazakumullahu khairan wabarakallahu fiikum.

    Ia, boleh, bahkan shalat sunnah 4 rakaat sebelum ashar termasuk shalat sunnah yang ditekankan pelaksanaannya.

  16. ummu sayna said:

    assalamu alaikum ustad,
    bolehkah mengerjakan sholat qobliyah maghrib dan qobliyah isya’ secara terus menerus? karena saya prnh membaca kalo hal itu tdk diperbolehkan. jazakumullah khairan kastiron

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Tentu saja boleh berdasarkan dalil-dalil yang kami sebutkan di atas. Pendapat yang anti sebutkan itu adalah pendapat yang salah dan tidak berlandaskan pada dalil yang benar.

  17. iqbal said:

    Assalamualaikum wr.wb

    ustadz, klo shalat sunnah qobliyah sebelum adzan brkumandang boleh tdk?

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Tidak boleh, karena shalat qabliah adalah shalat yang dikerjakan sebelum shalat wajib, sementara waktu shalat wajib masuk setelah dikumandangkannya azan. Karenanya shalat sunnah qabliah setiap shalat wajib dikerjakan setelah azan dan sebelum iqamah.

  18. Agung said:

    Assalamualaikum..

    Ustadz mau nanya, pertama apakaha sholat rowatib bisa dikerjakan jika kita melakukan sholat secara sendirian? kedua jika kita sholatnya tidak tepat waktu misal sholat dzuhur jam 1 apa masih bisa melaksanakan sholat rowatib (qobliyah, ba’diyah).

    Termikasih

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Ia, shalat sunnah rawatib tetap disunnahkan walaupun sedang shalat sendirian dan walaupun dia shalat bukan di awal waktu, berdasarkan keumuman dalil-dalil dalam permasalahan.

  19. anwar_sanusi said:

    Assalamualaikum pak Ustad, sebenarnya yang sangat shoheh sholat sunah rawatib sebelum dhuhur 4 rakaat atau 2 rakaat, sebab jika 2 rakaat nantinya bukan sunnah rawatib tapi sunnah 2 rakaat diantara 2 adzan, hingga nanti tidak memperoleh faedah seperti hadist tersebut no. 1 diatas. Trims Wassalamu’alaikum

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Sama saja, shalat yang 4 rakaat juga dikerjakan antara azan dengan iqamah. Dia bisa pilih salah satunya tergantung situasi dan kondisinya saat itu.

  20. Norman said:

    Assalaamu’alaikum…

    Saya mau nanya Ustadz, bila saya sholat sunnah rowatib di rumah setelah adzan tapi yang jadi patokan adzan masjid lain yg juga kedengaran adzannya dari rumah gimana? sementara saya sholatnya di masjid yang belum adzan.
    Terimakasih atas jawabannya.
    Wassalamu’alaikum…

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Kalau memang muazzin di masjid itu azan tepat waktu maka tidak ada masalah insya Allah.

  21. dimas maulana said:

    Subhanallah, banyak sekali cela ibadah saya selama ini ternyata.. thanks ustadz! he3

  22. immank said:

    assalamualaikum wr wb
    ustas mau nanya,, apa ada dalil atau hadis mengenai shalat sunat sebelum shalat magrib ?
    makasi

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Jawabannya ada dalam artikel di atas. Maaf, apa anda belum membaca artikel di atas?

  23. ummu 'aisyah said:

    ustadz, apakah ada syari’at yg menjelaskan posisi kita saat sholat rawatib sebaiknya berbeda dg posisi kita sholat rawatib?
    misalnya saat sholat wajib kita berada di shaf pertama, lalu saat hendak melakukan sholat rawatib ba’diyah kita pindah ke shaf belakang.
    hal ini umum dilakukan oleh kaum muslimin saat ini. namun saya masih belum mengetahui dalil yg menjelaskan hal ini. mohon penjelasan dari ustadz.
    jazakumullahu khairan.

    Jika setelah shalat wajib dia berzikir atau berbicara kepada orang di sampingnya, maka kami tiak mengetahui ada dalil yang mengharuskan dia berpindah dari tempatnya untuk melakukan shalat sunnah. Karena hadits-hadits yang ada dalam masalah ini adalah hadits yang melarang menyambung amalan wajib dengan yang sunnah tanpa ada pemisah di antaranya. Sementara di sini keduanya sudah terpisahkan oleh zikir atau berbicara. Wallahu A’lam

  24. Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib | JURNAL SALAFIYUN said:

    [...] Sumber: http://al-atsariyyah.com/?p=1864#more-1864 [...]

  25. Edward said:

    itu benar pak ashar ada sunnahnya…diperjelas

    Apanya yang kurang jelas, kan ada haditsnya di atas akan sunnahnya 4 rakaat sebelum ashar. Adapun shalat sunnah setelah ashar maka tidak ada.

  26. Edward said:

    gw baca yang lainnya ashar gak ada..tolong dijelaskan biar saya yang masih awam bisa lebih yakin yang mana harus diikiuti…! makasih

    Maaf kami sudah sebutkan dalilnya di atas, apanya yang tidak jelas. Adanya shalat sunnah 4 rakaat sebelum ashar, yang tidak ada itu shalat sunnah setelah ashar.

  27. dedy said:

    Assalamu’alaikum…
    saya mo nanya…sholat sunnah rawatib ada yang di kerjakan di mesjid n di rumah….gimana kalo sholat rawatib (Qobiyah n Ba’diyah) dikerjakan semuanya di rumah karena sholat wajibnya di kerjakan dirumah sendirian bukan berjamaah…

    terima kasih….

    Waalaikumussalam
    Nggak ada masalah, shalat sunnah bebas mau dikerjakan dimana saja.

  28. Kun said:

    ass ww.

    saya pernah mendengar bahwa, ada 3 waktu dimana kita tidak boleh Shalat : saat matahari terbit, ketika matahari diatas kepala (tegak lurus) dan saat matahari terbenam.

    lalu bagaimana dengan yang shalat sebelum dhuhur? apakah tidak sangat mendekati waktu matahari diatas kepala? Kalau tidak salah, tidak ada shalat antara subuh dan dhuhur selain shalat dhuha….. maaf kalau saya salah.

    Wass ww.

    Shalat sunnah sebelum zuhur dikerjakan setelah azan zuhur dikumandangkan, sementara azan zuhur dikumandangkan setelah matahari tergelincir ke sebelah barat. Jadi shalat sunnah sebelum zuhur ini tidak dikerjakan dalam waktu telarang.

  29. Sugi Haryanto said:

    Assalamu’alaikum ustadz
    mau bertanya Ustadz, apa hukumnya kalo melaksanakan sholat sunnah setelah sholat Ashar

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh mengerjakan shalat sunnah setelah ashar, karena selain tidak ada dalilnya, setelah ashar juga termasuk waktu yang terlarang untuk shalat sunnah mutlak.

  30. Abu Yassin said:

    Bismillah..
    Assalamu’alaikum..
    Ustadz, Saya mau tanya perihal posisi/tempat shalat rawatib yang dilakukan di mesjid setelah shalat wajib, misal shalat rawatib 2 rakaat setelah zuhur, apakah posisi/tempatnya harus berpindah dari posisi/tempat awal pada waktu shalat zuhur tersebut. saya sering melihat orang lain melakukan seperti itu, dan kadang juga saya suka melakukannya, tetapi saya tidak tahu asal-muasalnya..
    terus bagaimana dengan shalat rawatib yang dilakukan di rumah kalau misalkan memang harus berpindah posisi/tempat?

    jazaakallaho khair..

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Dalil dari amalan berpindah tempat untuk shalat sunnah adalah adanya beberapa hadits yang melarang untuk menyambung shalat sunnah dengan shalat wajib tanpa dipisahkan oleh perpindahan tempat atau dipisahkan oleh ucapan. Karenanya jika setelah shalat wajib seseorang itu berzikir maka dia sudah dianggap memisahkan shalat wajib dengan shalat sunnah dengan suatu ucapan, dan karenanya dia tidak harus berpindah dari tempatnya.

  31. Rharha said:

    Assalammu’alaikum wr.wb
    saya mw tanya uzstad
    di artikel lain saya ad bc kalo sholat dzuhur 4 raka’at sebelum n 4 rakaat ssdahny,
    n sy sbgai org awam pgn tau mana yg jlzny
    trimakasih
    wassallammu’alaikum wrwb

    Waalaikumussalam
    Tidak ada shalat sunnah setelah ashar, baik 2 maupun 4 rakaat. Hal itu karena setelah ashar merupakan waktu yang terlarang untuk shalat. Yang ada hanyalah shalat sunnah sebelum ashar.

  32. zunaidi said:

    assalamualaikum, saya bertanya tentang seseorng yang sangat rajin salat sunnah sebelum salat berjama’ah subuh. pada suatu malam dia tertidur sangat lelap sehingga imam sudah mulai solat berjama’ah. Jadi, kapan dia harus melaksanakan salat sunah? dan apa dasar hukumnya?

    Waalaikumussalam
    Dia bisa mengqadha` shalat sunnah sebelum subuh itu setelah shalat subuh atau setelah matahari terbit agak tinggi. Dalilnya telah kami sebutkan dalam kategori jawaban pertanyaan, mengenai shalat sunnah sebelum subuh

  33. mahdy said:

    assalamualaikum. mohon utuk izin copy paste. terimakasih.

  34. MUKLIS GUNAWAN said:

    Bismillahirrahmanirrahiim,
    pak ustadz, saya mau menanyakan jumlah rakaat shalat sunat “shalat jum’at” dan tata cara pelaksanaannya?
    Terima kasih

    Yang benar di kalangan ulama adalah tidak ada shalat sunnah sebelum jumat. Yang ada hanyalah shalat tahiyatul masjid sebelum duduk di dalam masjid.

  35. yudistira said:

    asalamualaikum.
    Ustad..
    1. adakah batas jarak antara dilakukannya shoat wajib dengan sholat rowatibnya?
    2. apakah boleh menyela pelaksanaan sholat rowatib dengan sholat lain? misal sholat jenazah, sholat tahyatul masjid (sholat qobla subuh kan di rumah, ketika sampai masjid, masih belum qomat).

    syukron…

    Waalaikumussalam
    1. Wallahu a’lam tidak ada pembatasan selama masih dalam waktu shalat wajib tersebut.
    2. Ia insya Allah boleh dengan contoh tersebut.

  36. abdul fatah said:

    apakah sahabat zaman nabi semua shalat sunat rawatib dirumah? atau dimasjid, krna kalu jamaah shat sunat dirumah, berarti setelah adzan masjid mash kosong, atau ini hanya khusus rasul sbagai imam shalat rawatin dirumah

    Tidak, Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya terkadang shalat sunnah di rumah dan terkadang juga di masjid.

  37. tuti said:

    Assalamu’alaikum wr wb
    Ustad…

    Ketika sya sholat magrib dan isya’ berjamaah di masjid melihat orang2 melakukan sholat sunnah 2 rakaat dan 3 rakaat.Pdhl yg sya tau dari membaca bbrp buku sholat sunnah stlh sholat maghrib dan isya’ itu hanya sholat sunnah ba’da maghrib dan isya’ yg masing2 dilakukan 2 rakaat. Yang ingin sya tanyakan sholat sunnah 3 rakaat yg dilakukan stlh sholat ba’da magrib dan isya’ itu sholat sunnah apa ya pak ustad…InsyaAllah sya jg mau melakukan sholat tsb…trima kasih

    Wassalamu’alaikum wr wb

    Waalaikumussalam
    Betul, setelah shalat sunnah setelah maghrib itu hanya dua rakaat berdasarkan dalil-dalil yang ada. Karenanya jangan mencotoh yang 3 rakaat itu karena itu tidak ada tuntunannya.
    Demikian pula setelah isya, shalat sunnahnya hanya dua rakaat. Tapi jika ada orang yang mengerjakan 3 rakaat maka ada kemungkinan dia mengerjakan shalat witir. Wallahu A’lam

  38. herlambang said:

    ustad saya mau bertanya, saya mau tanya : apa dosa setelah sholat subuh saya melakukan sholat sunnah. biasanya saya sholat subuh di rumah, tapi setelah sholat subuh di masjid saya sering melakukan sholat sunnah, dan baru say hari ini Minggu (13/3) say di beritahu kalau sholat sunnah sesudah sholat subuh tidak boleh dan tidak kuat kecuali sholat dhuha. makasih atas jawaban dan penjelasan ustad.

    Kalau setelah tahu bahwa setelah shalat subuh itu tidak boleh shalat sampai matahari meninggi, tapi tetap saja shalat maka dia telah melakukan dosa.

  39. Rusdy said:

    Assalamu Alaikum Wr.Wb…

    Apakah salat sunnah sebelum subuh tidak sama dengan salat sunnah fajar ?

    Mohon penjelasannya Pak Ustad..
    Terimakasih

    Wassalam

    Rusdy

    Waalaikumussalam
    Shalat sunnah qabliyah subuh sama dengan shalat sunnah fajar.

  40. Umine Na said:

    Assalamu’alaykum..
    ustadz bila ada org yg sudah biasa sholat qobla shubuh namun pada suatu ketika ia tidak sempat lalu ia menqodhonya ba’da shubuh apakah ini diperbolehkan?

    Lalu jika kita masuk masjid pada waktu yg terlarang shalat(misal ba’da shubuh) apakah boleh kita lakukan shalat tahiyatul masjid

    jazakalloh khoyr untuk penjelasannya.

    Waalaikumussalam.
    Ia boleh diqadha` setelah shalat subuh.
    Boleh tahiyatul masjid kapan saja walaupun pada waktu yang terlarang. Silakan disearch pembahasannya dalam situs ini.

  41. Life Experience » Blog Archive » shalat sunnah rawatib said:

    [...] : http://al-atsariyyah.com/pembahasan-lengkap-shalat-sunnah-rawatib.html posted under [...]

  42. ibnu hari said:

    Assalamu’alaykum..
    bolehkah mengerjakan sholat rawatib qobliyah stlh mendengar iqomah jika qt(akhwat)sholat dirumah. . . ? ? ?

    jazakalloh khoyr untuk penjelasannya.

    Waalaikumussalam. Boleh karena dia tidak shalat di masjid.

  43. huddin said:

    Rharha said:
    December 13th, 2010 at 5:09 am

    Assalammu’alaikum wr.wb
    saya mw tanya uzstad
    di artikel lain saya ad bc kalo sholat dzuhur 4 raka’at sebelum n 4 rakaat ssdahny,
    n sy sbgai org awam pgn tau mana yg jlzny
    trimakasih
    wassallammu’alaikum wrwb

    Waalaikumussalam
    Tidak ada shalat sunnah setelah ashar, baik 2 maupun 4 rakaat. Hal itu karena setelah ashar merupakan waktu yang terlarang untuk shalat. Yang ada hanyalah shalat sunnah sebelum ashar.

    “Assalamu’alaikum warahmah
    pak ustadz..sepertinya pertanyaan sama jawaban engga singkron…seperti pada pertanyaan no. 16 juga … terima kasih
    Wassalamu’alaikum warahmah

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Ia maaf saya salah baca. Shalat sunnah qabliah dan ba’diah zuhur 4 rakaat disunnahkan.

  44. Socha said:

    Assalamualaikum

    ustadz saya mau tanya,..kalau kita hendak sholat ba’diah, namun tidak sengaja ada sesuatu hal yang memuat kita batal(misalnya buang angin/tiba2 sakit perut) apakah sholatnya bisa dilanjutkan lagi? setelah kita bersuci mengambil wudhu lagi?

    terima kasih
    (klw bisa jawabanya di kirim k email saya)

    Waalaikumussalam. Ia boleh.

  45. ummu said:

    Bismillah
    assalamu’alaikum
    kalau qt lg sholat qobliyah dan udh 1 rakaat trus iqomat. Apkh qt mlnjtkan sholat atau mghntikan untk jama’ahan? jazakalloh ust

    Waalaikumussalam.
    Shalat sunnahnya wajib dihentikan, karena tidak ada shalat setelah iqamah kecuali shalat wajib

  46. agung said:

    q mau tanyak kan dianjurakan dirumah bagaiman klo dilakukan dimasjid apakah pahala sholatnya sama

    Tentunya tidak sama, karena shalat sunnah lebih utama dikerjakan di rumah.

  47. romadi said:

    Assalami’alaikum…
    Mohon izin untuk copy paste, tadz…
    Jazakalloh…

  48. narendra said:

    Askum Ustad, saya sering mengalami shalat subuh kesiangan. nah pertanyaan saya baik manakah mengerjakan shalat rowatib dulu baru subuh mengingat ada pendapat jika kesiangan maka menyegerakan shalat subuh tanpa menunda dan apakah rowatib bisa di kategorikan menunda? Ws

    Ia, dia langsung shalat subuh. Karena kalau dia ketiduran, maka waktu shalat subuhnya adalah ketika dia terbangun. Wallahu a’lam

  49. wan ahmad said:

    ijin copy paste ustadz…jzklloh.

  50. Pramudya said:

    assalamu’alaikum ustad, ana ingin bertanya jika saya tertinggal sholat qabliyah dzuhur dimasjid apakah bisa dikerjakan dan digabung dgn sholat ba’da dzuhur? Dan misalakan jika saya terbangun pada pukul 06.30 apakah bleh saya melaksanakan sholat subuh ustad. Syukron tad.

    Waalaikumussalam.
    1. Tidak boleh digabung karena waktunya sudah lewat dan Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak pernah melakukannya.
    2. Kalau memang tertidur, maka walaupun jam 8 pagi tetap boleh shalat subuh saat itu.

  51. syahrul said:

    assalamualaikum ustd. saya mau brtanya, bagaimana hukum orang yg mengQhodo shalat dengan alasan sengaja meninggalkan shalat wajib karena pekerjaan? wassalamualaikum..

    Waalaikumussalam.
    Shalat yang sengaja ditinggalkan tidak wajib diqadha dan tidak akan tergantikan dengan qadha. Ini menurut pendapat yang paling kuat di kalangan ulama.

  52. Pramudya said:

    syukron tad atas jawabannya,, owh iyya ana mw bertanya lagi. Mana yang lebih utama sholat berjamaah dimushalla atau mesjid sdngakan keduanya sama jauhnya, soalnya saya selama ini slalu dimushalla dikarenakan saya tdak mendapatkan banyak kebid’ahan di mushalla sdangkan dimesjid sring skali sholawatan setelah adzan berkumandang dan imamnya pun sangat tdak pantas disebut sebagai imam yang patut dicontoh tingkah lakunya ustad? Ana mohon penjelasannya…

    Tidak ada masalah, pelaksanaan shalat jamaah boleh di masjid maupun mushalla.

  53. Anto said:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Saya mau tanya mengenai jawaban ustadz no. 6 dan no. 12.
    Di no.6 ustadz menjawab 2 rakaat antara adzan dan iqomah termasuk shalat sunnah biasa, tapi di no. 12 ustadz menjawab 2 rakaat antara adzan dan iqomah termasuk shalat sunnah rawatib

    Waalaikumussalam.
    Maksudnya yang rawatib adalah shalat sunnah qabliah antara azan dan iqamah, adapun shalat sunnah selain dari qabliah maka dia adalah shalat sunnah mutlak.

  54. Adde Setiawan said:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Saya kurang memahami tentang sholat yg saya ingin tanyakan : apakah tidak diperbolehkan sholat sunnah setelah sholat subuh, apa hukumnya tolong dijelaskan “tks

    Waalaikumussalam.
    Ya, tidak ada shalat sunnah setelah shalat subuh sampai matahari meninggi.

  55. abdullah said:

    ustadz,

    di bulan ramadhan ni, ba’da sholat isya ane pilih melakukan sholat sunnah ba’diyah isya di rumah, namun dilakukan tentu saja setelah sholat tarawih dan witir berjamaah di masjid Selesai.

    Apakah masih teranggap, sholat sunnah ba’diyah Isya yg demikian ? krn terjadi jeda setelah sholat witir.

    Wallahu a’lam. Sebaiknya dikerjakan dikerjakan setelah isyah sebelum tarawih. Karena tidak ada riwayat yang menyatakan Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah mengerjakan shalat ba’diyah isya setelah tarawih. Wallahu a’lam.

  56. rizal said:

    assalamualaikum..
    ustadz saya mau tanya, saya biasanya solat subuh dirumah, tp tadi saya mengerjakan solat subuh berjamaah dimesjid.. sebelum solat fardhu subuh saya kerjakan solat sunat sebelum subuh, setelah solat fardhu subuh saya kerjakan lagi solat sunat setelah solat fardhu subuh.. namun saya lihat jemaah lain tidak melakukan solat sunat setelah solat fardu subuh.. akhirnya saya pulang dan segera membuka buku tentang waktu solat sunat rawatib dan buka internet mencari tentang waktu solat sunat rawatib jawaban yang saya dapat tidak ada waktu solat sunat rawatib setelah solat fardhu subuh dalam hal ini saya yang salah karena terlupa waktu solat tersebut, apa hukumnya yang saya terima dalam kesalahan itu… saya hanya bisa memohon ampun kepada Allah SWT atas kekhilafan tersebut..
    kemudian apa saja bacaan yang dibaca saat mengerjakan solat sunat rawatib…?

    Waalaikumussalam.
    Tidak ada dosa dan tidak mengapa kalau memang belum tahu.

  57. antorusmanto said:

    asalamualaikum ww, ustad, saya mau tanya tentang sholat berjamaah, gimana kita sebagai makmum waktu imam membaca alfatikah apa kita mengikuti apa kita mendengarkan, sebab banyak yg berpendapat kita dengarkan dulu dan stelah selesai imam baca alfatikah baru makmum membacanya. pertanyaannya 1, banyak imam yg tdk memberi jeda waktu yg cukup untuk itu, 2. bukankah ketika selesai membaca fatikah lalu makmum baca amin berarti sdh mengikuti imam dan sah fatkahnya,,tolong dijelaskan.
    Pertanyaan kedua ustad ketika kita jadi makmum pda saat sholat duhur dan ashar, surat yg kita baca panjang sementara kita tdk tau imam baca surat apa (pendek atw panjang) shingga ketika imam ruku’ bacaan surat kita blm selesai gimana caranya? mhn dijelaskan,
    Yang ketiga ketika imam baca surat setelah fatihah yg kita tdk bisa suratnya, apakah kita mendengarkan saja atau kita baca surat lain yg kita hafal? mhn bantu ustad sy benar2 awam terima kasih wasalamu alaikum ww, anto rusmanto jakarta

    Waalaikumussalam.
    Makmum tidak boleh membaca surah apa-apa di belakang imam kecuali surat al-fatihah. Al-Fatihah bisa dibaca bersama imam asal tidak mendahuluinya dan bisa juga dibaca ketika imam membaca surat pendek setelah al-fatihah.

  58. syakila said:

    aslmkm.
    ustadz..sy msh kurang jelas ttg waktu shlt qabliyah..
    di pertanyaan no 45 ustadz menjawab tidak ada shalat setelah iqamah kecuali shalat wajib.
    lalu bgmn jika qt shalat subuh misalnya jam 5, dan shalat dhuhur misalnya jam 2? brarti qt tdk bs shlt qabliyah lg (krn iqomatnya sdh lewat)?
    trimakasih tadz

    maksudnya?

  59. ori said:

    asalamualaikum,ustad ,maaaf salah tempat untuk bertanya karena tempatnya udah penuh,saya ingin tanya saya ragu ,ketika saya sedang bab saya mengeluarkan cairan berwarna bening keruh keputih2an dan keluar benda seperty jelly(agar2) berwarna bening,apakah harus mandi wajib pak ustad?

    Waalaikumussalam. Selama itu bukan mani/sperma yang keluarnya memancar dan terasa nikmat, maka tidak ada mandi junub.

  60. Abdul Mujib said:

    Asslmkm ww. ustad, kalo seandainya kita sedang melaksanakan sholat sunnah rowatib baik itu 2 atau 4 rokaat, lalu ada seseorang yg mengira kita mengerjakan sholat wajib dan ingin ikut menjadi makmum dengan menepuk pundak kanan kita. apa yg harus kita lakukan ya tad..? terima kasih. wassalamualaikum w w

    Tidak perlu melakukan apa-apa, tetap saja shalat, biarkan dia mengikuti.

  61. Prastia said:

    Ass..
    Saya mau tanya pak ustad..
    Apakah kita boleh melakukan iqomah sendiri setelah shalat rawatib qobliyah padahal kita shalat sendiri d’rumah…

    Ya boleh.

  62. HalimOxwazz said:

    ustadz mau nanya emangnya shalat rawatib pada waktu ashar itu ada ya..???

    Kalau sebelum ashar jelas ada sebagaimana dijelaskan di atas. Tapi jika setelah ashar, maka yang benarnya tidak ada shalat sunnah setelahnya, wallahu a’lam.

  63. Matsutono,S.Pd said:

    Ass.wr.wb. Alhamdulillah saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk anak cucu. Aamiin. Wass.wr.wb.

  64. roury said:

    Assalam.. Ustad, ketika kita ingin melaksanakan sholat sunnah syukril wudhu dan tahiyatul masjid, mana yang lebih baik didahulukan di awal saat masuk mesjid? terima kasih sebelumnya

    Maksudnya shalat sunnah setelah wudhu kan?
    Kalau dia shalat sunnah wudhu maka itu sudah otomatis menjadi tahiyatul masjidnya. Karena tahiyatul masjid adalah shalat sunnah sebelum duduk di masjid.

  65. M.Sadrie said:

    Assalamialaikum…

    Maaf pak ustadz,saya mau tanya masalh shalat sunnah rawatib!!
    Yg biasa dilakukan drmh oleh Nabi qta MUHAMMAD SAW namun saya tdk dapat mlaksanakn sholat sunnah rawatib dirmh sperti yg dilakukan Nabi qta MUHAMMAD SAW,dikarenakan saya msh dalam keaadaan bekerja hingga jam 10 mlm keatas dan itu terjadi setiap harinya…
    Yg ingin saya tanyakan,apakah tetap bsa dilaksanakan dimasjid dan tdk dirmh sperti yg dianjurkan Nabi qta..dan apa hukumx?? Mohon pencerahanx pak ustadz dan TOLONG jgn blg klo saya harus berhenti dan mencari pekerjaan lain..hehee..
    Wassalam…

    Waalaikumussalam.
    Perbuatan Nabi di sini hukumnya sunnah, dalam artian dianjurkan untuk diikuti tapi tidak berdosa jika tidak diikuti. Jadi tidak ada masalah pak shalat sunnahnya dimana, di rumah ataupun di masjid.

  66. Hamba Allah said:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb, saya Minta Izin COPAS materi diatas ya Ustadz, Terimakasih Wassalamu’alaikum Wr.Wb

  67. titi said:

    assalamualaikum wr wb,ustadz,bolehkah kita melaksanakan sholat hajat sebelum atau sesudah sholat fardlu? apakah sholat witir itu wajib dilaksanakan (selain pd bulan ramadhan)? jika kita melakukan sholat malam,tahajud & hajad,bgmn hukumya bila tdk sempat menyelesaikan witir?betulkah waktu akhir sholat witir itu sebelum imsyak,bukan subuh?yang terakhir,salah satu saat yg terbaik u/ berdoa adalah pd waktu sujud akhir,ini hanya berlaku untuk sholat sunah?bolehkah kita melakukannya pd saat sholat fardlu?terimakasih atas jawabannya

    Waalaikumussalam.
    1. Jika yang dimaksud shalat hajat di sini adalah shalat istikharah maka dia boleh dikerjakan kapan saja, siang atau malam. Tapi jika yang dimaksud di sini adalah shalat lail/tahajjud, maka dia tidak boleh dikerjakan sebelum seseorang shalat isya.
    2. Shalat witir adalah sunnah mu`akkadah, di dalam dan di luar ramadhan. Dan akhir waktunya adalah azan subuh, bukan imsak.
    3. Hadits dalam Shahih Muslim justru menyatakan doa ini berlaku mutlak untuk semua sujud, mulai dari sujud pertama sampai terakhir, di dalam shalat wajib maupun shalat sunnah.

  68. kardina jumadi said:

    assalamualaikum ustadz
    saya mau bertanya, kalau sya dtg ke mesjid setelah adzan isya dan lgsng m’laksnakan sholat sunnah, itu mjdi sholat sunnah rawatib atau sholat tahiyatul masjid? atau t’gantung dr niat sblm sholat?
    yg ke 2, pda sholat tarawih setiap dua rakaat slam,sebelum salam doa yg dibca doa tahiyat awal atau tahiyat akhir? apakah tahiyat akhir nnti dibca sebelum slam dirakaat ke delapan (u/ tarawih 8 rakaat)?
    terims kasih u/ jwbannya ustadz..waalaikum salam

    Waalaikumussalam.
    1. Itu adalah shalat rawatib sekaligus tahiyatul masjidnya.
    2. Doa tahiyat akhir, karena itu adalah duduk akhir, sebagai tandanya setelahnya adalah salam.

  69. icmi said:

    assalamualaikum ustadz
    Saya mau bertanya..
    Bagaimana jika saya ketiduran dan bangun pd jam2, dan ingin melaksanakan sholat dzuhur setelah itu..
    Apakah boleh saya melaksanakan sholat sunnah rawatib terlebih dahulu?
    Terimakasih untuk jawabannya ya ustadz..wassalam

    Waalaikumussalam
    Ya boleh.

  70. icmi said:

    kalo kunut pas sholat subuh itu wajib ato engga pak ustad?

    Tidak disyariatkan karena Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak pernah mengerjakannya.

  71. icmi said:

    kalo sholat sunnah fajar itu sama ga dengan sholat sunnah rawatib pak ustad? Terimakasih atas jawabannya ya pak ustad..wassalam

    Ya, shalat sunnah fajar itu sama dengan shalat sunnah rawatib sebelum subuh

  72. feri said:

    Assalammualaikum ustadz
    saya mau tanya,” apakah sholat qobliyah dan ba’diyah boleh di kerjakan dirumah semuanya soalnya saya kalau sholat fardlu mesti dirumah “.ustadz mohon penjelasanya

    Waalaikumussalam.
    Ya boleh, justru semua shalat sunnah disunnahkan dikerjakan di rumah.

  73. idam said:

    assalamualaikum ustadz
    saya mau bertanya mengenai no 45 ni ustadz, yaitu tidak adanya sholat setelah iqamah melainkan sholat wajib. apabila saya masih melaksanakan sholat sunnah dan tiba2 iqamah, maka saya wajib menghentikan sholat sunnahnya dengan salam?walaupun saya sedang dalam posisi berdiri atau ruku?adakah dalil atau hadits yang menjelaskan ustadz?
    satu lagi ni ustadz, mau tanya tentang sholat isyraq,boleh diberi penjelasannya?
    terimakasih atas jawabannya
    wassalamualaikum

    Waalaikumussalam.
    1. Shalat sunnahnya harus diputus dan tidak perlu pakai salam karena tidak ada keterangan tentang itu.
    2. Apa yang dimaksud dengan shalat isyraq di sini? Shalat dhuha atau shalat lain?

  74. idam said:

    assalamualaikum ustadz..
    alhamdulillah jawabannya cepat.hehe

    saya pernah dengar. apabila seseorang (setelah sholat subuh) tetap duduk di masjid (berdzikir) sampai waktu syuruq dan melaksanakan sholat, maka pahalanya sama seperti umrah/haji.sholat 2 rakaat itulah sholat isryaq.mungkin saya salah.mohon dikoreksi..
    jazakallahu khairan
    wassalamualaikum

    Waalaikumussalam. Ya haditsnya shahih, seingat kami sudah pernah kami bawakan haditsnya, coba disearch aja.

  75. fiera said:

    assalamu’alaykum Wr.Wb ustadz

    yang dilarang solat sunah di antara subuh dan duhur itu hanya solat rawatib kan? seperti dhuha dan beberapa solat sunah lainnya tetap diperbolehkan kan ustadz? maaf pertanyaan bodoh mungkin, saya awam. terima kasih.
    wassalaamu’alaykum Wr.wb

    Waalaikumussalam.
    Ya itu betul, shalat yang lain diperbolehkan.

  76. amintarada said:

    assalamualikum
    pak ane mo nanya………….
    1. apa hukumnya kl shalat berjamaah pada rakaat 1&2 kita tdk membaca alfatihah,,hanya mendengarkan dan menyimak bacaan imiam..

    2. doa sebelum salam apakah unt semua shalat/shalat sunnat,,atau khusus shalat fardhu 5 wkt aja

    3. apa hukumnya kl kita menegerjakan shalat rawatib sebelum ashar 2 rakaat,,karena selama ini saya mengerjakan spt itu,,dan saya lihat org2 mengerjakannya 2 rakaat,,karena wakt anatara azan da iqomat mepet

    trimakasih
    mhn maaf karena saya baru mendalami islam
    wassalam

    Waalaikumussalam.
    1. Dia harus menambah rakaat yang dia tidak baca al-fatihah itu, dan dia tambah setelah imam salam.
    2. Ya, berlaku untuk semua shalat.
    3. Ya, boleh.

  77. Randy said:

    Assalamu ‘Alaykum

    saya ada beberapa pertanyaan:

    1. melihat komentar yang terakhir, disana dinyatakan keharusan membaca al-fatihah didlm sholat yang dikeraskan, tetapi saya menemukan bahwa pendapat yang lebih rajih adalah menyimak imam (tanpa harus membaca).
    2. mengenai hadist yang juga mungkin sudah dibahas,saya temui sholat sunnah isyraq, nah itu kira-kira waktu jam brapa?
    3. untuk sholat fajar berarti harus dikerjakan di masjid, karena kalau dirumah kan tidak bisa dilakukan sebelum adzan?
    4. saya sudah baca dan melihat dari banyak keterangan mengenai fajar shodiq, mungkin ustadz bisa menjelaskan biar lebih jelas.

    Jazakallahu Khairan Katsir

    Wassalamu ‘Alaykum

    Waalaikumussalam.
    1. Silakan berpendapat dengan apa yang hati anda tenang dengannya.
    2. Yang jelas ketika lingkaran matahari sudah terbit seluruhnya dan sudah keluar dari waktu larangan shalat. Wallahu a’lam mungkin sekitar jam 6.30.
    3. Shalat fajar atau shalat subuh dikerjakan di masjid. Kalau shalat sunnah fajar boleh dikerjakan di rumah atau masjid, selama dia dikerjakan setelah adzan subuh.
    4. Ciri-ciri fajar shadiq:
    a. muncul di ufuk timur dan bersambung dengan ufuk.
    b. bentuknya memanjang dari utara ke selatan.
    c. setelah dia muncul maka sedikit demi sedikit akan bertambah terang.

  78. ade said:

    assalamualikum..
    saya ingin menanyakan 2 hal ustadz..
    1. ada seorang yang sangat rajin dan kontinyu melaksakan sholat sunat qabliyah maghrib, suatu ketika ia tidak bisa melaksanakan sholat qabliyah maghrib, karena tertinggal. apakah boleh ia mengqadhanya setelah sholat maghrib pada waktu itu, mohon d beri penjelsan dalil hukumnya.
    2. saya pernah mendengar Nabi SAW mengqadha shalat sunat karena pada waktu itu ada tamu yang berkunjung kepda nabi. mohon d beri penjelasn juga ttg dalilnya, dan referensi kitabnya, yg memperbolehkan hal ini.

    maksh ustadz.

    Waalaikumussalam.
    1. Tidak boleh karena tidak ada dalil yang menyebutkan tentang itu. Namun kalau itu sudah menjadi kebiasaannya maka insya Allah pahalanya tetap ditulis untuknya walaupun dia tidak mengerjakannya karena ada uzur.
    2. Ya betul, hanya saja para ulama menjelaskan bahwa itu merupakan kekhususan untuk Nabi shallallahu alaihi wasallam. Itupun haditsnya hanya berbicara mengenai shalat sunnah qabliah zuhur, sehingga terbatas padanya. Wallahu a’lam.

  79. Rico Yuliansyah said:

    Assalammualaikum ya Ustad,

    Saya cuma mau penjelasan dari jawaban ustad yang di tanyakan oleh Saudara Antorusmanto di No.57,,
    Mohon penjelasanya kembali…apa dahlil dan fatwah yang ada mengenai hal tersebut…Di jawaban ustad,tidak ada hadist yang menjelaskan mengenai hal tersebut.

    Jazakallahu Khairan Katsir

    Wassalam mualaikum warahmatullah hiwabarakatu..

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Silakan baca penjelasannya dalam artikel ‘Makmum Wajib Baca Al-Fatihah’.

  80. Rico Yuliansyah said:

    Assalammualaikum pak ustad,

    Saya mau menanyakan mengenai jawaban pak ustad mengenai pertanyaan dari saudara Amintarada(No.76) mengeanai hukum shalat berjemaah yang pada shalat rakaat 1&2 tidak membaca alfatihah,
    Disitu pak ustad menjawab dia haus menambah jumlah rakaatnya setelah imam mengucapkan salam.
    Disisi lain,saya pernah dengar,apabila ada makmum yang terlambat pada waktu melaksanakan shalat berjemaah,kemudian makmum tersebut menemukan imam pada saat posisi ruku’,dan langsung mengikutinya, MAKMUM tersebut di anggap telah mengikuti imam (1 rakaat).
    Jadi secara otomatis MAKMUM tidak harus menambah jumlah rekaatnya donk apabila makmum menemui imam masih dalam rakaat yang pertama?
    Mohon penjelasanya dari ustad mengenai pertanyaan ini…Maklum saya masih tergolong orang yang sangat AWAM mengenai ISLAM.

    Jazakallahu Khairan Katsir

    Wassalammualikum warahmatullah hiwabarakatu.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Sebenarnya memang masalah ini masih diperselisihkan: Apakah mendapati imam ruku’ itu masih dapat 1 rakaat atau tidak?
    Hanya saja kami lebih condong kepada pendapat yang menyatakan bahwa dia tidak mendapati 1 rakaat kecuali jika dia membaca Al-Fatihah. Silakan baca penjelasannya dalam artikel ‘Makmum Wajib Baca Al-Fatihah’.

  81. dinda said:

    asalamu’alaikum wr.wb
    saya mau tanya. apasih dalil shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah zuhur? lalu apa hukum nya?

    timakasih
    wassalamu’alaikum wr.wb

    Waalaikumussalam.
    Silakan baca kembali artikelnya.

  82. abu umair bangka said:

    bismillah.assalamualaykum..ustadz..apakah hukum mengangkat tangan ketika berdoa stlh selesai sholat fardhu n rawatib? jazakallahu khoiron ats jwbnny

    Waalaikumussalam.
    Jika memang dia memandang disyariatkkannya berdoa seteleh shalat, maka setiap doa itu disyariatkan mengangkat tangan; Karenanya dia disunnahkan mengangkat tangan ketika itu.

  83. ahmad said:

    assalamu alykum warohmatullah wabarakatuh ustadz,

    saya sering mengqodho’ salat qabliyah dzuhur saya karena sempitnya waktu. jadi biasanya setelah shalat dzuhur saya akan mengerjakan 6 shalat sunnah, yakni dengan niatan 2 rakaat badiyah dzuhur dulu lalu dilanjutkan dengan 4 rakaat qabliyah dzuhur sebagai pengganti. Bahkan apabila waktu sangat sempit, saya terkadang tidak melaksanakan 6 rakaat ini segera setelah shalat dzuhur tetapi mungkin 2-3 jam setelahnya, setelah mendapat kelapangan waktu. Pun demikian, terkadang dengan shalat2 rawatib lainnya, saya qodho di lain waktu jika memang betul2 mengerjakannya di waktunya sangat tidak memungkinkan. Perlu diketahui bahwa saya Alhamdulillah rutin menjaga amalan Rawatib ini sesuai dnegan waktunya. Peng-qodho’an betul2 saya laksanakan jika terdapat kesempiutan waktu. Saya meng-qodho’ dengan mengambil contoh bolehnya meng-qodho’ shalat sunnah qabliyah shubuh setelah shalat shubuh/di lain waktu. Benarkah apa yang saya lakukan ustadz ? Jazakumullah khair

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Wallahu a’lam, memang dalam hal ini masih ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Hanya saja saya lebih condong kepada tidak melakukan hal itu, karena dalil shahih hanya menyebutkan shalat qabliyah subuh saja jadi tidak bisa dikiaskan kepadanya semua shalat sunnah, mengingat dalam ibadah itu tidak ada kias.
    Dan butuh diketahui bahwa jika seseorang sudah mempunyai kebiasaan mengerjakan ibadah tertentu, lantas suatu saat dia tidak mengerjakannya karena ada udzur, maka Allah Ta’ala tetap mencatat pahala shalat sunnah itu untuknya.

  84. akhmad said:

    assalamu alykum warohmatullah wabarakatuh ustadz,

    terima kasih atas jawabannnya. bolehkah saya berpendapat dengan ulama yg membolehkan sehingga saya tetap mengqodho’ shalat sunnah rawatib di lain waktu ? apakah pendapat ulama tersebut cukup kuat menurut ustadz ?

    apakah berkuliah, merupakan udzur yang dibenarkan dalam syariat ? jika ustadz tidak berkeberatan sedikit menyebutkan, apa saja contoh udzur yang dibenarkan oleh syariat. Jazakumullah khair

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Wallahu a’lam, pendapat itu kurang kuat menurut saya. Kuliah bukanlah udzur. Di antara udzur yang membolehkan mengerjakan qabliyah subuh setelah shalat subuh adalah ketiduran.

  85. Anton Subarkat said:

    Bismillah,
    Assalamu ‘alaikum pak Ustad,
    Setelah selesai adzan Ashar, saya masuk masjid kemudian shalat 4 rakaat qabliyah tetapi saya niati juga tahyatul masjid, apakah itu bisa sedangkan di hadits nya mengatakan shalatlah kamu 2 rakaat sebelum duduk, bukan 4 rakaat?

    jazakallah khairan katsiira..
    Wassalamu ‘alaikum warahmatullah…

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Ya, hal itu bisa. Demikian diterangkan oleh Imam An-Nawawi dan selainnya bahwa shalat sunnah rawatib itu sudah merupakan tahiyatul masjid. Wallahu a’lam.

  86. abu irbadl said:

    afwan ustadz, pd pertanyaan yg ke 82, ust menjawab setiap doa disyariatkan mengangkat tangan,saya pernah baca bahwa mengangkat tgn ketika berdoa stlh sholat fardhu tdk ada tuntunannya, dan kita dianjurkan untk bnyk berdoa ketika sujud terakhir dlm sholat, apakah kita disyariatkan mengangkat tangan, barokallahu fiik

    Saya menjawab demikian karena yang bertanya ini meyakini disunnahkannya berdoa setelah shalat wajib.

  87. joeny said:

    Assalammualaikum pak ustad,

    saya disini juga ingin bertanya tentang hukum makmum sperti yg dibilang saudara Rico Yuliansyah.

    jika seorang makmum terlambat dalam sholat, dan masih mendapati imam dlm keadaan ruku` dan dia mengikutinya, maka dia mendapatkan raka`at tersebut. berarti disini jelas si makmum yg telat blum membaca apa2 (apalgi Al Fatihah ).
    bagaimana tu ustad?
    kalo dia disuruh ngulangin rakaat yg dia gk sempat baca Al fatihah,, percuma dong dia ngikutin imam buat jemaah,, mending sholat sendiri-sendiri…
    anda mengatakan : Hanya saja kami lebih condong kepada pendapat yang menyatakan bahwa dia tidak mendapati 1 rakaat kecuali jika dia membaca Al-Fatihah.

    maaf, apakah selama anda sholat berjamaah anda tidak pernah terlambat mengikuti imam?
    kalo pernah, apa yg anda lakukan saat mendapati imam sedang ruku`? apakah anda akan membaca Al Fatihah? sudah pasti jika itu anda lakukan, bacaan Al fatihah pasti cepat2 bukan?
    sementara kita di tuntut untuk Tumakninah dalam sholat bukan?

    mohon penjelasan nya pak ustad..
    maaf kalo merepotkan..

    terimakasih…

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Yang benarnya dia tidak mendapatkan satu rakaat jika dia hanya mendapati ruku’.
    Tidak percuma, dia tetap mendapatkan pahala dengannya.
    Pernah. Ketika imam sudah ruku’ maka saya juga langsung ruku’ tanpa membaca al-fatihah. Namun ketika imam salam maka saya berdiri untuk menambah rakaat yang saya tidak baca alfatihah tadi. Jadi hal ini tidak mengganggu tumakninah.

  88. supri said:

    Apa niatnya sholat sunnah sebelum sholat jum’at

    Tidak ada shalat sunnah sebelum shalat jum’at. Yang ada adalah shalat sunnah mutlak sebelum adzan jum’at, yaitu shalat 2 rakaat sebanyak-banyaknya sampai adzan. Setelah khatib datang atau adzan, maka tidak ada lagi shalat sunnah.

  89. ahmad salim said:

    assalamualaikum,
    ustadz, apa ada sholat sunnah setelah menjama’ sholat, ex: jama’ taqdim sholat maghrib dan Isya’ pada saat hujan lebat.. setelah itu apa boleh mengerjakan sholat sunnah rowatib, dan kalo boleh ba’diyah maghrib atau Isya’??
    mohon penjelasan ustadz…
    syukron

    Waalaikumussalam.
    Tidak ada shalat sunnah rawatib di antara dua shalat yang dijama’, adapun sebelum dan setelahnya, maka boleh shalat sunnah rawatib. Dalam kasus di atas, tidak ada shalat sunnah ba’diah maghrib. Yang boleh itu shalat sunnah qabliah maghrib dan ba’diah isya.

  90. tata said:

    assalammualaikum uztad,,,
    saya seorang karyawan yang saat dikantor bila ada azan langsung sholat berjamaah padahal saya ingin sholat rawatib ashar terlebih dahulu,,, bagaimana solusi yang baiknya ya..?

    Waalaikumussalam.
    Cari tempat shalat lain. Karena yang jelas tidak ada shalat sunnah ketika iqomah sudah dikumandangkan.
    Hanya saja insya Allah antum akan mendapatkan pahala sesuai dengan niat antum.

  91. hery said:

    assalamualaikum pa’ Ustad

    Seperti pertanyaan saudara tata, dimushala tempat kerja saya setelah azan langsung disambung iqomah sehingga tidak mempunyai kesempatan sholat sunnah rawatib, apakah lebih baik sholat dhuhur/Ashar saya ikut rombongan sholat berjamaah yg berikutnya agar saya bisa sholat sunnah rawatib?

    mohon penjelasannya , terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam, berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam, “Jika iqomah sudah dikumandangkan, maka tidak ada shalat kecuali shalat wajib.” Maka sebaiknya dia langsung shalat berjamaah dengan jamaah pertama. Adapun niat dia untuk rawatib insya Allah akan mendapatkan pahala dari Allah.

  92. tato said:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Maaf Ustd. saya mau tanya apaka dibenarkan pada saat melaksanakan sholat sunnah rawatib hanya takbir, membaca surat Al-fatihah dan salam, mhn penjelasan

    Waalaikumussalam.
    Tidak dibenarkan, tidak ada tata cara shalat seperti itu.

  93. hendra said:

    assalamualaikum pa’ Ustad

    jadi Apakah ada shalat sunnah sebelum mahgrib?
    jk ad, itu shalat sunnah apa?
    Tolong penjelasan nya pak ustad

    Waalaikumussalam.
    Itu dinamakan shalat sunnah qabliah maghrib, hanya saja tidak termasuk rawatib.

  94. tato said:

    Maaf ustd,,, saya cuma ingin tau aja, saya suka melihat ada salah seorang yg menyandang status ustd. saya perhatikan klo sholat cepet sekali saya jadi ga abis pikir apa sih yang beliau baca hingga sholatnya cepet selesai,,,?

    Langsung saja tanyakan ke orangnya.

  95. inuel said:

    izin share ya Om.. Trimakasih :)

  96. budi said:

    Assalamualaikum,

    mudah2xan ustadz selalu berada dalam lindungan Alloh SWT

    Syukron penjelasannya ustadz… selama ini saya suka mengerjakan sholat rawatib ba’da ashar. Mudah2xan di ampuni Alloh SWT dosa saya selama ini.

    Wassalamualaikum

  97. okin said:

    assalamualaikum pa’ Ustad

    sholat rawatib itu dikerjakan sesudah adzan ,baru kita melakasanakanya sholat rawatib itu .contoh sholat sbelum dhuhur sudah azan .apa boleh melaksanakan solat sbelum dhuhur blm waktu nya dhuhur kita lakukan, mhn penjelasan
    terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Boleh saja melakukan shalat sunnah sebelum masuk zuhur, selama bukan pada waktu terlarang, dan itupun tidak dihukumi sebagai shalat rawatib. Karena shalat sunnah rawatib itu setelah adzan.

  98. dina fitrah insani said:

    ass… ustadzz
    sya mau tanya klo shalat sunah rawatib yang ghair muakad mksudnya gmana?…

    Maksudnya, selain shalat sunat rawatib.

  99. Dian Putra N said:

    Assalamu’alaykum.
    Ustadz ana msh bingung dengan maksud sebelum dan sesudah shalat fardhu di sini. apakah ada batasan waktu dalam menjalankan shalat rawatib ini, seperti qobliyah itu batasannya antara adzan dan iqomah setelah iqomah maka tidak ada shalat rhawatib? dan ba’diatan itu sesaat setelah melaksanakan shalat fardhu (rentang waktunya berapa y Ustadz?
    jazakumullah

    Waalaikumussalam.
    Shalat qabliah waktunya adalah antara adzan dengan iqamah, jika dia shalat berjamaah. Jika dia shalat sendiri maka dia bisa kerjakan kapan saja yang jelas setelah adzan dan sebelum dia mengerjakan shalat wajib. Adapun ba’diah, insya Allah bisa dikerjakan walaupun tidak langsung setelah shalat wajib, selama waktu shalat itu belum habis.

  100. tiwi said:

    Assalamu alaikum Pak Ustad,….
    Saya seorang wanita dan tinggal di germany..disana saya tdk pernah nmnya mendengarkan adzhan ataupun sholat berjamaah di masjid.Dan saat ini saya baru mempelajari tentang agama islam.pertanyaanya saya:apakah boleh shalat sunnah qobliyyatan dan ba´diyyatan di lakukan sendiri di rumah.
    dan apakah boleh shalat sunnah qobliyyatan dan ba´diyyatan di lakukan tdk tepat waktu setapi sebelum dan sesudah sholat fardu.
    karna berhubung kerja jd kadang saya tdk bisa melaksana sholat fardu tepat waktunya…..

    terima kasih atas bantuanya…
    Wassalam…

    Waalaikumussalam.
    Wanita lebih utama shalat wajib dan shalat sunnah di rumah. Shalat sunnah qabliyah sudah boleh dikerjakan jika waktu shalat sudah masuk walaupun dia tidak mendengarkan adzan. Dan tidak mengapa tidak berdekatan jaraknya dengan shalat wajib, selama itu dikerjakan sebelum dan setelahnya.

  101. Ryan Poetra said:

    Assalamua’laikum warahmatulah wabarakatuh..

    Ustd ..
    gimana dengan mu’adzin untuk sholat rawatib yg diutamakan dilakukan dirumah..
    Apakah setelah adzan dia harus pulang dulu…atau ada pengecualian bagi mu’adzin…

    Jazzakallahu khoir…

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Shalat rawatib tidak harus dikerjakan di rumah, boleh di masjid. Karenanya Nabi shallallahu alaihi wasallam juga terkadang mengerjakannya di masjid.

  102. Ami said:

    Asslm. Jazakallah Ustadz, semua keraguan sementara sudah terjawab!

  103. ridwan said:

    Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,
    Boleh nanya, Ustadz, Apakah Rawatib Jum’at itu berbeda dengan Rawatib Dzuhur? (4 rakaat bada Jum’at).
    Dan apakah shalat sunat yang ditentukan waktunya seperti sholat Rawatib bisa di qada?

    Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,
    Jazakallah Ustadz sebelumnya,
    Ridwan

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Boleh shalat sunnah setelah jumat 4 rakaat.
    Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama hanya mengkhususkan hanya shalat qabliah subuh yang boleh diqadha. Wallahu A’lam.

  104. angga ramadan said:

    Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh……
    ustad..
    apa benar semua shalat sunnah tidak perlu membaca iftitah (langsung baca al-fatihah) ??
    dan apa benar shalat (wajib) yg 4 rakaat itu cukup rakaat pertama dan kedua saja yg setelah membaca surat al-fatihah dilanjutkan dg membaca surat2 pendek, sedangkan rakaat ketiga dan keempat hanya membaca al-fatihah saja??
    tolong penjelasannya??

    Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh….

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Pernyatan yang pertama tidak benar
    Dan pernyataan yang kedua sudah benar.

  105. Hendra said:

    assalamu’alaikum
    mw tanya,
    kalo ga tw apa berdosa? misalnya mlaksanakan solat sunah setelah ashar

    Waalaikumussalam.
    Insya Allah kalau belum tahu, tidak berdosa.

  106. akbar said:

    Assalamu’alaikum ustadz

    Ustadz saya mau tanya, tapi agak sedikit keluar dari topik. Saya mau tanya berkenaan dengan pertanyaan no.70
    1. Maksudnya dari Qunut tidak disyariatkan pada waktu subuh itu maksudnya tidak disyariatkan untuk mengkhususkan pada waktu subuh aja atau tidak disyariatkan Qunut secara umum?karena saya pernah baca bahwa Qunut itu untuk sholat 5 waktu seluruhnya dan hanya dilakukan ketika hendak mendoakan kebaikan atau kejelekan atas kaum tertentu.Yang mana yang benar?

    2. Jika imam melakukan qunut pada sholat subuh maka apakah yang harus saya lakukan?ikut mengangkat tangan mengikuti imam ataukah diam saja?karena imam masjid di daerah saya selalu membaca qunut ketika subuh. Mohon bimbingannya.

    Waalaikumussalam.
    1. Ya, qunut yang warid dari Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah qunut nazilah, wallahu a’lam.
    2. Dia boleh mengikuti imam dengan mengangkat tangan dan boleh juga diam saja. Namun sebaiknya dia qunut bersama imam, karena qunut subuh ini telah shahih dilakukan oleh sebagian sahabat. Wallahu a’lam.

  107. Ardy said:

    Yth Ustad :
    Untuk sholat sunat sebelum Subuh : 1. Mengerjakan qobliah Subuh dulu, kemudian Sunah Fajar atau cukup qabilah Subuh saja / sunah Fajar saja.
    2. Bagi makmum yg tdk biasa pakai Qunut gmn kalau Imamnya berqunut. Apa boleh tdk angkat tangan qunut atau hrs mengikuti gerakan Imam. Sebaliknya bagi makmum yg biasa berqunut tetapi Imam tidak pakai Qunut apa yg hrs dikerjakan? Terima kasih penjelasannya.

    1. Qabliah subuh dengan shalat sunnah fajar itu adalah shalat yang sama dan tidak berbeda, dan dikerjakan setelah adzan subuh.
    2. Sebaiknya dia mengikuti imam.

  108. rizky h s said:

    assalamualaikum
    ustad
    bagaimana cara urutan mengerjakan shalat sunnah yang setelah shalat fardhu,,, apa setelah shalat fardhu diselingi dzikir terlebih dahulu ataukah shalat fardhu, shalat sunnah, baru berdzikir???
    wassalamualaikum

    Waalaikumussalam.
    Berdzikir dahulu baru shalat sunnah ba’diah.

  109. Dhani said:

    Bismillah.
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.
    Pak Ustadz…apakah bacaan niat shalat rawatib yang 4 rakaat sebelum ashar yg dikerjakan 2-2 rakaat adalah sama…karena selama ini saya biasa mengerjakan yang 2 rakaat saja.
    Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,
    Jazakallah Ustadz sebelumnya…

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Ya sama saja, tapi niat itu tidak perlu diucapkan, cukup dimunculkan di dalam hati.

  110. mamud said:

    ustad sya mau nanya tentang salat fardhu …..
    knapa ada yang 2 raka’at. 3 raka’at , 4 raka’at.
    kenapa bisa begitu …/ apakah ada sejarahnya,,,,? atau memank sudah ketentuannya ketika nabi mendapat perintah salat dari Allah SWT…
    mohon penjelasannya….

    Ya, memang sudah begitu ketentuan dan aturan dari Allah.

  111. Antik said:

    izin di share ya :)

  112. randika said:

    maaf yah bang saya copy karna saya sangat butuh mohon izin yah yahhh bang… insya allah di rahmati oleh allah s.w.t amien

  113. Andi said:

    Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Pak Ustadz, kan shalat rawatib sebelum zuhur 4 rakaat dan sebelum ashar 4 rakaat sama seperti shalat wajib yang 4 rakaat, yakni dua kali tasyahud tapi satu kali salam, nah yang saya mau tanyakan disini tasyahud akhirnya gimana ustadz apakah tetap duduk tawarruk sama seperti shalat wajib yang 4 rakaat atau malah duduk iftirasy?
    Terima kasih atas penjelasannya pak ustad
    Jazakallahu khoiran katsiran

    Waalaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.
    Tidak, semua shalat sunnah yang 4 rakaat maka dikerjakan: 2 rakaat-2 rakaat, dua kali salam, seperti shalat tarawih.

  114. refri ramadhani said:

    assalamualaikum
    saya mau nanya apa niat shalat sunah rawatib?
    maklum baru belajar
    jazakallau khoiron katsiron

    Waalaikumussalam.
    Cukup munculkan dalam hati kalau akan mengerjakan shalat sunnah 2 rakaat pada saat itu (sebelum atau setelah shalat wajib).

  115. Riareey said:

    Assalamualaykum wr wb ustadz.

    Dbberapa artikel, ad yg membagi shalat sunnah mjd muakkad dan ghairu muakkad.
    Mhon dijelaskan.
    Dan ttg shalat qabliyah isya, adakah Rasulullah SAW n sahabat pernah melaksanakannya?
    Bagaimana hkumnya jika melaksanakan shalat tsb, krn shlat ini tdk trmsuk dlm 3 waktu yg dilarang untk shalat.
    Terimakasih ustadz.
    Wassalamualaykum wr wb.

    Waalaikumussalam.
    Shalat sunnah muakkadah adalah yang sangat ditekankan pelaksanaannya. Biasanya ini untuk shalat sunnah rawatib dan shalat witir. Sementara ghairu muakkadah adalah yang tidak terlalu ditekankan yaitu shalat sunnah lainnya.
    Ya, ada shalat sunnah qabliah isya. Silakan baca pembahasan ‘Pembahasan Lengkap Seputar Shalat Sunnah Rawatib’.

  116. DEWI said:

    ustad, sy ingin sekali merubah hidup saya 180 derajat untuk benar benar mendalami Agama saya (Islam. tapi ustads, sy sangat susah menahan emosi, tugas tugas kampus dan kegiatan dunia lainnya, yg membuat sy merasa memiliki waktu yg sempit untuk mendalaminya. Apalagi keluarga sya sebagian besar masa bodoh dengan agama, Sy sudah mengajak mereka untuk melakukan ketentuan Agama. Tapi justru setiap hari yg saya dapatkan hnya ribut-ribut dgn saudara yg tdk sling mengerti, keluarga sy tidak tenang, sempat sya brfikir untuk pergi menyendiri untuk mendapatkan ketenangan, tapi itu tdk mungkin, serasanya keluarga saya sllu dpat memancing emosi sya setiap harinya, saya bosan dirumah.

    Alhamdulillah, pujilah Allah atas nikmat tersebut kepada anda. Saya rasa tidak ada masalah dengan waktu yang sempit. Di zaman sekarang kita bisa mempunyai MP3 player, buku2 terjemahan, dan internet, yang semuanya sangat memungkinkan kita menuntut ilmu, kapan dan dimanapun.

  117. Aris said:

    Assalamualaikum Pak Ustad.
    Saya igin menanyakan jawaban Udstad atas pertanyaan no 57, agar saya tidak salah memahami: “Makmum tidak boleh membaca surah apa-apa di belakang imam kecuali surat al-fatihah” apakah ini juga berlaku untuk sholat dzuhur & ashar yg bacaan al-fatihah nya tidak dikeraskan? terimakasih.

    Waalaikumussalam.
    Ya, semua shalat seperti itu termasuk zuhur dan ashar.

  118. yana said:

    Asslamualaikum wr wb
    Ustadz saya mau bertanya….
    1.Bagaimana lafaz/bacaan niat shalat rawatib qabliyah n ba’diyah?dan bagaimana lafaz niat saat kita me’qada shalat qobliyah subuh?
    2.Saya seorang wanita dimana saya melakukan shalat rawatib di rumah dan memulai shalat qabliyah setelah mendengarkan azan di musholla dekat rumah saya, suatu ketika saya sedang mengerjakan shalat qobliyah dzuhur dan kemudian saat itu saya mendengar iqomah di musholla tsb..bagaimana dengan shalat sunnah saya ustadz?apakah diteruskan atau dihentikan,,menimbang saya ada di rumah sedangkan iqomah dikumandangkan di musholla?
    3.apa seorang wanita bisa mengundangkan azan / iqomah sendiri?
    mohon penjelasannya ustadz..terima kasih sebelumnya

    Waalaikumussalam.
    1. Niat tidak perlu dilafalkan. Cukup dimunculkan keinginan untuk shalat qabliah (misalnya) di dalam hati dan itu sudah dianggap niat.
    2. Tetap dilanjutkan karena anda shalat wajibnya di rumah.
    3. Boleh saja, tapi mencukupkan dengan adzan di masjid lalu dia iqamah sendiri di rumah, itu lebih bagus.

  119. ina afatunnisa said:

    surah surah yg dibaca masing2 sunah rawatib apakah berbeda klo berbeda tolong dirincikan satu persatu

    Tidak ada ketentuan, boleh sama, boleh beda.

  120. aprianto utomo said:

    ustad saya ingin tanya, dalam penjelasan diatas disebutkan shalat rawatib termasuk 4 rakaat sebelum shalat ashar. Saya menjalani shalat rawatib hanya yg sunnah muakkad.nya saja yaitu 2 rakaat sebelum shubuh, 2 rakaat sebelum dan sesudah dzuhur, 2 rakaat setelah magrib dan isya.
    itu apakah masih diperbolehkan

    Boleh saja.

  121. Edo Abdillah As-Sikumbangiy said:

    assalamu’alaikum, afwan ana ijin co-pas ya ustadz.
    baarokallahu fiykum!

  122. fahmi idris said:

    ustadz, untuk jawaban kedua dari soal nomor 106 yang menjelaskan bahwa sebagian para sahabat melakukan qunut subuh bisa dirujuk di kitab apa? juzita khairn

    Saya pernah baca di salah satu kitab Syaikh Musthafa Al-Adawi, cuma tidak ingat apa judulnya. Coba nanti saya cari lagi.

  123. marchel said:

    assalamualaikum…

    ustad…..
    saya mau nanya…
    apakah sah melakukan sholat wajib sebelum khomat di mesjid(g tau kalau belum khomat)????

    wassalamualaikum….

    Waalaikumussalam.
    Ya syah, selama memang waktu sudah masuk.

  124. Heru Adi H said:

    assalamualaikum….

    Ustadz, saya seorang anggota POLRI. Diwaktu waktu tertentu (maaf agak OOT) di hari Jumat saya tidak bisa menjalankan Sholat Jumat di Masjid karena harus PAM OBVIT (Pengamanan Obyek Vital) entah itu di Bank, Toko emas dll. Yang saya tanyakan, hukumnya apa kalo meninggalkan sholat Jumat tapi atas perintah pimpinan supaya PAM OBVIT ?. Dan bisa diganti dengan sholat Zuhur ga ?. Dan secara Ilmu Kepolisian bahwa di saat orang2 menunaikan sholat Jumat disitu banyak sekali PH(kerawanan) seperti rumah2 kosong, bank2 kosong dll. trima kasih jawabannya ustadz
    wassalamualaikum….

    Waalaikumussalam.
    Insya Allah hal itu tidak mengapa dan diganti dengan shalat zuhur. Tapi sebaiknya itu tidak setiap jumat, tapi bergantian dengan yang lainnya. Dan lebih bagus lagi jika tugas itu diberikan kepada yang polisi non muslim.

  125. Tri Selo said:

    Assalamualaikum ustadz
    Mohon diberitahu cara mengerjakan sholat rawatib ketika kita mengerjakan sholat jama’ dirumah.
    Jazakumulloh.

    Waalaikumussalam.
    Yang ada hanya rawatib qabliah shalat yang pertama dan ba’diah shalat yang kedua. Adapun di antaranya, maka tidak ada shalat sunnah.

  126. Hari said:

    ass.wr.wb.
    Tanya ustad,qunut subuh sebenarnya boleh nggak?

    Tidak ada.

  127. triyono said:

    Pak Ustad saya mohon pencerahan di usia kepala 5 ini saya baru belajar agama dan baru mengkhatamkan Al qur’an sekali serta baru hafal kuang dari 20 surat2 pendek jus ama, tetapi yang menjadikan gelisah hati saya adalah kalau dikantor pada saat waktunya sholat Dhuhur dan Azar saya selalu disuruh meng-Imammi (sebagai Imam sholat) terkadang sampai didorong-dorong walau sebenarnya saya ragu karena saya tahu diri lantaran saya masih baru belajar mengaji, sampai sekarang padahal banyak yang senior dan mungkin lebih fasih bacaannya, saya sering menolak tetapi tetap aja disuruh menjadi Imam Sholat, dan sebelum sholat dimulai saya mencoba mengingatkan tentang ajakan meluruskan dan merapatkan shof dengan bacaan “Sawwu sufufakhum…….” yang saya tanyakan Pak Uztad Sah-kah sholat yang di Imammi orang seperti saya yang baru belajar mengaji ini ? terus terang saya takut memikul dosa makmum yang mengikuti saya ( sebagai Imam)jika apa yang saya kerjakan itu salah, dan yang kedua bolehkah bacaan ajakan meluruskan shof saya ucapkan sebelum takbiratul ikhrom ? Pak Ustad mohon pencerahan dan jawaban kirim ke e-mail saya : keupnsda@gmail.com

    Sebaiknya anda memberikan pemahaman kepada orang-orang yang lebih baik bacaannya bahwa mereka yang lebih berhak menjadi imam.
    Jika tidak ada yang mau, maka sebaiknya anda hanya membaca surah yang anda sudah baik cara bacanya di situ.
    Ucapan ‘imam akan menanggung dosa makmum’ adalah tidak benar. Tidak ada seorang pun yang akan menanggung dosa orang lain.
    Ya, memang perintah meluruskan shalf itu diucapkan sebelum takbiratul ihram.

  128. yana said:

    Assalamualaikum ustadz
    maaf sebelumnya ustadz pertanyaan saya di luar tema…
    1.saya mau bertanya apakah kita boleh shalat di atas tempat tidur (misalnya d’atas kasur)?
    2.apa hukumnya kalau kita berwudhu di bak mandi?

    Waalaikumussalam.
    1. Boleh.
    2. Boleh.

  129. satriani said:

    Assalamu alaikum ustadz…
    Maaf agak OOT..
    Saya pegawai kantoran. Sebagai muslimah, lebih afdhol saya sholat di mushollah kantor (kadang sholat jamaah, kadang sendirian) atau ikut jamaah di mesjid yg dekat kantor? Jazakillah atas jawaban ustadz.

    Waalaikumussalam.
    Lebih utama shalat di mushalla kantor.

  130. Angga Yudha said:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    Ustadz, saya ingin bertanya

    1. Mengenai penjelasan ustadz bahwa : “Ucapan ‘imam akan menanggung dosa makmum’ adalah tidak benar. Tidak ada seorang pun yang akan menanggung dosa orang lain.” Bolehkah ustadz memberikan penjelasan lengkapnya? Berhubung selama ini hal itulah yang saya pahami, sehingga saya pahami bahwa ketika sholat berjama’ah, makmum di shaf pertamalah yang mendapatkan pahala paling utama

    2. Mengenai penjelasan ustadz tentang sholat berjama’ah dzuhur dan ashar, bolehkah dijelaskan dengan lebih jelas (mungkin beserta dalilnya jika ustadz berkenan) bahwa kita tidak diperbolehkan membaca surah pendek setelah al-fatihah?

    3. Mengenai membaca do’a iftitah di sholat sunnah utadz, bolehkah tidak membacanya? Atau manakah yg paling utama, membaca do’a istiftah atau do’a iftitah?

    Atas jawaban ustadz, saya ucapkan Jazakallahu Khairan Katsiran

    Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh
    Untuk satu dan dua agak panjang soalnya anda minta dijelaskan. Jadi insya Allah pada tempat yang lain.
    3. Jelas lebih utama membaca daripada tidak membaca.

  131. Ari said:

    Maaf ustadz, jumlah rakaat shalat dhuha berapa ya maksimal?

    Tidak ada jumlah maksimal, boleh sebanyak-banyaknya selama belum masuk zuhur.
    Aisyah radhiallahu anha berkata:
    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا وَيَزِيدُ مَا شَاءَ الله
    ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu melakukan shalat dhuha sebanyak empat rakaat, dan beliau menambahnya sebanyak yang beliau inginkan.’ (Hr. Muslim no. 719)

  132. imas bening said:

    apakah sholat rowatib setelah atau sebelum sholat fardhu di anjurkan untuk berpindah tempat? apabila iya apakah ada hadist nya?

    Saya tidak tahu ada hadits yang mengharuskan berpindah tempat. Wallahu a’lam.

  133. guntur said:

    Terimakasih ustadz atas semua penjelasannya..

  134. yana said:

    Assalamu’alaikum
    ustadz…apa shalat sunnat hajat (shalat meminta sesuatu)itu ada?kalau ada bisakah tampilkan hadistnya…terima kasih pa ustadz..

    Waalaikumussalam.
    Kalau yang dimaksud dengan shalat hajat adalah shalat istikharah, maka ada. Silakan baca di sini: http://al-atsariyyah.com/shalat-istikharah.html

  135. wahyu said:

    asalamualaikum
    saya mau nanya,, adakah ayat al-quran yang membahas shalat sunah rawatib?

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam.

  136. Sony said:

    Assalamualaikum wr wb.
    Pak ustadz, mau tanya tentang sholah sunah setelah shalat jumat. Ada yg bilang, apabila dikerjakan di masjid, maka 4 rekaat. Apabila dikerjakan di rumah, maka 2 rekaat. Apakah benar pak Ustadz, mohon penjelasannya.

    Waalaikumussalam.
    Tidak ada keharusan dalam masalah ini, dia boleh mengerjakan keduanya. Tapi memang Nabi shallallahu alaihi wasallam mengerjakan shalat sunnah ba’diah jumat 2 rakaat di rumah. Tapi itu tidak menunjukkan keharusan di rumah atau keharusan hanya 2 rakaat. Wallahu a’lam.

  137. mutakin said:

    Assalamu’alaikum…
    Ust. Saya baca pada kitab bulugulmarom, bahWasanya larangan sholat sunat setelah ashar sehingga terbenam matahari itu bersifat mutlaq, artinya tidak ada sembarang sunat ataupun wajib, yang ingin saya tanyakan bagaimana jika ada yg meninggal pada waktu tsb ? Atau terjadi gerhana. Apakah mesti ditangguhkan hingga terbenam matahari ? Mohon jawabannya

    Waalaikumussalam.
    Pendapat tersebut kurang kuat. Yang benarnya bahwa shalat yang dilarang pada waktu-waktu terlarang hanyalah shalat sunnah mutlak. Jadi jika shalatnya wajib -seperti shalat jenazah- maka tidak mengapa. Demikian halnya jika shalat sunnahnya mempunyai sebab -seperti tahiyatul masjid atau gerhana menurut sebagian ulama- maka tidak mengapa.

  138. idris said:

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarrakatuh..Pak Ustad,mohon maaf sebelumnya. Hanya ingin menanggapi jawaban Pak Ustad atas pertanyaan no.88 Setahu saya,melakukan shalat sunnah sebelum shalat Jum’at ada dalilnya. Bahkan derajat haditsnya pun dikatakan sebagian ulama berderajat shahih.
    Dari Ibni Umar ra. bahwa Rasulullah SAW melakukan shalat sunnah sebelum Jumat dengan panjang. Dan melakukan shalat sunnah 2 rakaat sesudah shalat Jumat. Dan disebutkan bahwa
    Rasulullah SAW melakukan itu. (HR Abu Daud)
    Hadits Ibnu Umar ini disebutkan oleh Al-Iraqi punya isnad yang shahih. Hadits ini dalam bentuk yang berbeda juga diriwayatkan oleh Muslim, At-Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah. An-Nasai meriyawatkan tanpa lafadz “memanjangkan shalat sebelum Jumat.”(Kitab Nailul Authar jilid 3 halaman 288.)
    Para ulama terkemuka di masa lalu banyak yang justru melakukan shalat sunnah sebelum shalat Jumat. Di antaranya adalah Al-Imam Abu Hanifah, Al-Imam Malik, Al-Imam Asy-syafi’i rahimahumullah. Bahkan As-Syafi’i mengatakan bahwa shalat sunnat sebelum Jum’at itu tetap berlaku baik sebelum istiwa maupun sesudahnya (zawal) hingga imam datang.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarrakatuh.
    Ya, memang ada perbedaan pendapat dalam masalah ini. Semoga kami diberikan waktu untuk menampilkan artikel akan tidak adanya shalat sunnah qabliah jumat, menurut pendapat yang paling kuat. Bagaimanapun juga, silakan setiap orang mengamalkan apa yang dia yakini lebih kuat.

  139. andika said:

    minya izin meng copy artikelnya

  140. andes said:

    assalammualaikum wr wb, pak ustadz, saya mau bertanya, jika kita datang ke masjid dan adzan sudah berkumandang, tapi kita mau melakukan sholat tahiyatul masjid setelah itu disambung dengan sholat sunnah rawatib apakah boleh ??
    terimakasih . . .
    wassalam

    Waalaikumussalam.
    Ya, boleh. Shalat sunnah masih dibolehkan selama belum iqamah.

  141. suwarno said:

    mohon izin copas

  142. Iman said:

    Asslm. Ustdz.
    Sy mo nanya bolehkah shalat rawatib 4 rakaat satu tasyahud ahrir saja tdk menggunkan tahiyat awal. (Satu salam) dan cantumkn dalilnya jika ada. wasslm

    Boleh saja. Dalilnya berdasarkan lahiriah hadits yang menyebutkan 4 rakaat. Wallahu a’lam.

  143. ummu furqon said:

    Assalamu’alaikum WW

    1. Begini ustadz,kalo dilihat dari kesimpulan dari pemaparan di atas bahwa:
    “Maka dari sini kita bisa mengetahui bahwa shalat sunnah rawatib adalah:
    a. 2 rakaat sebelum subuh, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
    b. 2 rakaat sebelum zuhur, dan bisa juga 4 rakaat.
    c. 2 rakaat setelah zuhur
    d. 4 rakaat sebelum ashar
    e. 2 rakaat setelah jumat.
    f. 2 rakaat setelah maghrib, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
    g. 2 rakaat setelah isya, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.”

    Jika dibandingkan dengan:
    hadits no.1 dan 2 di atas yang menyebutkan bahwa jumlah shalat rawatib berjumlah 12 rakaat

    maka: tidak sinkron dengan kesimpulan di atas (jumlah shalat rawatib =16 rakaat)
    mohon penjelasannya ustadz (mana yg plg utama dilaksanakan ke-16nya atau hanya 12 rakaat saja?)

    2. MAna yg paling utama dilakukan setelah sholat fardhu (keadaan:jika imam melanjutkan dg ceramah)
    Berdzikir,berdo’a,lalu mengakhiri dg shalat ba’diyah ATAU mendengar ceramah.
    Karena utk saya pribadi jika keduanya dilakukan bersamaan maka mengurangi konsentrasi (krn juga ingin mendengar isi ceramah)

    Mohon penjelasannya ustadz
    Jzk

    Wassalamu’alaikum WW

    Waalaikumussalam.
    1. Tidak ada masalah insya Allah, karena tambahan yang 4 rakaat itu juga tersebut dalam hadits yang shahih, jadi jumlah 12 itu bukan pembatasan.
    2. Jika memang tidak bisa konsentrasi shalat sunnah, maka tidak mengapa dia mendengar ceramah saja.

  144. Khalifah said:

    Assalamu’alaikum ustad
    gimana cara duduk tasyahud akhirnya
    apakah duduk iftirasy atau duduk tawaruk?

    Waalaikumussalam.
    Duduk tawarruk.

  145. Deden Rahmatullah said:

    assalamualaikum…
    saya masih bingung ustadz.. apakah shalat sunnah rawatib sebelum isya itu ada?

    Waalaikumussalam.
    Ya, ada.

  146. Darma Setiawan said:

    Assalamualaikum …
    Terimakasih sebelumnya untuk pembahasannya, ilmu saya jadi bertambah. Ada yang saya ingin tanyakan, setiap masuk waktu zuhur dan ashar saya mengerjakan sholat qobliyah di kantor kemudian saya turun ke mushola untuk sholat berjama’ah (kantor saya di lantai 4 dan musholanya di lantai dasar), apakah sholat seperti ini diperbolehkan? Saya melakukan ini karena di mushola sehabis azan langsung iqomah.
    Wassalamu’alaikum …

    Waalaikumussalam.
    Shalat qabliah itu hanya boleh dilakukan setelah masuknya waktu shalat. Jika azan di kantor itu tepat pada waktunya, dan anda shalat sunnah sebelum azan maka itu bukan teranggap shalat qabliah melainkan hanya shalat sunnah biasa.

  147. Maman said:

    Bismillah…
    1 Saya selalu mengerjakan semua shalat sunnah rawatib yg 12 rakaat dirumah, yg fardhunya dimesjid, ..karena saya berpatokan pada hadist; kl nda salah seperti ini : “Perbanyaklah sholat (sunnat) dirumah-rumah kalian, karena itu akan menjadi cahaya dirumah kalian”
    2 Qobliah 4 rakaat selalu saya kerjakan dgn 1 salam, karena takut terlambat dimesjid
    Apakah semua itu boleh ustad?
    Barakallahu fiikum..

    1. Tidak mengapa, apa yang anda amalkan sudah baik.
    2. Boleh insya Allah.

  148. iwan abdul aziz said:

    Assalamu’alaikum WW
    Afwan ustadz gimana keterangan hadis ini.?
    Dari Abdullah bin Mughaffal, Nabi Muhammad SAW bersabda artinya : Lakukanlah sholat sunnah sebelum Maghrib 3x, kemudian pada seruan yang ketiga beliau tambahkan “bagi yang menghendaki” (H.R. Bukhari)

    Waalaikumussalam.
    Keterangan apanya? Kan jelas menunjukkan disunnahkannya mengerjakan shalat 2 rakaat sebelum maghrib. Tapi itu tidak digolongkan oleh para ulama sebagai sunnah rawatib.

  149. rudi mulyana said:

    assalamualaikum pa ustadz, saya mau bertanya : katanya sholat sunnat rowatib lebih utama dari sholat sunnat lainnya..mohon penjelasan dari pa ustadz berdasarkan hadist dan al qur’an..terimakasih. wasslam

    Waalaikumussalam.
    Tidak. Shalat sunnah yang paling utama adalah shalat lail dan puasa sunnah yang paling utama adalah puasa muharram, sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    أفْضَلُ الصِّيَامِ، بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ وَ أفْضَلُ الصَّلاةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةِ صَلاةُ اللَيْلِ

    “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yakni bulan Muharrom, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

  150. ita said:

    Assalamu’alaikum ustadz..
    mau tanya, kalau seumpama sholat sunnah rawatib tapi tidak dilaksanakan setiap hari, hukumnya bgmna ustadz ??

    Waalaikumussalam.
    Tidak ada masalah insya Allah.

  151. Nafisah said:

    Assalamu’alaikum,
    izin copy y

    wa’alaikum salam warahmatullah, iya silahkan. (MT)

  152. ahmad said:

    assalamualaikum wr wb

    bagaimana cara pengerjaan sholat sunnah rawatib qabliyah . apakah sesudah adzan atau sebelum adzan ? minta keterangganya

    Waalaikumussalam.
    Tentunya setelah azan. Karena qabliah subuh -misalnya- mengikuti shalat subuh, karenanya dikerjakan setelah masuknya subuh yang ditandai dengan azan.

  153. imam said:

    Assalamu’alaikum Ustadz.

    apa ada bacaan surat2 pendek saat melaksanakan shalat sunnat rawatib???

    Waalaikumussalam.
    Tidak ada dalil khusus tentang itu, kecuali pada shalat qabliah subuh dan ba’diah magrib. Dimana dalam rakaat pertama Nabi membaca surah alkafirun dan pada rakaat kedua membaca surah alikhlash

  154. alfan said:

    assalamu,alaikum
    saya mau bertanya,
    1. Apabila kita punya waktu shalat sebelum shalat fardhu dimesjid 2 rakaat, manakah yang lebih utama shalat sunat tahiyatul masjid atau shalat sunat qalbiah(sebelum) magrib dan isa (sunat, menurut hadis antara 2 azan) dan qalbiah subuh ,zhuhur, dan ashar.
    2. bolehkah sholat sunat tahiyatul masjid di mushola. kalau tidak boleh, apa klasifikasi sebuah mejid, yang membedakan dengan mushola.
    terimakasih ustaz, assalamu,alaikum.

    Waalaikumussalam.
    1. Digabungkan saja niatnya. Shalat sunnah qabliah 2 rakaat sekaligus itu diniatkan sebagai tahiyatul masjid.
    2. Boleh. Masjid dengan mushalla dalam masalah ini sama, wallahu a’lam.

  155. sara said:

    assalamualaikum wr.wb
    katanya ngga ada shalat sesudah subuh dan ashar karna itu waktu terlarang, tapi kenapa ada shalat dhuha ??? mhon dijelaskan.

    wa’alaikum salam warahmatullah wb.

    wa’alaikum salam warahmatullah wabarakaatuh.

    waktu shalat Dhuha tidak termasuk dalam waktu larangan. (MT)

  156. uci said:

    maf pak, berarti shalat rawatib tidak harus beruntun dengan shalat fardhu karena ada beberapa shalat sunah rawatib yang dilakukan dirumah. mohon penjelasannya. terima kasih

    Ya betul, tidak harus berdekatan waktunya.

  157. abu faqih said:

    assalammu’alaikum ustadz

    ana mau tanya beberapa hal sbb:

    1. terkait pertanyaan nomor 68, apakah ada perbedaan antara bacaan tasyahud awal dgn tasyahud akhir krn setahu ana bacaan tasayahud awal dan akhir itu sama yaitu sampai membaca sholawat kpd nabi hanya saja pd tasyahud akhir sebelum salam ditambah dgn membaca do’a perlindungan dari 4 hal yaitu dari neraka jahanam, azab kubur, fitnah hidup dan mati, serta fitanhnya da’zal?

    2. terkait dgn pertanyaan nomor 76, apa benar apabila kita tdk membaca al-fatihah saat sholat yg bacaannya jahar (maghrib, isya, subuh dan jum’at) di belakang imam, harus mengulang rakaatnya setelah imam salam? kalau boleh tahu dalilnya apa ustadz? krn setahu ana pd sholat fardhu yg bacaannya dijaharkan maka makmum boleh atau tdk wajib membaca al-fatiha krn telah diwakilkan oleh imam dan terkait dgn hadits “saat dibacakan ayat-ayat alqu’an maka diamlah”. mohon penjelasannya ustadz.

    3. terkait sholat qobliyah subuh, saya ada kendala kalau dikerjakan di rumah krn di mesjid dekat rumah ana, jarak antara adzan dan iqomah sangat pendek sehingga kalau saya sholat qobliyah di rumah maka kemungkinan besar saya bisa tertinggal 1 rakaat subuh (masbuk), jadi saya mengerjakannya selalu di mesjid. nah yg jadi pertanyaan adalah bagaimana kalau ana tdk sholat qobliyah subuh di rumah tp pas sampai di mesjidpun sdh iqomah. sholat qobliyah subuh saya gimana ustadz?

    syukron. Jazakumullahu katsiron….

    assalammu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    1. Mayoritas ulama menyatakan bahwa shalawat hanya dibaca di tahiyat akhir, tidak dibaca di tahiyat awal.
    2. Ini sudah kami buatkan postingan sendiri, silakan disearch.
    3. Khusus qabliah subuh bisa diqodho setelah matahari terbit agak tinggi.

  158. dedi supriyanto said:

    mohon izin copy paste.
    semoga menjadi amal jariah yang barokah. amien

    trim’s

    Iya, silahkan. (MT)

  159. ummu haqqi said:

    assalamualaikum ustad, stiap ana ana kajian jam 9 pagi sampai dzuhur, biasa ana brangkat jam 7pagi dr rmh u/ ke tmp kajian, bagaimana shalat tahiyatul masjid dan dhuhanya bolehkan digabung, ana biasa dhuha 4rakaat ataukan jd 6rakaat (2 u/ tahiyatul masjid + 4rakaat u/ dhuha) jazakallah khairan ustad

    Waalaikumussalam.
    Langsung saja dia lakukan shalat dhuha, dan itu sudah otomatis menjadi shalat tahiyatul masjid baginya.

  160. ummu agit said:

    sholat qobliyah batasnya sampai iqomat bagaimana u akhwat yg dirumah apakah hal itu berlaku, syukron jawabannya ustad

    Tidak berlaku.

  161. ferry said:

    Assalamu’alaikum pak..
    saya kerjanya kelilingan. waktu adzan & iqomah dhuhur sdh lewat tp saya msh di jalan. selepas itu saya sholat di masjid tp dg qobliyah dhuhur lbh dulu (krn tdk ada yg sdg berjamaah saat itu). bolehkah itu?
    pertanyaan kedua, adakalanya ketika sampai masjid, sholat berjamaah sdh dimulai dan saya lgsg ikut jd makmum. bolehkah setelah sholat jamaah, saya sholat ba’diyah dhuhur 2 rokaat, berdzikir sebentar lalu dilanjutkan lg dg melakukan qobliyah dhuhur yg td blm smpat saya lakukan. terima kasih atas jwabannya.

    Waalaikumussalam.
    1. Boleh, bahkan itu yang lebih utama.
    2. Wallahu a’lam, qabliah zuhur sudah lewat waktunya, jadi tidak perlu diqadha.

  162. abdullah said:

    bolehkah sholat sunnah rawatib dilakukan berjamaah?

    Tidak boleh, tidak ada tuntunannya.

  163. umat muslim said:

    assalamualaikum
    pak uz saya mau nanya waktu yag terlarang itu, untuk shalat sunnah saja atau untuk shalat wajib juga,
    sebagai contoh saya ketiduran dan bangun pd waktu jam 5(limaan)sore,apakah saya boleh shalat ashar atau tidak karena kan sudah lewat waktunnya
    mohon penjelasan sejelas-jelasnya. trims
    semoga ilmu ini bermanfaat buat saya
    amin…!!!

    wa’alaikum salam warahmatullah
    Berlaku bagi shalat Sunnah saja, shalat asharnya tetap dikerjakan (MT)

  164. budhi said:

    assalamualaikum
    ada ulama yang melarang sholat sunat setelah sholat ashar namun ada yang memperbolehkannya. Semua berlandaskan dalil. Menurut ustadz dari kedua pendapat ini mana yang paling rajih? syukron atas jawabannya
    wassalamualaikum

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam. Saya pribadi belum membahas permasalahan ini, jadi sementara saya masih tawaqquf.

  165. zaky said:

    Assalamu’alaikum pak Ustadz, saya mau bertanya
    Saya qiyamullail di rumah, lalu ketika adzan saya mau berangkat ke mushola, dan ternyata saya mau ke kamar mandi buang air kecil, otomatis saya agak telat ke mushola, lalu saya sholat qobliah shubuh sesampainya di mushola, lalu ada yang iqomat (karna yang iqomat tidak menoleh ke belakang, tidak tau ada yang sholat), lalu saya salam di rakaat pertama, dan berjamaah shubuh bersama jama’ah, setelah sholat shubuh saya zikir sebentar dan langsung sholat sunat qobliah shubuh di belakang, pertanyaannya apakah sholat saya,
    1. yang satu rakaat yang keburu iqomat itu sudah termasuk qobliah shubuh?
    2. karna ingin sholat qobliah, maka saya sholat dua rakaat lagi setelah sholat shubuh dan zikir sebentar, apakah itu boleh atau salah?
    jika salah saya tidak mau mengulanginya lagi..
    terima kasih pak Ustadz…
    Assalamu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    1. Belum terhitung qabliah subuh.
    2. Itu sudah benar. Tapi lebih utama kalau anda mengqadhanya setelah matahari agak meninggi.

  166. arif said:

    assalamualaikum wr.wb.
    ustadz, sy mau nanya ,solat sunah yg lebih diutamakan antara solat tahiyatul masjid dan solat rowatib yang mana, mohyon penjelasannya
    syukron.

    Tidak ada, semuanya sama insya Allah.

  167. Deden Rahmatullah said:

    Assalamualaikum ustadz…
    saya mau bertanya tapi di luar tema shalat rawatib..
    saya membaca tentang 1100 hadist pilihan. tetapi saya belum paham tentang maksud hadist:
    “Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan dalam beribadah” (HR Muslim).

    Apa ya maksud hadist tersebut pak ustadz?
    Apakah beribadah berlabihan itu dilarang?
    Terima kasih
    Assalamualaikun…

    Waalaikumussalam.
    Maksudnya berlebihan sampai-sampai dia mengerjakan amalan yang tidak ada tuntunannya dalam Islam.

  168. Muhammad Farhan said:

    assalamualaikum !!

    Apakah boleh mengerjakan semua shalat sunnah rawatib dimasjid ? terimakasih

    Waalaikumussalam.
    Boleh saja, tidak ada larangan.

  169. dewi said:

    Assalamualaikum
    nau tanya, apakah boleh melaksanakan solat sunah qobliyah setelah iqomat yg dari masjid (solatnya diumah)?
    jika tdk boleh, apakah boleh solat qobliyah lalu setelah selasai dzikir kemudian iqomat sendiri lalu baru solat fardu pdhl sudah lwt iqomat yg dr masjid?
    Wassalamualaikum

    Waalaikumussalam.
    Orang yang shalat di rumah tidak terikat dengan iqamat di masjid. Jadi dia masih boleh shalat sunnah qabliah walaupun di masjid sudah selesai shalat sekalipun.

  170. Syaiful rahman said:

    Assallamualaikum wr.wb pa ustadz, saya mau nanya : saya melaksanakan sholat rawatib jmlah’nya 12 rakaat (4 rkaat sblm dzuhur, 2 rkaat ssdh dzuhur, 2 rkaat ssdh magrib, 2 rkaat ssdh isya, 2 rkaat sblm sbuh). Saya mengacu pada (H.R At-Tarmidzi no. 414 dan An-nasa’i no. 1794) menurut pa ustadz boleh ga. ?

    Waalaikumussalam.
    Boleh saja, itu sudah merupakan kebaikan yang besar.

  171. artikel bermanfaat said:

    mantap artikelnya lengkap banget

  172. trio said:

    saya dapat artikel bahwa mengerjakan solat 2 rakaat setelah asyar itu boleh……….memang dalam artikel itu ada sedikit perdebatan tapi perdebatan itu tiba-tiba berhenti setelah sang empunya artikel menunjukan hadist2 yang, menurut saya juga masuk akal, tapi saya tidak mau langsung mengiyakan karena menurut sya solat 2 rakaat setelah asar dan subuh itu tidak boleh. begitu……. isi artikel itu:

    SHALAT SUNNAH 2 RAKAAT BA’DA ASHAR SUNNAH?
    Dikirim oleh abu_muhammad pada 2004/5/11 23:57:57 (313 X dibaca)
    Fiqih 3174

    Artinya : “Adalah beliau –shallallahu ‘alaihi wasallam- tidak pernah meninggalkan 2 raka’at sebelum fajar dan 2 raka’at setelah Ashar .”

    Sumber dari “Silsilah Al-Ahaadiits As-Shohiihah”
    Pengarang : Syaikh Al-Albaaniy –rahimahullah
    Diterjemahkan oleh Abu Hisyaam As-salafiy

    Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah di“ Al- Mushonnaf ” (2 / 352) : Telah menceritakan kepada kami Affaan berkata : Telah mengabarkan kepada kami Abu ‘Awaanah berkata : telah menceritakan kepada kami Ibroohiim bin Muhammad bin Al-Muntasyir dari Bapaknya Bahwasanya beliau biasa melaksanakan sholat 2 raka’at setelah Ashar, maka suatu ketika ditanyakan kepadanya?maka beliau menjawab: kalau seandainya saya tidak melaksanakannya melainkan sesungguhnya saya telah melihat Masruuq melaksanakannya. Dan beliau adalah benar-benar tsiqoh . akan tetapi saya telah bertanya kepada ‘Aa’isyah ? maka beliau (‘Aa’Isyah) berkata : …..Kemudian dia menyebutkannya .(Al-hadits pent ) .

    Saya Katakan : Ini adalah isnad yang shohih menurut syarat dua Syaikh (Al-Bukhoriy dan Muslim), Parowi seluruhnya tsiqoot dan tidak memiliki cacat dan hanya saja saya mengeluarkan hadits ini di karenakan shohih dan tingginya sanadnya. Dan karena padanya terdapat amalan Muhammad bin Al-Muntasyir terhadapnya –Dalam rangka ittiba’ kepada Masruuq seorang tabi’in yang mulia –dan kalau tidak , maka sesungguhnya hadits ini telah dikeluarkan di “Ash-Shohihain” dan yang selain keduanya, sebagaimana telah berlalu isyarat kepada hal itu pada hadits yang sebelumnya .

    Dan yang marfuu’ dari hadits ini telah diriwayatkan oleh At-Thohaawiy di “ Syarh Al- ma’aaniy” (1/177) dari jalan yang lain, dari Abi ‘Awaanah dengannya (hadits tersebut ).
    Dan Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan dekat sebelum ini dengan sanad yang shohiih dari ‘Asy’ats bin Abi Sya’tsaa’ berkata : Saya pernah keluar bersama Bapakku (dan namanya Sulaim bin Aswad Al-Muhaaribiy ) dan Amr bin Maimuun dan Al- Aswad bin Yaziid dan Abi Waa’il , maka adalah mereka melaksanakan sholat 2 raka’at setelah Ashar.
    Kemudian beliau meriwayatkan yang serupa dengannya dari sekelompok yang lain dari kalangan salaf , diantara mereka : Az-Zubair bin Al-Awwaam , dan anaknya Abdullaah –radhiallahu ‘anhuma-Dan demikian juga ‘Ali – radhiallahu ‘anhu- ,dan Abi Burdah bin Abi Muusaa.

    Bahkan Ibnu Hibbaan telah meriwayatkan (1568- 1570), dan dua Syaikh dari Al- Aswad
    Dan Masruuq dari ‘Aa‘iisyah ; bahwasanya Nabi – shallallahu ‘alaihi wasallam – dahulu melaksanakannya. Dan dia dikeluarkan di “ shohiih Abi Daawud” (1160).

    Dan Abdurrozzaaq telah meriwayatkan (2/433/377) dengan sanad yang shohiih dari Thoowus: bahwa Aba Ayyuub Al- Anshooriy biasanya melaksanakan sholat 2 raka’at setelah Ashar sebelum masa khilafah Umar, maka tatkala Umar menjadi khalifah beliau meninggalkannya. Maka tatkala Umar wafat beliau melaksanakannya kembali, maka dikatakan kepadanya : Apa ini ? maka beliau menjawab : Sesungguhnya Umar dahulu memukul orang karenanya. Berkata Thoowus : adalah Bapak saya tidak pernah meninggalkan keduanya ( 2 raka’at tsb).

    Saya katakan : Maka termasuk kesalahan yang telah menyebar di kitab-kitab fiqh :larangan (melaksanakan) 2 raka’at (setelah Ashar) ini. dan tidak menyebutkannya di kelompok Sunan Rawaatib bersamaan dengan tetapnya (shohiihnya hadits dalam permasalahan ini),terus-menerusnya beliau –shallallahu‘alaihiwasallam – melaksanakan keduanya . Sebagaimana halnya beliau terus menerus /rutinnya melaksanakan 2 raka’at sebelum fajar , dan tidak ada dalil tentang penashakhannya = penghapusannya, dan tidak pula ada dalil yang menunjukkan bahwa ini merupakan khushushiyyah beliau -shallallahu ‘alaihi wasallam- bagaimana? Sementara orang yang paling mengetahuinya (2 raka’at tersebut ) selalu menjaganya ( 2 raka’at tersebut .Pent ). Yaitu Ummul Mukminin ‘Aa’Isyah – radhiallahu ‘anha- dan orang-orang yang sepakat dengan beliau (‘Aa’Isyah –radhiallahu ‘anha- Pent.) dari kalangan sahabat dan orang-orang salaf sebagaimana yang telah berlalu.

    Dan di gandengkan dengan hal itu bahwa nash-nash yang melarang secara umum dari sholat ba’da Ashar adalah Muqoyyadah = diikat dengan hadits-hadits yang lain yang jelas membolehkan sholat ba’da Ashar sebelum matahari menguning ,dan diantarannya Hadits Ali –radhiallahu ‘anhu- secara marfuu’ dengan lafas :
    ” لا تصلوا بعد العصر : إلا أن تصلوا والشمس مرتفعة ”
    Artinya : “Janganlah kalian sholat setelah Ashar kecuali kalian sholat dalam keadaan matahari masih tinggi “.

    Dan dia adalah Hadits yang shohih dalatng dari banyak jalan . dan sungguh telah berlalu takhrijnya . dengan No: (200 dan 314) dan telah berpendapat disyareatkannya 2 raka’at ini Abu Muhammad bin Hajm di “Al-Muhallaa “ dan beliau membantah orang –orang yang menyelisihi hal ini dalam pembahasan yang luas yang dibawakan di akhir juz ke 3 dan awal juz ke-4 maka siapa yang ingin silahkan untuk merujuknya kembali .
    Dan kembalilah merujuk hadits yang sebelumnya , agar engkau mengerti tentang sebab pemukulan Umar terhadap orang-orang yang melaksanakan 2 raka’at tersebut.

    2920- ( كان لايدع ركعتين قبل الفجر وركعتين بعد العصر )
    Artinya : “Adalah beliau –shallallahu ‘alaihi wasallam – tidak pernah meninggalkan 2 raka’at sebelum fajar , dan 2 raka’at setelah Ashar .”

    Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah di “Al-Mushonnaf “ (2/352) : Telah menceritakan kepada kami Affaan berkata : Telah mengabarkan kepada kami Abu Awaanah berkata : Telah menceritakan kepada kami Ibroohiim bin Muhammad bin Al-Muntasyir dari Bapaknya :
    “Sesungguhnya beliau dahulu melaksanakan 2 raka’at setelah Ashar, maka di katakan kepadanya ? maka dia mengatakan: kalau seandainya saya tidak melaksanakannya melainkan sesungguhnya saya telah melihat Masruuq melaksanakannya , dan beliau adalah benar-benar tsiqoh , akan tetapi saya telah bertanya kepada ‘AaIsyah ? maka beliau (‘AaIsyah) menjawab : maka beliau menyebutkannya (Al- hadits Pent ).

    Saya Katakan : Dan ini adalah isnad yang shohih menurut syarat 2 (dua ) Syaikh dan Abu’Awaanah namanya Al-Wadhdhooh Al- Yusykariy, dan dia adalah “Tsabtun” =
    sebagaimana yang dikatakan Al-Hafidz di “ At-Taqriib”.
    Dan Sungguh Syu’bah telah menyelisihinya pada matannya , maka dia meriwayatkannya dari Ibroohiim dengannya, hanya saja dia mengatakan : “… empat raka’at sebelum Dzhuhur”. Di posisi dua raka’at setelah Ashar .

    Telah meriwayatkannya juga Al-Bukhoriy dan yang selainnya, dan dia di keluarkan (ditakhriij) di “ Shohiih sunan Abi Daawud” no : (1139) .
    Dan yang tampak bagi saya – wallahu a’lam – bahwa kedua riwayat tersebut sama-sama terjaga dikarenakan tsiqoh dan hafalnya para perowi keduanya. Dan karena (hadits)dua raka’at tersebut memiliki banyak jalan dari ‘Aa’isyah , akan datang penyebutan sebagiannya dengan idzin Allah ta’ala.

    Dan sungguh At-Thohaawiy telah mengeluarkannya di “syarh Al- Ma’aaniy “ (1/177)
    Dari jalan Hilaal bin Yahya berkata : Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awaanah dengannya (hadits tsb Pent) hanya saja beliau memasukkan Masruuq diantara Muhammad bin Al- Muntasyir dan ‘Aa’Isyah .

    Dan Hilaal ini dho’iif .Berkata Ibnu Hibban di “ Adh –dhu’afaa’ “ (3/88): “Beliau (Hilaal) selalu salah bersamaan dengan sedikitnya riwayatnya”.
    Ya, bagi hadits Masruuq ada dasar yang shohiih dengan riwayat yang lain , maka sepertinya dia (riwayat yang shohih Pent) tercampur atas beliau dengan riwayat ini (yang dhoif Pent ), maka berkata Al-Imaam Ahmad (6/241): Telah menceritakan kepada kami Ishaaq bin Yuusuf berkata: Telah menceritakan kepada kami Musa’ar dari Amr bin Murroh dari Abi Adhu-Dhuhaa. Dari Masruuq berkata : Telah menceritakan kepadaku Ash-Shiddiqoh bintu Ash-shiddiq. Kekasih dari Habiibullaah yang disucikan: Bahwasanya Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- dahulu mengerjakan sholat dua raka’at setelah Ashar .

    Dan ini juga Isnad Shohiih sesuai menurut syarat dua Syaikh , Dan sungguh mereka berdua telah mengeluarkannya dari jalan yang lain dari Masruuq bergandengan dengan Al-Aswad , dengan lafas :
    (“مامن يوم يأتي على النبي صلى الله عليه وسلم إلا صلى بعد العصر ركعتين “)
    Artinya : Tidak satu haripun yang datang kepada Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- melainkan beliau mengerjakan sholat 2 raka’at setelah Ashar .”

    Dan dalam satu riwayat dengan lafas :
    ” ركعتان لم يكن رسول الله صلى الله عليه وسلم يدعهما سرا ولاعلانية : ركعتان قبل صلاة الصبح وركعتان بعد العصر ” ))

    Artinya : “Dua raka’at yang Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- belum pernah meninggalkannya baik ketika tersembunyi maupun terang-terangan : 2 raka’at sebelum sholat subuh dan 2 raka’at setelah Ashar.”

    Dan dia (hadits ini Pent) di keluarkan di“Al-Irwaa’(2/188-189), dan yang sebelumnya di “Shohiih Abi Daawud” (1160) .
    Dan sungguh Ishaaq bin Yuusuf – dan dia adalah Al- Azroq- telah mengikuti Ja’far bin”Aun (dalam meriwayatkan hadits tersebut Pent), hanya saja beliau (Ishaaq) menyelisihi (Ja’far) dalam sanadnya, maka beliau (Ishaaq ) mengatakan : “ Dari Musa’ar dari Habiib bin Abi Tsaabit dari Abidh -Dhuhaa’ ,dengannya.

    Telah mengeluarkannya (juga Pent) Ibnu Abi Syaibah (2/353) dan Abul ‘Abbaar As-Sirooj di“Musnadnya” ( ق /132/1).
    Dan Ja’far bin Aun adalah “Shoduuq” (jujur )dan termasuk diantara perowi 2 orang Syaikh (Bukhoriy dan Muslim).maka kalau beliau menjaganya berarti Musa’ar dalam hal ini memiliki 2 orang syaikh /Guru , dan Jika tidak maka riwayat Al-Azroq lebih shohiih .
    Ini dan sungguh Abi Syaibah telah meriwayatkan dari sekelompok salaf bahwasanya mereka dahulu mengerjakan sholat 2 raka’at ini setelah Ashar, diantara mereka adalah : Abu Burdah bin Abi Muusaa dan al-Aswad bin Yaziid dan Waa’il . beliau (Ibnu Abi Syaibah .Pent) meriwayatkan dari mereka dengan sanad yang shohiih . dan diantara mereka , Muhammad bin Al-Muntasyir dan Masruuq sebagaimana yang telah berlalu tadi.

    Dan adapun (permasalahan) pemukulan ‘Umar terhadap orang-orang yang
    melaksanakannya (2 raka’at ba’da Ashar tersebut Pent) maka itu adalah merupakan ijtihad beliau yang di bangun diatas bab “Saddudz dzari’ah “ ,Sebagaimana yang demikian ini dapat dirasakan /diketahui melalui 2 riwayat yang disebut kan Al-Haafidz di “ Al- Fath “ (2/65).
    Salah satunya di “Mushonnaf Abdir Rozzaq” (2/431-432) , dan “Musnad Ahmad “ (4/155) dan Thabrooniy (5/260) , dan di hasankan oleh Al- Haitsamiy (2/223).
    Dan yang lainnya: disisi Ahmad juga (4/102) dan Thabrooniy di “ Al-Mu’jamul Kabir” (2/58-59) dan, “Al-Aushath” (8848- dengan nomor dari saya ).

    Dan saya telah menemukan riwayat yang ke tiga yang mempertegas (2 riwayat tersebut) yaitu dari riwayat Isroo’iil dari Miqdaam bin Syuraih dari Bapaknya, berkata : Saya telah bertanya kepada ‘Aa’Isyah tentang sholat Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bagaimana biasanya beliau sholat ? berkata beliau (‘Aa”Isyah) :“Biasanya beliau –shallallahu ‘alaihi wasallam- sholat dzuhur kemudian setelahnya mengerjakan sholat 2 raka’at , kemudian beliau melaksanakan sholat Ashar , kemudian setelahnya beliau sholat 2 raka’at , maka saya katakan (Bapak Syuraih Pent ) : sungguh dahulu (Umar) memukul karenanya dan melarang dari mengerjakannya (2 raka’at setelah Ashar Pent) ? maka beliau (‘AaIsyah) menjawab : Sesungguhnya ‘Umar dahulu melaksanakannya. Dan sungguh beliau telah tau bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasalam- mengerjakannya (sholat 2 raka’at tersebut Pent). Akan tetapi kaum kamu Ahluddien adalah kaum yang bodoh .yaitu mereka melaksanakan sholat dzuhur , kemudian melaksanakan sholat diantara Dzuhur dan Ashar,dan kemudian mereka sholat Ashar , kemudian sholat diantara Ashar dan Maghrib , maka ‘Umar pun memukul mereka . Dan sungguh beliau telah berbuat baik. .”
    Dikeluarkan oleh Abul ‘Abbaas As-sirooj di “musnadnya” (ق /132 /1) . Saya Katakan : Dan sanadnya shohiih , dan dia adalah merupakan saksi = syaahid yang kuat bagi 2 (dua ) atsar yang di isyaratkan tadi, dan dia adalah merupakan nash yang jelas bahwa larangan Umar –radhiallahu ‘anhu- terhadap 2 raka’at tersebut bukanlah kepada dzatnya ( bukan kepada sholat itu sendiri Pent) Sebagaimana yang dianggap oleh kebanyakan orang, hanya saja larangan itu dikarenakan khawatir akan berlanjutnya sholat, Setelah 2 raka’at tersebut(hingga waktu terlarang Pent) , atau khawatir terjadi pengunduran 2 raka’at tersebut sampai waktu yang terlarang /makruuh. Yaitu ketika menguningnya matahari .dan waktu inilah yang di maksudkan dilarang sholat padanya setelah Ashar yang telah benar /shohiih didalam beberapa hadits sebagaimana yang telah berlalu penjelasannya dibawah 2 hadits yang telah lalu dengan no : (200 dan 314) .

    Dan tersimpulkanlah dari apa yang telah lalu bahwa 2 raka’at setelah Ashar adalah merupakan sunnah apabila sholat Ashar dikerjakan bersamanya sebelum menguningnya matahari. Dan sesungguhnya pemukulan ‘Umar atas keduanya ( 2 raka’at tersebut Pent) hanyalah merupakan ijtihad dari beliau , yang disetujui sebagian sahabat dan diselisihi oleh yang lain ,dan yang paling terdepan diantara mereka (yang menyelisihi)adalah Ummul Mukminin-radhiallahu ‘anha- dan bagi masing-masing kelompok ada yang menyetujui , maka wajib untuk rujuk/kembali kepada sunnah dan 2 raka’at ini tetap di dalam sunnah. . dengan riwayat Ummul Mukminin, tanpa ada satu dalilpun yang menyelisihinya,kecuali hadits umum yang dikhususkan dengan hadits Ali dan Anas yang di isyaratkan kepada nomornya tadi. Dan tampaknya ini adalah madzhab Ibnu Umar juga . sungguh Al- Bukhoriy telah meriwayatkan (589) darinya (Ibnu ‘Umar) berkata : “Saya sholat sebagaimana saya melihat teman-teman saya sholat , saya tidak melarang sesorang untuk sholat di malam hari dan tidak pula disiang hari sekehendaknya, selain mereka mengerjakannya ketika terbitnya matahari dan ketika tenggelamnya .” dan ini adalah madzhab Abi Ayyub Al- Anshooriy juga. Sungguh Abdurrazzaaq telah meriwayatkannya darinya (2/433) dengan sanad yang shohiih dari Ibnu……. dari Bapaknya :

    Bahwasanya Abu Ayyuub Al- Anshoriy dahulu biasa sholat 2 raka’at sesudah Ashar sebelum kekhilafan Umar . maka tatkala Umar menjadi Kholifah beliau meninggalkannya (2 raka’at tersebut ) dan tatkala Umar telah wafat beliau mengerjakannya lagi , maka di tanyakan kepada beliau : Apa ini ? maka beliau menjawab : Sesungguhnya ‘Umar memukul orang yang mengerjakannya , berkata Ibnu Thoowuus : Dan adalah bapakku tidak pernah meninggalkannya.

    Dan disini kami perlu mengingatkan Ahlus Sunnah yang semangat untuk menghidupkan sunnah–sunnah dan mematikan bid’ah-bid’ah hendaklah mereka mengerjakan 2 raka’at ini, disetiap mereka melaksanakan sholat Ashar tepat pada waktu yang disyare’atkan, karena perkataan – shallallahu ‘alaihi wasalam – :“ Barang siapa yang mencontohkan di dalam Islam satu contoh yang baik …..” dan hanya dengan Allahlah taufiq tersebut . sumber http://binimam.multiply.com

  173. MF said:

    ASSALAMUALAIKUM
    saya mau tanya, pada saat saya sedang sholat sunnah rawatib, tiba2 ada yang menepuk pundak saya meminta menjadi makmum, mungkin dia mengira saya sedang sholat fardu. bagaimana hukumny? terimakasih.

    Waalaikumussalam.
    Tidak mengapa anda tetap melanjutkan shalat anda dan dia bermakmum kepada Anda. Karena tidak mengapa imam dan makmum berbeda niatnya.

  174. Shafira Dewi Artanti said:

    Assalamualaikum..
    pak uz saya mau bertanya
    banyak yang bilang kalau sholat rawatib dikerjakan sesudah adzan dan sebelum iqomah
    kalau mengerjakannya sesudah adzan dan sesudah iqomah sholatnya sah atau tidak?
    mohon penjelasannya Trimakasih sblumnya
    semoga ilmu ini bermanfaat bagi saya
    aminnn…

    Waalaikumussalam.
    Apa yang mereka katakan itu sudah benar. Karenanya mengerjakannya setelah iqamah adalah dilarang dan pelakunya berdosa.

  175. INSUKRI said:

    ANA MAU NANYA UST.
    1.APAKAH SHOLAT WITIR ITU WAJIB UNTUK DILAKUKAN?
    2.APAKAH SHOLAT SUNNAH SEBELUM SHOLAT SUUH ITU DISEUT SHOLAT QABLIYATAN?

    1. Witir adalah sunnah muakkadah
    2. Ya, itu dinamakan shalat sunnah qabliyah subuh atau shalat sunnah fajar.

  176. umar said:

    Assalamu’alaikum ustad
    shalat sunat rawatib di kerjakan sebelum atau sesudah azan , syukran atas artikel

    Waalaikumussalam.
    Sesudah azan.

  177. indra said:

    saya agak bingung baca surat surat diatas. bukankah sholat rawatib hanya ada 12 rakaat sehari, termasuk yang saya jalani slama ini. tapi kok ada sholat rawatib sebelum azhar 4rakaat, bukannya lalu jadi 16 rakaat? terima kasih

    Tidak ada masalah insya Allah. Anda mau kerjakan yang 12 rakaat itu sudah merupakan kebaikan yang besar, dan ditambah 4 rakaat lagi maka itu tambahan kebaikan dan pahala yang besar. jadi tidak ada yang perlu dibingungkan, cukup mengamalkan salah satunya.

  178. Rizky Agung said:

    Assalamu’alaikum, bagaimana jika kita sedang shalat kemudian iqamah apakah lebih baik di batalkan atau tetap dilanjutkan?
    syukran wassalamu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    Shalat sunnahnya harus dibatalkan. Kecuali jika dia sempat salam sebelum imam takbiratul ihram, maka insya Allah dia tidak mengapa meneruskannya sampai selesai.

  179. Aap said:

    Assalamualikum Ustad, mau tanya. Kl orang yg sedang dlm perjalanan terpaksa harus jama (mis isya dan magrib) bagaimana cara melakukan shalat sunnah rwatibnya ya?

    Waalaikumussalam.
    Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak pernah shalat sunnah rawatib ketika safar, kecuali shalat sunnah fajar sebelum shalat subuh. Jadi tidak perlu melaksanakan shalat sunnah rawatib.

  180. lukmanulhakim said:

    assalamualaikum
    Ustazt saya ingin menanyakan
    apa yg dimaksud dgn Bid’ah menurut syara’

    Waalaikumussalam.
    Silakan baca di sini: http://al-atsariyyah.com/meluruskan-pemahaman-tentang-bidah.html

  181. pesan jaket online said:

    yg 4 rakaat sebelum dhuhur sekali salam atau 2 kali salam??

    Dua kali salam.

  182. Ahmad said:

    Assalamu ‘alaikum.
    Ustad, saya pernah baca artikel bahwa dalam suatu hadits ada juga desebutkan bahwa rasulullah mengerjakan shalat sunnah rawatib 4 rakaat SETELAH shalat zuhur, begaimana menurut ustad?

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam.

  183. adih said:

    Assalamualaikum
    Baik sekali ustad telah meluangkan waktu nya untuk menjawab semua pertanyaan sodara-sodara saya sesama muslim diatas saya

    yang ingin saya tanyakan yaitu boleh g melakukan sholat melaksanakan sholat sunnah rawatib dirumah apabila melaksanakan sholat fardhu nya drmah?

    terima kasih sebelumnya

    Waalaikumussalam.
    Boleh, bahkan memang shalat sunnah itu lebih utama dikerjakan di rumah.

  184. wafi said:

    Salam..ustad saya nak bertanya satu soalan…bolehkah solat sunat rawatib ini dilakukan lewat selepas azan dan iqamah..contoh saya sedang berkerja atau adahal lain..sebelum menunaikan solat fardhu sy menunaikan solat sunat rawatib…

    Boleh, itu bagus.

  185. nisa said:

    assalmualaikum ustad. saya mau tanya, apakah boleh hukumnya sholat sunnah qobliyah subuh di lakukan stelah sholat subuh.? apakah sholat rowatib termasuk sholat sunnah mutlak? lalu apakah sholat sunnah qobliyah subuh termasuk sholat sunnah dzu sabab mutaqodim( yg ada sebab mendahuluinya) sperti sholat tahiyyatul masjid?

    Waalaikumussalam.
    Qabliah subuh itu letaknya sebelum shalat subuh, bukan setelahnya.
    Beda, shalat sunnah rawatib beda dgn shalat sunnah mutlak.
    Beda, shalat qabliah bukanlah shalat yg punya sebab, berbeda halnya dgn tahiyatul masjid.