Najis & Cara Penyuciannya

January 24th 2010 by Abu Muawiah |

09 Shafar

Najis & Cara Penyuciannya

Dari Abu Hurairah  dia berkata: Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا وَطِئَ أَحَدُكُمْ بِنَعْلِهِ الْأَذَى فَإِنَّ التُّرَابَ لَهُ طَهُورٌ
“Apabila salah seorang di antara kalian menginjak kotoran dengan sandalnya, maka tanah dapat menjadi penyuci baginya”. (HR. ِAbu Daud no. 389 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 833)
Dari Anas bin Malik  dia berkata:
جَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِي طَائِفَةِ الْمَسْجِدِ فَزَجَرَهُ النَّاسُ فَنَهَاهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا قَضَى بَوْلَهُ أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَنُوبٍ مِنْ مَاءٍ فَأُهْرِيقَ عَلَيْهِ
“Seorang Arab badui datang lalu kencing di sudut masjid, maka orang-orang pun menghardiknya, tetapi Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- melarang mereka. Setelah orang itu selesai dari kencingnya, Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- minta diambilkan setimba besar air lalu beliau menyiramkannya pada kencingnya.” (HR. Al-Bukhari no. 221 dan Muslim no. 285)
Dari Abu As-Samah  dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ الْجَارِيَةِ وَيُرَشُّ مِنْ بَوْلِ الْغُلَامِ
“Air kencing bayi perempuan dicuci, sedangkan air kencing bayi laki-laki cukup disiram.” (HR. Abu Daud no. 376, An-Nasai no. 302 dan Ibnu Majah no. 519)
Maksud ‘disiram’ adalah dituangkan air padanya tapi air yang dituangkan tidak sampai mengalir dan menetes dari pakaian, jadi bukan sekedar dipercikkan sebagaimana yang disangka sebagian orang.
Dari Abu Hurairah  dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ
“Sucinya bejana kalian apabila dia dijilat oleh anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali, cucian yang pertama dicampur dengan tanah.” (HR. Al-Bukhari no. 172 dan Muslim no. 279)
Dari Ali bin Abi Thalib  dia berkata:,
كُنْتُ رَجُلًا مَذَّاءً وَكُنْتُ أَسْتَحْيِي أَنْ أَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَكَانِ ابْنَتِهِ فَأَمَرْتُ الْمِقْدَادَ بْنَ الْأَسْوَدِ فَسَأَلَهُ فَقَالَ يَغْسِلُ ذَكَرَهُ وَيَتَوَضَّأُ
“Aku adalah lelaki yang sering keluar madzi, tetapi aku malu untuk bertanya Nabi -shallallahu’alaihiwasallam- karena puteri beliau adalah istriku. Maka aku menyuruh Al-Miqdad bin Al-Aswad supaya bertanya beliau, maka beliau menjawab, “Hendaklah dia mencuci kemaluannya dan berwudhu.” (HR. Al-Bukhari no. 269 dan Muslim no. 303)

Penjelasan ringkas:
Najis adalah semua benda yang dihukumi kotor oleh syariat, dan dia ada tiga jenis:
1.    Najis maknawiah, misalnya kekafiran. Karenanya Allah berfirman, “Orang-orang musyrik itu adalah najis,” yakni bukan tubuhnya yang najis akan tetapi kekafirannya.
2.    Najis ainiah, yaitu semua benda yang asalnya adalah najis. Misalnya: Kotoran dan kencing manusia dan seterusnya.
3.    Najis hukmiah, yaitu benda yang asalnya suci tapi menjadi najis karena dia terkena najis. Misalnya: Sandal yang terkena kotoran manusia, baju yang terkena haid atau kencing bayi, dan seterusnya.
Selengkapnya baca di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=1608 dan di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=346

Secara umum pembahasan najis di kalangan ulama terbagi menjadi dua:
1.    Yang merupakan najis berdasarkan kesepakatan ulama.
2.    Yang diperselisihkan apakah dia najis atau bukan.

A.    Adapun yang merupakan najis berdasarkan kesepakatan ulama adalah:
1.    Tinja manusia.
2.    Kencing manusia, baik dewasa maupun anak-anak, baik yang masih mengonsumsi ASI maupun yang sudah mengonsumsi selainnya. Baca keterangannya di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=1619 dan juga di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=893
3.    Madzi dan wadi. Baca keterangannya di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=1583
4.    Darah haid dan nifas.
5.    Semua bangkai kecuali empat: Bangkai manusia, bangkai hewan air, bangkai belalang, dan bangkai hewan yang darahnya tidak mengalir.
6.    Rautsah (tinja kuda, keledai, dan baghal)
B.    Adapun yang diperselisihkan oleh para ulama di antaranya:
1.    Mani.
2.    Darah selain haid dan nifas.
3.    Liur dan tubuh anjing.
4.    Tinja dan kencing hewan yang boleh dimakan.
5.    Tinja dan kencing hewan yang haram dimakan.
6.    Tubuh orang kafir.
7.    Khamar
8.    Babi.
Insya Allah pembahasan mengenai kedelapan perkara ini dan selainnya akan kami bahas peda tempatnya tersendiri. Yassarallah.

Adapun cara membersihkannya maka asalnya semua najis hanya syah dibersihkan dengan menggunakan air karena air merupakan asal dalam alat bersuci, sebagaimana yang ditunjukkan dalam hadits-hadits di atas. Kecuali jika ada dalil yang menunjukkan bolehnya menyucikan najis dengan selain air, maka ketika itu kita katakan boleh menyucikan najis dengan selainnya. Seperti yang ditunjukkan dalam hadits Abu Hurairah di atas dimana Nabi -alaihishshalatu wassalam- menyatakan bahwa tanah bisa menyucikan sandal yang menghinjak tinja manusia, maka kita katakan dalam keadaan seperti ini syah membersihkan sandal dengan tanah, walaupun tetap lebih utama menyucikannya dengan air.

Juga asal dalam penyucian najis adalah dicuci sampai hilang zat najisnya, berapapun jumlah cucian yang dibutuhkan. Jika najis sudah hilang dengan sekali siraman maka itu zat itu kembali suci dan tidak perlu dituangkan air berulang kali. Karenanya pendapat yang paling kuat dalam masalah liur anjing adalah dia bukanlah najis. Karena tatkala bejana diperintahkan untuk dicuci sebanyak 7 kali bahkan salah satunya harus dengan tanah, maka ini menunjukkan perintah mencuci di sini adalah ta’abbudi (murni penghambaan) dan bukan karena bejana tersebut menjadi najis. Karena seandainya karena najis maka sudah syah mencuci bejana kurang dari 7 kali selama liurnya sudah hilang, sementara para ulama yang menyatakan najisnya liur anjing tidak menyatakan syahnya cucian dibawah 7 kali. Maksud dari ta’abbudi adalah tidak diketahui apa hikmah dari cucian tersebut Sama seperti kita diperintah untuk mencuci tangan ketika berwudhu, kita tidak tahu kenapa tangan yang dicuci, apa alasannya, dan kenapa maksimal 3 kali, akan tetapi yang jelas kita diperintahkan untuk mencuci tangan bukan karena tangan kita najis. Wallahu a’lam

Incoming search terms:

  • bersalam dengan orang muslim yang memelihara anjing tapi kita tidak tahu
  • apa hukumnya misalnya barang kita kena najis tapi dia kering terus kena barang yang lain apa hukumnya
  • apakah bacaan ketika ingin mencuci najis atau darah?
  • najiskah anjing tidur di teras
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Sunday, January 24th, 2010 at 4:28 am and is filed under Fiqh, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

178 responses about “Najis & Cara Penyuciannya”

  1. Abdullah said:

    Assalamu’alaikum..
    Apakah brg yg terkena najis kencing yg kering jg bsa membuat brg lain trkna najis kencing tsb?
    Syukron

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Kalau memang kencing pada barang tersebut sudah kering dan zatnya sudah hilang, maka menyentuh barang tersebut tidaklah membuat tangan kita ternajisi.

  2. dr. Abu Hana said:

    Ustadz Abu Muawiah,

    Mohon penjelasan & dalil hukum kencing unta?

    Baarokallaahu fiikum.

    Dalam hal ini, para ulama membahas hukum kencing onta ke dalam pembahasan hukum kencing dan tinja hewan yang boleh dimakan, apakah dia najis atau tidak?
    Alhamdulillah kami pernah membawakan ucapan Ibnu Taimiah dan beberapa dalil yang menyatakan sucinya kencing dan tinja hewan yang bisa dimakan, termasuk onta. Silakan baca kembali di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=1438

  3. dr. Abu Hana said:

    Jazaakallaahu khairan katsiiran..

  4. abu adam said:

    bismillah,

    ustadz abu muawiyah -hafizhokallahu ta’ala-, ada beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan rincian tentang najis :

    1. Pada sebagian pembahasan disebutkan bahwa air liur anjing itu najis dengan dalil hadits abu huroiroh yang muttafaqun ‘alaih, namun terdapat isykal dalam hal ini ketika Allah ta’ala menghalalkan daging hasil buruan anjing sebagaimana disebutkan dalam surat al maidah ayat 4, walau ada sebagian ulama yang memberikan alasan bahwa dalam hal adalah udzur yang dimaafkan karena sangat memberatkan untuk membersihkan liur anjing tersebut, sedangkan alasan memberatkan yang dimaafkan itu sendiri membutuhkan dalil untuk menetapkan hal tersebut.

    lalu bisakah dari pemahaman dalil surat al maidah ayat 4 tersebut, kita menetapkan bahwa air liur anjing itu tidak najis, sedang perintah mencuci bekas jilatan anjing itu dibawa kepada perkara ta’abudiyyah sebagaimana mencuci kedua tangan ketika bangun dari tidur malam?

    2. Dimaklumi bahwa bangkai itu najis, namun apakah benar tulang, tanduk, kuku dan bulu bangkai itu tidak najis sebagaimana tidak najisnya bulu anjing dan babi ?

    3. Apakah ada perihal dari binatang buas yang ia dihukumi najis seperti bekas air minumnya atau yang berkaitan dengan tubuh hewan buas itu sendiri ?

    semoga dari jawaban yang ustadz berikan ini, akan menambah semangat kami -thalibul ‘ilmi- untuk semakin bertafaqquh fiddiin & lebih ilmiah di dalam membahas perkara – perkara agama ini.

    jazakallahu khoir

    1. Sebenarnya artikel yang pernah ana publikasikan mengenai najisnya liur anjing adalah tulisan lama. Adapun belakangan, kami kembali berpendapat bahwa liur anjing bukanlah najis dengan beberapa dalil yang insya Allah akan kami sebutkan pada tempatnya.
    Hanya saja, ayat pada surah Al-Maidah ayat 4 tetap tidak bisa dijadikan akan sucinya liur anjing, tapi bukan dengan alasan memberatkan seperti yang antum sebutkan. Akan tetapi kita katakan bahwa pada ayat tersebut Allah memang tidak menyebutkan tentang mencuci, akan tetapi dalam sunnah diterangkan kewajiban mencuci. Sementara sunnah merupakan penjelas yang global dalam Al-Qur`an, bahkan walaupun Al-Qur`an tidak menyebutkan tentang kewajiban mencuci benda yang terkena liur anjing akan tetapi sunnah menyebutkannya, maka itu tetap merupakan syariat karena sunnah merupakan sumber hukum yang berdiri sendiri. Demikian yang diisyaratkan oleh Imam Asy-Syaukani -rahimahullah- Nailul Authar.
    Kalaupun dikatakan hewan tangkapan anjing itu tidak wajib dicuci maka ini hanyalah pengecualian dari hukum asal (wajibnya mencuci semua yang dijilat anjing), karena hal itu akan memberatkan dan akan merusak daging hewan tersebut sehingga tidak bisa dimakan. Dan dalil-dalil yang menyatakan larangan membuang harta sangatlah banyak, demikian pula dalil-dalil dari kaidah ‘al-masyaqqah tajlibu at-taysir’ (sesuatu yang memberatkan mengharuskan adanya kemudahan) sangatlah banyak.
    Jadi, sucinya liur anjing tidaklah dipetik dari ayat ke-4 surah Al-Maidah di atas, akan tetapi dipetik dari dalil-dalil lain dari as-sunnah. Wallahu a’lam
    2. Ia betul semuanya tidak najis, karena tulang, tanduk, kuku, dan bulu hewan tidak ada kehidupan padanya sehingga dia tidak menjadi najis dengan matinya hewan tersebut.
    Adapun sucinya tulang bangkai maka itu merupakan pendapat Al-Hanafiah dan yang dikuatkan oleh Ibnu Taimiah dalam Al-Fatawa Al-Kubra: 1/267.
    Adapun sucinya rambut, bulu, dan kuku bangkai maka itu merupakan pendapat Al-Hanafiah, Al-Malikiah, dan sebuah riwayat dari Ahmad.
    Insya Allah pembahasan rinci mengenai masalah ini akan kami paparkan pada tempatnya.
    Ia ada, yaitu mengenai hukum jasad hewan buas, hukum liurnya, hukum kencing dan tinjanya, dan hukum maninya. Insya Allah pemaparannya akan kami sebutkan pada tempatnya.

  5. yunita said:

    assalamu’alaikum ustadz,
    tadz saya harap ustadz membalas ke e mail saya
    begini tadz, rumah saya itu tidak berpagar, jadi anjing tetangga itu sering tidur di teras rumah, bahkan kadang-kadang anjing itu kencing di tonggak teras, apa saya harus menyucikan terus bekas kencing dan tempat yang di buat tidur anjing tersbut?, karena ibu saya sering menyapu teras tersebut saya takut ibu saya menginjak teras bekas tidur dan kencing anjing tersebut. apa sapu yang digunakan ibu saya juga harus disucikan? termasuk lantai-lantai yang dibersihkan dengan sapu tersebut? apa ibu saya juga harus bersuci? apa orang-orang yang menginjakkan kaki kerumah saya juga harus bersuci?

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Pendapat yang paling benar dalam masalah ini adalah bahwa liur, tubuh, dan kotoran anjing bukanlah najis.
    Hanya saja jika liur anjing mengenai sesuatu maka wajib untuk dicuci sebanyak 7 kali atau 8 kali, tapi perintah cuci ini bukan karena dia najis tapi karena memang diperintahkan oleh syariat (perintah ibadah). Sama seperti kita disuruh mencuci tangan 3 kali dalam wudhu, bukan karena tangan kita najis akan tetapi karena diperintahkan oleh syariat.
    Adapun masalah yang saudari sampaikan. Maka tentu saja yang pertama adalah: Berusaha untuk membuat pagar agar anjing tersebut tidak keluar masuk ke halaman dan rumah, apalagi malaikat rahmat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada anjing.
    Yang butuh dicuci 7 kali hanyalah yang dijilat oleh anjing karena di situlah liutnya menempel, adapun kencingnya, kotorannya, tubuhnya, dan selainnya maka tidak ada kewajiban untuk mencucinya, karena tidak ada dalil yang memerintahkan untuk mencuci, yang ada hanyalah mencuci apa yang dijilat olehnya. Kecuali kalau dicuci dengan niat sekedar untuk bersih-bersih, maka tidak ada masalah itupun tidak perlu sampai 7 kali.
    Jika liurnya ketahuan ada pada suatu benda maka benda itu dicuci sebanyak 7 kali, dan jika liurnya tidak ketahuan dimana letaknya, maka tidak ada kewajiban untuk mencuci sesuatu yang tidak diketahui.
    Karenanya apa yang saudari sebutkan berupa: Teras rumah, tonggak terasnya, tempat anjing itu tidur, sapu, lantai, ibu yang menyapu, dan orang-orang yang datang, semuanya tidak perlu dicuci (apalagi sampai 7 kali) kecuali jika sudah jelas mereka terkena liur anjing. Wallahu a’lam

  6. abu adam said:

    bismillah,

    jazakallahu khoir atas faedah yang ustadz berikan. sedikit pertanyaan tambahan yang muncul dari jawaban pertanyaan kedua, berarti dari jasad bangkai yang dihukumi najis -sebagai contoh bangkai sapi-, maka yang dihukumi najis adalah dagingnya dan kulitnya saja, karena tanduk, bulu, kuku dan tulangnya tidak najis. apakah benar pemahaman ana ini ya ustadz ?

    barokallahu fiik

    Na’am demikian yang kami juga pahami, wallahu a’lam

  7. bpel said:

    assalamu’alaikum tadz,
    tadz, melihat komentar2 yang di atas, mengatakan bahwa air liur, tubuh, dan kotoran anjing bukanlah najis, berarti kalo kita kena liur anjing dan belum di cuci 7x dan make tanah, berarti sholat kita tetap sah donk tadz (ibadah apa yang tidak sah, jika kita tidak mencuci air liur anjing sebanyak 7x dan salah satunya dg tanah),
    tadz, saya mohonkan solusi dari ustadz.
    begini tadz, saya dan teman2 pernah berkunjung ke rumah teman kami yang non islam, dan dirumahnya ada anjing, sebut saja namanya nina. ketika sampai dirumahnya nina, nina langsung disambut anjingnya,kemungkinan nina waktu itu nina megang2 anjingnya dan dijilat ma anjingnya. setelah itu nina mempersilakan kami masuk dan duduk (tanpa cuci tangan terlebih dahulu padahal dia megang2 anjing sebelumnya), nah ketika duduk itu dia memegang paha teman saya(tapi teman saya memakai celana jeans panjang, jadi ketika dipegang tidak langsung kena ke pahanya tapi mengenai celana jeansnya itu),dan kebetulan setelah itu saya juga memegang paha teman saya yang sebelumnya dipegang nina terlebih dahulu (celana jeaans.red) . yang ingin saya tanya kan, dalam kasus ini yang perlu di cuci 7x dan salah satu make tanah yang mana? apakah cukup tangannya nina saja karena dia yang berinteraksi langsung dengan anjingnya, atau celana jeansnya teman saya, atau bahkan tangan saya yang juga memegang jeans teman saya yang juga dipegang nina sebelumnya?
    bagaimana sebaiknya sikap saya terhadap nina jika kelak kami berkunjung ke rumahnya lagi karena saya tahu dia kalo sudah berinteraksi dengan anjingnya tidak mencuci tangnnya terlebih dahulu, saya takut di tangannya ada liur anjingnya. parahnya dia adalah teman saya, otomatis saya sering berinteraksi dengan dia sehari-harinya,tapi saya khawatir,jangan2 tangannya ada liurnya, tidak mungkin rasanya kalo saya harus bertanya setiap saat kepada dia, “apa kamu barusan megang anjingmu?” saya merasa tidak enak dg dia tadz, mohon solusinya.
    selain itu apa hukum makan makanan yang dibuat oleh orang non islam, bolehkah kita memakannya.
    mohon maaf kepanjangn, tapi saya harap ustadz mau menjawabnya.terimakasih.

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Yang jelas kapan ada liur anjing di celananya maka celana itu harus dicuci ketika akan dipakai shalat. Kalau kita menyentuh celana itu tapi liur anjing sudah kering sehingga tidak melekat pada tangan kita, maka tangan kita tidak wajib untuk dicuci, dan demikian seterusnya. Yang jelas kapan ada liur anjing maka harus dicuci 7 kali dan salah satunya dengan tanah. Adapun kalau tidak tahu atau ragu-ragu akan adanya liur anjing, maka dia tidak wajib mencucinya sampai dia yakin betul ada liur anjing yang melekat.
    Adapun makanan non islam maka secara umum ada dua jenis:
    1. Sembelihan
    Sembelihan yahudi dan nashrani dihalalkan secara mutlak, kecuali kalau secara kebetulan kita mengetahui kalau dia tidak membaca basamalah atau menyembelih untuk sembahan mereka. Hanya saja tidak wajib untuk bertanya kepadanya dan tidak wajib mencari tahu apakah dia baca basmalah atau tidak, dan seterusnya.
    Adapun sembelihan selain kedua agama ini, seperti hindu, budha, dan semacamnya. Maka hukumnya haram dimakan.
    2. Selain sembelihan.
    Hukum asalnya adalah halal secara mutlak, kecuali jika makanan dan minuman tersebut dilarang dalam agama kita.Wallahu a’lam

  8. kholid said:

    ana pnya pertanyaan ustad, ana kan punya 2 tetangga yang non muslim, yang pertama itu dia itu memelihara anjing, dan yang kedua jg melihara anjing dan ana pernah liat dia bawa babi ke rumahnya, babinya langsung di ketok pake palu besar, kyknya mw dimakan sama dia.. nah tetangga ana yg pertama ini pernah ngasih makanannya ke rumah ana, dan otomatismakanan itu ke meja makan ana, otomatis makanannya itu mengenai peralatan dapur, apa makanan dri dia itu najis ustadz?

    tetangga yang kedua itu kan dia jualan keripik pisang, nah, gk sengaja ibu ana itu beli keripik itu, terus ibu ana makan tp stelah ibu ana tau itu dari dia, langsung dibuang ibu ana keripik itu ke lantai rumah, nah apa makanan itu najis jg ustad? otomatis lantai itu jg najis gk ustad?

    mohon penjelasan dan dalil2 yg shahih ustad…
    sukron,,..

    Nggak, makanan ahli kitab (yahudi dan nashrani) baik yang berupa sembelihan apalagi yang bukan sembelihan adalah halal dimakan, sebagaimana pada firman Allah Ta’ala, “Dan makanan ahli kitab itu halal bagi kalian dan makanan kalian juga halal bagi mereka.”

  9. rahmad said:

    assalamu’alaikum pak ustadt
    ada yh mau sy tanyakan,gimana hukum nya kalau bagian tubuh kita kena percikan air kencing kita sendiri tapi tdk disiram dan di biarkan kering di tubuh,apakah air kencing yg sdh kering di tubuh td sdh hilang dan tubuh tdk najis lg,atau kita harus cuci walau air kencing nya sdh kering pada tubuh,mhn jawaban nya pak ustad,terima kasih sebelum nya

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Pertama, perbuatannya ini merupakan dosa besar yang mendapatkan ancaman siksaan di kubur berdasarkan hadits Ibnu Abbas riwayat Al-Bukhari dan Muslim. Wajib atas seorang muslim untuk membersihkan najis yang mengenai dirinya.
    Kedua, jika memang najisnya betul-betul hilang karena kering dan zatnya tidak ada yang tersisa pada kulit maka tubuhnya sudah dihukumi suci.

  10. vikarnda said:

    Assalamu’alaikum pak ustad, saya mau tanya, saya merasa kalau sudah buang air kecil dg tuntas, air kencingnya keluar lagi, karena kalau kita kencingkan yang di basuh cuma bagian ujung saja, sementara bagian saluran dalam tidak, jadikan masih ada yang menempel didalam saluran, nah ini yang saya merasa keluar lagi tanpa kita sadari atau kita sadar,JADI APAKAH NAJIS /AIR KENCING YANG KELUAR ITU DIMAAFKAN KALAU KENA PAKAIAN DALAM?ATAU APAKAH ADA CARA LAIN LAGI,ATAU SAYA HARUS GIMANA?SOALNYA SAYA MRASA TERGANGGU AKIBAT PERASAAN INI.SAYAMOHONJAWABANNYA PAK. Wassalam

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Cairan yang keluar setelah kencing dinamakan wadi dan hukumnya najis yang wajib dibersihkan sama seperti kencing.
    Hanya saja di sini yang harus anda jadikan patokan dan pegang erat kaidah ini untuk menghilangkan gangguan was-was tersebut. Bahwa hukum Islam tidaklah wajib dikerjakan sampai seseorang yakin atau menurut dugaan besarnya sebab dari hukum itu telah terjadi.
    Karenanya jika memang dia yakin atau dugaan besar ada yang keluar maka dia bersihkan kemaluannya dan pakaian yang terkena olehnya. Tapi kalau dia tidak yakin atau masih ragu-ragu maka dia tidak dikenakan kewajiban untuk mencucinya, dan dia wajib menolak semua bentuk was-was dan gangguan tersebut guna menjaga agamanya.

  11. anwar said:

    Assalamualaikum. Mo tanya ustadz.
    1. Saya menemukan pakaian yg saya jemur jatuh ke tanah. Yang menjadi masalah, di sekitar rumah banyak anjing yg berkeliaran sehingga saya khawatir jika pakaian yg jatuh tersebut sempat dijilat anjing saat jatuh sehingga takut najis. Apakah celana hrus dicuci 7x ato tdk? Jika iya, jika celana tersebut tercampur pakaian lain apakah semua pakain yg kontak hrus dicuci 7x ?
    2. Wajibkah dicuci 7x sandal diluar rmh dan, lantai teras rumah kita apabila sekitar rmh bnyk anjing, mengingat ada
    kemungkinan sandal dan lantai dijilat anjing saat kta tidak melihatnya?
    Mohon jawabannya ustadz krna mslah ini srg membingungkan saya.Terima kasih.

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Selama masih bersifat dugaan dan belum bisa dipastikan maka tidak wajib mencucinya.

  12. Hafiz said:

    Assalamualaikum.
    mau tanya ni…
    kenapa setelah terkena air liur anjing tangan kita harus dicuci dengan tanah.
    makasih…
    wassallam.

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Karena demikianlah perintah yang tersebut dalam hadits Abu Hurairah dan hadits Abdullah bin Mughaffal radhiallahu anhuma.

  13. dhoif said:

    assalamu’alaikum wr. wb.

    sy bertanya mslh najis kembali. begini, saat gerimis saya ke terminal. ketika di terminal, karena gerimis, aspal pun becek-becek. kebetulan sepatu saya agak berlubang sehingga klo nginjak yg becek, air merembes/meresap ke dalam sehingga kaos kaki saya basah.

    ketika berjalan sy melewati tempat yang berbau pesing (air kencing). saya langsung lewati saja. saya tidak tahu apakah aspal yg sy injak itu ada air kencing, atau air kencing itu bukan yg saya injak melainkan di sekitar lain. yang saya khawatirkan, apakah jalan yang sy injak/lewati ada air kencingnya,, takut kalau2 air kencing itu merembes ke dalam sepatu dan kaos kaki. apa yang harus sy lakukan terhadap sepatu dan kaos kaki sya? apakah harus dibersihkan karena ragu terkena air kencing? atau menghiraukannya saja?

    terima kasih atas jawabannya.

    wassalamu’alaikum wr. wb.

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Selama belum yakin sepatunya terkena kencing, maka keragu-raguan itu dihiraukan saja dan dia tidak wajib mencuci sepatunya.

  14. bip said:

    Assalamu’laikum
    Anna mau tanya, najiskah nanah dan darah?
    Semut itu halal atau haram?
    Syukron

    Waalaikumussalam
    Nanah dan darah bukanlah najis. Semut itu haram dimakan

  15. pras said:

    assalamualaikum
    saya mau bertanya, waktu itu saya pernah menginjak kotoran tapi tak tahu itu kotoran anjing atau kotoran apa, wajibkah saya mencucinya 7x atau cukup dibersihkan saja sampai hilang bau,dan juga warnanya?
    1 lagi apabila kita menginjak kotoran anjing apakah kita harus mencucinya 7x atau tidak?
    maaf sebelumnya kalau banyak nannyanya.
    wasalamualaikum..

    Waalaikumussalam
    Yang wajib dicuci 7 kali hanya jika LIUR anjing mengenai sesuatu. Hanya ini yang ditunjukkan dalil. Adapun kotorannya maka tidak ada dalil yang menyuruh untuk mencuci sebanyak 7 kali, jadi cukup dicuci biasa hingga najisnya hilang.

  16. puji said:

    assalamu ‘alaikum pak ustadz…
    saya mau bertanya,saya bekerja pada orang cina,dan mereka mempunyai anjing di rumahnya. bila saya menyentuh tangan mereka,apakah saya terkena najis juga,dan harus mencucinya 7x salah satunya dengan tanah ?
    terima kasih atas jawabannya.
    wasalamu ‘alaikum..

    Waalaikumussalam
    Tidak perlu, karena tubuh orang kafir itu bukan najis. Yang dicuci 7 kali hanyalah yang tersentuh liur anjing saja.

  17. evin said:

    apabila setelah buang air kecil dan besar,biasanya ada percikan air yg mengenai tubuh kita saat kita membersihkan kemaluan.najiskah percikan tersebut,sehingga menyebakan tubuh kita yg diperciki air jadi najis?

    Air tersebut tidaklah najis

  18. evin said:

    najiskah air d bak mandi yg terkena percikan kencing anak laki2 2 tahun?dan najiskah benda2 yg dicuci memakai air tersebut,misalnya mencuci sikat gigi atau mencuci tangan dan najiskah benda yg terkena air tersebut?

    Selama bau, rasa, dan warnanya tidak berubah akibat kencing tersebut maka air itu tetap suci dan semua yang dicuci dengannya tetap suci.

  19. evin said:

    menambahkan pertanyaan d atas,akan tetapi,air yg diperciki kencing tersebut,kurang dari dua kullah

    Dua qullah yang anda maksud di sini berapa banyak?

  20. evin said:

    Assalaamualaikum ustadz…
    najiskah air d bak mandi yg kurang dari dua kullah,yang terkena percikan kencing anak laki-laki 2 tahun 9 bulan? dan najiskah benda2 yg dicuci memakai air tersebut,misalnya mencuci sikat gigi atau mencuci tangan dan najiskah benda yg terkena air tersebut?

    Waalaikumussalam.
    Maksud anda ‘2 qullah’ di sini berapa banyak?

  21. Indra said:

    Assalamu’alaikum..’
    ustadz sy mw tnya,bagaimna hukumnya bekas jilatan anjing yang sudah kering.apakah itu sudah suci?

    Kalau memang sudah kering dan zatnya hilang maka itu sudah suci.

  22. Abu Zaid said:

    Bismillah, Ustadz ana mau tanya :
    1.kalau kulit ular, buaya atau kulit binatang yg tdk dimakan dagingnya apakah najis? dan dompet atau alas kaki yg terbuat dari kulit tersebut dapat di pakai dalam shalat?
    2.di dalam rumah ana terdapat jamban septik tank apakah boleh shalat diatas septik tank tersebut, yang tertutup diatasnya tehel yang bersih?

    Jasakumullahu Khairan

    1. Ya suci, karena pasti kulit2 binatang itu telah disamak. Dan semua kulit bangkai yang telah disamak maka hukumnya menjadi suci.
    2. Ya boleh.

  23. Indra said:

    Assalamu’alaikum tadz,..?Berarti bekas liur anjing yang sudah mengering tidak wajib di cuci 7x dgn tnah donk tadz.,.soalnya sendal saya dulu pernah di jilat anjing tapi belum sempat saya bersihkan dan sudah mengering liur anjingnya.terus gmn donk tadz dgn keadaan sndal saya,apakah masih wajib di cuci 7x dgn tanah atau sudah kembali suci dengan sendirinya.atau bolehkah dicuci dengan air saja.m0hon jwbnx ya ustadz?soalnya saya masih belum faham wassalamualaikum.

    Waalaikumussalam.
    Jika liurnya sudah kering dan zatnya sudah hilang, maka tidak ada kewajiban mencuci.

  24. Jafar said:

    Bismillah, ustadz. Ana mau tanya.. Ana sekarang ini lagi penelitian di lab menggunakan sampel lemak dan daging babi.. Masalahnya, apakah lemak dan daging babi itu najis? Klo ya, berarti nyucinya harus bersih bener ya Ustadz? Syukron jawabannya.. Jazakallahu khairan

    Bukan najis, tidak ada satupun dalil shahih yang menyatakan najisnya.

  25. satya said:

    asslmlkm
    mau tanya kalo…sarung/pakaian tersentuh kotoran tikus yang sudah kering najiskah
    trm ksh

    Tidak najis, karena kotoran tikus bukanlah najis

  26. Achmad said:

    Bismillah,

    Apakah alkohol najis? Apa hukum memakai parfum yg mengandung alkohol?

    Barakallaahu fiik.

    Silakan baca pembahasan ‘hukum obat dan parfum beralkohol’ dalam blog ini. Alkohol bukan najis.

  27. fian said:

    Assalamualaikum.
    Pak, mau tanya nih. Kalo air liur manusia itu najis nggak Pak?
    Kemarin teman saya maen ke kost saya, naik ke kasur, trus maen PSP, nhah kemudian tiba-tiba dia ngiler/ngence/mengeluarkan air liur nggak tahu kenapa. Saya cuma biang “Ah ngiler kowe.” (Ah ngiler kamu.)
    Nhah saya takutnya liurnya itu najis (ada yang mengenai PSP dan sprei (kayaknya merembes ke kasur)). Abis itu PSP saya usap pake tisu, sprei langsung saya bawa ke laundry dan kasur langsung saya balik.Saya khawatirnya jadi najis sih Pak.
    Nhah yang demikian itu sebenarnya nggak masalah Pak? Atau saya saja yang terlalu porno dan jijik lihat air liur gitu ya, apalagi kasur dan PSP masih baru sih, jadi khawatir?

    Waalaikumussalam.
    Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya muslim itu tidaklah najis.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah)
    Jadi termasuk liurnya juga bukan najis.

  28. fian said:

    Maaf di pertanyaan saya sebelumnyaz bukan “porno” tapi “parno”. Mohon maaf salah ketik Pak.

  29. evin said:

    Assalaamualaikum ustadz…
    afwan ustaz,saya pernah bertanya d artikel ini seperti d bwh ini:
    najiskah air d bak mandi yg kurang dari dua kullah,yang terkena percikan kencing anak laki-laki 2 tahun 9 bulan? dan najiskah benda2 yg dicuci memakai air tersebut,misalnya mencuci sikat gigi atau mencuci tangan dan najiskah benda yg terkena air tersebut?dan ustaz bertanya berapa banyak 2 qullah itu,sementara sayapun tdk terlalu paham berapa bnyk 2 kullah itu,karena saya hanya membaca di beberapa artikel tentang hal ini,dan terdapat perbedaan pendapat dalam hal ini.sehingga saya bertanya pada ustaz unutuk mendapatkan kepastian tentang hal ini ustaz,jadi saya sangat mengarapkan jawaban ustaz karena saya selalu merasa was2 dengan hal ini…terimakasih sebelumnya

    waalaikum salaam wr.wb

    Waalaikumussalam.
    Pendapat yang paling benar di kalangan ulama adalah bahwa 2 kullah bukanlah menjadi patokan ukuran untuk menghukumi air itu najis atau bukan. Akan tetapi yang menjadi patokan adalah apakah sifat air itu berubah setelah masuknya najis atau tidak berubah. Jika berubah maka airnya najis, baik kurang ataupun lebih dari 2 qullah, dan demikian pula sebaliknya.

  30. evin said:

    saya juga ingin bertanya ustaz,najiskah kotoran cecak dan tikus?kotoran2 hewan apa sajakah yang najis dan kotoran2 hewan apa sajakah yang tidak najis?

    terimakasih banyak panjelasannya ustaz
    Waalaikumsalaam wr.wb.

    Tidak najis.
    Yang najis adalah kotoran hewan yang haram dimakan, yang ukuran fisiknya lebih besar daripada kucing.

  31. Herna said:

    Assalamualaikum wr wb

    saya punya anak laki umur 10 tahun setiap habis buang air kecil dia malaz untuk mencuci kemaluannya apa hukumnya ustadz..mhn penjelasannya biar anak saya nanti bisa ikut membacanya tks

    Waalaikumussalam.
    Kalau dia sudah balig maka itu merupakan dosa besar dan salah satu sebab terbesar siksa di dalam kubur. Untuk dalil dan keterangan lainnya, silakan baca artikel ‘adab-adab buang air’ dalam blog ini.

  32. puspita said:

    assalamu’alaykum,,

    saya ingin bertanya lagi. hari ini ibu saya membuat roti dengan oven yg pernah dipake untuk memanggang roti th lalu, yg pernah diolesi dengan kuas rambut babi. apakah roti yg dibuat saat ini ikut najis? karena ovennya tidak dicuci. yg dicuci hanya loyangnya saja.. yg saya takutkan dan sekaligus yakin adalah najis dari roti th lalu itu kan terkena panas, menempel ke loyang, dan oven juga.. bagaimana ustad,, saya takut.. apalagi nampaknya ortu tidak terlalu mempedulikan nasihat saya, mlh tetap saja membuat roti lebaran dan menganggap saya terlalu parno, aneh, ekstrim dll terimakasih

    Waalaikumussalam.
    Insya Allah tidak mengapa, karena kuas itu asalnya kering sehingga dia tidak akan melekat pada makanan atau oven.

  33. dian aryani said:

    ass.wr.wb
    saya mau tanya pak ustadz,kemarin saya sedang berjalan dengan teman-teman saya. dijalan saya melihat ada sesuatu berwarna putih tetapi sudah kering. pada saat itu ada binatang seperti nyamuk kecil. nyamuk kecil tersebut terbang menempel ke celana jeans saya. saya takut noda putih yg sdh kering itu adlh liur anjing. yang saya tanyakan adalah apakah saya terkena najis dan celana saya harus dicuci dengan tanah?
    terimakasih
    wassalam

    Tidak ada kewajiban apa-apa sampai yakin. Selama masih ragu-ragu maka itu tidak bernilai apa-apa.

  34. abi said:

    Assalamu’alaikum..
    saya ingin memperjelas beberapa pertanyaan yang ada di atas terutama soal najis anjing dan babi..
    benarkah jika kita makan makanan hasil masakah dari tetangga yang jelas2 dia non muslim dan memelihara anjing bahkan juga memakan babi itu hukum makanan yang kita terima dari nya itu halal?
    padahal jelas2 kemungkinan bahwa peralatan masak yang digunakan pernah dijilat anjing ataupun dicuci dengan air yang bekas diminum anjing..
    apakah makanan itu hukumnya tetap halal? tolong diperjelas hukumnya karena saya seorang muslim yang tinggal di lingkungan yang kebanyakan non muslim dan memelihara anjing. selama ini saya selalu was2 dan sering ragu..
    bila berkenan tolong jawab lewat imel saya..

    Waalaikumussalam.
    Ya tetap halal karena bejananya pasti sudah dicuci.

  35. arif said:

    Assalamu’alaikum. mau tanya Ustadz. anak ana umur 2 th. sering ngompol di spring bed, bagaimana cara memebrsihkannya? apakah cukup disiram dgn air dan dilap sabun smp baunya hilang sdh mencukupi? /spring bednya di cuci dan di jemur ‘kata sebagian orang'( yg akan membratkan ana). Jazakallohukhoir. jawabannya punten kirim jg lewat email ana Ustadz.

    Waalaikumussalam.
    Ya, sudah cukup dengan air sebagaimana yang biasa dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam terhadap kencing ana kecil, kalau mau ditambahkan sabun juga tidak mengapa.
    Namun jika itu memberatkan dan khawatir merusak tempat tidur maka kencingnya bisa dibiarkan kering, lalu ditutup dengan sprei. Karena jika sudah kering maka kencing tidak akan melekat pada pakaian.

  36. reza said:

    assalamu’alaikum wr.wb.
    saya ingin bertanya, waktu saya masih kecil saya terkena cipratan air bekas mandinya anjing, karena anjing itu di mandikan, anjing itu mengibas ngibaskan bulunya sehingga air bekas mandinya nyiprat kemana mana, lalu air tersebut terkena saya, apakah saya harus menyucikan diri saya dengan air 7 kali yang salah satunya diselingi oleh tanah ?

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu, selain karena itu sudah masa lalu, terkena percikan air mandi anjing tidak diwajibkan mencuci 7 kali. Tapi yang diwajibkan hanyalah ketika terkena liur anjing.

  37. delila said:

    ustad, sama seperti no. 37 ustad, sewaktu kecil saya pernah memegang anjing. Dan saya baru menyadari sekarang setelah kurang lebih 8 tahun. saya was was ustad.

    Dan, ketika kita dijilat anjing saat haid, apakah boleh lgsg dibersihkan atau harus menunggu haid berhenti atau setelah mandi junub bersucinya?

    Tidak ada alasan untuk was-was karena itu kejadian yang sudah sangat lama sehingga tidak perlu lagi mencuci tangan 7 kali.
    Dan jika wanita haid terkena liur anjing maka dia langsung mencucinya 7 kali saat itu juga.

  38. delila said:

    Assalamualaikum ustad. Sewaktu kecil saya ingat pernah memegang anak anjing tetangga. Pertama saya memegangnya waktu tubuhnya kering, dan yang kedua waktu anjing itu dimandikan. karena dulu saya menganggap memegang anjingnya tdk mengapa, jadi saya tdk bersuci. setelah beranjak dewasa, saya menjadi teringat kejadian itu, saya jd bersuci 7x tangan dan kaki saya (karena waktu itu saya menyentuhnya juga dgn kaki). Tapi saya kepikiran lagi, ustad. Sewaktu saya kecil, apakah saya kena liurnya atau tidak, apakah setelah memegang anjing itu saya memegang bag. tubuh yang lain atau tidak. saya jadi WAS WAS ustad. Haruskah saya membersihkan bag tubuh yg lain? Kemarin saya membersihkan dengkul saya walaupun saya tidak yakin apakah bag itu trkna najis. Sikap apa yang saya harus ambil ustad? Syukron.

    Waalaikumussalam.
    Yang wajib mencuci itu hanya kalau terkena liur anjing saja, bukan anggota tubuh anjing lainnya. Lagipula kejadian itu sudah lama sehingga tidak perlu lagi untuk dicuci.

  39. dita said:

    kemarin saya bersuci dari najis anjing. tetapi saya tidak mengucapkan bismillah atau niat. haruskah saya mengulang bersuci dari najisnya? terima kasih

    Tidak perlu, tidak diharuskan membaca basmalah dalam hal ini.

  40. rene said:

    assalamualaikum. ustadz, untuk menghilangkan najis besar, wajib kah niat? saya terkena jilatan anjing tetapi lgsg saja bersuci, tidak menggunakan niat? sah kah bersuci saya? atau harus diulang? makasi ustadz
    Waalaikumussalam.

    Para ulama menyatakan bahwa dalam membersihkan najis itu tidak dibutuhkan niat. Dan ini insya Allah pendapat yang tepat.

  41. Rachman Setyawan said:

    assalamua’alaikum,
    saya mau nanya nih,
    misalkan kaki saya terkena najis air liur anjing, lalu saya bersihkan dgn sabun saja, bisa kah najis ini menular ,???
    saya melihat jawaban anda di salah satu pertanyaan , yg di maksud zat dari najis liur anjing ini apa??

    Waalaikumussalam.
    Maksud menular bagaimana? Yang dimaksud zat, ya liur anjing itu sendiri.

  42. tama said:

    jd begini ustadz kemarin saya naik motor lagi hujan dan ada anjing di daerah itu. saya merasakan ada air jatuh menimpa saya. saya takutnya itu liur anjing yg menimpa saya. saya takut dan was2 ustad, saya mencoba membaui rambut saya, dan saya merasakan ada bau liur manusia dan makanan anjing. tp setelah saya membauinya yg kedua kali saya tidak mencium apa apa. Begitu pun yg ke 3x. Sama sekali tidak ada bau, hanya bau sampo saya. Saya tidak tau sih bau liur anjing seperti apa. Tapi saya takut yg menimpa rambut saya itu liur anjing. Padahal disekitar saya waktu itu tidak terlihat anjing. Bagaimana ya ustad, apakah bau yang pertama itu hanya halusinasi saya saja karena takut tertimpa najis itu? Apa saya harus bersuci?

    Semua itu hanya was-was tidak perlu diladeni.

  43. tama said:

    mau tanya ustad spt pertanyaan yang diatas, kalau misalnya kita terjilat anjing tp kita awalnya tdk tahu, lalu beberapa hari kemudian menyadari hal itu tp zat dari air liurnya sudah mengering. jd kita gak wajib bersuci 7x?

    Sudah tidak wajib lagi. Wallahu a’lam

  44. tama said:

    ohya ustad, terima kasih atas jawabannya. saya sdg melawan penyakit was2 saya… terima kasih banyak

  45. Hafidz said:

    Assalamu’alaikum Pak ustadz…
    Saya maw tanya, kalau bak mandi kena kotoran yg mungkin tikus ato cicak bagaimana? Apakah itu najis?

    Saya pernah membasuh kaki saya memakai sandal sandal di kamar mandi, sandal tersebut pernah ada kuning kuning di alasnya mungkin kotoran kuda, setelah basuhan kedua trnyata gayungnya bocor tapi saya hiraukan, karena yakin ga kena celana dan tak najis.
    Setelah beberapa menit jadi ragu, air cipratan itu najis atau tidak, akhirnya jadi beban pikiran terus,, bagaimana hukumnya pak ustadz?? Najiskah? Kalau memang najis, apakah saya harus mencuci ulang smua brang saya?

    Mohon pencerahannya pak ustadz, saya selalu was was dan merasa tindakan yang saya perbuat selalu salah. ??

    Waalaikumussalam.
    Semua itu hanyalah was-was dan tidak perlu diperhatikan. Selama tidak nampak zat najisnya ada di situ maka berarti najis itu tidak ada.
    Kotoran tikus dan cicak bukanlah najis, jadi tidak ada yang perlu dirisaukan.

  46. dil said:

    Assalamualaikum wr. wb

    Sebelumnya terima kasih atas artikelnya pak ustad, saya mau tanya. kalo darah dari nyamuk apakah najis? Baik darah itu dari nyamuk, atau dari manusia.

    Dan yang ìngin saya tanyakan, maaf kalau agak keluar dari topik. Jadi saya setiap mandi wajib pasti ada saja yang tertinggal, seperti ada kerak di bulu mata, atau kerak hingus di daerah hidung atau ada sedikit tanah tertinggal di ujung kuku/jari dsb. Jumlahnya sedikit pak ustad, dan biasanya saya temukan sejam/dua jam setelah mandi wajib. kalau terjadi seperti ini, apakah saya harus mengulangi mandi wajib? Saya khawatir keraknya menghalangi jalannya air.

    Sekian pak, kurang lebih mohon maaf. Wassalamualaikum.

    Waalaikumussalam.
    1. Semua jenis darah bukan najis kecuali darah haid.
    2. Jika memang dipastikan kerak itu melekat sebelum mandi dan dipastikan menahan air mengenai kulit, maka mandinya harus diulang.

  47. Hafidz said:

    Assalamu’alaikum Pak Ustadz Wr. Wb.

    Saya mau tanya lagi,, kemaren saya menduga celana saya kena pipis padahal sya tidak ngompol.
    Saya pernah menemukan suatu kejadian bahwa di ujung kemaluan saya terasa ad yang bergrak.. Saya jadi takut itu pipis dan takut2nya itu ke celana.. Akhirnya saya gantungkan celana saya yng kebetulan basah karena habis saya cuci.

    Namun bbrapa hri stlah itu sya hnya mnemukan bhwa itu semua hanya was was, dan sya gag sengaja memegang celana itu yang memang masih agak bsah.. Nah apakah itu bisa dihukumi najis? ataukah bukan??

    saya jadi bingung menyikapinya, takut2nya nyebar dan sya harus mencuci semua brang2 saya..

    2. Saya memegang jerawat dan ternyata pecah keluar darah, lalu saya pelotot jerawatnya sampai darahnya berhenti. Darah tersebut kena tangan saya, apakah itu najis? Saya terlanjur tidak mencuci tangan karena waktu itu dingin sekali dan saya juga sudah memegang barang barang, walaupun darahnya sudah kering..

    Mohon sarannya pak Ustadz

    Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Waalaikumussalam.
    1. Itu tidak dihukumi najis.
    2. Darah bukan najis.

  48. Tika said:

    Assalamualaikum pak ustad. Saya mau tanya tentang bersuci, jadi waktu saya menstruasi saya keluar mani. Di artikel bapak tentang kafiat mandi junub, mandi junub dan haid harus didirikan sendiri-sendiri. Nah pak, kalau saya mau mandi haid lalu mandi janabah, haruskah saya menunggu air dari mandi haid saya kering? Atau bisa langsung saja sewaktu setelah saya mandi haid langsung saya siramkan air dengan niat mandi junub? Terima kasih. Wassalamualaikum.

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu menunggu kering.

  49. dian aryani said:

    ass
    saya mau bertanya lg,pd hari kamis saya sdg dlm prjalanan ke kampus,dijalan ada seorang ibu yg membawa anjing kecil didalam keranjang,pas saya jalan,saya menginjak sesuatu yang lengket. saya takut itu adalah air liur anjing,tetapi saya tidak melihat air liur anjing tsb jatuh ke jalan. nah apakah saya harus mencucinya dengan tanah atau bagaimana?
    terimakasih
    wassalam

    Tidak perlu, semua itu hanya was-was.

  50. Tika said:

    ada pertanyaan tambahan pak ustad, sebaiknya saya dahulukan mandi junub atau mandi haid?

    Jika memang dikerjakan dua-duanya, maka tidak ada masalah yang mana dahulu.

  51. Yoga said:

    Pak ustad saya mau nanya misalnya saya ke toilet lalu setelah selesai buang air kecil dan membersihkannya saya langsung menggunakan celana tanpa membersihkan kaki saya terlebih dahulu, apakah celana saya termasuk terkena najis atau tidak? Terimakasih pak ustad

    Kalau memang kaki tidak terpercik kencing maka tidak najis.

  52. farah said:

    assalamu’alaikum,
    Saya mau bertanya ustadz. Di teras rumah tetangga saya tiap pagi selalu ada kotoran tikus(tahi/kencing). Kotoran itu dibiarkan kering hingga sore hari kemudian dibersihkan hanya dengan disapu tanpa disiram air/dilap kain pel. Apakah lantai rumahnya menjadi najis semua? Sedangkan anak saya seringkali main kesitu dan saya ada rasa was-was jika dia pulang maka rumah kami juga akan menjadi najis semua. Saya tidak mungkin melarangnya bermain apalagi melarang tetangga saya untuk masuk ke rumah saya karena takut najis.

    Waalaikumussalam.
    Kotoran dan kencing tikus bukanlah najis. Karenanya cukup dibersihkan saja, insya Allah itu tidak mengapa.

  53. dian aryani said:

    ass,
    saya mau tanya lg
    1. kemarin saya main kerumah teman saya dan dia memelihara anjing. saat saya mau masuk kedalam sya melewati rumput liar dan saya melihat sesuatu berwarna abu2 dan putih. rumput liar itu mengenai betis saya. saya penasaran dan akhirnya saya mengelap betis saya dengan tangan saya,saya mencium bau gt,saya tkt itu adl kotoran anjing.tetapi saya bingung apa ada kotoran anjing berwarna abu2?
    jadi apakah itu najis dan saya harus mencucinya dengan tanah?
    saya baca diatas kotoran anjing tidak najis hanya liurnya saja, sedangkan menurut para ulama tinja dan kencing hewan yg haram dimakan adalah najis.
    2. kmrin juga saya sedang naik motor, dijalan saya mencium bau pesing,saat saya mengelap muka saya, bau itu menempel di muka saya. apakah kalau kita menghirup bau air kencing anjing dan bau itu menempel pada muka kita itu harus dicuci dengan tanah?
    terimakasih.
    wass,

    1. Selama tidak bisa dipastikan itu adalah kotoran anjing, maka tidak ada kewajiban apa-apa.
    2. Tidak perlu.

  54. dian aryani said:

    maaf ternyata masalah kotoran dan kencing hewan yg haram dimakan bukan kesepakatan ulama melainkan hal yg diperdebatkan.terimakasih.

  55. Hakeru said:

    Assalamu alaikum ustadz
    Gini, wkt k’kebun bareng teman, teman sy sempat cuci tangan di kolam yg wktu itu sy liat ada anjing yg jilat airnya, otomatis tangan tmn sy ini kenna najis dr air bekas minum anjing, yjd yg ingin sy tanyakan, apakah setiap benda yang di sentuh tangan teman saya itu juga najis hukumnya ?

    makasih sebelmunya ustadz

    Waalaikumussalam.
    Tidak. Tapi teman itu harus mencuci tangannya sebanyak 8 kali dan yang terakhirnya dicampur tanah.

  56. muhamad yana said:

    Bismillah..
    Assalamu’alaikum Warohmatulloh
    Barokallohu fiika
    sy mw btanya pak ustad,
    1. Ada celana terkena air kencing, seperti ngompol d celana.. jika dicuci memakai mesin cuci kmudian drendam di air pewangi, apakah sudah hilang najisnya?
    2. Bgmana jika ssudah dicuci spt. Di atas , tnyata stlah kering celana tsb. sy cium spt. Msh ada bau pesing gitu, apakah celana tsb. Boleh dipakai solat?
    Jazakalloh khoiron atas jawabannya

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    1. Insya Allah sudah hilang.
    2. Insya Allah tetap boleh dipakai sholat.

  57. dea said:

    assalamualaikum pak ustad,

    Saya kalau mencuci pakaian dalam dengan pakaian biasa dicampur, bagaimana jika pakaian dalam saya terkena najis, apakah pakaian yg lain juga terkena najis? Saya membilas pakaian itu dengan air yg sama yg diganti setiap kalinya, 2x sampai 3x, bila warna air hanya berubah karena sabun dan tidak ada bau najis apakah pakaian yg saya pakai boleh buat solat pak? Trims.

    Waalaikumussalam.
    Selama tidak dipastikan adanya najis, maka semua itu hanya sekedar was-was yang tidak perlu diperhatikan.

  58. retno said:

    Ustadz, saya bekerja di rumah orang nasrani selama 2 bulan. selama ini saya merasa aman, kemudian suatu hari, mereka mulai membeli anjing dan dipelihara dirumah. bagaimanakah hukumnya kalau saya tetap bekerja dirumah tersebut ? haruskah saya keluar dari pekerjaan tersebut ?

    Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada anjing. Kemudian, seorang muslim tidak sepantasnya menjadi pelayan bagi orang kafir. Karenanya, jika dia sanggup mendapatkan pekerjaan lain, maka itu yang lebih utama insya Allah.

  59. yuan said:

    Assalamu’alaikum,
    Ustadz, Bagaimana cara membersihkan lantai keramik yang terkena kencing bayi agar hilang najisnya & sah untuk tempat Sholat.
    Selama ini kami hanya mengelapnya dengan kain atau mengepelnya dengan air yg sama di ember yg juga dipakai untuk mengepel bagian lantai lainnya dirumah kami. Apakah ruangan rumah kami menjadi najis semua & tidak sah untuk tempat sholat..?
    Salam

    Waalaikumussalam.
    Insya Allah dipel dengan air itu sudah cukup. Adapun sekedar dilap dengan kain kering atau basah tanpa ada air disiramkan padanya, maka kam khawatir najisnya tidak hilang dengan sempurna.

  60. elfirdausy said:

    salam ya ustadz..

    pertanyaan pertama:

    yg wajib dicuci 7x dan salah satunya dengan air tanah, berlaku utk semua yg dijilati anjing atau cuma bejana saja?? tolong tunjukkan dalilnya jika berlaku utk semua, bukan hanya bejana.

    pertanyaan kedua:

    ini adalah jawaban ustad dari pertanyaan no 23:
    “Jika liurnya sudah kering dan zatnya sudah hilang,
    maka tidak ada kewajiban mencuci.”

    yg jadi pertanyaan saya, gmana hukumnya jika kita membiarkan saja liur anjing, kencing, darah haid dll yg hukumnya najis itu sampai kering??
    kerna berdasarkan jawaban ustad diatas, semua itu menjadi najis jika sifatnya basah dan bisa menempel pada kita.. tapi jika kering zatnya tidak mungkin bisa menempel pada kita..
    jika seperti itu, utk apa kita membersihkan najis tersebut, biarkan aja sampai kering toh kalo sudah kering dan tidak menempel pada kita tidak ada kewajiban bagi kita utk mencucinya. tolong luruskan jika saya salah.. terima kasih

    1. Para ulama menyatakan bahwa penyebutan ‘bejana’ dalam hadits hanya merupakan hukum kebanyakan (aghlabiah), karena memang yang biasa dijilat anjing di zaman dahulu adalah bejana. Akan tetapi hukum ini sebenarnya berlaku mutlak untuk semua benda.
    2. Kami tidak mengatakan jika najis sudah kering maka tidak perlu dibersihkan. Tapi kami katakan jika sudah kering dan zatnya najisnya sudah hilang. Artinya, walaupun najis -seperti darah- itu sudah kering namun zatnya masih ada maka tetap wajib dibersihkan. Harap anda memperhatikan dengan baik semua ucapan kami dan tidak hanya mengambil sebagiannya saja.

  61. elfirdausy said:

    menurut islam tinja dari hewan yg halal ato haram dimakan itu najis ato bukan??
    apakah kedua-duanya bukan najis ato hanya salah satu darinya saja yg najis??

    ini adalah pernyataan ustadz dari “hukum kopi luwak”:
    “semua hewan yang halal dimakan maka kotoran dan kencingnya adalah suci dan tidak najis”

    sedangkan dibagian “kriteria makanan yg halal” ustaz menyatakan bahwa cicak itu haram dimakan.

    tapi ada juga pernyataan ustaz disini, pada pertanyaan no 45.. bahwa tinja cicak itu bukanlah najis..

    jadi pernyataan ustaz:
    “semua hewan yang halal dimakan maka kotoran dan kencingnya adalah suci dan tidak najis”

    menurut saya tidak tepat, kerna jika kotoran cicak juga bukan najis padahal cicak adalah binatang yg haram dimakan menurut “kreteria makanan yg halal”

    maka seharusnya adalah semua hewan kotorannya adalah suci & tidak najis..

    tolong luruskan kalo sy salah.. terima kasih..

    Waalaikumussalam.
    Ya, semua kotoran dari hewan yang haram dimakan adalah najis. Namun kemudian sebagian ulama mengecualikan hewan-hewan yang ukuran tubuhnya lebih kecil daripada kucing, mereka menyatakan bahwa kotorannya tidaklah najis. Wallahu A’lam.

  62. arasthity said:

    AsSaLaMu’aLaiKuMm..
    Sayaa mau tanya ustad, bagaimana cara mensucikan diri apabiLa tidak sengaja kita memakan sesuatu yang haram seprti babi. Mohon penjelasannya ustad. Terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Cukup bertaubat, tidak ada yanperlu disucikan dari anggota tubuh.

  63. fathur said:

    assalam’mualaikum wr wb
    ustad ana mau tanya, saya sering ragu apabila keluar dari kamar kecil lantaran bingung basah yg di celana dalam itu bekas air habis bersuci atau najis (air kencing) soalnya saya kadang” suka ngerasa kurang buang airnya dan berdenyut setelah buang air kecil itu sendiri. trima kasih

    Waalaikumussalam
    Selama belum merupakan keyakinan dan masih ragu-ragu, maka itu tidak perlu ditoleh. Asalnya, itu adalah air, bukan najis.

  64. ana said:

    ustadz apakah wajib menggosokkan telapak tangan ke dinding setalah digunakan untuk beristinja’ atau bolehkan mencukupkan dengan m?

    Tidak wajib.

  65. Hamba Allah said:

    Assalamu’alaikum wr, wb

    Ustadz, jika kita memegang makanan yang masih belum jelas hukumnya, alias syubhat, apakah makanan tersebut jika kita sentuh menjadi najis, atau tidak sama sekali? Jika najis, termasuk najis apakah itu? Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum wr, wb.

    Waalaikumussalam.
    Makanan yang haram bukanlah najis, kecuali bangkai. Wallahu a’lam.

  66. didit said:

    ustadz, lantai saya itu kan najis kena kencing, apakah cukup menghilangkan najis dengan dipel, soalnya ibu saya biasanya mengambil ember terus mengepel dengan alat pel, terus dimasukkan lagi n diperes diember tersebut, apakah sudah suci, soalnya setahu saya menghilangkannya najis harus dengan air yang mengalir..

    Jika kecingnya dah disirami air terlebih dahulu, atau pada kain pel itu sudah terdapat air, maka insya Allah itu sudah cukup.

  67. dea said:

    apakah kotoran tikus itu najis?Di suatu artikel saya menangkap bahwa kotoran tikus itu najis, ttp komentar diatas kotoran tikus a/ bukan najis

    Tikus adalah hewan yang haram dimakan, dan semua hewan yang haram dimakan maka kotorannya adalah najis, wallahu A’lam.

  68. Mastur said:

    Bismillaah,ana mau tanya ust,tempat yang pernah terkena najis kemudian mengering dan tersentuh oleh sesuatu yang basah,apakah yang basah itu menjadi najis ? Syukron

    Jika zat najisnya masih ada di situ maka yang basah itu menjadi najis. Namun jika zatnya memang betul-betul sudah hilang, maka tidak ada masalah.

  69. widyo said:

    pak ustadz, menanggapi komentar nomor 63 dari saudara fathur..
    saya juga mengalami hal yang sama seperti itu..karna takut itu hanya was-was syetan maka tidak saya hiraukan, sebab sudah jelas kalau mengikuti syetan itu dosa. Pertanyaannya :
    1. Sudah benarkah pendapat saya ini?
    2. Lalu bagaimana bila itu memang betul-betul kencing, padahal kita masih dalam keraguan. Apakah boleh kita solat dengannya? apakah kita berdosa karenanya?
    3. bagaimana solusi dari masalah ini, karena saya kerap di hantui rasa berdosa dan siksaan Allah akibat masalah ini pak ustadz.
    terimakasih

    Yang jelas, Allah Ta’ala hanya akan menghukum kita berdasarkan keyakinan kita dalam masalah ini. Maka yang dia jadikan sandarang dalam bersikap adalah apa yang dia yakini. Yang bermasalah adalah jika dia sudah yakin keluar lalu dia tidak membersihkannya.

  70. adam said:

    Assalamu’alaikum

    Ustadz, jika saya membasuh tangan di dalam air yang dijilati oleh anjing.Kemudian tangan itu sudah kering, lalu saya tesentuh lidah/gigi saya.Apakah lidah/gigi saya itu dikira bernajis yang perlu dicuci 7 kali?
    terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu, kecuali jika anda yakin tangan anda terkena liur anjing.

  71. didit said:

    ustadz saya yang bertanya di nmr 66, ustadz berarti dengan pel yang sudah saya basahi dengan air sudah cukup menghilangkan najis hukmiyah kah?

  72. Erniwarnoto said:

    Asalamualaikum pa ustadz

    SAYA cma mau Tanya
    Apakah tempt yg sudah di injak2 anjing ITU najis
    Trs pas bln2 kmrn Ada anjing yg main di rmh majikan SAYA(di Arab)
    Trs pas tu anjing masuk rmh Dan berkeliaran di RUMAH SAYA slalu ngumpet
    Soalnya SAYA takut +najis,nah Trs kt kaka mjkn SAYA tu anjing
    Haus Trs SAYA kasih air Nya di mangkok Dan mangkok ITU
    Setelah tu anjing minum tu mangkok tumpah serta air2nya jg..
    Nah yg jd pertanyaan SAYA slama ini adalah
    APAKAH TEMPAT YG TD DI INJAK DAN BEKAS AIR YG DI MINUM YG TUMPAH DI LANTAI ITU NAJIS!?

    Tidak najis, hanya saja semua tempat dan bejana yang terkena liur anjing, harus dicuci 7 kali dan yang kedelapannya dicampur air dengan tanah.

  73. Erniwarnoto said:

    Assalamualikum..

    Ada satu pertanyaan lg dr SAYA:
    Pada BUlan puasa kemaren SAYA di ajak main KE rmh adiknya majikan saya,
    Trs di RUMAH ITU Ada anjingnya pas SYA masuk RUMAH yu anjing langusng mendekati SAYA tpi SYA langsung lari ketakutan..beberapa jam kemudian SAYA di panggil sma adiknya majikan SAYA untuk megang(ngelus2)tu anjing SYA menolaknya smpe 10 Kali dia meminta SYA agar megang tu anjing akhir’y SAYA pegang tu anjing tpi cuma bulunya doang terus SAYA pergi Dan langsung mencuci tangan..nah pas di Saat buka puasa tangan majikan SAYA kan sudah megang2 anjing tpi tidak cuci tangan apakah skrng tangan SAYA ITU najis!Dan apakah tempat ITU jika untuk sholat sha APA tidak
    Syukron kitir pa ustadz…

    Tangan tidak najis, karena tubuh anjing tidaklah najis.

  74. widyo said:

    jadi kalau kita yakin tidak keluar apapun dari nya maka kita abaikan saja..?? dan justru kita berdosa kalau kita sudah yakin keluar sesuatu dr kemaluan depan malah membiarkan najis itu dan tidak membersihkannya, benar begitu tadz??

  75. Achmad said:

    Bismillah,

    Ustadz,untuk membersihkan kencing dilantai apakah dipel dengan kain kering dulu kemudian disiram air atau sebaliknya?

    Jazakallaahu khairan.

    Yang jelas ada siraman pada tempat tersebut.

  76. Adib said:

    salam ustaz

    bagaimana kalau baju saja yg terkena barang yang dibuat dari kulit babi, dan ianya kering, adakah saya harus mencuci baju saya itu? jika saya pegang baju saya yang terkena kulit babi itu, adakah tangan saya harus disucikan juga?

    apakah lagi jika saya tidak yakin bahawa barangan itu dari kulit babi, setelah puas cuba menentukannya.

    terima kasih,
    salam

    Tidak wajib apa-apa. Tidak ada yang perlu dicuci. Karena kulit bangkai jika dia telah disamak maka dia telah suci.

  77. lana said:

    Saya mau tanya, bingung dg pernyataan ustd diatas. Td ustd blg gini ” Kotoran dan kencing tikus bukanlah najis. Karenanya cukup dibersihkan saja “. Tp di beberapa jawaban slanjutnya ustd blg gini “tikus adalah hewan yang haram dimakan, dan semua hewan yang haram dimakan maka kotorannya adalah najis” lalu yang bener yang mana ust? Sykrn

    Yang pertama itu adalah pendapat yang dulu kami pegang, dan itu murni merupakan kesalahan kami, dan kami beristighfar kepada Allah karenanya. Dan sekarang kami mantap di atas pendapat yang menyatakan najisnya semua kotoran dan kencing dari hewan yang tidak boleh dimakan, wallahu A’lam.

  78. dewi said:

    assalamualaikum.. ustad, mau tanya.. saya kemarin dari trans studio makassar, saya sempat foto dengan menggendong anjing, haruskah saya berwudhu 7x? sedangkan bulunya tidak basah terkena air liurnya..

    Waalaikumussalam.
    Tidak wajib mencuci (bukan berwudhu) 7 kali, karena hukum itu hanya berlaku jika terkena liurnya saja.

  79. Fira said:

    Assalamualaikum.
    Pak ustadz saya mau bertanya, tp tidak berkaitan dengan masalah najis.
    Saya mau bertanya mazhab apa yang bapak ikuti? Apakah madzhab syafi’i?
    Terimakasih

    Waalaikumussalam.
    Alhamdulillah, kami mempelajari semua madzhab yang ada di kalangan ulama lalu kami mengikuti mana yang lebih kuat dalilnya. Karena kami yakin, sepandai apapun seorang ulama, pasti ada kebenaran yang dia tidak ketahui tapi diketahui oleh ulama yang lain. Karenanya kami tidak mau terpaku pada satu madzhab saja.

  80. Hamba Allah said:

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Setelah saya membaca semua pertanyaan dan jawaban-jawaban dari Ustadz, jadi dengan kata lain, penggunaan kulit babi dalam barang-barang sekitar kita itu tidak apa-apa digunakan, alias tidak najis? Terima kasih, wassalamu’alaikum wr wb.

    Waalaikumussalam.
    Ya, asalkan kulitnya sudah disamak sebelum dibuat produk tertentu.

  81. z said:

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Pak ustadz bgman cara mencuci celana yg diendus2 oleh anjing dan terkena bulunya,apakah termasuk najis atw tidak krn cumnan diendus tidak dijilat?
    oiya kl baca komentar #78 pernah denger dr temen2 sy kl bulu anjing jg najis krn ada bekas jilatannya apakah benar ?
    trm ksh kl komen sy ada yg salah tlg dikoreksi

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu dicuci. Yang wajib dicuci 7 kali hanya jika terkena liur, bukan bulunya.

  82. ade ardiansyah said:

    asalam wr wb saya mau tanya jika seseorang y terjilat anjing tetapi tidak d bersihkan hanya mengelap nya saja bagaimana.waslam wr wb

    Dia berdosa.

  83. Nisa said:

    Assalamu’alaikum
    saya mau tanya, saya pergi kewarung, disitu ada anak kecil abis main dg anjingnya bajunya ditarik dan digigitin anjing, lalu ga sengaja bajunya kena celana saya. Bagaimana hukumnya najis kah?apa kah saya harus mencuci celana saya 7kali tlog dijawab makasi

    Waalaikumussalam.
    Tidak harus dicuci kalau belum bisa dipastikan, liur anjing ada di pakaian kita.

  84. Nisa said:

    Maaf ustd ada yg ketinggalan,
    apa baju saya jg ikut dicuci, tp saya ga tau apa baju saya juga kena atau tidak. Lalu bagaimana dg tangan saya waktu mencuci celana itu apa terkena najis?
    Terus saya juga ga tau apa baju anak kecil yg ga sengaja terkena celana saya ada air liur atau tidak.. Tlong dijawab makasi..
    Wassalamu’alaikum wr wb

    Waalaikumussalam.
    Yang jelas, tidak ada kewajiban apa-apa -termasuk mencuci- kalau memang kita belum yakin baju terkena liur. Kalau bagu sekedar dugaan, maka tidak perlu dicuci sampai yakin.

  85. Adam said:

    Assalamualaikum ustaz.. Sekiranya air di dalam bekas @bijana yang telah dijilat oleh anjing tertumpah lalu terkena tangan saya…adakah tangan saya itu perlu dicuci dengan 7 kali salah satunya dengan air tanah..? Terima kasih..

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu.

  86. hamba allah said:

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Pak ustadz saya mau bertanya, terkait dengan pertanyaan no 58 tentang pelayan bagi orang kafir.
    Saya bekerja di pemerintahan sbg kryawan outsourching, dan saya biasanya disuruh bertugas kelapangan oleh seorang CPNS yg beragama kristen, apakah ini bisa disebut pelayan bagi orang kafir?

    Terimakasih

    wassalamu’alaikum wr wb.

    Waalaikumussalam.
    Kalau bentuknya seperti -misalnya- OB yang bisa dimintai tolong oleh setiap karyawan di dalam perusahaan, baik dia karyawan itu muslim atau kafir, maka insya Allah itu tidak mengapa, karena itu bukanlah bentuk dia menjadi pelayan bagi orang kafir tersebut. Wallahu a’lam

  87. aditya said:

    assalamualaikum …

    Saya mau crita, tp gk brkaitn dgn yg diatas..

    kan diRumah saya, tepatnya diBawah kamar saya ada septic tank,
    kalo saya sholt diatasnya hukumnya apa ustadz …

    Trimakasih
    wassalamualaikum wr.wb ..

    Waalaikumussalam.
    Boleh, tidak ada masalah.

  88. salafeyoon said:

    ikutan ijin share

  89. Fitri said:

    Assalamu’alaikum wr, wb:

    Pak, saya pernah main kerumah teman saya yang punya anjing, suatu kali anjing itu mendekati saya dan menjilat kaki saya, lalu saya langsung bersihkan kaki saya itu dicuci pakai sabun antiseptik dan tidak menggunakan tanah (karena tidak ada), dan saya tidak tahu bagaimana caranya membersihkan sebanyak 7 kali. Keesokkan harinya waktu saya pulang, baru saya bersihkan dengan tanah dan air dan sabun lagi. Pertanyaan saya, bisakah membersihkan bekas jilatan air liur anjing dengan sabun antiseptik saja (mungkin di zaman nabi dulu belum ada sabun, makanya menggunakan tanah), bagaimana adab membersihkan sebanyak 7 kali? dan mengapa harus 7 kali? Terima kasih, wassalamu’alaikum wr wb.

    Waalaikumussalam.
    Tidak cukup. Harus dengan tanah. Di zaman Nabi juga ada bahan-bahan pembersih seperti sabun, tapi Nabi tetap menggunakan tanah.
    Disiramkan air sebanyak 7 kali, dan yang terakhir airnya dicampur dengan tanah lalu disiramkan ke tempat yang terkena liur anjing. Kenapa harus tujuh kali? Itu rahasia Allah, kewajiban kita hanya mengerjakannya.

  90. Adam said:

    Assalamualaikum ustaz…berkaitan soalan 85….mengapakah tidak perlu mencuci 7 kali? Adakah air dalam bekas@bijana tersebut tidak dikira air mutanajjis?saya pernah membasuh kaki dan tangan saya dengan air yang telah dijilat/diminum oleh anjing..apa yang harus saya lakukan?risau amal ibadah saya tidak diterima oleh Allah S.W.T….bantulah saya.terima kasih.

    Waalaikumussalam.
    Yang dicuci 7 kali hanya yang terkena liur anjing saja, tidak yang lainnya.

  91. anariani said:

    gimana cara membersihkan sisa nasiyg jatuh dilantai,ada orang makan nasi dg babi setelah selesai ada sedikit tumpahan nasi,kita yg muslim gimana membersihkannya,apakah sisa nasi yg sedikit itu kita sapu apkah sapu itu kita bersihkan dan gimana lantainya,gimana kita membersihkannya maklum ini disekolah anak saya gimana repotnya

    Cukup dibersihkan sebagaimana biasa saja.

  92. zasta said:

    Saya bingung, anda bilang air liur anjing tidak najis, sedangkan dlm al-quran sudah jelaas semua yang ada dlm anjing dan babi adalah haram.
    bagaimana dgn penggunaan kuas bulu babi yg anda bilang tidak apa2? .

    Harus dibedakan antara haram dengan najis. Setiap yang najis memang haram, tapi tidak semua yang haram itu najis. Bukankah narkoba itu haram tapi tidak najis? Dan bukankah keledai jinak itu haram dimakan tapi bukan najis karena boleh disentuh?

  93. epi said:

    Assalamu’alaikum
    bolehkah mencampur pakaian suci dengan pakaian yang terkena najis ketika mencucinya dalam satu wadah?

    Waalaikumussalam.
    Sebaiknya najisnya dihilangkan terlebih dahulu sebelum dicampur dengan pakaian yang suci.

  94. zahra said:

    Assalamualaikum. wr. wb, kemarin saya berbelanja di supermarket, lalu saat mau membayar di kasir, saya lihat orang di depan saya ternyata membeli bacon babi dalam kemasan, apakah belanjaan saya terkena najis karena sang kasir memegang kemasan dari bacon tersebut lalu memegang belanjaan saya? terimakasih sebelumnya

    Waalaikumussalam.
    Tidak.

  95. omens self said:

    asalamualaikum.
    pa ustadz sya mau nanya dlu sya prnah mkn dging babi apakah ada cra khusus untuk mmbersihkan nya..??

    Waalaikumussalam.
    Tidak ada. Cukup bertaubat kepada Allah Ta’ala.

  96. Victorio said:

    Pak ustadz,
    Saya lagi bertamu ke rumah teman saya dan kebetulan punya anjing.. Kaki dan tangan saya kena liur, baju pun juga begitu..

    Yang jadi pertanyaan :
    Untuk kaki dan tangan yg kena liur, saya basuh dulu 7 kali dengan air, karena tidak ada tanah disekitar.. Setelah saya pulang saya ulangi cuci 7x + tanah di ke 8. Apakah boleh seperti ini?

    Trus untuk baju yg sudah kena liur, saya basuh juga dgn air 7x, ttpi blom dikasih tanah (nunggu pulang) .. Dan saya ulangi sampai di rumah. Apakah boleh?

    Sah – kah yg saya lakukan? Saya menunda pakai tanah, krena takut kena liur lagi (msh lama di rumahnya), dan tidak ada tanah di halamannya.

    Mohon pencerahan

    Setelah dapat tanah, baru semuanya dicuci. Tidak mengapa mengundur mencucinya sampai dapat tanah.

  97. irwan said:

    aslmualaikum ustadz.saya mau tanya haruskah kita mencuci tangan kita 7kali dengan tanah setelah memegang kuas yang terbuat dari bulu babi…mohon penjelasannya wassalam

    Waalaikumussalam.
    Bulu babi adalah suci, karenanya tidak perlu mencuci tangan. Ini adalah pendapat Al-Malikiah dan sebuah riwayat dari Imam Ahmad. Hal itu karena bulu tidak terdapat kehidupan/roh di dalamnya, karenanya dia tidak termasuk bangkai. Berbeda halnya dengan daging dan darah. Wallahu a’lam.

  98. aghnes chrystie said:

    ass.
    saya mw tanya pak,, slm ini kan saya selalu melalaikan sholat,, :'( saya udh dpt teguran dri yg diatas,, :'( saya takut :'( saya sring melalaikan kwajiban saya dan dan brbuat demi kesenangan duniawi :'( terakhir saya mens saya tidak pernah menjalani mandi wajib,, skrg saya ingin mandi wajib,, tp tangan saya sedang terluka,, jd bgaimana pak ?? apakah ad cara lain untuk bersuci selain dgn mandi wajib ??
    untuk org2 yg sedang dalam keadaan terluka ?? :'(

    Lukanya bagaimana? Apakah akan parah jika terkena air. Kalau cuma lecet atau luka sedikit, maka tidak mengapa dan tetap wajib mandi junub.

  99. hamba allah said:

    assalamualaikum

    pak ustadz,

    saya mau tanya bila selesai mengeluarkan madzi kemudian dibersihkan dan mengambil wudhu kemudian solat, apakah boleh ustad? apakah saya harus wudhu 2 kali.(satu untuk membersihkan madzi sedang wudhu yang satunya untuk solat)

    terima kasih..

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu, cukup sekali wudhu saja.

  100. hamba allah said:

    assalamualaikum

    pak ustadz,

    saya mau tanya, maaf bila tidak nyambung dengan topik diatas. Saya pernah bangun jam 05.27 sementara thulunya 05.31, dan saya melihat langit udah cerah tidak gelap lagi. Saya pun memutuskan solat subuhnya jam 07.00 setelah matahari terbit.(karena kan supaya tidak menyamai ibadah orang kafir yang menyembah matahari terbit)ataukah saya langsung solat setelah bangun?(kan katanya kanjeng nabi kan solatlah pada saat kamu ingat)

    terima kasih..

    Waalaikumussalam.
    Seharusnya anda langsung shalat saat bangun itu dan tidak lagi mengundurnya. Adapun larangan shalat saat matahari terbit, maka itu tidak berlaku pada shalat wajib.

  101. Ayu said:

    Bismillah,
    Bagaimana jika tempat tidut atau sprei terkena kencing atau bekas BAB bayi,dan dibersihkan dengan menggunakan tissue basah,apakah itu sudah cukup menghilangkan najisnya?

    Bagaimana jika warna Bekas BAB pada pakaian bayi tidak bisa hilang meski sudah dicuci dan dijemur sampai kering?

    Jazaakallahu khairan

    Jelas tidak cukup. Harus dicuci dengan air sampai hilang zatnya.
    Jika sudah dibersihkan secara maksimal dan ternyata warnanya masih ada, maka insya Allah itu sudah suci.

  102. Ara said:

    assalamualaikum

    pak ustadz,
    Saya ingin bertanya. Begini pak ustadz, saya berniat membeli rumah milik orang asing, tapi orang tersebut memelihara anjing di rumah tersebut dan bebas berkeliaran di dalam rumah. Mengingat anjing tersebut bebas berkeliaran di dalam rumah pasti banyak tempat tempat yang kena air liurnya. Jika saya jadi membeli rumah tersebut, apakah saya wajib mensucikan rumah tersebut?
    Kemudian bagaimana cara saya mensucikannya? Apakah dinding dan lantainya juga harus saya basuh 7 kali air kemudian dengan tanah juga? Adakah cara yang lebih ringan? Karena rumah itu luas, agak memberatkan jika semua lantai dan dinding bagian bawah harus dicuci 7 kali dan sekali dengan tanah.
    Mohon jawabannya ustadz. Karena terus terang saya sudah cocok dengan rumah itu namun jadi ragu membelinya karena hal tersebut.

    Waalaikumussalam.
    Saya rasa semua itu sudah tidak perlu, jika liur anjingnya sudah hilang karena sudah lama.

  103. sayna said:

    Ustadz saya mau bertanya.
    Air kencing setetes mengenai kasur karena saya mimpi buang air kecil.
    lalu saya lap kasur saya memakai lap basah, lalu saya siram 2x dengan air. Apakah najisnya sudah hilang?

    Insya Allah sudah hilang.

  104. Ara said:

    Assalamualaikum

    Pak ustadz,
    melanjutkan pertanyaan saya sebelumnya, mengenai rumah yang di dalamnya ada anjingnya. Begini Pak ustadz, sampai sekarang rumah yang ingin saya beli itu bukan rumah yang sudah kosong lama, tapi masih ada keluarga yang ditugasi menjaga sekaligus merawat rumah itu dan anjingnya. Dan mereka baru akan pergi jika rumah itu sudah laku. Bagaimana dengan kasus tersebut Pak ustadz? Apa rumah itu harus dicuci 7 kali dan sekali dengan tanah.Mohon Penjelasannya.

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu, yang nyata kedapatan ada liur anjing di situ saja yang dicuci. Adapun yang tidak ditemukan padanya liur anjing maka tidak perlu dicuci.

  105. rangga said:

    assalamualaikum..

    pak ustadz sy mau nanya…
    beberapa bulan lalu sy melihat tmn sy megang anjing tpi sy tdk mlihat dy megang liurnya atau tdk karna kepalanya kehalangan kakinya dy.. yg sy tanyakan:
    1.apakah najis ketika sy bersalaman dgn sy? tpi sy sudah mencucinya 7x
    2.apakah najis liur anjing bsa menular? misalnya tngn yg najis it memegang benda/tubuh org?
    mohon jawabannya ustadz…

    Waalaikumussalam.
    Itukan sudah sebulan lalu, pasti sudah hilang, tidak mungkin liur anjing itu masih tinggal di tangannya berbulan-bulan. Jadi tidak ada masalah.

  106. Abu Zaid said:

    Bismillah apakah cairan keputihan pada wanita yang keluar pada kemaluan wanita termasuk najis ustadz?

    jasakumullahu khairan

    Ya, itu najis.

  107. ani said:

    Assalammu’alaikum,
    Ustd,saya mau tanya.di depan kantor saya kan ada air mancur hias,di bawah ada baknya.dan di sekitar kantor saya it ada anjing yg berkeliaran.suatu ketika saya melihat anjing it meminum air yg di bak it.yg mau saya tanyakan,ap air itu najis?kalo saya terkena air it ap saya harus mencuci 7x?kalo pakaian saya terkena air it ap harus di cuci 7x?dan kalo saya terkena air itu dan teman saya menyentuh saya apa teman saya itu juga harus mencuci 7x?dan kalo bersuci dari najis it cukup mencucinya 7x ato harus berwudhu 7x ust?dan ap ada bacaan khusus yg wajib di baca utk bersuci dari najis?maaf kalo pertanyaannya terlalu banyak.mohon jawabannya.terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Waduh pertanyaannya mutar-mutar nih. Yang jelas air itu tidak najis, karena kalaupun liur anjing itu najis maka itu tidak merubah bau, rasa, dan warna aitu tersebut. Tidak ada zikir khusus.

  108. angger said:

    assalamualaikum pak usatad…

    saya dalam kebimbanga yg serius masalah najis air liur anjing,begini kejadiannya teman saya tangannya dijilat ajning,namun hanya disabun saja,selang satu hari kemudian dia mandi dan pakai handuk,lalu setelah itu saya juga mandi dan mengeringkan tubuh saya dengan handuk teman sayabtersebut,yg saya takutkan jangan2 tubuh saya juga berhukum najis karena hal tersebut,karena tangan teman saya belum disucikan dengan tata cara islam dan jangan2 handuknya juga tertular najis meski tangannya sudah disabun satu hari sebelumnya.. mohon penjelasannya

    Waalaikumussalam.
    Dia yang berdosa karena tidak disucikan secara islami. Tapi walaupun demikian, liur anjing sudah hilang dari tangannya, jadi mana mungkin liur itu ada di handuknya? Jadi tidak ada masalah sama sekali dengan anda.

  109. naim said:

    assalamu alaikum
    ustd, saya mw tanya klo BAB (anak usia 2th) jatuh k lantai u menyucikan lantainy ckup d hlangkan pake tisu kring n bsah aja ato pke air mengalir? Cz ruangany luas n lama keringny klo d siram air. Apa boleh d perciki air saja? Mohon penjelasanny.

    Waalaikumussalam.
    BAB bisa diambil terlebih dahulu dengan tisu atau yang semacamnya sampai semuanya hilang dari lantai. Kemudian bekasnya disirami air, lalu dikeringkan.

  110. ahyu. said:

    Surah Al An’aam: 145
    ﻰَﻠَﻋ ًﺎﻣَّﺮَﺤُﻣ َّﻲَﻟِﺇ َﻲِﺣْﻭُﺃ ﺎَﻣ ﻲِﻓ ُﺪِﺟَﺃ َّﻻ ﻞُﻗ
    ًﺎﻣَﺩ ْﻭَﺃ ًﺔَﺘْﻴَﻣ َﻥﻮُﻜَﻳ ﻥَﺃ َّﻻِﺇ ُﻪُﻤَﻌْﻄَﻳ ٍﻢِﻋﺎَﻃ
    ٌﺲْﺟِﺭ ُﻪَّﻧِﺈَﻓ ٍﺮﻳِﺰﻨِﺧ َﻢْﺤَﻟ ْﻭَﺃ ًﺎﺣﻮُﻔْﺴَّﻣ
    Katakanlah (wahai Muhammad):
    “Aku tidak dapati dalam apa yang telah diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya melainkan kalau benda itu bangkai, atau darah yang mengalir, atau daging babi – kerana sesungguhnya
    ia adalah kotor.”

    pertanyaan:
    1.di sini di jelaskan bahwa daging babi kotor , apakah bermakna daging babi najis juga? Bagaimana cara penyuciannya ?

    2. Mengapa ada perbedaan pendapat ulama tentang kenajisan daging babi ?

    1. Daging babi ketika dia sudah mati adalah najis karena dia terhitung bangkai, dan bangkai itu najis. Cara penyuciannya adalah dengan mencuci mulut sampai bersih.
    2. Kalau daging babi setelah dia mati, dia jelas najis. Wallahu a’lam kalo ada perbedaan pendapat.
    Yang ada perbedaan itu pada tubuh anjing sebelum mati. Alasan perbedaan pendapatnya tentu saja karena perbedaan memahami ayat di atas.

  111. hanya nanya said:

    assalamu alaikum
    ustad, saya mau nanya,kalo liur anjing bisa ilang dengan sendirinya gak?
    2.terus kalo orang lupa menyucikan bagian yang kena liurnya bangaimana? bisa ilang dengan sendirinya gak?
    3.kalau pakai sabun apa liurnya bisa hilang?
    mohon penjelasannya..

    Waalaikumussalam.
    1. Ya bisa hilang sendiri kalau sudah kering.
    2. Bisa hilang dengan sabun. Tapi harus juga dicuci 8 kali, cucian yang ke8 dicampur tanah.

  112. irwan said:

    aslmqum…saya mau tanya ustadz…apakah najis dari anjing dan babi itu dapat hilang dengan sendirinya jika sudah lama…mohon penjelasannya..wassalam

    Ya, bisa hilang dengan sendirinya.

  113. cecil said:

    Assalamu alaikum
    Ustadz kalau saya terlambat bangun sholat subuh tp saya haus dan memutuskan untuk minum dulu sblm sholat subuh apakah tidak apa2? Sy sering seperti ini

    Waalaikumussalam.
    Tidak mengapa insya Allah kalau sebatas itu.

  114. cecil said:

    Ustadz klo ragu apakah terkena cipratan air kencing atau tidak di rambut apakah boleh jika membersihkannya hanya dengan air saja, tidak perlu pke sampo? Dan jika ragu ad bag lengan bju yg basah ikut kena cipratan kemudian ujung rambut kena bag itu, apkh msh dosa jg jika sy hny membersihkan ujung rambut tsb dngn air saja kemudian saya wudhu mengganti bju lalu sholat,,,

    Kalau masih ragu, tidak ada keharusan untuk membersihkannya.

  115. ari said:

    Assalamualaikum ust..

    saya mau tanya, saya masih lajang dan sebentar lagi mau menikah, sudah saya ketahui bahwa madzi itu najis dan mani itu tidak najis. tetapi bukankah awal keluarnya mani itu didahului dengan madzi suami/istri (pelumas) yang mana nanti pas keluarnya mani keduanya akan tercampur.

    yang jadi pertanyaan saya =
    1. saat saya berjima’ dengan istri kan pasti berkeringat, apakah nanti madzi tersebut menular dan jadi najis keseluruh badan dan kasur yang basah karena keringat saya?

    2. kalau seandainya selesai berjima’ dengan istri, kata orang mani sering keluar lagi dari kemaluan istri, apakah cairan tsb najis? (karena sebab kan mani dan madzi sudah tercampur didalam kemaluan istri)

    3. seandainya saya membersihkan madzi dengan menggunakan kapas yg dibasahi air, kemudian mengerik madzi tersebut dengan kapas basah tadi, apakah najis nya hilang? terus juga apakah kain yg digosok najisnya hilang, sedangkan kapasnya jadi najis tidak?

    terima kasih sebelumnya pak ustadz, mhn dibls karena takut menjadi keragu-raguan dalam hati saya kelak..

    wassalamualaikum

    Waalaikumussalam.
    1. Nggak. Keringat orang yang junub adalah suci.
    2. Bisa jadi itu mani. Wallahu a’lam.
    3. Yang jelas, kapan zat madzinya sudah hilang maka berarti telah suci.

  116. wahyu said:

    Assalamualaikum ust..

    apakah BOLEH najis air liur anjing yang sudah hilang tidak perlu di cuci air 7x salah satunya tanah ?

    Waalaikumussalam.
    Kalau sudah hilang, ya gak perlu lagi. Hanya saja dia berdosa karena tidak mencucinya dari awal.

  117. wahyu said:

    Assalamualaikum ust..

    1. apakah penyucian air 7x salah satunya dengan tanah hanya khusus hanya untuk air liur anjing saja ?

    2. apakah itu pendapat yang kuat dari beberapa pendapat mahzab yang berbeda ?

    Waalaikumussalam.
    Ya, hanya khusus untuk anjing saja menurut pendapat yang paling kuat di kalangan ulama.

  118. wahyu said:

    Ass, ust mau tanya

    saya dapat ini di fiqh prioritas karya Dr
    yusuf al qardhawi

    Diriwayatkan bahwasannya
    Umar r.a. pernah melintasi sebuah jalan kemudian
    dia tersiram air dari saluran air rumah seseorang ; ketika itu dia
    bersama seorang kawannya . Maka kawannya berkata , ” Hai pemilik
    saluran air ,air mu ini suci atau najis ? ” Maka Umar berkata , ” Hai
    pemilik saluran air , jangan beritahu kami , karena kami di larang
    mencari – cari masalah.

    pertanyaan
    1. seandainya saya menjadi umar r.a, apakah boleh, tidak perlu mengetahui air itu suci atau tidak /(tidak wajib menyelidiki dan memeriksa) ?

    2. Apakah riwayat ini Shahih/ benar ?

    1. Ya boleh, dan memang begitulah sikap yang benar.
    2. Seingat saya ada kritikan dalam sanad riwayat ini, wallahu a’lam.

  119. yuni said:

    ustad, aku mau tanya disekitar rumahku banyak ayam dimana kl mau bertelur suka cari tempat. ayam itu sering terbang diatas jemuran dan di injak injak semua baju yg di jemur saya kawatir ayam td kakinya kena kotoran ayan dia br dr tempat sampah. apakah pakaian saya hrs dicuci lagi,saya kl mencuci pakai msn cuci bilasnya jg disitu apakah dah suci dan kl mencuci saya campur denga daleman tdk dipisah

    Kotoran ayam bukanlah najis, karena kotoran dari hewan yang bisa dimakan adalah suci.

  120. hamba allah said:

    bissmillah..
    asslamualaikum…
    ada yg saya mau tanyain ni ustad.
    1.kalau kita kena liur anjing dan sudah lama, apa bisa hilang dengan sendirinya?kalau hilang dengan sendirinya apa sudah suci bagian yg najis itu dengan sendirinya? walaupun gak di cuci 7x air dan tanah?
    2.kalau anjing meyentuh benda di jalan terus turun hujan apa bendanya jadi suci lagi?

    Waalaikumussalam.
    1. Ya bisa dengan sendirinya. Tapi dia berdosa karena tidak mencucinya saat itu juga.
    2. Semua benda yang disentuh anjing tidaklah najis.

  121. ima said:

    aslmualaikum. ustd sy mau nanya, suatu hari saya bermksud mensucikann kamar bayi perempuan saya. ruangan trsbt berlantai tegel sudah merata najis. kmdian sy lap dengan kain basah trlebih dahulu lalu saya keringkan setelah itu saya siram dengan air. tp saat proses penyiraman kaki saya yang basah menginjak bagian yg blum tersiram atau teraliri dgn aiir dn bagian tsb mnjadi basah oleh kaki saya dan kemudian air yg sudah saya siramkan tadi juga mengenai bgian tsb. melihat demikian saya kemudian menyiram bagian yg terinjak kaki sy tadi (bermaksud mensucikan bagian tsb) dan air bekas siramanya membaur dgn air yg saya siramkan di awal tadi (sebelum terinjak kaki). pertanyaan saya sahkah praktek pensucian yg saya lakukan tsb mengingat ada kaki bsh yg menginjak tadi? apakah mensucikan lantai harus dikeringkan terlebih dahulu setelah ain najis sdh dihilangkan dgn lab basah. mohon disertakan kitab rujukanya y ustd. trimakasih.

    Waalaikumussalam.
    Apa yang anda lakukan sudah benar

  122. irwan said:

    aslmqu wr wb.
    Saya mau nanya ustadz,kemarin om saya membeli dompet dan ternyata dompet tersebut terbuat dari kulit babi,apakah dompet tersebut najis jika disentuh.mohon penjelasannya..

    Bukan najis, jika kulit babinya sudah disamak terlebih dahulu sebelum dibuat dompet.

  123. solihin said:

    assalamualaikum
    apa hukumnya memakan makanan yang telah diolesi oleh kuas bulu babi,apakah haram atau halal…!?’

    Waalaikumussalam.
    Halal, karena bulu babi bukanlah najis.

  124. angga said:

    assalamualaikum
    ustad saya mau nanya:
    1.kalau daging anjing najis gak?
    2.kalau daging anjingnya sudah dimasak apa masih najis?

    Waalaikumussalam.
    1. Ya najis, karena dia bangkai.
    2. Ya, masih najis.

  125. mamal said:

    assalamu alaikum Wr Wb
    Ustadz
    bagaimana kalo air yang sudah dimasak (mendidih) bolehkah dipakai untuk bersuci?? mohon dalail ato hadis yang menjelaskan tentang itu, makasiii
    wassalamu alaikum Wr. Wb

    Waalaikumussalam.
    Boleh karena dia tetap dinamakan air, dan tidak ada dalil yang menyatakan dilarangnya.

  126. Hamba Allah said:

    assalammualaikum…
    ustad, saya mau nanya komentar no 116&120
    kalau najis liur anjing bisa hilang dengan sendirinya. 1.bisa suci dengan sendirinya gak? bagian tubuh yang terkena najis itu?
    2.terus kalau tiba2 dia sedang junub bagaimana? apa mandi junubnya sah?
    walaupun najis liur anjingnya sudah lama terus gak di cuci air 7x di campur tanah?

    sekian wassalmualaikum warahmatullahhi wabarakatuh

    Waalaikumussalam.
    1. Para ulama yang menyatakan najisnya liur anjing menyatakan tetap harus dicuci dengan air dan tanah.
    2. Ya syah, dua masalah ini tidak berhubungan.

  127. hamba allah said:

    assalammualaikum pak ustad
    saya mau nanya
    saya melihat beberapa anjing di ikat dan di tempat kan di rumput dan anjingnya ada yang duduk. padahal rumput itu sering di gunakan banyak orang,
    yang saya tanyakan
    1. bagaimana hukum pagar dan rumput itu? najis atau tidak? saya takut jika ada teman saya ke tempat bekas anjing itu dan meyentuh saya. saya takut bagian tubuh saya menjadi najis bila di sentuh teman saya.

    Waalaikumussalam.
    Semua itu hanya was-was. Yang jelas selama liur anjing tidak nampak secara jelas, maka tidak ada kewajiban mencuci apa-apa.

  128. khoir said:

    assalamualaikum ustdz;
    sya mau tanya,apa hukumnya memakan sayuran yang pada saat menanamnya terkena kotoran anjing atau babi.

    Waalaikumussalam.
    Tidak ada masalah insya Allah. Karena tentunya najis itu sudah hilang.

  129. Ihsan said:

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Pak ustadz, saya mau bertanya.

    1. Misalnya saya sudah memakai barang-barang yang syubhat (gak jelas halal haramnya)di tubuh. Apakah tubuh yang terkena barang tersebut perlu dibersihkan juga ?
    2. Jika misalnya terkena najis di seluruh permukaan tubuh, apakah ada pengecualian untuk pembersihannya ? (seperti mata, dll)

    Waalaikumussalam.
    1. Tidak perlu. Sesuatu yang haram belum tentu najis.
    2. Pokoknya semua yang terkena najis harus disucikan.

  130. rudi said:

    asslamualaikum
    1.klo air mani najis gak?
    2.klo org yg lg junub boleh nyukur rambut & gunting kuku gak?

    Waalaikumussalam.
    1. Mani bukan najis.
    2. Boleh.

  131. andi said:

    assalamualaikum… pak ustad
    saya mau nanya:
    1.bagaimana hukum dengan bekas kaki anjing? 2.apa aspal itu jadi najis? 3. kalau menginjak bekas kaki anjing tadi apa sepatu/sendal itu jadi najis juga?

    Waalaikumussalam.
    Jangankan bekasnya, kaki anjing saja bukan najis. Jadi tidak ada masalah sama sekali di sini.

  132. Hilman said:

    Assalamu’alaikum
    ustad saya mau nanya,
    1. kalo kita tidur di kasur yang bekas ompol dan belum dicuci cuma dijemur ato dibiarin kering trus kita kringetan sampe kasurnya basah kira2 najis ga pakaian ma badan kitanya.

    2. saat hendak berjima’ dengan istri kan pasti ato terkadadang keluar madzi. yang jadi pertanyaan, apakah madzinya itu harus dibersihkan dahulu baru boleh berjima’ atau bagaimana ustad.? sementara ketika berjima’ kan pasti madzi keluar juga sebelum keluarnya mani.
    Mohon jawabannya ustad supaya saya tenang.
    Terimakasih Ustad

    Waalaikumussalam.
    1. Yang jelas, kapan zat najisnya sudah kering maka sudah tidak ada masalah. Tapi jika zatnya masih ada lalu terkena sesuatu yang basah, maka jelas najisnya akan melekat.
    2. Tidak perlu insya Allah. Kan ketika mandi junub ada syariat mencuci kemaluan dari najis yang melekat.

  133. dea said:

    Ust mohon dijelaskan,

    Ketika mencuci cd atau baju yg terkena air seni atau darah haid, saat sedang mengucek — menciprati kita, atau ketika menyeret ember yg utk merendam cd/baju yg terkena air seni atau darah haid [jg terciprat/menciprati] salah satu anggota badan & baju, kita hrs membersihkan badan & baju dulu ya sblm sholat? Betul tadz?

    Tidak perlu karena najis itu sudah larut bersama air. Dan air cipratan itu insya Allah tidak ternajisi. Kecuali kalau jelas-jelas airnya berwarna mereka karena darah haid, maka itu berarti airnya ternajisi.

  134. imam said:

    Assalamu’alaikum
    ustad saya mau bertanya.

    jadi, penyucian air 7x salah satunya dengan tanah hanya khusus hanya untuk air liur anjing saja menurut pendapat yang paling kuat di kalangan ulama ???

    Waalaikumussalam.
    Ya, betul.

  135. Hamba Allah said:

    Assalamualaikum.

    Saya mengecek CD saya. Sedikit basah. Tapi tidak ada noda putih kental atau bau yang mencurigakan. Hanya ada bau pesing. Kemudia saya mencari pakaian ganti, tapi tangan saya belum dicuci setelah memegang CD tadi. Saat mencari baju ganti, tangan saya kering. Apakah baju ganti saya najis? Jika saya sudah memakai baju ganti ini, apakah saya harus mandi jika memang najis?

    Mohon bantuannya, Ustadz.

    Waalaikumussalam.
    Tidak, karena tidak ada najis yang melekat pada tangan anda.
    Tidak harus. Mandi itu hanya wajib jika yang keluar adalah sperma.

  136. Hamba Allah said:

    Assalamualaikum.

    1. Bagaiman jika saya ragu apakah itu mani atau bukan saat saya berpuasa. Kemudian saya tidak langsung mandi karena saya ragu. Karena takut itu mani, lalu saya mandi. Apa puasa saya batal?

    2. Jika saya ingin bersuci dr haid dan saat itu saya dalam keadaan junub, bagaimana caranya untuk mandi besar? Sedangkan niat kedua mandi tersebut tidak boleh digabung. Apa boleh saya niat bersuci dr haid lalu membasuh kepala dan tubuh saya. Kemudian setelah itu, tanpa harus mamakai baju, saat niat untuk mandi junub dan membasuh kepala dan tubuh saya lagi? Apa boleh?

    3. Jika saja terlanjur membasahi tubuh saya, tapi saya lupa untuk niat mandi besar, apa saya boleh niat mandi besar kemudian menyiram kepala dan tubuh saya lagi?

    Wassalamualaikum.

    Waalaikumussalam.
    1. Tidak batal.
    2. Ya, boleh.
    3. Ya, boleh.

  137. wiwi said:

    Ustad mohon dijelaskan :

    1. katakanlah ada yang mengompol, dan saya mencuci pakaian bekas ngompolnya itu dalam 1 mesin cuci. Apakah pakaian lain juga ikut najis? Dan, bagaimana juga kalau kencing itu diganti dengan mani?

    2. boleh ngga, kalau kita malas mencuci pakaian yang terkena mani, lalu kita menunggunya hingga kering agar tidak capek-capek mencuci(hanya mengeriknya saja)?

    1. Insya Allah tidak ikut najis. Karena jumlah air yang banyak sudah mendominasi dan menghilangkan zat kencing tersebut. Demikian halnya dengan mani, apalagi mani bukanlah najis.
    2. Ya, boleh.

  138. hamba allah said:

    Assalamu’alaikum… pak ustad
    apa BOLEH kita sholat? klo najis liur anjing di bagian tubuh kita udah kering atau udah lama terus gak di cuci 7x air salah satunya dengan tanah?

    mohon penjelasannya ustad…

    Waalaikumussalam.
    Ya, boleh.

  139. hanif said:

    ust mohon jelaskan,

    jika kita memakan makanan yang terkena najis misalnya terkena cipratan air kencing orang, apa makanan itu ternajisi ?

    Ya, itu ternajisi. Hanya saja jika makanannya besar, maka hanya bagian yang kena kencing saja yang dibuang. Sementara sisanya tetap suci dan halal.

  140. fuadi said:

    assalamualaikum, saya ingin bertanya, setelah saya BAK kemudian berwudhu dan setelah itu shlat, tiba2 ketika saya ruku dan ketika sujud air kencing saya menetes kembali,
    bagaimana sholat saya pak ustaz …??

    Waalaikumussalam.
    Shalatnya batal dan harus diulangi setelah membersihkan najis itu dan berwudhu kembali.

  141. Shahifa Audy said:

    Assalamu’alaikum ..
    Saya mau bertanya. Saya dulu pernah terkena liur anjing saat masih kecil (belum baligh)dan saya tidak menyucikan dengan 7 kali air salah satunya tanah,itu sudah lama sekali. Saya baru ingat baru – baru ini dan saya lupa-lupa ingat dimana terkena air liur anjing tersebut.
    Pertanyaan saya, apakah saya perlu bersuci dengan 7x air salah satunya tanah atau tidak karena sudah lama? Dan apakah Sholat saya selama ini diterima?

    terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu, dan itu tidak berhubungan apa-apa dengan shalat anda.

  142. muhammad said:

    assalamualaikum,pak ustad

    apa hukumnya jika kita meminum air seni kita sendiri ?

    lalu ketika saya sholat apakah sholat saya tetap batal ?

    Waalaikumussalam.
    Menginsumsi najis adalah haram. Namun itu tidak mempengaruhi keabsahan shalatnya.

  143. prasetyo said:

    assalamualaikum

    ustadz begini.
    ditempat saya bekerja tempat buang air kecilnya itu berdiri.
    nah ketika buang air, air kencing itu ada yang menyiprat ke tangan dan perut.
    pertanyaannya
    1 apakah dengan dilap dengan air bersih menggunakan tangan cipratan yang tadi terkena perut itu hiilang atau perut saya suci kembali?
    2. saya ragu ada cipratan yang terkena celana apa diabaikan saja karena celana saya warnanya hitam?

    Waalaikumussalam.
    1. Insya Allah itu sudah cukup.
    2. Selama tidak jelas, maka asalnya itu tidak ada. Diabaikan saja.

  144. irfan said:

    Assalamualaikum, saya ingin bertanya. apakah sah shalat dengan lantai bekas ompol?walaupun shalat tersebut menggunakan sajadah.
    terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Syah, tapi dia berdosa jika di situ masih ada bekas najisnya.

  145. Fahrul ardians said:

    Ass. Saya mau nanya , saya pernah kejadian saat sesudah kencing terasa suka ada yg kluar dri pintu depan saat dikira saya itu wadi tetapi saat diperiksa ada sedikit lengket padahal saya tidak ada pikiran jorok dan cara penyuciannya saya juga bingung . Mohon pertanyaan saya dijawab se

    Cukup disiram aja semua bagian yang terkena cairan tersebut.

  146. Aydha said:

    Assalamu’alaikum…
    maaf, saya ingin bertanya tentang najis berat.
    saya mempunyai budhe yang beragama kristen dan budhe saya itu memelihara anjing, dulu waktu saya kelas SMP anjingnya mati, kemudian waktu saya kelas SMA, budhe saya menginap di kamar saya, saya sekarang sudah kuliah semester 7…
    Pertanyaan saya :
    1. apakah kamar saya terkena najis berat karena budhe saya yang pernah memelihara anjing itu pernah menginap di kamar saya???
    2. apakah rumah saya terkena najis berat karena budhe saya pernah berada di rumah saya???
    3. apakah semua perabotan di Rumah saya itu suci dan tidak terkena najis???
    mohon penjelasannya… karena saya masih ragu2 dan was-was karena masalah ini… saya bahkan berfikir kalau sebagian besar perabotan di rumah saya terkena najis berat… saya sudah bertanya ke teman2 saya tapi saya masih was-was… hidup saya terganggu karena masalah ini, saya tidak tenang… tolong berikan penjelasan kepada saya disertai dengan dalil yg kuat yg sejelas-jelasnya agar rasa was-was mengenai najis ini dapat hilang… saya mohon bantu saya… terima kasih…

    Waalaikumussalam.
    Kenapa sampai seperti itu pikirannya. Yang wajib dicuci kan kalau di situ jelas ada liur anjing. Kalau tidak ada, ya tidak ada hukum apa-apa. Apa mungkin budhe anda datang ke kamar anda tanpa cuci tangan dulu (kalaupun misalnya dia terkena liur anjing). Trus kejadian yang sudah bertahun-tahun itu, kalaupun waktu itu ada liur anjing, apa sampe sekarang zatnya masih ada atau sudah hilang?! Tentunya sudah hilang. Lantas apalagi yang dipikirkan?

  147. Hamba Allah said:

    Assalamu’alaika…
    Ya ustadz, dikatakan bahwa semua kotoran hewan yang haram dimakan adalah najis. Jadi, apabila bak mandi kemasukan kotoran cicak, apakah air bak mandi itu menjadi najis? Apakah harus menguras bak mandi itu setiap kali kemasukan kotoran cicak meskipun hanya 1 butir saja kotoran yang masuk?
    Mohon penjelasannya.
    Jazakallahu khairan…

    Waalaikumussalam.
    Jika kotoran itu tidak merubah bau/rasa/warna airnya, maka airnya tetap syah dipakai bersuci. Dan lumrahnya, kotoran cicak itu tidak akan merubah sifat air.

  148. mida said:

    asalamu’alaikum ustad.
    saya mau tanya klo bekas haid kita nempel d CD namun kita sudah berusaha membersihkannya namun nodanya tidak hilang juga apakan itu najis?

    Waalaikumussalam.
    Sebaiknya dia tidak lagi menggunakan CD itu untuk berjaga-jaga.

  149. Aden said:

    Assalamu’alaikum tadz…saya ingin bertanya apabila kita menabrak anjing dan mencoba menghindar anjing tersebut diluar kendali tak sengaja ternyata bersentuhan anjing tersebut, apakah motor dan kita terkena najis dan bagaimana mensucikannya

    Waalaikumussalam.
    Yang disuruh dicuci hanya jika terkena liurnya. Adapun tubuhnya, maka tidak ada masalah.

  150. bambang said:

    Assalamu’alaikum wr wb
    bila peralatan masak terkena daging babi,tp sudah kita cuci dengan bersih apa itu masih tetap najis ustad?

    Waalaikumussalam.
    Insya Allah sudah suci.

  151. Hamba Allah said:

    Assalamualaikum.
    Pak ustad saya ingin bertanya, apabila tangan terkena sperma dapat di hilangkan najisnya dengan mencuci dengan air saja?

    Waalaikumussalam.
    Sperma bukanlah najis.

  152. yudha said:

    Ass…
    pak uzdatz saya mau tanya?
    1. dlu waktu sya kcil saya d rayu” sma keluarga dri mama untuk msuk nasrani, trus akhirnya sya ikut cra ibdah mreka tpi sya ga smpe d baptis untuk msuk nasrani. yg saya mau tnya gmna cara sya brtobat akbt prbuatanku waktu kecil itu?
    2. Smnjak sya ikt nsrani sya d rayu untk makan babi, trus sya mkan jga. cara untk mnghlangkan najis babi yg sya mkan wktu sya kecil gmna caranya pak uztadz?

    sya ikt nsrani hnya smpe kls 5 atau kls 4 kalo ga slah, strusnya sya ikt mslim lagi smpe skrng
    pak uzdatz mohon gmna cranya agar sya bsa brtobat?

    Kalau saat itu anda belum balig, maka insya Allah tidak ada masalah. Karena anak yang belum balig belum terkena beban dosa. Jika sudah, maka keislaman anda sekarang disertai taubat dan penyesalan atas semua itu, insya Allah sudah cukup sebagai taubat. Amin.

  153. hamba ALLAH.SWT said:

    assallamualaikum, saya ingin tanya, jika baju yang terkena najis kencing sudah di cuci akan tetapi belum kering apakah ketika kita memegang pakaian yang belum kering itu maka tangan kita menjadi bernajis? lalu apakah hukum dari pakaian yang sudah dicuci dan belum kering itu masih najis?

    Waalaikumussalam.
    Pakaian itu sudah suci walaupun belum kering.

  154. mohamed denny zain said:

    tad,ane maw betanya kalau ragu ragu itu tak usah di hiraukan yah?

    Ya ,tidak usah dihiraukan.

  155. ihsan said:

    Assalamu ‘alaikum. Pak Ustad saya mempunyai gangguan dalam hal buang air kecil, saya sudah berusaha berobat tapi belum mendapati kesembuhan. intinya begini, setiap saya selesai buang air kecil, hampir selalu belum merasa lega, seperti masih ada yang tersisa, kadang saya mengejan (mencoba untuk mengeluarkan sisa kencing itu) setelah itu saya bersihkan dan meninggalkan tempat buang air. na, biasanya saat berdiri dari jongkok, kadang ada yang keluar kencingnya. bila ttidak kadang pas jalan, atau bila kencingnya sebelum wudhu, biasanya keluar saat wudhu atau pas sedang sholat. ini akan sangat menjadi masalah bila saya sedang bepergian, ini membuat saya bingung. jadi kadang saya mencoba menahan kencing saya, ketika hendak sholat karena takut nanti ada yang keluar kalau saya kencing, dan tidak membawa baju ganti yang lain. penyakit ini sudah saya alami lama dan beberapa tahun belakangan ini semakin menjadi-jadi. saya mohon nasehatnya ust. bagaimana dan apa yang harus saya lakukan.?

    Beberapa waktu yang lalu saya sempat membaca sebuah buku ensiklopedia fikih raktis, dan di dalamnya terdapat stu penyakit yang dinamakan salisul baul, pertanyaannya Apakah penyakit saya ini tergolong salisul baul? atau bukan karena kalau yang saya baca salisul baul itu kencing yang terus menerus, sedangkan saya hanya berlangsung selama beberapa waktu setelah kencing saja. setelah ada yang keluar lagi setelah kencing entah itu banyak atau sedikit, biasanya sudah lega kembali…

    Tolong beri saya nasehat, ust. karena ini sangat mengganggu saya terutama psikis saya, saya menjadi sering sedih… apalagi kalau itu terjadi di waktu subuh, waktu sholat jum’at, sholat i’ed, dll. saya menjadi terlihat berbeda dari yang lain.
    Tolong beri saya nasehat ust. agar bisa tetap sabar menjalani hidup.

    Waalaikumussalam.
    Itu berbeda dengan salasil baul.
    Sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter jika memang sudah dianggap parah. KArena itu sudah menjadi penyakit, sehingga menjadi urusan dokter.

  156. maulana said:

    pak ustad
    asalamuallaikum

    apabila tangan kita basah,
    lalu menyentuh benda yg telah terkena najis seperti air kencing tapi benda tersebut sudah kering apakah najis??

    Waalaikumussalam.
    Jika memang zat kencingnya sudah menguap dan hilang, maka tangan kita tidaklah terkena najis.

  157. Derry said:

    assalamualaikum..
    Pak ustad kalo saya menginjak air mani trus saya melaksanakan sholat apa saya batal atau gak..
    Tlong di jawab..

    Waalaikumussalam.
    Tidak batal, karena mani bukanlah najis.

  158. Nurjanna said:

    Assalamu’alaikum pak ustadz…

    pak ustadz mukenah untuk sholat saya terkena handuk yang ada najis’a sedangkan handuk itu dalam keadaan agak basah..saya menjadi ragu apakah pakaian sholat saya ikut terkena najis handuk itu atau tidak…kebetulan warna pakaian sholat saya itu adalah warna hitam sehingga agak sulit mengecek apakah pakaian itu ikut basah atau tidak…saya tetap melanjutkan sholat…waktu sholat saya menyadari rambut saya dalam keadaan basah..hingga timbul dua keragu raguan…yaitu pakaian yang terkena najis atau tidak…dan rambut yang dalam keadaan basah ikut terkena najis atau tidak dari mukena sholat itu..mohon penjelasannyya pak ustadz…

    Waalaikumussalam.
    yang jelas, selama anda belum yakin adanya najis, maka najis itu dihukumi tidak ada. Anda boleh tetap melanjutkan shalatnya dan shalatnya syah insya Allah.

  159. dea said:

    Ustadz, sering ditanyakan pakaian atau benda2 yg terkena mani stlh jima’ adalah tdk najis. Oke, mani mmg bukan najis, tp bukannya pada saat jima, suami istri mengeluarkan madzi dan itu artinya bercampur dg mani pd saat mani tsb keluar? Lalu apakah pakaian dll yg terkena mani tdk dianggap najis dg tercampurnya madzi? Syukron.

    Kalau dipastikan pada benda itu ada madzi, ya dia najis.

  160. akbar hurasan said:

    assalamu’alaikum, saya mau b’tanya ustadz

    jika kita bersalaman dengan teman kita yg beragama muslim tp kita tidak tahu kalau dy memelihara anjing,,,

    trusss,, skitar 2 atau 3 bulan kemudian saya melihat dy foto dengan memegang anjing tersebut,,tp saya tidak tau apakah ia mmlihara anjing sblum atau sesudah ia bersalaman dngQ ??

    pertanyaan saya apakah tangan saya harus di sucikan dengan air 7x dan trakhir dng tanah,

    2. wktu berjabat tangan dng tmn saya itu, saya juga memegang bagian tubuh saya yg lain,,,
    apakah tubuh saya semuanya kena najis ???

    Waalaikumussalam.
    Pada kedua kejadian di atas, tidak perlu mencuci tangan.

  161. akbar hurasan said:

    apakh tmn saya yg memelihara anjing memegang tangan orang lain,

    2 bulan kemudian saya ketemu orang lain itu dan ia memegang tangan saya,,,
    apakah harus di bersihkan dengan air 7x dn trakhir dng tanah juga,,,

    n apakah kalau masih ragu dengan suatu kenajisan berrti hukumnya suci dari najis,,,
    sukron ustadz

    Tidak harus. Ya, hukum asalnya suci dari najis.

  162. Reza said:

    Aslm.ustad saya mau tanya..!
    Apakah benar pakakaian yg sudah 3 hari tidak d cuci di namakan hadats ?
    Mohon di jawab ustad.

    Itu tidak benar.

  163. iis handoko said:

    assalamu’alaikum.wr.wb
    mau tanya nih pak ustad…setiap kali sholat tahajud saya tidak pernah menyalakan lampu besar hanya lampu kecil sangat remang2. Setelah selesai sholat & dzikir saya lanjutkan mengaji maka lampu besar saya nyalakan betapa saya kaget melihat mukena saya ternyata ada darah kering seperti darah haid. Saya tanyakan ke putri saya apakah dia sedang haid, tapi katanya tidak. Dan putri saya bilang bahwa yg memakai mukena terakhir kali adalah neneknya (ibu mertua saya).Tapi mertua saya sdh tua & menoupouse, saya tiba2 teringat kalo mertua juga pernah pendarahan akibat wasirnya. Yang saya tanyakan apakah sholat tahajud saya batal? mau saya ulang sdh terdengar adzan subuh. Bagaimana pak ustad mohon penjelasannya.

    waalaikumussalam warahmatullah.
    shalatnya insya Allah tetap syah. Darah yg najis hanya darah haid dan nifas saja.

  164. Kalamsyah Hidayat said:

    Asalamualaikum wr.wb
    1.staz saya udh umur 14th nieh,dan yg saya tanyakan adalah waktu saya umur 4 Atau 5th saya sering bermain di rumah teman saya yg non muslim,waktu itu dia mempunyai anjing,dan pada saat itu saya duduk di sofa/kursi nya,anjing tersebut di bwh saya yg berjarak setengah meter,saya menangis dan saya tidak ingat lagi kejadiannya(kelanjutannya) dan saya merasa Ragu dari kelanjutannya apakah saya memegang dan di jilat anjing.jika ragu apakah wajib Mencucinya?,bila memegang najis besar kah,dan bila terjilat najis kah?
    2.dan waktu umur saya kira2*4 atau 5th saya bermain pasir di depan halaman teman saya yg nonmuslim dan saya menemukan kotoran kalau tidak salah..saya ragu itu kotoran anjing apa kagak dan kelanjutannya saya tidak ingat lagi apakah memegang kotoran tersebut,namun bila tidak memegang tapi kotoran tersebut telah bercampur dengan pasir apakah pasir tersebut disebut najis besar juga dan apakah wajib mencuci 7x apabila memegang pasirnya?

    Wasalamualaikum wr wr.

    Waalaikumussalam.
    Anda belum balig ketika itu, jadi tidak ada masalah. Lagipula itu sudah lama sekali, pasti apa yang kamu khawatirkan itu sudah hilang, Jadi tidak perlu dipermasalahkan lagi.

  165. fadli said:

    Assalamu’alaikum…

    saya mandi wajib tapi tidak mencuci kaki apakah tetap sah..?

    Waalaikumussalam.
    Kalau kaki sama sekali tidak terkena air, maka tidak syah. Tapi kalau sudah terkena air seluruhnya, maka mandinya sudah syah, walaupun di akhir mandi, dia tidak mencuci ulang kakinya.

  166. Kalamsyah Hidayat said:

    1.Saya pernah melakukan pembersihan dari najis besar karna was was,yg saya tanyakan jika kita membasuhnya dengan 7x air dan 1xnya itu air yg di campur tanah lalu kita siramkan ke bagian tersebut namun tidak seluruhnya terkena tanah dan saya usap sampe semuannya kena apakah sah?
    2.Tanah apa yg digunakan?

    1. Yang diusap hanya bagian yang terkena najis saja.
    2. Tanah yang suci, tanah apa saja.

  167. faizuun said:

    Assalamualaikum ustaz,
    Kalau terkena najis ular di kulit dan kuku adakah saya perlu samak atau mencuci seperti biasa..???

    Waalaikumussalam.
    Dicuci seperti biasa.

  168. Kalam said:

    Staz,saya pagi ini mimpi basah yg bertepatan puasa.
    Maaf bukan temannya
    1.mimpi basah teruus terasa rangsangan dan kita terbangun baru keluar spe*ma(selisih perdetik dari mimpi) apakah batal puasa?

    Puasanya tidak batal insya Allah.

  169. ahmat ipus efendi said:

    Assalam wr wb,,
    Pak ustad saya м̲̣ά̲̣̣̣̥υ̲̣̥ tanya,,
    Bagai mana doa/niat sebelum dan sesudah kita mensucikan dari najis terkena liur anjing,,
    Mohon bantuan nya,,
    Soal nya saya belum mengetahui niat/doa nya,,
    Terima kasih,,
    Wassalam,,

    Tidak ada BACAAN niat/doanya.
    Cukup cuci saja dalam keadaan hatinya meniatkan bahwa itu adalah ibadah.

  170. Natha said:

    Assalaamu’laikum Ustadz.
    Saya mau nanya,
    1. Apakah benar kalau air suci yg kurang dari dua kulah terus terkena sedikit cipratan kencing disebut mutanajis?
    2. Bagaimana kalau air sucinya yg kurang dari dua kulah tsb tidak berubah zatnya baik warna, rasa, maupun bau? Apakah airnya harus diganti atau dibuang?
    Mohon pencerahannya, sukron.

    Waalaikumussalam.
    1. Tidak benar.
    2. Tetap bisa dipakai bersuci.

  171. Andi Firmansyah said:

    Saya dulu main bola di depan jalan komplek rumah saya kebetulan tetangga saya punya anjing dan kalau dicuci kotorannyaa selalu dibuang ke got. Bola tersebut masuk ke dalam got dan saya mengambilnya. apakah cipratan air got yang sudah bercampur kotoran tsb najis besar, kalau ia apakah saya harus membersihkan seluruh badan dengan tanah mengingat bola yang ditendang pasti menyipratkan air ke mana-mana. Terimakasih

    Semua itu tidak perlu karena tidak jelas apakah memang liur anjing melekat pada bola itu.

  172. Dily said:

    Ustadz sya mau tanya,apakah sandal yg terkena kencing anjing itu najis?,dan perlukah di cuci 7 kali,lalu apakah lantai yg terkena pijakan sandal tadi najis juga,dan apakah harus di cuci 7 kali juga?

    Yang harus dicuci 7 kali plis tanah hanyalah benda yang terkena liur anjing saja. Adapun kencingnya, walaupun dia najis tapi tidak perlu dicuci 7 kali plus tanah. Kencingnya cukup disiram dengan air sampai bersih sampai hilang zat najisnya.

  173. bas said:

    waktu di bandara koper saya diendus anjing pelacak dari petugas imigrasi. Apakah koper saya harus dicuci ?

    Kalao terkena liurnya, ya, harus dicuci 7 kali, dan yang ke 8 dicampur dengan tanah.

  174. paul said:

    Asalamualaikum….
    saya dikasih mesin cuci dari tetangga saya yang agamanya nasrani. dia memelihara anjing di rumahnya. yang saya tau, setiap hari dia megang2 dan dijilatin sama anjingnya. pertanyaan saya, apakah kalau saya mencuci baju dengan mesin cuci tersebut maka najisnya bisa tertular ke baju saya?

    Waalaikumussalam.
    Tidak tertular. Tidak ada masalah memakainya.

  175. paul said:

    Asalamualaikum.
    Alhamdulillah saya tenang dengernya :). jadi walaupun dia nyuci baju di mesin cuci tersebut dengan keadaan najis (dijilat anjing) ga akan tertular kan kalo saya untuk memakai mesin cuci itu? maaf mengulang pertanyaan, saya cuma ingin lebih yakin aja. Terimakasih

    Waalaikumussalam. Iya

  176. Azmi said:

    Assalamualikum.
    saya juga punya masalah yg sama seperti yang nomer 174. waktu itu baju saya tertinggal di rumah teman saya yg beragama nasrani. dia setiap hari dijilatin sama anjingnya (termasuk baju) nah dia kan nyuci pake mesin cuci. yang saya takutkan waktu dia mencuci pakaian saya di mesin cuci tersebut pakaian saya jadi ikutan najis lagi. untung dia nyucinya baju saya doang, ga dicampur ama baju yg lain. mohon pencerahannya pak ustadz. terimakasih :)

    Waalaikumussalam.
    Kalau masalahnya sama, berarti jawabannya jg sama.

  177. ukas said:

    Asalamualaikum
    saya berjabat tangan dengan teman saya yang agamanya kristen. dia setiap hari megang-megang anjingnya, dan kemungkinan dijilatin juga. waktu berjabat tangan, tangan dia dalam keadaan basah. mungkin abis cuci tangan. dan saya juga pernah denger kalo salah satunya basah najis itu bisa nular. saya takut kalo itu najisnya beneran nular, berarti shalat saya ga sah dong? gimana nih pak ustadz. mohon dijawab :)

    Waalaikumussalam.
    Itu tidak benar. Kalau dia sudah cuci tangan, berarti tangannya dah suci. Jadi tdk ada lagi masalah.

  178. djoni said:

    Assalamualaikum
    Ustad mau tanya..hampir setiap habis buang air kecil. Dan sudah dalam keadaan memakai celana, Sy merasa air kencing saya keluar lg setetes dua tetes..hal ini sering terjadi sehingga membuat saya lelah utk terus2an mengganti celana n sampai kehabisan karena sehari bisa bbrp kali ganti..apa yang harus sy lakukan?

    Waalaikumussalam.
    Sebelum mengenakan celana, sebaiknya anda pastikan, tdk ada lagi yg akan menetes.
    Kemudian CD gak perlu diganti, cukup teteskan air pada tetesan kencing itu, maka itu sudah syah disucikan.