Keutamaan Qiyamullail (Shalat Malam)

April 7th 2010 by Abu Muawiah |

22 Rabiul Akhir

Keutamaan Qiyamullail (Shalat Malam)

Allah Ta’ala berfirman:
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا
“Lambung-lambung mereka jauh dari pembaringan, karena mereka berdoa kepada Rabb mereka dalam keadaan takut dan berharap kepada-Nya.” (QS. As-Sajadah: 16)
Allah Ta’ala berfirman:
كَانُوا قَلِيلاً مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ. وَبِالأَسْحَارِهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohon ampunan di waktu sahur (menjelang fajar).” (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
“Seutama-utama puasa setelah ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)
Dari Abu Said Al Khudri dan Abu Hurairah radhiallahu anhuma mereka berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ اسْتَيْقَظَ مِنْ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ جَمِيعًا كُتِبَا مِنْ الذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ
“Barangsiapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian mereka berdua melaksanakan shalat dua rakaat secara bersama, maka mereka berdua akan digolongkan ke dalam lelaki-lelaki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah.” (HR. Abu Daud no. 1309, Ibnu Majah no. 1335, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Misykah: 1/390)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ. فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ
“Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan, dimana pada tiap ikatan tersebut dia meletakkan godaan, “Kamu mempunyai malam yang sangat panjang maka tidurlah dengan nyenyak.” Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan, jika dia berwudhu maka lepaslah tali yang lainnya, dan jika dia mendirikan shalat maka lepaslah seluruh tali ikatannya sehingga pada pagi harinya dia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tidak melakukan itu, maka pagi harinya jiwanya menjadi jelek dan menjadi malas beraktifitas”. (HR. Al-Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776)
Dari Jabir bin Abdillah dia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
“Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu dia memohon kebaikan kepada Allah ‘azza wajalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah akan memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim no. 757)

Penjelasan ringkas:
Di antara keutamaan qiyamullail berdasarkan dalil-dalil di atas adalah:
a.    Mendapatkan pujian yang banyak dalam Al-Qur’an.
b.    Hatinya akan terjaga dari kerusakan dan penyakit hati. Karena terlalu banyak tidur bisa menyebabkan rusaknya hati, karenanya dengan qiyamullail dia bisa mengurangi tidurnya.
c.    Dia merupakan shalat sunnah yang paling utama.
d.    Orang yang mengerjakannya secara berkesinambungan akan digolongkan ke dalam golongan orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah.
e.    Dia akan lepas dari gangguan setan di malam harinya.
f.    Qiyamullail merupakan sebab baiknya jiwa, lapangnya dada, dan semangatnya anggota tubuh.
g.    Orang yang mengerjakannya berkesempatan mendapatkan 1/3 malam terakhir yang merupakan waktu dimana doa akan dikabulkan. Dan sebaik-baik doa saat itu adalah permohonan ampun akan semua dosa-dosa, sebagaimana yang diisyaratkan dalam surah Adz-Dzariyat di atas.

Incoming search terms:

  • qiyamul lail
  • keutamaan qiyamul lail
  • keutamaan shalat malam
  • keutamaan qiyamullail
  • QIYAMULLAIL
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Wednesday, April 7th, 2010 at 12:04 pm and is filed under Fadha`il Al-A'mal, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

17 responses about “Keutamaan Qiyamullail (Shalat Malam)”

  1. hasan said:

    Assalamu alaikum warohmatullohi wabarakatuh

    Ustadz, saya sering sholat witir tapi sangat jarang sholat tahajjud.
    Manakah yang lebih afdal, sholat tahajjud atau sholat witir?.
    Tolong penjelasan dan nasehatnya, ustadz.

    Jazakallahu khairan

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Shalat tahajjud adalah semua shalat lail yang dikerjakan setelah tidur. Karenanya jika shalat witir dikerjakan setelah tidur maka itu sudah merupakan shalat tahajjud.

  2. muslih said:

    Assalamualaikum.wr.wb…ustad saya mw tanya.. bolehkah kita sholat tahadjud sbelum tidur???

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Boleh, tapi kalau sebelum tidur bukan tahajjud namanya tapi namanya shalat lail. Shalat lail dengan tahajjud sama saja hanya berbeda dari sisi penamaan.

  3. abdul malik said:

    assalamu alaikum wr. wb.
    pa ustadz. klu kita solat tahajud trus witir..
    kita harus tidur terlebih dahulukan sebelum datang waktu solat subuh???

    trus bagaimana cara membaca alqur’an agar lancar soalnya saya masih terbata bata
    >.<

    Waalaikumussalam
    Shalat tahajjud itu adalah shalat lail yang dikerjakan setelah tidur. Akan tetapi jika dia shalat lain sebelum tidur maka itu juga boleh.

  4. Keutamaan Shalat Tahajjud | aswacollection said:

    […] http://al-atsariyyah.com/keutamaan-qiyamul.html This entry was posted in ARTIKEL ISLAMI. Bookmark the permalink. SukaBe the first to like […]

  5. gusti Maya said:

    Bismillah… pa, sepertiga malam yang akhir itu jam brp sih pa? Kalau zaman dl g ada TV atau hiburan, jadi kalau ba’da isya’ mungkin dah dianggap malam banget. Sedangkan sekarang jam 23.00 ada aja yang nganggap belum terlalu larut. Jadi 1/3 malam yang akhir itu jam brp ya?

    Kalau misalnya maghrib jam 6, trus subuh jam 5, berarti malam ada 11 jam. Tinggal dibagi 3 saja.

  6. Socha said:

    Assalamualaikum

    ustadz saya mau tanya,.. kalau sebelum tidur saya melakukan sholat witir,karena takut tidak terbangun untuk tahajud,..
    apakah ketika saya sholat tahajud tidak sholat witir lagi atau ditutup dengan witir lagi?

    terima kasih
    mohon di kirim ke email saya

    Waalaikumussalam
    Ia tidak perlu witir lagi

  7. Keutamaan Shalat Tahajjud « Raymier Kreasi said:

    […] http://al-atsariyyah.com/keutamaan-qiyamul.html Source: […]

  8. Mansur Yatin, S.Pd.I said:

    Asslamu’alaikum. Ustadz saya ingin bertanya salat witir adalah salat penutup. bagaimana jika sesudah witir salat sunat lagi? apakah mesti witir lagi atau tidak usah salat sunat lagi. mohon jawabannya

    Waalaikumussalam.
    Keyakinan bahwa shalat witir itu adalah penutup adalah kurang tepat, karenanya masih boleh ada shalat sunnah setelah witir.
    Jika dia shalat sunnah lagi, maka tidak perlu witir, karena tidak ada 2 kali witir dalam satu malam.

  9. Rin said:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    pak ustadz sy mw mnnyakan..apakah shalat tahajud msh bs dikerjakan / d anggap sholat tahajud ,jk waktu pngerjaannya setengah jam sblm msuk waktu sholat subuh..trm ksh atas jwbannya

    Waalaikumussalam.
    Ya masih, selama belum adzan subuh.

  10. laela said:

    Assalamualaikum….!!!!!
    ustad adakah alternatif lain bagi orang yg tidak pernah sama sekali mengerjakan shalat tahajud….agar bsa bangun malam…..minimal bangun saja selanjutnya menjadikan kebiasaan?
    terimakasih atas perhatiannya…

    Waalaikumussalam.
    Shalat lain bisa dikerjakan sebelum tidur. Jadi kalau sekedar mau terbiasa shalat lail, maka dia shalat lail saja sebelum tidur.

  11. issac said:

    Assalamualaikum.
    Kalau saya simpulkan dari respon2 di atas, bilamana kita sholat lail sebelum tidur kemudian melaksanakan sholat tahajud ketika terbangun pada malam yang sama dibolehkan ya Ustadz?
    Mohon penjelasannya. Terima kasih.
    Wassalamualaikum.

    Waalaikumussalam.
    Ya, dibolehkan.

  12. Abu utsman said:

    ustadz, mau tanya gmn tips agar bisa bangun malam, karna saya termasuk orng yang susah bangun malam

    Justru kami juga juga butuh tips agar bisa rutin.

  13. Fikri said:

    ustadz…sholat tahajud itu pernah hampir diwajibkan oleh Rasulullah andaikan itu tdak m’beratkan ummatnya,,shg jelas tahajud keutamaannya hampir mnyamai sholat wajib,
    sholat fajar pahalanya lbih baik dari dunia dan isinya,”rak’atal fajri khairumminaddunya wama fiha”…..stiap sholat sunah sptinya mmiliki keutamaan msing2, trus bagaimana Ustadz m’jelaskan akan keutamaan sholat wajib 5 wktu shg akan m’indikasikan bgitu dahsyatnya sholat fardhu dbanding shlat sunnah???mksh ustadz..jazakallah

    Mudah. Kita katakan, kalau shalat sunnah saja seperti itu besar pahalanya, maka bagaimana lagi dengan shalat wajib. Yang jelas keutamaan shalat wajib jauh lebih utama dibandingkan pahala semua shalat sunnah.

  14. irfan said:

    assalamu’alaikum.
    Terkadang, saya selalu tidak pernah melakukan shalat malam, namun, seandainya ada sesuatu yang ingin ku lakukan esoknya (minta hajat) , barulah saya shalat malam.
    Apakah yang demikian itu di anggap untuk mencari keridhoan?
    Walau melakukan dengan hati yang ikhlas dan khusuk?…….

    wa’alaikum salam warahmatullah wa barakaatuh.
    Iya, jika dilakukan dengan ikhlas. (MT)

  15. yusuf kaysan said:

    kiat shalat malam :
    1. jangan tidur terlalu malam, usahakn maksimal jam 10 malam sudh tidur biar kita bangunnya gampang
    2. niatkan sebelum tidur untuk shalat malam
    3. setel alarm jam weker ato hp kita di sepertiga malam akhir
    4. bangun n bacalah doa bangun tidur
    5. jangan lupa minum segelas air putih biar sehat :)
    6. ambilah air wudhu…biar tambah sueger
    7. insya Allah, shalat malam akan smakin kita cintai…dan tdk ingin kita lewatkan begitu saja

  16. iskandar said:

    assalamu’alaykum

    mau bertanya ustadz

    1. bolehkah kita shalat tahajud kurang dari 11 rakaat?

    2. adakah dalil shalat tahajud secara berjamaah?

    3. Qiyamullail kan berbeda dgn tahajud jadi berapa jumlah rakaat shalat Qiyamullail ?

    Waalaikumussalam.
    1. Boleh.
    2. Kalau di dalam ramadhan, maka dalilnya adl shalat tarawih. Jika di luar ramadhan, maka bukan menjadi kebiasaan Nabi shallallahu alaihi wasallam berjamaah dlm shalat lail/tahajud.
    3. Sama, tahajud itu adl shalat lail yg dikerjakan setelah tidur. Hukum2nya sama, demikian halnya jumlah rakaatnya.

  17. imam said:

    assalamu’alaykum,

    Ustadz, kalo suami sholat tahajjud di 1/3 mlm terakhir scr berjamaah dengan istri gmn ustadz ? bgmn hukumnya ? istri selama ini hampir tidak pernah sholat berjamaah dengan suami, krn si suami mmg sholat berjamaah di masjid. Maka dari itu istri meminta sholat berjamaah di sholat sunnah seperti dhuha ato tahajjud. gmn itu ustadz ?

    jazaakallahu khoiron

    Waalaikumussalam.
    Kalau kadang-kadang, insya Allah tidak mengapa. Tidak boleh dijadikan sebagai kebiasaan. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak biasa shalat lail berjamaah dengan istri-istri beliau.