Kapan Wanita Boleh Safar Tanpa Mahram?

November 22nd 2011 by Abu Muawiah |

Kapan Wanita Boleh Safar Tanpa Mahram?

Hukum asal bagi seorang wanita adalah tidak boleh bersafar atau tinggal di suatu tempat yang jaraknya jarak safar, kecuali harus bersama mahramnya. Dan mahram yang dimaksud di sini adalah lelaki dewasa yang tidak boleh dinikahi selama-lamanya. Hanya saja, sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama, bahwa tidak ada satu hukum atau kaidahpun kecuali pasti ada pengecualian padanya. Dan masalah ini di antaranya.

Nah, tahukah anda, kapan saja seorang wanita boleh melakukan safar tanpa mahram? Berikut kami bawakan ucapan Asy-Syaikh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin rahimahullah. Beliau berkata:

“Semua safar walaupun jaraknya dekat, maka seorang wanita wajib ditemani oleh mahramnya. Kecuali pada empat keadaan:
Pertama: Jika mahramnya meninggal di tengah perjalanan, sementara dia telah jauh meninggalkan tempat asalnya.

Kedua: Jika wanita itu wajib berhijrah.

Ketiga: Jika dia berzina sehingga dia dihukum dengan pengasingan (pengusiran), sementara dia tidak mempunyai mahram.

Keempat: Jika hakim mengharuskan untuk mendatangkan dia setelah tuduhan dijatuhkan kepadanya, sementara dia tidak berada di situ ketika itu.”

[Diterjemahkan dari Al-Muntaqa Min Fara`id Al-Fawa`id hal. 44-45]

Sekedar sebagai tambahan penjelasan:
Keadaan kedua dimana ketika dia wajib berhijrah adalah semisal ada wanita yang masuk Islam di negeri kafir, dan terpenuhi padanya kemampuan untuk berhijrah sehingga dia wajib berhijrah dari negeri kafir menuju negeri Islam. Hanya saja ketika itu dia tidak mempunyai mahram. Maka dia tetap diwajibkan berhijrah walaupun tanpa disertai mahram.

Keadaan ketiga maksudnya jika wanita itu belum menikah. Karena jika dia telah menikah maka hukum had baginya adalah rajam dan bukan pengasingan.

Incoming search terms:

  • hadits kebolehan wanita safar tanpa mahram
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, November 22nd, 2011 at 3:14 pm and is filed under Muslimah, Tahukah Anda?. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

11 responses about “Kapan Wanita Boleh Safar Tanpa Mahram?”

  1. Ikhwan Tenggarong said:

    ‘afwan, ustadz, ana mau tanya, mengenai jarak safar itu sendiri, apakah ada jarak yg telah tertentu menurut syari’at ataukah hanya menurut kebiasaan?

    Silakan baca di sini: http://al-atsariyyah.com/hukum-shalat-qashar-bagi-musafir.html

  2. cave said:

    ustadz bagaimana dengan wanita yang berhaji wajib, tanpa disertai mahram? karena ada yang berpendapat khusus untuk haji wajib boleh safar tanpa mahram, seperti di artikel ini
    http://ustadzaris.com/haji-wajib-boleh-tanpa-mahram

    Pendapat itu jelas keliru dan bertentangan jelas dengan hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma bahwa dia mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
    لا تُسَافِر المَرأَةُ إِلا مَعَ ذِي مَحرَمٍ، وَلا يَدخُلُ عَلَيهَا رَجُلٌ إِلا وَمَعَهَا مَحرَمٌ. فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أُرِيدُ أَن أَخرُجَ في جَيشِ كَذَا وَكَذَا، وَامرَأَتِي تُرِيدُ الحَجَّ؟ فَقَالَ: اخرُج مَعَهَا
    “Janganlah wanita melakukan safar kecuali dengan mahramnya dan tidak boleh seorang lelakipun yang masuk menemuinya kecuali ada mahram bersamanya.” Maka ada seorang lelaki yang bertanya, “Wahai Rasulullah, saya akan keluar bersama pasukan perang ini sementara istri saya ingin menunaikan haji?” beliau menjawab, “Temanilah istrimu.” (HR. Al-Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 1341)
    Maka di sini Nabi shallallahu alaihi wasallam sampai menggugurkan kewajiban jihad dari sahabat ini dan menyuruhnya untuk menemani istrinya.

  3. ummu yahya said:

    bismillah.
    ana mau tanya,bgm jka seorang istri ingin kembali pulang ke rumah orangtuanya,krn tidak sanggup bersuamikan seorang yg berperangai sangat buruk,pemarah,suka sekali mencaci maki,menghina istrinya dg kata2 rendah dan kotor.bahkan suka memukuli anakny yg msh sgt kecil.suaminya org yg sgt cepat sekali marah bahkan dg sebab sepele sekalipun.klo sdh marah seperti org ‘kesetanan’.jd demi kebaikan istri dan pendidikan anak,sang istri ingin kembali pulang ke rumah orangtuanya yg jaraknya sgt jauh.sedangkan suaminya tidak mau mengantar.bgm hukum safar sang istri dalam kasus ini?
    jazaakumullaahu khairan atas jwbnny

    Dia bisa usahakan untuk minta dijemput oleh mahramnya. apakah oleh ayahnya atau saudara lelakinya.

  4. Fattah said:

    assalamu’alaikum..
    ustad,bolehkah seorang istri keluar rumah untuk belanja sayuran dan yg lainnya,tanpa ditemani tetapi dia sudah minta izin..
    jazakallah khair..

    Waalaikumussalam.
    Boleh, selama tidak terjadi ikhtilat seperti di pasar.

  5. Wanita boleh safar tanpa mahrom lo, Kapan? « almisykats said:

    […] -sumber- Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this post. […]

  6. ummu rania said:

    Assalamu’alaikum Ustad,
    Suami saya kerja di kota bandung, dimana setiap akhir pekan pulang ke rumah, sedangkan saya & anak2 tinggal di jakarta.
    Bagaimana kami menyikapi hal ini? Sedangkan mau tidak mau saya yg harus antar jemput sendiri anak2 serta urusan lain yg mengharuskan saya hrs meninggalkan rumah spt belanja, ke bengkel, bank, dll.
    Bagaimana pandangan secara syar’i-nya? Jazakallah ustad atas perhatiannya
    Wassalam

    Waalaikumussalam.
    Tidak mengapa wanita keluar dari rumahnya selama itu bukan jarak safar. Dan dia di sini, jika hanya putar-putar jabodetabek, maka itu bukanlah safar. Tentunya tetap dengan izin suaminya dan jauh dari fitnah dan bahaya.

  7. ummu zea said:

    assalamualaikum
    Ustad jika seorang wnita bekerja di kantor dan ada pelatihan2 khusus bwt dia di luar kota sampe 1 minggu dan ini wajib di hadiri atas perintah atasan nya,
    1 bgai mana hukum safar bgi wanita tersebut??
    2 umur berapa anak laki2 bisa di jadikan mahram?

    Waalaikumussalam.
    1. Tetap harus bersama mahram.
    2. Ketika anak laki-laki tersebut sudah balig.

  8. ummu abdillah said:

    bismillah.
    ustadz, apkah perjalanan di jabodetabek (misal: bogor-jkt, jkt-tangerang) termasuk dalam safar?
    krn sebag warga menganggap biasa bepergian dalam jabodetabek.
    jazakallahu khaira

    Setahu kami (di bekasi), memang jarak sebegitu belum dianggap safar oleh orang-orang jabodetabek. Karenanya, itu bukan termasuk safar. Wallahu a’lam.

  9. Ummu Abdillah said:

    bismillah.
    ‘afwan ustadz krn ana krg teliti, ana baru baca jawaban ustadz pd komentar #6.

    barakallahu fikum wa ‘ilmikum.
    hayyakumullah.

  10. abu hafshoh said:

    bismillah,
    dalam perjalanan safar naik kapal, manakah yang rojih sholat jama’ kosor atau sholat kosor saja?
    jazakallah

    Boleh keduanya, yang mana yang paling mudah.

  11. Salamah said:

    Bismillahirrahmaanirrahiim. Ustadz, bgmn jk mendapat kabar bhwa org tua atau kakek/nenek meninggal smentara plg k kampung sy adalah safar. Apakah sy hrs mnunggu mahram mnjmput? Bgmn jk mrka tdk mau dg bralasan sibuk mengurus kprluan utk jenazah?

    Ya, tetap menunggu mahram sampai di jemput.