Klinik Ruqyah

November 9th 2008 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Klinik Ruqyah

Soal:
Telah dibuka klinik-klinik ruqyah di berbagai tempat, banyak di antara orang-orang yang terjun di dalamnya, tujuan mereka hanyalah untuk mengumpulkan harta. Demikian pula telah terjadi di tempat-tempat ini penyelisihan terhadap syari’at, seperti: Orang yang meruqyah memasukkan perempuan yang akan di ruqyah ke dalam ruangan khusus untuk ruqyah sementara mahram dari perempuan tersebut tinggal di luar, mengurut leher wanita, menyentuh kepala dan sebagian dari tubuh mereka. Demikian pula terjadi pada sebagian dari orang-orang yang meruqyah, mereka menjual obat-obatan yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh pasien, tujuannya hanya sekedar untuk mengumpulkan harta.
Kami mengharapkan dari syaikh kami -hafizhohullah- untuk menjawab soal ini dengan jawaban yang sempurna dan mencukupi, karena masalah ini termasuk perkara yang sudah tersebar luas. Dan kami juga mengharapkan tuntunan dan nasehat kepada mereka (para peruqyah), semoga Allah memberikan balasan pahala kepada anda.

Jawab:
Alhamdulillah, washshalatu wassalamu ala Rasulillah, wa ala alihi washahbihi. Amma ba’du:

Sepantasnya diketahui bahwa meruqyah orang yang kemasukan jin atau terkena sihir -jika niatnya untuk mengharapkan wajah Allah dan orang yang meruqyah adalah orang yang mapan dalam ilmu dan pengetahuan tentang ruqyah-, maka ini termasuk di antara amalan saleh yang terbesar. Syaikhul Islam Ibnu Taimiah berkata ketika beliau berbicara tentang meruqyah orang yang kemasukan jin, “Maka ini termasuk dari amalan-amalan yang paling utama dan ini merupakan amalannya para nabi dan rasul. Karena para nabi dan orang-orang saleh terus-menerus senantiasa menahan gangguan setan-setan dari anak Adam, dengan menggunakan cara yang Allah dan Rasul-Nya izinkan. Sebagaimana Al-Masih melakukan hal itu, dan demikian pula Nabi kita -alaihishshalatu wassalam- melakukannya.” Majmu’ Al-Fatawa (19/56-57)

Maka ini termasuk dari amalan-amalan saleh. Bagaimana tidak, padahal orang yang meruqyah adalah sebab terbebasnya kaum muslimin dari kekuasaan setan-setan dari kalangan jin dan manusia atas mereka. Dia juga menjadi sebab terjaganya agama orang yang terkena sihir, sehingga orang itu bisa selamat dari ketergantungan kepada para penyihir, ahli nujum, dan para pendusta. Maka amalan (meruqyah) ini sangat dibutuhkan oleh kaum muslimin, bahkan kebutuhan mereka kepadanya lebih besar daripada kebutuhan mereka kepada para dokter, karena penyakit yang diakibatkan oleh kerasukan dan sihir itu bisa mempengaruhi hari, akal, dan badan.

Adapun mereka yang meruqyah orang yang kerasukan (dengan memasang tarif) lalu mereka mendapatkan harta darinya, maka dalil-dalil yang sangat banyak telah mencela mereka. Ar-Rasul -alaihishshalatu wassalam- bersabda:

اقْرَأُوا الْقُرْآنَ وَلاَ تَأْكُلُوا بِهِ

“Bacalah Al-Qur`an dan jangan kamu makan dengannya.”
Dan beliau bersabda:

اقْرَأُوا الْقُرْآنَ وَاسْأَلُوا اللهَ بِهِ، فَإِنَّهُ سَيَأْتِي أَقْوَامٌ يَقْرَأُوْنَ الْقُرْآنَ وَيَسْئَلُوْنَ بِهِ النَّاسَ

“Bacalah Al-Qur`an dan memintalah kepada Allah dengannya, karena akan datang sebuah kaum yang membaca Al-Qur`an dan mereka meminta (harta) dari manusia dengannya.” Sebagaimana yang tersebut dalam hadits Imran bin Hushain riwayat Ahmad dan selainnya.

Manusia -dalam hal mengambil upah dari meruqyah yang syar’i- terbagi menjadi dua jenis:
Jenis pertama: Ada yang menjadikan upah tersebut sebagai sumber penghasilannya, sehingga dia hanya terfokus dalam meruqyah untuk mendapatkan penghasilan. Maka orang seperti ini adalah orang yang makan dengan agamanya. Sebagian ulama salaf ada yang ditanya tentang an-nadzl (orang yang mendapatkan harta dengan menghinakan dirinya, pent.) maka dia menjawab, “Dia adalah orang yang makan dengan agamanya.” Maka menjadikan ruqyah sebagai profesi dan sumber penghasilan adalah hal yang tidak diperbolehkan, dan harta sejenis inilah yang ditahdzir dalam hadits-hadits yang telah berlalu. Allah mengetahui kami membenci jenis orang semacam ini, karena profesinya yang tersebut di atas (meruqyah) mengandung kehinaan.
Jenis yang lainnya: Orang yang mengambil upah darinya akan tetapi dia tidak menjadikannya sebagai profesi/sumber penghasilan. Maka yang seperti ini hukumnya diperselisihkan oleh para ulama, hanya saja yang lebih utama adalah tidak mengambil upah darinya tapi hanya mengharap pahala dari Allah. Jika dia mengambilnya tanpa dia memintanya maka itu dibolehkan.

Sebagian orang-orang yang meruqyah ada yang betul-betul menjadikan amalan ruqyah murni sebagai sarana untuk mengumpulkan harta, yaitu dengan menjual obat-obatan, rerumputan (ramuan), habbatussauda`, dan minyak zaitun. Perlu diketahui bahwa kebanyakan orang terkena sihir atau kerasukan tidaklah membutuhkan hal-hal seperti itu. Akan tetapi jenis orang yang terlalu bergampangan dalam ruqyah ini, dia terkadang memberikan berbagai minuman dan minyak kepada setiap pasien ruqyahnya  (dengan dalih sebagai obat, pent.). Yang lebih menakjubkan daripada itu adalah sebagian di antara mereka (para peruqyah) adalah yang meruqyah pada air lalu dia menjual air tersebut. Karenanya kamu jangan heran kalau mereka berhasil mengumpulkan harta yang sangat banyak yang bisa menyaingi harta para pedagang yang sukses. Sehingga sangat tepat sabda Ar-Rasul -alaihishshalatu wassalam- kepada mereka, “Jika kamu tidak punya malu maka berbuatlah sesukamu.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Mas’ud)

Sepantasnya yang dinasehatkan kepada orang yang terkena penyakit (sihir/kerasukan) ini adalah hendaknya dia mendengar satu atau dua kaset (murattal) dan juga membaca kitab Hishnul Muslim (buku zikir-zikir, pent.). Sementara yang sihirnya masuk melalui minuman maka dia dianjurkan  untuk meminum sanah, karena dia adalah obat yang sangat manjur bagi laki-laki dan perempuan, kecuali jika dia adalah wanita yang sedang hamil.

Hendaknya juga waspada dari sikap bergampangan dalam adab-adab dan batasan-batasan syar’i yang berkenaan dengan membacakan Al-Qur`an kepada para wanita. Maka tidak boleh meruqyah seorang wanita tanpa mahramnya, tidak boleh meruqyahnya dalam keadaan wajahnya atau kedua matanya tersingkap, tidak boleh orang yang meruqyah berduaan dengan wanita yang diruqyah, dan tidak boleh dia terlalu serius dalam meruqyah (para wanita) dengan tujuan untuk menikahi salah seorang atau lebih di antara mereka.

Sebagai penutup, saya nasehatkan kepada orang yang meruqyah untuk bersemangat dalam menjalankan amalan ini dengan cara yang sempurna, hendaknya dia menjadikan amalannya tersebut sebagai dakwah kepada Allah, dan hendaknya dia bersikap zuhud terhadap keinginan-keinginan jiwanya yang bisa menggelincirkan pemilih jiwa tersebut. Saya juga menghimbau kepada kaum muslimin secara umum dan ahlussunnah secara khusus, agar mereka menasehati orang yang terkena penyakit-penyakit yang tersebut di atas untuk hanya mendatangi tukang ruqyah yang sudah direkomendasikan oleh orang-orang  yang baik lagi saleh bahwa tukang ruqyah itu adalah orang yang istiqamah dalam agamanya dan selalu menjauhi kesalahan-kesalahan yang tersebut di atas. Juga agar mereka menasehati saudara-saudaranya yang meruqyah agar mereka memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka. Sementara kepada orang-orang yang meruqyah, saya nasehatkan agar mereka mau menerima nasehat saudara-saudara mereka karena seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin yang lain, dan hendaknya mereka (kaum muslimin) waspada dari para peruqyah yang telah nampak darinya perbuatan terus-menerus di atas penyelisihan kepada syariat Allah.

Hanya kepada Allah saya meminta agar menjadikan kita semua sebagai kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup kejelekan, dan tidak ada daya serta upaya kecuali dengan pertolongan Allah.

Saudara kalian: Muhammad bin Abdillah Al-Imam

[Diterjemah dari situs resmi Asy-Syaikh Muhammad bin Abdillah Al-Imam: http://www.sh-emam.com/play-10.html]

Incoming search terms:

  • tempat ruqyah
  • meruqyah diri sendiri
  • tempat ruqyah di jakarta
  • Tempat Rukiyah
  • cara meruqyah diri sendiri
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Sunday, November 9th, 2008 at 7:47 pm and is filed under Fatawa. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

39 responses about “Klinik Ruqyah”

  1. dr.abu hana said:

    Bismillah.

    “Dan barangsiapa yang terkena sihir melalui minuman maka dianjurkan agar meminum sanah..”

    yang dimaksud Sanah itu apa ustadz?
    dimana dapat kita peroleh?

    Jazaakallaahu khairan.
    http://kaahil.wordpress.com

    Sana ini adalah sejenis tumbuhan yang ukurannya seperti bunga. Kelihatannya ini yang disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Thibbun An-Nabawi ketika menyebutkan obat dari penyakit sembelit. Hanya saja sebagian ustadz mengabarkan kepada kami bahwa tanaman ini tidak ada di Indonesia, wallahu a’lam.

  2. desi marlina said:

    assalamualaikum wr wb
    Saya desi dari NAD, saya ingin bertanya bgma mengetahui seseorang itu terkena sihir (guna-guna). ayah & tmn saya katanya di guna-guna. bgma cara saya untuk mengobatinya ?. Mhn bantuan bpk. Trima kasih

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Seseorang terkena sihir atau diganggu oleh jin bisa dirasakan oleh orang yang bersangkutan dengan cara: Tidak tenang ketika mendengar bacaan Al-qur`an, perasaannya selalu diliputi kecemasan dan was-was, sering sekali bermimpi buruk dan semacamnya.
    Kalau memang sudah jelas dia terkena sihir atau diganggu oleh jin maka hendaknya dia diruqyah dengan ayat-ayat Al-Qur`an, terutama surah Al-Baqarah dan 3 surah ‘qul’. Dan jangan lupa mengingatkan mereka untuk selalu berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah.
    Sebelumnya, sebaiknya yang bersangkutan diperiksakan dulu ke dokter, jangan sampai dia hanya terkena penyakit ‘biasa’ (maksudnya bukan karena gangguan jin), walaupun sebenarnya ruqyah juga bisa menyembuhkan penyakit ‘biasa’ dengan izin Allah.
    Kami rasa hanya ini yang kami bisa bantu, semoga Allah memberikan kesehatan dan keselamatan kepada kita semua, Allahumma amin.

  3. novita said:

    Assalamu’alaikum Wr Wb Ustad,
    Benar ustad,kalau sy mrs tdk enak bdn tak tertahan atau terlalu lama,biasax bs lebih enakan/cpt sembuh stlh mdgr bacaan ru’yah(Al fatihah,beberapa ayat dlm surat al baqarah,dll)dr cd.
    Tp ad yg bilang klu bacaan2 it tdk ada dalilx shg d khwatirkn mlh berbalik mengundang jin. Sy jd bingung, mhn penjelasanx.
    Terimakasih.
    Wassalamu’alaikum wr.wb

    Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
    Insya Allah tidak ada masalah kalau mendengar bacaan Al-Qur`an lewat cd dan semacamnya. Hanya saja kalau mau meruqyah diri sendiri sebaiknya kita sendiri yang membaca Al-Qur`an agar pengaruhnya lebih cepat terasa -dengan izin Allah tentunya-. Adapun dalil bahwa al-fatihah atau beberapa ayat tertentu dalam al-baqarah adalah obat, maka berdasarkan keumuman dalil, “Dan Kami menurunkan Al-Qur`an yang merupakan obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra`: 82)
    Maka ayat ini menunjukkan semua ayat dalam Al-Qur`an adalah obat, tidak terbatas pada ayat atau surah tertentu. Karenanya dalam meruqyah dibolehkan membaca apa saja, walaupun memang secara kenyataan ada beberapa ayat atau surah tertentu yang lebih cepat pengaruhnya dibandingkan yang lain. Tapi semuanya tentunya dikembalikan kepada izin Allah serta keimanan dan ketawakkalan orang yang meruqyah. Wallahu a’lam.

  4. wijayanto said:

    Assalamu’alaikum Wr Wb Ustad,
    saya mmpnyai temen,dy it kena pnyakit yang aneh ustad,dy selalu menyakiti dirinya sendiri(menggigit lidah atau bibir sampai berdarah,itupun dilakukan tanpa kehendak dia)diobati kedokter manapun kte sarafnya yang terganggu,tp g sembuh2,apa perlu diruqyah ustad?mohon petunjuknya…..terima kasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Perlu diketahui bahwa ruqyah bukan hanya terkhusus untuk penyakit-penyakit yang berhubungan dengan jin atau sihir, akan tetapi juga bisa dilakukan pada semua jenis penyakit, yang nampak maupun yang tersembunyi tanda-tandanya. Jadi, gak ada salahnya antum meruqyah teman antum, bahkan itu merupakan perbuatan yang mulia. Karena Nabi -shallallahu alaihi wasallam- pernah bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang sanggup memberikan manfaat kepada saudaranya maka hendaknya dia melakukannya.” (HR. Muslim)

  5. berliana said:

    Assalamu alaikum wr. wb

    Ustad benarkah ruqiah bisa membersihkan hati, orang jahat bisa jadi baik, anak nakal jd baik . mohon petunjuk

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Ia bisa saja, karena ruqyah itu berlaku untuk semua jenis penyakit, wallahu a’lam.

  6. deni said:

    ass wr wb pa ustad di mana saya bisa temukan alamat tempat rukiah yg tepat saya ada masalah dlm rmh tg istri sy selingkuh dan dia sdh menyesalin nya tp dia skrng jd gampang emosi.

    Wallahu a’lam, kami tidak terlalu tahu tentang tmpat2 ruqyah di Indonesia.

  7. Fathiya Khairinida said:

    Assalamu’alaikum Wr Wb

    Ustad, bagaimana cara meruqiyah diri sendiri?

    Saya setiap didekati laki-laki untuk dijadikan istri, setiap mereka berkunjung ke rumah orang tua, mereka entah kenapa tiba-tiba selalu menjauh.

    Ayah curiga saya seperti dibentengi dan meminta saya untuk meruqiyah diri sendiri. Saya bingung cara meruqiyah diri sendiri.

    Adapun memang saya mengalami brp tanda2 yg ditulis di sebuah situs lain http://engkus86.multiply.com/journal/item/10
    1. Sering mimpi buruk dan seram atau seakan-akan jatuh dari tempat yang tinggi
    2. Banyak menghayal dan melamun, senyum dan bicara sendiri (mungkin karena saya seorang pengarang jadi terbawa memikirkan cerita. Dan dr kecil saya suka berfikir sambil berbicara drpd memikirkannya dlm hati)

    Apa saya dirasuki jin?

    Terus terang saya khawatir meruqiyah sendiri kalau effectnya bsia sampai menjerit2 begitu (Yang sering saya lihat di tivi). Sementara saya ga tau tmpt ruqiyah di sekitar saya dimana (Jakarta Barat).

    Terima Kasih ustad

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Sebaiknya memang anda meruqyah diri sendiri, karena minta diruqyah oleh orang lain adalah hal yang makruh.
    Bentengi diri sendiri dengan senantiasa membaca dan mentadabburi Al-Qur`an, jangan lupa zikir sehabis shalat dan pada waktu pagi dan petang, serta senantiasa berwudhu dan berdoa berlindung kepada Allah sebelum tidur. Ada banyak amalan lain yang bisa diamalkan guna mengobati atau membentengi diri dari gangguan setan. Wallahu a’lam

  8. Ummu sahl said:

    Bismilläh
    Ustadz, bagaimana tata cara meruqyah, baik thd diri, thd makanan, thd air yg dgunakan mandi?

    Cukup dengan membaca Al-Qur’an padanya, wallahu a’lam.

  9. danu said:

    assalamualaikum. pak ustad, saya mau menanyakan alamat praktek ruqiyah pak ustad di cimahi. terima kasih

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Maaf kami tidak punya klinik ruqyah, tolong dibaca dengan baik artikelnya.

  10. rendi said:

    assalamualaikum pak ustadz klo tempat ruqyah didaerah jakarta barat dmna yah,, soal’y saya mw coba untuk diruqyah biar lebih sehat dan terhindar dari penyakit. terima kasih

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Maaf kami tidak tahu, kami tinggal di bekasi.

  11. dhani said:

    assalamu ‘alaykum warahmatullah wabarakatuh..
    ustadz, ana mw tanya.. salah satu keluarga saya ada yang terkena pelet.dan ini sangat mengganggu keharmonisan keluarga kami.lalu oleh saudara kami di bekasi sudah diruqyah.tapi sekarang kena lagi. ustadz kira2 tau tidak tempat ruqyah/yang bisa meruqyah di daerah jogja tidak??
    jazakallahu khoiron katsiro

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Wallahu a’lam

  12. maman rohmani said:

    Assalamualaikum pa ustadz,saya mo nanya nih,dulu saya pernah belajar ilmu keghoiban,swaktu belajar saya serang memasukan khodam kedlm tubuh saya, yg jd permslahan adalah sampe skrang beberapa jin msh sering masuk dlm tubuh saya,apakah dengan cara diruqyah saya bisa terbebas dari pengaruh2 jin tsb

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Ia, insya Allah dengan ruqyah, menjaga zikir setiap ada kesempatan, dan bertawakkal kepada Allah semuanya bisa sirna.

  13. Hani said:

    Assalamualikum wr. wb

    Ustadh, saya mau bertanya, katanya orang yang yang meminta di ruqyah kehilangan kesempatan masuk ke surga tanpa dihisab.
    pertanyaan saya:
    1. menngapa meminta ruqyah bisa menghilangkan kesempatan emas ini? sedangkan yang saya tau, asalkan dikerjakan sesuai tuntuan rasululloh, masih diperbolehkan.
    2. saya akhir2 ini suka merasa murung, dan tingkat ibadah naik turun, lalu alternatifnya apa ustadh, kalo saya ada rencana ingin diruqyah, tp saya tdk mau kehilangan kesempatan emas ini.

    jazakallah

    Waalaikumussalam warahmatullah
    1. Mengapa? Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam yang berkata demikian dalam hadits Ibnu Abbas riwayat Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    عُرِضَتْ عَلَيَّ الْأُمَمُ فَجَعَلَ النَّبِيُّ وَالنَّبِيَّانِ يَمُرُّونَ مَعَهُمْ الرَّهْطُ وَالنَّبِيُّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ حَتَّى رُفِعَ لِي سَوَادٌ عَظِيمٌ قُلْتُ مَا هَذَا أُمَّتِي هَذِهِ قِيلَ بَلْ هَذَا مُوسَى وَقَوْمُهُ قِيلَ انْظُرْ إِلَى الْأُفُقِ فَإِذَا سَوَادٌ يَمْلَأُ الْأُفُقَ ثُمَّ قِيلَ لِي انْظُرْ هَا هُنَا وَهَا هُنَا فِي آفَاقِ السَّمَاءِ فَإِذَا سَوَادٌ قَدْ مَلَأَ الْأُفُقَ قِيلَ هَذِهِ أُمَّتُكَ وَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ هَؤُلَاءِ سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ ثُمَّ دَخَلَ وَلَمْ يُبَيِّنْ لَهُمْ فَأَفَاضَ الْقَوْمُ وَقَالُوا نَحْنُ الَّذِينَ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاتَّبَعْنَا رَسُولَهُ فَنَحْنُ هُمْ أَوْ أَوْلَادُنَا الَّذِينَ وُلِدُوا فِي الْإِسْلَامِ فَإِنَّا وُلِدْنَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَبَلَغَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَجَ فَقَالَ هُمْ الَّذِينَ لَا يَسْتَرْقُونَ وَلَا يَتَطَيَّرُونَ وَلَا يَكْتَوُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ فَقَالَ عُكَاشَةُ بْنُ مِحْصَنٍ أَمِنْهُمْ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ فَقَامَ آخَرُ فَقَالَ أَمِنْهُمْ أَنَا قَالَ سَبَقَكَ بِهَا عُكَّاشَةُ
    “Beberapa ummat pernah ditampakkan kepadaku, maka nampaklah seorang nabi dan dua orang nabi lain lewat bersama dengan beberapa orang saja, dan seorang nabi lagi yang tidak bersama seorang pun, hingga tampak olehku segerombolan manusia yang sangat banyak, aku pun bertanya; “Apakah segerombolan manusia itu adalah ummatku?” di beritahukan; “Ini adalah Musa dan kaumnya.” Lalu diberitahukan pula kepadaku; “Lihatlah ke ufuk.” Ternyata di sana terdapat segerombolan manusia yang memenuhi ufuk, kemduian di beritahukan kepadaku; “Lihatlah di sebelah sini dan di sebelah sana, yaitu di ufuk langit.” Ternyata di sana telah di padati dengan segerombolan manusia yang sangat banyak, ” di beritahukan kepadaku; “Ini adalah ummatmu, dan di antara mereka terdapat tujuh puluh ribu yang masuk surga tanpa hisab.” Setelah itu beliau masuk ke rumah dan belum sempat memberi penjelasan kepada mereka (para sahabat), maka orang-orang menjadi ribut, mereka berkata; “Kita adalah orang-orang yang telah beriman kepada Allah dan mengikuti jejak Rasul-Nya, mungkinkah kelompok tersebut adalah kita ataukah anak-anak kita yang dilahirkan dalam keadaan Islam sementara kita dilahirkan di zaman Jahiliyah.” Maka hal itu sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lantas beliau keluar dan bersabda: “Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah minta untuk di ruqyah, tidak pernah bertathayur (menganggap sial pada binatang) dan tidak pula melakukan terapi dengan kay (terapi dengan menempelkan besi panas pada daerah yang sakit), sedangkan kepada Rabb mereka bertawakkal.” Lalu Ukasah bin Mihshan berkata; “Apakah aku termasuk di antara mereka ya Rasulullah?” beliau menjawab; “Ya.” Selanjutnya sahabat yang lain berdiri dan berkata; “Apakah aku termasuk dari mereka?” beliau bersabda: “Ukasah telah mendahuluimu.”

    2. Tidak semua penyakit harus diruqyah. Berkurangnya semangat dalam mengerjakan suatu kegiatan rutin baik ibadah atau keduniaan adalah hal yang wajar dan bukanlah suatu aib. Hanya saja jika saat-saat itu datang, maka hendaknya dia tetap mengontrol dirinya agar tidak keluar dari rel syariat. Hendaknya dia senantiasa meminta bantuan kepada Allah dalam memperbaiki ibadahnya, karena manusia itu adalah makhluk yang lemah. Jangan sekali-kali dia beribadah dengan menyandarkan ibadah tersebut pada kemampuan dirinya, akan tetapi dia wajib bertawakkal kepada Allah dalam mengerjakan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
    Yang jelas, selama turunnya semangat tidak menyebabkan dia berbuat dosa, maka insya Allah itu masih normal dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Tapi tentu saja dia terus berusaha untuk mengembalikan semangatnya. Wallahul Muwaffiq.

  14. astried said:

    aslamualaikum wr.wb, pa ustadz saya mau tanya saya ingin punya anka tp sudah lama sya pergi kedokter tak kunjung dkaruniai,kt orang pinter ktnta dalam rahim saya ada pengaruh gaibnya,itu penyebab saya ga bisa hamil,,gimana cara menghilangkannya agar saya cepat dikaruniai anak.
    terima kasih pa ustadz…

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Sebelumnya, apa yang saudari lakukan dengan mendatangi dukun/orang pintar adalah hal yang haram karena bisa menyebabkan shalat saudari tidak diterima selama 40 malam, bahkan bisa menjerumuskan kepada kesyirikan. Silakan baca artikel ‘hukuman bagi para pelanggan dukun’.
    Kemudian, anak merupakan murni karunia dari Allah dan Dia memberikannya sesuai dengan hikmahnya. Dia memberikan kepada sebagian orang anak lelaki, sebagian lainnya anak wanita, sebagian lainnya diberikan keduanya, dan sebagiannya ada yang dijadikan mandul. Semua itu adalah hikmah dari Allah.
    Mungkin saja hikmah Allah mengharuskan saudari belum bisa mendapatkan anak, atau mungkin saja dengan adanya anak saat itu bisa menimbulkan mudharat bagi saudari dan seterusnya dari hikmah-hikmah. Yang jelas seseorang wajib berbaik sangka kepada Allah, karena berburuk sangka kepada Allah akan menyebabkan terhalanginya nikmat yang kita harapkan.
    Banyak-banyak berdoa kepada Allah dengan keikhlasan disertai adab-adab doa lainnya, dan tentunya melakukan ikhtiar dengan berobat jika memang penyakitnya bisa disembuhkan.
    Sekedar tambahan, kami mengetahui ada seorang ikhwan yang sudah bertahun-tahun (mungkin sampai 10 tahun) menikah tapi belum mempunyai anak. Lalu di antara ikhtiarnya adalah istrinya mengonsumsi minyak habbatussauda, dan dengan izin Allah beberapa bulan kemudian istrinya sudah hamil.
    Ini hanya salah satu dari sekian banyak ikhtiar, tapi berhasil tidaknya suatu ikhtiar tetap dikembalikan kepada Allah Ta’ala, karenanya tidak boleh menyandarkan nikmat kepada makhluk.

  15. ummu fath said:

    assalamu’alaikum ustadz, saya ingin bertanya:
    1. bisakah kita dirasuki jin walaupun sdh menjaga amalan ibadah spt tilawah qur’an,dzikir dg doa2 pilihan,dll? kasusnya,mertua saya tampak dari kebiasaan sehari2 taat ibadah tapi beliau mengaku “dititipi” oleh leluhurnya melalui benda spt keris dan hiasan dnding berbentuk kepala binatang.
    2. apakah anak balita juga bisa dirasuki jin? bagaimana mengetahuinya?
    3. jika dirumah hati terasa kasar,sikap emosional, bawaan malas dan anak2 selalu rewel, sementara ketika tdk berada di rumah kondisi tersebut tdk pernah terjadi, apakah ini musti diwaspadai berhubungan dg gangguan jin? kami termasuk yg merutinkan membersihkan,merapikan, dan sesekali merubah tatanan rumah. dan spt penjelasan sblmnya, memang dirumah kami msh tersimpan brg2 milik mertua spt yg saya sebutkan di atas.
    mohon penjelasan dari ustadz,syukron katsiron.

    Waalaikumussalam warahmatullah
    1. Ia sangat memungkinkan. Jika seseorang sudah beribadah kepada jin maka jin tidak akan lagi mengganggu ibadah yang dia kerjakan, karena semua ibadah tersebut tidak akan ada manfaatnya jika dia telah berbuat kesyirikan kepada Allah.
    2. Ala kulli hal, baik ada maupun tidak ada keanehan pada anak atau rumah anda, maka semua benda-benda yang berbau kesyirikan tersebut wajib untuk dikeluarkan dari rumah dan dimusnahkan. Wallahu a’lam.

  16. Miko said:

    Pak Ustad, saya ingin mrngajak adik saya untuk di ruqyah karena suatu alasan atau sakit, dimana tempat Ruqyah yang Baik dan Benar??? Mohon pemberitahuannya cepau335@yahoo.com, Terima kasih…Wassalam.

    Maaf kami tidak tahu

  17. heri said:

    Assalammualaikum wr wb lalu dmn saya bisa mecari tempat ruqyah,apakah Al-Atsariyyah bisa meruqyah seseorang dan dmnkah alamatnya?

    Waalaikumussalam
    Maaf kami tidak menerima permintaan ruqyah. Harap artikel di atas dibaca dengan baik dan baca juga artikel: http://al-atsariyyah.com/tawakkal-syarat-mutlak-masuk-surga-tanpa-hisab-dan-azab.html

  18. Cakra said:

    Ass…
    izin sharing Mas

  19. pingkan said:

    assalamualaiku.wr.wb
    sy pingkan, sy cuman mau nanya tempat ruqyah di jakarta barat, tepatnya di grogol..

    Alamatnya di mana aja??
    Dan ini juga tempatnya dimana yah??
    Soalnya sy udah lama banget pengen ruqyah dari tahun lalu.
    Tapi gak tau tempat2nya dimana..
    Terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam, kami tidak tahu. Kamipun bukanlah klinik ruqyah.

  20. arief said:

    Assalammualaikum wr wb Pak Ustadz mohon penjelasannya bagaimana cara me-ruqyah diri sendiri untuk menghilangkan khodam. Zikir dan Doa apa yang harus saya baca.Mohon juga penjelasan pak ustadz (sebaik-baiknya jin adalah sejahat-jahatnya manusia)lalu bagaimana dengan jin muslim yang taat apakah ia juga termasuk kalimat diatas.

    Waalaikumussalam.
    Cara meruqyah diri sendiri adalah membaca Al-Qur`an dan doa-doa perlindungan yang tersebut dalam hadits-hadits yang shahih. Semua ayat Al-Qur`an adalah bacaan ruqyah, silakan dia pilih surah mana yang ingin dia baca.
    Adapun kalimat itu kami tidak pernah dengar, apakah dia adalah hadits Nabi atau bukan? Kalau bukan maka tidak perlu diperhatikan.

  21. Basar Purnomo said:

    Ass Wr Wb
    Apakah pengobatan secara Ruqyah itu bisa menyebabkan berkurangnya kadar tawalnya ?
    Mohon penjelasan dan tanggapannya, karena saya pernah baca Artikel di internet. Artikel akan saya kirimkan jika Bapak/Ibu menjawab email saya ini. Saya pengin sekali untuk menjalani Terapi Ruqyah, tetapi setelah membac Artikel yang mengatakan bahwa Ruqyah bisa mengurangi kadar tawakal sesorang, jadi saya agak Ragu. Mohon pendapat dan tanggapan supaya saya jadi mantap melakukan Pengobatan Ruqyah.

    Atas perhatiannya saya mengucapkan terima kasih

    Wass Wr Wb.

    Silakan baca di sini: http://al-atsariyyah.com/tawakkal-syarat-mutlak-masuk-surga-tanpa-hisab-dan-azab.html

  22. rian said:

    Assalamu’alaikum..

    apa benar, ruqyah bisa mengobati trouma seseorang?

    Waalaikumussalam
    Ia benar.

  23. Basar Purnomo said:

    Ass Wr Wb
    Mohon penjelasannya, apakah terap[i Ruqyah itu diperbolehkan ? Karena saya perenah membaca Artikel di internet yang menyatakan bahwa seseorang yang pernah di Ruqyah itu bisa menurunkan kadar tawakalnya, dan Ruqyah itu hukumnya makruh. Bagaimana pendapat Bapak tentang Ruqyah ?
    Mohon penjelasannya, karena saya kepengin berobat secara Ruqyah sehubungan dng penyakit Pasca Stroke 5 tahun yang lalu. Tetapi setelah mendapat informasi, bahwa Ruqyah bisa menurunkan kadar tawakalnya, maka saya agak ragu2 .

    Atas perhatian dan balasannya, saya mengucapkan terima kasih.

    Wass Wr Wb

    Silakan baca artikel ‘masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab’

  24. yan said:

    ass. wr. wb pa ustad mohon masukan, penjelasan dan pencerahannya.
    ada orang yang mengabariku bahwa dalam diriku ada yang sengaja menghalangi dan menutup jalan jodoh dan rejeki dan aku harus dibersihkan atau di ruqiyah.
    awalnya aku hiraukan berita tsb, tp datang lagi dan datang lagi berita tersebut dari orang yang berbeda dan di tahun yang berbeda2 jg dan semua itu aku tidak pernah menyakan dulu hal itu pd s pembwa berita, bahkan berita yg terakhir menyebutkan ciri2 pelakunya..wallohualam..
    aku bingung akan melangkah dan aku sangat awam akan hal itu, dan aku jga takut menyalahi syar’i.
    tolong pa ustadz pencerahan dan masukannya! dan terimakasih sebelumnya.

    Hendaknya saudara bertawakkal hanya kepada Allah dan tidak memperdulikan kabar2 itu. Jodoh dan rezki di tangan Allah, jika Allah menghendaki keduanya sampai ke tangan kita maka tidak ada satu makhlukpun yang bisa mencegah dan menahannya.

  25. ibu icha said:

    Assalamualaikum,sy ibu icha dlm 1 minggu ini sy selalu bermimpi berkelahi dgn berbagai macam jin,ada yg berupa macan sampai dia menggigit tgn sy,walaupun dlm mimpi sy jg membaca surah2 spt ayat kursi,an-naas,al-fatihah,wkt sy bangun bdn sy spt sdh dipukuli skt dan pegal,hari2 berikutnya sy bermimpi lg sy didatangi keluarga terdekat sy,sy melihat dia menuangkan semacam air ataukah minyak ke tangan dan kaki kiri saya,ktk itu kaki n tangan sy tiba2 kaku dan mulut dan geraham sy jg ikut kaku,dan tiba2 sy terbangun tgh malam,lalu sy berdzikir sampai sy tertidur kmb,saya mau tanya apakah sy dikirimi sihir atau santet,mohon penjelasannya ustadz,,

    jazakallah..

    Wallahu a’lam tentang hal itu. Tapi dalam keadaan seperti itu, ibu harus senantiasa waspada dan selalu membentengi diri dengan ibadah dan zikir-zikir syar’i, seperti zikir sehabis shalat, zikir pagi dan sore, zikir sebelum dan bangun tidur, dan zikir ketika terbangun di malam hari.

  26. alfaraby said:

    assalamualaikum,al-faraby di Cirebon.
    bagaimana kalau seorang ayah yang mendapati anaknya selalu menangis ketika ayahnya ingin mengemban anaknya,sang ayah ingin dirukyah. mohon penjelasannya

    Waalaikumussalam.
    Apa itu mengemban?

  27. wahyu said:

    ustadz, apakah rasa minder dan tidak percaya diri, rasa malas, bisa disembuhkan dengan ruqyah

    Tidak perlu ruqyah kalau seperti itu, akan tetapi cukup memohon bantuan kepada Allah dan berusahan melawan jiwa ketika kemalasan itu tiba.

  28. dicky said:

    mohon maaf apa kah sebelum ruqyah kita di hipnotis terlebih dahulu untuk mengetahui masalaah kita?

    Tidak ada sama sekali hipnotis dalam Islam dan dalam ruqyah. Hipnotis adalah amalan kesyirikan karena adanya permintaan tolong kepada jin.

  29. Aji said:

    Assalamualaikum Wr.Wb..
    Mau bertanya, sudah sebulan ini saya selalu cemas, gelisah, takut, was-was, tidak tenang, susah khusyu saat shalat, dan selalu berpikir negatif.
    Apakah semua itu bisa karna gangguan Jin ? Dan apa perlu diruqyah ? Dan apabila saat diruqyah, apa harus bertindak histeris ? Kalau tidak terjadi, apa bisa dikatakan dia tidak apa apa ? Mohon penjelasannya.. Wassalamualaikum Wr.Wb..

    Waalaikumussalam.
    Ya bisa saja. Boleh saja diruqyah. Jika ada jin dan ruqyahnya bermanfaat, biasanya seperti itu, tapi kalau tidak maka kemungkinan tidak terjadi apa-apa.
    Maaf, saya tidak tahu tempat ruqyah di bekasi.

  30. anisa said:

    ustad apa orang yg suka sesama jenis bisa sembuh dengan ruqyah,teman laki-laki saya suka dengan laki-laki saya merasa kasihan karna dia ingin normal seperti yang lain.

    Bisa saja insya Allah.

  31. arera said:

    Assalamu’alaikum pak ustad, saya ibu rumah tangga, pernah saya bertemu dengan salah satu jamaah jama’ tabligh, katanya dy bisa melihat suatu masalah antara saya dan suami, makanya beliau meminta saya untuk bertemu dan beliau mau merukyah saya, beliau menyuruh saya untuk tetap menjaga wudhu, sholat tepat waktu. Dan menurut saya, saya lebih memilih untuk meruqyah diri sendiri. Bagaimana menurut ustad. Masalah saya dan suami tidak begitu pelik hanya saja suami saya emosian ustad. Terima kasih..

    Waalaikumussalam.
    Ucapan seperti itu tidak perlu didengar, dan tidak semua masalah itu bisa diselesaikan dengan ruqyah. kalau bermasalah dengan suami, ya dibicarakan empat mata dari hati ke hati, bukannya diruqyah, kan tidak ada hubungannya.

  32. bang yos said:

    maaf ustadz kenapa yang nanya kok nama belakangnya said semuanya apa saudara semua apa rekayasa id comentnya, maaf ya

    Said itu bahasa inggris yang terjemahannya ‘berkata’.

  33. ayuni said:

    Assalamu’alaikum wr.wb ustad, akhir-akhir ini saya sering was-was, dan emosi saya menjadi tidak terkontrol. Apa semua itu karena gangguan jin atau yang lainnya.tolong penjelasannya. Terimakasih.wassalamu’alaikum wr.wb

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam. Mungkin anda butuh untuk melatih diri anda agar senantiasa bersabar dan menjaga amarah.
    Tidak bisa dikatakan itu adalah gangguan jin kalau anda merasa baik-baik saja.

  34. hangga said:

    Bismillah.
    ingin meluruskan komentar bang yos di atas. agar tidak terjadi fitnah dan kesalahpahaman.

    said itu dari bahasa inggris yang artinya berkata, dan itu merupakan bawaan dari website. artinya setiap website yang ada isi komentar dari pengunjung nya akan seperti itu jika pengunjung ingin memberi komentar. coba anda cek di website lain pada bagian komentar pengunjung.

  35. yuyun nailufar said:

    ass,pak ustad saya punya adik sejak kenal seorang wanita kerjanya hanya mencuri dan berzina dgn wanita itu,apakah dgn jalan ruqiyah dia bisa berubah?

    Hidayah itu hanya dari Allah, karenanya mintakan hidayah untuknya hanya kepada Allah, sambil selalu dinasehati. Wallahu a’lam, pelaku maksiat lagi fasik ini tidak perlu diruqyah dan biasanya tidak terpengaruh dengan bacaan Al-Qur`an.

  36. Aris sutanto said:

    Assalamu’alaiakum, Pak Ustad Paman saya saat ini sedang sakit dan sudah dibawa ke rumah sakit namun tidak terdeteksi penyakitnya. Kami menduga sakitnya tersebut akibat pesugihan/makhlus gaib. Apakah penyakit tersebut dapat diobati dengan ruqyah?

    Waalaikumussalam.
    Boleh dicoba, tidak ada masalah insya Allah.

  37. andi said:

    assalamualaikum, ustad. saya punya saudara perempuan yang terkena gangguan.. bagaimana caranya dia untuk merukyah sndiri ustad ?.. dia kalau dengar ayat rukyah gak kuat.. takutnya dia hilang kendali ustad kalau rukyah sendiri

    Waalaikumussalam.
    Kalau begitu anda yang ruqyah dia, tanpa perlu menunggu dia meminta.

  38. nunung said:

    asssalamulaikum…pak ustad sebaiknya pergi ke psikiater dulu apa ruqyah ya…biar hasilnya lebih maximal…saya sering tiba2 ngdrop seluruh tubuh sakit,mual, ketakutan, bingung…spt stress mohon solusinya…nuhun

    wa’alaikum salam warahmatullah.
    Ana sarankan di ruqyah dulu. (MT)

  39. tao said:

    assalamualaikum

    teman saya punya sodara (laki2). sodara tmn sy itu sudah kurang lebih hampir 2thn tidak mau keluar rumah/kamar sampai sekarang sebelum nya dia normal. klo keluar kamar/rumah kay yg ketakutan. temn sy minta saran ke sy . sy anjurkan supaya d rukyah secara syari..dia mengerti tapi tidak tau caranya..saya juga blm tau cara nya.sy bilang nanti saya coba cari caranya..

    1. bagaimanakah cara merukhyah sodara tmn sy td dr bacaan yg d cntohkan nabi manakah yg lebih baik untuk kasus ini
    2. bagaimana kalo sodara temen saya itu tidak mau/berontak ktka d ruqyah.apakah ada cara yg lebih halus misalkan mebacakan pada makanan atau minumanya

    mhn penjelasanya karena saya sudah anjurkan supaya kluarganya sndiri yg melakukan krna sy blm bisa dan bkn ahlinya. sy takut temn sy malah pergi ke dukun2 jazakallahu khoirn

    wa’alaikum salam warahmatullah.

    1. Diruqyah dengan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an atau doa-doa dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
    2. Jangan takut, karena itu hanyalah permainan syaithan.

    Ana anjurkan untuk diruqyah oleh seorang yang sudah berpengalaman meruqyah di tempat terdekat dan peruqyah itu adalah orang yang dikenal berpegang teguh dengan Sunnah. (MT)