Makmum Wajib Baca Al-Fatihah

December 25th 2009 by Abu Muawiah |

Makmum Wajib Baca Al-Fatihah

Tanya:
Apa hukumnya membaca alfatihah bagi makmum ketika sholat berjamaah.
“Deni” <deni.chihuy@gmail.com>

Jawab:
Yang benar dari pendapat-pendapat di kalangan ulama adalah bahwa wajib atas makmum untuk membaca Al-Fatihah berdasarkan hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Ubadah bin Ash-Shamit dia berkata: Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda:
لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca al-fatihah.”
Dan hadits ini berlaku umum mencakup imam dan makmum, serta mencakup shalat jahriyah dan sirriyah. Juga berdasarkan hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda:
مَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَصَلاَتُهُ خِدَاجٌ غَيْرُ تَمَامٍ
“Barangsiapa yang tidak membaca al-fatihah maka shalatnya kurang, tidak sempurna.”
Juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ya’la dari Anas dia berkata: Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda:
أَتَقْرَؤُوْنَ خَلْفَ الْإِمَامِ وَالْإِمَامُ يَقْرَأُ ؟ فَقَالُوا: إِنَّا لَنَفْعَلُ. قَالَ: لاَ تَفْعَلُوا, لِيَقْرَأْ أَحَدُكُمْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فِي نَفْسِهِ
“Apakah kalian membaca di belakang imam sementara imam sedang membaca? “ mereka menjawab, “Ia kami betul melakukannya.” Maka beliau bersabda, “Jangan kalian lakukan itu, tapi hendaknya salah seorang di antara kalian membaca al-fatihah dalam dirinya (yakni: secara sir, pent.).” Sanadnya hasan
Adapun hadits yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda:
وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُوا
“Dan jika dia (imam) membaca maka diamlah kalian.”
Maka hadits ini telah dinyatakan cacat (lemah) oleh sebagian huffazh (para ulama pakar hafalan hadits) bahwa dia adalah hadits yang syadz. Lagipula hadits ini kandungannya umum sehingga maknanya dikhususkan oleh hadits-hadits yang telah berlalu yang semuanya menunjukkan wajibnya membaca al-fatihah.

[Diterjemah dari jawaban Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam di:
http://www.olamayemen.com/show_fatawa13.html]

Incoming search terms:

  • bacaan al fatihah
  • makmum
  • makmum membaca al fatihah
  • al fatihah
  • membaca al fatihah
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, December 25th, 2009 at 10:57 pm and is filed under Fatawa, Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

79 responses about “Makmum Wajib Baca Al-Fatihah”

  1. Andi said:

    Assalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh
    Terus gimana ustadz setelah imam membaca ayat lain setelah Al-fatiha seumpamanya ayat Kursi apakah kita diam saja mendengarkan imam atau kita menuruti bacaan imam atau kah kita membaca surah
    lain selain yang dibaca oleh imam?

    Waalaikumussalam Warahmatullohi Wabarakatuh
    Kita wajib diam mendengarkan. Yang diizinkan bagi makmum hanya membaca al-fatihah.

  2. Bagus said:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Ustad ada yang mengganjal yang saya mau tanyakan.
    Dalam jawaban Ustad N0.6, Ustad menjelaskan “dibolehkan juga membaca alfatihah ketika imam membaca surah pendek, selama dia tidak mendahului imam”.
    Namun saya bingung dengan kalimat Ustad “selama tidak mendahului imam”.
    Tolong bisa dijelaskan.
    1. Apakah maksudnya makmum mulai membaca Alfatihah segera setelah imam membaca surat pendek? (Jangan baca Al fatihah dahulu sebelum imam mulai membaca surah pendek?)

    2. Atau kalau imam belum selesai membaca surah pendek maka walaupun makmum sudah mau selesai baca Al Fatihah maka makmum jangan menyelesaikan dulu bacaan Al Fatihah nya tetapi makmum menunggu imam menyelesaikan bacaan surah pendeknya. Ketika immam selesai baca surah pendek maka makmum langsung menyelesaikan ayat terakhir Al Fatihah nya?

    Ada satu lagi Ustad yang mau saya tanyakan.
    Berarti kalau kita membaca Alfatihah waktu imam membaca surah pendek, kita tidak salah karena tidak memperhatikan bacaan imam?

    Mohon penjelasan ustad. Biar tidak salah yang dimaksud ustad.

    Syukron.

    Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.
    1. Intinya, Al-Fatihah dibaca ketika imam sudah mulai membaca surah pendek, dan boleh saja menyelesaikan al-fatihah walaupun imam belum selesai surah pendeknya. Maksud mendahului di situ adalah jangan mendahului selesai membaca al-fatihah sebelum imam selesai membaca al-fatihah.
    2. Ya, tidak salah, karena di sini ada udzur kita membaca al-fatihah.

  3. Pencari Ilmu said:

    Assalamu’alaikum.
    Ustadz, saya mau menanyakan:
    1. Jika sedang shalat wajib sendirian khususnya subuh, magrib, isya’. Apakah harus di jahr kan (dikeraskan) bacaan al-fatihah & surat pendek pada rakaat pertama & kedua.
    2. Bila kita makmum masbuk, hanya mendapatkan satu raka-at bersama imam pada shalat2 yg di jahr kan (subuh, magrib, isya’), apakah pada raka-at kedua (waktu membayar kekurangan raka-atnya)kita harus men-jahr-kan bacaan al-fatihah? Dan apakah perlu baca surat pendek juga(dan di jahr-kan pula)?
    Terimakasih.

    Waalaikumussalam.
    1. Boleh tapi tidak harus.
    2. Boleh tapi tidak harus. Ya, membaca surah pendek juga karena dia sekarang sudah shalat sendiri.

  4. RAMLI said:

    Assalamualaikum Ustaz,
    saya mau bertanya :
    waktu saya jadi makmum shalat subuh, pada rakaat kedua saya ragu, apakah sudah membaca Al fatihah atau belum, keraguan saya sampai selesai salam,ana diat untuk menyempurnakan rakaat, namun khawatir menjadi perhatian jamaah yang lain atau yang dibelakang sya,ahirnya saya meneruskannya samapai salam, dan setelah itu saya mengulang shalat di tempat lain,
    APAKAH CARA YANG SAYA LAKUKAN ITU DIPERBOLEHKAN ATAU DI LARANG?
    MOHON PENJELASANNYA USTAZ,

    WASSALAM

    RAMLI

    Waalaikumussalam.
    Kalau memang masih ragu, maka seharusnya anda mengulang al-fatihah sesegera mungkin sebelum imam ruku’. Tapi kalau sudah terlewat, maka anda wajib menambah satu rakaat setelah imam salam. Jika ada yang bertanya maka dijelaskan dengan baik beserta dalilnya.

  5. Andi Isran said:

    Bismillah Kalau ana mengamalkan pendapat wajibnya membaca alfatihah di belakang imam namun ana yakin dan mengamalkan pendapat bahwa mendapatkan ruku bersama Imam berarti mendapatkan satu rakaat sempurna sehingga ana tidak menambah lagi satu rakaat walaupun tidak sempat membaca alfatihah karena ana yakin dengan pendapat tersebut. pertanyaan ana apakah boleh megamalkan cara tersebut diatas karena ana yakin bahwa mendapatkan ruku bersama imam terhitung mendapatkan satu rakaat sempurna?

    Kalau seperti itu maka telah terjadi kontradiksi antara kedua pendapat anda. Kalau anda menyatakan tidak syahnya shalat bagi yang tidak baca al-fatihah, maka bagaimana bisa anda mengesahkan satu rakaat hanya karena mendapatkan ruku’ dan tidak membaca al-fatihah. Jadi kalau anda memilih salah satu dari dua pendapat di atas, maka anda harus meninggalkan pendapat yang kedua. Karena kedua pendapat di atas tidak bisa bersatu.

  6. Andi Isran said:

    Bismillah
    1. Afwan Ustadz jadi bagaimana dengan shalat sirriyyah yg tetap membaca alfatihah di rakaat kedua hingga rakaat terakhir namun tidak menambah satu rakaat jika mendapatkan rukunya imam walaupun tidak sempat membaca alfatihah apakah ini juga termmasuk kontradiksi?
    2. dari kedua pendapat diatas mana yang merupakan pendapat kebanyakan ulama Ustadz?
    3. Ana mengamalkan kedua pendapat tersebut diatas karena dasar dalil hadis dan atsar kedua pendapat ini dan ana memandang tidak terdapat kontradiksi dari keduanya karena satunya berbicara tentang wajibnya membaca alfatihah yang lain tentang mendapatkan ruku’ imam dapat satu rakaat. jadi ana berpandangan ketika mendapatkan ruku bersama imam berarti ana mendapatkan satu rakaat adapun rakaat selanjutnya ana wajib membaca alfatihah. tersebut dalam hadis dan atsar yang menjelasakan tentang mendapatkan rukunya imam mendapatka satu rakaat sempurna tidak terdapat keterangan apakah mereka membaca alfatihah atau tidak. jadi boleh jadi meraka membaca alfatihah. bagaimana dengan pandangan ana ini ustadz apakah bertentangan dengan sunnah ?

    Jasakumullahu Khairan

    1. Maksudnya?
    2. Yang paling kuat adalah makmum hanya terhitung mendapatkan 1 rakaat kalau dia bisa membaca al-fatihah sebelum imam ruku’. Adapun hanya mendapati ruku’ maka itu belum terhitung mendapatkan 1 rakaat.
    3. Ucapan antum ‘ana memandang tidak terdapat kontradiksi dari keduanya karena satunya berbicara tentang wajibnya membaca alfatihah yang lain tentang mendapatkan ruku’ imam dapat satu rakaat’. Ini kurang tepat dari dua sisi:
    1. Tidak ada satu pun hadits yang shahih lagi tegas menunjukkan ruku’ itu dapat 1 rakaat.
    2. Hadits itu tidak berbicara mengenai ‘wajibnya’ alfatihah, tapi berbicara tentang ‘rukunnya’ alfatihah. Dan yang namanya rukun, kapan ditinggalkan maka ibadahnya tidak syah. Maka bagaimana bisa dikatakan orang yang tidak baca al-fatihah itu tidak syah sementara kalau dapat ruku’ itu syah? Ini yang saya maksudkan dengan kontradiksi.

  7. iskandarsyah said:

    assalamualaikum…

    pak ustadz saya mau bertanya
    1.apakah boelh kita membaca do’a iftitah ketika imam sedang mebaca al-fatihah..apakah kita harus mendegarkannya dahulu lalu pas imam membaca surat selanjutnya brulah kita membaca iftitah dan al-fatihah.?

    2. apakah ketika kita sudah membaca surat al-fatihah lalu ingin membaca surat berikutnya harus di mulai dengan membaca bismillah/ menunggu sejenak?

    3. ketika kita menjadi imam apakah setelah membaca al-fatihah kita mengucapkan amin juga ?

    4. ketika imam membaca allahu akbar apakah
    makmum harus mengucapkan allahu akbar juga ?

    mohon pencerahannya ustadz..

    terimakasih..

    wassalamualaikum……

    Waalaikumussalam.
    1. Doa istiftah dibaca ketika imam diam sebelum al-fatihah. Sementara setelah imam baca al-fatihah, kita baru baca al-fatihah.
    2. Tidak harus, tapi disunnahkan.
    3. Ya, berdasarkan keumuman dalil.
    4. Ya, wajib mengikuti imam dalam takbir, tapi takbir makmum tidak boleh mendahului takbir imam.

  8. Andi Isran said:

    Bismillah…
    1. Maksud ana adalah pendapat ulama makmum tetap membaca alfatihah pada shalat sirriyyah dan shalat jahriyyah makmum diam dam mendengar. ana memahami jawaban ustadz tentang kontradiksi pada shalat jahriyyah saja? 2. Ana memilih pendapat ulama bahwa mendapatkan rukunya imam dapat satu rakaat karena hati ana tenang dan yakin dalam mengamalkan pendapat ini dan atas dasar hadits Abu Bakroh radhiyallahu a’nhu dan Atho’ -rahimahullah- mengatakan bahwa,

    عن عَطَاءٍ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ الزُّبَيْرِ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقُوْلُ: إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ وَالنَّاسُ رُكُوْعٌ فَلْيَرْكَعْ حِيْنَ يَدْخُلُ ثُمَّ يَدُبُّ رَاكِعًا حَتَّى يَدْخُلَ فِي الصَّفِّ فَإِنَّ ذَلِكَ السُّنَّةُ , قَالَ عَطَاءٌ : وَقَدْ رَأَيْتُهُ يَصْنَعُ ذَلِكَ , قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ : وَقَدْ رَأَيْتُ عَطَاءً يَصْنَعُ ذَلِكَ

    “Dia telah mendengar Abdullah bin Zubair berkata di atas mimbar, “Jika seorang di antara kalian masuk ke dalam masjid, sedang orang-orang ruku’, maka hendaknya ia ruku’ saat ia masuk, lalu berjalan dalam posisi ruku’ sampai ia masuk dalam shaff, karena sesungguhnya hal itu ternasuk sunnah”. Atho’ berkata, “Sungguh aku telah melihat dia (Abdullah bin Zubair) melakukan hal itu”. Ibnu Juraij berkata, “Sungguh aku telah melihat Atho’ melakukan hal itu”. [HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shohih-nya (1571), Ath-Thobroniy dalam Al-Ausath (7016), Al-Hakim Al-Mustadrok (777), dan Al-Baihaqiy dalam Al-Kubro (5001)] dan juga Para ulama dalam Al-Lajnah Ad-Da’imah menjawab, “Jika makmum bertakbir dengan takbiratul ihram dalam keadaan berdiri, lalu ia ruku’, dan mendapati imam ruku’, maka raka’at tersebut telah cukup (sah) baginya berdasarkan hadits Abu Bakroh -radhiyallahu ‘anhu-…”. [Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah (7/316-317), cet. Dar Balansiyah]
    maka ana menyimpulkan bahwa pendapat yang terkuat adalah pendapat ulama’ yang menyatakan bahwa orang yang mendapatkan imam ruku’, maka ia telah mendapatkan raka’at tersebut, walaupun ia tak sempat membaca Al-Fatihah, sebab dalam hal ini ia mendapatkan rukhshoh (keringanan) untuk tak membaca Al-Fatihah, Wallahu a’lam.

    Ya kalau begitu tidak ada masalah, silakan antum mengamalkan apa yang anda yakini. Lantas apanya yang antum pertanyakan kalau antum sudah yakin terhadap pendapat tersebut???

  9. dendy said:

    Assalamu’alaikum ustadz ana mo tanya apakah perlu membaca basmallah ketika sebelum sholat atau sebelum takbirotul ihrom karna yg ana tau rosul memulai sholat di awali dgn takbir dan di akhiri dgn salam dan apakah perlu membaca hamdallah ketika selesai salam atau langsung mengucapkan istighfar,trimz wassalam

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh membaca basmalah sebelum shalat dan hamdalah setelah shalat, karena itu tidak ada contohnya. Setelah shalat, langsung saja istighfar.

  10. Pencari Ilmu said:

    Assalamu’alaikum.
    Ustadz, bagaimana yg benar untuk bacaan basmalah sebelum dan sesudah baca alfatihah, apakah di-jahr-kan atau di-syiir-kan? Terimkasih

    Waalaikumussalam.
    Yang benarnya disirrkan.

  11. edy said:

    Assalamu’alaikum.

    mau tanya apakah hukumnya seorang imam membaca surat al-fathah secara keras pada solat magrib dan subuh?
    terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Disyariatkan agar para makmum bisa meng’amin’kan alfatihahnya.

  12. seno said:

    Assalamualaikum..
    Ust. Ana mau tanya tentang dalil menambah satu rakaat jika kita lupa membaca al fatihah pada rakaa 2, 3, atau 4.. karena Ana takut menjalankan ibadah yg kuat..

    Kemudian kenapa hadist yg menyebutkan makmum yg mendapat ruku tdk dianggap mendapat satu rakaat. Tolong di beri penjelasan ustadz..
    Trmakasih atas perhatiannya..

    Waalaikumussalam.
    Karena Nabi menyatakan tidak adanya shalat bagi orang yang tidak membaca alfatihah. Karenanya, siapa saja yang tidak membaca alfatihah pada suatu rakaat maka dia wajib mengganti rakaat tersebut.

  13. seno said:

    dan maksud untuk pertanyaan kedua, kenapa hadist yg menyebutkan makmum masbuk yg mendapati imam rukuk di anggap mendapat satu rakaat adalah hadist yg lemah. Tolong di jelaskan ustadz karena penjelasan pada pertanyaan semisal, belum ana pahami..

    Insya Allah penjelasan lemahnya hadits tersebut akan kami bahas pada artikel tersendiri. Yassarallah

  14. Hamba allah said:

    As’salamualaikum ustad
    saya mau tanya, ada yang bilang ketika imam membaca al-fatihan maka mamum membaca surah lain terlebih dahulu dan setelah imam membaca al-fatihah kemudian membaca surah al-qur’an maka baru mamum membaca al-fatihah (intinya sih di balik ustad).
    apakah itu dibenarkan?

    Waalaikumussalam.
    Tidak benar. Makmum hanya diizinkan baca alfatihah dan tidak boleh baca surah lain.

  15. faisal said:

    Assalamu’alaikum.

    ustadz saya mau bertanya untuk meyakinkan hati saya dan kebaikan ibadah saya

    1. apakah makmum juga membaca doa ruku, sujud atau gerakan sholat lainnya ketika berjamaah?

    2. ketika imam membaca “sami allah huliman hamidah” apakah makmum juga membacanya?

    wassalam
    terima kasih banyak

    Wa’alaikum salam warahmatullah.

    1. Iya.
    2. Iya. (MT)

  16. Syamsul Bahri said:

    Bismillah. Assalamu’alaikum ustadz. Ana memilih pendapat bahwa makmum wajib membaca Al-Fatihah baik pada sholat jahar maupun sir. Tapi ana punya masalah ketika imam membaca Al-Fatihah pada raka’at ketiga atau keempat, yaitu ketika ana baru sampai membaca ayat” Malikiyaumiddin”, Imam sudah ruku’ sehingga ana tak bisa menyelesaikan bacaan surat Al-Faatihahnya walau ana sudah baca secepat mungkin. Akhirnya ana harus dapatkan dua raka’at terakhir tanpa bacaan surat Al-Fatihah yang sempurna. Pertanyaan ana adalah : 1. Apakah ana mendapatkan raka’at teraakhir tersebut sebagai raka’at yang sempurna walau ana tak membaaca surat Al-Fatihah secara sempurna (sampai 7 ayat)? 2. Atau apakah ana tidak mendapatkan raka’at yang sempurna sehingga ana harus menyempurnakan sholat ana 2 raka’at lagi sendirian ? Syukron. Jazakallahu khoiran katsiran wa barakallahufik.

    Waalaikumussalam
    Kalau memang terlalu cepat, anda boleh membaca alfatihah dengan cara mengikuti alfatihah imam ayat per ayat, insya Allah tidak akan ketinggalan.
    Anda tidak dianggap mendapatkan rakaat penuh yang ada tidak membaca alfatihah secara sempurna padanya. Rakaat itu harus ditambahkan ketika imam sudah selesai salam. Sama seperti kalau anda masbuk 1 atau 2 rakaat.

  17. kiki said:

    assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ,, pak ustad ,,

    bagaimana dengan do’a iftitah apakah makmum wajib membacanya ketika shalat berjama’ah

    mohon dijawab ,,
    terima kasih wassalam

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Tidak wajib, tapi disunnahkan, dan dibacanya sebelum imam membaca alfatihah.

  18. taufik said:

    assalamu ‘alaikum wr.wb

    saya ingin bertanya.. Kapankah seorang ma’mum membaca alfatihah…? Apakah ma’mum mengikuti bacaan alfatihah dari imam,atau di waktu imam membaca surat lain..?

    Mohon di perjelas,trimakasih

    wassalaamu ‘alaikum wr.wb

    Waalaikumussalam.
    Keduanya boleh.

  19. abu diva said:

    bismillah

    Bagaimana kalau gak sempat bc alfatihah di roka’at selain rokaat pertama,,apa tetap di anggap kurang rekaat’nya??

    Barakallahu fiik

    Ya, tetap dianggap kurang dan harus ditambah setelah imam salam.

  20. uji said:

    assalamualaikum.
    ustadz saya mau tanya pada saat saya melaksanakan shalat sunat tarawih berjamaah di rakaat ke 12 saya lupa membaca alfatihah saya baru teringat setelah shalat selesai,apa yang harus saya lakukan dan apakah sah shalat berjamaah yang saya laksanakan tersebut?

    Waalaikumussalam.
    Setelah imam salam, anda harus menambah satu rakaat. Dan dua rakaat itu tidak mempengaruhi dua rakaat lainnya.

  21. hermawan mukti said:

    assalamualaikum wr,wb
    ustdz yg saya hormati,,

    saya sholat berjamaah yang imam membaca keras sholat subuh, magrib dan isya saya tidak membaca alfatihah dan surat pendek Al-Quran hanya mendengar dengan baik memperhatikan bacaan imam, karna saya pernah membaca artikel di internet bahwa Nabi.SAW pada saat itu setelah sholat berjamaah bertanya kepada makmumnya siapa yg membaca ketika Saya/Nabi.SAW mengeraskan suara bacaan ketika shalat, ketika itu seorng laki” mengakui dan Nabi.SAW melarang dan bersabda bahwa engkau telah menghalangi/membarengi bacaan yang Aku baca tahukah engkau bacaan imam adlh bacaan makmum juga. kurang lebih seingat saya seperti itu, dan saya yakin firman Alloh ‘Azza Wajalla…“Apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah agar kalian mendapat rahmat.” (QS. Al A’raf:204)sejak saya baca artikel itu saya mengikutinya , dan menurut saya itu benar,,
    saya minta pendapat ustadz apakah ap yg saya ikuti ini benar atau tidak mohon penjelasanya , saya minta maaf apa bila ad kata” yg salah , wassalam

    Waalaikumussalam.
    Apa yang anda ikuti adalah pendapat sebagian ulama. Namun apa yang kami sebutkan di atas, insya Allah pendapat yang lebih tepat. Wallahu a’lam.

  22. Abdullah said:

    Assalamu’alaikum ustadz, ana yang masih awam ini mau tanya, Bagaimana cara makmum membetulkan imam yang bacaan surahnya salah? Terimakasih.

    Waalaikumussalam.
    Sebaiknya tunggu sampai dia memberi kesempatan agar dia dibenarkan, agar tidak terjadi kekacauan dalam bacaannya.

  23. robby said:

    assalamualaikum..
    mau tanya pak ustadz, ketika sholat pikiran saya seringkali terbang kemana2,. hukumnya gimana ya? ustadz sendiri untuk khusyuk caranya gimana?

    Waalaikumussalam.
    Hukumnya makruh.
    Usahakan semaksimal mungkin untuk mengetahui makna -minimal terjemahan- dari setiap bacaan shalat, termasuk surah yang dibaca. Insya Allah itu bisa membantu.

  24. zubeir nasution said:

    Assalamu ‘Alaikum Ustd.
    Syukron banget atas Ilmu yang dituangkan di forum ini, semoga Allah memberikan ganjaran kebaikan atas ilmu yang telah Ustd tuangkan ini.
    O iya saya mo sedikit bertanya dan menyambung pertanyaan saudara Dendi Said di atas tentang membaca basmalah sebelum sholat, dimana jawaban ustd “Tidak boleh membaca basmalah sebelum shalat”, dengan alasan karena itu tidak ada contohnya.
    Pertanyaan saya; Bagaimana dengan dalil yang menyebutkan tentang “memulai segala urusan mulailah dengan basmalah” (lupa haditsya).
    Apakah dengan tidak adanya contoh sebelumnya, lalu kita vonis “tidak boleh” dilakukan, sementara dalil khusus untuk melarang melakukannyapun tidak ada, bahkan misalnya dalil secara umum (terkait bismillah)ternyata ada. Bagaimana tinjauan hukumnya ini ustd jika dilirik dari sisi ilmu ushul fiqh nya?
    mohon penjelasannya,,afwan. wassalam

    Waalaikumussalam.
    Hadits yang antum bawakan adalah hadits yang dha’if, sehingga tidak bisa diamalkan.
    Tidak perlu dalil khusus untuk melarang sesuatu dalam masalah Ibadah. Karena asalnya ibadah itu tidak ada sampai ada dalil yang memerintahkan.

  25. Banyakdoza said:

    ass.wrb
    bp. ustad..istri memberikan jalan yaitu selalu meng onani saya dlm berhubungan, karena capek dlm keseharian juga faktor umur (40th), merasa sudah tua sedangkan saya normal dan masih menggebu.trim’s wassalam wrb.

    Boleh saja, tidak ada masalah dalam pembolehannya.

  26. Pencari Ilmu said:

    Alhamdulillah kolom komentar sudah dibuka kembali.

    Assalamu’alaikum ustadz,
    Pada beberapa artikel ustadz menyarankan untuk menjadikan buku “sifat sholat nabi” karya Nashirudin al Al Bani sebagai rujukan. Alhamdulillah saya sudah membelinya, namun ada beberapa hal yg ingin saya tanyakan:
    1. Dalam buku tsb, kalau saya tidak salah memahami disebutkan bahwa pada sholat jahr saat imam membaca bacaan, baik alfatihah maupun surat alqur’an, makmum diminta diam menyimak bacaan imam. Dengan demikian tidak perlu membaca al fatihah lagi.Bolehkah seperti itu? Yg mana yg lebih kuat pendapatnya?
    2. Pada sholat syiir, makmum baca alfatihah dan surat al-qur’an. Sedang menurut usrtadz cukup alfatihah saja.
    Mohon tanggapanya.
    Terimakasih

    Waalaikumussalam.
    Kami menjadikan buku beliau sebagai referensi karena itu buku yang paling mudah didapatkan dan secara umum, isinya memang jelas sesuai dengan sifat shalat Nabi yang benar. Hanya saja bukan berarti kami sependapat dengan beliau rahimahullah dalam semua permasalahan shalat yang diperselisihkan para ulama.
    1. Tidak boleh. Yang lebih tepat, makmum tetap wajib membaca Al-Fatihah.
    2. Ya, cukup Al-Fatihah saja. Yang dimaksud oleh Asy-Syaikh di situ adalah bagi imam atau yang sedang shalat sendiri. Wallahu a’lam.

  27. Pencari Ilmu said:

    Assalamu’alaikum.
    Terimakasih atas jawaban sebelumnya. Ada yg ingin saya pertanyakan lagi sebubungan dgn bacaan dlm sholat.
    1. Apakah boleh membaca ta’awudz sebelum al fatihah pada rokaat pertama dng lafal sbb: a’udzubillahimminasyaithonirrojiim min hamdzihi wa ma nafkihi wa nafsih (ada dalam buku al albani)atau cukup dgn a’udzubillahimminasyaithonirrojiim.
    2. Setelah makmum mengucapkan “amin” secara bersama setelah al fatihah pada sholat jahr,apakah perlu di ucapkan lagi oleh makmum setelah baca al-fatihah?
    3. Bila makmum masbuk pada saat imam baca surat alqur’an (setelah al-fatihah), apakah harus mengucapkan amin juga setelah al-fatihah?
    4. Pada sholat witir berjama’ah di bulan romadhon ini, pada roka’at ketiga biasanya dibaca tiga surat (al-iklhas, al-falaq,an-naas). Baca’an bismillah di awal surat2 tsb tetap di siirkan apa di jahrkan(bagi imam)?
    5. Apakah ada do’a qunut pada sholat witir diatas?
    6. Bila tidak ada qunut, apakah makmum sebaiknya tetap mengikuti imam bila baca qunut?

    Terimakasih jawabanya.

    waalaikumussalam.
    1. Boleh.
    2. Tidak perlu lagi.
    3. Ya, dia membaca ‘amin’, karena dia tidak membacanya bersama imam.
    4. Disirrkan.
    4. Ya, ada.

  28. kailolo ambon said:

    Assalamuallaikum ustdz ana mau tanya Bolehkah baca lebih dari satu doia iftitah dalam sholat sesuai. Hadist nabi yang menjelaskan banyaknya doa iftitah tersebut

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh, cukup baca salah satunya saja.

  29. nandar said:

    assalamu alaikum pak ustadz,,,apakah setelah kita baca fatihah boleh mengikuti bacaan imam??

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh, makmum harus mendengar bacaan imam setelah dia baca al-fatihah.