Pelaku Riya` Penghuni Pertama Neraka
November 22nd 2010 by Abu Muawiah | Kirim via Email
16 Dzulhijjah
Pelaku Riya` Penghuni Pertama Neraka
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لِأَنْ يُقَالَ جَرِيءٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ عَالِمٌ وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلَّا أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ
“Sesungguhnya manusia yang pertama kali dihisap pada hari Kiamat ialah seseorang yang mati syahid, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan sehingga ia mengetahuinya dengan jelas, lantas Dia bertanya: ‘Apa yang telah kamu lakukan di dunia wahai hamba-Ku? Dia menjawab: ‘Saya berjuang dan berperang demi Engkau ya Allah sehingga saya mati syahid.’ Allah berfirman: ‘Dusta kamu, sebenarnya kamu berperang bukan karena untuk-Ku, melainkan agar kamu disebut sebagai orang yang berani. Kini kamu telah menyandang gelar tersebut.’ Kemudian diperintahkan kepadanya supaya dicampakkan dan dilemparkan ke dalam neraka. Dan didatangkan pula seseorang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan sehingga ia mengetahuinya dengan jelas, Allah bertanya: ‘Apa yang telah kamu perbuat? ‘ Dia menjawab, ‘Saya telah belajar ilmu dan mengajarkannya, saya juga membaca Al Qur’an demi Engkau.’ Allah berfirman: ‘Kamu dusta, akan tetapi kamu belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al Qur’an agar dikatakan seorang yang mahir dalam membaca, dan kini kamu telah dikatakan seperti itu, kemudian diperintahkan kepadanya supaya dia dicampakkan dan dilemparkan ke dalam neraka. Dan seorang laki-laki yang di beri keluasan rizki oleh Allah, kemudian dia menginfakkan hartanya semua, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan sehingga ia mengetahuinya dengan jelas.’ Allah bertanya: ‘Apa yang telah kamu perbuat dengannya?’ dia menjawab, ‘Saya tidak meninggalkannya sedikit pun melainkan saya infakkan harta benda tersebut di jalan yang Engkau ridlai.” Allah berfirman: ‘Dusta kamu, akan tetapi kamu melakukan hal itu supaya kamu dikatakan seorang yang dermawan, dan kini kamu telah dikatakan seperti itu.’ Kemudian diperintahkan kepadanya supaya dia dicampakkan dan dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 1905)
Penjelasan ringkas:
Orang yang pertama kali dibakar di dalam neraka dari kalangan para muwahhidin pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid, orang yang berilmu, dan orang yang dermawan. Hal itu dikarenakan bersamaan dengan banyak dan besarnya ibadah mereka secara zhahir, akan tetapi mereka tidak mengikhlaskan semua ibadah mereka tersebut hanya untuk Allah Ta’ala, tapi mereka justru menghendaki dengan semua ibadah mereka untuk mendapatkan pujian di dunia. Karenanya Allah Ta’ala memberikan kepada mereka apa yang mereka inginkan dari dunia ini, akan tetapi sebagai balasannya Dia menyiksa mereka di akhirat sebagai balasan atas kesyirikan yang mereka perbuat dalam ibadah mereka. Ini menunjukkan bahwasanya pelaku syirik kecil akan terlebih dahulu merasakan panasnya api neraka sebelum pelaku kesyirikan besar dari kalangan para penyembah berhala, na’udzu billahi min dzalik.
Related posts:
This entry was posted on Monday, November 22nd, 2010 at 8:16 pm and is filed under Aqidah, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.








August 10th, 2011 at 11:12 pm
Afwn Ust,,
1. Apakah sekedar menyampaikan kpd org lain keinginan utk brbuat suatu kebaikan itu sdh trmasuk riya’?
2. Apakah amalan yg trkontaminasi dg riya’ pd awalnya,msh bisa dperbaiki di tengah amal tsb msh berlangsung?atau sudah otomatis hangus pahalanya meski ada upaya memperbaiki niat?jazakallohkhoiir.
August 15th, 2011 at 4:23 am
Afwn Ust,,misalnya,ktk seseorang hendak belajar ilmu syar’i,awalnya niatny msh tercampuri riya’,tp seiring berjalannya wktu dia semakin meluruskn niatnya?jazakallohkhoiir.
August 15th, 2011 at 2:54 pm
Ust,mhn djelaskan tentang tanda2/indikator2 bhwa riya’ itu telah merasuk ke dlm amalan yg qt lakukan?jazakallohkhoiir.