Mengenal Darah Istihadhah

June 8th 2009 by Abu Muawiah |

Mengenal Darah Istihadhah

Definisi Istihadhah
Secara bahasa, dikatakan: “Wanita itu terkena istihadhah,” kalau darahnya terus keluar padahal adat haidnya telah berakhir. [Mukhtar Ash-Shihah hal. 90]
Adapun secara istilah, maka ada beberapa definisi di kalangan ulama. Akan tetapi mungkin bisa disimpulkan sebagai berikut: Istihadhah adalah darah yang berasal dari urat yang pecah/putus, yang keluarnya bukan pada masa adat haid dan nifas -dan ini kebanyakannya-, tapi terkadang juga keluar pada masa adat haid dan saat nifas. Karena dia adalah darah berupa penyakit, maka dia tidak akan berhenti mengalir sampai wanita itu sembuh darinya.
Karena itulah, darah istihadhah ini kadang tidak pernah berhenti keluar sama sekali dan kadang berhentinya hanya sehari atau dua hari dalam sebulan.
[Lihat: Al-Ahkam Al-Mutarattibah ala Al-Haidh wa An-Nifas wa Al-Istihadhah hal. 16-17]

Ciri-Ciri Darah Istihadhah
Berbeda dengan darah haid, darah istihadhah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Warnanya merah, tipis, baunya seperti darah biasa, berasal dari urat yang pecah/putus dan ketika keluar langsung mengental.

Hukum Wanita Yang Terkena Istihadhah.
Hukumnya sama seperti wanita yang suci (tidak haid dan nifas) pada semua hal-hal yang diwajibkan dan yang disunnahkan berupa ibadah. Ibnu Jarir dan selainnya menukil ijma’ ulama akan bolehnya wanita yang terkena istihadhah untuk membaca Al-Qur`an dan wajib atasnya untuk mengerjakan semua kewajiban yang dibebankan kepada wanita yang suci. Lihat nukilan ijma’ lainnya dalam Al-Majmu’ (2/542), Ma’alim As-Sunan (1/217) dan selainnya.
Dari penjelasan di atas, kita juga bisa menarik kesimpulan bahwa darah istihadhah bukanlah najis, karena akan diterangkan bahwa wanita yang terkena istihadhah tetap wajib mengerjakan shalat walaupun saat darahnya tengah mengalir keluar.
Waktu Keluarnya Istihadhah.
a.    Kalau keluarnya istihadhah bukan pada waktu haid atau nifas, dalam artian waktu keduanya tidak bertemu. Misalnya darah istihadhah keluar bukan saat masa adat haidnya, atau darah istihadhah keluar setelah berlalunya masa nifas.
Maka di sini tidak ada masalah, masa adat haid dihukumi haid dan setelahnya dihukumi istihadhah, demikian pula halnya dengan nifas.
b.    Tapi kalau keluarnya istihadhah bertemu dengan masa adat haid atau masa nifas, maka di sini hukumnya harus dirinci. Kami katakan:
Wanita yang terkena haid (atau pada masa adat haidnya) sekaligus terkena istihadhah, tidak lepas dari empat keadaan:
1.    Dia sudah mempunyai masa adat haid sebelum terjadinya istihadhah. Maka yang seperti ini dia tinggal menjadikan masa adatnya sebagai patokan. Kalau adatnya tiba maka dia dihukumi terkena haid, dan kalau adatnya sudah berlalu maka darah yang keluar setelahnya -apapun ciri-cirinya- dihukumi istihadhah.
Misalnya: Seorang wanita biasanya haid selama enam hari pada setiap awal bulan, tiba-tiba mengalami istihadhah dan darahnya keluar terus-menerus tanpa bisa dibedakan mana yang haid dan mana yang istihadhah (misalnya karena hari pertama keluar dengan ciri-ciri haid sedang hari yang kedua dengan ciri-ciri istihadhah dan seterusnya). Maka masa haidnya dihitung enam hari pada setiap awal bulan, sedang selainnya merupakan istihadhah, sehingga dia wajib untuk mandi lalu shalat walaupun darahnya keluar terus.
Ini berdasarkan sabda Nabi -shallallahu alaihi wasallam- kepada Ummu Habibah binti Jahsy tatkala dia terkena istihadhah, “Diamlah (tinggalkan shalat) selama masa haid yang biasa menghalangimu, lalu mandilah dan lakukan shalat.” (HR. Muslim)
2.    Tidak mempunyai adat sebelumnya -baik karena itu awal kali dia haid (al-mubtada`ah) ataukah dia lupa adat haidnya karena sudah lama dia tidak haid-, tapi dia mempunyai tamyiz, yaitu darah yang keluar bisa dibedakan mana haid dan mana istihadhah, berdasarkan ciri-ciri haid dan nifas yang telah disebutkan.
Misalnya: Seorang wanita pada saat pertama kali mendapati darah dan darah itu keluar terus-menerus. Akan dia dapati selama 10 hari dalam sebulan darahnya berwarna hitam, berbau busuk, dan tebal (kental) kemudian setelah 10 hari itu darah yang keluar berwarna merah, tidak berbau dan encer (tipis). Maka masa haidnya adalah 10 hari tersebut, sementara sisanya dihukumi darah istihadhah.
Berdasarkan sabda Nabi -shallallahu alaihi wasallam- kepada Fathimah binti Abi Hubaisy -tatkala dia terkena istihadhah-, “Jika suatu darah itu darah haid, maka ia berwarna hitam diketahui, jika demikian maka tinggalkan shalat. Jika selain itu maka berwudhulah dan lakukan shalat karena itu darah penyakit.” (HR. Abu Dawud dan An Nasai).
Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin berkata, “Hadits ini, meskipun perlu ditinjau lagi dari segi sanad dan matannya, namun telah diamalkan oleh para ulama’. Dan hal ini lebih utama daripada dikembalikan kepada kebiasaan kaum wanita pada umumnya.”
3.    Dia mempunyai adat dan tamyiz sekaligus. Maka di sini ada dua keadaan:
a. Adat dan tamyiznya tidak bertentangan.
Misalnya: Dia mempunyai adat haid tanggal 1-6 tiap bulan. Ternyata darah yang keluar pada masa adatnya mempunyai ciri-ciri haid, sedang sisanya mempunyai ciri-ciri darah istihadhah. Maka ini tidak ada masalah.
b. Adat dan tamyiznya bertentangan.
Misalnya: Dia mempunyai adat haid 6 hari di awal bulan, akan tetapi darah yang keluar saat itu kadang dengan ciri haid dan kadang dengan ciri istihadhah. Manakah yang dijadikan patokan? Apakah adat ataukah tamyiznya? Yang kuat dalam masalah ini adalah bahwa adatnya lebih didahulukan. Sehingga yang menjadi masa haidnya adalah yang 6 hari, apapun warna darah yang keluar, sedangkan sebelum dan setelah ke 6 hari ini bukanlah haid, walaupun cirinya darah haid. Ini adalah pendapat Abu Hanifah, Al-Auzai, satu pendapat dari Asy-Syafi’i, dan juga pendapat Imam Ahmad, dan yang dikuatkan oleh Ibnu Taimiah, Syaikh Ibnu Al-Utsaimin dan Syaikh Muqbil -rahimahumullah-.
4.    Tidak mempunyai adat -baik karena baru pertama kali haid (al-mubtada`ah) maupun karena lupa adat haidnya- dan tidak pula tamyiz.
Contoh: Ada seorang wanita yang pertama kali haid dan juga terkena istihadhah dengan ciri-ciri darah yang tidak beraturan. Pada hari ini berwarna hitam (ciri-ciri haid), besoknya berwarna merah dan demikian seterusnya, dan ini terjadi sebulan penuh atau kurang dari itu. Apa yang harus dilakukan wanita ini?
Jawab: Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin berkata, “Dalam kondisi ini, hendaklah ia mengambil kebiasaan kaum wanita pada umumnya. Maka masa haidnya adalah enam atau tujuh hari pada setiap bulan dihitung mulai dari saat pertama kali mendapati darah. Sedang selebihnya merupakan darah istihadah.
Misalnya: Seorang wanita pada saat pertama kali melihat darah pada tanggal 5 dan darah itu keluar terus menerus tanpa dapat dibedakan secara tepat mana yang darah haid, baik melalui warna ataupun dengan cara lain. Maka haidnya pada setiap bulan dihitung selama enam atau tujuh hari mulai dari tanggal lima tersebut.”
Kami katakan: Sebagian ulama berpendapat lebih utama kalau dia melihat adat kerabat wanita terdekatnya, misalnya ibunya atau saudarinya lalu dia berpatokan kepada adat mereka.

[Lihat: Al-Muhalla: 2/181-186, Nailul Authar: 1/373-380, Ad-Dima` Ath-Thabi’iyah karya Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin dan Shahih Fiqh As-Sunnah: 1/216-217]

Incoming search terms:

  • Darah istihadhah
  • istihadhah
  • ciri-ciri darah istihadah
  • Darah istihadah
  • ciri darah haid
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Monday, June 8th, 2009 at 9:20 pm and is filed under Fiqh, Muslimah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

38 responses about “Mengenal Darah Istihadhah”

  1. anis said:

    bagaimana kalau yang keluar bukuan darah tapi hany berwarna coklat

    Dikembalikan kepada pembahasan di atas, kalau memang dia keluar bukan saat adat haid dan juga tidak mempunyai ciri-ciri haid maka dia bukanlah haid sehingga tetap wajib mengejakan ibadah.

  2. Iin said:

    Jika darah keluar selama 6 hari,lalu 5hr kemudian keluar darah lagi, maka yang mana disebut sbg darah haid/istihadhah?

    Dalam hal ini butuh diketahui berapa adat kebiasaan haidnya, dan apa ciri darah yang keluar 5 hari kemudian.

  3. hannan said:

    saya difahamkan bahawa tempoh darah haid antara sehari semalam hingga ke 15 hari dan selebihnya waktu suci.namun perlu mengikut kebiasaan wanita tersebut berapa harikah biasanya dia mengalami haid.untuk kepastian,sekiranya wanita tersebut mengalami haid dalam masa 5 hari seperti kebiasaan, dan dia mandi dan bersuci.3 hari kemudian dia keluar darah selama sehari penuh kemudian berhenti kemudian keluar lagi.begitulah tidak tetapnya darah tersebut keluar sehingga sukar dibezakan.wanita tersebut dikira haidh pada hari kebiasaannya dan istihadah pada hari yang lain dan beribadah seperti biasa.betulkah begitu,ustaz?
    terima kasih.

    Ana masih belum terlalu jelas dengan maksud antum, cuma untuk hukumnya, darah yang keluar 3 hari setelah itu harus diketahui apa ciri-cirinya, apakah ciri darah haid atau istihadhah.
    [update: Yang menjadi darah haid hanyalah yang keluar pada 5 hari kebiasaan haidnya. Adapun sebelum dan setelahnya maka dia bukanlah darah haid walaupun mempunyai ciri-ciri haid.
    Demikian jawaban kami sebagai ralatan dari jawaban sebelumnya.]

  4. indry said:

    jika kebiasaan haid 6/7 hari, tapi setelah 7 hari tsb keluar darah lagi dgn ciri2 hitam, kental dan berbau,apakah darah yg keluar stelah 7 hari itu termasuk istihadhah atau haid?
    terima kasih.

    Wallahu a’lam, kalau memang yang keluar setelah tujuh hari itu ciri-cirinya seperti darah haid yang telah kami sebutkan, maka dia adalah darah haid dan berlaku padanya hukum darah haid.
    [update: Yang benarnya, darah yang keluar setelah hari ke-6/7 bukanlah haid karena telah lewat ada haidnya.
    Ini sebagai ralat atas jawaban di atas, wallahu a’lam.]

  5. abidatullah said:

    Aswb, afwan ustadz ada yang mengatakan bahwa jika wanita yang terkena istihadhah hendak shalat maka wajib mandi sebelumnya dan shalatnya dijama’. Kalo boleh tau sumber yang berpendapat demikian darimana?Kemudian yang paling shahih mengenai darah tersebut gimana? Kalo bisa dengan dalilnya ustadz. Jazakallah

    Pendapat ini diriwayatkan dari Ali, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu Az-Zubair, dan Atha`, dan ini juga adalah pendapat Ibnu Hazm. Beliau mewajibkan mandi setiap mau shalat berdasarkan hadits Ummu Habibah bintu Jahsy riwayat Abu Daud (1/205) bahwa tatkala dia terkena istihadhah, Nabi r memerintahkan dia untuk mandi setiap kali mau shalat. Akan tetapi ini adalah hadits yang lemah karena bertentangan dengan riwayat Al-Bukhari (1/84) dan Muslim (1/262) pada kisah yang sama dimana disebutkan dalam hadits itu bahwa mandinya Ummu Habibah setiap kali shalat hanyalah atas inisiatifnya sendiri, bukan perintah dari Nabi r, sebagaimana yang dikatakan oleh Asy-Syafi’i dan Asy-Syaukani. Lihat Al-Majmu’ (2/536) dan Sailul Jarrar (1/149).
    Adapun Ibnu Hazm mengharuskan menjama’ berdasarkan hadits Asma` bintu Umais riwayat Abu Daud (1/207) dimana di dalamnya disebutkan perintah Nabi r untuk menjamak zuhur dengan ashar dan maghrib dengan isya.
    Akan tetapi kedua dalil yang diutarakan oleh Ibnu Hazm di atas adalah dalil yang lemah, dinyatakan lemah oleh Al-Baihaqi, An-Nawawi, Asy-Syaukani, dan selainnya. Lihat Al-Majmu’ (2/536) dan Sailul Jarrar (1/149)
    Masih ada lima pendapat lainnya berkenaan thaharah bagi wanita yang terkena istihadhah, tapi yang kuat adalah pendapat yang menyatakan tidak ada kewajiban mandi baginya kecuali mandi suci dari haid atau mandi junub. Ini adalah pendapat Asy-Syafi’iyah, dan juga pendapat Urwah bin Az-Zubair, Sufyan Ats-Tsauri, dan Abu Tsaur, dalilnya karena darah istihadhah bukanlah najis sehingga tidak perlu adanya thaharah -kecuali kalau sekedar mandi untuk bersih-bersih biasa-, dan juga mewajibkan untuk mandi setiap kali shalat adalah amalan yang memberatkan, wallahu a’lam, dan juga berdasarkan hukum asal bahwa seseorang tidak dibebani apa-apa kecuali dengan dalil yang shahih, karenanya siapa yang mau mewajibkan sesuatu atas wanita yang terkena istihadhah maka hendaknya dia mendatangkan dalil yang shahih lagi tegas, dan dia tidak akan mendapatkannya, wallahu a’lam.

  6. ani said:

    saya punya kebiasaan waktu haid yang tidak beraturan, namun terakhir ini saya haid dari awal bulan tetapi tidak beraturan sehari keluar darah, sehari tidak, hingga akhir bulan.

    Yang dia jadikan patokan adalah waktu kebiasaan haid sebelum haidnya tidak beraturan seperti itu. Dia teranggap haid pada waktu itu walaupun darah tidak keluar, dan dia tidaklah haid sebelum dan setelah waktu itu walaupun ada darah yang keluar, wallahu a’lam.

  7. Nurma said:

    Afwan ustad saya mau nanya. Selama seminggu saya haid,tapi saya lupa kapan mulainya. Terus pada bulan yang sama sekarang saya keluar darah, ciri2nya: darahnya langsung banyak, tipis, merah dan tidak ada baunya. Menurut ustad itu darah haid atau darah istihadhah?

    Dari ciri-cirinya itu darah istihadhah, lagi pula sudah dikatakan kalau bulan itu darah haidnya sudah keluar. Wallahu a’lam

  8. Zakiyah said:

    Bismillah, assalamu’alaikum.
    Ustadz apabila darah keluar sehari setelah haidh yang dikira darah haidh, lalu meninggalkan shalat, setelah yakin itu bukan darah haidh karena sudah 3 hari lepas dari kebiasaan haidh, apakah wajib menqadha shalat yang tertinggal?
    jazakumullahu khoir

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Ana nggak paham, di atas disebutkan keluarnya darah sehari setelah haid, lalu setelahnya disebutkan sudah 3 hari setelah selesainya masa haid.
    Yang jelas, selama masa kebiasaan haidnya masih bagus maka itu yang dia jadikan patokan. Jika setelah berlalunya masa haid lalu masih ada darah yang keluar (walaupun ciri-cirinya haid) maka dia tetap tidak terhitung haid. Jika dia meninggalkan shalat karena ragu-ragu, padahal masa haidnya telah berlalu, maka yang nampak -wallahu a’lam- dia harus mengqadha` shalat yang dia tinggalkan tersebut.

  9. Haryanti said:

    Asslm. ust mf mo nya kalo seorang wanita ikut KB suntik trus haidnya hampir 1 bln apakah termasuk haid atau istiadhah bagaimana membedakannya atau ada gejala lainnya selain dari itu. trims Wsslm.

    Dia berpatokan pada jadwal rutin haidnya sebelum ikut KB suntik, yakni ketika haidnya masih normal. Darah yang keluar sebelum dan setelah masa jadwa haid normalnya, bukanlah darah haid. Akan tetapi dia dihukumi istihadhah atau darah kotor yang bukan najis dan tetap wajib mengerjakan shalat.

  10. intan said:

    Assamu’alaiku Wr.Wb
    saya punya kebiasaan haid 7 hari tiap bulan, pada bulan selanjutnya saya haid selama 7 hari kemuadian hari ke enambelas saya keluar darah dan ciri cirnya sama seperti darah haid selama selama 7 hari.menurut ustadz itu darah haid apa darah istihadhah?

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Itu bukanlah darah haid karena dia keluar setelah masa adat haid, karenanya dia tetap harus mengerjaklan shalat. Adapun namanya, maka sebagian ulama menamakannya dengan darah kotor. Dia bukan darah istihadhah karena istihadhah warnanya merah. Wallahu a’lam

  11. Fulanah said:

    Assalamu’alaykum warohmatullah wabarokatuh.

    Ustadz, ana pernah mengalami istihadhah, tapi waktu itu ana ragu2 apakah itu istihadhah atau haidh, makanya ana meninggalkan shalat. Ternyata darahnya hanya keluar 1-2 hr dan seminggu kemudian baru haidh. Apakah ana wajib mengqadha shalat yang ditinggalkan?

    Jazakallahu khoir.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Ia wajib untuk diqadha, karena itu dikategorikan tidak shalat karena lupa sehingga harus diqadha ketika dia ingat.
    Sebagai tambahan, perbuatan anti di atas adalah keliru. Karena anti sudah punya masa adat haid yang normal, sehingga tidak boleh meninggalkan shalat dengan alasan haid kecuali pada masa haid itu saja. Dan inilah perkara yang bisa dipastikan.
    Sementara dugaan jangan2 itu haid itu hanyalah keraguan, dan kaidahnya: Tidak boleh meninggalkan sesuatu yang pasti karena sesuatu yang masih meragukan.
    Seandainya waktu itu anti shalat karena menganggap itu istihadhah tapi -anggaplah- ternyata haid, maka itu lebih baik daripada anti tinggalkan shalat karena mengira itu haid padahal istihadhah. Karena yang menjadi hukum asal saat itu adalah bukan haid dan tetap wajib shalat. Wallahu a’lam.

  12. Nopie said:

    Assalamualaikum…
    Mw tanya???
    Sya kn sering dpt istihadlah….
    Hampir 1 bulan penuh…
    apabila dpt istihadlah, sya kn wajib sholat, gmn carana bersuci dan solatnya???/

    Terimakasih….

    Sgt sya hrapkn jwaban`na

    Wassalamualaikum

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Tidak ada aturan khusus, karena wanita yang terkena istihadhah sama seperti wanita yang suci dalam hal shalat. Dia berwudhu ketika masuk waktu shalat, lalu dia mengerjakan shalat seperti biasa, walaupun di tengah shalat darahnya keluar.

  13. Anno Yanita said:

    ana pernah dengar kalo masa haid itu paling lama 2minggu selebihnya barulah istihadah…apa benar bgtu???

    Memang ada sebagian ulama yang berpendapat dengannya, akan tetapi yang lebih tepat adalah tidak ada pembatasan lama maksimal haid. Dalam hal ini dikembalikan kepada adat kebiasaan dia haid.

  14. liya said:

    Aslm wrwb,
    saya masih bingung dengan hukum istihadhah..
    saya juga sering mengalami, sy sudah sering cek up ke dokter, diberi obat, siklus teratur untuk 1bulan kedepan, tetapi bulan selanjutnya kembali tidak teratur. Tetapi kebanyakan saya tidak mengalami haid untuk brapa bulan. Yang terakhir ini saya tidak haid selama 4bulan, kemudian bulan ini haid tapi sudah lebih 15hari. Dokter yg sy konsultasikan dulu pernah memberi acuan batas suci haid sy15 hr, selebihnya istihadhah, jd sy menggunakan acuan tsb. bgaimana mnurut ustadz?
    Dan bagaimana jika dalam 15hr tsb darah yg keluar sedikit, tapi hari ke-16 malahan menjadi banyak?
    Mohon solusinya,trims
    Wass wrwb.

    Wallahu a’lam, dalam keadaan seperti itu (tidak haid selama 4 bulan), dia menjadikan tamyiz sebagai patokan. yakni jika darah yang keluar mempunyai ciri darah haid maka dia dihukumi haid, dan demikian seterusnya.

  15. eyujin said:

    assalamu’alaikum.wr.wb…
    saya punya kbiasaan haid yang tidak teratur..kemudian saya mencoba mengambil salah satu tanggal dimana saya keluar darah sebagai patokan..apakah itu dibenarkan???????tetapi darah yang keluar sering lebih cepat dari tanggal yang saya jadikan patokan dengan ciri2 darah haid..apakah pada saat itu saya harus tetap sholat???????
    syukron

    Butuh dilihat dulu, apakah adat kebiasaan haidnya masih ada ataukah juga sudah rusak.

  16. momo chubby said:

    assaLamuaLaikum wr.wb
    bebeRapa hari Lalu tiba” keLuar darah berwarna merah dan keLuar nya hanya 2 hari itu pun pas hari terakhir nya berwarna cokLat seteLah itu tidak keLuar Lagi… kiRa” itu Knp yah ???Jadi aga” was” takut ada penyakiT dLm diRi saYa
    terima KasiH

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Kalau memang keluarnya darah ini setelah berlalunya waktu kebiasaan haid maka itu bukanlah haid tapi darah istihadhah atau darah kotor menurut sebagian ulama. Dia tetap wajib shalat dan mengerjakan kewajiban lainnya, karena darah istihadhah bukanlah hadats dan bukan pula najis.

  17. nana said:

    assaLamuaLaikum wr.wb
    Saya KB suntik,sejak itu tidak pernah haid lagi.yang saya tanyakan setiap saya kecapean atau habis hubungan intim dengan suami kadang keluar darah,apakah itu merupakan darah haid atau darah istihadhah?

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Yang nampak itu adalah darah istihadhah, kalau memang keluarnya selalu setelah jima’

  18. AMI said:

    asw. saya mempunyai kebiasaan menekan kemaluan sendiri,akhirny besoknya atau beberapa hari kemudian pasti kaluar darah dengan ciri2 mirip darah haid dan waktunya biasanya juga semingguan.kapanpun saya melakukan kebiasaan saya meski haid terakhir baru beberapa belas hari sebelumnya ,darah itu pasti keluar.saya tidak tw itu darah haid yg karena kebiasaan saya jadi dipercepat wktunya atau itu darah istihadhah.Terimakasih
    wass

    Kalau memang masa haidnya telah berlalu dan darah ini keluar dengan ciri-ciri haid maka dia bukanlah darah haid akan tetapi dia adalah darah kotor -menurut penamaan sebagian ulama-. Darah kotor hukumnya suci dan tidak menghalangi untuk shalat dan puasa.

  19. iin said:

    ustaz saya mau tanya kalau yg keluar itu darah tidak berbau dan kental warna merah kecoklatan apakah itu ciri darah istihadhah dan keluarnya tidak terus menerus kadang keluar kadang tidak
    Karena saya tidak memiliki siklus haid bulanan biasanya tiga atau empat bulan sekali bahkan tujuh bulan sekali
    Makasih untuk jawabannya

    Apakah keluarnya darah seperti di atas terjadi setiap bulan?

  20. aci said:

    assalamuallaikum
    saya mau bertanya?
    saya mengalami haid tanggal 12 sampai tanggal 18 agustus nah tetapi tanggal 27 saya mengalai tanda2 seprti haid apakah itu termasuk haid apa istihadah?? tetapi saya sudah melihat di agenda saya ternyata bulan juli saya tidak mengalami halangan itu bagaimana?????
    trimaksih

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Kalau memang kebiasaan haidnya adalah tanggal 12-18 maka darah yang keluar tanggal 27 bukanlah haid akan tetapi darah kotor ataukah darah istihadhah.

  21. hindun said:

    afwan, bolehkan berhubungan badan jika mendapat darah istihadhah? bagaimana jika dipandang dari segi agama dan media?jazakallahu khoir

    Ia boleh menurut agama, karena darah istihadhah bukanlah najis dan bukan pula hadats.

  22. abu aisyah said:

    Bismillah.
    Ustadz, ana mau tanya, sebelum istri ikut KB suntik adat haidnya tgl 1-7, tp semenjak ikut KB 2 bln lalu adat haidnya mjd kacau, bulan lalu darah keluar mjd tgl 3-13. Lalu bulan ini darah keluar tgl 6-11. Tp selang 5 hari keluar darah lg slm bbrpa hari. Bagaimana menghukumi haid/istihadhahnya? Jazakalloh.

    Wallahu A’lam, dalam keadaan seperti ini dia menggunakan metode tamyiz yaitu membedakan darah haid dan istihadhah dengan melihat ciri-cirinya. Jika darah yang keluar adalah ciri-ciri darah haid maka dia dihukumi haid dan berlaku padanya hukum haid, tapi jika tidak maka dihukumi istihadhah. Wallahu A’lam.

  23. Sri said:

    assalamu’alaikum Wr.Wb
    Apakah darah istihadhah, merupakan darah yang pasti dikeluarkan, dan atau dialami oleh setiap wanita? Dan Apa sifat darah istihadhah dari sisi kedokteran, apakah berbahaya ataukah memang dianggap wajar? Dan apakah mempengaruhi bagi kesuburan wanita?

    Terimakasih
    Wasalam,

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Darah istihadhah adalah darah yang keluar karena adanya penyakit atau karena adanya urat yang pecah. Karenanya tidak semua wanita mengalaminya. Apakah hal itu berbahaya dari sisi kesehatan, maka ini sebaiknya ditanyakan kepada dokter.

  24. Ida said:

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Ustadz, biasanya saya haid selama 7 hari, namun setelah menggunakan IUD jadi lebih lama yaitu sampai 10-11 hari. Yang membuat lama adalah diawal masa haid tsb, sekitar 4 hari keluar hanya sedikit2, coklat, kadang tipis kadang agak banyak, baru hari ke-5 smpt ke 8 banyak, kemudian sedikit lagi smp habis.
    Mohon bantuannya ustadz, apakah saya ambil masa haidnya 7 hari di depan atau 7 hari dibelakang.
    Mohon tanggapannya segera karena insya Allah saya akan menunaikan ibadah haji tahun ini,dan awal haid saya biasanya jatuh pada tanggal belasan. terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr.wb

    Waalaikumussalam
    Wallahu A’lam, dia tetap menjadikan adat haidnya sebagai patokan.

  25. putri said:

    assalamualaikum wr wb,
    zy bingung apakah ini darah haid atu bkn,krn’zy bru2 sja brsh dr haid n zy sdh mgrjkn solat,tpi setlh 2/3 hri muncul darah lgi’..
    Apakah itu trmsk darah haid atu bkn’??
    Apakah zy’dpt solat atu tdk???dan
    Apakah bs mnggnkn pembalut d saat mlksnkan’solat klu mmg itu bkn darah haid??

    Tolong’solusix.!

    Waalaikumussalam.
    Kalau memang masa kebiasaan haidnya sudah berlalu maka darah yang keluar setelah itu bukanlah haid lagi tapi istihadhah. Tetap wajib shalat dan bisa menggunakan pembalut jika dikhawatirkan darah keluar sementara shalat.

  26. nik said:

    bagaimana dengan pendapat yg mengatakan perlu menukar tuala wanita setiap kali nak berwuduk@solat?apa hukumnya?wajib @ harus @makruh dll.

    Apa itu tuala? maaf soalnya tidak jelas.

  27. donut said:

    bole ke kita berjimak bersama suami sedangkan kita berkeadaan darah istihadah?

    Boleh saja, tidak ada larangan.

  28. A.S.Hadi said:

    assalamualaikum wr.wb.
    Maaf ustadz, bolehkah waktu istri sdg keluar darah istihadzoh berhubungan badan? apakah ada resikonya

    Waalaikumussalam.
    Boleh saja selama tidak membahayakan istri.

  29. Ummu Syafiq said:

    Afwan ustadz, selain penyakit medis, apakah darah istihadhah bisa disebabkan oleh jin atau sihir?
    Jazakallahu khoyr atas jawabannya.

    Wallahu A’lam, bisa saja. Karena darah istihadhah itu sebenarnya adalah yang keluar dari urat yang pecah, dan bisa saja sihir merusak organ dalam tubuh manusia.

  30. riana said:

    ASSALAMUALAIKUM USTAZ
    saya mengalami haid selama 15 hari. kemudiaan bersih 2 hari. pada hari ke 18. darah keluar semula dalam keadaan warna coklat tanah.pada hari ke 25. darah menjadi gelap kehitaman. kadang kala ada bau. adakah itu darah istihadah atau haid. kerana apa yang saya faham. tempoh maksimum bagi darah haid ialah 15 hari dan 15 hari seterusnya dikira waktu suci.namun kadang kala timbul keraguan apabila melihat warna darah yang keluar. mohon penjelasan ustaz.
    terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Kalau memang masa haidnya sudah berlalu maka itu dihukumi istihadhah walaupun ciri-cirinya seperti darah haid.

  31. nissa said:

    apakah istihadhah bisa sembuh, ato seumur hidup?

    Istihadhah adalah penyakit, dan setiap penyakit insya Allah bisa sembuh

  32. th kusumandari said:

    ASSALAMUALAIKUM USTAZ

    saya mengalami gangguan haid, dan stlh sya periksakan ternyata ada tumor yg menyebabkan haid saya jd gak jelas siklusnya. yg saya mau tanyakan bagaimana hukumnya jika saya meyakini bahwa darah itu adlh darah istihadhoh dan saya menjalankan ibadah, tp ternyata saya salah perkiraan, apakah saya berdosa karna telah beribadah saat tdk suci ? mohon penjelasannya ustad..
    terima kasih..wassalam..

    Waalaikumussalam.
    Dia tidak boleh meyakini sesuatu yang belum jelas. Dia wajib mencari tahu hukum yang benar dalam permasalahannya. Jika dia membangun ibadahnya di atas sesuatu yang tidak meyakinkan atau bukan dugaan besar maka dia telah berbuat kesalahan.

  33. Mama Risau said:

    Assalammualaikum,

    Ada lelehan bewarna coklat cair sehingga ke coklat tanah yang pada mulanya sikit dan seterusnya byk sedikit. Lelehan keluar sebelum waktu tarikh datang bulan. Kdg2 selama 5 hari (sekarang ni sudah menjangkau selama 10 hari barulah darah merah keluar. Itupun tidak lama dan merah keluar cuma 5 hari sahaja. Yang peliknya semasa lelahan coklat itu keluar, bila saya membuang air besar, dan mungkin akibat meneran saya dapati ada darah merah menitik2 ketika itu. Saya pasti ia keluar dari laluan haid saya. Soalan saya adakah saya boleh solat ketika darah coklat itu keluar?Sedangkan ketika saya buang air besar ada darah merah keluar. Untuk pengetahuan ustazah, kadang2 saya solat juga dari hari 1 hingga 5 ketika darah coklat belum bertukar betul2 warnanya menjadi coklat tanah. Berdosakah saya? Terima Kasih.

    Waalaikumussalam.
    Selama tarikh datang bulannya masih bagus dan darah keluar pada tarikh tersebut, maka tarikh itu yang dijadikan patokan. Semua darah yang keluar pada masa tarikh datang bulan adalah haid, dan semua darah yang keluar sebelum dan setelahnya bukanlah haid. Wallahu a’lam

  34. najib said:

    ass wr wb.
    saya pgn pengertian dari ustazd/ustadzeh tentang darah yg keluar sebelum masa haid misalnya 24 jam keluar darah tp darah itu berwarna coklat tanah dan terkadang berwarna coklat tua.apakah darah yg keluat itu termasuk darah haid/darah istihadhah?
    mohon penjelasannya.wasslm wr wb.

    Butuh kami ketahui adat kebiasaannya apakah masih bagus atau tidak, dan juga butuh dilihat ciri-ciri darah yang keluar itu, apakah sesuai dengan ciri-ciri darah haid ataukah istihadhah yang telah disebutkan di atas

  35. Tary said:

    Assalammualaikum,,
    Ustad,setelah telat haid 2 minggu tiba2 keluar darah lagi selama 2 minggu lebih hmpir 3minggu,pertama keluar darah agak banyak(jumlahnya tidak sebanyak ketika haid) tp setelah 5 hari dan seterusnya cuma sedikit(bisa di katakan cuma setetes dlm sehari)darahnya merah dan tidak bau kadang kental kdg encer!klo kelelahan pasti keluar sedikit.saya biasa haid rata2 cuma 7hari dan tidak lebih.ini termasuk darah haid/istihadlah?Terimakasih.

    Waalaikumussalam.
    Itu adalah darah istihadhah, wallahu a’lam.

  36. kae said:

    assalam..

    ustad sy mau bertya..
    dr sejak gadis hingga menikah dan skrng menggunakn KB IUD, haid sy tdk teratur, kdng sebulan skali kdng 2bln sekali..
    masa haid bkisar antra 7-8 hr..
    tp d hr ke11 tiba2 kluar plek brwrna coklat, pdhl sy sdh mandi bersih sblmnya.. lalu skrng pd hr 13 kluar plek lg, pdhl sy lg berpuasa..
    bgaiman hukumnya ustad, apa sy lanjutkn ato membatalkan puasa sya..
    terima kasih sebelumnya..

    Yang keluar pada hari ke-13 itu bukanlah haid, tidak perlu diperhatikan. Tetap shalat dan berpuasa.

  37. Bunda rini said:

    Ass..maaf ustazd saya bisa minta doa penangkal setan/sihir karna saya merasa ada yg ganggu karna ada org ke-3 dlm RT saya..sy sudah kedokter nda ada masalah cmn sy haid terus sudah 1 thn ini jd suami sy merasa terganggu dgn keadaan saya..
    saya mohon bantuannya..terima kasih
    Wass.

    Itu bukan haid akan tetapi darah istihadhah. Untuk berlindung dari setan, sangat banyak sekali zikir yang Nabi ajarkan, di antaranya adalah ‘zikir pagi dan petang’. Silakan baca artikel tentang ‘zikir pagi petang’ dalam blog ini.

  38. Mengenal Darah Istihadhah « Ummu Shofiyyah al-Balitariyyah said:

    […] Oleh : Ustadz Hammad Abu Mu’awiyyah hafidzohulloh […]