Pembagian Warisan

June 6th 2011 by Abu Muawiah |

Pembagian Warisan

Tanya:
ustadz hafidzokumulloh,ana mau nanya,ada seorang laki-laki meninggal,dan mempunyai sebidang tanah,dan meninggalkan seorang istri, seorang anak laki-laki dan dua anak perempuan, berapakah bagian masing-masing ahli waris, jazaakumulloh khoir
abu muslim [abu.muslim123@yahoo.id]

Jawab:
Istri mendapatkan 1/8 dari harta warisan karena adanya anak-anak.
Sementara 7/8 lainnya untuk anak-anaknya dengan catatan anak perempuan mendapatkan bagian 1/2 anak laki-laki. Atau dengan kata lain, anak laki-laki mendapatkan 7/16 bagian dan kedua anak perempuan juga mendapatkan 7/16 bagian. Tinggal nilai tanahnya yang dikonversi menjadi uang, lalu dihitung.

Ini tentu saja setelah ditunaikan hak dan kewajiban mayit, seperti penunaian wasiat kalau ada, pembayaran utang kalau ada, dan biaya penyelenggaraan jenazah. Wallahu a’lam.

Incoming search terms:

  • pembagian warisan ayah kepada 3 putrinya
  • suami meninggal istri kerja punya anak mendapat brp bagian
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Monday, June 6th, 2011 at 10:57 am and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan, Warisan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

27 responses about “Pembagian Warisan”

  1. fajar said:

    Apakah untuk pelaksanaan pembagian warisan ini harus di segerakan, sementara ibu masih ada atau ada waktu yang lebih di anjurkan ?

    Pembagian warisan disyariatkan untuk disegerakan kapan pemilik harta meninggal. Kapan ayah -misalnya- meninggal maka segera warisannya dibagikan, dan itu tidak ada hubungannya dengan ibu. Bahkan ibu juga berhak menerima warisan dari ayah.

  2. Abu M. Pamungkas said:

    Assalamu’alaikum Ustadz,
    Kami tujuh bersaudara (4 lk, 3 pr), ibu meninggal 2004, disusul seorang adik perempuan (punya anak 2 pr) tahun itu juga, dan ayah meninggal 2009.
    Apakah adik perempuan yang sudah meninggal itu dapat waris?
    Jazakallahu khair

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Adik perempuan hanya mendapat warisan dari ibu tapi tidak mendapat warisan dari ayah. Wallahu a’lam.

  3. fajar said:

    afwan ustad, bagaimana dengan rumah tempat tinggal ibu dan ayah, apakah juga segera di bagi ? Apabila ikut di bagi sementari ibu cuma mendapat 1/8, maka ibu tidak akan punya lagi tempat tinggal. Apakah berarti setelah pembagian sebaiknya ibu ikut ke salah satu anaknya ? Bagaimana apabila ibu enggan ikut ke anaknya, apakah rumah tersebut tetap harus di bagi ataukah di berikan ke ibu saja ?

    Bagaimanapun juga, harta warisan harus segera dibagi menurut syar’i setelah wafatnya pemilik harta. Setelah semuanya dibagi sesuai aturan Islam, anak-anaknya boleh memberikan bagiannya kepada ibunya atau saudaranya atau siapapun yang dia mau. Karena harta itu sudah menjadi miliknya dan dia berhak memberikan kepada siapapun juga, apalagi itu adalah ibunya sendiri.

  4. nana said:

    maaf tazd sy mau nanya,pa bila ayah kami meninggal anak2nya perempuan 3,apakah betul sodara ayah kami juga dapatkannya,trus pembagiannya berapa2?,makasih

    Apakah sudah tidak ada ahli waris yang lain? ayah dari ayah (kakek) atau cucu ayah, misalnya? Kalau ada tolong disebutkan beserta jumlahnya, serta disebutkan juga saudara ayah ini lelaki atau perempuan, dan berapa jumlahnya.

  5. Wawan said:

    Assalamu’alaikum ustad, istri saya 8 bersaudara (3 laki, 5 perempuan) dan ibu masih ada, ayah 5 bulan yang lalu meninggal. saya mau tanya bolehkah harta warisan di tunda untuk di bagikan, mengingat ibu masih ada dan almarhum ayah dulunya semasa hidup sangat senang tinggal di rumah itu (di beli karna jerih payahnya), istri dan 7 saudaranya belum mau untuk menjual atau membagikan harta warisan tersebut mengingat ibunya masih ada, sedangkan anak laki-laki yang terkecil menuntut pembagian warisan karna terhimpit utang. Terimakasih.

    Waalaikumussalam.
    Lebih utama jika warisan disegerakan dibagi setelah pemilik harta meninggal dengan alasan:
    1. Itu akan lebih menyelesaikan urusan si mayit para perkara yang berhubungan dengan hartanya di dunia.
    2. Lebih menunaikan hak-hak dari ahli waris. Karena harta itu adalah hak ahli waris dan mereka berhak mendapatkannya.

  6. Brian K said:

    assalamualaikum, ustadz
    saya mau menanyakan, untuk kasus yang pertama, dimana seorang laki-laki meninggal dunia (ayah), serta meninggalkan seorang istri, seorang anak laki-laki, dan dua anak perempuan. Apakah sama perhitungannya jika saudara laki-laki ayah (paman kami) masih hidup?

    mohon dijawab ustadz,terima kasih banyak

    Waalaikumussalam.
    Ya, perhitungannya tetap sama, yaitu istri mendapat 1/8 harta, kemudian sisanya dibagi ke anak-anaknya dengan ketentuan anak wanita mendapatkan 1/2 bagian anak lelaki.
    Adanya paman tidak mempengaruhi perhitungan, karena paman mahjub (terhalangi mendapat warisan) dengan adanya anak laki-laki.

  7. tetty said:

    Assalamu’alaikum ustadz,pertanyaan saya:
    (1)apabila harta warisan baru dibagikan setelah kedua orang tua meninggal, apakah perhitungannya tetap dimulai dari ayah(yang wafat terlebih dulu)dimana 1/8 bagian ibu/istri hrs disisihkan terlebih dahulu lalu bagian anak2nya yang waktu itu masih hidup, dan baru bagian ibu dibagikan kepada para ahli waris yang masih hidup (tersisa)?
    (2)apakah Islam membenarkan adanya pemisahan harta di dalam suatu ikatan pernikahan?
    Mohon penjelasan ustadz, terima kasih.

    Waalaikumussalam.
    1. Ya, seperti itu.
    2. Ya dibenarkan, kalau memang si istri mempunyai harta sendiri.

  8. umar said:

    Assalamu’alaikum,

    Saya mau tanya bagaimana cara pembagian warisan seorang suami yg tidak memiliki anak, apakah hartanya diberikan seluruhnya kepada istri atau gimana? mohon penjelasannya, terima kasih,,

    Waalaikumussalam.
    Apa tidak ada ahli waris lain seperti: Kedua orang tua suami dan saudara kandung suami?

  9. sofie said:

    assalamualaikum ustadz,saya mau tanya mengenai pembagian warisan.. ayah saya sdh meninggal sejak th 2008,ibu saya masih ada dan saya anak perempuan tunggal menikah 1 anak. baru baru ini kami telah menjual rumah peninggalan ayah saya dan ibu saya berniat utk membelikan rumah baru lagi,berhubung msh mempunyai ibu,saya tdk meminta hak saya atas penjualan rmh tsb,semua saya serahkan ke ibu krn tetap nantinya saya bersama sama ibu tinggal satu rumah. yang saya mau tanyakan apakah benar cara saya seperti itu?dan apakah saudara kandung ayah berhak juga atas warisan penjualan rumah tsb.kalau iya,bagaimanakah perhitungannya?

    Waalaikumussalam.
    Ya, saudara kandung ayah berhak mendapatkan bagian warisan. Perhitungannya tergantung berapa saudara ayah dan jenis kelaminnya.
    Pada semua harta peninggalan ayah baik uang maupun barang, anda semua (istrinya, anaknya, dan saudaranya) mempunyuai hak di situ, jadi sepatutnya langsung dibagikan setelah ayah meninggal. Jika setelah dibagikan, anda mau memberikan bagian anda kepada ibu maka itu sudah tidak bermasalah, tapi yang jelas harus dibagi terlebih dahulu.

  10. sofie said:

    assalamualaikum pak ustadz,menyambung pertanyaan saya diatas tadi.. ada 1 saudara kandung laki2 yg msh ada dan 3 saudara kandung perempuan. ibu saya msh ada dan saya anak perempuan tunggal. bagaimana perhitungannya pak ustadz?rumah saya terjual sebesar 280juta.

    Waalaikumussalam.
    Jangan disambung. Digabungkan pertanyaannya, biar mudah langsung bisa dijawab tanpa perlu lihat yang pertanyaan yang lalu.

  11. Anin said:

    Assalamu’alaikum Ustadz yang dirahmati Allah SWT. Saya mau tny, Apakah sodara sebapak mendapat warisan, sedangkan seluruh harta warisan dari almarhumah Ibu saja?
    jazakallahu khoiron katsiron

    Waalaikumussalam.
    Saya tidak paham maksud pertanyaannya.

  12. din said:

    Bismillahir rohmanir rohim.
    Assalamuallaikum..Wr.Wb.
    Pak Ustadz..saya mau bertanya…
    seorang nenek mempunyai seorang anak laki-laki, setelah dewasa mendapatkan jodoh seorang istri hingga mempunyai anak 1 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. dan akhirnya anak dari nenek itu meninggal dunia, yang ingin saya tanyakan bagaiman menurut Al Qur’an dan Hadis ? apakah seorang nenek tadi mendapatkan hak waris dari harta yang ditinggalkan anak laki-lakinya itu yang meninggalkan istri, 1 orang anak laki-laki dan 3 orang anak perempuan ?

    Waalaikumussalam.
    Ya dia tetap dapat karena dia adalah ibu dari pemilik harta.
    Ibu mendapat 1/6 harta.
    Istri mendapat 1/8 harta.
    Sisanya dibagi untuk keempat anaknya dengan ketentuan, laki-laki mendapat bagian dua kali lipat dari bagian anak perempuan.

  13. Anin said:

    Assalamu’alaikum Ustadz yang dirahmati Allah SWT. Saya mau tny, apabila seorang istri meninggal dg meninggalkan seorang suami dan 2org anak perempuan. kemudian suaminya menikah lg dan mempunyai seorang anak. apakah anak dari pernikahan yg kedua mendapat warisan dari almh istri yg pertama, sedangkan selama menikah dg istri pertama tdk ada percampuran harta diantara keduanya?

    Waalaikumussalam.
    Tidak dapat. Harta istri pertama hanya diwarisi oleh suami dan kedua anak perempuan kandungnya.

  14. Nita said:

    Assalamu’alaikum ustadz,

    Kedua orangtua kami sudah meninggal 25 th lalu. Rumah warisan masih belum dijual/dibagi karena satu dari 6 anak-anaknya tidak setuju rumah tersebut dijual.
    Bagaimana sebaiknya tindakan kami?
    Apa harus menyelesaikannya melalui pengadilan?
    Kami khawatir mudharatnya di kemudian hari akan terjadi perebutan harta tersebut di antara anak-cucu-buyut, dst.
    Atas tanggapannya kami ucapkan terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Sebaiknya rumah itu ditaksir harganya lalu dihitung pembagiannya untuk semua ahli waris. Setelah semua emngetahui haknya, maka mereka semua boleh menghibahkan rumah tersebut untuk tujuan yang mereka sepakati. Hal ini juga insya Allah bisa mencegah perebutan anak cucunya, karena ayah-ayah mereka sudah setujua menghibahkan bagiannya masing-masing.

  15. putra said:

    assalamualaikum pak ustadz, sy mau menanyakan pembagian harta warisan ayah berupa sebidang tanah. Ibu saya masih ada dan mempunyai 2 anak laki2 dan 2 anak perempuan. Kedua orang tua ayah sudah meninggal dan ada 4 saudara perempuan ayah yang masih hidup. Apakah saudara2 perempuan ayah mendapatkan hak waris dan jika berhak bagaimana jg perhitungan pembagian menurut al’quran dan hadist untuk saudara perempuan ayah. Terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Saudara perempuan ayah tidak dapat warisan. Yang dapat hanya istri dan anak-anaknya dengan rincian:
    Istri mendapat 1/8
    Sementara 7/8 sisanya dibagi ke semua anak-anaknya dengan ketentuan anak lelaki mendapat bagian 2 kali daripada bagian anak perempuan.

  16. erwin said:

    assalamualaikum pak ustadz,saya mau nanya masalah bagi waris, bahwa sejak bpk kami meninggal tahun 1990 tidak dilakukan bagi waris mengingat ibu masih ada, namun saat ini ibu juga meninggal tahun 2012, kapan waktu yang tepat untuk bagi waris, anak almarhum 2 laki-laki dan 3 perempuan, apakah boleh dibagi rata? sekian pertanyaan ini, terimaksih atas jawabannya, wassalam.

    Waalaikumussalam.
    Seharusnya harta ayah dibagikan segera setelah beliau meninggal, tanpa perlu menunggu ibu meninggal.
    Kalau tidak ada ahli waris yang lain maka:
    Harta ayah dibagi dulu:
    Ibu mendapatkan 1/8 bagian.
    Dan sisanya 7/8 dibagi untuk anak-anaknya, dengan aturan laki-laki mendapatkan bagian dua kali lebih banyak dari anak wanita.
    Setelah itu, baru harta peninggalan ibu dibagi:
    Ketiga anak wanita mendapat 3/7 sebagai ashabah bi ghairih.
    Dan kedua anak lelaki mendapatkan 4/7 sisanya sebagai ashabah bin nafs.
    Yang jelas, harta warisan tidak boleh dibagi rata antara anak lelaki dan wanita, karena Allah telah membedakan mereka.

  17. muhdi kurnis said:

    usad saya mau menanyakan pembagian waris 5 anak perempuan, kakak bapak dan ibu

    Harapnya soalnya diperjelas. Yang dimaksud itu kakak bapak (paman/bibi), atau kakak, bapak, dan ibu.
    Kakak ini lelaki atau wanita. Yang meninggal ini suami atau istri?

  18. faiz said:

    ass.wr.wb

    tanya ustad,

    saudara saya (laki – laki) telah meninggal dengan meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki yang masih berusia 8 tahun.
    bagaimana pembagian warisnya?
    bagaimana bila istri saudara saya menikah lagi, bagaimana perhitungan warisnya ?

    Istrinya mendapatkan bagian 1/8 harta.
    Sisanya yang 7/8, semuanya untuk anak lelakinya.
    Ini tidak mempengaruhi, apakah istrinya menikah lagi setelah itu atau tidak.

  19. nisa said:

    Assalamu’alaikum, saya mau bertanya.. ayah saya meninggal, beliau meninggalkan seorang istri (ibu saya) dan 2 org anak perempuan, bagaimana pembagian warisnya? selain itu ibu dari ayah (nenek saya), 1 sodara laki2 ayah, dan 2 sodara perempuan ayah juga masih ada, apa mereka mendapat bagian?
    jazakumullah khairan

    Waalaikumussalam.
    Istri mendapatkan 1/8 karena mempunyai anak.
    Ibu mendapatkan 1/6 bagian
    Kedua putrinya mendapatkan 2/3 bagian (untuk berdua)
    Dan sisanya untuk saudara dan saudari ayahnya, dengan catatan yang lelaki mendapatkan dua kali lipat dari wanita.

  20. putra said:

    assalamualaikum pak ustad

    apakah diperbolehkan rumah warisan dijual dan hasil penjualan dibagi rata anatara anak laki-laki dan perempuan, mengingat ada saudara permpuan yang belum memiliki rumah

    terima kasih atas jawabannya

    wassalamualaikum wr wb

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh membagi rata warisan antara anak lelaki dengan wanita. Aturan Islamnya, laki-laki mendapatkan bagian 2 kali lipat dari anak perempuan. Jika semuanya sudah dibagi sesuai aturan Islam, tidak mengapa saudara2nya menyerahkan sebagian bagiannya untuk saudaranya yang belum mempunyai rumah. Yang jelas harus dibagi dulu sesuai aturan Islam.

  21. aditiajaya said:

    Ass,wwb. pak ustazd, bapak saya menikah 3 kali. Pernikahan pertama ada 2 orang anak, pernikahan kedua 1 orang anak, pernikahan ketiga 1 orang anak
    tetapi hasil diluar nikah. Saat ini bapak saya sudah meninggal dan mempunyai harta warisan yaitu rumah dari hasil pembagian warisan dari kakek kepada bapak saya.
    Pertanyaannya :
    1.Apakah harus disegerakan pembagian waris walaupun ada salah satu anak belum menikah dan masih menempati rumah tsb?
    2.Apakah bisa diperhitungkan dalam pembagian waris jika anak sebelum bapak meninggal memberi bantuan misalnya menanggung biaya memperbaiki rumah, biaya rumah sakit bapak sebelum meninggal?
    3.Apakah anak diluar nikah berhak atas waris?
    Sekian terima kasih.

    1. Ya, harus disegerakan secepat mungkin, agar urusannya di dunia selesai secara sempurna.
    2. Saya tidak paham maksudnya ‘diperhitungkan’.
    3. Anak di luar nikah bukanlah anaknya secara syar’i, karenanya dia tidak berhak menerima warisan.

  22. aditiajaya said:

    Ass,wwb.pak ustad
    Apakah seorang anak berbeda agama (kristen) berhak atas harta warisan orang tua kami yang muslim.
    Terima kasih.

    Tidak boleh. Orang yang berbeda agama tidak boleh saling mewarisi di dalam Islam. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
    لا يرث المسلم الكافر ولا الكافر المسلم
    “Tidak boleh seorang muslim mewarisi harta orang kafir, dan tidak boleh juga seorang kafir mewarisi harta orang muslim.” (HR. Al-Bukhari)

  23. Meidia said:

    Assalamualaikum Wr Wb pak ustadz,
    Kami tiga bersaudara perempuan semua. Ibu meninggal tahun 1984, ayah meninggal tahun 2012. Ayah tidak menikah lagi. Ayah meninggalkan warisan berupa rumah, yang masih kami tempati yaitu saya dan kakak kedua. Kakak sulung sudah menikah dan tinggal terpisah. Ayah memiliki tiga saudara perempuan yang masih hidup, seorang di antaranya beragama Kristen. Sedangkan ibu memiliki enam saudara kandung yang masih hidup, tiga laki-laki dan tiga perempuan. Pertanyaannya adalah:
    1. Bagaimana pembagian harta warisan?
    2. Jika kami bertiga sepakat tidak menjual rumah warisan, apakah kami wajib memberi uang yang menjadi hak bagian saudara kandung bapak dan ibu?
    Terima kasih atas jawaban pak ustadz. Wasalam Wr Wb

    Waalaikumussalam.
    Soalnya belum lengkap.
    Harta siapa yang mau dibagi?
    Anda bertiga -maaf- berjenis kelamin apa?

  24. Fania said:

    Ass. wr. wb.Pak Ustad,

    Paman saya memiliki seorang istri yang telah meninggal dunia. Dalam pernikahan mereka, mereka tidak dikaruniai anak. Istri paman saya memiliki 2 saudara perempuan kandung dan 3 saudara laki-laki kandung.

    Atas meninggalnya istri paman saya, bagaimana pembagian harta gono-gini dari pernikahan mereka?

    Terima kasih.

    Tidak ada pembagian harta gono gini. Harta istrinya dibagikan sebagai warisan.

  25. Meidia said:

    Assalamu’alaikum, Pak Ustad,
    Menyambung pertanyaan sebelumnya, ayah kami meninggal thn 2012. Almarhumah ibu sdh terlebih dahulu wafat thn 1984. Selama itu, ayah tdk menikah lagi. Anak beliau 3 orang perempuan, satu orang sdh menikah. Ayah meninggalkan warisan rumah (harta ayah), yg msh ditempati oleh kami (kedua putrinya). Org tua dari ayah (kakek nenek) sdh meninggal. Ayah punya 2 saudara kandung perempuan, yang msh hidup. Pertanyaannya:
    Bagaimana cara pembagian warisan peninggalan ayah?
    Terima kasih atas penjelasan ustadz. Wassalam

    Waalaikumussalam.
    Harta ayah semuanya dibagi untuk ke3 putrinya dan ke2 saudarinya:
    Kedua saudarinya mendapatkan 1/3 bagian dari harta.
    Dan sisanya 2/3 bagian diserahkan kepada ketiga putrinya, termasuk yg sudah menikah.

  26. Reidy said:

    Assalamu’alaikum ustadz,

    Ibu isteri saya baru meninggal sehingga sekarang ia yatim piatu. Isteri saya 10 bersaudara tdd. 2 laki2 & 8 perempuan. Ada wacana dalam keluarga untuk tidak menjual rumah warisan orangtua dan menjadikannya sebagai rumah kos atau dikontrakkan. Namun ada juga yg menyarankan untuk segera dijual & secepatnya dibagi sesuai kaidah syar’i.

    1) Apakah memang sesuai syariat bahwa jika orangtua meninggal, hartanya wajib segera dibagi ? Dalam hal ini apakah rumah tsb. WAJIB SEGERA DIJUAL untuk kemudian hasilnya dibagi2 ?

    2) Apakah dibolehkan syariat jika rumah tsb. tidak langsung dijual dan dibagi2, tetapi difungsikan sebagai rumah kos atau dikontrakkan, dimana hasil sewanyalah yg dibagi2 ?

    3) Untuk pertanyaan 1) & 2), berapa besar bagian masing2 anak ?

    4) Bagaimana jika ada salah satu saudara kandung isteri saya yg mau membeli rumah tsb.? Apa dibolehkan secara syar’i ?

    5) Apakah dibolehkan dalam syariat, jika ada adik yg dianggap belum dapat bertanggungjawab (walaupun sudah baligh) terhadap keuangannya maka bagian warisannya/uangnya dikontrol oleh salah satu kakaknya. Misalnya dimasukkan ke rekening kakaknya, dan jika ia butuh, pemberiannya harus sepertujuan kakaknya tsb. ?

    Demkian, mohon dapat disertakan dalil2 thd jawabannya, ustadz.
    Jazakallahu khair.

    Waalaikumussalam.
    1. Iya, harta warisan harus segera dibagikan kepemilikannya, walaupun itu bukan berarti harus menjualnya. Jadi yang dibagi hanya hak kepemilikannya saja.
    2. Hasil dari kontrakan itu dibagikan kpd semua ahli waris, yang besar kecilnya disesuaikan dgn jumlah kepemilikan setiap orang pada rumah tersebut.
    3. Setiap anak mendapatkan bagian dengan aturan, anak lelaki mendapatkan dua kali lebih banyak dr anak wanita. Jadi: Ke-8 anak wanita mendapatkan 8/12 bagian, dan sisanya berupa 4/12 dibagi dua untuk kedua anak lelaki.
    4. Boleh, dia serahkan pembayarannya kpd semua saudaranya, sesuai dgn hak kepemilikan mereka masing-masing.
    5. Boleh, bahkan demikianlah seharusnya.

  27. fania said:

    ass wr. wb.
    Ustaz, mohon penjelasannya. Apakah harta warisan itu? apakah harta gono gini juga termasuk yang dinamakan harta warisan?
    Misalkan seorang istri yang tidak bekerja meninggal dunia tanpa anak. Memiliki seorang suami yang selama ini menjadi pencari nafkah keluarga, 3 saudara laki laki dan 2 saudara perempuan. Bagaimanakah pembagian warisannya, dan harta yang diwariskan apa saja, apakah harta gono gini termasuk? tks

    Yang dibagikan sbg warisan hanya harta milik istri saja. Jadi jika istri tidak bekerja sehingga dia tidak mempunyai harta kecuali yg diberikan suaminya, maka berarti tidak ada harta warisa yg dibagikan.