Mayat Tidak Bisa Mendengar

December 13th 2008 by Abu Muawiah |

Mayat Tidak Bisa Mendengar

Orang-orang yang sudah meninggal tidak bisa mendengar apa-apa. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ
“Dan kamu tidaklah mampu membuat orang di dalam kubur mendengar.”
Dan Allah berfirman:
إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَى
“Sesungguhnya engkau tidak bisa memperdengarkan orang yang mati.”

Dikecualikan darinya tiga keadaan, dimana nash menunjukkan mereka bisa mendengar:
1.    Korban perang badar (dari kaum musyrikin), mereka mendengar seruan Nabi -alaihishshalatu wassalam- sementara mereka sudah tertimbun dalam lubang. Beliau berkata kepada para sahabatnya:
مَا أَنْتُمْ بِأَسْمَعَ لِمَا أَقُوْلُ مِنْهُمْ، إِلاَّ أَنَّهُمْ لاَ يَسْتَطِيْعُوْنَ الْجَوَابَ
“Kalian tidaklah lebih mendengar ucapanku dibandingkan mereka, hanya saja mereka tidak mampu untuk menjawabnya.”
2.    Mayit mendengar suara langkah sandal para pengantarnya (ke kuburan), sebagaimana disebutkan dalam hadits, “Sesungguhnya dia (mayit) betul-betul mendengar suara sandal-sandal mereka.”
3.    Mayit mendengar pertanyaan dari kedua malaikat, karena rohnya dikembalikan kepadanya lalu mereka (kedua malaikat) bertanya: Siapa Rabbmu? Siapa nabimu? Apa agamamu?

Ada beberapa keadaan lain yang diperselisihkan, yaitu: Apakah mayit bisa mendengar ucapan salam seorang muslim (yang masih hidup)? Yang lebih tepat adalah mereka bisa mendengar. Ada hadits beberapa hadits yang menerangkan bahwa roh mayit akan dikembalikan kepadanya lalu dia menjawab salamnya seorang muslim. Di antaranya adalah sabda Nabi -alaihishshalatu wassalam-:
مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلاَّ رَدَّ اللهُ عَلَيَّ رُوْحِيْ حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ
“Tidak ada seorangpun yang member salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan rohku agar saya bisa menjawab salamnya.”
Dan kedua ayat di atas bisa dijawab dengan jawaban yang lain, yaitu bahwa makna ayatnya adalah: Engkau tidak bisa memperdengarkan sesuatu yang bisa memberikan manfaat kepada mereka yang telah meninggal. Dan kemampuan mereka mendengar pada ketiga keadaan di atas tidaklah memberikan manfaat apa-apa kepada mereka.

[Asy-Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihi. Diterjemah dari www.sh-rajhe.com kategori: Fawaid fil Aqidah 13]

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Saturday, December 13th, 2008 at 5:41 am and is filed under Aqidah, Tahukah Anda?. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

5 responses about “Mayat Tidak Bisa Mendengar”

  1. saiful said:

    dikutip dr tulisan diatas: “Engkau tidak bisa memperdengarkan sesuatu yang bisa memberikan manfaat kepada mereka yang telah meninggal”.
    bagaimana halnya dengan do’a yg kita panjatkan untuk mereka yg sudah meninggal?apakah mereka dapat mendengar dan merasakannya?

    Dalilnya bersifat umum, mayit tidak bisa mendengar apa-apa kecuali yang diterangkan dalam dalil-dalil yang shahih. Doa kita panjatkan kepada Allah maka mereka tidak punya urusan dengannya sehingga mereka harus mendengarnya.

  2. jemy hanif on fesbuk said:

    “Tidak ada seorangpun yang member salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan rohku agar saya bisa menjawab salamnya.”
    ini riwayat siapa ya? ana perlu tahu

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
    مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلاَّ رَدَّ اللهُ عَلَيَّ رُوْحِيْ حَتَّى أَرُدُّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ.
    “Tidak ada seorang pun yang mengucapkan taslim kepadaku kecuali Allah akan mengembalikan rohku sehingga saya bisa membalas taslimnya”. (HR. Abu Daud no. 2041, Ahmad: 2/527 dan Al-Baihaqi: 5/245)

  3. amrih said:

    Ustadz, apakah berati ketika kita berziarah dituntunkan untuk kita mengucapkan salam kepada ahli kubur yang kita ziarahi di depan kuburnya… Misal jika kita berziarah ke makam orang tua kita yang telah wafat, kita ucapkan salam dengan jahr tatkala sampai di depan kuburan orang tua kita… Atau ucapan salam ini adalah secara umum, diucapkan ketika kita memasuki area pekuburan?

    Jazakallah khairan

    Ucapan salam itu berlaku umum untuk semua penghuni kubur, karenanya dia diucapkan sebelum memasuki pekuburan, bukan dikhususkan untuk kuburan tertentu.

  4. bobytok said:

    allahumma sholli wassallim “ala sayyadina muhammad

  5. Pencari Ilmu said:

    Asalamu’alaikum.
    Ustadz, berkaitan pertanyaan no 3 diatas, kalo mayit tidak mendengar, untuk apa kita mengucapkan salam di pekuburan?
    Terimakasih.

    Waalaikumussalam.
    Ucapan salam itu adalah doa. Dan jika kita mendoakan seseorang maka tidak mesti dia harus mendengarnya.