Larangan Meninggikan Kuburan

October 12th 2010 by Abu Muawiah | Kirim via Email

04 Dzulqa’dah

Larangan Meninggikan Kuburan

Dari Abu Al-Hayyaj Al-Asadi dia berkata: Ali bin Abu Thalib berkata kepadaku:
أَلَا أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ
“Maukah kamu aku utus sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengutusku? Hendaklah kamu jangan meninggalkan gambar-gambar kecuali kamu hapus dan jangan pula kamu meninggalkan kuburan kecuali kamu ratakan.” (HR. Muslim no. 969)
Fadhalah bin Ubaid radhiallahu anhu berkata:
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ بِتَسْوِيَتِهَا
“Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakannya (kuburan).” (HR. Muslim no. 968)
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma dia berkata:
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya.” (HR. Muslim no. 970)

Penjelasan ringkas:
Fitnah kubur termasuk dari fitnah terbesar yang pernah menimpa umat ini, bagaimana tidak padahal fitnah kubur ini telah menyesatkan banyak manusia sejak dari zaman dahulu sampai zaman sekarang. Setan membuat indah dan baik di mata mereka perbuatan menghiasi kubur, mengangungkannya, meninggikannya, dan membangun bangunan (makam/masjid) di atasnya, sampai pada akhirnya mereka menyembah jenazah yang dikubur di dalamnya. Karenanya Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakan kuburan dan tidak meninggikannya serta mewasiatkan para sahabatnya untuk melakukan hal serupa. Larangan meninggikan ini baik berupa mengapuri (mengecat) dan membangun kuburan itu sendiri, maupun meninggikannya dengan cara membangun bangunan atau masjid di atasnya. Semuanya merupakan amalan yang tercela dan merupakan amalan orang-orang Yahudi dan Nashrani terdahulu.

Di sisi lain, Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang kita untuk menghinakan kubur, Karenanya beliau melarang untuk duduk di atas apalagi menginjaknya karena itu merupakan perbuatan mengganggu jenazah yang ada di dalamnya. Dan karenanya pula disebutkan dalam hadits Jabir dengan sanad yang hasan akan dibolehkannya meninggikan kuburan maksimal sejengkal, jika dikhawatirkan dia bisa terinjak atau dihinakan karena tidak diketahui kalau di situ adalah kuburan. Wallahu A’lam.

Incoming search terms:

  • boleh kah makam kuburan alm anak kita dikasih foto dekat batu nisan
  • kuburan
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, October 12th, 2010 at 1:31 pm and is filed under Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

13 responses about “Larangan Meninggikan Kuburan”

  1. fulan said:

    maaf saya ingin bertanya…

    meninggikan kuburan itu di larang, tetapi kenapa banyak makam para ulama ditinggikan

    Berarti yang salah para pembangunnya, bukan ulamanya, karena mereka sudah meninggal dan tidak tahu apa-apa.

  2. Pribadi bin Supardi said:

    pertanyaan saya adalah
    1. bolehkah membongkar bangunan diatas kuburan ortu yg dibangun oleh ortu sebelum wafat krn ketidak tahuannya, dan pembongkaran tsb telah disetujui oleh semua ahli waris (14orang)?
    2. setelah dibongkar bolehkah ditandai dengan batu yg dijajarkan membentuk segiempat tanpa adukan semen?
    demikian semoga ustadz bisa memehami bahasa saya yg mungkin kurang tepat krn kebodohan saya dan terima kasih atas jawabannya.

    1. Ia boleh, bahka sudah seharusnya dirobohkan.
    2. Ia boleh saja.

  3. dun said:

    Kalau memasang batu nisan untuk penanda nama boleh tidak, ustadz?

    Insya Allah tidak mengapa, asal batu nisannya tidak berlebihan.

  4. Salim said:

    Assalamu ‘alaikum ustadz, ana mw tanya bagaimana hukumnya memagari kubur dgn maksud menghindari gangguan hewan buas? Apakah ada batasan tinggi pagar tsb? Jazzakumulloh.

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Kalau seperti itu tujuannya insya Allah tidak mengapa. Batasannya ya sampai hewan tidak bisa memasukinya.

  5. Ibnu Suryani said:

    Assalaamu’alaikum pak Ustadz.

    Saya belum pernah ke makam Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Makam Baqi’ yang jadi pertanyaan ;

    1. apakah benar mekam beliau ditinggikan, sebagaimana gambar2 yang saya dapati di Google??

    2. Kalau memang yg saya lihat di gbr itu adlah Makam Rosul, lalu Siapakah yang membuat makam itu menjadi sedemikian rupa??

    Mohon penjelasannya, Syukron Jazaakallah Khair

    Wassalaamu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam.

  6. pokemonroxy said:

    Berkata Imam Asy-Syafii

    “Saya suka bila (kuburan) tidak dibangun dan ditembok, karena itu menyerupai penghiasan dan kesombongan, dan kematian bukan tempat bagi salah satu dari keduanya. Dan saya tidak melihat kuburan para sahabat Muhajirin dan Anshar ditembok.
    Seorang perawi menyatakan dari Thawus, bahwa Rasûlullâh  telah melarang kuburan dibangun atau ditembok.
    Saya sendiri melihat sebagian penguasa di Makkah menghancurkan semua bangunan di atasnya (kuburan), dan saya tidak melihat para ahli fikih mencela hal tersebut.” (Al-Umm, 1/277)

  7. kya said:

    Assalaamu’alaikum pak Ustadz…
    suami saya pernah bernadzar,bila diterima kerja akan memperbaiki nisan ortu misalnya dengan memasang keramik.bolehkah bernadzar seperti itu?
    Wassalaamu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    itu adalah nadzar maksiat, tidak perlu dilakukan dan wajib membayar kaffarat.

  8. Makmun bin Mahmud said:

    Baarakallaahu fiikum..

  9. rahayu said:

    Assalamualaikum pak ustadz,

    berarti islam melarang makam untuk dikeramik,

    saya berniat mengkeramik makam ibu saya supaya lebih rapi, dan takut kalau se andainya tidak dikeramik akan d buat makam jenazah lainnya, apabila tanah telah rata

    wa’alaikum salam warahmatullah, iya Islam melarang hal itu.
    cukup dengan tanah saja, kalaupun ingin ditinggikan agar diketahui sebagai kuburan, maka paling maksimal sejengkal saja dan tanpa perlu dikeramik. (MT)

  10. KUBURAN ATAU KAMAR PENGANTEN ? « Membongkar Hakikat Tenaga Dalam, Ilmu Metafisika dan Ilmu Hikmah said:

    [...] Di sisi lain, Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang kita untuk menghinakan kubur, Karenanya beliau melarang untuk duduk di atas apalagi menginjaknya karena itu merupakan perbuatan mengganggu jenazah yang ada di dalamnya. Dan karenanya pula disebutkan dalam hadits Jabir dengan sanad yang hasan akan dibolehkannya meninggikan kuburan maksimal sejengkal, jika dikhawatirkan dia bisa terinjak atau dihinakan karena tidak diketahui kalau di situ adalah kuburan. Wallahu A’lam.  http://al-atsariyyah.com/larangan-meninggikan-kuburan.html [...]

  11. ade said:

    ass..pak ustad
    saya ingin memasang rehal dikuburan almarhum bapak saya, hanya kotak segi empat, boleh?

    Maaf, rehal itu apa?

  12. adwina said:

    Makam Ayah saya tingginya tidak lebih dari sejengkal, dan hanya dihiasi oleh batu nisan seragam dari TPU, tetapi yang saya tanyakan, bolehkan kami memelihara rumput dan menjaga keindahan dan kerapihannya. Itu semua hanya sebagai budi bakti kami sebagai anak walaupun beliau sudah wafat selain mendoakan selalu tentunya. Tks

    Boleh saja, tidak ada masalah insya Allah, selama tdk masuk dlm kategori berlebih-lebihan. Namun budi pekerti yg terbaik adl mendoakan dan beramal saleh.

  13. nita said:

    Assalamu’alaikum… apa benar kalau tanah kubur basah, akan mengurangi siksa di dalam kubur..

    Waalaikumussalam.
    Itu tidak benar.