Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah

March 3rd 2010 by Abu Muawiah |

17 Rabiul Awal

Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah

Abu Hurairah  berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
تَفْضُلُ صَلَاةُ الْجَمِيعِ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ وَحْدَهُ بِخَمْسٍ وَعِشْرِينَ جُزْءًا, وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ. ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ: فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ: إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
“Shalat berjama’ah lebih utama dibanding shalatnya salah seorang dari kalian dengan sendirian dengan dua puluh lima bagian. Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” Abu Hurairah kemudian berkata, “Jika mau silakan baca, “Sesungguhnya bacaan (shalat) fajar disaksikan (oleh para malaikat).” (QS. Al Israa: 78). (HR. Al-Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)
Dari Abu Hurairah  dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ
“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651)
Usman bin Affan  berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)
Jundab bin Abdillah Al-Qasri  berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

Penjelasan ringkas:
Shalat subuh merupakan shalat yang agung lagi disaksikan. Disaksikan oleh para malaikat yang bertugas di malam hari dan yang bertugas di siang hari, karena pada saat shalat subuh itulah mereka bergantian, malakait malam naik ke langit dan malaikat siang turun ke bumi. Barangsiapa yang mengerjakannya secara berjamaah -dengan syarat dia juga mengerjakan shalat isya secara berjamaah- maka sungguh seakan-akan dia telah shalat semalam suntuk. Dan orang yang mengerjakan shalat subuh maka dia berada dalam tanggungan, jaminan, dan penjagaan dari Allah. Dialah yang akan mengambilkan haknya dari orang lain yang telah melanggar haknya dengan kezhaliman.
Semua keutamaan di atas hanya pantas didapatkan oleh seorang mukmin sejati. Karenanya shalat yang paling berat atas orang munafik adalah shalat subuh ini, karena mereka tidak pantas untuk mendapatkan semua keutamaan di atas.

Incoming search terms:

  • keutamaan sholat subuh berjamaah
  • keutamaan shalat subuh
  • keutamaan sholat subuh
  • keutamaan shalat subuh berjamaah
  • sholat subuh berjamaah
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Wednesday, March 3rd, 2010 at 6:32 pm and is filed under Fadha`il Al-A'mal, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

13 responses about “Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah”

  1. apang said:

    Pergi ke masjid, sebiaiknya dengan tidak tergesa gesa. Yang jadi masalah kadang kalo subuh terganggu dengan buang air besar, yang susah di kendalikan.
    Dengan gangguan itu maka mending kita terlambat atau sibuk berlari, kalo nggak lari jamaah sudah salam, pikir saya hilang bonus 27 derajat
    Kejadian ini tidak sekali dua kali sajaa, mohon jawabannya. terima kasih Wass ww

    Justru pahala 27 derajat itu bisa berkurang karena dia melanggar anjuran Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk tidak tergesa-gesa. Kalaupun toh dia terlambat karena tidak tergesa-gesa, maka insya Allah pahala shalat berjamaah akan tetap dia dapatkan karena dia sudah berusaha untuk mengejarnya. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang masyhur dari Ibnu Abbas secara marfu’, “Barangsiapa yang bertekad mengerjakan kebaikan lalu tidak mengerjakannya (karena ada uzur) maka telah dituliskan baginya kebaikan penuh.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  2. dani said:

    kalo misalnya kita sholat di masjid yang belum kita datangi dan tempatnya jauh apakah itu boleh

    Boleh saja, masalahnya dari sisi mana?

  3. taufik wahyudi said:

    bagaimana bila sholat subuh berjamaah pada hari jum’at,,apa faedah nya dan keutamaan nya

    Sama secara umum dengan shalat subuh di hari lainnya. Hanya saja ada tambahan bahwa hari jumat itu adalah hari yang terbaik.

  4. firman said:

    thanks gan..

  5. ddykoki said:

    semua hari itu baik.

  6. mas soer said:

    ijin copy, syukron

    Tafadhdhal. (MT)

  7. tika said:

    kalo wanita.. subuhnya, dianjurkan k masjid?

    Lebih di anjurkan di rumah

  8. Pendekar PSHW Madiun said:

    Subhanallah…
    Wal hamdulillah…

    Tulisan yang sangat bermanfaat. Saat ini saya sedang mencoba untuk terus dan terus memperbanyak ibadah & belajar ilmu agama Islam tentunya.
    Sholat adalah amalan pertama yang akan dihisap pada yaumul akhir dan bukan saudara, kerabat maupun teman yang akan bisa menolong kita ketika amalan kita dihisap kelak. Akan tetapi, iman dan perbuatan amal shaleh kita.
    Semoga kita semua senantiasa termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa ta’ala di dalam Al Quran. Amin Ya Robb…

    Wassalamualaikum Wr. Wb.
    Fastabiqul Qoirot…

  9. Arif said:

    saya sedih kalau jamaah, soalnya kaki-kaki tidak rapat & lurus malah renggang & melenceng ga karuan,… terlebih klau yg pakai sajadah lebar,pasti dia lebih mementingkan sajadahnya daripada melihat kanan-kiri utk menutup celah shaf …

  10. achmad said:

    asslmlaikum….,
    apakah boleh kta solat subuh ttapi kta sdang punya hadas besar ,dan tdk smpat mandi wajib dkrnakan blum tdur smalam suntuk .apkah boleh bgitu?

    Kalau dia khawatir kesehatannya bisa terganggu karena mandi subuh setelah begadang, maka dia cukup tayammum lalu shalat subuh.

  11. nanang said:

    “Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.
    Masya Allah..Maha benar Allah.
    Berarti orang orang yang tidak shalat subuh dan isya berjemaah adalah orang orang Munafik ?!

    Kalau shalat Ashar : Yang tidak shalat ashar maka hapuslah / gugurlah seluruh amalannya sehari itu . Walaupun ia berpuasa, berkurban atau menyenangkan hati saudaranya..

    Mohon izin copy haditsnya, arabicnya.

  12. yarohim said:

    kalau dekat rumah saya dekat musolah setiap azan ngak ada yang datang lama2 jadi males juga apa boleh ke masjid lain tad…

    Boleh.

  13. Al_Ghazy said:

    bagaimana bila sholat subuh berjamaah pada hari jum’at dan sebelum raka’at pertama atau setengah bacaac surah dilakan sujud,kemudian berdiri lagi tanpa takbir dan melanjutkan bacaan dari sisa surah kemudian langsung melakukan rukuk dst nya. kalau makmum tdk mengikuti bagaimana ? Mhn penjelasan Trimakasih.

    Itu adalah sujud tilawah. Makmum tetap wajib mengikuti.