Pembagian Warisan Ayah Saat Ibu Meninggal

June 10th 2011 by Abu Muawiah |

Pembagian Warisan Ayah Saat Ibu Meninggal

Tanya:
Ibunda sy beberapa bulan yg lalu dipanggil oleh Allah SWT setelah dicoba olehNya dengan penyakit selama lebih kurang 6 bulan. Maninggalkan seorang suami (ayah kami) dan kami anak2nya ada 5 bersaudara, satu diantaranya perempuan, semuanya alhamdulillah sudah mandiri dan berkeluarga. Setelah lewat sebulan ibunda wafat, ayahanda sy menikah lagi dengan seorang janda beranak tiga (semoga Allah memberkahi mrk). selama bersama almarhumah ibunda, ayah telah dikarunia harta yg lumayan banyak. Cuman ayah yg bekerja memang sementara ibu hanya berperan sebagai IRT. Pertanyaan saya, apakah setelah wafatnya ibunda sy, harta milik org tua sy tersebut sdh harus dibagikan sesuai dengan ketentuan faraid, atau tidak bisa dibagikan selama ayah sy masih hidup?
Erza Chaldun [anaxaiak@hotmail.com]

Jawab:
Harta yang boleh dibagikan hanyalah harta yang murni milik ibu. Adapun jika ibu hanya berperan sebagai ibu rumah tangga dan tidak mempunyai penghasilan sehingga tidak mempunyai harta, maka tidak ada harta yang harus dibagikan.
Adapun harta ayah yang merupakan hasil pekerjaannya, maka dia nanti dibagikan setelah ayah meninggal. Dimana pembagiannya akan dibagi bersama istri keduanya beserta semua anak-anaknya (dari istri pertama). Adapun anak tirinya maka tidak mendapat warisan, karena bukan darah dagingnya. Wallahu a’lam.

Incoming search terms:

  • pembagian harta warisan ayah ketika ibu sudah meninggal
  • pembagian warisan ibu ketika ayah masih hidup
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, June 10th, 2011 at 11:00 am and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan, Warisan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

2 responses about “Pembagian Warisan Ayah Saat Ibu Meninggal”

  1. Marin said:

    Kalau boleh tau ustad.
    Gimanakah cara pembagiannya, apakah 1/8 juga sama seperti ibu kandung dari anak2 istri pertama. sementara harta tsb adanya sblm pada masa istri kedua. Mhn penjelasannya.
    Wassallamualaikum wr. wb.

    Waalaikumussalam
    Kami tidak paham maksud pertanyaannya. Yang meninggal di sini adalah istri, bukan suami.

  2. hj amatillah said:

    Assalamualaikun ustad Abu Muawiah
    Subhanallah hal yg ditanyakan mirip dg keadaan kamibersaudara, ibunda wafat 16 th yll,dan ada yang ingin ayah segera membagi hartanya malah ada subhad(dan ini menurut pendapat seorang ustad juga) seharusnya harga udah dibagi dari dulu sebagai harta gonogini atau apalah untuk menghindari perebutan. Apakah ustad tinggal di jakarta? kalau boleh konsultasi tatapmuka langsung dengan ustad dmn alamat ustad atau kl bisa ustad rekomendasikan dimana ustad yang ahlussunnah yang bisa kami datangidi jakarta untuk menjawab subhad ini. dmkn Jazakullahu khair

    Silakan telpon ke ust. Riski di no. 0815 250 250 5, untuk bertanya tentang masalah warisan.