Meniatkan Dunia dalam Ibadah

November 3rd 2013 by Abu Muawiah |

Tanya:
Bismillah.. Ustadz nau tanya. Bisakah seseorang melakukan suatu amalan dengan niat keutamaan suatu amalan. Meskipun keutamaannya untuk dunia?

Jawab:
Jika itu adl ibadah mahdhah yg murni penghambaan diri kpd Allah, seperti shalat atau puasa, mk meniatkan dunia atau apa saja selain Allah adl kesyirikan.
Adapun jika ibadah itu ada dalil khusus bahwa dia mempunyai pahala duniawiah -semisal menyambung silaturahmi (diluaskan rezki) dan jihad (mendapatkan ghanimah)- maka tetap yg jauh lebih utama, meniatkan ibadah itu hanya tuk Allah semata.
Namun jika dia mengikutkan pdnya niat2 duniawiah -hanya mengikutkan dan bkn menjadi niat asal dan utamanya- maka ibadahnya tetap syah insya Allah. Hanya saja pahalanya berkurang.
Dalil akan hal ini adl hadits riwayat Muslim dimana Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إن الغزاة إذا غنموا غنيمة، تعجلوا ثلثي أجرهم. فإن لم يغنموا شيئا، تم لهم أجرهم
“Sesungguhnya pejuang jihad, jika mereka mengambil ghanimah, maka 2/3 pahala mereka sdh disegerakan di dunia. Dan jika mereka tdk mengambil ghanimah, maka pahala mereka sempurna.”

Demikian kurang lebih penjelasan dr Ibnu Rajab Al Hanbali dlm Jami’ al Ulum wa al Hikam pd syarh hadits niat. Wallahu a’lam

Tambahan:
Dalil2 akan haramnya beramal ibadah dengan niat duniawiah, dan bahwa itu adl kesyirikan yg menghapuskan semua amalan, di antaranya:
QS. Asyura: 20
QS. al Isra’: 18-19
QS. Hud: 15-16.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Sunday, November 3rd, 2013 at 11:12 pm and is filed under Aqidah, Dari Grup WA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.