Keutamaan Surah Yasin (2)

November 2nd 2011 by Abu Muawiah |

Keutamaan Surah Yasin (2)

Berikut kelanjutan dari penyebutan hadits-hadits lemah seputar keutamaan surah Yasin:

5. Hadits Anas bin Malik

Ada enam jalan bagi hadits Anas bin Malik, pembahasannya sebagai berikut :

Jalan pertama : Dari Jalan Humaid bin ‘Abdurrahman Ar-Ru`asy dari Al Hasan bin Sholih dari Harun Abu Muhammad dari Muqatil dari Qotadah dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :

[ 18 ]

إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا, وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس. وَمَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ

“Sesungguhnya setiap sesuatu ada jantungnya dan jantung Al-Qur’an adalah Yasin dan siapa yang membaca Yasin maka Allah akan menuliskan atas bacaannya (seperti) membaca Al-Qur`an sepuluh kali.”

Dikeluarkan oleh At-Tirmidzy no. 2887, Ad-Darimy no. 3416, Al-Qadho’iy dalam Musnadusy-Syihab no. 1035 dan Al- Khathib Al-Bagdady dalam Tarikh-nya 4/167.

Pembahasan

Imam At-Tirmidzy setelah meriwayatkan hadits ini, beliau berkata : “(Hadits ini) adalah hadits gharib (asing)”. Dan hadits gharib adalah istilah Imam At-Tirmidzy bermakna hadits lemah. Dan Imam At-Tirmidzy menyebutkan juga bahwa Harun Abu Muhammad yang tertera di dalam sanad adalah seorang rawi yang majhul (tidak di kenal). Dan Imam Adz-Dzahaby dalam biografi Harun Abu Muhammad, mengangap Harun inilah yang Muttaham (tertuduh berdusta) dalam hadits ini. Periksa Mizanul I’tidal.

Adapun Muqatil yang tersebut di sanad, dalam sumber yang tertera di atas disebutkan bahwa ia adalah Muqatil bin Hayyan namun itu hanyalah kesalahan penyebutan sebagian dari rawi, yang benarnya adalah bahwa Muqatil dalam sanad di atas adalah Muqatil bin Sulaiman. Demikian menurut Imam Adz-Dzahaby berdasarkan riwayat Abul Fath Al-Azdy.

Dan Ibnu Abi Hatim bertanya kepada ayahnya Abu Hatim Ar-Razy -pakar ahli hadits dan ‘ilal di zamannya- tentang hadits di atas maka beliau menjawab : “Muqatil ini adalah Muqatil bin Sulaiman, saya melihat hadits ini di awal kitab yang dipalsukan oleh Muqatil bin Sulaiman dan ia adalah hadits BATIL TIDAK ADA ASALNYA”. Periksa Al-‘Ilal 2/55.

Ini adalah pernyataan tegas dari Abu Hatim yang merupakan sandaran dalam bidang ini. Karena itulah Syaikh Al-Albany menyimpulkan bahwa hadits dengan jalan di atas adalah hadits palsu. Simak Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah no : 169.

Jalan kedua : Dari jalan Muhammad bin Hafsh Al-Himshy dari Sa’id bin Musa Al-Azdy dari Ribah bin Zaid Ash-Shon’any dari Ma’mar dari Az-Zuhry dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata  Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :

[ 19 ]

مَنْ دَاوَمَ عَلَى قِرَاءَةِ يس كُلَّ لَيْلَةٍ ثُمَّ مَاتَ, مَاتَ كِلَاهُمَا

“Siapa yang terus menerus membaca Yasin setiap malam lalu ia meninggal maka ia mati bersamanya.”

Diriwayatkan oleh Ath-Thabarany dalam Mu’jamul Ausath 7/116/7018 dan dalam Mu’jamush-Shoghir 2/191 dan dari jalan Ath-Thabarany dikeluarkan oleh Al-Khathib Al-Baghdady dalam Tarikh-nya 3/244-215.

Pembahasan

Penyakit dalam riwayat ini adalah Sa’id bin Musa. Bagi siapa yang membaca biografi rawi tersebut dari Mizanul I’tidal maka ia akan mendapati bahwa ucapan para Imam Ahli Jarh dan Ta’dil sangat keras tentangnya sehingga Al-Haitsamy dalam Majma’ Az-Zawa`id 7/97 menyimpulkan bahwa Sa’id bin Musa ini adalah kadzdzab (pendusta). Dan demikian pula komentar Asy-Syaukany dalam Tuhfah Adz-Dzakirin hal. 313.

Maka bisa dipastikan bahwa hadits ini termasuk permainan tangan Sa’id bin Musa. Wallahu A’lam.

Dan jangan tertipu dengan sikap lunak dan bergampangan dari As-Suyuthi dalam Ad-Darrul Mantsur yang hanya menghukumi sanad sebagai sanad yang dha’if (lemah), padahal hakikat sanadnya adalah lebih parah dari itu sebagaimana telah diuraikan di atas.

Jalan ketiga : Dikeluarkan oleh Ibnu ‘Ady dalam Al-Kamil 5/193 dari jalan Al-‘Ala` bin Maslamah dari ‘Ali bin ‘Ashim dari Humaid dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :

[ 20 ]

مَنْ قَرَأَ يس كُلَّ لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ غُفِرَ لَهُ

“Siapa yang membaca Yasin setiap malam mengharap wajah Allah Azza wa Jalla maka diampuni baginya.”

 

Pembahasan

Hadits ini disebutkan oleh Ibnu ‘Ady dalam biografi ‘Ali bin ‘Ashim dan beliau mengkategorikannya sebagai hadits-hadits batil yang diriwayatkan oleh ‘Ali bin ‘Ahsim. Namun Adz-Dzahaby berpendapat lain, menurut beliau letak kesalahan harusnya dititik beratkan pada Al-‘Ala` bin Maslamah sebab ia adalah rawi yang muttaham (dituduh pendusta). Periksa Mizanul I’tidal dan Siyar A’lamin-Nubala` 9/260.

Jalan keempat : Disebutkan oleh Ad-Dailamy dalam Firdausul Akhbar  no. 188 dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersada :

[ 21 ]

إِنِّيْ فَرَضْتُ عَلَى أُمَّتِيْ قِرَاءَةَ يس كُلَّ لَيْلَةٍ. فَمَنْ دَامَ عَلَى قِرَاءَتِهَا كُلَّ لَيْلَةٍ ثُمَّ مَاتَ, مَاتَ شَهِيْدًا

“Sesungguhnya saya mewajibkan atas umatku untuk membaca Yasin setiap malam. Barang siapa yang terus menerus membacanya setiap malam kemudian ia meninggal, maka ia mati syahid.”

Pembahasan

Konteks hadits di atas kelihatan jelas, tidak lepas dari bau dan ciri hadits-hadits palsu. Walaupun dari sumber-sumber yang ada di perpustakaan kami, kami tidak bisa melihat dan memeriksa sanadnya namun bersendiriannya Ad-Dailamy dalam meriwayatkan hadits adalah cukup membuktikan untuk memberikan hukum bagi hadits di atas sebagai hadits yang tertolak.

Ada kaidah di kalangan para ulama bahwa hadits-hadits yang bersendirian dalam periwayatannya oleh :

  1. Al-‘Uqiaily dalam Adh-Dhu’afa`
  2. Ibnu ‘Ady dalam Al-Kamil
  3. Al-Khathib dalam Tarikh-nya dan selainnya
  4. Ibnu ‘Asakir dalam Tarikh-nya
  5. Al-Hakim  At-Tirmidzy dalam Nawadiril Ushul
  6. Al-Hakim dalam Tarikh Naisabur
  7. Ibnu An-Najjar dalam Tarikh-nya
  8. Ad-Dailamy dalam Musnad Al-Firdaus

Berarti hadits tersebut lemah.

Baca Muqaddimah Shohih Jami’ As-Shogir dan Kasyful Khafa`.

Karena itu kadang seorang ahli hadits menyebutkan : “Hadits ini diriwayatkan oleh Ad-Dailamy” misalnya dan tidak disebut hukumnya. Namun orang yang paham kaidah ahli hadits telah mengetahui bahwa penyebutan hanya diriwayatkan oleh Ad-Dailamy dan semisalnya adalah isyarat akan lemahnya hadits tersebut. Wallahu A’lam.

Jalan kelima : Dari jalan Muhammad bin ‘Abdu bin ‘Amir As-Samarqandy dari ‘Ishom bin Yusuf dari Syu’bah dari Humaid Ath-Thowil dari Anas bin Malik … lalu disebutkan lafazhnya sama dengan lafazh hadits Abu Bakar Ash-Shiddiq no. [ 1 ].

Dikeluarkan oleh Al-Khathib dalam Tarikh-nya 2/387 dan Ibnul Jauzy dalam Al-Maudhuat no. 482 (cet. Adhwa` As-Salaf).

Pembahasan

Al-Khathib menghukumi hadits ini sebagai hadits yang batil. Dan beliau juga menyebutkan bahwa Muhammad bin ‘Abdu bin ‘Amir As-Samarqandy mencuri matan hadits ini dan memalsukan dan mengarang sanad untuknya. Wallahu A’lam.

Jalan keenam : Disebutkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah no. 1246 bahwa Ats-Tsa’laby dalam tafsirnya ((3/161/2)) meriwayatkan dari jalan Muhammad bin Ahmad Ar-Riyahy, (beliau berkata :) menceritakan kepadaku Ayyub bin Mudrik dari Abu ‘Ubaidah dari Al-Hasan dari Anas bin Malik dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :

[ 22 ]

مَنْ دَخَلَ الْمَقَابِرَ فَقَرَأَ سُوْرَةَ يس خُفِّفَ عَنْهُمْ يَوْمَئِذٍ وَكَانَ لَهُ بِعَدَدِ مَنْ فِيْهَا مِنَ الْحَسَنَاتِ

“Siapa yang masuk ke pekuburan lalu membaca surah Yasin, akan diringankan bagi mereka (penghuni kubur,-pent.) seketika itu dan baginya (bagi si pembaca,-pent.) berupa kebaikan-kebaikan sejumlah orang-orang yang berada didalamnya (kubur,-pent.).”

Dan As-Suyuthy dalam Syarhush Shudur hal. 304 (Cet. Darul Mu`ayyid) menyebutkan bahwa hadits ini dikeluarkan juga oleh ‘Abdul ‘Aziz teman dari Al-Khallal namun beliau tidak menyebut sanadnya.

Pembahasan

Syaikh Al-Albany rahimahullah menghukumi hadits di atas sebagai hadits maudhu (palsu). Kemudian beliau sebutkan bahwa dalam sanadnya terdapat tiga cacat :

Satu : Abu ‘Ubaidah. Berkata Ibnu Ma’in tentangnya : Majhul (tidak dikenal).

Dua : Ayyub Bin Mudrik. Disepakati bahwa ia lemah dan matruk (ditinggalkan haditsnya) bahkan Ibnu Ma’in berkata : “Ia adalah Kadzdzab (seorang pendusta)”.

Tiga : Ahmad Ar-Riyahy. Berkata Al-Baihaqy : “Majhul (tidak dikenal)”. Sebagaimana dalam Lisanul I’tidal.

6. Hadits Ibnu ‘Abbas

Ada tiga riwayat dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Berikut ini rinciannya :

Riwayat pertama : Dari jalan Ibrahim bin Al-Hakam bin Aban dari ayahnya dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata : Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :

[ 23 ]

لَوَدِدْتُ أَنَّهَا فِي قَلْبِ كُلِّ إِنْسَانٍ مِنْ أُمَّتِيْ, يَعْنِيْ يس

“Saya sangat berharap ia berada di hati setiap insan dari umatku, yaitu Yasin.” Diriwayatkan oleh Al-Bazzar sebagaimana dalam Tafsir Ibnu Katsir.

Pembahasan

Ibrahim bin Al-Hakam matrukul hadits (ditinggalkan haditsnya), dan ia telah plin plan dalam meriwayatkan hadits ini, karena diriwayatkan oleh ‘Abdu bin Humaid no. 601 dan Ath-Thabarany 11/no 11616 dari jalan yang sama, namun konteks haditsnya bukan pada keutamaan surah Yasin melainkan keutamaan surah Al-Mulk. Wallahu A’lam.

Riwayat kedua : Dari jalan Syahr bin Hausyab beliau berkata : Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata :

[ 24 ]

مَنْ قَرَأَ يس حِيْنَ يُصْبِحُ أُعْطِيَ يُسْرَ يَوْمٍ حَتَّى يُمْسِيَ, وَمَنْ قَرَأَهَا فِي صَدْرِ لَيْلَةٍ أُعْطِيَ يُسْرَ لَيْلَةٍ حَتىَّ يُصْبِحَ

“Barang siapa yang membaca Yasin ketika pagi hari maka dia akan diberi kemudahan sehari sampai petang. Dan siapa yang membacanya di awal malam ia diberi kemudahan semalam sampai pagi.”

Diriwayatkan oleh Ad-Darimy 2\549\3419.

Pembahasan

Dalam sanad jalan di atas ada Syahr bin Hausyab yang dia itu dho’if (lemah), sementara itu konteks riwayatnya menunjukkan bahwa ia tidak mendengar hadits ini dari Ibnu ‘Abbas. Wallahu A’lam.

Riwayat ketiga : Dari jalan Nahsyal bin Sa’id dari Adh-Dhohhak bin Makhlad dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bahwa beliau bersabda :

[ 25 ]

مَنِ قَرَأَ يس وَالصَّفَّاتِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ ثُمَّ سَأَلَ اللهَ أَعْطَاهُ سُؤَالَهُ

“Siapa yang membaca Yasin dan Ash-Shoffat pada malam Jum’at kemudian ia meminta kepada Allah maka (Allah) akan memberikan permintaannya.”

Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Fadha`ilul Qur`an sebagaimana dalam Ad-Durr Al—Mantsur 5\508 (cet. Darul Kutub) dan Ad-Dailamy dalam Musanadul Firdaus 4\37\5605 –Firdaus Akhbar-.

Pembahasan

Nahsyal bin Sa’id Matrukul hadits (ditinggalkan haditsnya). Dan Adh-Dhohhak bin Makhlad tidak mendengar dari Ibnu ‘Abbas.

 

7.  Hadits Abdullah bin Mas’ud

Dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 4\130 dari jalan Abu Maryam dari ‘Amr bin Murrah dari Al-Harits bin Suwaid dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda : …… sama dengan konteks hadits no [ 9 ]

Pembahasan

Abu Nu’aim setelah meriwayatkan hadits di atas, beliau berkata : “Ini adalah hadits gharib (asing) dari hadits Al-Harits dan dari ‘Amr bin Murrah, tidak ada yang meriwayatkannya dari ‘Amr kecuali Abu Maryam dan dia adalah ‘Abdul Ghaffar bin Qasim, orang Kufah, dalam haditsnya ada liin (lembek/lemah).”

Setelah kami periksa pada Mizanul I’tidal ternyata ‘Abdul Ghaffar Matrukul hadits. Maka hadits di atas adalah hadits mungkar.

8.  Hadits ‘Abdullah bin ‘Umar

Disebutkan oleh Ad-Dailamy dalam Firdausul Akhbar 4/34/5597 dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma secara marfu’ :

[ 26 ]

مَنْ قَرَأَ طه وَيس كُلَّ شَهْرٍ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ فَطُوْبَى لِمَنْ مَاتَ وَهَاتَانِ السُّوْرَتَانِ فِي جَوْفِهِ. فَمَنْ قَرَأَ طه ويس, كَتَبَ اللهُ لَهُ بِكُلِّ آيَةٍ فِي الْقُرْآنِ عِبَادَةَ سَنَةٍ وَبَنَى لَهُ مَدِيْنَةً فِي الْجَنَّةِ

“Siapa yang membaca Thoha dan Yasin setiap bulan maka saya menjamin untuknya Sorga. Maka beruntunglah yang meninggal dan dua surah ini berada dalam dadanya. Siapa yang membaca Thoha dan Yasin maka Allah menulis untuknya bersama setiap ayat dari Al-Qur`an sebagai ibadah satu tahun dan membangun untuknya kota di Sorga.”

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Wednesday, November 2nd, 2011 at 11:44 pm and is filed under Ensiklopedia Hadits Lemah, Syubhat & Jawabannya. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.