Keutamaan Surah Yasin (Final)

November 4th 2011 by Abu Muawiah |

Keutamaan Surah Yasin (Final)

Berikut bagian akhir dari tulisan ini, beserta kesimpulan pembahasannya:

9. Hadits Ma’qil bin Yasar.

Dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :

[ 27 ]

اِقْرَؤُوْا عَلَى مَوْتَاكُمْ يس

“Bacakanlah Yasin terhadap orang yang akan meninggal dari kalian.”

Diriwayatkan oleh An-Nasa`i dalam As-Sunan Al-Kubro no. 10913 dan dalam ‘Amalul Yaum wal lailah no. 1082 dari jalan Ibnul Mubarak dari Sulaiman At-Taimy dari Abu ‘Utsman dari Ma’qil bin Yasar.

Dan diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 2/445, Ahmad 5/26,27, Abu Daud no. 3121, Ibnu Majah no. 1448, Ath-Thobarany 20/no. 510 dan Al-Baghawy dalam Syarhus Sunnah 5/295/1464 dari jalan Ibnul Mubarak dari Sulaiman bin At-Taimy dari Abu ‘Utsman -dan bukan An-Nahdy- dari ayahnya dari Ma’qil bin Yasar .

Dan diriwayatkan pula oleh Ahmad 5/26, An-Nasa`i dalam As-Sunan Al-Kubro no. 10914 dan dalam ‘Amalul Yaum wal lailah no. 1083, Ar-Ruyany dalam Musnadnya 2/323/1284 dan Ath-Thobarany 20/no. 511, 541 dari jalan Mu’tamir bin Sulaiman At-Taimy dari ayahnya dari seorang lelaki dari ayahnya dari  Ma’qil bin Yasar.

Dan diriwayatkan oleh Abu Daud Ath-Thoyalisy no. 931 dari jalan Ibnul Mubarak dari Sulaiman At-Taimy dari seorang lelaki dari ayahnya dari  Ma’qil bin Yasar.

Pembahasan 

Riwayat Abu ‘Utsman dari Ma’qil bin Yasar adalah munqati’ (terputus). Buktinya adalah bahwa pada riwayat yang lain, Abu ‘Utsman tidak meriwayatkan langsung dari Ma’qil bin Yasar tapi melalui perantaraan ayahnya. Periksa Jami’ut Tahsil Karya Al-‘Ala`iy.

Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam At-Talkhish Al-Habir 2/104 menyebutkan bahwa Ibnul Qaththon mencelanya dengan tiga perkara :

  1. Haditsnya mudhthorib (goncang)
  2. Haditsnya mauqu(tidak sampai penyandarannya kepada Nabi).
  3. Majhulnya (tidak dikenalnya) Abu ‘Utsman dan ayahnya.

Adapun kegoncangan dalam hadits tampak dari uraian sanad di atas.

Kadang Abu ‘Utsman meriwayatkan langsung dari Ma’qil, kadang dengan perantara ayahnya dan kadang disebut dari seorang lelaki dari ayahnya dari Ma’qil.

 

Adapun Mauquf terlihat dari apa yang disebutkan oleh Al-Hakim bahwa Yahya bin Sa’id Al-Qaththon dan lainnya meriwayatkan hadits di atas secara mauquf.

Adapun keadaan Abu ‘Utsman dan ayahnya, berkata Ibnul Qaththon Al-Fasi dalam Bayanul Wahmi wal Iham 5/49-50 : “Ia (hadits di atas) tidaklah shohih karena Abu ‘Utsman ini tidak dikenal dan tidak ada yang meriwayatkan darinya selain Sulaiman At-Taimy. Apabila ia (Abu ‘Utsman) tidak dikenal maka ayahnya lebih jauh lagi untuk bisa dikenal dan ia (Abu ‘Utsman) hanya meriwayatkan darinya (ayahnya,-pent.)”.

Secara umum hadits di atas lemah. Abu Bakar Ibnul ‘Araby menukil dari Ad-Daraquthny bahwa beliau berkata : “Ini adalah hadits lemah dari sisi sanadnya, lagi majhul matannya dan tidak satu haditspun yang shohih dalam bab (Keutamaan Yasin)”. Baca Al-Talkhish Al-Habir.

Dan dilemahkan oleh An-Nawawy dalam Tahdzibul Asma` wal Lughat 2/2/106.

 

10.  Hadits Ubay bin Ka’ab.

 

Diriwayatkan oleh Al-Qadho’iy dalam Musnad Asy-Syihab 2\130-131\1039 dari jalan Makhlad bin ‘Abdul Wahid dari ‘Ali bin Zaid bin Jud’an dan ‘Atho` bin Abi Maimunah dari Zirr bin Hubaisy dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :

[ 28 ]

إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا وَإِنَّ قَلْبَ الْقُرْآنِ يس وَمَنْ قَرَأَ يس وَهُوَ يُرِيْدُ بِهَا اللهَ عَزَّ وَجَلَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ وَأُعْطِيَ مِنَ الْأَجْرِ كَأَنَّمَا قَرَأَ الْقُرْآنَ اثْنَتَيْ عَشَرَ مَرْةً وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ قُرِئَ عِنْدَهُ إِذَا نَزَلَ بِهِ مَلَكُ الْمَوْتِ سُوْرَةُ يس نَزَلَ بِكُلِّ حَرْفٍ مِنْ سُوْرَةِ يس عَشْرَةُ أَمْلَاكٍ يَقُوْمُوْنَ بَيْنَ يَدَيْهِ صُفُوْفًا يُصَلُّوْنَ عَلَيْهِ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لَهُ وَيَشْهَدُوْنَ غَسْلَهُ وَيُشَيِّعُوْنَ جَنَازَتَهُ وَيُصَلُّوْنَ عَلَيْهِ وَيَشْهَدُوْنَ دَفْنَهُ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ قَرَأَ يس وَهُوَ فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ لَمْ يَقْبِضْ مَلَكُ الْمَوْتِ رُوْحَهُ حَتَّى يَجِيْئَهُ رِضْوَانُ خَازِنُ الْجَنَّةِ بِشُرْبَةٍ مِنْ شَرَابِ الْجَنَّةِ فَيَشْرَبَهَا وَهُوَ عَلَى فِرَاشِهِ فَيَقْبِضُ مَلَكُ الْمَوْتِ رُوْحَهُ وَهُوْ رَيَّانٌ فَيَمْكُثُ فِيْ قَبْرِهِ وَهُوَ رَيَّانٌ وَيُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَهُوَ رَيَّانٌ وَلَا يَحْتَاجُ إِلَى حَوْضٍ مِنْ حِيَاضِ الْأَنْبِيَاءِ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ وَهُوَ رَيَّانٌ

“Sesungguhnya segala sesuatu mempunyai jantung dan jantung Al-Qur’an adalah Yasin. Dan siapa yang membaca Yasin sedang ia mengharapkan dengannya Allah Azza wa Jalla maka Allah ampuni baginya dan diberi pahala seakan-akan membaca Al-Qur`an dua belas kali. Dan muslim mana saja dibacakan surah Yasin padanya ketika Malaikat Maut turun, maka turunlah bersama setiap huruf dari surah Yasin sepuluh malaikat berdiri didepannya bershof-shof, memberi shalawat untuknya (mendo’akannya,-pent), meminta ampun untuknya, menyaksikan pemandiannya, mengantar jenazahnya, mensholatinya dan menyaksikannya ditanam (baca : dikubur). Dan muslim mana saja yang membaca Yasin dan ia dalam keadaan sakaratul maut maka malaikat maut tidak akan mencabut ruhnya sampai Ridhwan penjaga Surga datang dengan membawa minuman dari minuman sorga lalu ia meminumnya sedang ia berada di atas pembaringannya. Lalu malaikat  maut akan mencabut ruhnya sedang ia dalam keadaan segar dan tinggal dikuburnya dalam keadaan segar dan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam keadaan segar dan tidak butuh kepada telaga dari telaga-telaga para Nabi sampai ia masuk sorga dalam keadaan segar.”

 

Pembahasan :

 

Tidaklah diragukan tentang palsunya hadits di atas. Yang tertuduh memalsukannya adalah Makhlad bin ‘Abdul Wahid dan ia memang dikenal memalsukan hadits-hadits seputar keutamaan surah-surah Al-Qur`an. Periksa biografinya dari Mizanul I’tidal.

 

11. Hadits Abu Darda` dan Abu Dzar.

 

Dikeluarkan oleh Ar-Ruyany, Abu Nu’aim dan Ad-Dailamy -sebagaimana dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah no 5219- dan Ibnu Abid Dunya sebagaimana dalam Kasyful Khafa` 2\527 dari Abu Darda` dan Abu Dzar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :

[ 29 ]

مَا مِنْ مَيِّتٍ يَمُوْتُ فَيُقْرَأُ عِنْدَهُ سُوْرَةُ يس إِلاَّ هَوَّنَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ

“Tidak seorangpun yang akan meninggal lalu dibacakan surah Yasin disisinya, melainkan Allah akan memudahkan/meringankan untuknya (sakaratul maut,-pent.).”

 

Pembahasan

 

Hadits di atas divonis oleh Syaikh Al-Albany sebagai hadits maudhu (palsu). Silahkan periksa Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah.

Al-Bardza’iy bertanya kepada Abu Zur’ah Ar-Razy tentang hadits ini maka beliau menjawab : “(Ini) hadits mungkar, lemparkanlah ia”, dan beliau tidak membacanya. Baca As`ilah Al-Bardza’iy 2\690-691 dan periksa juga Al-Takhish Al-Habir 2\104.

 

12. Hadits ‘Abdullah bin Samjaj

 

Diriwayatkan oleh Ad-Dailamy dalam Musnadul Firdaus 4/328/6493 –Firdausul Akhbar- dari ‘Abdullah binn Samjaj, beliau berkata : Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :

[ 30 ]

مَا مِنْ مَرِيْضٍ يُقْرَأُ عِنْدَهُ سُوْرَةُ يس إِلاَّ مَاتَ رَيَّانًا وَأُدْخِلَ قَبْرَهُ رَيَّانًا وًحُشِرَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَيَّانًا

“Orang sakit mana saja yang dibacakan surah Yasin disisinya kecuali ia mati dalam keadaan segar, dimasukkan kuburnya dalam keadaan segar dan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam keadaan segar.”

 

Kesimpulan Takhrij Hadist

 

Dari pembahasan di atas nampak jelas bahwa hadist-hadist yang berkaitan khusus dengan keutamaan surah yasin tidak satupun yang syah bahkan seluruh riwayat tersebut, hukumnya berkisar antara Dho’if (lemah), Dho’if jiddan (lemah sekali) dan maudhu (palsu) dan sama sekali tidak bisa saling mendukung dan menguatkan.

Dan telah berlalu pernyataan dari Al-Hafizh Al-Kabir Imam Ad-Daraquthny rahimahullah bahwa tidak ada satu haditspun yang shohih dalam bab keutamaan surah Yasin.

Incoming search terms:

  • keutamaan yassin
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, November 4th, 2011 at 11:46 pm and is filed under Ensiklopedia Hadits Lemah, Syubhat & Jawabannya. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

3 responses about “Keutamaan Surah Yasin (Final)”

  1. revizal said:

    saya bingung, yang boleh itu bagaimana, kalau membaca saja tanpa mengharapakan sesuatu itu mustahil. Jadi apa gunanya baca surat Yassin.
    Tolong katakan kegunaan yang sebenarnya.

  2. widia atmoko said:

    saya juga bingung, yang boleh itu bagaimana, kalau membaca saja tanpa mengharapakan sesuatu itu mustahil. Jadi apa gunanya baca surat Yassin.
    Tolong katakan kegunaan yang sebenarnya.

    Keutamaan membaca surah yasin sama seperti keutamaan surah lainnya, karena tidak ada satupun dalil shahih yang menyatakan bahwa surah yasin mempunyai istimewa yang tidak dimiliki oleh surah-surah lainnya. Karenanya surah yasin boleh dibaca kapan dan dimana saja, sama halnya ketika kita membaca surah-surah lainnya. Dan mengkhususkan membaca surah yasin pada waktu atau tempat atau moment tertentu adalah perbuatan yang bertentangan dengan sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam.

  3. wahyu adriyan said:

    Assalaamu’alaikum
    Di tanah Jawa dahulu setiap malam jum’at masyarakat masih melaksanakan budaya musyrik yaitu membakar kemenyan, membuat sesajen dsb. Oleh karena itu para Wali Allah mencoba merubah tradisi tsb dengan duduk membaca surah Yasin secara berjama’ah. Kenapa surah Yasin? Karena jumlah ayatnya yang tidak terlalu panjang / pendek (Selesai pas masuk waktu ‘Isya) dan juga bacaan per ayatnya tidak panjang (Seseorang yg baru belajar Al-Qur’an pun tidak mengalami kesulitan). Saya tidak pernah menganggap Yasin di malam Jum’at wajib. Tapi bermanfaat antara lain : Sebagai Majelis Qur’an, lbh bermanfaat drpd menonton televisi. Tapi sy sependapat soal kelemahan2 hadits fadhilah membaca Yasin.
    Wassalaamu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    Kalau memang tidak ada kewajiban atau sunnah membaca surah yasin, maka bukankah lebih baik jika dibaca surah-surah lain selain yasin secara berganti-gantian? Masih ada beberapa surah yang panjangnya sama seperti atau mendekati surah yasin yang juga bisa diselesaikan antara maghrib sampai isya. Atau kenapa baca satu surah jika mampu membaca beberapa surah pendek antara maghrib dan isya, terlebih ada surah al-ikhlas yang setara dengan 1/3 Al-Qur`an.