Menuntut ilmu sampai ke Cina

October 3rd 2008 by Abu Muawiah |

Tuntutlah Ilmu Walaupun Sampai ke Negeri Cina

أُطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ باِلصِّيْنِ

“Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Adi dalam Al-Kamil (4/118), Al-Uqaily dalam Adh-Dhu’afa` (2/230), Al-Khathib dalam Tarikhul Baghdad (9/364), Al-Baihaqi dalam Al-Madkhal (1/241) dan Ibnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi (1/7-8), semuanya dari jalan Abu ‘Atikah Thorif bin Sulaiman dari Anas bin Malik dari Nabi -shallallahu alaihi wasallam-.
Sebab lemahnya hadits ini adalah Abu Atikah. Al-Uqaily berkata “Dia adalah orang yang ditinggalkan haditsnya (arab: matrukul hadits)”. Imam Al-Bukhari berkata, “Mungkar haditsnya (arab: munkarul hadits)”. Imam An-Nasa`i berkata, “Tidak tsiqoh (arab: laisa bi tsiqoh)”. Abu Hatim berkata, “Orang yang hilang haditsnya (arab: dzahibul hadits).”
Karenanya, Imam Ahmad mengingkari hadits ini, sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Marwazi. Dan Asy-Syaikh Al-Albani menghukumi hadits ini sebagai hadits yang bati, sebagaimana dalam Adh-Dho’ifah no. 416.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, October 3rd, 2008 at 9:21 pm and is filed under Ensiklopedia Hadits Lemah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.