Keutamaan puasa rajab

October 3rd 2008 by Abu Muawiah |

Hadits-Hadits Lemah Seputar Puasa Rajab

Di awal kitabnya yang berjudul Izhharul ‘Ajab fii Bida’i Syahri Rojab hal. 7-28, ‘Uqail bin Zaid Al-Muqthiry -hafizhohullah- menyebutkan 29 hadits mengenai keutamaan bulan Rajab, 20 hadits di antaranya berkenaan dengan keutamaan berpuasa di bulan Rajab. Akan tetapi semua hadits-hadits tersebut beliau hukumi sebagai hadits yang lemah -tidak ada satupun yang shohih-, bahkan tidak sedikit di antaranya yang merupakan hadits palsu. Berikut kami akan nukilkan sebagian di antaranya:
1.    Dari Abu Sa’id Al-Khudry -radhiallahu Ta’ala ‘anhu- secara marfu’, “…Barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab karena keimanan dan mengharap pahala, maka wajib (baginya mendapatkan) keridhoan Allah yang terbesar”.
Ibnul Jauzy –rahimahullah- berkata dalam Al-Maudhu’at (2/206), “Ini adalah hadits palsu atas Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam-”.
Dan hadits ini juga dinyatakan palsu oleh As-Suyuthy dalam Al-La`alil Mashnu’ah2 (2/114), Ibnu Hajar dalam Tabyinul ‘Ajab, dan Ibnu Qoyyim dalam Al-Manar hal. 95.

2.    Dari Anas -radhiallahu Ta’ala ‘anhu- secara marfu’, “Barangsiapa yang berpuasa 3 hari di bulan Rajab, Allah akan menuliskan baginya (pahala) puasa sebulan. Barangsiapa yang berpuasa 7 hari di bulan Rajab, Allah akan menutup baginya 7 pintu neraka. Barangsiapa yang berpuasa 8 hari di bulan Rajab, Allah akan membukan baginya 8 pintu surga. Barangsiapa yang berpuasa setengah bulan dari bulan Rajab, Allah akan menetapkan baginya keridhoan-Nya, dan barangsiapa yang Allah tetapkan untuknya keridhoan-Nya maka Dia tidak akan menyiksanya. Dan barangsiapa yang berpuasa Rajab sebulan penuh, maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah”.
Ibnul Jauzy –rahimahullah- berkata, “Ini adalah hadits yang tidak shohih”, dan beliau menyebutkan bahwa di dalam sanadnya ada rowi yang bernama Aban –dan dia adalah rowi yang ditinggalkan haditsnya (arab: Matruk)- dan ‘Amr ibnul Azhar –sedang dia adalah seorang pembuat hadits palsu-.
Semisal dengannya dinyatakan oleh As-Suyuthy dalam Al-La`alil (2/115).

3.    Dari ‘Ali –radhiallahu Ta’ala ‘anhu- secara marfu’, “Barangsiapa yang berpuasa satu hari darinya –yakni dari bulan Rajab- maka Allah akan menuliskan baginya (pahala) berpuasa 1000 tahun”.
Ibnul Jauzy –rahimahullah- berkata, “Ini adalah hadits yang tidak shohih”. Di dalam sanadnya ada rowi yang bernama Ishaq bin Ibrahim Al-Khotly, seseorang yang diangap pemalsu hadits. Oleh karena itulah hadits ini dinyatakan palsu oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dan Imam As-Suyuthy.

4.    Dari Abu Dzar –radhiallahu Ta’ala ‘anhu- secara marfu’, “Barangsiapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab, maka (nilai puasanya) setara dengan puasa sebulan …”.
Di dalam sanadnya terdapat Al-Furot ibnus Sa‘ib, Ibnu Ma’in berkata tentangnya, “Tidak ada apa-apanya (arab: Laisa bisyay‘in)”, Al-Bukhary dan Ad-Daruquthny berkata, “Ditinggalkan haditsnya (arab: Matruk)”. Dan hadits ini dihukumi palsu oleh As-Suyuthy –rahimahullah- dalam Al-La`alil (2/115).

5.    Dari Al-Husain bin ‘Ali radhiallahu Ta’ala ‘anhu secara marfu’, “Barangsiapa yang menghidupkan satu malam dari Rajab (dengan ibadah) dan berpuasa satu hari (darinya), maka Allah akan memberi dia makan dari buah-buahan surga dan Allah akan memakaikan dia sutra dari surga …”.
Ibnul Jauzy –rahimahullah- berkata, “Ini adalah hadits palsu, yang tertuduh memalsukannya adalah Hushoin”. Imam Ad-Daruquthny berkomentar tentang orang ini, “Dia sering membuat hadits (palsu)”.

6.    Dari Anas –radhiallahu Ta’ala ‘anhu- secara marfu’, “Barangsiapa yang berpuasa pada hari Kamis, Jum’at, Sabtu di setiap bulan haram3, maka akan dituliskan baginya ibadah 700 tahun”.
Al-Hafizh Ibnu Hajar –rahimahullah- berkata, “Kami meriwayatkannya dalam Fawa`id Tammam Ar-Rozy dan di dalam sanadnya terdapat rowi-rowi yang lemah dan yang tidak dikenal”.

7.    Dari Anas –radhiallahu Ta’ala ‘anhu-, secara marfu’, “Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah sungai yang bernama Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu. Barangsiapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab maka Allah akan memberi minum kepadanya dari sungai tersebut”.
Hadits ini dari jalan Manshur bin Zaid dari Muhammad ibnul Mughirah, Adz-Dzahaby berkata tentang Manshur, “Tidak dikenal dan haditsnya4 batil”. Dan Ibnul Jauzy berkata –setelah membawakan hadits ini dalam Al-‘Ilalul Mutanahiyah (2/555)-, “Hadits ini tidak shohih, di dalamnya ada rowi-rowi yang majhul, kami tidak mengetahui siapa mereka”.

8.    Dari Abu Hurairah –radhiallahu Ta’ala ‘anhu- beliau berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam tidak pernah berpuasa setelah Ramadhan kecuali pada bulan Rajab dan Sya’ban”.
Berkata Al-Hafizh, “Ini adalah hadits yang mungkar dikarenakan Yusuf bin ‘Athiyyah, dia adalah (rowi) yang sangat lemah”.

9.    Dari Anas –radhiallahu Ta’ala ‘anhu- secara marfu’, “Aku diutus sebagai nabi pada tanggal 27 Rajab, barangsiapa yang berpuasa pada hari itu maka hal itu merupakan kaffarah (penghapus dosa) selama 60 bulan”.
Al-Hafizh –rahimahullah- berkata, “Kami meriwayatkannya dalam Juz min Fawa`id Hannad An-Nasafy dengan sanad yang mungkar”.
Dan dalam hadits ‘Ali secara marfu’, “ … Barangsiapa yang berpuasa pada hari itu dan berdo’a ketika dia berbuka maka hal itu merupakan kaffarah selamah 10 tahun”.
Al-Hafizh berkomentar tentangnya, “Kami meriwayatkannya dalam Fawa`id Abil Hasan bin Shokhr dengan sanad yang batil”.

Incoming search terms:

  • PUASA RAJAB
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, October 3rd, 2008 at 9:19 pm and is filed under Ensiklopedia Hadits Lemah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

10 responses about “Keutamaan puasa rajab”

  1. ludy said:

    Imam Muslim meriwayatkan dalam shahih-nya[1]:

    حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صَوْمِ رَجَبٍ وَنَحْنُ يَوْمَئِذٍ فِي رَجَبٍ فَقَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُا
    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ .
    “Telah menceritakan pada kami Abubakar bin Abi Syaibah, telah menceritakan pada kami AbduLLAAH bin Numairih, telah menceritakan pada kami Ibnu Numair, telah menceritakan pada kami ayah kami, telah menceritakan pada kami Utsman bin Hakim Al-Anshari berkata: Aku bertanya pada Sa’id bin Jubair tentang puasa Rajab dan kami saat itu sedang berada di bulan Rajab, maka ia menjawab: Aku mendengar Ibnu Abbas -semoga ALLAAH meridhoi mereka berdua- berkata: Adalah Nabi -semoga shalawaat dan salaam senantiasa tercurah pada diri beliau- berpuasa (di bulan Rajab) sampai kami berkata nampaknya beliau akan mempuasai (bulan Rajab) seluruhnya, lalu beliau tidak berpuasa sampai kami berkata: Nampaknya beliau tidak akan mempuasai (bulan Rajab) seluruhnya

    Hadits ini dijadikan dalil oleh para ulama akan bolehnya berpuasa di bulan rajab. Adapun kalau dikatakan sunnah secara mutlak atau diyakini ada keutamaan khusus berpuasa di dalamnya maka ini yang tidak bisa diterima. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam juga pernah tidak berpuasa di dalamnya dan semua hadits tentang keutamaan berpuasa di dalamnya adalah lemah.
    Artinya, tidak ada larangan berpuasa di bulan rajab, sebagaimana tidak dilarang berpuasa pada bulan-bulan lainnya. Hanya saja tidak boleh meyakini ada keutamaan khusus padanya, kecuali keutamaan puasa secara umum.

  2. toha said:

    assalamualaikum, semoga amal ustad diterima dan dosa ustad diampuni…..amin

  3. INFO JADWAL PUASA 2011 | Situs Resmi PERMALUT said:

    [...] untuk mengetahui hukum puasa pada bulan rajab silakan kunjungi situs berikut ini : http://al-atsariyyah.com/keutamaan-puasa-rajab.html [...]

  4. INFO JADWAL PUASA 2011 | Situs Pribadi ISBAT USMAN " e_book Online " said:

    [...] untuk mengetahui hukum puasa pada bulan rajab silakan kunjungi situs berikut ini : http://al-atsariyyah.com/keutamaan-puasa-rajab.html [...]

  5. INFO JADWAL PUASA 2011 « Explore Wawasan said:

    [...] untuk mengetahui hukum puasa pada bulan rajab silakan kunjungi situs berikut ini : http://al-atsariyyah.com/keutamaan-puasa-rajab.html [...]

  6. Hadits-Hadits Lemah Seputar Puasa Rajab « catatanmms said:

    [...] http://al-atsariyyah.com/keutamaan-puasa-rajab.html [...]

  7. Mustofa Askar said:

    Puasa bulan rajab adalah bagus buat mereka yang punya utang puasa ramadhan sebelumnya.
    adapun masalah keutamaan khusus untuk bulan rajab memang tidak ada perintahnya. Buat mereka yang kurang pemahaman agama, akan menyepelekan masalah utang puasa mereka, maka dengan adanya bulan rajab mereka meng upayakan puasa artinya ada kebaikan buat mereka ini. karena melarang mereka puasa dibulan rajab pun tidak ada perintah laranganya. oleh karena itu buat mereka ini silahkan lah puasa bulan rajab.

  8. abdurrazaq said:

    jazakallahu khairan ustadz

  9. rahmat said:

    Assalamualaikum..Islam sungguh Mulia Allah menjadikan kt berbeda,namun tetap dlm satu aqdidah bg yg berpendpt hadist Puasa d bln Rajab lemah mgkn beliau pnya Guru,nmn sy ykn Allah akan memberikan yg terbaik bg Umatnya jk slalu dkt dngNYa,puasa rajab jg mrpkn latihan menghadapi bln Ramadhan,intinya d bln apapun kt berpuasa tujuan Puasa adlh mlwn hawa nafsu,insya Allah Allah akan meridhoi setiap lngkah hargailah setiap perbedaan.

    Waalaikumussalam.
    Butuh diluruskan bahwa artikel di atas tidak melarang berpuasa rajab, bahkan kami sudah katakan bahwa puasa rajab juga mempunyai keutamaan sebagaimana puasa di bulan lainnya. Tapi kalau dikatakan dia punya keutamaan khusus yang tidak dimiliki oleh puasa di bulan lainnya, maka ini yang kami tolak. Karena semua hadits tentang itu adalah lemah.

  10. Makmun bin Mahmud said:

    Bismillaah..
    Silahkan berpuasa di bulan rajab sebatas puasa yg jelas dalil perintahnya seperti; Puasa Senin-Kamis, Puasa Daud, Puasa 3 hari setiap bulan, dll.
    Wallahu a’lam..