Keutamaan Mengucapkan Salam

January 12th 2010 by Abu Muawiah |

26 Muharram

Keutamaan Mengucapkan Salam

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah-rumah yang bukan rumah kalian sebelum kalian meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” (QS. An-Nur: 27)

Allah Ta’ala berfirman:

تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُبَارَكَةً

“Salam yang ditetapkan dari sisi Allah yang berberkah.” (QS. An-Nur: 61)

Dari Abdullah bin Amr -radhiallahu anhu- dia berkata: Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Islam apakah yang paling baik?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:

تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

“Kamu memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal”. (HR. Al-Bukhari no. 11, 27 dan Muslim no. 39)

Dari Al-Barra` bin Azib -radhiallahu ‘anhu- dia berkata:

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ أَمَرَنَا بِعِيَادَةِ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعِ الْجِنَازَةِ وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ وَإِجَابَةِ الدَّاعِي وَإِفْشَاءِ السَّلَامِ وَنَصْرِ الْمَظْلُومِ وَإِبْرَارِ الْمُقْسِمِ وَنَهَانَا عَنْ خَوَاتِيمِ الذَّهَبِ وَعَنْ الشُّرْبِ فِي الْفِضَّةِ أَوْ قَالَ آنِيَةِ الْفِضَّةِ وَعَنْ الْمَيَاثِرِ وَالْقَسِّيِّ وَعَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ وَالْإِسْتَبْرَقِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami dengan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara: (1)Beliau memerintahkan untuk menjenguk orang sakit, (2)mengiringi jenazah, (3)mendoakan orang yang bersin, (4)memenuhi undangan, (5) menyebarkan salam, (6)menolong orang yang terzhalimi, serta (7)melaksanakan sumpah. Dan beliau melarang kami (1)memakai cincin dari emas, (2)minum dari bejana yang terbuat dari perak, (3)mayasir, (4)qassiy, (5)harir, (6)dibaj, dan (7)istabraq (semua jenis pakaian yang terbuat dari sutera atau campuran sutera).” (HR. Al-Bukhari no. 2265,5204,5414,5754,5766 dan Muslim no. 2066)

Dari Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhu- dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi. Maukan kalian aku tunjukkan atas sesuatu yang mana apabila kalian mengerjakannya niscaya kalian akan saling menyayangi. Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Penjelasan ringkas:

Ucapan salam termasuk dari salah satu syiar Islam yang paling nampak, Allah menjadikannya sebagai ucapan selamat di antara kaum muslimin  dan Dia menjadikannya sebagai salah satu dari hak-hak seorang muslim dari saudaranya. Rasul-Nya -alaihishshalatu wassalam- juga telah memerintahkan untuk menyebarkan syiar ini dan beliau mengabarkan bahwa menyebarkan salam termasuk dari sebab-sebab tersebarnya rasa cinta dan kasih sayang di tengah-tengah kaum muslimin, yang mana tersebarya cinta dan kasih sayang di antara mereka merupakan salah satu sebab untuk masuk ke dalam surga.

Ucapan salam termasuk ucapan yang berberkah, dan di antara keberkahannya adalah jika dia didengar maka hati orang yang mendengarnya akan dengan ikhlas segera menjawab dan mendatangi orang yang mengucapkannya. (Al-Fath: 11/18) Karenanya tidak sepantasnya seorang muslim membatasi ucapan salam hanya untuk sebagian orang (yakni yang dia kenal) dan tidak kepada yang lainnya (yang dia tidak kenal). Bahkan di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah dia mengucapkan salam kepada orang yang tidak dia kenal sebagaimana kepada orang yang dia kenal.

Para ulama menyatakan bahwa hukum memulai mengucapkan salam kepada orang lain adalah sunnah sementara menjawabnya adalah fardhu kifayah. Maksudnya jika dia berada dalam sekelompok orang lantas ada seseorang atau lebih yang mengucapkan salam kepada mereka lalu sebagian di antara kelompok orang itu ada yang menjawab maka sudah gugur kewajiban dari yang lainnya. Adapun jika dia sendirian maka tentunya diwajibkan atas dirinya untuk menjawabnya.

Karenanya, di antara musibah di zaman ini adalah digantinya ucapan salam ini dengan ucapan yang diimpor dari negeri kafir semacam ‘selamat pagi’ dan semacamnya, padahal ucapan salam ini adalah sebuah ucapan tahiyah (penghormatan) dari sisi Allah yang berberkah lagi baik. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Al-Fath (11/14), “Para ulama sepakat bahwa barangsiapa yang mengucapkan salam maka tidak syah menjawabnya kecuali juga dengan ucapan salam, dan tidak syah (yakni tidak menggugurkan kewajibannya, pent.) menjawabnya dengan ‘selamat pagi’ atau ‘kebahagiaan untukmu di waktu pagi’ dan semacamnya.”

Incoming search terms:

  • keutamaan salam
  • mengucapkan salam
  • keutamaan mengucapkan salam
  • hukum mengucapkan salam
  • keutamaan salam dalam islam
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, January 12th, 2010 at 12:15 pm and is filed under Akhlak dan Adab, Fadha`il Al-A'mal, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

12 responses about “Keutamaan Mengucapkan Salam”

  1. Bekam, Fatwa Kesehatan & Thibbunnabawiy said:

    Bismillah,
    Ustadz Abu Muawiah, mohon penjelasan hukum ucapan “salaamun ‘alaikum..”
    apa ada atsarnya?

    Jazaakallaahu khairan.

    Ini termasuk lafazh salam yang disyariatkan, berdasarkan ucapan para malaikat dalam surah Ar-Ra’d ayat 24, “Salamun ‘alaikum bima shabartum”(keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.”
    Dan juga dalam surah Az-Zumar ayat 73, “Salamun alaikun (keselamatan atas kalian). Berbahagialah kalian! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.”

  2. Problema Muslim said:

    Bismillah,

    Ustadz Abu Muawiah, semoga Allah selalu merahmati antum, bagaimana dengan orang yg mengucapkan salam melalui media sms, email, pesan di facebook, dengan kata “ASS” atau “Ass.wr.wb”, apakah ada larangan dan terjatuh dosa atasnya ?

    Karena terkadang, dari beberapa ikhwan, selalu membesar2kan masalah ini kpd orang awam yg mungkin belum memahami agama yg paling dasar. Min fadlik ya ustadz, mohon penjelasannya.

    Jazaakallaahu khairan. wa barakallaahu fiikum

    Pertama tentu saja kita katakan, tidak sepantasnya seorang muslim menyingkat salam, karena dia adalah doa yang berberkah yang keberkahannya juga kembali kepada dirinya sendiri dan kepada saudaranya.
    Kedua, hendaknya seorang muslim lemah lembut kepada orang awam yang jangankan mereka mau mengerjakan sesuatu yang hukumnya sunnah, yang wajib saja kadang mereka lalaikan. Jangan menyikapi orang lain berdasarkan ilmu yang kita miliki tapi sikapilah orang lain berdasarkan ilmu yang mereka punyai. Orang yang tidak tahu tidaklah sama dengan orang yang tahu.
    Ketiga, telah kami sebutkan di atas bahwa hukum mengucapkan adalah sunnah dan bukan wajib. Maka bagaimana bisa seorang itu berdosa hanya karena meringkas salam, sementara meninggalkan salam saja tidak berdosa. Wallahul musta’an.

  3. abu ja'far said:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuhu,
    ustadz yang kami hormati, bagaimana hukum menjawab salam seorang ahlul bid’ah, apakah tetap wajib atau boleh tidak menjawabnya? Baarakallahu fiyk.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Sebelumnya butuh dipastikan dahulu apakah dia ahlul bid’ah atau bukan, karena tidak semua orang yang berbuat bid’ah langsung dikatakan sebagai ahlul bid’ah.
    Jika dia sudah jelas ahlul bid’ah maka butuh dipertimbangkan maslahat dan mafsadat antara menjawab atau tidak. Karena bagaimanapun juga dia masih seorang muslim yang kita WAJIB untuk menjawab salamnya. Dan kewajiban itu hanya gugur jika ada maslahat yang lebih besar darinya. Wallahu a’lam

  4. abu khalid said:

    Assalamu’alaikum warahmatullah

    ustadz,kalo kita ingin menulis satu artikel ato mengirim email pada teman2, ahsan didahulukan dengan ucapan salam atau kalimat ‘bismillah’ terlebih dahulu? bisa ustadz berikan dalilnya? karena kami lagi bingung yang mana harus diucapkan terlebih dahulu dan lebih mengikuti sunnah…jazaakumullohu khairan.

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Tidak ada masalah mana yang didahulukan. Hanya saja mungkin lebih baik jika dia mendahulukan basmalah karena dia merupakan pembukan setiap amalan termasuk di dalamnya menulis surat. Dan ini juga yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam surat-surat beliau yang beliau kirim ke raja-raja non muslim pada zaman beliau.

  5. aliyah said:

    salamun ‘alaikum..
    ustadz, mau bertanya..apa hukumnya orang yg mengucapakan salam ukhuwah? bid’ah kah itu? syukron…

    Waalaikumussalam.
    Apa maksudnya salam ukhuwah?

  6. abdurahman said:

    nambahi pertanyaan aliyah ,
    mungkin maksudnya, salam ukhuwah : biasanya diucapkan oleh para aktifis lembaga dakwah baik dalam pembicaraan mereka ataupun di sms maupun surat. Cth : dalam penulisan sms:

    ” assalamualaikum
    salam ukhuwah
    [masuk ke pembicaraan inti] ”

    Bagaimana hukumnya yang seperti ini ???

    Wallahu a’lam. Tapi mengucapkan salam yang syar’i seperti assalamu alaikum atau yang lebih lengkap dari itu, itu sudah mencukupi.

  7. adilah zahrullaili said:

    assalamualaikum ustaz..
    ada salah jika memberi salam kepada orang bukan islam? dan apa hukum nye jika kita memberi salam selain dari ‘assalamualaikum’ cont. (selamat hari deepavali, selamat hari jadi) kepada orang bukan islam??

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh mengucapkan salam kepada non muslim dengan semua bentuk salam. Baik ucapan salam yang syar’i seperti ‘assalamu alaikum’, apalagi jika ucapan salamnya tidak syar’i seperti contoh di atas.

  8. Antara Salam dan Surga « Tazkiyah Hati, Tarbiyah Diri said:

    [...] Untuk lebih lengkap, baca ini juga : Keutamaan Mengucapkan Salam. [...]

  9. Hamba Allah said:

    Asslamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
    Salam Sillaturahmi Ustadz adahal yang ingin saya tanyakan prihal salam terkadang dalam sms banyak mengucapkan salam dengan kata “MIKUM” saja kmudian apkah sya wajib mnjawabnya atau mengiraukannya ?

    Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarokatuh
    Tidak perlu dijawab dan dihiraukan saja, karena itu bukan salam.

  10. Jan said:

    Ustadz, bagaimana, hukum membalas salam dalam bentuk tulisan seperti surat, email, chating dsb entah untuk seseorang ato beberapa orang yang dituju?

    Hukumnya tetap wajib, berdasarkan keumuman dalil.

  11. ina said:

    kalau saya boleh memberi saran, tulisan arabnya mohon diperbesar. terimakasih.. :)

  12. Rozak said:

    Assalamu’alikum

    Pak ustad gimana menjawab Salam Dari orang Syah ….
    Boleh gak….?

    Waalaikumussalam.
    Kalau orang syiahnya masih kelas teri (bukan syiah yang sampai jenjang kekafiran), maka tetap wajib menjawab salamnya karena dia masih muslim. Kecuali jika ada maslahat yang mengharuskan kita tidak menjawabnya.