Lupa Satu Rakaat, Cukup Ditambah Atau Diulang Seluruhnya?

February 28th 2012 by Abu Muawiah |

Lupa Satu Rakaat, Cukup Ditambah Atau Diulang Seluruhnya?

Soal:
Saya pernah shalat zuhur, tapi setelah selesai shalat, saya baru ingat kalau ternyata saya hanya shalat 3 rakaat. Apakah saya tinggal menambah rakaat yang keempat lalu sujud sahwi, ataukah saya harus mengulangi shalat dari awal secara sempurna?

Jawab:
Kapan orang yang shalat lupa satu rakaat atau lebih dari shalatnya, kemudian dia baru mengingatnya -sementara dia masih berada di tempat duduknya atau masih berada di dalam masjid itu- sesaat setelah shalat, semisal baru sekitar kurang lebih lima menit setelahnya, maka dia cukup menyempurnakan shalatnya dan dia cukup mengerjakan rakaat yang dia lupa. Kemudian dia salam kemudian melakukan sujud sahwi kemudian salam kembali.

Tapi jika dia baru mengingatnya setelah jangka waktu yang lama, semisal setengah jam atau setelah dia keluar dari masjid, maka dia harus mengulang shalatnya dari awal dan dia tidak perlu menghitung rakaat yang sudah dia kerjakan karena rakaat itu sudah tidak bersambung dengan rakaat yang akan dia kerjakan.
(Fatawa Al-Mar`ah Ibnu Jibrin hal. 71)

[Diterjemah dari Al-Fatawa Asy-Syar’iyah hal. 221-222]

Incoming search terms:

  • hukum menambah rokaat solat
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, February 28th, 2012 at 6:14 pm and is filed under Fatawa, Fiqh. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

2 responses about “Lupa Satu Rakaat, Cukup Ditambah Atau Diulang Seluruhnya?”

  1. Pencari Ilmu said:

    Assalamu’alaikum.
    Ustadz, sujud sahwinya cukup sekali apa dua kali? dan apakah ada dzikir atau do’a yg dibaca selama ketika sujud sahwi?
    Terimakasih.

    Wa’alaikum salam warahmatullah
    Silahkan baca di sini http://al-atsariyyah.com/doa-sujud-tilawah-sujud-sahwi.html (MT)

  2. iqbal said:

    “…dan dia perlu menghitung rakaat yang sudah dia kerjakan…”
    ustadz, bukankah maksudnya “… dan dia tidak perlu menghitung rakaat yang sudah dia kerjakan…”? atau saya yg salah memahami?
    wassalamu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    Na’am, antum yang betul. Sudah saya benarnya. Jazakallahu khairan.