Mereka Membolehkan ‘Berhubungan’ Dengan Budak Orang Lain

July 31st 2012 by Abu Muawiah |

Mereka Membolehkan ‘Berhubungan’ Dengan Budak Orang Lain

 

Di antara kesesatan Rafidhah adalah: Mereka membolehkan seseorang melakukan jima’ dengan budak orang lain jika pemiliknya mengizinkan. Al-Hulli berkata, “Boleh ‘berhubungan’ dengan budak milik orang lain dengan syarat yang mengizinkannya adalah orang yang bisa memerdekakannya dan sudah diakui hak kepemilikannya, serta budak tersebut halal bagi orang yang akan ‘berhubungan’ dengannya[1].

Cukuplah sebagai bantahan terhadap kebatilan ini adalah firman Allah Ta’ala:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ. إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki.” (QS. Al-Mu`minun: 5-6)

Dan sudah diketahui bersama bahwa ‘berhubungan’ dengan budak orang lain bukanlah pernikahan dan budak itu juga bukan budaknya. Juga firman Allah Ta’ala:

وَلا تُكْرِهُوا فَتَيَاتِكُمْ عَلَى الْبِغَاءِ

“Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran.”(QS. An-Nur: 33)



[1] Wasa`il Asy-Syi’ah (7/463-464)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, July 31st, 2012 at 5:41 pm and is filed under Mengenal Syi'ah Rafidhah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

1 response about “Mereka Membolehkan ‘Berhubungan’ Dengan Budak Orang Lain”

  1. sukri said:

    Ust. mohon penjelasannya apakah sampai sekarang ini masih dibolehkan membeli budak/memiliki budak dan mengaulinya/berhubungan?…

    apa bedanya budak dengan pelacur yang dibayar untuk digauli?..

    atas penjelasan terima kasih..

    Sepanjang pengetahuan saya, di zaman sekarang sudah tidak ada budak karena tidak adanya sebab-sebab yang melahirkan munculnya perbudakan.