Klinik Ruqyah
November 9th 2008 by Abu Muawiah | Kirim via Email
Klinik Ruqyah
Soal:
Telah dibuka klinik-klinik ruqyah di berbagai tempat, banyak di antara orang-orang yang terjun di dalamnya, tujuan mereka hanyalah untuk mengumpulkan harta. Demikian pula telah terjadi di tempat-tempat ini penyelisihan terhadap syari’at, seperti: Orang yang meruqyah memasukkan perempuan yang akan di ruqyah ke dalam ruangan khusus untuk ruqyah sementara mahram dari perempuan tersebut tinggal di luar, mengurut leher wanita, menyentuh kepala dan sebagian dari tubuh mereka. Demikian pula terjadi pada sebagian dari orang-orang yang meruqyah, mereka menjual obat-obatan yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh pasien, tujuannya hanya sekedar untuk mengumpulkan harta.
Kami mengharapkan dari syaikh kami -hafizhohullah- untuk menjawab soal ini dengan jawaban yang sempurna dan mencukupi, karena masalah ini termasuk perkara yang sudah tersebar luas. Dan kami juga mengharapkan tuntunan dan nasehat kepada mereka (para peruqyah), semoga Allah memberikan balasan pahala kepada anda.
Jawab:
Alhamdulillah, washshalatu wassalamu ala Rasulillah, wa ala alihi washahbihi. Amma ba’du:
Sepantasnya diketahui bahwa meruqyah orang yang kemasukan jin atau terkena sihir -jika niatnya untuk mengharapkan wajah Allah dan orang yang meruqyah adalah orang yang mapan dalam ilmu dan pengetahuan tentang ruqyah-, maka ini termasuk di antara amalan saleh yang terbesar. Syaikhul Islam Ibnu Taimiah berkata ketika beliau berbicara tentang meruqyah orang yang kemasukan jin, “Maka ini termasuk dari amalan-amalan yang paling utama dan ini merupakan amalannya para nabi dan rasul. Karena para nabi dan orang-orang saleh terus-menerus senantiasa menahan gangguan setan-setan dari anak Adam, dengan menggunakan cara yang Allah dan Rasul-Nya izinkan. Sebagaimana Al-Masih melakukan hal itu, dan demikian pula Nabi kita -alaihishshalatu wassalam- melakukannya.” Majmu’ Al-Fatawa (19/56-57)
Maka ini termasuk dari amalan-amalan saleh. Bagaimana tidak, padahal orang yang meruqyah adalah sebab terbebasnya kaum muslimin dari kekuasaan setan-setan dari kalangan jin dan manusia atas mereka. Dia juga menjadi sebab terjaganya agama orang yang terkena sihir, sehingga orang itu bisa selamat dari ketergantungan kepada para penyihir, ahli nujum, dan para pendusta. Maka amalan (meruqyah) ini sangat dibutuhkan oleh kaum muslimin, bahkan kebutuhan mereka kepadanya lebih besar daripada kebutuhan mereka kepada para dokter, karena penyakit yang diakibatkan oleh kerasukan dan sihir itu bisa mempengaruhi hari, akal, dan badan.
Adapun mereka yang meruqyah orang yang kerasukan (dengan memasang tarif) lalu mereka mendapatkan harta darinya, maka dalil-dalil yang sangat banyak telah mencela mereka. Ar-Rasul -alaihishshalatu wassalam- bersabda:
اقْرَأُوا الْقُرْآنَ وَلاَ تَأْكُلُوا بِهِ
“Bacalah Al-Qur`an dan jangan kamu makan dengannya.”
Dan beliau bersabda:
اقْرَأُوا الْقُرْآنَ وَاسْأَلُوا اللهَ بِهِ، فَإِنَّهُ سَيَأْتِي أَقْوَامٌ يَقْرَأُوْنَ الْقُرْآنَ وَيَسْئَلُوْنَ بِهِ النَّاسَ
“Bacalah Al-Qur`an dan memintalah kepada Allah dengannya, karena akan datang sebuah kaum yang membaca Al-Qur`an dan mereka meminta (harta) dari manusia dengannya.” Sebagaimana yang tersebut dalam hadits Imran bin Hushain riwayat Ahmad dan selainnya.
Manusia -dalam hal mengambil upah dari meruqyah yang syar’i- terbagi menjadi dua jenis:
Jenis pertama: Ada yang menjadikan upah tersebut sebagai sumber penghasilannya, sehingga dia hanya terfokus dalam meruqyah untuk mendapatkan penghasilan. Maka orang seperti ini adalah orang yang makan dengan agamanya. Sebagian ulama salaf ada yang ditanya tentang an-nadzl (orang yang mendapatkan harta dengan menghinakan dirinya, pent.) maka dia menjawab, “Dia adalah orang yang makan dengan agamanya.” Maka menjadikan ruqyah sebagai profesi dan sumber penghasilan adalah hal yang tidak diperbolehkan, dan harta sejenis inilah yang ditahdzir dalam hadits-hadits yang telah berlalu. Allah mengetahui kami membenci jenis orang semacam ini, karena profesinya yang tersebut di atas (meruqyah) mengandung kehinaan.
Jenis yang lainnya: Orang yang mengambil upah darinya akan tetapi dia tidak menjadikannya sebagai profesi/sumber penghasilan. Maka yang seperti ini hukumnya diperselisihkan oleh para ulama, hanya saja yang lebih utama adalah tidak mengambil upah darinya tapi hanya mengharap pahala dari Allah. Jika dia mengambilnya tanpa dia memintanya maka itu dibolehkan.
Sebagian orang-orang yang meruqyah ada yang betul-betul menjadikan amalan ruqyah murni sebagai sarana untuk mengumpulkan harta, yaitu dengan menjual obat-obatan, rerumputan (ramuan), habbatussauda`, dan minyak zaitun. Perlu diketahui bahwa kebanyakan orang terkena sihir atau kerasukan tidaklah membutuhkan hal-hal seperti itu. Akan tetapi jenis orang yang terlalu bergampangan dalam ruqyah ini, dia terkadang memberikan berbagai minuman dan minyak kepada setiap pasien ruqyahnya (dengan dalih sebagai obat, pent.). Yang lebih menakjubkan daripada itu adalah sebagian di antara mereka (para peruqyah) adalah yang meruqyah pada air lalu dia menjual air tersebut. Karenanya kamu jangan heran kalau mereka berhasil mengumpulkan harta yang sangat banyak yang bisa menyaingi harta para pedagang yang sukses. Sehingga sangat tepat sabda Ar-Rasul -alaihishshalatu wassalam- kepada mereka, “Jika kamu tidak punya malu maka berbuatlah sesukamu.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Mas’ud)
Sepantasnya yang dinasehatkan kepada orang yang terkena penyakit (sihir/kerasukan) ini adalah hendaknya dia mendengar satu atau dua kaset (murattal) dan juga membaca kitab Hishnul Muslim (buku zikir-zikir, pent.). Sementara yang sihirnya masuk melalui minuman maka dia dianjurkan untuk meminum sanah, karena dia adalah obat yang sangat manjur bagi laki-laki dan perempuan, kecuali jika dia adalah wanita yang sedang hamil.
Hendaknya juga waspada dari sikap bergampangan dalam adab-adab dan batasan-batasan syar’i yang berkenaan dengan membacakan Al-Qur`an kepada para wanita. Maka tidak boleh meruqyah seorang wanita tanpa mahramnya, tidak boleh meruqyahnya dalam keadaan wajahnya atau kedua matanya tersingkap, tidak boleh orang yang meruqyah berduaan dengan wanita yang diruqyah, dan tidak boleh dia terlalu serius dalam meruqyah (para wanita) dengan tujuan untuk menikahi salah seorang atau lebih di antara mereka.
Sebagai penutup, saya nasehatkan kepada orang yang meruqyah untuk bersemangat dalam menjalankan amalan ini dengan cara yang sempurna, hendaknya dia menjadikan amalannya tersebut sebagai dakwah kepada Allah, dan hendaknya dia bersikap zuhud terhadap keinginan-keinginan jiwanya yang bisa menggelincirkan pemilih jiwa tersebut. Saya juga menghimbau kepada kaum muslimin secara umum dan ahlussunnah secara khusus, agar mereka menasehati orang yang terkena penyakit-penyakit yang tersebut di atas untuk hanya mendatangi tukang ruqyah yang sudah direkomendasikan oleh orang-orang yang baik lagi saleh bahwa tukang ruqyah itu adalah orang yang istiqamah dalam agamanya dan selalu menjauhi kesalahan-kesalahan yang tersebut di atas. Juga agar mereka menasehati saudara-saudaranya yang meruqyah agar mereka memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka. Sementara kepada orang-orang yang meruqyah, saya nasehatkan agar mereka mau menerima nasehat saudara-saudara mereka karena seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin yang lain, dan hendaknya mereka (kaum muslimin) waspada dari para peruqyah yang telah nampak darinya perbuatan terus-menerus di atas penyelisihan kepada syariat Allah.
Hanya kepada Allah saya meminta agar menjadikan kita semua sebagai kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup kejelekan, dan tidak ada daya serta upaya kecuali dengan pertolongan Allah.
Saudara kalian: Muhammad bin Abdillah Al-Imam
[Diterjemah dari situs resmi Asy-Syaikh Muhammad bin Abdillah Al-Imam: http://www.sh-emam.com/play-10.html]
Incoming search terms:
- tempat ruqyah
- meruqyah diri sendiri
- tempat ruqyah di jakarta
- Tempat Rukiyah
- cara meruqyah diri sendiri
Related posts:
This entry was posted on Sunday, November 9th, 2008 at 7:47 pm and is filed under Fatawa. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.








November 11th, 2008 at 2:00 am
Bismillah.
“Dan barangsiapa yang terkena sihir melalui minuman maka dianjurkan agar meminum sanah..”
yang dimaksud Sanah itu apa ustadz?
dimana dapat kita peroleh?
Jazaakallaahu khairan.
http://kaahil.wordpress.com
January 28th, 2009 at 9:12 am
assalamualaikum wr wb
Saya desi dari NAD, saya ingin bertanya bgma mengetahui seseorang itu terkena sihir (guna-guna). ayah & tmn saya katanya di guna-guna. bgma cara saya untuk mengobatinya ?. Mhn bantuan bpk. Trima kasih
April 18th, 2009 at 5:34 pm
Assalamu’alaikum Wr Wb Ustad,
Benar ustad,kalau sy mrs tdk enak bdn tak tertahan atau terlalu lama,biasax bs lebih enakan/cpt sembuh stlh mdgr bacaan ru’yah(Al fatihah,beberapa ayat dlm surat al baqarah,dll)dr cd.
Tp ad yg bilang klu bacaan2 it tdk ada dalilx shg d khwatirkn mlh berbalik mengundang jin. Sy jd bingung, mhn penjelasanx.
Terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr.wb
June 5th, 2009 at 1:18 pm
Assalamu’alaikum Wr Wb Ustad,
saya mmpnyai temen,dy it kena pnyakit yang aneh ustad,dy selalu menyakiti dirinya sendiri(menggigit lidah atau bibir sampai berdarah,itupun dilakukan tanpa kehendak dia)diobati kedokter manapun kte sarafnya yang terganggu,tp g sembuh2,apa perlu diruqyah ustad?mohon petunjuknya…..terima kasih
Wassalamu’alaikum wr.wb
January 7th, 2010 at 2:20 am
Assalamu alaikum wr. wb
Ustad benarkah ruqiah bisa membersihkan hati, orang jahat bisa jadi baik, anak nakal jd baik . mohon petunjuk
April 5th, 2010 at 6:02 am
ass wr wb pa ustad di mana saya bisa temukan alamat tempat rukiah yg tepat saya ada masalah dlm rmh tg istri sy selingkuh dan dia sdh menyesalin nya tp dia skrng jd gampang emosi.
April 11th, 2010 at 12:22 am
Assalamu’alaikum Wr Wb
Ustad, bagaimana cara meruqiyah diri sendiri?
Saya setiap didekati laki-laki untuk dijadikan istri, setiap mereka berkunjung ke rumah orang tua, mereka entah kenapa tiba-tiba selalu menjauh.
Ayah curiga saya seperti dibentengi dan meminta saya untuk meruqiyah diri sendiri. Saya bingung cara meruqiyah diri sendiri.
Adapun memang saya mengalami brp tanda2 yg ditulis di sebuah situs lain http://engkus86.multiply.com/journal/item/10
1. Sering mimpi buruk dan seram atau seakan-akan jatuh dari tempat yang tinggi
2. Banyak menghayal dan melamun, senyum dan bicara sendiri (mungkin karena saya seorang pengarang jadi terbawa memikirkan cerita. Dan dr kecil saya suka berfikir sambil berbicara drpd memikirkannya dlm hati)
Apa saya dirasuki jin?
Terus terang saya khawatir meruqiyah sendiri kalau effectnya bsia sampai menjerit2 begitu (Yang sering saya lihat di tivi). Sementara saya ga tau tmpt ruqiyah di sekitar saya dimana (Jakarta Barat).
Terima Kasih ustad
May 22nd, 2010 at 12:07 am
Bismilläh
Ustadz, bagaimana tata cara meruqyah, baik thd diri, thd makanan, thd air yg dgunakan mandi?
May 25th, 2010 at 12:11 am
assalamualaikum. pak ustad, saya mau menanyakan alamat praktek ruqiyah pak ustad di cimahi. terima kasih
May 28th, 2010 at 12:54 pm
assalamualaikum pak ustadz klo tempat ruqyah didaerah jakarta barat dmna yah,, soal’y saya mw coba untuk diruqyah biar lebih sehat dan terhindar dari penyakit. terima kasih
June 14th, 2010 at 5:36 am
assalamu ‘alaykum warahmatullah wabarakatuh..
ustadz, ana mw tanya.. salah satu keluarga saya ada yang terkena pelet.dan ini sangat mengganggu keharmonisan keluarga kami.lalu oleh saudara kami di bekasi sudah diruqyah.tapi sekarang kena lagi. ustadz kira2 tau tidak tempat ruqyah/yang bisa meruqyah di daerah jogja tidak??
jazakallahu khoiron katsiro
July 31st, 2010 at 4:25 pm
Assalamualaikum pa ustadz,saya mo nanya nih,dulu saya pernah belajar ilmu keghoiban,swaktu belajar saya serang memasukan khodam kedlm tubuh saya, yg jd permslahan adalah sampe skrang beberapa jin msh sering masuk dlm tubuh saya,apakah dengan cara diruqyah saya bisa terbebas dari pengaruh2 jin tsb
August 16th, 2010 at 2:27 am
Assalamualikum wr. wb
Ustadh, saya mau bertanya, katanya orang yang yang meminta di ruqyah kehilangan kesempatan masuk ke surga tanpa dihisab.
pertanyaan saya:
1. menngapa meminta ruqyah bisa menghilangkan kesempatan emas ini? sedangkan yang saya tau, asalkan dikerjakan sesuai tuntuan rasululloh, masih diperbolehkan.
2. saya akhir2 ini suka merasa murung, dan tingkat ibadah naik turun, lalu alternatifnya apa ustadh, kalo saya ada rencana ingin diruqyah, tp saya tdk mau kehilangan kesempatan emas ini.
jazakallah
August 20th, 2010 at 7:46 am
aslamualaikum wr.wb, pa ustadz saya mau tanya saya ingin punya anka tp sudah lama sya pergi kedokter tak kunjung dkaruniai,kt orang pinter ktnta dalam rahim saya ada pengaruh gaibnya,itu penyebab saya ga bisa hamil,,gimana cara menghilangkannya agar saya cepat dikaruniai anak.
terima kasih pa ustadz…
October 5th, 2010 at 7:49 am
assalamu’alaikum ustadz, saya ingin bertanya:
1. bisakah kita dirasuki jin walaupun sdh menjaga amalan ibadah spt tilawah qur’an,dzikir dg doa2 pilihan,dll? kasusnya,mertua saya tampak dari kebiasaan sehari2 taat ibadah tapi beliau mengaku “dititipi” oleh leluhurnya melalui benda spt keris dan hiasan dnding berbentuk kepala binatang.
2. apakah anak balita juga bisa dirasuki jin? bagaimana mengetahuinya?
3. jika dirumah hati terasa kasar,sikap emosional, bawaan malas dan anak2 selalu rewel, sementara ketika tdk berada di rumah kondisi tersebut tdk pernah terjadi, apakah ini musti diwaspadai berhubungan dg gangguan jin? kami termasuk yg merutinkan membersihkan,merapikan, dan sesekali merubah tatanan rumah. dan spt penjelasan sblmnya, memang dirumah kami msh tersimpan brg2 milik mertua spt yg saya sebutkan di atas.
mohon penjelasan dari ustadz,syukron katsiron.
October 13th, 2010 at 5:03 pm
Pak Ustad, saya ingin mrngajak adik saya untuk di ruqyah karena suatu alasan atau sakit, dimana tempat Ruqyah yang Baik dan Benar??? Mohon pemberitahuannya cepau335@yahoo.com, Terima kasih…Wassalam.
November 19th, 2010 at 10:06 am
Assalammualaikum wr wb lalu dmn saya bisa mecari tempat ruqyah,apakah Al-Atsariyyah bisa meruqyah seseorang dan dmnkah alamatnya?
April 2nd, 2011 at 11:55 am
Ass…
izin sharing Mas
April 7th, 2011 at 3:55 am
assalamualaiku.wr.wb
sy pingkan, sy cuman mau nanya tempat ruqyah di jakarta barat, tepatnya di grogol..
Alamatnya di mana aja??
Dan ini juga tempatnya dimana yah??
Soalnya sy udah lama banget pengen ruqyah dari tahun lalu.
Tapi gak tau tempat2nya dimana..
Terima kasih
April 12th, 2011 at 10:42 pm
Assalammualaikum wr wb Pak Ustadz mohon penjelasannya bagaimana cara me-ruqyah diri sendiri untuk menghilangkan khodam. Zikir dan Doa apa yang harus saya baca.Mohon juga penjelasan pak ustadz (sebaik-baiknya jin adalah sejahat-jahatnya manusia)lalu bagaimana dengan jin muslim yang taat apakah ia juga termasuk kalimat diatas.
April 13th, 2011 at 7:12 am
Ass Wr Wb
Apakah pengobatan secara Ruqyah itu bisa menyebabkan berkurangnya kadar tawalnya ?
Mohon penjelasan dan tanggapannya, karena saya pernah baca Artikel di internet. Artikel akan saya kirimkan jika Bapak/Ibu menjawab email saya ini. Saya pengin sekali untuk menjalani Terapi Ruqyah, tetapi setelah membac Artikel yang mengatakan bahwa Ruqyah bisa mengurangi kadar tawakal sesorang, jadi saya agak Ragu. Mohon pendapat dan tanggapan supaya saya jadi mantap melakukan Pengobatan Ruqyah.
Atas perhatiannya saya mengucapkan terima kasih
Wass Wr Wb.
April 21st, 2011 at 8:35 am
Assalamu’alaikum..
apa benar, ruqyah bisa mengobati trouma seseorang?
May 26th, 2011 at 1:13 pm
Ass Wr Wb
Mohon penjelasannya, apakah terap[i Ruqyah itu diperbolehkan ? Karena saya perenah membaca Artikel di internet yang menyatakan bahwa seseorang yang pernah di Ruqyah itu bisa menurunkan kadar tawakalnya, dan Ruqyah itu hukumnya makruh. Bagaimana pendapat Bapak tentang Ruqyah ?
Mohon penjelasannya, karena saya kepengin berobat secara Ruqyah sehubungan dng penyakit Pasca Stroke 5 tahun yang lalu. Tetapi setelah mendapat informasi, bahwa Ruqyah bisa menurunkan kadar tawakalnya, maka saya agak ragu2 .
Atas perhatian dan balasannya, saya mengucapkan terima kasih.
Wass Wr Wb
June 5th, 2011 at 9:01 am
ass. wr. wb pa ustad mohon masukan, penjelasan dan pencerahannya.
ada orang yang mengabariku bahwa dalam diriku ada yang sengaja menghalangi dan menutup jalan jodoh dan rejeki dan aku harus dibersihkan atau di ruqiyah.
awalnya aku hiraukan berita tsb, tp datang lagi dan datang lagi berita tersebut dari orang yang berbeda dan di tahun yang berbeda2 jg dan semua itu aku tidak pernah menyakan dulu hal itu pd s pembwa berita, bahkan berita yg terakhir menyebutkan ciri2 pelakunya..wallohualam..
aku bingung akan melangkah dan aku sangat awam akan hal itu, dan aku jga takut menyalahi syar’i.
tolong pa ustadz pencerahan dan masukannya! dan terimakasih sebelumnya.
June 25th, 2011 at 9:19 pm
Assalamualaikum,sy ibu icha dlm 1 minggu ini sy selalu bermimpi berkelahi dgn berbagai macam jin,ada yg berupa macan sampai dia menggigit tgn sy,walaupun dlm mimpi sy jg membaca surah2 spt ayat kursi,an-naas,al-fatihah,wkt sy bangun bdn sy spt sdh dipukuli skt dan pegal,hari2 berikutnya sy bermimpi lg sy didatangi keluarga terdekat sy,sy melihat dia menuangkan semacam air ataukah minyak ke tangan dan kaki kiri saya,ktk itu kaki n tangan sy tiba2 kaku dan mulut dan geraham sy jg ikut kaku,dan tiba2 sy terbangun tgh malam,lalu sy berdzikir sampai sy tertidur kmb,saya mau tanya apakah sy dikirimi sihir atau santet,mohon penjelasannya ustadz,,
jazakallah..
July 29th, 2011 at 8:13 am
assalamualaikum,al-faraby di Cirebon.
bagaimana kalau seorang ayah yang mendapati anaknya selalu menangis ketika ayahnya ingin mengemban anaknya,sang ayah ingin dirukyah. mohon penjelasannya
September 4th, 2011 at 12:21 pm
ustadz, apakah rasa minder dan tidak percaya diri, rasa malas, bisa disembuhkan dengan ruqyah
September 13th, 2011 at 5:13 am
mohon maaf apa kah sebelum ruqyah kita di hipnotis terlebih dahulu untuk mengetahui masalaah kita?
September 25th, 2011 at 8:30 am
Assalamualaikum Wr.Wb..
Mau bertanya, sudah sebulan ini saya selalu cemas, gelisah, takut, was-was, tidak tenang, susah khusyu saat shalat, dan selalu berpikir negatif.
Apakah semua itu bisa karna gangguan Jin ? Dan apa perlu diruqyah ? Dan apabila saat diruqyah, apa harus bertindak histeris ? Kalau tidak terjadi, apa bisa dikatakan dia tidak apa apa ? Mohon penjelasannya.. Wassalamualaikum Wr.Wb..
September 30th, 2011 at 3:12 am
ustad apa orang yg suka sesama jenis bisa sembuh dengan ruqyah,teman laki-laki saya suka dengan laki-laki saya merasa kasihan karna dia ingin normal seperti yang lain.
January 24th, 2012 at 2:01 pm
Assalamu’alaikum pak ustad, saya ibu rumah tangga, pernah saya bertemu dengan salah satu jamaah jama’ tabligh, katanya dy bisa melihat suatu masalah antara saya dan suami, makanya beliau meminta saya untuk bertemu dan beliau mau merukyah saya, beliau menyuruh saya untuk tetap menjaga wudhu, sholat tepat waktu. Dan menurut saya, saya lebih memilih untuk meruqyah diri sendiri. Bagaimana menurut ustad. Masalah saya dan suami tidak begitu pelik hanya saja suami saya emosian ustad. Terima kasih..
January 28th, 2012 at 3:28 pm
maaf ustadz kenapa yang nanya kok nama belakangnya said semuanya apa saudara semua apa rekayasa id comentnya, maaf ya
February 7th, 2012 at 1:13 am
Assalamu’alaikum wr.wb ustad, akhir-akhir ini saya sering was-was, dan emosi saya menjadi tidak terkontrol. Apa semua itu karena gangguan jin atau yang lainnya.tolong penjelasannya. Terimakasih.wassalamu’alaikum wr.wb
February 8th, 2012 at 12:38 pm
Bismillah.
ingin meluruskan komentar bang yos di atas. agar tidak terjadi fitnah dan kesalahpahaman.
said itu dari bahasa inggris yang artinya berkata, dan itu merupakan bawaan dari website. artinya setiap website yang ada isi komentar dari pengunjung nya akan seperti itu jika pengunjung ingin memberi komentar. coba anda cek di website lain pada bagian komentar pengunjung.
March 10th, 2012 at 3:20 pm
ass,pak ustad saya punya adik sejak kenal seorang wanita kerjanya hanya mencuri dan berzina dgn wanita itu,apakah dgn jalan ruqiyah dia bisa berubah?
April 29th, 2012 at 10:37 pm
Assalamu’alaiakum, Pak Ustad Paman saya saat ini sedang sakit dan sudah dibawa ke rumah sakit namun tidak terdeteksi penyakitnya. Kami menduga sakitnya tersebut akibat pesugihan/makhlus gaib. Apakah penyakit tersebut dapat diobati dengan ruqyah?