Rukun Jual Beli

June 10th 2015 by Abu Muawiah |

Rukun Jual Beli

D.    Rukun Jual Beli
Jual beli mempunyai 3 rukun:
1.    Pelaku transaksi, yaitu penjual dan pembeli.
2.    Obyek transaksi, yaitu uang dan barang.
3.    Akad transaksi, yaitu segala tindakan yang dilakukan oleh kedua belah pihak, yang menunjukkan mereka sedang melakukan transaksi, baik tindakan tersebut berbentuk ucapan maupun perbuatan.

Akad transaksi ada dua bentuk:
1.    Akad dengan ucapan, yang dinamakan juga ijab-kabul.
Ijab artinya ucapan yang diucapkan terlebih dahulu.
Contoh:
Penjual berkata: “Baju ini saya jual dengan harga Rp. 10.000,-“.
Kabul artinya ucapan yang diucapkan kemudian.
Contoh:
Pembeli mengatakan: “Barang saya terima”.

2.     Akad dengan perbuatan, yang dinamakan juga dengan mu’athah.
Contoh:
Pembeli memberikan uang Rp. 10.000,- kepada penjual, kemudian dia mengambil barang yang senilai dengan itu tanpa adanya ucapan ijab kabul dari kedua belah pihak.

Category: Ekonomi Islam | Comments Off on Rukun Jual Beli

Nasihat Syaikh Abdurrahman al-Mu’allimi Tentang Hakikat Hawa Nafsu

June 3rd 2015 by Abu Muawiah |

Nasihat Syaikh Abdurrahman al-Mu’allimi
Tentang Hakikat Hawa Nafsu

Seorang muslim haruslah berfikir dan mengintrospeksi diri terhadap hawa nafsunya. Misalkan sampai berita kepadamu bahwa seseorang telah mencaci maki Rasulullah Shallalluhu ‘Alaihi Wa Sallam, kemudian orang lain lagi mencaci maki Nabi Daud alahissalam, sedangkan orang yang ketiga mencaci maki Umar radhiyallahu ‘unhu atau Ali radhiyallahu ’anhu, dan orang yang keempat mencaci maki gurumu, adapun orang yang kelima mencaci maki guru orang lain.

Apakah kemarahan dan usahamu untuk memberikan hukuman dan pelajaran kepada mereka sesuai dengan ketentuan syari’at? Yaitu kemarahanmu kepada orang pertama dan kedua hampir sama, tetapi jika dibandingkan kepada yang lainnya harus lebih keras. Kemarahanmu kepada orang ketiga lebih lunak dari yang awal, akan tetapi harus lebih keras dari yang sesudahnya. Kemarahanmu kepada orang yang keempat dan kelima hampir sama, akan tetapi jauh lebih lunak dibandingkan dengan yang lainnya?

Misalkan pula engkau membaca sebuah ayat, maka nampak bagimu bahwa pemahaman dari ayat tersebut sesuai dengan ucapan Imammu, kemudian engkau membaca ayat yang lain dan nampak olehmu dari ayat tersebut, suatu pemahaman yang menyalahi ucapan lainnya dari Imammu tersebut. Apakah penilaianmu mengenai keduanya sama? Yaitu engkau tidak peduli untuk mencari kejelasan dari dua ayat tersebut dengan mengkajinya secara seksama agar menjadi jelas benar atau tidaknya pemahamanmu tadi dengan Cara membaca sepintas?
Misalkan engkau mendapatkan dua hadits di mana engkau tidak mengetahui shahih atau dhaifnya, yang satu sesuai dengan pendapat imammu, yang satu lagi menyalahinya, apakah pandanganmu terhadap dua hadits itu sama (dengan imammu), tanpa engkau peduli (untuk mengetahui secara ilmiah) apakah kedua hadits tersebut shahih atau dhaif. Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab | Comments Off on Nasihat Syaikh Abdurrahman al-Mu’allimi Tentang Hakikat Hawa Nafsu

Tafsir, Takwil, dan Tarjamah al-Qur`an

May 27th 2015 by Abu Muawiah |

Tafsir, Takwil, dan Tarjamah al-Qur`an

Disiplin ilmu tafsir termasuk di antara disiplin ilmu yang paling mulia, karena ia berkaitan langsung dengan al-Qur`an al-Karim, kitab yang diturunkan kepada penutup para nabi dan yang menghapuskan hukum semua kitab suci sebelumnya. Karenanya tidak salah jika dikatakan bahwa awal mula munculnya ilmu tafsir adalah bersamaan dengan turunnya al-Qur`an.

Sudah diketahui bersama bahwa al-Qur`an itu diturunkan dalam bahasa Arab dan kandungannya merupakan syariat Allah. Hanya saja, syariat yang tersebut dalam al-Qur`an masih bersifat umum dan global. Karena itulah al-Qur`an membutuhkan penjelasan, penjabaran, dan penerangan, agar syariat yang terdapat di dalamnya bisa diterapkan dan maksud Allah dari menetapkan suatu syariat bisa diketahui. Dahulu pada zaman Nabi r, para sahabat sendiri terkadang tidak memahami kata-kata tertentu dalam al-Qur`an, sehingga mereka menanyakan tafsirnya kepada Nabi r. Padahal pada waktu itu bahasa Arab mereka masih murni dan terjaga dari pengaruh bahasa lain, bahkan pada masa itu, bahasa Arab berada pada puncak keemasannya. Kenyataan ini menunjukkan bahwa generasi setelah mereka jauh lebih membutuhkan penjelasan dan tafsir al-Qur`an. Ada beberapa riwayat yang menjelaskan akan adanya sebagian sahabat yang memiliki spesialisasi dalam ilmu tafsir. Semisal sabda Nabi r kepada Ibnu Abbas t:

اللهم فقهه في الدين وعلمه التأويل

“Ya Allah, berilah pemahaman agama yang benar kepadanya dan ajarilah dia ilmu takwil,” yakni ilmu tafsir.

Al-Qur`an adalah mukjizat abadi dan merupakan pedoman kehidupan manusia sepanjang masa, karena itulah kebutuhan akan ilmu tafsir tidak akan pernah berhenti. Bagaimanapun luasnya pengetahuan seseorang mengenai ilmu ini dan betapapun banyaknya ayat dan kejadian dalam al-Qur`an yang telah dia telusuri dan pelajari, tetap saja dia masih membutuhkan tafsir yang lain. Read the rest of this entry »

Category: Download, Ilmu al-Qur`an | Comments Off on Tafsir, Takwil, dan Tarjamah al-Qur`an

Download Kamus Bahasa Arab Offline

May 22nd 2015 by Abu Muawiah |

Download Kamus Bahasa Arab Offline

Bagi teman-teman yang membutuhkan kamus Arab-Indonesia (bukan Indonesia-Arab) versi offline, ini ada aplikasi yang insyaallah sangat bermanfaat buat penerjemahan Arab ke Indonesia. Sebenarnya saya peribadi sudah lama menggunakan aplikasi ini, hanya saja baru bisa berbagi sekarang.

Kekurangan kamus ini, hanya bisa menerjemahkan satu kata. Namun kelebihannya, selain menampilkan terjemahan kata yang dicari, kamus ini juga akan menampilkan kata atau bahkan kalimat yang berkenaan dengan kata yang dicari, baik yang merupakan derivasi dari kata tersebut maupun selainnya.  Kamus ini juga menyediakan hapalan kosa kata yang penting untuk dihafalkan.

Selengkapnya, silakan download sendiri melalui situs resminya: Download Kamus Bahsa Arab v3.0

Category: Download | Comments Off on Download Kamus Bahasa Arab Offline

Bentuk-bentuk Jual Beli

May 15th 2015 by Abu Muawiah |

Bentuk-bentuk Jual Beli

C.    Bentuk-Bentuk Jual Beli.
Transaksi jual beli bisa dibagi menjadi beberapa bentuk, berdasarkan beberapa sudut tinjauan. Berikut uraiannya:
1.    Berdasarkan jenis obyek transaksi, jual beli terbagi menjadi:
a.    Jual beli uang dengan barang. Asal konotasi jual beli merujuk kepada bentuk ini.
Contoh:
Membeli mobil dengan mata uang rupiah.
b.    Jual beli barang dengan barang. Dikenal juga dengan istilah muqayadhah (barter).
Contoh:
Barter buku dengan jam tangan.
c.    Jual beli uang dengan uang. Dikenal juga dengan istilah sharf (transaksi mata uang).
Contoh:
Transaksi mata uang rupiah dengan riyal.

2.    Berdasarkan waktu serah-terimanya, jual beli terbagi menjadi 4 bentuk:
a.    Barang dan uang keduanya diserahkan secara tunai. Ini merupakan bentuk asal jual beli.
b.    Pembayaran dilunasi di muka, sementara barangnya menyusul belakangan pada waktu yang telah disepakati. Jual beli ini dinamakan dengan istilah salam.
c.    Barang diserahkan di muka, sementara pembayarannya menyusul. Jual beli ini disebut juga dengan istilah bai’ ajal.
Contoh:
Membeli barang dengan menggunakan kartu kredit.
d.    Baik uang dan barangnya, keduanya tidak tunai (diserahkan belakangan). Disebut juga dengan istilah bai’ dain bi dain (jual beli hutang dengan hutang). Read the rest of this entry »

Category: Ekonomi Islam | Comments Off on Bentuk-bentuk Jual Beli

Download Lembaran Hafalan al-Qur`an

May 8th 2015 by Abu Muawiah |

Download Lembaran Hafalan al-Qur`an

Bagi anda yang memiliki banyak waktu luang dan berniat untuk menghafal al-Qur`an, atau anda sementara menjalankan program menghafal al-Qur`an, berikut lembaran setoran hafalan al-Qur`an 30 juz. Target yang ditentukan dalam lembaran setoran ini adalah khatam al-Qur`an 30 juz dalam waktu 8 bulan. Insyaallah akan menyusul lembaran hafalan lainnya dengan target yang lebih ringan, bagi anda yang tidak punya kelapangan waktu untuk menghafal.

Silakan mendownload lembaran setoran hafalan 30 juz al-Qur`an dalam 8 bulan melalui link di bawah ini:

Download

Category: Download, Ilmu al-Qur`an | Comments Off on Download Lembaran Hafalan al-Qur`an

Definisi dan Hukum Jual Beli

May 1st 2015 by Abu Muawiah |

Bab Pertama: Definisi dan Hukum Jual Beli

A.    Definisi Jual Beli.
Secara etimologi, jual beli (arab: bai’) bermakna menerima sesuatu sebagai ganti menerima sesuatu yang lain. Kata bai’ merupakan derivasi dari kata “baa’” yang bermakna “depa” (ukuran selengan). Dikatakan demikian karena kedua belah pihak (penjual dan pembeli) saling mengulurkan lengan mereka untuk menerima dan memberi.
Secara terminologi, bai’ bermakna: Pertukaran harta dengan tujuan kepemilikan. Read the rest of this entry »

Category: Ekonomi Islam | Comments Off on Definisi dan Hukum Jual Beli

Pengantar Fiqh Transaksi Keuangan serta Aplikasinya dalam Perekonomian Modern

April 24th 2015 by Abu Muawiah |

Pengantar Fiqh Transaksi Keuangan serta Aplikasinya dalam Perekonomian Modern

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam rubrik Ekonomi Islam ini, kami akan menampilkan secara berseri, terjemahan dari materi Daurah Fiqh Muamalat, yang disampaikan oleh Dr. Yusuf al-Subaily, Dosen Pasca Sarjana Universitas Islam Imam Muhammad Su’ud, Riyadh, KSA. Daurah ini telah ditranskrip dan disebarkan secara gratis via situs resmi beliau: www.shubily.com, dengan judul: Muqaddimah fi al-Mua’amalat al-Maliyah wa ba’dhu al-Tathbiqat al-Mu’ashirah, yang kami alih bahasakan dengan judul: Pengantar Fiqh Transaksi Keuangan serta Aplikasinya dalam Perekonomian Modern.

Category: Ekonomi Islam | Comments Off on Pengantar Fiqh Transaksi Keuangan serta Aplikasinya dalam Perekonomian Modern

Tuntunan Hidup ala Ibnu Utsaimin

April 17th 2015 by Abu Muawiah |

Nasehat dari asy-Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin rahimahullah
kepada salah seorang murid beliau mengenai metode yang ditempuh dalam menjalani kehidupan

Bismillahirrahmanirrahim

Dari Muhammad bin Saleh al-Utsaimin kepada putranya hafizhahullah.
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kamu -semoga Allah memberkahimu- meminta saya untuk menjelaskan jalan hidup yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan keseharianmu. Dan saya memohon kepada Allah Ta’ala berkenan memberikan taufik kepada kita menuju hidayah, petunjuk, kebenaran, dan keistiqamahan, dan agar Dia menjadikan kita sebagai para pemberi petunjuk dan kebaikan.

Berikut jawaban saya:
Pertama: Jalan hidup dalam bermualah dengan Allah Azza wa Jalla.
1.    Senantiasa bersama Allah dengan menghadirkan keagunganNya dan memikirkan ayat-ayatNya yang bersifat empirik, seperti penciptaan langit dan bumi, serta semua yang ada pada keduanya yang menunjukkan kedalaman hikmah, kebesaran qudrah, dan keluasan rahmat dan nikmatNya. Juga ayat-ayatNya yang bersifat verbal, yang dengannya Dia mengutus para rasul, terkhusus rasul terakhir, Muhammad صلى الله عليه وسلم .
2.    Penuhi hatimu dengan cinta kepada Allah Ta’ala hingga Dia menjadi sesuatu yang paling kamu cintai. Dia telah melimpahkan nikmat kepadamu dan melindungimu dari bencana. Terkhusus nikmat Islam dan istiqamah di atasnya.
3.    Penuhi hatimu dengan pengagungan kepada Allah Azza wa Jalla hingga Dia menjadi sesuatu yang teragung bagimu.
Dengan memadukan cinta dan pengagungan kepada Allah Ta’ala di dalam hatimu niscaya kamu akan senantiasa taat kepadaNya. Kamu melaksanakan perintahNya karena cinta kepadaNya, dan kamu meninggalkan larangaNya karena mengagungkanNya.
4.    Ikhlaskan ibadahmu hanya kepada Allah Jalla wa Ala seraya bertawakkal kepadaNya dalam semua keadaan, sebagai realisasi dari firmanNya, “Hanya kepadaMu kami beribadah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan.” Ingatlah selalu bahwa kamu hanya melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan karena Dia semata. Dengan demikian kamu akan merasakan manisnya ibadah, yang tidak akan kamu rasakan jika kamu melakukannya dalam keadaan lalai. Dan kamu akan mendapatkan bantuan dariNya dalam setiap urusanmu, yang tidak akan kamu dapatkan jika engkau bergantung kepada dirimu sendiri. Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab, Fatawa | Comments Off on Tuntunan Hidup ala Ibnu Utsaimin

Keutamaan Akidah Islamiah

April 10th 2015 by Abu Muawiah |

Keutamaan Akidah Islamiah

Mewujudkan Akidah Islamiah merupakan misi para rasul Allah, tujuan diturunkannya semua kitab suci, dan kewajiban atas semua makhluk. Allah Ta’ala berfirman dalam Q.S. al-Dzariyat/51:56, “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku.” Allah juga berfirman dalam Q.S. al-Nahl/16:36, “Dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat rasul, untuk menyerukan: Sembahlah Allah semata dan jauhilah tagut.”
Karena pentingnya Akidah Islamiah, maka sudah sepatutnya setap muslim menaruh perhatian besar padanya, mencari tahu tentangnya dan mempelajarinya. Terlebih kebahagian hidup manusia di dunia dan di akhirat ditentukan olehnya. Allah Ta’ala berfirman dalam Q.S. al-Baqarah/2:256, “Maka siapa saja yang kufur kepada tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang kepada tali yang sangat kuat lagi tidak akan terputus.” Itu berarti siapa saja yang tangannya lepas dari Akidah Islamiah ini, berarti dia berpegang pada khayalan batil, karena tiada setelah kebenaran selain kesesatan. Sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. al-Hajj/22:62, “Hal itu karena Allah Dialah sembahan yang benar, dan semua sembahan yang mereka seru selain-Nya adalah batil.”
Akidah adalah apa saja yang diyakini oleh seseorang. Jika keyakinannya itu sejalan dengan ajaran yang dibawa oleh para rasul, maka itu berarti akidah yang shahih (benar), yang dengannya dia mendapatkan keselamatan dari siksaan Allah dan meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dan demikian halnya sebaliknya. Akidah yang benar akan melindungi nyawa dan harta seseorang. Nabi saw. bersabda, “Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mau mengucapkan “laa ilaaha illallaah”. Jika mereka telah mengucapkannya maka mereka telah menjaga nyawa dan darahnya dariku, kecuali dengan haknya.” (Muttafaqun ‘alaih dari Abu Hurairah) Beliau juga bersabda, “Sungguh Allah mengharamkan atas neraka semua orang yang mengucapkan “laa ilaaha illallaah” karena mengharapkan wajah Allah.” (Muttafaqun ‘alaih dari Itban bin Malik) Akidah yang benar juga akan menggugurkan semua dosa. al-Tirmizi (w. 279 H) meriwayatkan dari Anas radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman, “Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi, namun engkau tidak berbuat kesyirikan kepada-Ku, niscaya Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” Read the rest of this entry »

Category: Aqidah | Comments Off on Keutamaan Akidah Islamiah