Mengqadha` Shalat yang Tertinggal

March 29th 2010 by Abu Muawiah |

13 Rabiul Akhir

Mengqadha` Shalat yang Tertinggal

Dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا لَا كَفَّارَةَ لَهَا إِلَّا ذَلِكَ: وَأَقِمْ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
“Barangsiapa lupa suatu shalat, maka hendaklah dia melaksanakannya ketika dia ingat. Karena tidak ada tebusannya kecuali itu. Allah berfirman: ‘(Dan tegakkanlah shalat untuk mengingat-Ku).” (QS. Thaha: 14). (HR. Al-Bukhari no. 597 dan Muslim no. 1102)
Dari Abu Qatadah  dia berkata:
سِرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ لَوْ عَرَّسْتَ بِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَخَافُ أَنْ تَنَامُوا عَنْ الصَّلَاةِ قَالَ بِلَالٌ أَنَا أُوقِظُكُمْ فَاضْطَجَعُوا وَأَسْنَدَ بِلَالٌ ظَهْرَهُ إِلَى رَاحِلَتِهِ فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ فَنَامَ فَاسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ طَلَعَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فَقَالَ يَا بِلَالُ أَيْنَ مَا قُلْتَ قَالَ مَا أُلْقِيَتْ عَلَيَّ نَوْمَةٌ مِثْلُهَا قَطُّ قَالَ إِنَّ اللَّهَ قَبَضَ أَرْوَاحَكُمْ حِينَ شَاءَ وَرَدَّهَا عَلَيْكُمْ حِينَ شَاءَ يَا بِلَالُ قُمْ فَأَذِّنْ بِالنَّاسِ بِالصَّلَاةِ فَتَوَضَّأَ فَلَمَّا ارْتَفَعَتْ الشَّمْسُ وَابْيَاضَّتْ قَامَ فَصَلَّى
“Kami pernah berjalan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu malam. Sebagian kaum lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sekiranya anda mau istirahat sebentar bersama kami?” Beliau menjawab: “Aku khawatir kalian tertidur sehingga terlewatkan shalat.” Bilal berkata, “Aku akan membangunkan kalian.” Maka merekapun berbaring, sedangkan Bilal bersandar pada hewan tunggannganya, tapi rasa kantuknya mengalahkannya dan akhirnya iapun tertidur. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun ternyata matahari sudah terbit, maka beliau pun bersabda: “Wahai Bilal, mana bukti yang kau ucapkan!” Bilal menjawab: “Aku belum pernah sekalipun merasakan kantuk seperti ini sebelumnya.” Beliau lalu bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla memegang ruh-ruh kalian sesuai kehendak-Nya dan mengembalikannya kepada kalian sekehendak-Nya pula. Wahai Bilal, berdiri dan adzanlah (umumkan) kepada orang-orang untuk shalat!” kemudian beliau berwudhu, ketika matahari meninggi dan tampak sinar putihnya, beliau pun berdiri melaksanakan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 595)
Dari Jabir bin Abdullah  dia bercerita:
أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ جَاءَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ بَعْدَ مَا غَرَبَتْ الشَّمْسُ فَجَعَلَ يَسُبُّ كُفَّارَ قُرَيْشٍ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا كِدْتُ أُصَلِّي الْعَصْرَ حَتَّى كَادَتْ الشَّمْسُ تَغْرُبُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاللَّهِ مَا صَلَّيْتُهَا فَقُمْنَا إِلَى بُطْحَانَ فَتَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ وَتَوَضَّأْنَا لَهَا فَصَلَّى الْعَصْرَ بَعْدَ مَا غَرَبَتْ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى بَعْدَهَا الْمَغْرِبَ
“Bahwa ‘Umar bin Al Khaththab datang pada hari peperangan Khandaq setelah matahari terbenam hingga ia mengumpat orang-orang kafir Quraisy, lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku belum melaksanakan shaat ‘Ashar hingga matahari hampir terbenam!” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Demi Allah, aku juga belum melakasanakannya.” Kemudian kami berdiri menuju Bath-han, beliau berwudlu dan kami pun ikut berwudlu, kemudian beliau melaksanakan shalat ‘Ashar setelah matahari terbenam, dan setelah itu dilanjutkan dengan shalat Maghrib.” (HR. Al-Bukhari no. 596)

Penjelasan ringkas:
Tatkala orang yang shalat mengalami sesuatu yang membuat dia sibuk sehingga tidak bisa mengerjakan shalat pada waktunya ataukah membuat dia lupa dari mengerjakannya ataukah dia tidur hingga keluar waktunya ataukah uzur-uzur syar’i lainnya yang menyebabkan dia tidak bisa mengerjakan shalat pada waktunya. Tatkala semua hal itu bisa terjadi, maka dari rahmat Allah Ta’ala kepada para hamba-Nya Dia tidak menghukum mereka atas kekurangan tersebut. Bahkan Dia menyariatkan kepada mereka untuk mengqadha` shalat yang dia tinggalkan tersebut ketika uzurnya sudah hilang. Karenanya barangsiapa yang meninggalkan suatu shalat karena lupa atau ketiduran atau ada uzur lain -yang dibenarkan oleh syariat- maka hendaknya dia mengqadha` shalat tersebut sesegera mungkin setelah dia ingat atau bangun dari tidurnya, walaupun waktunya telah keluar, bahkan walaupun telah berlalu 2 atau lebih waktu shalat.

Jika shalat yang ditinggalkan itu ada 2 atau lebih, maka hal yang perlu diperhatikan adalah diwajibkan untuk men’tartib’ atau mengurutkan shalat-shalat yang akan diqadha` tersebut. Karenanya jika seseorang ketiduran dari shalat zuhur dan ashar lalu dia baru bangun di waktu maghrib, maka tidak diperbolehkan baginya untuk shalat maghrib dahulu atau ashar terlebih dahulu. Tapi hendaknya dia shalat zuhur terlebih dahulu lalu shalat ashar lalu shalat maghrib. Kecuali jika watu maghrib sudah hampir habis, maka hendaknya dia shalat maghrib dahulu baru kemudian shalat zuhur lalu ashar. Semua ini berdasarkan hadits Jabir  di atas dan juga berdasarkan hadits Abu Said Al-Khudri  riwayat An-Nasai (660) dan selainnya bahwa Nabi  luput mengerjakan 4 shalat pada perang Khandaq, lalu beliau mengqadha`nya secara berurutan.

Kemudian, para ulama menyatakan bahwa kewajiban tartib ini bisa gugur dengan 5 perkara:
1.    Khawatir waktu sekarang hampir habis, seperti yang kami sebutkan di atas.
2.    Lupa.
3.    Khawatir ketinggalan shalat jamaah.
4.    Khawatir ketinggalan shalayt jumat.
5.    Tidak tahu hukumnya.
Lihat penjabaran masalahnya dalam Asy-Syarh Al-Mumti’ (2/143-148) karya Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin rahimahullah.

Incoming search terms:

  • mengqadha shalat
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Monday, March 29th, 2010 at 10:05 am and is filed under Fiqh, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

36 responses about “Mengqadha` Shalat yang Tertinggal”

  1. Wahyu Ibnu Khutsaim said:

    Assalaamu ‘Alaikum

    Ana ingin bertanya,, apakah wanita yG Shalat Wajib Di Rumah disyariatkan melakukan Qunut Nazilah ??

    Jazaakumullahu Khair…

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni (1/450) berkata, “Tidak ada pelaksanaan qunut secara individu.” Karenanya Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad memfatwakan hal yang sama. Maka yang nampak ini juga berlaku bagi wanita yang shalat sendirian, yaitu tidak boleh bagi dia untuk qunut karena tidak ada dalil yang menunjukkannya. Wallahu a’lam

  2. Fahrul said:

    Assalamu ‘alaikum
    Wahai kaum muslimin walaupun Allah dan Rasul-Nya memberikan kemudahan dalam shalat,tetapi laksanakanlah pada waktunya.

  3. abu abdirrahman suhail said:

    Assalamu alaikum ustadz,
    afwan ana ingin forward dan bertanya sekaligus ttg pembahasan Qunut diatas “Tidak ada pelaksanaan qunut secara individu” apakah ini termasuk cuma Qunut Nazilah atw semua jenis Qunut, seperti Qunut witir?

    jazakumullah khair.

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Wallahu a’lam, yang nampak ini hanyalah khusus untuk qunut nazilah.

  4. ai said:

    pak ustadz klo mengqhodo’ sholat yg selama ini di tinggalkan sewaktu sudah baligh atau yg dulunya suka bolong2 masih bisa di qodho g skrg?saat qt ingin bertaubat dan ingin menebus sholat2 yg dulu ditinggalkan?

    klo masih bisa caranya gmn?,apa setiap waktu sholat qt jg sholat lg?.Misalnya mengqhodo sholat dzuhur dikerjakan waktu qt jg sholat dzuhur,qhodo ashar di waktu ashar,dan seterusnya setiap hari?
    atau caranya gmn?

    makasih ustadz..

    Kewajiban yang ada hanya bertaubat kepada Allah dengan taubat yang ikhlas dan tidak wajib mengqadha` semua shalat yang telah ditinggalkan dengan sengaja.

  5. Fahri said:

    Bismillah
    Assalamu’alaykum
    Ustadz, kalau misalkan kita habis sholat Maghrib ketiduran. Kemudian terbangun ketika adzan shubuh tengah berkumandang (waktu Isya’ sudah lewat). Yang kita kerjakan lebih dahulu itu sholat shubuh berjama’ah di Masjid atau sholat Isya’ dulu? Anggap kemungkinannya kalau kita sholat Isya’ dulu sholat shubuh berjama’ah di masjidnya tidak dapat.

    Waalaikumussalam.
    Dia tetap harus mengurutnya, shalat isya dahulu baru shalat subuh, walaupun dia ketinggalan shalat jamaah.

  6. dieya said:

    assalamu ‘alaikum,
    ustadz, ketika mau melaksanakan shalat zhuhur jam 1, tapi ternyata keluar haid apakah saya harus mengqadha’ shalat zhuhur sampai selesai haid? dan apabila mengqadha’ waktunya kapan?
    jazakaLLOH

    Waalaikumussalam.
    Tidak wajib mengqadha` shalat zuhur tersebut, karena wanita yang haid tidak diwajibkan untuk mengqadha` shalat yang dia tinggalkan ketika haid.

  7. iwan said:

    gmana kalau junub, ternyata 2 hari baru tau bahwa dia pernah junub dan belum mandi, apa shalat yang di kerjakan batal ? dan apa harus di qada’ ? g mana cara qada’nya ?

    Shalatnya tetap syah dan tidak perlu diqadha`, karena dia mengira dia shalat dalam keadaan suci. Karena dalam ibadah, yang dijadikan patokan adalah keyakinan seseorang ketika dia beribadah.

  8. Deddy Prang Sudibyo said:

    Saya mau tanya apakah kita boleh mengqadha sholat orang tua kita yang telah meninggal dunia & juga kita mengqadha sholat kita yang telah lalu lalu….kalo boleh adakah dasarnya…….

    Tidak perlu dan tidak wajib, karena shalat adalah ibadah badan dan dia tidak bisa digantikan oleh orang lain dan juga tidak sampai kepada yang telah meninggal.
    Jika yang dimaksud shalat kita yang kita tinggal dengan sengaja di masa lampau, maka tidak ada qadha` atasnya. Dia hanya wajib bertaubat kepada Allah dan dia tidak akan bisa menebusnya kembali.
    Jika yang dimaksud shalat yang ditinggal karena ada uzur seperti lupa atau ketiduran, maka silakan diqodho`.

  9. faiqa said:

    assalamu’alaikum…
    maaf ust. pertanyaan saya ini agak melenceng dari topik,,,
    bagaimana caranya mengqadha puasa ramadhan tidak pernah dijalankan dari waktu baligh hingga lebih dari 5 tahun? bolehkah berpuasa selama 5 bulan penuh untuk menggantinnya?
    terimakasih atas jawabannya.

    Waalaikumussalam.
    Puasa yang ditinggalkan dengan sengaja tidak bisa diqadha walaupun kita berpuasa seumur hidup, karena tidak ada dalil yang menyatakannya diqadha`. Kewajiban dia hanya beristighfar dan memperbanyak amalan saleh untuk menutupi kesalahannya itu.

  10. dede.solehudin said:

    ass,
    bagai mana caranya untuk mengkadha shalat magrib.
    terima kasih

    Jika ditinggalkan karena ketiduran atau lupa maka dia shalat kapan saja dia bangun atau ingat walaupun waktu maghrib sudah habis.
    Namun jika dia sengaja tidak mengerjakannya hingga keluar waktu, maka tidak perlu diqadha`. Dia cukup bertaubat sebanyak-banyaknya kepada Allah atas shalat tersebut, karena dia tidak akan bisa menebusnya selama-lamanya.

  11. vava said:

    Asalamualaikum ustadz,
    Ustadz kan bilang diatas tidak ada kewajban qodo tetapi yg ada hanyalah taubat..
    tapi sholat kan mrupkn ibadah wajib jadi apakah nantinya taubat saya akan diterima ustadz?apa itu tetap menjadi dosa?
    terus taubat yg benar itu sprti apa ustad shg Allah bisa mengampuni dosa2 saya??
    terimakasih ustadz

    Waalaikumussalam.
    Ya, Allah telah berjanji menerima taubat dari setiap hamba-Nya yang bertaubat, walaupun dia pelaku dosa besar.
    Untuk masalah taubat, silakan baca artikel: http://al-atsariyyah.com/anjuran-bertaubat-dan-menjauhi-dosa.html

  12. hamba Allah said:

    assalamualaikum

    Pak ustad, dulu saya kalau darah istihadah tidak solat, sekarang saya tahu kalo itu berbeda dengan haid. Bagaimana mengqadha sholat yg tidak diketahui jumlahnya yg tertinggal?

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu diqadha`, karena semua itu dilakukan atas dasar ketidaktahuan. Hanya saja tetap harus banyak bertaubat kepada Allah atas kesalahannya yang lalu itu.

  13. hamba Allah said:

    pak ustad, bagaimana kalau malas mengqadha shalat?

    Ya, dia berdosa besar.

  14. hamba Allaah said:

    Alhamdulillah kalau begitu, saya sempat pusing memikirkannya, saya bingung harus berapa kali untuk mengqadha shalatnya dan akhirnya menjadi beban pikiran saya akhir2 ini. Dulu saya memang malas untuk shalat. Pernah suatu pagi saya terlewat shalat subuh, dan kerena sudah siang dan sepengetahuan saya dulu sholat diwaktu matahari terbit tidak boleh. Jd saya gak solat subuh. Wajibkah mengqadhanya pak?

    Tidak wajib lagi. Akan tetapi harus bertaubat kepada Allah atas semua shalat yang telah dia tinggalkan karena sengaja.

  15. Delila said:

    pak ustad mau tanya lagi, jadi waktu daerah petamburan kemarin kekurangan air saya berwudhu dengan air tanah, saya merasa air itu bau softener/sabun, tapi saya kira tidak mengapa, akhirnya saya lanjutkan sholat, sekarang saya sadar bahwa air itu tidak bisa dipakai bersuci, haruskah saya mengqadha sholat saya sekarang? kira2 kejadiannya beberapa bulan yang lalu

    Selama dia masih dinamakan air, walaupun baunya berubah, maka dia tetap boleh dipakai bersuci. Karenanya, anda tidak perlu mengqadha` shalat tersebut, karena shalat itu insya Allah sudah syah.

  16. fulan said:

    Assalamualaikum. Pak Ustad, saya mau tanya. Akhir2 ini saya solat dengan sarung bolong, tp bolongnya itu masih bisa ditutupi. Saya pake sarung itu terpaksa karena sarung yg lain blm kering. Tp pas saya nyuci sarung yg bolong. Ternyata bolongnya ada banyak jd ada kemungkinan auratnya keliatan. Perlu ga qhada shalat yg kemaren2? Mengingat adanya bolong dì sarungnya

    Waalaikumussalam.
    Insya Allah tidak perlu. Hanya saja jika bolong pada sarungnya bisa menampakkan aurat maka seharusnya itu tidak dipakai lagi.

  17. fulan said:

    Kurang lebih selama lima tahun saya pake mukena yg transparan. Lalu baru akhir2 ini saya tidak menggunakan mukena itu. Haruskah saya mengqadha shalat saya?

    Tidak perlu insya Allah.

  18. NN said:

    assalamualaikum, pak ustad saya mau tanya. dulu saya tidak tahu kalau sehabis onani harus mandi junub. jd saya lgsg shalat aja. tp alhamdulillah saya gak onani lg, apakah saya perlu mengqadha shalat saya pak?

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu.

  19. ISMAIL said:

    AFWAN UST, DARI PERTANYAAN DIATAS SY BACA BAHWA SHOLAT YG DULU DI TINGGALKAN DGN SENGAJA TDK PERLU DI QODHO, TOLONG SY MINTA DALILNYA APA ? SEBAB SY MASIH RAGU

    Mengqadha` shalat yang tertinggal adalah amalan, maka justru yang mengatakan wajib mengqadha` yang harus mendatangkan dalilnya. Karena asal dalam ibadah itu tidak dikerjakan sampai ada dalilnya.

  20. Abu Udien said:

    Assalamu’alaikum… Ustadz.
    Ana mau nanya ni jumlah raka’at shalat qashar yg lupa atau ketiduran itu brapa, atau sama seperti biasa jmlahnya.
    Dan kalau menjamak shalat baik jamak takdim atau jamak takhir, misalnya dzuhur ke atsar(jamak takhir) yg dkerjakan trlebih dahulu kan dzuhur lalu yg shalat atsar itu berapa raka’at…
    Mohon penjelasan lebih lanjut dari Ustadz.

    Waalaikumussalam.
    Sebelumnya butuh diingatkan bahwa jamak dan qashar dalam artikel di atas hanya berlaku bagi musafir. Adapun yang sedang mukim dan tidak sedang mengadakan perjalanan maka dia tidak boleh menjamak dan mengqashar shalat.
    Sekarang masalah, kalau ketika dia sedang safar lalu ketiduran, maka shalat qasharnya tetap dua rakaat.
    Kalau dia menjamak qashar shalat zuhur dan ashar, maka zuhur 2 rakaat lalu ashar 2 rakaat, zuhur dulu baru ashar, baik jamak takdim maupun jamak ta`khir.

  21. adew said:

    saya mau bertanya, kalau orang terkena penyakit biduran, bolehkah diqadha solatnya? jk iya, kapan waktunya, apakah setelah penyakit itu sembuh?

    Tidak boleh. Apa alasan dia mau meninggalkan shalat?!

  22. Aditya Solo said:

    Assalamualaikum Pak Ustad…

    Saya mau nanya bagaimanakah cara meng-qodho beberapa tahun sholat yang saya pernah tinggalkan?
    Jadi dahulu saya pernah meninggalkan sholat selama beberapa tahun dan saya lupa berapa tahun saya telah meninggalkannya…

    Mohon pencerahannya ya Pak Ustad…

    Terima Kasih Wassalamualaikum

    Waalaikumussalam.
    Shalat yang ditinggalkan dengan sengaja tidak bisa diqadha dan tidak bisa ditebus. Kewajiban dia sekarang hanyalah memperbanyak taubat dan amalan saleh kepada Allah.

  23. Adhe rahmatullah said:

    Pak ustadz maaf saya mau brtanya,
    .
    Apakah salat yg di tinggalkan karena lalai dan mengulur ulur waktu dan akhirnya tertidur hingga tidak sholat isya masih bisa di qodho?
    Dan kapan waktunya?
    .terima kasih wassalamualaikum wr wb

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam. Ya, masih bisa.

  24. santi said:

    bismillah, ustadz ana mau bertanya bagaimana sholat bagi wanita yang telah suci dari haid.misal : 1) ia suci jam 5 sore apakah harus mengqhodo zuhur dan asar? 2)ia suci jam 8 malam apakah mengqhodo magrib dan isya? 3)ia suci jam 7 pagi apakah wajib mengqodho shalat subuh?
    Jazakallahu khairan wa barakallahu fiik

    Yang wajib dia kerjakan hanya shalatt ashar dan isya. Adapun zuhur, maghrib, dan subuh, maka dia tidak perlu mengqadhanya karena waktu ketiganya sudah habis.

  25. ewin said:

    Assalamualaikum pak ustadz..
    Bismillah..
    ustadz saya mau tanya, gi mana caranyanya sholat si sopir bus luar provinsi yang dia tiap hari dan waktu selalu di jalan?
    dan bagaimana cara sholat penumpangnya?
    syukron kasiron ustadz

    Waalaikumussalam.
    Sepatutnya dia mampir dulu ke masjid setiap waktu shalat, paling lama cuma 5 menit untuk shalat, sama seperti lamanya jika dia mampir ke wc umum. Kalau dia ada waktu mampir buang air, kenapa dia tidak punya waktu untuk shalat?!
    Jamaah juga sepatutnya diberikan kesempatan bagi yg mau shalat, diberi waktu sekian menit.

  26. Muh Taufiq said:

    mengapa shalat zuhur dan azhar bacaannya tidak dinyaringkan iman

    karena demikianlah yang dituntunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. (MT)

  27. ahmad said:

    Akhi saya mau komentari jawaban antum dr pertanyaan ini:

    assalamu ‘alaikum,
    ustadz, ketika mau melaksanakan shalat zhuhur jam 1, tapi ternyata keluar haid apakah saya harus mengqadha’ shalat zhuhur sampai selesai haid? dan apabila mengqadha’ waktunya kapan?
    jazakaLLOH

    Waalaikumussalam.
    Tidak wajib mengqadha` shalat zuhur tersebut, karena wanita yang haid tidak diwajibkan untuk mengqadha` shalat yang dia tinggalkan ketika haid.

    ————–

    Yang benar adalah dia wajib qodho zuhurnya itu saja, sebab dia haid pada jam 1 siang, dengan kata lain sudah masuk waktu zuhur 1 jam lamanya,.. ada pu shalat ashar, maghrib berikutnya setelah dia haid tentu tdk di qodo krn keadaan haid membuat mrk tdk boleh shalat.

    Inilah yg difatwakan oleh Syaikh Utsaimin …

    Jazakallah Khairan

    Waalaikumussalam.
    Jazakallahu khairan.
    Memang dalam hal ini ada perbedaan pendapat. Dan jawaban yang kami sebutkan, itulah pendapat yang lebih tepat menurut kami. Wallahu a’lam.

  28. masud said:

    Ass. Ustadz,mohon maaf saya mau tanya, ada orang tua yang semasa hidupnya (insya Allah)tdk pernah meninggalkan sholat wajib, tetapi satu bulan yang lalu orang tersebut sakit keras kena struke sulit bicara, pandangannya kosong sehingga dia ditempat tidur tdk bisa apa2, makanpun tdk bisa klau tidk disuapin, kadang antar sadar dan tidak. pertanyaan saya bisa kah orang tersebut dikodhokan sholatnya selama sakit satu bulan oleh ahli warisnya. kalau boleh apa dasrnya. terima kasih ustdz penjelasannya. Wassalam

    Kewajiban shalat dari orang tua itu insya Allah sudah gugur jika memang akalnya sudah tidak berfungsi. Dan tidak ada syariat mengqadha bagi ahli warisnya, karena tidak adanya dalil.

  29. Ardi said:

    Pak saya ingin bertanya,
    waktu itu saya tadarus sampai jam 12 malam, lalu saya ngantuk berat sampai jam 9pagi bru bangun, dan saya ingat blm solat subuh, lalu saya langsung solat subuh . Apakah solat saya diterima ?

    Ya, langsung saja shalat subuh. Insya Allah tetap diterima, karena anda tidak sengaja.

  30. Ossa said:

    Makasih semuanya..

  31. Dinda said:

    Pak ustad mau tanya,saya akan melakukan perjalan dalam pesawat selama 8 jam dan melintasi beberapa negara dengan perbedaan waktu, bagai mana cara melaksanakan sholat dalam pesawat klu kita tidak tau waktu datang sholat / apakah sholat yang di tinggalkan boleh di qadha ( kemungkinan sholat subuh dan dhuhur yang tidak dapat dikerjakan )?
    Bagai mana niat mengqadha sholat ?

    Tidak boleh. Dia tetap wajib shalat subuh pada waktunya. Dia bisa shalat sambil duduk di pesawat.
    Adapun zuhur, maka dia bisa menjamak ta`khir dengan ashar, nanti setelah dia tiba di tempat tujuannya.

  32. nur hayat said:

    assalamu ‘alaikum
    ustd.kalo ketiduran dan tertinggal sholat jumat , ketika bangun sudah jam 1 siang

    Waalaikumussalam.
    Langsung shalat zuhur saja.

  33. hamba allah said:

    Ustadz,

    Pertama,
    Saya ketiduran solat subuh, kemudian niat untuk mengqadha antara waktu setelah dhuha namun karena disibukkan oleh pekerjaan kantor, baru ingat setelah 1 jam sebelum zuhur. Apakah saya boleh langsung qadha sholat subuh atau tunggu masuk zuhur dulu, baru kemudian diqadha subuhnya?

    Kedua, kalau sholat dhuha apa bisa diqadha? teman saya terkadang mengqadha sholat dhuha demi menjaga keistiqomahan

    1. Anda seharusnya langsung shalat subuh ketika bangun dan tidak boleh sengaja mengundurkan qadhanya seperti itu. Karenanya anda sudah tidak bisa lagi shalat subuh karena anda mengundurkannya dari saat anda bangun tidur, tanpa udzur.
    2. Tidak boleh, wallahu a’lam.

  34. ummu habibah said:

    bismillah.. assalamualaikum. mau bertanya admin.. seseorang dlm perjalanan yg blm sempat mengerjakan sholat dhuhur,dan berniat akan menjama’ takhir di wkt asar. qodarulloh,sesampainya di tmpt tujuan,terdengar adzan wkt asar,lalu ke mesjid.. otomatis ikut imam ikut berjamaah sholat asar.. sementara sholat zhuhur blm dikerjakan.. bgmn solusinya.. jika di qodho,bgmn cara mengqodhonya.. jk di jama’,kan hrs berurutan,yg dahulu didahulukan,yg kemudian dikemudiankan,sementara yg kemudian sdh didahulukan… mhn penjelasannya ya ustadz…jazakumulloohu khoiron katsiroo

    Waalaikumussalam.
    Memang harus berurutan, tapi jika lupa, ya gak masalah insya Allah. Dia tinggal shalat zuhur saja.

  35. Harjito said:

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    , saya mau tanya pak Ustadz. Saya naik bis ke Jakarta berangkat waktu dhuhur biasanya berhenti istirahat pada waktu asyar dan saya bisa jamak. Tapi suatu waktu saya ke Jakarta lagi ternyata bis tak berhenti istirahat hingga waktu hampir isya. Saya tidak bisa shalat dhuhur, asyar dan maghrib. Apakah saya bisa qodho ketiga shalat tsb?

    Sebagian ulama memandang bolehnya. Hanya saja, untuk kedepannya, seharusnya anda shalat zuhur dan ashar di atas kendaraan sambil duduk. Jika tidak bisa wudhu, maka tayammum. Tidak ada tanah, maka anda shalat saja tanpa thaharah, karena darurat.

  36. rezha said:

    Ass, yang saya tanyakan apakah sholat yang tertinggal ini bisa diganti atau tidak??
    jadi ceritanya saya di dalam perjalanan menuju rumah sedang dalam kumandang adzan ashar terus saya tdak berhenti untuk sholat dahulu karena takut terlalu malam, jadi kiranya saya itu waktu sampai di rumah kira kira jam 5 an jadi masih bisa menunaikan sholat ashar, tetapi waktu yang saya perkirakan jam 5 sudah sampai di rumah tidak tepat eh ternyata sudah adzan maghrib…
    terus bingung tuh bagaimana nih sholat ashar nya kata saya, karena sebelumnya pernah dengar ceramah di masjid apabila meninggalkan satu sholat saja itu di akhirat bisa disiksa begitu lamanya, apalagi saya banyak sekali dulu sholat yang terlewatkan, mohon pencerahanya pak ustadz biar saya tidak galau :)

    Apa yang anda lakukan itu salah. Seharusnya, anda mampir shalat dulu, atau shalat sambil duduk di dalam kendaraan jika memang tidak memungkinkan turun. Shalat itu sdh tidak bisa diganti, karena dianggap ditinggalkan dengan sengaja.