Orang yang Kerasukan Setan

September 11th 2010 by Abu Muawiah |

02 Syawal

Orang yang Kerasukan Setan

Allah Ta’ala berfirman:
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَن جَاءهُ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِ فَانتَهَىَ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ .يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabb-nya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al-Baqarah: 275-276)
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَذَرُواْ مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ .فَإِن لَّمْ تَفْعَلُواْ فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.” (QS. Al-Baqarah: 278-279)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :
اِجْتَنِبُوْا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ … فَذَكَرَ مِنْهَا : أَكْلُ الرِّبَا
“Jauhilah tujuh (dosa) yang menghancurkan… lalu beliau menyebutkan diantaranya : makan riba”. (HR. Al-Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89)
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma dia berkata:
لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَال :َ وَهُمْ سَوَاءٌ
“Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam melaknat pemakan riba, pemberi makan dengannya, penulisnya dan dua saksinya. Dan beliau bersabda, “Mereka semua sama”. (HR. Muslim no. 1597)

Penjelasan ringkas:
Selengkapnya mengenai definisi dan pembagian riba, silakan baca artikel: http://al-atsariyyah.com/haramnya-riba-dalam-muamalat-i.html

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Saturday, September 11th, 2010 at 4:25 am and is filed under Ekonomi Islam, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

5 responses about “Orang yang Kerasukan Setan”

  1. abu_salman said:

    Terkait kerasukan setan dan pengaruh sihir, bagaimana sikap kita jika berhubungan dan ada potensi bermusuhan dengan orang yang ada indikasi suka melakukan praktek perdukunan dan sihir, apakah kita menghindar untuk bermusuhan dengannya atau tetap kita lawan dalam artian tidak khawatir dengan praktik2 sihir yg mungkin dilakukannya… Mengingat sihir adalah sesuatu yang nyata, diakui dan serta diharamkan dalam syariat kita, dan pengaruh dari sihir tersebut bisa mendatangkan madlarat orang yang terkena sihir tersebut. Akan tetapi, di sisi lain kami sangat menyayangi agama dan tauhid ini, kami khawatir jika kita punya rasa rakut terhadap sihir, dukun dan sejenisnya akan mencederai tauhid dan juga tawakkal…

    Tidak diperbolehkan seseorang memunculkan permusuhan dengan orang lain tanpa ada alasan yang dibenarkan. Kalaupun dia terpaksa bermusuhan dengannya maka tidak ada alasan juga dia takut kepada sihir. karena sihir itu hanya bekerja atas izin Allah, jika Allah tidak izinkan maka alhamdulillah tapi jika Allah izinkan maka pasti ada hikmah di baliknya. Jadi sihir itu bekerja atau tidak, semuanya adalah kebaikan yang kembalinya kepada diri kita sendiri.

    Bagaimana ya ustadz, jazakallah khairan

  2. إسماعيل بن عيسى said:

    Ustadz, apa yang harus kita lakukan jika kita mendapatkan bunga ketika menyimpan di bank? harus dikeluarkan kemana?
    بارك الله فيك

    Sebagian ulama memfatwakan hendaknya uang riba tersebut disalurkan kepada pembangunan fasilitas umum guna dihinakan, seperti jalan atau jembatan atau yang semacamnya.

  3. hamid said:

    tad,,, di tv,, banyak banget acara tentang hal -hal mistis dan disana terkadang ada kejadian kerasukan setan,,, dan yang mengobatinya biasanya para ustad dengan membcakan beberapa ayat al qur’an,, apakah hal itu pernah dilakukabn oleh nabi kita,,????

    Itu dinamakan ruqyah, dan ruqyah dengan Al-Qur`an adalah hal yang disyariatkan.

  4. Ridho Amrullah said:

    Assalammu’alaikum,

    1. Ustadz , Misalkan : Saya memiliki pekerjaan freelance di internet untuk tambah uang, nanti gajinya itu ditransfer oleh Boss saya ke rekening saya. Apakah itu boleh ? Artinya bolehkah saya memiliki rekening bank utk menyimpan gaji-gaji saya itu ? Tapi, kalau nanti dapat bunga, bunganya dikasihkan ke pihak umum. Jadi, menyimpan uang di bank konvensional apakah dibolehkah dengan ‘illat utk dapat bisa menerima gaji dari Boss.

    2. Menurut Ustadz pesantren virtual,bolehkah saya mempunyai pekerjaan sampingan misal freelance mengetik, disamping punya pekerjaan pokok sebagai guru.
    Yang nantinya gaji tersebut harus di transfer oleh Boss saya lewat rekening saya. Dan disimpan untuk beberapa waktu yang lama uang gajinya di bank konvensional. Apakah mencari tambahan ini menurut Ustadz suatu hal yang darurat ? Atau menurut Ustadz lebih baik saya meninggalkan pekerjaan sampingan itu, kan sudah ada jadi Guru, daripada bekerjasama dengan bank RIBA !

    Syukron,

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Insya Allah kedua masalah di atas adalah hal yang dibolehkan. Wallahu a’lam.

  5. rembulan said:

    assalamualaum wr.wb
    begini ustd. skrg sy bekerja,di sebuah perusahaan yang melayani pinjaman uang saya merasa miris, betapa hinanya saya dengan pekerjaaan saya saat ini, tapi tak berhenti sampai disitu saya terus mencari pekerjaan untk saya bisa keluar dari tempat kerja saya saat ini,tapi belum dapat yang cukup ustd, untk setandar kebutuhan hidup saya,saya berkuliah dengan uang saya tersebut, saya kirim ortu di kampung, dan saya sedikit2 nabung untuk menikah dengan gaji yang saya dapt dari perusahaan di atas. saya minta wejangan dari ustad,dengan keadaan saya di atas, terus apakah ibadah saya di terima selama ini? dan apa sedekah saya di terima….wslm

    Waalaikumussalam.
    Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.
    Jika yang masuk ke dalam perutnya adalah hal yang haram maka doanya tidak akan dikabulkan dan demikian halnya ibadahnya terancam.