Makruhnya Memanjangkan Kuku
February 14th 2010 by Abu Muawiah | Kirim via Email
30 Shafar
Makruhnya Memanjangkan Kuku
Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ أَوْ خَمْسٌ مِنْ الْفِطْرَةِ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ
“Fithrah itu ada lima, atau ada lima fithrah yaitu: Khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis.” (HR. Al-Bukhari no. 1889 dan Muslim no. 257)
Anas -radhiallahu anhu- berkata:
وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ وَنَتْفِ الْإِبِطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Waktu yang diberikan kepada kami (oleh Nabi, pent.) untuk mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memotong bulu kemaluan adalah tidak lebih dari empat puluh malam (agar tidak panjang).” (HR. Muslim no. 258)
Penjelasan ringkas:
Di antara sunnah fitrah yang disyariatkan dalam Islam adalah:
1. Khitan dan ini berlaku bagi lelaki dan wanita, walaupun para ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya, apakah wajib ataukah sunnah.
2. Mencukur rambut yang tumbuh di sekitar qubul.
3. Memotong kuku. Dari sini dipetik makruhnya memanjangkan kuku.
4. Mencabut rambut yang tumbuh di ketiak.
5. Mencukur kumis, sebagaimana yang telah disebutkan pada artikel sebelumnya.
Dan dalam melakukan kelima sunnah fitrah ini, Nabi -alaihishshalatu wassalam- memberikan waktu kepada para sahabat agar mereka mengerjakannya setiap 40 malam sekali. Hal ini agar rambut yang tumbuh tidak terlalu panjang dan agar tidak menyusahkan kalau harus dicukur setiap hari. Wallahu a’lam.
Incoming search terms:
- dalil tentang kuku
Related posts:
This entry was posted on Sunday, February 14th, 2010 at 4:11 pm and is filed under Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.








February 14th, 2010 at 5:11 pm
adakah khitan pada wanita dewasa secara syar’i? apakah manfaat dari khitan pada wanita juga berlaku pada khitan wanita dewasa? dimana dan bagaimana seharusnya khitan tersebut dilakukan?
jazakallohu khoir atas jawabannya.
February 16th, 2010 at 2:27 pm
bagaimana kah bulu ketiak apabila dengan dicukur habis menggunakan pencukur Gilette? Apakah menyelisihi dengan dicabut?
Jazakumullahu khairan
February 22nd, 2010 at 9:26 am
Alhamdulillah saya sudah punya tuntunan cara memotong kuku secara sunnah
March 2nd, 2010 at 4:03 pm
Afwan saya masih minim sekali tentang ilmu agama, saya ingin mendapatkan penjelasan tentang poin 2. Mencukur rambut yang tumbuh di sekitar qubul.
Apakah dihilangkan sampai habis atau disisakan (seperti jika memakai gunting)? Karena masih bingung memahami antara dicukur dan dipotong..
May 26th, 2010 at 1:22 pm
Assalamu’alaykum warohmatullah ustadz..
Ana mau tanya, apakah boleh jika seseorang mencabut bulu kemaluan dan ketiak secara permanen (supaya tidak tumbuh lagi)?
Lalu bagaimana hukumnya mencukur bulu bagian tubuh lain (seperti kaki dan tangan)? Haram, makruh, atau mubah?
Jazakalloh khoiron
August 17th, 2010 at 4:10 pm
Assalamualaikum,
Akhi maksud dari khitan itu apa ya??
Terimakasih
Wassalamualaikum.
March 24th, 2011 at 1:18 pm
bagaimana hukum memanjangkan kuku untuk kepentingan seni islam, dalam hal ini kaligrafi/khat.