Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib
February 11th 2010 by Abu Muawiah | Kirim via Email
Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib
Tanya:
Assalaamualaykum warohmatullahi wabarokatuh. Saya baru belajar mendalami agama Allah yg sebenarnya, yg mengikut al-Qur’an dan hadist dan sunnah para sahabat dan imam. Ada yg ingin saya tanyakan? Masalah shalat sunnah dalam menjalankan shalat lima waktu. Ada yg boleh dikerjakan dan tidak. Maksudnya shalat sunnah yang boleh dikerjakan waktu mengerjakan shalat wajib lima waktu: Yg mana boleh di kerjakan dan mana yang tidak?
Tolong diberi penjelasannya …
Fauzan <fauzan@gmail.com>
Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Mungkin yang anda maksud adalah shalat sunnah rawatib (yang berada sebelum dan setelah shalat wajib). Ada tiga hadits yang menjelaskan jumlah shalat sunnah rawatib beserta letak-letaknya:
1. Dari Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
Dan dalam riwayat At-Tirmizi dan An-Nasai, ditafsirkan ke-12 rakaat tersebut. Beliau bersabda:
مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-Nasai no. 1772 dari Aisyah)
2. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu dia berkata:
حَفِظْتُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ
“Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa shalat sunnat sepuluh raka’at yaitu; dua raka’at sebelum shalat zuhur, dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah shalat maghrib di rumah beliau, dua raka’at sesudah shalat isya’ di rumah beliau, dan dua raka’at sebelum shalat subuh.” (HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729)
Dalam sebuah riwayat keduanya, “Dua rakaat setelah jumat.”
Dalam riwayat Muslim, “Adapun pada shalat maghrib, isya, dan jum’at, maka Nabi r mengerjakan shalat sunnahnya di rumah.”
3. Dari Ibnu Umar dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا
“Semoga Allah merahmati seseorang yang mengerjakan shalat (sunnah) empat raka’at sebelum Ashar.” (HR. Abu Daud no. 1271 dan At-Tirmizi no. 430)
Maka dari sini kita bisa mengetahui bahwa shalat sunnah rawatib adalah:
a. 2 rakaat sebelum subuh, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
b. 2 rakaat sebelum zuhur, dan bisa juga 4 rakaat.
c. 2 rakaat setelah zuhur
d. 4 rakaat sebelum ashar
e. 2 rakaat setelah jumat.
f. 2 rakaat setelah maghrib, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
g. 2 rakaat setelah isya, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
Lalu apa hukum shalat sunnah setelah subuh, sebelum jumat, setelah ashar, sebelum maghrib, dan sebelum isya?
Jawab:
Adapun dua rakaat sebelum maghrib dan sebelum isya, maka dia tetap disunnahkan dengan dalil umum:
Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ قَالَهَا ثَلَاثًا قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ
“Di antara setiap dua adzan (azan dan iqamah) itu ada shalat (sunnah).” Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda, “Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya.” (HR. Al-Bukhari no. 588 dan Muslim no. 1384)
Adapun setelah subuh dan ashar, maka tidak ada shalat sunnah rawatib saat itu. Bahkan terlarang untuk shalat sunnah mutlak pada waktu itu, karena kedua waktu itu termasuk dari lima waktu terlarang.
Dari Ibnu ‘Abbas dia berkata:
شَهِدَ عِنْدِي رِجَالٌ مَرْضِيُّونَ وَأَرْضَاهُمْ عِنْدِي عُمَرُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَشْرُقَ الشَّمْسُ وَبَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ
“Orang-orang yang diridlai mempersaksikan kepadaku dan di antara mereka yang paling aku ridhai adalah ‘Umar, (mereka semua mengatakan) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang shalat setelah Shubuh hingga matahari terbit, dan setelah ‘Ashar sampai matahari terbenam.” (HR. Al-Bukhari no. 547 dan Muslim no. 1367)
Adapun shalat sunnah sebelum jumat, maka pendapat yang rajih adalah tidak disunnahkan. Insya Allah mengenai tidak disyariatkannya shalat sunnah sebelum jumat akan datang pembahasannya tersendiri, wallahu Ta’ala a’lam.
Incoming search terms:
- shalat sunnah rawatib
- shalat rawatib
- sholat rawatib
- sholat sunnah rawatib
- shalat sunat rawatib
This entry was posted on Thursday, February 11th, 2010 at 12:11 pm and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.








February 12th, 2010 at 12:46 am
bismillah,
jazaakumullohu khoyron ustadz atas penjelasannya.
Tentang sholat sunnah rowatib yang 4 raka’at bagaimana pelaksanaannya?
apakah dua kali salam, ato satu salam dgn dua tasyahhud, ato satu salam satu tasyahhud?
kalo boleh disertakan juga dalilnya.
jazaakallohu khoyron.
February 12th, 2010 at 1:07 am
Bismillah.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.
‘Afwan Ya Ustadz….
Semua sholat sunnah rawatib (zhuhur, maghrib, ‘isya, dan shubuh) disebut secara bersama2 dalam setiap riwayat. Sedangkan untuk sholat sunnah sebelum ‘ashr disebutkan secara khusus pada hadits yang menerangkannya.
Apa faedah pemisahan penyebutan sholat2 sunnah ini (antara ‘ashr dan yang selain ‘ashr) Ya Ustadz? Sebab seingat yang ana dengar dari Al Ustadz Dzulqornain dan Al Ustadz ‘Abdul Barr, sholat sunnah sebelum ‘ashr memang warid namun bukan termasuk dari sholat2 rawatib.
Betulkan ana kalau salah, dan mohon penjelasannya apakah ada khilaf pada sholat sunah ‘ashr Ya Ustadz.
Baarakallahu fiik wa jazaakallahu khairan katsiira.
February 12th, 2010 at 10:15 am
[...] Abu Muawiyah Pembahasan Lengkap Shalat Sunnah RawatibAntara Haid dan LelakiMencari & Memilih JodohHaid & IstihadhahMengusap Sepatu (khuf), Sandal [...]
February 13th, 2010 at 10:11 am
Bolehkah mengerjakan semua shalat rawtib di masjid atau mushaka
February 14th, 2010 at 9:20 am
Assalamu ‘alaikum
Ustadz apakah shalat rawatib 4 rakaat menggunakan tasyahud awal atau tidak?Mohon penjelasan Ustadz .Jazakallah
February 15th, 2010 at 6:44 am
Ustadz yang kami hormati, pertanyaan kami adalah bahwasanya diterangkan shalat sunnah qabliyah ‘ashar berjumlah 4 raka’at, bolehkah untuk mengerjakannya 2 raka’at saja mengingat di masjid kantor tempat kami biasa berjama’ah jarak antara adzan dan iqamah tidak mencukupi untuk kami melaksanakan shalat sebanyak 4 raka’at. Jazakumullah khairan
March 2nd, 2010 at 12:07 am
Minta izin materi, ana jadikan salah satu rujuan. sukron.
March 6th, 2010 at 11:04 am
bissmlah.
assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh.ustadz bagaimana sikap kita.terhadap teman satu kerja yang tidak melaksanakan shalat…padahal udah diajak.diperlihatkan.dll.umur mereka diatas saya.malah yang satu sudah punya anak 2.apakah tetap memberi salam.berbuat baik…batasan apa untuk mereka.syukron.
April 10th, 2010 at 12:17 pm
assalamu alaikum,
apakah dalam shalat sunnah rawatib diwajibkan membaca surah pendek setelah surah al-fatihah ?
April 10th, 2010 at 12:24 pm
assalamu alaikum Wr.Wb
apakah mengerjakan shalat sunnah rawatib diwajibkan membaca doa iftitah, dan hanya dikerjakan di masjid (tidak dibolehkan dirumah) ?
terima kasih, syukran sebelumnya
April 12th, 2010 at 7:13 am
Assalamualaikum wr.wb
Langsung saja saya mau tanya kenapa hadits yang menerangkan tentang sholat sunnah rawatib dan atau yang menerangkan tentang yang lainnya jumlah hadits atau riwayatnya selalu lebih dari satu…? Kenapa tidak satu hadits saja…? Sehingga orang awan seperti saya tidak bingung…
Terima Kasih atas jawabannya. Wassalamualaikum wr.wb.
April 26th, 2010 at 5:56 am
jazaakumulloh yaa ustadz atas penjelasannya..
apakah boleh sholat rawatib 4 rakaat itu dikerjakan sebelum adzan karena jika dikerjakan antara adzan dan iqomah maka tidak mencukupi waktunya (hanya bisa 2 rakaat) untuk di masjid daerah saya.
syukron, wassalamualaikum wr.wb.
April 28th, 2010 at 4:21 am
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Ustadz…
Ana mo tanya, apakah Rasulullah pernah menegur sahabatnya agar shalat ba’da magrib di rumah?. Itu pertanyaan teman saya, dan saya lagi berusaha mencari dalil tersebut. Sampai saat ini belum berhasil.
Semoga Ustadz dapat membantu
Jazakallahu khairan
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
June 12th, 2010 at 5:30 am
[...] sumber: http://al-atsariyyah.com/?p=1864 [...]
June 24th, 2010 at 12:37 pm
Bismillah
‘Afwan ya Ustadz, hafizhakumullah, jadi boleh melaksanakan shalat sunnah 4 rakaat sebelum Ashar dan 2 rakaat sebelum Isya?
Jazakumullahu khairan wabarakallahu fiikum.
July 17th, 2010 at 5:33 am
assalamu alaikum ustad,
bolehkah mengerjakan sholat qobliyah maghrib dan qobliyah isya’ secara terus menerus? karena saya prnh membaca kalo hal itu tdk diperbolehkan. jazakumullah khairan kastiron
July 17th, 2010 at 10:01 pm
Assalamualaikum wr.wb
ustadz, klo shalat sunnah qobliyah sebelum adzan brkumandang boleh tdk?
July 20th, 2010 at 9:37 pm
Assalamualaikum..
Ustadz mau nanya, pertama apakaha sholat rowatib bisa dikerjakan jika kita melakukan sholat secara sendirian? kedua jika kita sholatnya tidak tepat waktu misal sholat dzuhur jam 1 apa masih bisa melaksanakan sholat rowatib (qobliyah, ba’diyah).
Termikasih
August 4th, 2010 at 9:47 am
Assalamualaikum pak Ustad, sebenarnya yang sangat shoheh sholat sunah rawatib sebelum dhuhur 4 rakaat atau 2 rakaat, sebab jika 2 rakaat nantinya bukan sunnah rawatib tapi sunnah 2 rakaat diantara 2 adzan, hingga nanti tidak memperoleh faedah seperti hadist tersebut no. 1 diatas. Trims Wassalamu’alaikum
August 14th, 2010 at 9:15 am
Assalaamu’alaikum…
Saya mau nanya Ustadz, bila saya sholat sunnah rowatib di rumah setelah adzan tapi yang jadi patokan adzan masjid lain yg juga kedengaran adzannya dari rumah gimana? sementara saya sholatnya di masjid yang belum adzan.
Terimakasih atas jawabannya.
Wassalamu’alaikum…
August 14th, 2010 at 8:02 pm
Subhanallah, banyak sekali cela ibadah saya selama ini ternyata.. thanks ustadz! he3
August 18th, 2010 at 7:42 am
assalamualaikum wr wb
ustas mau nanya,, apa ada dalil atau hadis mengenai shalat sunat sebelum shalat magrib ?
makasi
August 19th, 2010 at 7:42 am
ustadz, apakah ada syari’at yg menjelaskan posisi kita saat sholat rawatib sebaiknya berbeda dg posisi kita sholat rawatib?
misalnya saat sholat wajib kita berada di shaf pertama, lalu saat hendak melakukan sholat rawatib ba’diyah kita pindah ke shaf belakang.
hal ini umum dilakukan oleh kaum muslimin saat ini. namun saya masih belum mengetahui dalil yg menjelaskan hal ini. mohon penjelasan dari ustadz.
jazakumullahu khairan.
September 15th, 2010 at 1:19 am
[...] Sumber: http://al-atsariyyah.com/?p=1864#more-1864 [...]
September 18th, 2010 at 11:50 am
itu benar pak ashar ada sunnahnya…diperjelas
September 18th, 2010 at 11:51 am
gw baca yang lainnya ashar gak ada..tolong dijelaskan biar saya yang masih awam bisa lebih yakin yang mana harus diikiuti…! makasih
November 22nd, 2010 at 3:05 am
Assalamu’alaikum…
saya mo nanya…sholat sunnah rawatib ada yang di kerjakan di mesjid n di rumah….gimana kalo sholat rawatib (Qobiyah n Ba’diyah) dikerjakan semuanya di rumah karena sholat wajibnya di kerjakan dirumah sendirian bukan berjamaah…
terima kasih….
December 6th, 2010 at 7:24 am
ass ww.
saya pernah mendengar bahwa, ada 3 waktu dimana kita tidak boleh Shalat : saat matahari terbit, ketika matahari diatas kepala (tegak lurus) dan saat matahari terbenam.
lalu bagaimana dengan yang shalat sebelum dhuhur? apakah tidak sangat mendekati waktu matahari diatas kepala? Kalau tidak salah, tidak ada shalat antara subuh dan dhuhur selain shalat dhuha….. maaf kalau saya salah.
Wass ww.
December 8th, 2010 at 9:30 am
Assalamu’alaikum ustadz
mau bertanya Ustadz, apa hukumnya kalo melaksanakan sholat sunnah setelah sholat Ashar
December 11th, 2010 at 1:37 am
Bismillah..
Assalamu’alaikum..
Ustadz, Saya mau tanya perihal posisi/tempat shalat rawatib yang dilakukan di mesjid setelah shalat wajib, misal shalat rawatib 2 rakaat setelah zuhur, apakah posisi/tempatnya harus berpindah dari posisi/tempat awal pada waktu shalat zuhur tersebut. saya sering melihat orang lain melakukan seperti itu, dan kadang juga saya suka melakukannya, tetapi saya tidak tahu asal-muasalnya..
terus bagaimana dengan shalat rawatib yang dilakukan di rumah kalau misalkan memang harus berpindah posisi/tempat?
jazaakallaho khair..
December 13th, 2010 at 5:09 am
Assalammu’alaikum wr.wb
saya mw tanya uzstad
di artikel lain saya ad bc kalo sholat dzuhur 4 raka’at sebelum n 4 rakaat ssdahny,
n sy sbgai org awam pgn tau mana yg jlzny
trimakasih
wassallammu’alaikum wrwb
December 23rd, 2010 at 9:48 am
assalamualaikum, saya bertanya tentang seseorng yang sangat rajin salat sunnah sebelum salat berjama’ah subuh. pada suatu malam dia tertidur sangat lelap sehingga imam sudah mulai solat berjama’ah. Jadi, kapan dia harus melaksanakan salat sunah? dan apa dasar hukumnya?
January 6th, 2011 at 9:52 am
assalamualaikum. mohon utuk izin copy paste. terimakasih.
January 12th, 2011 at 4:55 am
Bismillahirrahmanirrahiim,
pak ustadz, saya mau menanyakan jumlah rakaat shalat sunat “shalat jum’at” dan tata cara pelaksanaannya?
Terima kasih
January 31st, 2011 at 9:04 am
asalamualaikum.
Ustad..
1. adakah batas jarak antara dilakukannya shoat wajib dengan sholat rowatibnya?
2. apakah boleh menyela pelaksanaan sholat rowatib dengan sholat lain? misal sholat jenazah, sholat tahyatul masjid (sholat qobla subuh kan di rumah, ketika sampai masjid, masih belum qomat).
syukron…
March 4th, 2011 at 12:31 am
apakah sahabat zaman nabi semua shalat sunat rawatib dirumah? atau dimasjid, krna kalu jamaah shat sunat dirumah, berarti setelah adzan masjid mash kosong, atau ini hanya khusus rasul sbagai imam shalat rawatin dirumah
March 12th, 2011 at 2:14 am
Assalamu’alaikum wr wb
Ustad…
Ketika sya sholat magrib dan isya’ berjamaah di masjid melihat orang2 melakukan sholat sunnah 2 rakaat dan 3 rakaat.Pdhl yg sya tau dari membaca bbrp buku sholat sunnah stlh sholat maghrib dan isya’ itu hanya sholat sunnah ba’da maghrib dan isya’ yg masing2 dilakukan 2 rakaat. Yang ingin sya tanyakan sholat sunnah 3 rakaat yg dilakukan stlh sholat ba’da magrib dan isya’ itu sholat sunnah apa ya pak ustad…InsyaAllah sya jg mau melakukan sholat tsb…trima kasih
Wassalamu’alaikum wr wb
March 12th, 2011 at 10:12 pm
ustad saya mau bertanya, saya mau tanya : apa dosa setelah sholat subuh saya melakukan sholat sunnah. biasanya saya sholat subuh di rumah, tapi setelah sholat subuh di masjid saya sering melakukan sholat sunnah, dan baru say hari ini Minggu (13/3) say di beritahu kalau sholat sunnah sesudah sholat subuh tidak boleh dan tidak kuat kecuali sholat dhuha. makasih atas jawaban dan penjelasan ustad.
April 5th, 2011 at 9:00 am
Assalamu Alaikum Wr.Wb…
Apakah salat sunnah sebelum subuh tidak sama dengan salat sunnah fajar ?
Mohon penjelasannya Pak Ustad..
Terimakasih
Wassalam
Rusdy
April 10th, 2011 at 4:52 am
Assalamu’alaykum..
ustadz bila ada org yg sudah biasa sholat qobla shubuh namun pada suatu ketika ia tidak sempat lalu ia menqodhonya ba’da shubuh apakah ini diperbolehkan?
Lalu jika kita masuk masjid pada waktu yg terlarang shalat(misal ba’da shubuh) apakah boleh kita lakukan shalat tahiyatul masjid
jazakalloh khoyr untuk penjelasannya.
May 13th, 2011 at 3:38 pm
[...] : http://al-atsariyyah.com/pembahasan-lengkap-shalat-sunnah-rawatib.html posted under [...]
May 14th, 2011 at 1:00 pm
Assalamu’alaykum..
bolehkah mengerjakan sholat rawatib qobliyah stlh mendengar iqomah jika qt(akhwat)sholat dirumah. . . ? ? ?
jazakalloh khoyr untuk penjelasannya.
May 19th, 2011 at 3:38 pm
Rharha said:
December 13th, 2010 at 5:09 am
Assalammu’alaikum wr.wb
saya mw tanya uzstad
di artikel lain saya ad bc kalo sholat dzuhur 4 raka’at sebelum n 4 rakaat ssdahny,
n sy sbgai org awam pgn tau mana yg jlzny
trimakasih
wassallammu’alaikum wrwb
Waalaikumussalam
Tidak ada shalat sunnah setelah ashar, baik 2 maupun 4 rakaat. Hal itu karena setelah ashar merupakan waktu yang terlarang untuk shalat. Yang ada hanyalah shalat sunnah sebelum ashar.
“Assalamu’alaikum warahmah
pak ustadz..sepertinya pertanyaan sama jawaban engga singkron…seperti pada pertanyaan no. 16 juga … terima kasih
Wassalamu’alaikum warahmah
May 22nd, 2011 at 7:48 am
Assalamualaikum
ustadz saya mau tanya,..kalau kita hendak sholat ba’diah, namun tidak sengaja ada sesuatu hal yang memuat kita batal(misalnya buang angin/tiba2 sakit perut) apakah sholatnya bisa dilanjutkan lagi? setelah kita bersuci mengambil wudhu lagi?
terima kasih
(klw bisa jawabanya di kirim k email saya)
May 24th, 2011 at 1:29 am
Bismillah
assalamu’alaikum
kalau qt lg sholat qobliyah dan udh 1 rakaat trus iqomat. Apkh qt mlnjtkan sholat atau mghntikan untk jama’ahan? jazakalloh ust
May 24th, 2011 at 3:53 pm
q mau tanyak kan dianjurakan dirumah bagaiman klo dilakukan dimasjid apakah pahala sholatnya sama
June 9th, 2011 at 10:29 am
Assalami’alaikum…
Mohon izin untuk copy paste, tadz…
Jazakalloh…
June 9th, 2011 at 9:50 pm
Askum Ustad, saya sering mengalami shalat subuh kesiangan. nah pertanyaan saya baik manakah mengerjakan shalat rowatib dulu baru subuh mengingat ada pendapat jika kesiangan maka menyegerakan shalat subuh tanpa menunda dan apakah rowatib bisa di kategorikan menunda? Ws
June 18th, 2011 at 1:01 am
ijin copy paste ustadz…jzklloh.
July 5th, 2011 at 10:53 am
assalamu’alaikum ustad, ana ingin bertanya jika saya tertinggal sholat qabliyah dzuhur dimasjid apakah bisa dikerjakan dan digabung dgn sholat ba’da dzuhur? Dan misalakan jika saya terbangun pada pukul 06.30 apakah bleh saya melaksanakan sholat subuh ustad. Syukron tad.
July 5th, 2011 at 7:17 pm
assalamualaikum ustd. saya mau brtanya, bagaimana hukum orang yg mengQhodo shalat dengan alasan sengaja meninggalkan shalat wajib karena pekerjaan? wassalamualaikum..
July 6th, 2011 at 1:24 pm
syukron tad atas jawabannya,, owh iyya ana mw bertanya lagi. Mana yang lebih utama sholat berjamaah dimushalla atau mesjid sdngakan keduanya sama jauhnya, soalnya saya selama ini slalu dimushalla dikarenakan saya tdak mendapatkan banyak kebid’ahan di mushalla sdangkan dimesjid sring skali sholawatan setelah adzan berkumandang dan imamnya pun sangat tdak pantas disebut sebagai imam yang patut dicontoh tingkah lakunya ustad? Ana mohon penjelasannya…
July 20th, 2011 at 3:09 pm
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Saya mau tanya mengenai jawaban ustadz no. 6 dan no. 12.
Di no.6 ustadz menjawab 2 rakaat antara adzan dan iqomah termasuk shalat sunnah biasa, tapi di no. 12 ustadz menjawab 2 rakaat antara adzan dan iqomah termasuk shalat sunnah rawatib
July 26th, 2011 at 5:45 am
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Saya kurang memahami tentang sholat yg saya ingin tanyakan : apakah tidak diperbolehkan sholat sunnah setelah sholat subuh, apa hukumnya tolong dijelaskan “tks
July 31st, 2011 at 10:18 pm
ustadz,
di bulan ramadhan ni, ba’da sholat isya ane pilih melakukan sholat sunnah ba’diyah isya di rumah, namun dilakukan tentu saja setelah sholat tarawih dan witir berjamaah di masjid Selesai.
Apakah masih teranggap, sholat sunnah ba’diyah Isya yg demikian ? krn terjadi jeda setelah sholat witir.
August 3rd, 2011 at 6:59 am
assalamualaikum..
ustadz saya mau tanya, saya biasanya solat subuh dirumah, tp tadi saya mengerjakan solat subuh berjamaah dimesjid.. sebelum solat fardhu subuh saya kerjakan solat sunat sebelum subuh, setelah solat fardhu subuh saya kerjakan lagi solat sunat setelah solat fardhu subuh.. namun saya lihat jemaah lain tidak melakukan solat sunat setelah solat fardu subuh.. akhirnya saya pulang dan segera membuka buku tentang waktu solat sunat rawatib dan buka internet mencari tentang waktu solat sunat rawatib jawaban yang saya dapat tidak ada waktu solat sunat rawatib setelah solat fardhu subuh dalam hal ini saya yang salah karena terlupa waktu solat tersebut, apa hukumnya yang saya terima dalam kesalahan itu… saya hanya bisa memohon ampun kepada Allah SWT atas kekhilafan tersebut..
kemudian apa saja bacaan yang dibaca saat mengerjakan solat sunat rawatib…?
August 4th, 2011 at 12:16 pm
asalamualaikum ww, ustad, saya mau tanya tentang sholat berjamaah, gimana kita sebagai makmum waktu imam membaca alfatikah apa kita mengikuti apa kita mendengarkan, sebab banyak yg berpendapat kita dengarkan dulu dan stelah selesai imam baca alfatikah baru makmum membacanya. pertanyaannya 1, banyak imam yg tdk memberi jeda waktu yg cukup untuk itu, 2. bukankah ketika selesai membaca fatikah lalu makmum baca amin berarti sdh mengikuti imam dan sah fatkahnya,,tolong dijelaskan.
Pertanyaan kedua ustad ketika kita jadi makmum pda saat sholat duhur dan ashar, surat yg kita baca panjang sementara kita tdk tau imam baca surat apa (pendek atw panjang) shingga ketika imam ruku’ bacaan surat kita blm selesai gimana caranya? mhn dijelaskan,
Yang ketiga ketika imam baca surat setelah fatihah yg kita tdk bisa suratnya, apakah kita mendengarkan saja atau kita baca surat lain yg kita hafal? mhn bantu ustad sy benar2 awam terima kasih wasalamu alaikum ww, anto rusmanto jakarta
August 6th, 2011 at 12:26 am
aslmkm.
ustadz..sy msh kurang jelas ttg waktu shlt qabliyah..
di pertanyaan no 45 ustadz menjawab tidak ada shalat setelah iqamah kecuali shalat wajib.
lalu bgmn jika qt shalat subuh misalnya jam 5, dan shalat dhuhur misalnya jam 2? brarti qt tdk bs shlt qabliyah lg (krn iqomatnya sdh lewat)?
trimakasih tadz
August 6th, 2011 at 7:06 pm
asalamualaikum,ustad ,maaaf salah tempat untuk bertanya karena tempatnya udah penuh,saya ingin tanya saya ragu ,ketika saya sedang bab saya mengeluarkan cairan berwarna bening keruh keputih2an dan keluar benda seperty jelly(agar2) berwarna bening,apakah harus mandi wajib pak ustad?
August 6th, 2011 at 10:48 pm
Asslmkm ww. ustad, kalo seandainya kita sedang melaksanakan sholat sunnah rowatib baik itu 2 atau 4 rokaat, lalu ada seseorang yg mengira kita mengerjakan sholat wajib dan ingin ikut menjadi makmum dengan menepuk pundak kanan kita. apa yg harus kita lakukan ya tad..? terima kasih. wassalamualaikum w w
August 6th, 2011 at 11:46 pm
Ass..
Saya mau tanya pak ustad..
Apakah kita boleh melakukan iqomah sendiri setelah shalat rawatib qobliyah padahal kita shalat sendiri d’rumah…
August 11th, 2011 at 12:58 am
ustadz mau nanya emangnya shalat rawatib pada waktu ashar itu ada ya..???
August 12th, 2011 at 7:25 am
Ass.wr.wb. Alhamdulillah saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk anak cucu. Aamiin. Wass.wr.wb.
August 13th, 2011 at 1:29 pm
Assalam.. Ustad, ketika kita ingin melaksanakan sholat sunnah syukril wudhu dan tahiyatul masjid, mana yang lebih baik didahulukan di awal saat masuk mesjid? terima kasih sebelumnya
August 15th, 2011 at 2:29 am
Assalamialaikum…
Maaf pak ustadz,saya mau tanya masalh shalat sunnah rawatib!!
Yg biasa dilakukan drmh oleh Nabi qta MUHAMMAD SAW namun saya tdk dapat mlaksanakn sholat sunnah rawatib dirmh sperti yg dilakukan Nabi qta MUHAMMAD SAW,dikarenakan saya msh dalam keaadaan bekerja hingga jam 10 mlm keatas dan itu terjadi setiap harinya…
Yg ingin saya tanyakan,apakah tetap bsa dilaksanakan dimasjid dan tdk dirmh sperti yg dianjurkan Nabi qta..dan apa hukumx?? Mohon pencerahanx pak ustadz dan TOLONG jgn blg klo saya harus berhenti dan mencari pekerjaan lain..hehee..
Wassalam…
August 17th, 2011 at 6:00 pm
Assalamu’alaikum Wr.Wb, saya Minta Izin COPAS materi diatas ya Ustadz, Terimakasih Wassalamu’alaikum Wr.Wb
August 18th, 2011 at 10:27 am
assalamualaikum wr wb,ustadz,bolehkah kita melaksanakan sholat hajat sebelum atau sesudah sholat fardlu? apakah sholat witir itu wajib dilaksanakan (selain pd bulan ramadhan)? jika kita melakukan sholat malam,tahajud & hajad,bgmn hukumya bila tdk sempat menyelesaikan witir?betulkah waktu akhir sholat witir itu sebelum imsyak,bukan subuh?yang terakhir,salah satu saat yg terbaik u/ berdoa adalah pd waktu sujud akhir,ini hanya berlaku untuk sholat sunah?bolehkah kita melakukannya pd saat sholat fardlu?terimakasih atas jawabannya
August 18th, 2011 at 9:30 pm
assalamualaikum ustadz
saya mau bertanya, kalau sya dtg ke mesjid setelah adzan isya dan lgsng m’laksnakan sholat sunnah, itu mjdi sholat sunnah rawatib atau sholat tahiyatul masjid? atau t’gantung dr niat sblm sholat?
yg ke 2, pda sholat tarawih setiap dua rakaat slam,sebelum salam doa yg dibca doa tahiyat awal atau tahiyat akhir? apakah tahiyat akhir nnti dibca sebelum slam dirakaat ke delapan (u/ tarawih 8 rakaat)?
terims kasih u/ jwbannya ustadz..waalaikum salam
August 22nd, 2011 at 5:40 am
assalamualaikum ustadz
Saya mau bertanya..
Bagaimana jika saya ketiduran dan bangun pd jam2, dan ingin melaksanakan sholat dzuhur setelah itu..
Apakah boleh saya melaksanakan sholat sunnah rawatib terlebih dahulu?
Terimakasih untuk jawabannya ya ustadz..wassalam
August 23rd, 2011 at 3:40 am
kalo kunut pas sholat subuh itu wajib ato engga pak ustad?
August 24th, 2011 at 4:52 am
kalo sholat sunnah fajar itu sama ga dengan sholat sunnah rawatib pak ustad? Terimakasih atas jawabannya ya pak ustad..wassalam
August 26th, 2011 at 5:48 am
Assalammualaikum ustadz
saya mau tanya,” apakah sholat qobliyah dan ba’diyah boleh di kerjakan dirumah semuanya soalnya saya kalau sholat fardlu mesti dirumah “.ustadz mohon penjelasanya
August 29th, 2011 at 6:37 am
assalamualaikum ustadz
saya mau bertanya mengenai no 45 ni ustadz, yaitu tidak adanya sholat setelah iqamah melainkan sholat wajib. apabila saya masih melaksanakan sholat sunnah dan tiba2 iqamah, maka saya wajib menghentikan sholat sunnahnya dengan salam?walaupun saya sedang dalam posisi berdiri atau ruku?adakah dalil atau hadits yang menjelaskan ustadz?
satu lagi ni ustadz, mau tanya tentang sholat isyraq,boleh diberi penjelasannya?
terimakasih atas jawabannya
wassalamualaikum
August 30th, 2011 at 11:01 am
assalamualaikum ustadz..
alhamdulillah jawabannya cepat.hehe
saya pernah dengar. apabila seseorang (setelah sholat subuh) tetap duduk di masjid (berdzikir) sampai waktu syuruq dan melaksanakan sholat, maka pahalanya sama seperti umrah/haji.sholat 2 rakaat itulah sholat isryaq.mungkin saya salah.mohon dikoreksi..
jazakallahu khairan
wassalamualaikum
September 1st, 2011 at 4:51 am
assalamu’alaykum Wr.Wb ustadz
yang dilarang solat sunah di antara subuh dan duhur itu hanya solat rawatib kan? seperti dhuha dan beberapa solat sunah lainnya tetap diperbolehkan kan ustadz? maaf pertanyaan bodoh mungkin, saya awam. terima kasih.
wassalaamu’alaykum Wr.wb
September 12th, 2011 at 11:39 am
assalamualikum
pak ane mo nanya………….
1. apa hukumnya kl shalat berjamaah pada rakaat 1&2 kita tdk membaca alfatihah,,hanya mendengarkan dan menyimak bacaan imiam..
2. doa sebelum salam apakah unt semua shalat/shalat sunnat,,atau khusus shalat fardhu 5 wkt aja
3. apa hukumnya kl kita menegerjakan shalat rawatib sebelum ashar 2 rakaat,,karena selama ini saya mengerjakan spt itu,,dan saya lihat org2 mengerjakannya 2 rakaat,,karena wakt anatara azan da iqomat mepet
trimakasih
mhn maaf karena saya baru mendalami islam
wassalam
September 21st, 2011 at 10:05 am
Assalamu ‘Alaykum
saya ada beberapa pertanyaan:
1. melihat komentar yang terakhir, disana dinyatakan keharusan membaca al-fatihah didlm sholat yang dikeraskan, tetapi saya menemukan bahwa pendapat yang lebih rajih adalah menyimak imam (tanpa harus membaca).
2. mengenai hadist yang juga mungkin sudah dibahas,saya temui sholat sunnah isyraq, nah itu kira-kira waktu jam brapa?
3. untuk sholat fajar berarti harus dikerjakan di masjid, karena kalau dirumah kan tidak bisa dilakukan sebelum adzan?
4. saya sudah baca dan melihat dari banyak keterangan mengenai fajar shodiq, mungkin ustadz bisa menjelaskan biar lebih jelas.
Jazakallahu Khairan Katsir
Wassalamu ‘Alaykum
September 21st, 2011 at 10:23 pm
assalamualikum..
saya ingin menanyakan 2 hal ustadz..
1. ada seorang yang sangat rajin dan kontinyu melaksakan sholat sunat qabliyah maghrib, suatu ketika ia tidak bisa melaksanakan sholat qabliyah maghrib, karena tertinggal. apakah boleh ia mengqadhanya setelah sholat maghrib pada waktu itu, mohon d beri penjelsan dalil hukumnya.
2. saya pernah mendengar Nabi SAW mengqadha shalat sunat karena pada waktu itu ada tamu yang berkunjung kepda nabi. mohon d beri penjelasn juga ttg dalilnya, dan referensi kitabnya, yg memperbolehkan hal ini.
maksh ustadz.
September 26th, 2011 at 11:06 am
Assalammualaikum ya Ustad,
Saya cuma mau penjelasan dari jawaban ustad yang di tanyakan oleh Saudara Antorusmanto di No.57,,
Mohon penjelasanya kembali…apa dahlil dan fatwah yang ada mengenai hal tersebut…Di jawaban ustad,tidak ada hadist yang menjelaskan mengenai hal tersebut.
Jazakallahu Khairan Katsir
Wassalam mualaikum warahmatullah hiwabarakatu..
September 26th, 2011 at 11:27 am
Assalammualaikum pak ustad,
Saya mau menanyakan mengenai jawaban pak ustad mengenai pertanyaan dari saudara Amintarada(No.76) mengeanai hukum shalat berjemaah yang pada shalat rakaat 1&2 tidak membaca alfatihah,
Disitu pak ustad menjawab dia haus menambah jumlah rakaatnya setelah imam mengucapkan salam.
Disisi lain,saya pernah dengar,apabila ada makmum yang terlambat pada waktu melaksanakan shalat berjemaah,kemudian makmum tersebut menemukan imam pada saat posisi ruku’,dan langsung mengikutinya, MAKMUM tersebut di anggap telah mengikuti imam (1 rakaat).
Jadi secara otomatis MAKMUM tidak harus menambah jumlah rekaatnya donk apabila makmum menemui imam masih dalam rakaat yang pertama?
Mohon penjelasanya dari ustad mengenai pertanyaan ini…Maklum saya masih tergolong orang yang sangat AWAM mengenai ISLAM.
Jazakallahu Khairan Katsir
Wassalammualikum warahmatullah hiwabarakatu.
October 6th, 2011 at 5:36 am
asalamu’alaikum wr.wb
saya mau tanya. apasih dalil shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah zuhur? lalu apa hukum nya?
timakasih
wassalamu’alaikum wr.wb
October 8th, 2011 at 9:32 pm
bismillah.assalamualaykum..ustadz..apakah hukum mengangkat tangan ketika berdoa stlh selesai sholat fardhu n rawatib? jazakallahu khoiron ats jwbnny
October 9th, 2011 at 10:50 pm
assalamu alykum warohmatullah wabarakatuh ustadz,
saya sering mengqodho’ salat qabliyah dzuhur saya karena sempitnya waktu. jadi biasanya setelah shalat dzuhur saya akan mengerjakan 6 shalat sunnah, yakni dengan niatan 2 rakaat badiyah dzuhur dulu lalu dilanjutkan dengan 4 rakaat qabliyah dzuhur sebagai pengganti. Bahkan apabila waktu sangat sempit, saya terkadang tidak melaksanakan 6 rakaat ini segera setelah shalat dzuhur tetapi mungkin 2-3 jam setelahnya, setelah mendapat kelapangan waktu. Pun demikian, terkadang dengan shalat2 rawatib lainnya, saya qodho di lain waktu jika memang betul2 mengerjakannya di waktunya sangat tidak memungkinkan. Perlu diketahui bahwa saya Alhamdulillah rutin menjaga amalan Rawatib ini sesuai dnegan waktunya. Peng-qodho’an betul2 saya laksanakan jika terdapat kesempiutan waktu. Saya meng-qodho’ dengan mengambil contoh bolehnya meng-qodho’ shalat sunnah qabliyah shubuh setelah shalat shubuh/di lain waktu. Benarkah apa yang saya lakukan ustadz ? Jazakumullah khair
October 11th, 2011 at 3:20 pm
assalamu alykum warohmatullah wabarakatuh ustadz,
terima kasih atas jawabannnya. bolehkah saya berpendapat dengan ulama yg membolehkan sehingga saya tetap mengqodho’ shalat sunnah rawatib di lain waktu ? apakah pendapat ulama tersebut cukup kuat menurut ustadz ?
apakah berkuliah, merupakan udzur yang dibenarkan dalam syariat ? jika ustadz tidak berkeberatan sedikit menyebutkan, apa saja contoh udzur yang dibenarkan oleh syariat. Jazakumullah khair
October 13th, 2011 at 10:08 am
Bismillah,
Assalamu ‘alaikum pak Ustad,
Setelah selesai adzan Ashar, saya masuk masjid kemudian shalat 4 rakaat qabliyah tetapi saya niati juga tahyatul masjid, apakah itu bisa sedangkan di hadits nya mengatakan shalatlah kamu 2 rakaat sebelum duduk, bukan 4 rakaat?
jazakallah khairan katsiira..
Wassalamu ‘alaikum warahmatullah…
October 13th, 2011 at 6:09 pm
afwan ustadz, pd pertanyaan yg ke 82, ust menjawab setiap doa disyariatkan mengangkat tangan,saya pernah baca bahwa mengangkat tgn ketika berdoa stlh sholat fardhu tdk ada tuntunannya, dan kita dianjurkan untk bnyk berdoa ketika sujud terakhir dlm sholat, apakah kita disyariatkan mengangkat tangan, barokallahu fiik
October 14th, 2011 at 9:15 pm
Assalammualaikum pak ustad,
saya disini juga ingin bertanya tentang hukum makmum sperti yg dibilang saudara Rico Yuliansyah.
jika seorang makmum terlambat dalam sholat, dan masih mendapati imam dlm keadaan ruku` dan dia mengikutinya, maka dia mendapatkan raka`at tersebut. berarti disini jelas si makmum yg telat blum membaca apa2 (apalgi Al Fatihah ).
bagaimana tu ustad?
kalo dia disuruh ngulangin rakaat yg dia gk sempat baca Al fatihah,, percuma dong dia ngikutin imam buat jemaah,, mending sholat sendiri-sendiri…
anda mengatakan : Hanya saja kami lebih condong kepada pendapat yang menyatakan bahwa dia tidak mendapati 1 rakaat kecuali jika dia membaca Al-Fatihah.
maaf, apakah selama anda sholat berjamaah anda tidak pernah terlambat mengikuti imam?
kalo pernah, apa yg anda lakukan saat mendapati imam sedang ruku`? apakah anda akan membaca Al Fatihah? sudah pasti jika itu anda lakukan, bacaan Al fatihah pasti cepat2 bukan?
sementara kita di tuntut untuk Tumakninah dalam sholat bukan?
mohon penjelasan nya pak ustad..
maaf kalo merepotkan..
terimakasih…
November 16th, 2011 at 9:24 pm
Apa niatnya sholat sunnah sebelum sholat jum’at
November 21st, 2011 at 10:33 am
assalamualaikum,
ustadz, apa ada sholat sunnah setelah menjama’ sholat, ex: jama’ taqdim sholat maghrib dan Isya’ pada saat hujan lebat.. setelah itu apa boleh mengerjakan sholat sunnah rowatib, dan kalo boleh ba’diyah maghrib atau Isya’??
mohon penjelasan ustadz…
syukron
November 24th, 2011 at 10:38 am
assalammualaikum uztad,,,
saya seorang karyawan yang saat dikantor bila ada azan langsung sholat berjamaah padahal saya ingin sholat rawatib ashar terlebih dahulu,,, bagaimana solusi yang baiknya ya..?
November 30th, 2011 at 2:23 pm
assalamualaikum pa’ Ustad
Seperti pertanyaan saudara tata, dimushala tempat kerja saya setelah azan langsung disambung iqomah sehingga tidak mempunyai kesempatan sholat sunnah rawatib, apakah lebih baik sholat dhuhur/Ashar saya ikut rombongan sholat berjamaah yg berikutnya agar saya bisa sholat sunnah rawatib?
mohon penjelasannya , terima kasih
December 3rd, 2011 at 9:03 am
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Maaf Ustd. saya mau tanya apaka dibenarkan pada saat melaksanakan sholat sunnah rawatib hanya takbir, membaca surat Al-fatihah dan salam, mhn penjelasan
December 3rd, 2011 at 8:52 pm
assalamualaikum pa’ Ustad
jadi Apakah ada shalat sunnah sebelum mahgrib?
jk ad, itu shalat sunnah apa?
Tolong penjelasan nya pak ustad
December 4th, 2011 at 7:12 am
Maaf ustd,,, saya cuma ingin tau aja, saya suka melihat ada salah seorang yg menyandang status ustd. saya perhatikan klo sholat cepet sekali saya jadi ga abis pikir apa sih yang beliau baca hingga sholatnya cepet selesai,,,?
December 6th, 2011 at 9:01 pm
izin share ya Om.. Trimakasih :)
December 8th, 2011 at 8:13 am
Assalamualaikum,
mudah2xan ustadz selalu berada dalam lindungan Alloh SWT
Syukron penjelasannya ustadz… selama ini saya suka mengerjakan sholat rawatib ba’da ashar. Mudah2xan di ampuni Alloh SWT dosa saya selama ini.
Wassalamualaikum
December 9th, 2011 at 8:23 pm
assalamualaikum pa’ Ustad
sholat rawatib itu dikerjakan sesudah adzan ,baru kita melakasanakanya sholat rawatib itu .contoh sholat sbelum dhuhur sudah azan .apa boleh melaksanakan solat sbelum dhuhur blm waktu nya dhuhur kita lakukan, mhn penjelasan
terima kasih
December 14th, 2011 at 12:14 pm
ass… ustadzz
sya mau tanya klo shalat sunah rawatib yang ghair muakad mksudnya gmana?…
December 19th, 2011 at 5:29 pm
Assalamu’alaykum.
Ustadz ana msh bingung dengan maksud sebelum dan sesudah shalat fardhu di sini. apakah ada batasan waktu dalam menjalankan shalat rawatib ini, seperti qobliyah itu batasannya antara adzan dan iqomah setelah iqomah maka tidak ada shalat rhawatib? dan ba’diatan itu sesaat setelah melaksanakan shalat fardhu (rentang waktunya berapa y Ustadz?
jazakumullah
December 20th, 2011 at 11:17 pm
Assalamu alaikum Pak Ustad,….
Saya seorang wanita dan tinggal di germany..disana saya tdk pernah nmnya mendengarkan adzhan ataupun sholat berjamaah di masjid.Dan saat ini saya baru mempelajari tentang agama islam.pertanyaanya saya:apakah boleh shalat sunnah qobliyyatan dan ba´diyyatan di lakukan sendiri di rumah.
dan apakah boleh shalat sunnah qobliyyatan dan ba´diyyatan di lakukan tdk tepat waktu setapi sebelum dan sesudah sholat fardu.
karna berhubung kerja jd kadang saya tdk bisa melaksana sholat fardu tepat waktunya…..
terima kasih atas bantuanya…
Wassalam…
December 22nd, 2011 at 5:56 pm
Assalamua’laikum warahmatulah wabarakatuh..
Ustd ..
gimana dengan mu’adzin untuk sholat rawatib yg diutamakan dilakukan dirumah..
Apakah setelah adzan dia harus pulang dulu…atau ada pengecualian bagi mu’adzin…
Jazzakallahu khoir…
December 25th, 2011 at 7:39 pm
Asslm. Jazakallah Ustadz, semua keraguan sementara sudah terjawab!
January 4th, 2012 at 8:50 am
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,
Boleh nanya, Ustadz, Apakah Rawatib Jum’at itu berbeda dengan Rawatib Dzuhur? (4 rakaat bada Jum’at).
Dan apakah shalat sunat yang ditentukan waktunya seperti sholat Rawatib bisa di qada?
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,
Jazakallah Ustadz sebelumnya,
Ridwan
January 4th, 2012 at 10:06 pm
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh……
ustad..
apa benar semua shalat sunnah tidak perlu membaca iftitah (langsung baca al-fatihah) ??
dan apa benar shalat (wajib) yg 4 rakaat itu cukup rakaat pertama dan kedua saja yg setelah membaca surat al-fatihah dilanjutkan dg membaca surat2 pendek, sedangkan rakaat ketiga dan keempat hanya membaca al-fatihah saja??
tolong penjelasannya??
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh….
January 8th, 2012 at 4:35 pm
assalamu’alaikum
mw tanya,
kalo ga tw apa berdosa? misalnya mlaksanakan solat sunah setelah ashar
January 8th, 2012 at 6:59 pm
Assalamu’alaikum ustadz
Ustadz saya mau tanya, tapi agak sedikit keluar dari topik. Saya mau tanya berkenaan dengan pertanyaan no.70
1. Maksudnya dari Qunut tidak disyariatkan pada waktu subuh itu maksudnya tidak disyariatkan untuk mengkhususkan pada waktu subuh aja atau tidak disyariatkan Qunut secara umum?karena saya pernah baca bahwa Qunut itu untuk sholat 5 waktu seluruhnya dan hanya dilakukan ketika hendak mendoakan kebaikan atau kejelekan atas kaum tertentu.Yang mana yang benar?
2. Jika imam melakukan qunut pada sholat subuh maka apakah yang harus saya lakukan?ikut mengangkat tangan mengikuti imam ataukah diam saja?karena imam masjid di daerah saya selalu membaca qunut ketika subuh. Mohon bimbingannya.
January 10th, 2012 at 9:09 am
Yth Ustad :
Untuk sholat sunat sebelum Subuh : 1. Mengerjakan qobliah Subuh dulu, kemudian Sunah Fajar atau cukup qabilah Subuh saja / sunah Fajar saja.
2. Bagi makmum yg tdk biasa pakai Qunut gmn kalau Imamnya berqunut. Apa boleh tdk angkat tangan qunut atau hrs mengikuti gerakan Imam. Sebaliknya bagi makmum yg biasa berqunut tetapi Imam tidak pakai Qunut apa yg hrs dikerjakan? Terima kasih penjelasannya.
January 11th, 2012 at 6:58 pm
assalamualaikum
ustad
bagaimana cara urutan mengerjakan shalat sunnah yang setelah shalat fardhu,,, apa setelah shalat fardhu diselingi dzikir terlebih dahulu ataukah shalat fardhu, shalat sunnah, baru berdzikir???
wassalamualaikum
January 19th, 2012 at 3:18 pm
Bismillah.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Pak Ustadz…apakah bacaan niat shalat rawatib yang 4 rakaat sebelum ashar yg dikerjakan 2-2 rakaat adalah sama…karena selama ini saya biasa mengerjakan yang 2 rakaat saja.
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,
Jazakallah Ustadz sebelumnya…
January 24th, 2012 at 10:57 am
ustad sya mau nanya tentang salat fardhu …..
knapa ada yang 2 raka’at. 3 raka’at , 4 raka’at.
kenapa bisa begitu …/ apakah ada sejarahnya,,,,? atau memank sudah ketentuannya ketika nabi mendapat perintah salat dari Allah SWT…
mohon penjelasannya….
January 27th, 2012 at 3:57 pm
izin di share ya :)
February 1st, 2012 at 9:04 pm
maaf yah bang saya copy karna saya sangat butuh mohon izin yah yahhh bang… insya allah di rahmati oleh allah s.w.t amien
February 3rd, 2012 at 1:44 pm
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Pak Ustadz, kan shalat rawatib sebelum zuhur 4 rakaat dan sebelum ashar 4 rakaat sama seperti shalat wajib yang 4 rakaat, yakni dua kali tasyahud tapi satu kali salam, nah yang saya mau tanyakan disini tasyahud akhirnya gimana ustadz apakah tetap duduk tawarruk sama seperti shalat wajib yang 4 rakaat atau malah duduk iftirasy?
Terima kasih atas penjelasannya pak ustad
Jazakallahu khoiran katsiran
February 10th, 2012 at 10:17 pm
assalamualaikum
saya mau nanya apa niat shalat sunah rawatib?
maklum baru belajar
jazakallau khoiron katsiron
February 14th, 2012 at 6:03 am
Assalamualaykum wr wb ustadz.
Dbberapa artikel, ad yg membagi shalat sunnah mjd muakkad dan ghairu muakkad.
Mhon dijelaskan.
Dan ttg shalat qabliyah isya, adakah Rasulullah SAW n sahabat pernah melaksanakannya?
Bagaimana hkumnya jika melaksanakan shalat tsb, krn shlat ini tdk trmsuk dlm 3 waktu yg dilarang untk shalat.
Terimakasih ustadz.
Wassalamualaykum wr wb.
February 14th, 2012 at 9:40 am
ustad, sy ingin sekali merubah hidup saya 180 derajat untuk benar benar mendalami Agama saya (Islam. tapi ustads, sy sangat susah menahan emosi, tugas tugas kampus dan kegiatan dunia lainnya, yg membuat sy merasa memiliki waktu yg sempit untuk mendalaminya. Apalagi keluarga sya sebagian besar masa bodoh dengan agama, Sy sudah mengajak mereka untuk melakukan ketentuan Agama. Tapi justru setiap hari yg saya dapatkan hnya ribut-ribut dgn saudara yg tdk sling mengerti, keluarga sy tidak tenang, sempat sya brfikir untuk pergi menyendiri untuk mendapatkan ketenangan, tapi itu tdk mungkin, serasanya keluarga saya sllu dpat memancing emosi sya setiap harinya, saya bosan dirumah.
February 22nd, 2012 at 4:44 pm
Assalamualaikum Pak Ustad.
Saya igin menanyakan jawaban Udstad atas pertanyaan no 57, agar saya tidak salah memahami: “Makmum tidak boleh membaca surah apa-apa di belakang imam kecuali surat al-fatihah” apakah ini juga berlaku untuk sholat dzuhur & ashar yg bacaan al-fatihah nya tidak dikeraskan? terimakasih.
February 24th, 2012 at 7:38 am
Asslamualaikum wr wb
Ustadz saya mau bertanya….
1.Bagaimana lafaz/bacaan niat shalat rawatib qabliyah n ba’diyah?dan bagaimana lafaz niat saat kita me’qada shalat qobliyah subuh?
2.Saya seorang wanita dimana saya melakukan shalat rawatib di rumah dan memulai shalat qabliyah setelah mendengarkan azan di musholla dekat rumah saya, suatu ketika saya sedang mengerjakan shalat qobliyah dzuhur dan kemudian saat itu saya mendengar iqomah di musholla tsb..bagaimana dengan shalat sunnah saya ustadz?apakah diteruskan atau dihentikan,,menimbang saya ada di rumah sedangkan iqomah dikumandangkan di musholla?
3.apa seorang wanita bisa mengundangkan azan / iqomah sendiri?
mohon penjelasannya ustadz..terima kasih sebelumnya
February 24th, 2012 at 7:44 pm
surah surah yg dibaca masing2 sunah rawatib apakah berbeda klo berbeda tolong dirincikan satu persatu
February 26th, 2012 at 12:56 pm
ustad saya ingin tanya, dalam penjelasan diatas disebutkan shalat rawatib termasuk 4 rakaat sebelum shalat ashar. Saya menjalani shalat rawatib hanya yg sunnah muakkad.nya saja yaitu 2 rakaat sebelum shubuh, 2 rakaat sebelum dan sesudah dzuhur, 2 rakaat setelah magrib dan isya.
itu apakah masih diperbolehkan
February 27th, 2012 at 4:00 am
assalamu’alaikum, afwan ana ijin co-pas ya ustadz.
baarokallahu fiykum!
March 3rd, 2012 at 8:14 pm
ustadz, untuk jawaban kedua dari soal nomor 106 yang menjelaskan bahwa sebagian para sahabat melakukan qunut subuh bisa dirujuk di kitab apa? juzita khairn
March 8th, 2012 at 4:55 pm
assalamualaikum…
ustad…..
saya mau nanya…
apakah sah melakukan sholat wajib sebelum khomat di mesjid(g tau kalau belum khomat)????
wassalamualaikum….
March 11th, 2012 at 1:31 pm
assalamualaikum….
Ustadz, saya seorang anggota POLRI. Diwaktu waktu tertentu (maaf agak OOT) di hari Jumat saya tidak bisa menjalankan Sholat Jumat di Masjid karena harus PAM OBVIT (Pengamanan Obyek Vital) entah itu di Bank, Toko emas dll. Yang saya tanyakan, hukumnya apa kalo meninggalkan sholat Jumat tapi atas perintah pimpinan supaya PAM OBVIT ?. Dan bisa diganti dengan sholat Zuhur ga ?. Dan secara Ilmu Kepolisian bahwa di saat orang2 menunaikan sholat Jumat disitu banyak sekali PH(kerawanan) seperti rumah2 kosong, bank2 kosong dll. trima kasih jawabannya ustadz
wassalamualaikum….
March 13th, 2012 at 3:18 pm
Assalamualaikum ustadz
Mohon diberitahu cara mengerjakan sholat rawatib ketika kita mengerjakan sholat jama’ dirumah.
Jazakumulloh.
March 20th, 2012 at 5:54 pm
ass.wr.wb.
Tanya ustad,qunut subuh sebenarnya boleh nggak?
March 24th, 2012 at 10:33 pm
Pak Ustad saya mohon pencerahan di usia kepala 5 ini saya baru belajar agama dan baru mengkhatamkan Al qur’an sekali serta baru hafal kuang dari 20 surat2 pendek jus ama, tetapi yang menjadikan gelisah hati saya adalah kalau dikantor pada saat waktunya sholat Dhuhur dan Azar saya selalu disuruh meng-Imammi (sebagai Imam sholat) terkadang sampai didorong-dorong walau sebenarnya saya ragu karena saya tahu diri lantaran saya masih baru belajar mengaji, sampai sekarang padahal banyak yang senior dan mungkin lebih fasih bacaannya, saya sering menolak tetapi tetap aja disuruh menjadi Imam Sholat, dan sebelum sholat dimulai saya mencoba mengingatkan tentang ajakan meluruskan dan merapatkan shof dengan bacaan “Sawwu sufufakhum…….” yang saya tanyakan Pak Uztad Sah-kah sholat yang di Imammi orang seperti saya yang baru belajar mengaji ini ? terus terang saya takut memikul dosa makmum yang mengikuti saya ( sebagai Imam)jika apa yang saya kerjakan itu salah, dan yang kedua bolehkah bacaan ajakan meluruskan shof saya ucapkan sebelum takbiratul ikhrom ? Pak Ustad mohon pencerahan dan jawaban kirim ke e-mail saya : keupnsda@gmail.com
March 26th, 2012 at 10:29 am
Assalamualaikum ustadz
maaf sebelumnya ustadz pertanyaan saya di luar tema…
1.saya mau bertanya apakah kita boleh shalat di atas tempat tidur (misalnya d’atas kasur)?
2.apa hukumnya kalau kita berwudhu di bak mandi?
March 31st, 2012 at 8:58 pm
Assalamu alaikum ustadz…
Maaf agak OOT..
Saya pegawai kantoran. Sebagai muslimah, lebih afdhol saya sholat di mushollah kantor (kadang sholat jamaah, kadang sendirian) atau ikut jamaah di mesjid yg dekat kantor? Jazakillah atas jawaban ustadz.
April 9th, 2012 at 8:27 am
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ustadz, saya ingin bertanya
1. Mengenai penjelasan ustadz bahwa : “Ucapan ‘imam akan menanggung dosa makmum’ adalah tidak benar. Tidak ada seorang pun yang akan menanggung dosa orang lain.” Bolehkah ustadz memberikan penjelasan lengkapnya? Berhubung selama ini hal itulah yang saya pahami, sehingga saya pahami bahwa ketika sholat berjama’ah, makmum di shaf pertamalah yang mendapatkan pahala paling utama
2. Mengenai penjelasan ustadz tentang sholat berjama’ah dzuhur dan ashar, bolehkah dijelaskan dengan lebih jelas (mungkin beserta dalilnya jika ustadz berkenan) bahwa kita tidak diperbolehkan membaca surah pendek setelah al-fatihah?
3. Mengenai membaca do’a iftitah di sholat sunnah utadz, bolehkah tidak membacanya? Atau manakah yg paling utama, membaca do’a istiftah atau do’a iftitah?
Atas jawaban ustadz, saya ucapkan Jazakallahu Khairan Katsiran
April 9th, 2012 at 7:47 pm
Maaf ustadz, jumlah rakaat shalat dhuha berapa ya maksimal?
April 11th, 2012 at 8:35 pm
apakah sholat rowatib setelah atau sebelum sholat fardhu di anjurkan untuk berpindah tempat? apabila iya apakah ada hadist nya?
April 12th, 2012 at 9:22 am
Terimakasih ustadz atas semua penjelasannya..
April 12th, 2012 at 9:51 am
Assalamu’alaikum
ustadz…apa shalat sunnat hajat (shalat meminta sesuatu)itu ada?kalau ada bisakah tampilkan hadistnya…terima kasih pa ustadz..
April 16th, 2012 at 5:01 pm
asalamualaikum
saya mau nanya,, adakah ayat al-quran yang membahas shalat sunah rawatib?
April 27th, 2012 at 4:52 pm
Assalamualaikum wr wb.
Pak ustadz, mau tanya tentang sholah sunah setelah shalat jumat. Ada yg bilang, apabila dikerjakan di masjid, maka 4 rekaat. Apabila dikerjakan di rumah, maka 2 rekaat. Apakah benar pak Ustadz, mohon penjelasannya.
April 27th, 2012 at 10:12 pm
Assalamu’alaikum…
Ust. Saya baca pada kitab bulugulmarom, bahWasanya larangan sholat sunat setelah ashar sehingga terbenam matahari itu bersifat mutlaq, artinya tidak ada sembarang sunat ataupun wajib, yang ingin saya tanyakan bagaimana jika ada yg meninggal pada waktu tsb ? Atau terjadi gerhana. Apakah mesti ditangguhkan hingga terbenam matahari ? Mohon jawabannya
April 28th, 2012 at 7:47 pm
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarrakatuh..Pak Ustad,mohon maaf sebelumnya. Hanya ingin menanggapi jawaban Pak Ustad atas pertanyaan no.88 Setahu saya,melakukan shalat sunnah sebelum shalat Jum’at ada dalilnya. Bahkan derajat haditsnya pun dikatakan sebagian ulama berderajat shahih.
Dari Ibni Umar ra. bahwa Rasulullah SAW melakukan shalat sunnah sebelum Jumat dengan panjang. Dan melakukan shalat sunnah 2 rakaat sesudah shalat Jumat. Dan disebutkan bahwa
Rasulullah SAW melakukan itu. (HR Abu Daud)
Hadits Ibnu Umar ini disebutkan oleh Al-Iraqi punya isnad yang shahih. Hadits ini dalam bentuk yang berbeda juga diriwayatkan oleh Muslim, At-Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah. An-Nasai meriyawatkan tanpa lafadz “memanjangkan shalat sebelum Jumat.”(Kitab Nailul Authar jilid 3 halaman 288.)
Para ulama terkemuka di masa lalu banyak yang justru melakukan shalat sunnah sebelum shalat Jumat. Di antaranya adalah Al-Imam Abu Hanifah, Al-Imam Malik, Al-Imam Asy-syafi’i rahimahumullah. Bahkan As-Syafi’i mengatakan bahwa shalat sunnat sebelum Jum’at itu tetap berlaku baik sebelum istiwa maupun sesudahnya (zawal) hingga imam datang.
May 11th, 2012 at 8:21 am
minya izin meng copy artikelnya
May 13th, 2012 at 9:04 pm
assalammualaikum wr wb, pak ustadz, saya mau bertanya, jika kita datang ke masjid dan adzan sudah berkumandang, tapi kita mau melakukan sholat tahiyatul masjid setelah itu disambung dengan sholat sunnah rawatib apakah boleh ??
terimakasih . . .
wassalam
May 14th, 2012 at 8:35 pm
mohon izin copas
May 30th, 2012 at 6:28 pm
Asslm. Ustdz.
Sy mo nanya bolehkah shalat rawatib 4 rakaat satu tasyahud ahrir saja tdk menggunkan tahiyat awal. (Satu salam) dan cantumkn dalilnya jika ada. wasslm
May 31st, 2012 at 3:24 pm
Assalamu’alaikum WW
1. Begini ustadz,kalo dilihat dari kesimpulan dari pemaparan di atas bahwa:
“Maka dari sini kita bisa mengetahui bahwa shalat sunnah rawatib adalah:
a. 2 rakaat sebelum subuh, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
b. 2 rakaat sebelum zuhur, dan bisa juga 4 rakaat.
c. 2 rakaat setelah zuhur
d. 4 rakaat sebelum ashar
e. 2 rakaat setelah jumat.
f. 2 rakaat setelah maghrib, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
g. 2 rakaat setelah isya, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.”
Jika dibandingkan dengan:
hadits no.1 dan 2 di atas yang menyebutkan bahwa jumlah shalat rawatib berjumlah 12 rakaat
maka: tidak sinkron dengan kesimpulan di atas (jumlah shalat rawatib =16 rakaat)
mohon penjelasannya ustadz (mana yg plg utama dilaksanakan ke-16nya atau hanya 12 rakaat saja?)
2. MAna yg paling utama dilakukan setelah sholat fardhu (keadaan:jika imam melanjutkan dg ceramah)
Berdzikir,berdo’a,lalu mengakhiri dg shalat ba’diyah ATAU mendengar ceramah.
Karena utk saya pribadi jika keduanya dilakukan bersamaan maka mengurangi konsentrasi (krn juga ingin mendengar isi ceramah)
Mohon penjelasannya ustadz
Jzk
Wassalamu’alaikum WW
June 9th, 2012 at 8:16 pm
Assalamu’alaikum ustad
gimana cara duduk tasyahud akhirnya
apakah duduk iftirasy atau duduk tawaruk?
June 18th, 2012 at 1:52 pm
assalamualaikum…
saya masih bingung ustadz.. apakah shalat sunnah rawatib sebelum isya itu ada?
June 19th, 2012 at 5:53 pm
Assalamualaikum …
Terimakasih sebelumnya untuk pembahasannya, ilmu saya jadi bertambah. Ada yang saya ingin tanyakan, setiap masuk waktu zuhur dan ashar saya mengerjakan sholat qobliyah di kantor kemudian saya turun ke mushola untuk sholat berjama’ah (kantor saya di lantai 4 dan musholanya di lantai dasar), apakah sholat seperti ini diperbolehkan? Saya melakukan ini karena di mushola sehabis azan langsung iqomah.
Wassalamu’alaikum …
June 23rd, 2012 at 7:14 am
Bismillah…
1 Saya selalu mengerjakan semua shalat sunnah rawatib yg 12 rakaat dirumah, yg fardhunya dimesjid, ..karena saya berpatokan pada hadist; kl nda salah seperti ini : “Perbanyaklah sholat (sunnat) dirumah-rumah kalian, karena itu akan menjadi cahaya dirumah kalian”
2 Qobliah 4 rakaat selalu saya kerjakan dgn 1 salam, karena takut terlambat dimesjid
Apakah semua itu boleh ustad?
Barakallahu fiikum..
June 25th, 2012 at 8:34 pm
Assalamu’alaikum WW
Afwan ustadz gimana keterangan hadis ini.?
Dari Abdullah bin Mughaffal, Nabi Muhammad SAW bersabda artinya : Lakukanlah sholat sunnah sebelum Maghrib 3x, kemudian pada seruan yang ketiga beliau tambahkan “bagi yang menghendaki” (H.R. Bukhari)
June 27th, 2012 at 12:04 pm
assalamualaikum pa ustadz, saya mau bertanya : katanya sholat sunnat rowatib lebih utama dari sholat sunnat lainnya..mohon penjelasan dari pa ustadz berdasarkan hadist dan al qur’an..terimakasih. wasslam
June 28th, 2012 at 1:13 pm
Assalamu’alaikum ustadz..
mau tanya, kalau seumpama sholat sunnah rawatib tapi tidak dilaksanakan setiap hari, hukumnya bgmna ustadz ??
July 1st, 2012 at 5:27 pm
Assalamu’alaikum,
izin copy y
July 21st, 2012 at 10:34 am
assalamualaikum wr wb
bagaimana cara pengerjaan sholat sunnah rawatib qabliyah . apakah sesudah adzan atau sebelum adzan ? minta keterangganya
July 21st, 2012 at 2:14 pm
Assalamu’alaikum Ustadz.
apa ada bacaan surat2 pendek saat melaksanakan shalat sunnat rawatib???
July 24th, 2012 at 3:12 pm
assalamu,alaikum
saya mau bertanya,
1. Apabila kita punya waktu shalat sebelum shalat fardhu dimesjid 2 rakaat, manakah yang lebih utama shalat sunat tahiyatul masjid atau shalat sunat qalbiah(sebelum) magrib dan isa (sunat, menurut hadis antara 2 azan) dan qalbiah subuh ,zhuhur, dan ashar.
2. bolehkah sholat sunat tahiyatul masjid di mushola. kalau tidak boleh, apa klasifikasi sebuah mejid, yang membedakan dengan mushola.
terimakasih ustaz, assalamu,alaikum.
July 24th, 2012 at 6:24 pm
assalamualaikum wr.wb
katanya ngga ada shalat sesudah subuh dan ashar karna itu waktu terlarang, tapi kenapa ada shalat dhuha ??? mhon dijelaskan.
wa’alaikum salam warahmatullah wb.
July 24th, 2012 at 8:20 pm
maf pak, berarti shalat rawatib tidak harus beruntun dengan shalat fardhu karena ada beberapa shalat sunah rawatib yang dilakukan dirumah. mohon penjelasannya. terima kasih
July 26th, 2012 at 2:11 pm
assalammu’alaikum ustadz
ana mau tanya beberapa hal sbb:
1. terkait pertanyaan nomor 68, apakah ada perbedaan antara bacaan tasyahud awal dgn tasyahud akhir krn setahu ana bacaan tasayahud awal dan akhir itu sama yaitu sampai membaca sholawat kpd nabi hanya saja pd tasyahud akhir sebelum salam ditambah dgn membaca do’a perlindungan dari 4 hal yaitu dari neraka jahanam, azab kubur, fitnah hidup dan mati, serta fitanhnya da’zal?
2. terkait dgn pertanyaan nomor 76, apa benar apabila kita tdk membaca al-fatihah saat sholat yg bacaannya jahar (maghrib, isya, subuh dan jum’at) di belakang imam, harus mengulang rakaatnya setelah imam salam? kalau boleh tahu dalilnya apa ustadz? krn setahu ana pd sholat fardhu yg bacaannya dijaharkan maka makmum boleh atau tdk wajib membaca al-fatiha krn telah diwakilkan oleh imam dan terkait dgn hadits “saat dibacakan ayat-ayat alqu’an maka diamlah”. mohon penjelasannya ustadz.
3. terkait sholat qobliyah subuh, saya ada kendala kalau dikerjakan di rumah krn di mesjid dekat rumah ana, jarak antara adzan dan iqomah sangat pendek sehingga kalau saya sholat qobliyah di rumah maka kemungkinan besar saya bisa tertinggal 1 rakaat subuh (masbuk), jadi saya mengerjakannya selalu di mesjid. nah yg jadi pertanyaan adalah bagaimana kalau ana tdk sholat qobliyah subuh di rumah tp pas sampai di mesjidpun sdh iqomah. sholat qobliyah subuh saya gimana ustadz?
syukron. Jazakumullahu katsiron….
assalammu’alaikum
July 27th, 2012 at 10:35 am
mohon izin copy paste.
semoga menjadi amal jariah yang barokah. amien
trim’s
August 3rd, 2012 at 10:52 am
assalamualaikum
pak uz saya mau nanya waktu yag terlarang itu, untuk shalat sunnah saja atau untuk shalat wajib juga,
sebagai contoh saya ketiduran dan bangun pd waktu jam 5(limaan)sore,apakah saya boleh shalat ashar atau tidak karena kan sudah lewat waktunnya
mohon penjelasan sejelas-jelasnya. trims
semoga ilmu ini bermanfaat buat saya
amin…!!!
September 29th, 2012 at 10:23 am
mantap artikelnya lengkap banget
October 4th, 2012 at 6:56 pm
saya dapat artikel bahwa mengerjakan solat 2 rakaat setelah asyar itu boleh……….memang dalam artikel itu ada sedikit perdebatan tapi perdebatan itu tiba-tiba berhenti setelah sang empunya artikel menunjukan hadist2 yang, menurut saya juga masuk akal, tapi saya tidak mau langsung mengiyakan karena menurut sya solat 2 rakaat setelah asar dan subuh itu tidak boleh. begitu……. isi artikel itu:
SHALAT SUNNAH 2 RAKAAT BA’DA ASHAR SUNNAH?
Dikirim oleh abu_muhammad pada 2004/5/11 23:57:57 (313 X dibaca)
Fiqih 3174
Artinya : “Adalah beliau –shallallahu ‘alaihi wasallam- tidak pernah meninggalkan 2 raka’at sebelum fajar dan 2 raka’at setelah Ashar .”
Sumber dari “Silsilah Al-Ahaadiits As-Shohiihah”
Pengarang : Syaikh Al-Albaaniy –rahimahullah
Diterjemahkan oleh Abu Hisyaam As-salafiy
Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah di“ Al- Mushonnaf ” (2 / 352) : Telah menceritakan kepada kami Affaan berkata : Telah mengabarkan kepada kami Abu ‘Awaanah berkata : telah menceritakan kepada kami Ibroohiim bin Muhammad bin Al-Muntasyir dari Bapaknya Bahwasanya beliau biasa melaksanakan sholat 2 raka’at setelah Ashar, maka suatu ketika ditanyakan kepadanya?maka beliau menjawab: kalau seandainya saya tidak melaksanakannya melainkan sesungguhnya saya telah melihat Masruuq melaksanakannya. Dan beliau adalah benar-benar tsiqoh . akan tetapi saya telah bertanya kepada ‘Aa’isyah ? maka beliau (‘Aa’Isyah) berkata : …..Kemudian dia menyebutkannya .(Al-hadits pent ) .
Saya Katakan : Ini adalah isnad yang shohih menurut syarat dua Syaikh (Al-Bukhoriy dan Muslim), Parowi seluruhnya tsiqoot dan tidak memiliki cacat dan hanya saja saya mengeluarkan hadits ini di karenakan shohih dan tingginya sanadnya. Dan karena padanya terdapat amalan Muhammad bin Al-Muntasyir terhadapnya –Dalam rangka ittiba’ kepada Masruuq seorang tabi’in yang mulia –dan kalau tidak , maka sesungguhnya hadits ini telah dikeluarkan di “Ash-Shohihain” dan yang selain keduanya, sebagaimana telah berlalu isyarat kepada hal itu pada hadits yang sebelumnya .
Dan yang marfuu’ dari hadits ini telah diriwayatkan oleh At-Thohaawiy di “ Syarh Al- ma’aaniy” (1/177) dari jalan yang lain, dari Abi ‘Awaanah dengannya (hadits tersebut ).
Dan Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan dekat sebelum ini dengan sanad yang shohiih dari ‘Asy’ats bin Abi Sya’tsaa’ berkata : Saya pernah keluar bersama Bapakku (dan namanya Sulaim bin Aswad Al-Muhaaribiy ) dan Amr bin Maimuun dan Al- Aswad bin Yaziid dan Abi Waa’il , maka adalah mereka melaksanakan sholat 2 raka’at setelah Ashar.
Kemudian beliau meriwayatkan yang serupa dengannya dari sekelompok yang lain dari kalangan salaf , diantara mereka : Az-Zubair bin Al-Awwaam , dan anaknya Abdullaah –radhiallahu ‘anhuma-Dan demikian juga ‘Ali – radhiallahu ‘anhu- ,dan Abi Burdah bin Abi Muusaa.
Bahkan Ibnu Hibbaan telah meriwayatkan (1568- 1570), dan dua Syaikh dari Al- Aswad
Dan Masruuq dari ‘Aa‘iisyah ; bahwasanya Nabi – shallallahu ‘alaihi wasallam – dahulu melaksanakannya. Dan dia dikeluarkan di “ shohiih Abi Daawud” (1160).
Dan Abdurrozzaaq telah meriwayatkan (2/433/377) dengan sanad yang shohiih dari Thoowus: bahwa Aba Ayyuub Al- Anshooriy biasanya melaksanakan sholat 2 raka’at setelah Ashar sebelum masa khilafah Umar, maka tatkala Umar menjadi khalifah beliau meninggalkannya. Maka tatkala Umar wafat beliau melaksanakannya kembali, maka dikatakan kepadanya : Apa ini ? maka beliau menjawab : Sesungguhnya Umar dahulu memukul orang karenanya. Berkata Thoowus : adalah Bapak saya tidak pernah meninggalkan keduanya ( 2 raka’at tsb).
Saya katakan : Maka termasuk kesalahan yang telah menyebar di kitab-kitab fiqh :larangan (melaksanakan) 2 raka’at (setelah Ashar) ini. dan tidak menyebutkannya di kelompok Sunan Rawaatib bersamaan dengan tetapnya (shohiihnya hadits dalam permasalahan ini),terus-menerusnya beliau –shallallahu‘alaihiwasallam – melaksanakan keduanya . Sebagaimana halnya beliau terus menerus /rutinnya melaksanakan 2 raka’at sebelum fajar , dan tidak ada dalil tentang penashakhannya = penghapusannya, dan tidak pula ada dalil yang menunjukkan bahwa ini merupakan khushushiyyah beliau -shallallahu ‘alaihi wasallam- bagaimana? Sementara orang yang paling mengetahuinya (2 raka’at tersebut ) selalu menjaganya ( 2 raka’at tersebut .Pent ). Yaitu Ummul Mukminin ‘Aa’Isyah – radhiallahu ‘anha- dan orang-orang yang sepakat dengan beliau (‘Aa’Isyah –radhiallahu ‘anha- Pent.) dari kalangan sahabat dan orang-orang salaf sebagaimana yang telah berlalu.
Dan di gandengkan dengan hal itu bahwa nash-nash yang melarang secara umum dari sholat ba’da Ashar adalah Muqoyyadah = diikat dengan hadits-hadits yang lain yang jelas membolehkan sholat ba’da Ashar sebelum matahari menguning ,dan diantarannya Hadits Ali –radhiallahu ‘anhu- secara marfuu’ dengan lafas :
” لا تصلوا بعد العصر : إلا أن تصلوا والشمس مرتفعة ”
Artinya : “Janganlah kalian sholat setelah Ashar kecuali kalian sholat dalam keadaan matahari masih tinggi “.
Dan dia adalah Hadits yang shohih dalatng dari banyak jalan . dan sungguh telah berlalu takhrijnya . dengan No: (200 dan 314) dan telah berpendapat disyareatkannya 2 raka’at ini Abu Muhammad bin Hajm di “Al-Muhallaa “ dan beliau membantah orang –orang yang menyelisihi hal ini dalam pembahasan yang luas yang dibawakan di akhir juz ke 3 dan awal juz ke-4 maka siapa yang ingin silahkan untuk merujuknya kembali .
Dan kembalilah merujuk hadits yang sebelumnya , agar engkau mengerti tentang sebab pemukulan Umar terhadap orang-orang yang melaksanakan 2 raka’at tersebut.
2920- ( كان لايدع ركعتين قبل الفجر وركعتين بعد العصر )
Artinya : “Adalah beliau –shallallahu ‘alaihi wasallam – tidak pernah meninggalkan 2 raka’at sebelum fajar , dan 2 raka’at setelah Ashar .”
Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah di “Al-Mushonnaf “ (2/352) : Telah menceritakan kepada kami Affaan berkata : Telah mengabarkan kepada kami Abu Awaanah berkata : Telah menceritakan kepada kami Ibroohiim bin Muhammad bin Al-Muntasyir dari Bapaknya :
“Sesungguhnya beliau dahulu melaksanakan 2 raka’at setelah Ashar, maka di katakan kepadanya ? maka dia mengatakan: kalau seandainya saya tidak melaksanakannya melainkan sesungguhnya saya telah melihat Masruuq melaksanakannya , dan beliau adalah benar-benar tsiqoh , akan tetapi saya telah bertanya kepada ‘AaIsyah ? maka beliau (‘AaIsyah) menjawab : maka beliau menyebutkannya (Al- hadits Pent ).
Saya Katakan : Dan ini adalah isnad yang shohih menurut syarat 2 (dua ) Syaikh dan Abu’Awaanah namanya Al-Wadhdhooh Al- Yusykariy, dan dia adalah “Tsabtun” =
sebagaimana yang dikatakan Al-Hafidz di “ At-Taqriib”.
Dan Sungguh Syu’bah telah menyelisihinya pada matannya , maka dia meriwayatkannya dari Ibroohiim dengannya, hanya saja dia mengatakan : “… empat raka’at sebelum Dzhuhur”. Di posisi dua raka’at setelah Ashar .
Telah meriwayatkannya juga Al-Bukhoriy dan yang selainnya, dan dia di keluarkan (ditakhriij) di “ Shohiih sunan Abi Daawud” no : (1139) .
Dan yang tampak bagi saya – wallahu a’lam – bahwa kedua riwayat tersebut sama-sama terjaga dikarenakan tsiqoh dan hafalnya para perowi keduanya. Dan karena (hadits)dua raka’at tersebut memiliki banyak jalan dari ‘Aa’isyah , akan datang penyebutan sebagiannya dengan idzin Allah ta’ala.
Dan sungguh At-Thohaawiy telah mengeluarkannya di “syarh Al- Ma’aaniy “ (1/177)
Dari jalan Hilaal bin Yahya berkata : Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awaanah dengannya (hadits tsb Pent) hanya saja beliau memasukkan Masruuq diantara Muhammad bin Al- Muntasyir dan ‘Aa’Isyah .
Dan Hilaal ini dho’iif .Berkata Ibnu Hibban di “ Adh –dhu’afaa’ “ (3/88): “Beliau (Hilaal) selalu salah bersamaan dengan sedikitnya riwayatnya”.
Ya, bagi hadits Masruuq ada dasar yang shohiih dengan riwayat yang lain , maka sepertinya dia (riwayat yang shohih Pent) tercampur atas beliau dengan riwayat ini (yang dhoif Pent ), maka berkata Al-Imaam Ahmad (6/241): Telah menceritakan kepada kami Ishaaq bin Yuusuf berkata: Telah menceritakan kepada kami Musa’ar dari Amr bin Murroh dari Abi Adhu-Dhuhaa. Dari Masruuq berkata : Telah menceritakan kepadaku Ash-Shiddiqoh bintu Ash-shiddiq. Kekasih dari Habiibullaah yang disucikan: Bahwasanya Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- dahulu mengerjakan sholat dua raka’at setelah Ashar .
Dan ini juga Isnad Shohiih sesuai menurut syarat dua Syaikh , Dan sungguh mereka berdua telah mengeluarkannya dari jalan yang lain dari Masruuq bergandengan dengan Al-Aswad , dengan lafas :
(“مامن يوم يأتي على النبي صلى الله عليه وسلم إلا صلى بعد العصر ركعتين “)
Artinya : Tidak satu haripun yang datang kepada Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- melainkan beliau mengerjakan sholat 2 raka’at setelah Ashar .”
Dan dalam satu riwayat dengan lafas :
” ركعتان لم يكن رسول الله صلى الله عليه وسلم يدعهما سرا ولاعلانية : ركعتان قبل صلاة الصبح وركعتان بعد العصر ” ))
Artinya : “Dua raka’at yang Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- belum pernah meninggalkannya baik ketika tersembunyi maupun terang-terangan : 2 raka’at sebelum sholat subuh dan 2 raka’at setelah Ashar.”
Dan dia (hadits ini Pent) di keluarkan di“Al-Irwaa’(2/188-189), dan yang sebelumnya di “Shohiih Abi Daawud” (1160) .
Dan sungguh Ishaaq bin Yuusuf – dan dia adalah Al- Azroq- telah mengikuti Ja’far bin”Aun (dalam meriwayatkan hadits tersebut Pent), hanya saja beliau (Ishaaq) menyelisihi (Ja’far) dalam sanadnya, maka beliau (Ishaaq ) mengatakan : “ Dari Musa’ar dari Habiib bin Abi Tsaabit dari Abidh -Dhuhaa’ ,dengannya.
Telah mengeluarkannya (juga Pent) Ibnu Abi Syaibah (2/353) dan Abul ‘Abbaar As-Sirooj di“Musnadnya” ( ق /132/1).
Dan Ja’far bin Aun adalah “Shoduuq” (jujur )dan termasuk diantara perowi 2 orang Syaikh (Bukhoriy dan Muslim).maka kalau beliau menjaganya berarti Musa’ar dalam hal ini memiliki 2 orang syaikh /Guru , dan Jika tidak maka riwayat Al-Azroq lebih shohiih .
Ini dan sungguh Abi Syaibah telah meriwayatkan dari sekelompok salaf bahwasanya mereka dahulu mengerjakan sholat 2 raka’at ini setelah Ashar, diantara mereka adalah : Abu Burdah bin Abi Muusaa dan al-Aswad bin Yaziid dan Waa’il . beliau (Ibnu Abi Syaibah .Pent) meriwayatkan dari mereka dengan sanad yang shohiih . dan diantara mereka , Muhammad bin Al-Muntasyir dan Masruuq sebagaimana yang telah berlalu tadi.
Dan adapun (permasalahan) pemukulan ‘Umar terhadap orang-orang yang
melaksanakannya (2 raka’at ba’da Ashar tersebut Pent) maka itu adalah merupakan ijtihad beliau yang di bangun diatas bab “Saddudz dzari’ah “ ,Sebagaimana yang demikian ini dapat dirasakan /diketahui melalui 2 riwayat yang disebut kan Al-Haafidz di “ Al- Fath “ (2/65).
Salah satunya di “Mushonnaf Abdir Rozzaq” (2/431-432) , dan “Musnad Ahmad “ (4/155) dan Thabrooniy (5/260) , dan di hasankan oleh Al- Haitsamiy (2/223).
Dan yang lainnya: disisi Ahmad juga (4/102) dan Thabrooniy di “ Al-Mu’jamul Kabir” (2/58-59) dan, “Al-Aushath” (8848- dengan nomor dari saya ).
Dan saya telah menemukan riwayat yang ke tiga yang mempertegas (2 riwayat tersebut) yaitu dari riwayat Isroo’iil dari Miqdaam bin Syuraih dari Bapaknya, berkata : Saya telah bertanya kepada ‘Aa’Isyah tentang sholat Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bagaimana biasanya beliau sholat ? berkata beliau (‘Aa”Isyah) :“Biasanya beliau –shallallahu ‘alaihi wasallam- sholat dzuhur kemudian setelahnya mengerjakan sholat 2 raka’at , kemudian beliau melaksanakan sholat Ashar , kemudian setelahnya beliau sholat 2 raka’at , maka saya katakan (Bapak Syuraih Pent ) : sungguh dahulu (Umar) memukul karenanya dan melarang dari mengerjakannya (2 raka’at setelah Ashar Pent) ? maka beliau (‘AaIsyah) menjawab : Sesungguhnya ‘Umar dahulu melaksanakannya. Dan sungguh beliau telah tau bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasalam- mengerjakannya (sholat 2 raka’at tersebut Pent). Akan tetapi kaum kamu Ahluddien adalah kaum yang bodoh .yaitu mereka melaksanakan sholat dzuhur , kemudian melaksanakan sholat diantara Dzuhur dan Ashar,dan kemudian mereka sholat Ashar , kemudian sholat diantara Ashar dan Maghrib , maka ‘Umar pun memukul mereka . Dan sungguh beliau telah berbuat baik. .”
Dikeluarkan oleh Abul ‘Abbaas As-sirooj di “musnadnya” (ق /132 /1) . Saya Katakan : Dan sanadnya shohiih , dan dia adalah merupakan saksi = syaahid yang kuat bagi 2 (dua ) atsar yang di isyaratkan tadi, dan dia adalah merupakan nash yang jelas bahwa larangan Umar –radhiallahu ‘anhu- terhadap 2 raka’at tersebut bukanlah kepada dzatnya ( bukan kepada sholat itu sendiri Pent) Sebagaimana yang dianggap oleh kebanyakan orang, hanya saja larangan itu dikarenakan khawatir akan berlanjutnya sholat, Setelah 2 raka’at tersebut(hingga waktu terlarang Pent) , atau khawatir terjadi pengunduran 2 raka’at tersebut sampai waktu yang terlarang /makruuh. Yaitu ketika menguningnya matahari .dan waktu inilah yang di maksudkan dilarang sholat padanya setelah Ashar yang telah benar /shohiih didalam beberapa hadits sebagaimana yang telah berlalu penjelasannya dibawah 2 hadits yang telah lalu dengan no : (200 dan 314) .
Dan tersimpulkanlah dari apa yang telah lalu bahwa 2 raka’at setelah Ashar adalah merupakan sunnah apabila sholat Ashar dikerjakan bersamanya sebelum menguningnya matahari. Dan sesungguhnya pemukulan ‘Umar atas keduanya ( 2 raka’at tersebut Pent) hanyalah merupakan ijtihad dari beliau , yang disetujui sebagian sahabat dan diselisihi oleh yang lain ,dan yang paling terdepan diantara mereka (yang menyelisihi)adalah Ummul Mukminin-radhiallahu ‘anha- dan bagi masing-masing kelompok ada yang menyetujui , maka wajib untuk rujuk/kembali kepada sunnah dan 2 raka’at ini tetap di dalam sunnah. . dengan riwayat Ummul Mukminin, tanpa ada satu dalilpun yang menyelisihinya,kecuali hadits umum yang dikhususkan dengan hadits Ali dan Anas yang di isyaratkan kepada nomornya tadi. Dan tampaknya ini adalah madzhab Ibnu Umar juga . sungguh Al- Bukhoriy telah meriwayatkan (589) darinya (Ibnu ‘Umar) berkata : “Saya sholat sebagaimana saya melihat teman-teman saya sholat , saya tidak melarang sesorang untuk sholat di malam hari dan tidak pula disiang hari sekehendaknya, selain mereka mengerjakannya ketika terbitnya matahari dan ketika tenggelamnya .” dan ini adalah madzhab Abi Ayyub Al- Anshooriy juga. Sungguh Abdurrazzaaq telah meriwayatkannya darinya (2/433) dengan sanad yang shohiih dari Ibnu……. dari Bapaknya :
Bahwasanya Abu Ayyuub Al- Anshoriy dahulu biasa sholat 2 raka’at sesudah Ashar sebelum kekhilafan Umar . maka tatkala Umar menjadi Kholifah beliau meninggalkannya (2 raka’at tersebut ) dan tatkala Umar telah wafat beliau mengerjakannya lagi , maka di tanyakan kepada beliau : Apa ini ? maka beliau menjawab : Sesungguhnya ‘Umar memukul orang yang mengerjakannya , berkata Ibnu Thoowuus : Dan adalah bapakku tidak pernah meninggalkannya.
Dan disini kami perlu mengingatkan Ahlus Sunnah yang semangat untuk menghidupkan sunnah–sunnah dan mematikan bid’ah-bid’ah hendaklah mereka mengerjakan 2 raka’at ini, disetiap mereka melaksanakan sholat Ashar tepat pada waktu yang disyare’atkan, karena perkataan – shallallahu ‘alaihi wasalam – :“ Barang siapa yang mencontohkan di dalam Islam satu contoh yang baik …..” dan hanya dengan Allahlah taufiq tersebut . sumber http://binimam.multiply.com
November 23rd, 2012 at 6:50 pm
yg 4 rakaat sebelum dhuhur sekali salam atau 2 kali salam??