Keutamaan Muazzin

February 17th 2010 by Abu Muawiah |

03 Rabiul Awwal

Keutamaan Muazzin

Dari Muawiah bin Abi Sufyan -radhiallahu anhu- dia berkata: Saya mendengar Rasulullah -shalallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda:
الْمُؤَذِّنُونَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Orang-orang yang azan (muazzin) adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat.” (HR. Muslim no. 387)
Yakni tatkala manusia sudah berdesak-desakan dan ketika keringat-keringat manusia sudah membanjiri mereka, bahkan ada yang keringatnya setinggi mulutnya. Maka muazzin selamat dari semua itu karena lehernya yang panjang. (Syarh Muslim: 4/333 karya An-Nawawi)
Abu Said Al-Khudri -radhiallahu anhu- pernah berkata kepada Abdullah bin Abdirrahman bin Abi Sha’sha’ah Al-Anshari:
إِنِّي أَرَاكَ تُحِبُّ الْغَنَمَ وَالْبَادِيَةَ فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ أَوْ بَادِيَتِكَ فَأَذَّنْتَ بِالصَّلَاةِ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاءِ فَإِنَّهُ لَا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ وَلَا شَيْءٌ إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Saya perhatikan kamu sangat menyukai kambing dan kampung. Karenanya jika kamu sedang bersama kambingmu atau sedang berada di kampungmu lalu kamu mengumandangkan azan untuk melaksanakan shalat, maka tinggikanlah suaramu ketika azan. Karena sesungguhnya tidaklah suara muazzin itu didengarkan oleh jin, manusia, dan yang lainnya melainkan semuanya akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat. Kemudian Abu Said berkata, “Saya mendengarkan (hadits) ini dari Rasulullah shalallahu alaihi wa alihi wasallam.” (HR. Al-Bukhari no. 87)
Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- bahwasanya Rasulullah -shalallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda :
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
“Kalau seandainya manusia mengetahui besarnya pahala yang ada pada panggilan (azan) dan shaf pertama kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan undian maka pasti mereka akan mengundinya. Dan kalaulah mereka mengetahui besarnya pahala yang akan didapatkan karena bersegera menuju shalat maka mereka pasti akan berlomba-lomba (untuk menghadirinya). Dan kalaulah seandainya mereka mengetahui besarnya pahala yang akan didapatkan dengan mengerjakan shalat isya dan subuh, maka  pasti mereka akan mendatanginya meskipun harus dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 437)

Penjelasan ringkas:
Di antara keutamaan azan lainnya adalah:
1.    Allah Ta’ala berfirman, “Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, “Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri.” (QS. Fushshilat: 33)
2.    Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- bahwasanya Rasulullah -shalallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda:
إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ حَتَّى إِذَا قَضَى التَّثْوِيبَ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ اذْكُرْ كَذَا اذْكُرْ كَذَا لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى
“Apabila azan dikumandangkan maka setan akan lari sambil kentut hingga dia tidak mendengarkan azan lagi. Ketika azan sudah selesai maka dia kembali lagi. Ketika qomat dikumandangkan untuk shalat dia kembali pergi, ketika qamat sudah selesai dia kembali lagi hingga dia bisa mengganggu hati orang yang shalat. Dia mengatakan, “Ingatlah ini, ingatlah itu,” yang mana hal tersebut tidak teringat olehnya sebelum shalat. Sehingga akhirnya seseorang tidak menyadari lagi sudah berapa raka’atkah shalatnya.” (HR. Al-Bukhari no. 608 dan Muslim no. 389)
3.    Dari Al-Barra’ bin ‘Azib -radhiallahu anhu- bahwasanya Nabi -shalallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصَّفِّ الْمُقَدَّمِ وَالْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ بِمَدِّ صَوْتِهِ وَيُصَدِّقُهُ مَنْ سَمِعَهُ مِنْ رَطْبٍ وَيَابِسٍ وَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ صَلَّى مَعَهُ
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya akan bershalawat untuk orang-orang yang berada di shaf yang terdepan. Muazzin akan diampuni dosanya sepanjang suaranya, dan dia akan dibenarkan oleh segala sesuatu yang mendengarkannya, baik benda basah maupun benda kering, dan dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang shalat bersamanya”. (HR. An-Nasai no. 646, Ahmad: 4/284, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib: 1/99)
4.    Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- dia berkata: Rasulullah -shalallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda:
الْإِمَامُ ضَامِنٌ وَالْمُؤَذِّنُ مُؤْتَمَنٌ اللَّهُمَّ أَرْشِدْ الْأَئِمَّةَ وَاغْفِرْ لِلْمُؤَذِّنِينَ
“Seorang imam adalah penjamin (pelaksanaan shalat) dan muazzin adalah orang yang diberikan kepercayaan untuk menjaganya. Ya Allah tunjukilah para imam dan berilah ampunan untuk para muazzin.” (HR. Abu Daud no. 517, At-Tirmizi no. 191, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib : 1/100)
5.    Dari Ibnu ‘Umar -radhiallahu anhu- bahwasanya Rasulullah -shalallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda :
مَنْ أَذَّنَ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَكُتِبَ لَهُ بِتَأْذِينِهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ سِتُّونَ حَسَنَةً وَلِكُلِّ إِقَامَةٍ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً
“Barangsiapa mengumandangkan adzan selama dua belas tahun, maka wajib baginya surga, Dan dengan adzannya, dalam setiap harinya akan dituliskan enam puluh kebaikan, dan tiga puluh kebaikan untuk setiap iqamah yang ia lakukan.” (HR. Ibnu Majah no. 723 dan dinyatakan shahih oleh Albani dalam Silsilah Hadits Shahih no.  42 dan Shahih Ibnu Majah: 1/226)

Incoming search terms:

  • muazzin
  • Keutamaan adzan
  • keutamaan muadzin
  • pahala muadzin
  • keutamaan azan
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Wednesday, February 17th, 2010 at 4:43 pm and is filed under Fadha`il Al-A'mal, Hadits, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

9 responses about “Keutamaan Muazzin”

  1. abu salman said:

    Masya Allah… maka bagaimanakah jika kita ingin mendapatkan keutamaan ini dengan mengumandangkan dzan akan tetapi di masjid yang biasa kita shalat padanya sudah ada muadzdzin yang tetap? Jazakumullah khairan

    Kalau begitu itu bukan rezeki kita, setiap orang Allah telah tetapkan takdirnya masing-masing, termasuk dalam hal ibadahnya kepada Allah.

  2. Abu 'Abdulloh said:

    Subhanalloh, betapa besar ganjaran bagi muadzin, yang menyerukan kepada umat agar sholat berjamaah.

  3. Roni said:

    Assalamu’alaikum. Disuatu masjid ingin menugaskan muadzin secara bergiliran. misalnya si A adzan subuh, si b adzan dzuhur, si c adzan ashar dan begitu seterusnya. padahal di zaman nabi muadzin cuma 2 orang. apa hukumnya suatu masjid memiliki lebih dari 2 muadzin. dan apakah boleh menugaskan muadzin secara bergilir?

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Insya Allah tidak ada masalah seperti itu, selama mereka semua memenuhi syarat untuk menjadi muazzin, wallahu a’lam.

  4. abu salman said:

    ustadz yang saya hormati, beberapa pertanyaan dari ana :
    1. bolehkah dalam suatu waktu shalat, seorang yang beradzan dia yang beriqamah dan dia pula yang menjadi imam berjama’ah?
    2. jika seandainya kita melakukan sunnah adzan memalingkan kepala ke kanan dan kekiri pada hayya’alashshalah dan hayya’alal falah menyebabkan suara sedikit kurang terdengar karena mikrofon dipasang statis, manakah yang lebih utama tetap menghadap mikrofon dengan suara stabil atau tetap memutar kepala dengan suara yg agak berkurang volumenya disebabkan saat memutar ke kanan dan ke kiri mulut kita tidak menghadap langsung ke mikrofon?
    3. adakah syariat ini menerangkan adanya keutamaan atau pahala khusus bagi orang yang tinggal di masjid seperti menjadi marbot misalnya, atau keutamaan secara umum saja yang mereka dapatkan?
    4. afwan ana belum mendapati hukum adzan tanpa berwudlu atau mungkin ana terlewat dari membacanya, bolehkah ustadz menerangkannya di sini, jazakallahu khairan

    1. Tidak ada masalah insya Allah, selama imam ratibnya tidak ada atau berhalangan.
    2. Karenanya diusahakan microfonnya bisa dipegang dengan satu tangan. Tapi kalau tetap tidak bisa, maka begitu juga nggak masalah, yakni tetap dia berpaling ke kanan dan ke kiri walaupun mic berada di depannya. Wallahu a’lam
    3. Wallahu a’lam ana belum pernah mendengar dalil khusus tentangnya. Adapun dalil umum, maka ada beberapa dalil yang menunjukkan keutamaannya.
    4. Adapun masalah hukum mengumandangkan azan tanpa thaharah, maka hal itu diperbolehkan walaupun lebih utama baginya jika dia bersuci terlebih dahulu. Ada beberapa dalil yang menunjukkan wajibnya azan dalam keadaan suci, akan tetapi semua adalah hadits yang lemah. Insya Allah akan kami bahas secara tersendiri, yassarallah.

  5. JUMRONI said:

    Bismillah,Assalamu’alaikum wr.wb Ustadz…mohon di jelaskan manakah yang lebih Rojih ketika adzan shubuh melafadzkan “Asholatu Khairum Minanaum”atau tidak,jika adzan yang digunakan hanya satu kali.jazakalloh khairan katsiro

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Lafazh tatswib (ashshalatu khairum minannaum) hanya dibaca pada azan pertama dan tidak dibaca pada azan kedua, sementara azan sekali yang biasa dikumandangkan sekarang merupakan azan kedua menurut syariat. Karenanya tidak disyariatkan membaca tatswib jika azan subuh hanya sekali. Wallahu a’lam

  6. Keutamaan Muazzin | RUANG BELAJAR ABU RAMIZA said:

    [...] Roni said: March 2nd, 2010 at 12:09 pm [...]

  7. ezan said:

    assalamualaikum…..
    pertanyaan saya:

    1. azan 2 bagaimana?? adakah perlu panjang d akhir ayat atau boleh pendek saja??

    2. kalo x berpaling (sunnah) boleh kah????

    3. muazzin perlu jwp azan???

    Waalaikumussalam.
    1. Apa maksudnya azan 2?
    2. Memalingkan kepala saat kedua ucapan ‘hayya ala …’ adalah sunnah. Tidak sepantasnya ditinggalkan tapi jika ditinggalkan azannya tetap syah.
    3. Muazzin tidak perlu jawab azan, karena haditsnya ditujukan bagi yang mendengar suara muazzin.

  8. izad said:

    assalamualaikum..saya nak bertanya mengenai azan..
    1) berapa lamakah tempoh yang dibenarkan dalam
    melaungkan azan sekiranya muazzin terlewat
    sehingga 10-15 min setelah masuknya waktu
    solat?
    2) apakah hukumnya?

    Waalaikumussalam.
    Muadzdzin mengumandangkan adzan ketika waktu sudah masuk. Jika memang ada udzur sehingga muadzdzin terlambat adzan maka insya Allah tidak ada masalah. Misalnya di sebuah masjid diadakan taklim/kajian sehingga adzannya diundur, maka ini tidak ada masalah insya Allah.

    harap dapat memberikan jawapan,terima kasih…

  9. herlan yanuardi said:

    assalamualaikum

    saya mau nanya

    1.jika seseorang mendengar adzan lalu dia kentut termasuk orang yang bagaimana? baik atau kafir

    2.jika seseorang lupa rakaat apakah dia karena kurang iman sehingga dapat dipengaruhi atau tidak

    tolong beri jawabannya

    Waalaikumussalam.
    1. Tidak ada masalah, tidak berdosa sama sekali.
    2. Dia melengkapi rakaatnya kemudia sujud sahwi, tidak ada masalah.