Najis & Cara Penyuciannya

January 24th 2010 by Abu Muawiah |

09 Shafar

Najis & Cara Penyuciannya

Dari Abu Hurairah  dia berkata: Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا وَطِئَ أَحَدُكُمْ بِنَعْلِهِ الْأَذَى فَإِنَّ التُّرَابَ لَهُ طَهُورٌ
“Apabila salah seorang di antara kalian menginjak kotoran dengan sandalnya, maka tanah dapat menjadi penyuci baginya”. (HR. ِAbu Daud no. 389 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 833)
Dari Anas bin Malik  dia berkata:
جَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِي طَائِفَةِ الْمَسْجِدِ فَزَجَرَهُ النَّاسُ فَنَهَاهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا قَضَى بَوْلَهُ أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَنُوبٍ مِنْ مَاءٍ فَأُهْرِيقَ عَلَيْهِ
“Seorang Arab badui datang lalu kencing di sudut masjid, maka orang-orang pun menghardiknya, tetapi Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- melarang mereka. Setelah orang itu selesai dari kencingnya, Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- minta diambilkan setimba besar air lalu beliau menyiramkannya pada kencingnya.” (HR. Al-Bukhari no. 221 dan Muslim no. 285)
Dari Abu As-Samah  dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ الْجَارِيَةِ وَيُرَشُّ مِنْ بَوْلِ الْغُلَامِ
“Air kencing bayi perempuan dicuci, sedangkan air kencing bayi laki-laki cukup disiram.” (HR. Abu Daud no. 376, An-Nasai no. 302 dan Ibnu Majah no. 519)
Maksud ‘disiram’ adalah dituangkan air padanya tapi air yang dituangkan tidak sampai mengalir dan menetes dari pakaian, jadi bukan sekedar dipercikkan sebagaimana yang disangka sebagian orang.
Dari Abu Hurairah  dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ
“Sucinya bejana kalian apabila dia dijilat oleh anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali, cucian yang pertama dicampur dengan tanah.” (HR. Al-Bukhari no. 172 dan Muslim no. 279)
Dari Ali bin Abi Thalib  dia berkata:,
كُنْتُ رَجُلًا مَذَّاءً وَكُنْتُ أَسْتَحْيِي أَنْ أَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَكَانِ ابْنَتِهِ فَأَمَرْتُ الْمِقْدَادَ بْنَ الْأَسْوَدِ فَسَأَلَهُ فَقَالَ يَغْسِلُ ذَكَرَهُ وَيَتَوَضَّأُ
“Aku adalah lelaki yang sering keluar madzi, tetapi aku malu untuk bertanya Nabi -shallallahu’alaihiwasallam- karena puteri beliau adalah istriku. Maka aku menyuruh Al-Miqdad bin Al-Aswad supaya bertanya beliau, maka beliau menjawab, “Hendaklah dia mencuci kemaluannya dan berwudhu.” (HR. Al-Bukhari no. 269 dan Muslim no. 303)

Penjelasan ringkas:
Najis adalah semua benda yang dihukumi kotor oleh syariat, dan dia ada tiga jenis:
1.    Najis maknawiah, misalnya kekafiran. Karenanya Allah berfirman, “Orang-orang musyrik itu adalah najis,” yakni bukan tubuhnya yang najis akan tetapi kekafirannya.
2.    Najis ainiah, yaitu semua benda yang asalnya adalah najis. Misalnya: Kotoran dan kencing manusia dan seterusnya.
3.    Najis hukmiah, yaitu benda yang asalnya suci tapi menjadi najis karena dia terkena najis. Misalnya: Sandal yang terkena kotoran manusia, baju yang terkena haid atau kencing bayi, dan seterusnya.
Selengkapnya baca di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=1608 dan di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=346

Secara umum pembahasan najis di kalangan ulama terbagi menjadi dua:
1.    Yang merupakan najis berdasarkan kesepakatan ulama.
2.    Yang diperselisihkan apakah dia najis atau bukan.

A.    Adapun yang merupakan najis berdasarkan kesepakatan ulama adalah:
1.    Tinja manusia.
2.    Kencing manusia, baik dewasa maupun anak-anak, baik yang masih mengonsumsi ASI maupun yang sudah mengonsumsi selainnya. Baca keterangannya di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=1619 dan juga di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=893
3.    Madzi dan wadi. Baca keterangannya di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=1583
4.    Darah haid dan nifas.
5.    Semua bangkai kecuali empat: Bangkai manusia, bangkai hewan air, bangkai belalang, dan bangkai hewan yang darahnya tidak mengalir.
6.    Rautsah (tinja kuda, keledai, dan baghal)
B.    Adapun yang diperselisihkan oleh para ulama di antaranya:
1.    Mani.
2.    Darah selain haid dan nifas.
3.    Liur dan tubuh anjing.
4.    Tinja dan kencing hewan yang boleh dimakan.
5.    Tinja dan kencing hewan yang haram dimakan.
6.    Tubuh orang kafir.
7.    Khamar
8.    Babi.
Insya Allah pembahasan mengenai kedelapan perkara ini dan selainnya akan kami bahas peda tempatnya tersendiri. Yassarallah.

Adapun cara membersihkannya maka asalnya semua najis hanya syah dibersihkan dengan menggunakan air karena air merupakan asal dalam alat bersuci, sebagaimana yang ditunjukkan dalam hadits-hadits di atas. Kecuali jika ada dalil yang menunjukkan bolehnya menyucikan najis dengan selain air, maka ketika itu kita katakan boleh menyucikan najis dengan selainnya. Seperti yang ditunjukkan dalam hadits Abu Hurairah di atas dimana Nabi -alaihishshalatu wassalam- menyatakan bahwa tanah bisa menyucikan sandal yang menghinjak tinja manusia, maka kita katakan dalam keadaan seperti ini syah membersihkan sandal dengan tanah, walaupun tetap lebih utama menyucikannya dengan air.

Juga asal dalam penyucian najis adalah dicuci sampai hilang zat najisnya, berapapun jumlah cucian yang dibutuhkan. Jika najis sudah hilang dengan sekali siraman maka itu zat itu kembali suci dan tidak perlu dituangkan air berulang kali. Karenanya pendapat yang paling kuat dalam masalah liur anjing adalah dia bukanlah najis. Karena tatkala bejana diperintahkan untuk dicuci sebanyak 7 kali bahkan salah satunya harus dengan tanah, maka ini menunjukkan perintah mencuci di sini adalah ta’abbudi (murni penghambaan) dan bukan karena bejana tersebut menjadi najis. Karena seandainya karena najis maka sudah syah mencuci bejana kurang dari 7 kali selama liurnya sudah hilang, sementara para ulama yang menyatakan najisnya liur anjing tidak menyatakan syahnya cucian dibawah 7 kali. Maksud dari ta’abbudi adalah tidak diketahui apa hikmah dari cucian tersebut Sama seperti kita diperintah untuk mencuci tangan ketika berwudhu, kita tidak tahu kenapa tangan yang dicuci, apa alasannya, dan kenapa maksimal 3 kali, akan tetapi yang jelas kita diperintahkan untuk mencuci tangan bukan karena tangan kita najis. Wallahu a’lam

Incoming search terms:

  • bersalam dengan orang muslim yang memelihara anjing tapi kita tidak tahu
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Sunday, January 24th, 2010 at 4:28 am and is filed under Fiqh, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

178 responses about “Najis & Cara Penyuciannya”

  1. Hamba Allah said:

    Assalamualaikum.
    Pak ustad saya ingin bertanya, apabila tangan terkena sperma dapat di hilangkan najisnya dengan mencuci dengan air saja?

    Waalaikumussalam.
    Sperma bukanlah najis.

  2. yudha said:

    Ass…
    pak uzdatz saya mau tanya?
    1. dlu waktu sya kcil saya d rayu” sma keluarga dri mama untuk msuk nasrani, trus akhirnya sya ikut cra ibdah mreka tpi sya ga smpe d baptis untuk msuk nasrani. yg saya mau tnya gmna cara sya brtobat akbt prbuatanku waktu kecil itu?
    2. Smnjak sya ikt nsrani sya d rayu untk makan babi, trus sya mkan jga. cara untk mnghlangkan najis babi yg sya mkan wktu sya kecil gmna caranya pak uztadz?

    sya ikt nsrani hnya smpe kls 5 atau kls 4 kalo ga slah, strusnya sya ikt mslim lagi smpe skrng
    pak uzdatz mohon gmna cranya agar sya bsa brtobat?

    Kalau saat itu anda belum balig, maka insya Allah tidak ada masalah. Karena anak yang belum balig belum terkena beban dosa. Jika sudah, maka keislaman anda sekarang disertai taubat dan penyesalan atas semua itu, insya Allah sudah cukup sebagai taubat. Amin.

  3. hamba ALLAH.SWT said:

    assallamualaikum, saya ingin tanya, jika baju yang terkena najis kencing sudah di cuci akan tetapi belum kering apakah ketika kita memegang pakaian yang belum kering itu maka tangan kita menjadi bernajis? lalu apakah hukum dari pakaian yang sudah dicuci dan belum kering itu masih najis?

    Waalaikumussalam.
    Pakaian itu sudah suci walaupun belum kering.

  4. mohamed denny zain said:

    tad,ane maw betanya kalau ragu ragu itu tak usah di hiraukan yah?

    Ya ,tidak usah dihiraukan.

  5. ihsan said:

    Assalamu ‘alaikum. Pak Ustad saya mempunyai gangguan dalam hal buang air kecil, saya sudah berusaha berobat tapi belum mendapati kesembuhan. intinya begini, setiap saya selesai buang air kecil, hampir selalu belum merasa lega, seperti masih ada yang tersisa, kadang saya mengejan (mencoba untuk mengeluarkan sisa kencing itu) setelah itu saya bersihkan dan meninggalkan tempat buang air. na, biasanya saat berdiri dari jongkok, kadang ada yang keluar kencingnya. bila ttidak kadang pas jalan, atau bila kencingnya sebelum wudhu, biasanya keluar saat wudhu atau pas sedang sholat. ini akan sangat menjadi masalah bila saya sedang bepergian, ini membuat saya bingung. jadi kadang saya mencoba menahan kencing saya, ketika hendak sholat karena takut nanti ada yang keluar kalau saya kencing, dan tidak membawa baju ganti yang lain. penyakit ini sudah saya alami lama dan beberapa tahun belakangan ini semakin menjadi-jadi. saya mohon nasehatnya ust. bagaimana dan apa yang harus saya lakukan.?

    Beberapa waktu yang lalu saya sempat membaca sebuah buku ensiklopedia fikih raktis, dan di dalamnya terdapat stu penyakit yang dinamakan salisul baul, pertanyaannya Apakah penyakit saya ini tergolong salisul baul? atau bukan karena kalau yang saya baca salisul baul itu kencing yang terus menerus, sedangkan saya hanya berlangsung selama beberapa waktu setelah kencing saja. setelah ada yang keluar lagi setelah kencing entah itu banyak atau sedikit, biasanya sudah lega kembali…

    Tolong beri saya nasehat, ust. karena ini sangat mengganggu saya terutama psikis saya, saya menjadi sering sedih… apalagi kalau itu terjadi di waktu subuh, waktu sholat jum’at, sholat i’ed, dll. saya menjadi terlihat berbeda dari yang lain.
    Tolong beri saya nasehat ust. agar bisa tetap sabar menjalani hidup.

    Waalaikumussalam.
    Itu berbeda dengan salasil baul.
    Sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter jika memang sudah dianggap parah. KArena itu sudah menjadi penyakit, sehingga menjadi urusan dokter.

  6. maulana said:

    pak ustad
    asalamuallaikum

    apabila tangan kita basah,
    lalu menyentuh benda yg telah terkena najis seperti air kencing tapi benda tersebut sudah kering apakah najis??

    Waalaikumussalam.
    Jika memang zat kencingnya sudah menguap dan hilang, maka tangan kita tidaklah terkena najis.

  7. Derry said:

    assalamualaikum..
    Pak ustad kalo saya menginjak air mani trus saya melaksanakan sholat apa saya batal atau gak..
    Tlong di jawab..

    Waalaikumussalam.
    Tidak batal, karena mani bukanlah najis.

  8. Nurjanna said:

    Assalamu’alaikum pak ustadz…

    pak ustadz mukenah untuk sholat saya terkena handuk yang ada najis’a sedangkan handuk itu dalam keadaan agak basah..saya menjadi ragu apakah pakaian sholat saya ikut terkena najis handuk itu atau tidak…kebetulan warna pakaian sholat saya itu adalah warna hitam sehingga agak sulit mengecek apakah pakaian itu ikut basah atau tidak…saya tetap melanjutkan sholat…waktu sholat saya menyadari rambut saya dalam keadaan basah..hingga timbul dua keragu raguan…yaitu pakaian yang terkena najis atau tidak…dan rambut yang dalam keadaan basah ikut terkena najis atau tidak dari mukena sholat itu..mohon penjelasannyya pak ustadz…

    Waalaikumussalam.
    yang jelas, selama anda belum yakin adanya najis, maka najis itu dihukumi tidak ada. Anda boleh tetap melanjutkan shalatnya dan shalatnya syah insya Allah.

  9. dea said:

    Ustadz, sering ditanyakan pakaian atau benda2 yg terkena mani stlh jima’ adalah tdk najis. Oke, mani mmg bukan najis, tp bukannya pada saat jima, suami istri mengeluarkan madzi dan itu artinya bercampur dg mani pd saat mani tsb keluar? Lalu apakah pakaian dll yg terkena mani tdk dianggap najis dg tercampurnya madzi? Syukron.

    Kalau dipastikan pada benda itu ada madzi, ya dia najis.

  10. akbar hurasan said:

    assalamu’alaikum, saya mau b’tanya ustadz

    jika kita bersalaman dengan teman kita yg beragama muslim tp kita tidak tahu kalau dy memelihara anjing,,,

    trusss,, skitar 2 atau 3 bulan kemudian saya melihat dy foto dengan memegang anjing tersebut,,tp saya tidak tau apakah ia mmlihara anjing sblum atau sesudah ia bersalaman dngQ ??

    pertanyaan saya apakah tangan saya harus di sucikan dengan air 7x dan trakhir dng tanah,

    2. wktu berjabat tangan dng tmn saya itu, saya juga memegang bagian tubuh saya yg lain,,,
    apakah tubuh saya semuanya kena najis ???

    Waalaikumussalam.
    Pada kedua kejadian di atas, tidak perlu mencuci tangan.

  11. akbar hurasan said:

    apakh tmn saya yg memelihara anjing memegang tangan orang lain,

    2 bulan kemudian saya ketemu orang lain itu dan ia memegang tangan saya,,,
    apakah harus di bersihkan dengan air 7x dn trakhir dng tanah juga,,,

    n apakah kalau masih ragu dengan suatu kenajisan berrti hukumnya suci dari najis,,,
    sukron ustadz

    Tidak harus. Ya, hukum asalnya suci dari najis.

  12. Reza said:

    Aslm.ustad saya mau tanya..!
    Apakah benar pakakaian yg sudah 3 hari tidak d cuci di namakan hadats ?
    Mohon di jawab ustad.

    Itu tidak benar.

  13. iis handoko said:

    assalamu’alaikum.wr.wb
    mau tanya nih pak ustad…setiap kali sholat tahajud saya tidak pernah menyalakan lampu besar hanya lampu kecil sangat remang2. Setelah selesai sholat & dzikir saya lanjutkan mengaji maka lampu besar saya nyalakan betapa saya kaget melihat mukena saya ternyata ada darah kering seperti darah haid. Saya tanyakan ke putri saya apakah dia sedang haid, tapi katanya tidak. Dan putri saya bilang bahwa yg memakai mukena terakhir kali adalah neneknya (ibu mertua saya).Tapi mertua saya sdh tua & menoupouse, saya tiba2 teringat kalo mertua juga pernah pendarahan akibat wasirnya. Yang saya tanyakan apakah sholat tahajud saya batal? mau saya ulang sdh terdengar adzan subuh. Bagaimana pak ustad mohon penjelasannya.

    waalaikumussalam warahmatullah.
    shalatnya insya Allah tetap syah. Darah yg najis hanya darah haid dan nifas saja.

  14. Kalamsyah Hidayat said:

    Asalamualaikum wr.wb
    1.staz saya udh umur 14th nieh,dan yg saya tanyakan adalah waktu saya umur 4 Atau 5th saya sering bermain di rumah teman saya yg non muslim,waktu itu dia mempunyai anjing,dan pada saat itu saya duduk di sofa/kursi nya,anjing tersebut di bwh saya yg berjarak setengah meter,saya menangis dan saya tidak ingat lagi kejadiannya(kelanjutannya) dan saya merasa Ragu dari kelanjutannya apakah saya memegang dan di jilat anjing.jika ragu apakah wajib Mencucinya?,bila memegang najis besar kah,dan bila terjilat najis kah?
    2.dan waktu umur saya kira2*4 atau 5th saya bermain pasir di depan halaman teman saya yg nonmuslim dan saya menemukan kotoran kalau tidak salah..saya ragu itu kotoran anjing apa kagak dan kelanjutannya saya tidak ingat lagi apakah memegang kotoran tersebut,namun bila tidak memegang tapi kotoran tersebut telah bercampur dengan pasir apakah pasir tersebut disebut najis besar juga dan apakah wajib mencuci 7x apabila memegang pasirnya?

    Wasalamualaikum wr wr.

    Waalaikumussalam.
    Anda belum balig ketika itu, jadi tidak ada masalah. Lagipula itu sudah lama sekali, pasti apa yang kamu khawatirkan itu sudah hilang, Jadi tidak perlu dipermasalahkan lagi.

  15. fadli said:

    Assalamu’alaikum…

    saya mandi wajib tapi tidak mencuci kaki apakah tetap sah..?

    Waalaikumussalam.
    Kalau kaki sama sekali tidak terkena air, maka tidak syah. Tapi kalau sudah terkena air seluruhnya, maka mandinya sudah syah, walaupun di akhir mandi, dia tidak mencuci ulang kakinya.

  16. Kalamsyah Hidayat said:

    1.Saya pernah melakukan pembersihan dari najis besar karna was was,yg saya tanyakan jika kita membasuhnya dengan 7x air dan 1xnya itu air yg di campur tanah lalu kita siramkan ke bagian tersebut namun tidak seluruhnya terkena tanah dan saya usap sampe semuannya kena apakah sah?
    2.Tanah apa yg digunakan?

    1. Yang diusap hanya bagian yang terkena najis saja.
    2. Tanah yang suci, tanah apa saja.

  17. faizuun said:

    Assalamualaikum ustaz,
    Kalau terkena najis ular di kulit dan kuku adakah saya perlu samak atau mencuci seperti biasa..???

    Waalaikumussalam.
    Dicuci seperti biasa.

  18. Kalam said:

    Staz,saya pagi ini mimpi basah yg bertepatan puasa.
    Maaf bukan temannya
    1.mimpi basah teruus terasa rangsangan dan kita terbangun baru keluar spe*ma(selisih perdetik dari mimpi) apakah batal puasa?

    Puasanya tidak batal insya Allah.

  19. ahmat ipus efendi said:

    Assalam wr wb,,
    Pak ustad saya м̲̣ά̲̣̣̣̥υ̲̣̥ tanya,,
    Bagai mana doa/niat sebelum dan sesudah kita mensucikan dari najis terkena liur anjing,,
    Mohon bantuan nya,,
    Soal nya saya belum mengetahui niat/doa nya,,
    Terima kasih,,
    Wassalam,,

    Tidak ada BACAAN niat/doanya.
    Cukup cuci saja dalam keadaan hatinya meniatkan bahwa itu adalah ibadah.

  20. Natha said:

    Assalaamu’laikum Ustadz.
    Saya mau nanya,
    1. Apakah benar kalau air suci yg kurang dari dua kulah terus terkena sedikit cipratan kencing disebut mutanajis?
    2. Bagaimana kalau air sucinya yg kurang dari dua kulah tsb tidak berubah zatnya baik warna, rasa, maupun bau? Apakah airnya harus diganti atau dibuang?
    Mohon pencerahannya, sukron.

    Waalaikumussalam.
    1. Tidak benar.
    2. Tetap bisa dipakai bersuci.

  21. Andi Firmansyah said:

    Saya dulu main bola di depan jalan komplek rumah saya kebetulan tetangga saya punya anjing dan kalau dicuci kotorannyaa selalu dibuang ke got. Bola tersebut masuk ke dalam got dan saya mengambilnya. apakah cipratan air got yang sudah bercampur kotoran tsb najis besar, kalau ia apakah saya harus membersihkan seluruh badan dengan tanah mengingat bola yang ditendang pasti menyipratkan air ke mana-mana. Terimakasih

    Semua itu tidak perlu karena tidak jelas apakah memang liur anjing melekat pada bola itu.

  22. Dily said:

    Ustadz sya mau tanya,apakah sandal yg terkena kencing anjing itu najis?,dan perlukah di cuci 7 kali,lalu apakah lantai yg terkena pijakan sandal tadi najis juga,dan apakah harus di cuci 7 kali juga?

    Yang harus dicuci 7 kali plis tanah hanyalah benda yang terkena liur anjing saja. Adapun kencingnya, walaupun dia najis tapi tidak perlu dicuci 7 kali plus tanah. Kencingnya cukup disiram dengan air sampai bersih sampai hilang zat najisnya.

  23. bas said:

    waktu di bandara koper saya diendus anjing pelacak dari petugas imigrasi. Apakah koper saya harus dicuci ?

    Kalao terkena liurnya, ya, harus dicuci 7 kali, dan yang ke 8 dicampur dengan tanah.

  24. paul said:

    Asalamualaikum….
    saya dikasih mesin cuci dari tetangga saya yang agamanya nasrani. dia memelihara anjing di rumahnya. yang saya tau, setiap hari dia megang2 dan dijilatin sama anjingnya. pertanyaan saya, apakah kalau saya mencuci baju dengan mesin cuci tersebut maka najisnya bisa tertular ke baju saya?

    Waalaikumussalam.
    Tidak tertular. Tidak ada masalah memakainya.

  25. paul said:

    Asalamualaikum.
    Alhamdulillah saya tenang dengernya :). jadi walaupun dia nyuci baju di mesin cuci tersebut dengan keadaan najis (dijilat anjing) ga akan tertular kan kalo saya untuk memakai mesin cuci itu? maaf mengulang pertanyaan, saya cuma ingin lebih yakin aja. Terimakasih

    Waalaikumussalam. Iya

  26. Azmi said:

    Assalamualikum.
    saya juga punya masalah yg sama seperti yang nomer 174. waktu itu baju saya tertinggal di rumah teman saya yg beragama nasrani. dia setiap hari dijilatin sama anjingnya (termasuk baju) nah dia kan nyuci pake mesin cuci. yang saya takutkan waktu dia mencuci pakaian saya di mesin cuci tersebut pakaian saya jadi ikutan najis lagi. untung dia nyucinya baju saya doang, ga dicampur ama baju yg lain. mohon pencerahannya pak ustadz. terimakasih :)

    Waalaikumussalam.
    Kalau masalahnya sama, berarti jawabannya jg sama.

  27. ukas said:

    Asalamualaikum
    saya berjabat tangan dengan teman saya yang agamanya kristen. dia setiap hari megang-megang anjingnya, dan kemungkinan dijilatin juga. waktu berjabat tangan, tangan dia dalam keadaan basah. mungkin abis cuci tangan. dan saya juga pernah denger kalo salah satunya basah najis itu bisa nular. saya takut kalo itu najisnya beneran nular, berarti shalat saya ga sah dong? gimana nih pak ustadz. mohon dijawab :)

    Waalaikumussalam.
    Itu tidak benar. Kalau dia sudah cuci tangan, berarti tangannya dah suci. Jadi tdk ada lagi masalah.

  28. djoni said:

    Assalamualaikum
    Ustad mau tanya..hampir setiap habis buang air kecil. Dan sudah dalam keadaan memakai celana, Sy merasa air kencing saya keluar lg setetes dua tetes..hal ini sering terjadi sehingga membuat saya lelah utk terus2an mengganti celana n sampai kehabisan karena sehari bisa bbrp kali ganti..apa yang harus sy lakukan?

    Waalaikumussalam.
    Sebelum mengenakan celana, sebaiknya anda pastikan, tdk ada lagi yg akan menetes.
    Kemudian CD gak perlu diganti, cukup teteskan air pada tetesan kencing itu, maka itu sudah syah disucikan.