Keutamaan Shaf Pertama
March 1st 2010 by Abu Muawiah | Kirim via Email
15 Rabiul Awal
Keutamaan Shaf Pertama
Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- bahwasanya Rasulullah -shalallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda :
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
“Kalau seandainya manusia mengetahui besarnya pahala yang ada pada panggilan (azan) dan shaf pertama kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan undian maka pasti mereka akan mengundinya. Dan kalaulah mereka mengetahui besarnya pahala yang akan didapatkan karena bersegera menuju shalat maka mereka pasti akan berlomba-lomba (untuk menghadirinya). Dan kalaulah seandainya mereka mengetahui besarnya pahala yang akan didapatkan dengan mengerjakan shalat isya dan subuh, maka pasti mereka akan mendatanginya meskipun harus dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 437)
Dari Abu Said Al-Khudri bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat para sahabatnya terlambat, maka beliau bersabda kepada mereka:
تَقَدَّمُوا فَأْتَمُّوا بِي وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ لَا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ
“Kalian majulah ke depan dan bermakmumlah di belakangku, dan hendaklah orang yang datang setelah kalian bermakmum di belakang kalian. Terus-menerus suatu kaum itu membiasakan diri terlambat mendatangi shalat, hingga Allah juga mengundurkan mereka (masuk ke dalam surga).” (HR. Muslim no. 438)
Dari Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhu- dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا
“Sebaik-baik shaf kaum laki-laki adalah di depan, dan sejelek-jeleknya adalah paling belakang. Dan sebaik-baik shaf wanita adalah paling belakang, dan sejelek-jeleknya adalah yang paling depan.” (HR. Muslim no. 440)
Penjelasan ringkas:
Shalat di shaf pertama mempunyai keutamaan dan keistimewaan, dimana Nabi -alaihishshalatu wassalam- mengabarkan bahwa shaf yang terbaik bagi lelaki adalah yang paling depan sementara yang terjelek adalah shaf yang paling belakang. Karenanya beliau memperingatkan agar jangan sampai seseorang itu sengaja terlambat dan tidak mau berada di shaf terdepan, karena hal itu akan menjadi sebab Allah Ta’ala juga akan mengundurkan rahmat dan keutamaan-Nya kepada orang tersebut.
Sebagaimana yang tersebut dalam hadits Abu Hurairah di atas, hukum ini hanya berlaku bagi jamaah lelaki. Adapun bagi jamaah wanita, maka shaf yang terbaik bagi mereka adalah yang paling belakang. Karena tempat itu lebih terpisah dari laki-laki dan lebih kecil kemungkinan suara mereka terdengar oleh lelaki.
Incoming search terms:
- keutamaan shaf pertama
- keutamaan shaf depan
Related posts:
This entry was posted on Monday, March 1st, 2010 at 5:43 pm and is filed under Fadha`il Al-A'mal, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.








August 13th, 2010 at 2:42 am
ustadz barakallahufik,
tolong disertakan juga hadist tentang keutamaan shof pertama sebelah kanan imam, karena ana lupa
May 2nd, 2011 at 8:56 pm
Keutamaan Shaff-Shaff Sebelah Kanan
Imam Abu Dawud dan Ibnu Majah meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu anha, ia mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada shaff-shaff sebelah kanan.” (HR. Adu Dawud dan Ibnu Majah, hadits ini di hasankan oleh al Mundziri dan Ibnu Hajar)
Para sahabat radhiallahu anhum senang berada disebelah kanan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam ketika shalat di belakang beliau. Imam Abu Dawud meriwayatkan dari al-Barra’ radhiallahu anhu, ia mengatakan:
“Jika kami shalat di belakang Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, maka kami senang (jika) berada disebelah kanan beliau, lalu beliau menghadapkan wajahnya kepada kami.” (HR. Abu Dawud, di shahihkan oleh Syaikh al Albani)
Al ‘Allamah Muhammad Syamsul Haqq memberikan ta’liq (komentar) atas penuturan al Barra’ radhiallahu anhu,”Karena shaff bagian kanan lebih utama dank arena Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menghadapkan wajahnya kepada kami ketika salam pertama sebelum menghadap orang yang berada di sebelah kirinya.” (‘Aunul Ma’buud II/322-323)