Kaifiat Mandi Junub

March 17th 2009 by Abu Muawiah |

Kaifiat Mandi Junub

Para ulama menyebutkan bahwa kaifiat mandi junub ada 2 cara:
1. Cara yang sempurna, yaitu mengerjakan semua rukun, wajib dan sunnah dalam mandi junub.
2. Cara yang mujzi’ (yang mencukupi), yaitu hanya melakukan yang merupakan rukun dalam mandi junub.
(Lihat Al-Mughni: 1/287, Al-Majmu': 2/209 dan Al-Muhalla: 2/28)
Kaifiat mandi yang mujzi':
1. Niat.
2. Mencuci  dari kotoran yang menimpa atau najis –kalau ada-.
3. Menyiram kepala sampai ke dasar rambut dan seluruh anggota badan dengan air.
Ada beberapa dalil yang menunjukkan cara ini, diantaranya:
1. Firman Allah Ta’ala, “Dan kalau kalian junub maka bersucilah.” (QS. Al-Maidah: 6)
Imam Ibnu Hazm berkata dalam Al-Muhalla (2/28), “Bagaimanapun caranya dia bersuci (mandi) maka dia telah menunaikan kewajiban yang Allah wajibkan padanya.”
2. Ummu Salamah pernah bertanya kepada Rasulullah -shalllallahu alaihi wasallam-, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya adalah wanita yang mempunyai gulungan rambut yang tebal, apakah saya harus membukanya saat mandi junub?” beliau menjawab, “Tidak perlu, yang wajib atas kamu hanyalah menuangkan air di atas kepalamu sebanyak tiga kali tuangan kemudian kamu menuangkan air ke seluruh tubuhmu. Maka dengan itu kamu telah suci.” (HR. Muslim no. 742 dan selainnya)
3. Hadits Imran bin Hushain yang panjang dalam Ash-Shahihain, dia berkata, “Dan yang terakhir adalah diberikannya satu bejana air kepada yang orang yang terkena janabah lalu beliau (Nabi) bersabda: Pergilah dan tuangkan air itu ke seluruh tubuhmu.” (Lihat Asy-Syarh Al-Mumti': 1/424).
Kami katakan: Bagi mereka yang kekurangan air atau yang tidak punya banyak waktu untuk mandi -karena harus segera shalat atau selainnya-, maka hendaknya mereka cukup mengerjakan kaifiat ini karena ini adalah ukuran minimal syahnya mandi.

Kaifiat mandi sempurna:
Sifat mandi yang sempurna ada dua cara, disebutkan dalam hadits Aisyah dan Maimunah yang keduanya diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim. Berikut penyebutannya:
A. Cara mandi junub yang pertama:
Aisyah berkata, “Sesungguhnya kebiasaan Nabi -shallallahu alaihi wasallam- kalau beliau mandi junub adalah: Beliau mulai dengan mencuci kedua (telapak) tangannya, kemudian beliau berwudhu (sempurna) seperti wudhu beliau kalau mau shalat. Kemudian beliau mengambil air lalu memasukkan jari-jemarinya ke dasar-dasar rambutnya, sampai tatkala beliau merasa air sudah membasahi semua bagian kulit kepalanya, beliau menyiram kepalanya dengan air sebanyak tiga kali tuangan, kemudian beliau menyiram seluruh bagian tubuh yang lainnya.” (HR. Al-Bukhari no. 248, 272 dan Muslim no. 316)
Kesimpulan cara yang pertama adalah:
1. Mencuci kedua telapak tangan tanpa ada pembatasan jumlah.
2. Berwudhu sempurna, dari mencuci telapak tangan sampai mencuci kaki. Jadi telapak tangannya kembali dicuci, berdasarkan lahiriah hadits.
3. Setelah berwudhu sempurna, beliau mengambil air dengan kedua telapak tangan beliau lalu menyiramkannya ke kepala seraya memasukkan jari jemari beliau ke bagian dalam rambut agar seluruh bagian rambut dan kulit kepala terkena air.
4. Setelah yakin seluruh bagian kulit kepala telah terkena air, beliau menuangkan air ke atas kepalanya sebanyak tiga kali tuangan.
5. Kemudian yang terakhir beliau menyiram seluruh tubuhnya yang belum terkena air.

B. Cara mandi junub yang kedua:
Ini disebutkan dalam hadits Maimunah, istri Nabi -shallallahu alaihi wasallam-. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 259, 265, 266, 274, 276, 281 dan berikut lafazh gabungan seluruh riwayatnya:
Maimunah berkata, “Saya meletakkan air yang akan digunakan oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- untuk mandi lalu menghijabi beliau dengan kain. Maka beliau menuangkan air ke kedua (telapak) tangannya lalu mencuci keduanya sebanyak dua kali atau tiga kali, kemudian beliau menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kirinya lalu mencuci kemaluannya dan bagian yang terkena kotoran, kemudian beliau menggosokkan tangannya ke lantai atau ke dinding sebanyak dua kali atau tiga kali. Kemudian beliau berkumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung, kemudian beliau mencuci wajahnya dan kedua lengannya (tangannya sampai siku), kemudian beliau menyiram kepalanya sebanyak tiga kali kemudian menuangkan air ke seluruh tubuhnya. Kemudian beliau bergeser dari tempatnya lalu mencuci kedua kakinya.” Maimunah berkata, “Lalu saya membawakan sepotong kain kepada beliau (sebagai handuk) tapi beliau tidak menghendakinya lalu beliau mengusap air dari badannya dengan tangannya.” (Diriwayatkan juga yang semisalnya oleh Muslim no. 723)
Kesimpulan cara yang kedua:
1. Menuangkan air ke kedua telapak tangannya lalu mencuci keduanya sebanyak dua atau tiga kali.
2. Mengambil air dengan tangan kanannya lalu menuangkannya ke tangan kirinya, lalu beliau mencuci kemaluannya dengan tangan kirinya dan juga mencuci bagian tubuh yang terkena kotoran (madzi atau mani).
3. Menggosokkan tangan kirinya itu ke lantai atau dinding atau tanah untuk membersihkannya, sebanyak dua atau tiga kali.
4. Berkumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya.
5. Mencuci wajah lalu mencuci kedua tangan sampai ke siku.
6. Lalu menyiram kepala sebanyak tiga kali siraman.
7. Menyiram seluruh bagian tubuh yang belum terkena air.
8. Bergeser dari tempatnya berdiri lalu mencuci kedua kaki.

Inilah dua kaifiat mandi junub sempurna yang setiap muslim hendaknya mengerjakan keduanya secara bergantian pada waktu yang berbeda, terkadang mandi junub dengan kaifiat Aisyah dan pada kesempatan lain dengan kaifiat Maimunah, wallahu a’lam.

Berikut beberapa permasalahan dalam mandi junub yang tidak tersebut pada kedua hadits di atas:
1. Wajibnya niat dan tempatnya didalam hati.
Karena niat adalah syarat sahnya seluruh ibadah, sebagaimana dalam  hadits Umar bin Al-Khaththab yang masyhur, “Sesungguhnya setiap amalan -syah atau tidaknya- tergantung dengan niatnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1 dan 54 dan Muslim no. 1907)
2. Hukum membaca basmalah.
Tidak disebutkan dalam satu nash pun adanya bacaan basamalah dalam mandi junub, karenanya kami berpendapat tidak adanya bacaan basmalah di awal mandi junub. Kecuali kalau dia membaca bismillah untuk gerakan wudhu yang ada di tengah-tengah kaifiat mandi, maka itu kembalinya kepada hukum membaca basmalah di awal wudhu. Dan telah kami bahas pada beberapa edisi yang telah berlalu bahwa hukumnya adalah sunnah.
3. Diharamkan seorang yang mandi junub untuk menceburkan dirinya ke dalam air yang diam seperti kolam dan sejenisnya. Berdasarkan hadits Abu Hurairah secara marfu, “Janganlah salah seorang di antara kalian mandi di dalam air yang diam sementara dia junub.” (HR. Muslim no. 283)
4. Disunnahkan untuk memulai dengan anggota tubuh bagian kanan. Aisyah berkata, “Kami (istri-istri Nabi) jika salah seorang di antara kami junub, maka dia mengambil air dengan kedua tangannya lalu meletakkannya di atas kepalanya. Salah satu tangannya menuangkan air ke bagian kepalanya yang kanan dan tangannya yang lainnya di atas bagian kepalanya yang kiri. Dia melakukan itu sebanyak tiga kali.” (HR. Al-Bukhari no. 277)
5. Bagi yang mengikat rambutnya, apakah dia wajib melepaskan ikatannya?
Imam Al-Baghawi berkata -tentang hadits Ummu Salamah yang telah berlalu di awal pembahasan- dalam kitab Syarh Sunnah (2/18), “Hadits inilah yang diamalkan di kalangan semua ahli ilmi, bahwasanya membuka kepang rambut tidak wajib pada mandi junub selama air bisa masuk ke dasar rambutnya.”
Kami katakan: Kalau tidak bisa masuk maka wajib membukan ikatan rambutnya.
6. Bolehkah memakai handuk setelah mandi junub?
Wallahu a’lam, lahiriah hadits Maimunah di atas dimana Nabi -shallallahu alaihi wasallam- menolak handuk yang diberikan oleh Maimunah, menunjukkan disunnahkannya untuk tidak membasuh badan dengan kain akan tetapi dengan tangan. Walaupun hukum asalnya adalah boleh membasuh tubuh dengan kain setelah mandi, hanya saja yang kita bicarakan adalah mana yang lebih utama.
7. Setelah mandi junub, seseorang boleh langsung shalat tanpa berwudhu kembali karena mandi junub sudah mencukupi dari wudhu. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah, “Adalah Nabi -shallallahu alaihi wasallam- tidak berwudhu lagi setelah mandi.” (HR. Abu Daud no. 172)
Ibnu Qudamah berkata dalam Al-Mughny 1/289, “Mandi (junub) dijadikan sebagai akhir dari larangan untuk shalat, karenanya jika dia telah mandi, maka wajib untuk tidak terlarang dari sholat. Sesungguhnya keduanya yaitu mandi dan wudhu, dua ibadah yang sejenis, maka yang kecil di antara keduanya (wudhu) masuk (terwakili) ke dalam  yang besar sebagaiamana halnya umrah di dalam haji.”
8. Tidak boleh menggabungkan antara mandi junub dengan mandi haid, karena kedua jenis mandi ini telah tegak dalil yang menerangkan wajibnya untuk mengerjakan masing-masing darinya secara tersendiri, karenanya tidak boleh disatukan pada satu mandi. Lihat pembasan masalah ini dalam Tamamul Minnah hal. 126, Al-Muhalla (2/42-47)
Adapun mandi junub dengan mandi jumat, maka boleh digabungkan. Berdasarkan hadits Aisyah secara marfu’, “Barangsiapa yang mandi pada hari jumat maka hendaknya dia mandi dengan cara mandi junub.” (HR. Ahmad)
Para ulama menerangkan bahwa pengamalan hadits di atas bisa dengan dua cara:
a. Apakah dia sengaja membuat dirinya junub yaitu dengan berhubungan dengan istrinya pada hari jumat, agar dia bisa mandi junub pada hari itu.
b. Ataukah dia mandi jumat dengan kaifiat mandi junub, walaupun dia tidak dalam keadaan junub, wallahu a’lam.
9. Dimakruhkan untuk berlebih-lebihan (boros) dalam menggunakan air, baik dalam wudhu maupun dalam mandi junub. Ini berdasarkan dalil umum yang melarang untuk tabdzir (boros) dan berlebih-lebihan dalam segala sesuatu.
10. Cara mandi bersih dari haid/nifas sama dengan mandi junub kecuali dalam dua hal:
a. Disunnahkan setelah mandi untuk menggosok kemaluan dan yang bagian terkena darah dengan kapas atau yang semacamnya yang telah diolesi dengan minyak wangi. Ini untuk membersihkan dan mensucikan dari bau yang kurang sedap.
Hal ini berdasarkan hadits Aisyah secara marfu’, “Salah seorang di antara kalian (wanita haid) mengambil air yang dicampur dengan daun bidara lalu dia bersuci dan memperbaiki bersucinya. Kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat sampai air masuk ke akar-akar rambutnya, kemudian dia menyiram seluruh tubuhnya dengan air. Kemudian dia mengambil secarik kain yang telah dibaluri dengan minyak misk lalu dia berbersih darinya.” Aisyah berkata, “Dia mengoleskannya ke bekas-bekas darah.” (HR. Muslim no. 332 dari Aisyah)
b. Disunnahkan mandi dengan air dan daun bidara sebagaimana dalam hadits di atas.
Wallahu a’lam bishshawab

Incoming search terms:

  • kaifiat mandi wajib
  • Apakah bisa mandi wajib menggunakan shampo dan sabun
  • mandi junub
  • apakah boleh mandi junub berkali kali
  • mandi wajib tapi tidak basah semua karna ada luka yang tak boleh kena air
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, March 17th, 2009 at 12:58 pm and is filed under Fiqh. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

167 responses about “Kaifiat Mandi Junub”

  1. Abu Rafie said:

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Afwan ana tidak tau email tempat menanyakannya ini di al-atsariyyah.com
    Makanya ana pakai kolom ini untuk berkirim pertanyaan

    Ustadz Ana dari riau
    Ana Mau bertanya tentang Steril bagi ibu,
    Begini ceritanya..
    Istri ana sudah melahirkan 2 anak dengan operasi caesar terus mau
    melahirkan lagi(anak ke 3) Insya Allah bulan mei ini harus caesar juga karena yang 2
    sudah caesar.
    Jadi atas saran dokter tidak boleh lagi si ibu hamil lagi yang ke 4, untuk keselamatan si ibu
    Jadi dokter menyarankan supaya istri saya ini steril(steril yg
    setau ana tahu ada 2 cara ada yang dipotong dan diikat jalur pembuahan)
    Bagaimana menurut pak Ustadz?
    Dan ana pernah baca kalau steril ini haram hukumnya karena akan membuat mandul total
    Ana pernah juga dengar untuk yang darurat yang haram bisa jadi halal.Bukankah ini termasuk darurat ustadz?

    Apa yang harus ana lakukan…

    Mohon nasehat dan tauziahnya dari ustadz

    Atas bantuannya Ana ucapkan
    Jazakumullahi Khairon

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Antum bisa kirim pertanyaan ke: atsariyyah_06@yahoo.co.id, insya Allah akan dijawab di situs.
    Kalau memang seorang dokter yang berpengalaman lagi terpercaya telah menyatakan bahwa kehamilan berikutnya sangat berpotensi memberikan mudharat bagi sang ibu, maka hendaknya dia menunda kehamilannya untuk sementara -bukan menghentikan sama sekali- demi kemaslahatan sang ibu. Allah Ta’ala berfirman, “Dan janganlah kalian jatuhkan diri-diri kalian ke dalam kebinasaan.”
    Akan tetapi yang perlu ditekankan di sini bahwa menghentikan lahirnya keturunan secara mutlak adalah perkara yang diharamkan dalam syariat. Yang dibolehkan -dalam keadaan darurat- hanyalah menundanya dengan cara-cara yang sudah dimaklumi bersama. Karena tidak seorangpun yang mengetahui takdirnya, Allah Ta’ala menyatakan, “Engkau tidak mengetahui, mungkin Allah memunculkan suatu perkara baru setelah itu.” Betapa banyak orang yang sakit bisa sembuh dan betapa banyak orang yang katanya sudah tidak bisa melahirkan tapi ternyata bisa melahirkan. Semuanya ada di tangan Allah.
    Maka sekali lagi, selama kondisi sang ibu belum bisa melahirkan maka tetap dibolehkan untuk mencegah kehamilan. Sambil dia senantiasa berdoa kepada Allah dan terus memeriksakan keadaan istrinya apakah sudah bisa melahirkan atau tidak. Mungkin saja suatu saat Allah berkenan memberikan kesempatan kembali kepada sang ibu untuk melahirkan. Wallahu a’lam bishshawab.

  2. muhammad said:

    assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..

    ustadz saya mau tanya tentang mandi junub ini..teman saya pernah bilang bahwa ketika kita dalam keadaan junub maka kita tidak boleh memotong kuku, rambut dan yang lainnya, kalau terpotong harus diikutkan ktika mandi junub..terus apakah ketika kita mandi karena mimpi apakah harus mngikutkan rambut yg kmungkinan rontok ketika kita tidur?mohon jawabannya..
    jazakallah khoiir

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Apa yang teman antum katakan itu tidaklah benar dan tidak bersandarkan pada dalil yang shahih. Yang benarnya, seorang yang junub boleh melakukan apa saja yang tersebut di atas dan pekerjaan selainnya, dan tidak diwajibkan bahkan tidak disunnahkan untuk mengikutkan bagian tubuh yang terlepas (seperti kuku dan rambut) dalam mandi junub.

  3. reza said:

    assalamualaikum,, mohn penjelasannya ustadz
    haruskah kita mengulangi wudhu setelah mandi wajib jika kita ingin shalat apabila sewaktu mandi junub tadi kita menyentuh kemaluan

    sukron

    Waalaikumussalam warahmatullah. Pendapat yang kuat dalam masalah ini adalah bahwa menyentuh kemaluan bukanlah pembatal wudhu, berdasarkan hadits Busrah bintu Shafwan bahwa Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bersabda ketika ditanya tentang seseorang yang menyentuh kemaluannya, apakah dia wajib berwudhu? Maka beliau menjawab, “Tidak, itu hanya bagian dari tubuhmu.” Diriwayatkan oleh Imam Lima.
    Walaupun tidak membatalkan wudhu, tapi disunnahkan dia berwudhu setelah menyentuh kemaluannya berdasarkan sabda beliau yang lain, “Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya maka hendaknya dia berwudhu.” Diriwayatkan oleh Imam Lima. Wallahu a’lam

  4. Yusuf said:

    Assalamu’alaikum

    saya ingin bertanya tentang mandi junub yang mujzi’. disitu dituliskan tata caranya :
    1. Niat.
    2. Mencuci dari kotoran yang menimpa atau najis –kalau ada-.
    3. Menyiram kepala sampai ke dasar rambut dan seluruh anggota badan dengan air.

    yang saya ingin tanyakan tata cara yg no. 2
    maksud dri mencuci dari kotoran yg menimpa atau najis itu apa ya??
    dan 1 lagi, apakah mandi junub yang mujzi’ tidak dilakukan berwudhu dibolehkan??

    mohon maaf jika ada kesalahan dalam menulis.

    Terima kasih,

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Misalnya ada madzi dan madzi hukumnya najis.
    Wudhu dalam mandi junub hukumnya sunnah, jadi bisa saja ditinggalkan berdasarkan hadits Ummu Salamah dan Jabir -radhiallahu anhuma-

  5. FAHRUL said:

    Assalamu ‘alaikum
    Ustadz bolehkah kita mandi junub tanpa berwudhu terlebih dahulu,setahu ana hadits Ummu Salamah hanya masalah rambutnya saja

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Ia boleh, itu telah kami jelaskan dalam kaifiat mandi junub yang mujzi` (cukup). Dan juga wudhu dalam mandi junub hukumnya sunnah.

  6. hasan said:

    Assalamu’alaikum Ustadz..
    saya ingin tanya, seseorang selama ini mengerjakan mandi junub dengan kaifiah yang ternyata “keliru” atau ada diantara rukun2nya yang terlewatkan, baik karena ia lupa, salah dalam memahami hadits, atau krn ia telah mengtahui kaifiah(yg salah) itu dr seseorang.. lalu apa yg harus dlakukan org tersebut?apakah ia hrs segera mengulangi mandi jububnya tsbt saat ia mngtahui kaifiah yg benar…atau tidak?
    Lalu bagaimana dengan shalat yg ia lakukan..?
    Jazakumullahu khair atas jawabannya
    Wassalamu’alaikum warahmatullah..

    Waalaikumussalam warahmatullah. Seseorang akan dihisab akan amalannya pada hari kiamat sesuai dengan ilmu yang ada padanya saat dia mengamalkan amalan tersebut. Karenanya kalau memang dia jahil terhadap kaifiat mandi junub yang benar maka insya Allah mandinya syah dan shalatnya juga syah. Para berdalilkan dengan kisah Ammar bin Yasir yang berguling-guling di tanah ketika tayammum dari junub dalam keadaan beliau belum tahu cara tayammum yang benar. Tapi Nabi tidak pernah menyuruhnya mengulangi tayammum dan mandinya dan tidak pula menyuruh untuk mengulangi shalatnya. Wallahu a’lam.
    Hanya saja tidak sepantasnya seorang muslim jahil terhadap sesuatu yang ilmu yang sifatnya fardhu ain dan sering diamalkan seperti ini. Barakallahu fikum

  7. yeyen said:

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    bagaimana sebenarnya cara menghilangkan najis dr rumah bekas org nasrani;yahudi yg memelihara anjing? jzklh khair..

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Akan datang pada pembahasan tentang anjing bahwa yang benar menurut kami adalah bahwa anjing bukanlah najis. Adapun cara membersihkannya, maka disiramkan air sebanyak delapan kali dan cucian kedelapannya dicamur dengan tanah (HR. Muslim) pada tempat-tempat yang dipastikan liurnya masih ada di situ.
    Tapi jika rumahnya sudah berhari-hari tidak ditempati, maka sulit untuk mengetahui dimana-mana saja liurnya pernah ada dan kalaupun dipastikan adanya maka tentunya sudah hilang. Kalau demikian maka ada uzur untuk tidak menyiramnya dengan air, wallahu a’lam.

  8. ipom said:

    Assalamu’alaikum
    bagaimana cara mandi setelah masa haid pada orang yang sakit– setelah operasi ada bagian yang masih diperban karena luka?..terima kasih

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Kalau memang bisa membahayakan dirinya kalau lukanya terkena air, maka dia tayammum saja. Karena pengganti dari mandi bersih dari hadats akbar adalah tayammum.

  9. arya said:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Ustadz, Seberapakah batas minimal air untuk mandi junub? Apakah harus 2 kullah? Sebesar apakah 2 kullah tersebut? Jika saya mengambil air di bak mandi yang dialiri air dari keran, apakah mandinya sah?

    Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Waalaikumussalam warahmatullah. Dalam hadits Anas bin Malik disebutkan bahwa Nabi -shallallahu alaihi wasallam- mandi dengan air sebanyak 1 sha’ sampai 5 mud.
    1 sha` adalah 4 mud yang sama dengan 3,5 liter, sementara 1 mud adalah seukuran dua telapak tangan normal dari lelaki dewasa.
    Ala kulli hal, tidak ada dalil khusus yang membatasi jumlah air minimal. Yang menjadi syarat syahnya adalah semua bagian tubuh itu sudah sempurna terkena air, berapapun jumlah air yang dia pakai. Hanya saja hadits Anas di atas menunjukkan disunnahkannya untuk menghemat air dalam mandi junub. Wallahu a’lam.

  10. Yudith said:

    Assalamu ‘alaikum
    Ustadz,ana pernah dengar bahwa sesudah mandi biasa tak perlu berwudhu lagi kemudian shalat asalkan airnya rata semua,mohon pemjelasannya

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Itu betul dengan syarat, semua anggota wudhunya terkena air dan juga dia meniatkan wudhu dengan mandinya. Kalau dua syarat ini tidak terpenuhi maka mandinya tidak bisa menggantikan wudhu. Ini berdasarkan hadits yang kami sebutkan di atas dari Aisyah, “Nabi -shallallahu alaihi wasallam- tidak berwudhu setelah mandi.”

  11. Ade said:

    Mau tanya,apakah syarat air yg digunakan untuk mandi junub?
    Apakah orang yang ragu-ragu keluar mani atau tidak, wajib mandi junub?

    Mandi junub hanya diwajibkan ketika dia yakin -atau dugaan kuatnya- terkena junub (dalam hal ini keluar mani). Jika dia masih ragu-ragu maka mandi junub tidak wajib atasnya, wallahu a’lam.

  12. Dedy said:

    Tanya ustadz :klo lupa junub terus sholat gimana, sholatnya sah gak, harus diganti nggak?

    misal ba’da subuh junub, sebelum duha mandi tp gak niat junub , dzuhur dan asar sholat seperti biasa. sebelum maghrib jg mandi tapi lagi2 gak niat junub dan baru ingat klo belum mandi junub setelah maghrib

    klo maghrib masih mungkin diulangi, tp klo dhuhur & asarnya gimana?
    apakah harus diganti?

    Wallahu a’lam, shalat zuhur dan ashar harus dia kerjakan ulang secepatnya, karena syarat syah (seperti thaharah) dan rukun shalat tidak gugur dengan kelupaan.

  13. M.Aziz singkep said:

    السلام عليكم
    apakah setelah mndi junub kita boleh mndi seperti biasa pakai sabun Atau sebaliknya kita mandi biasa pakai sampo/sabun lalu mandi junub? Bolehkah kita mandi junub di dalam wc? ‎
    جزاك الله خيرا ‏

    وعليكم السلام ورحمة الله
    Dalam hal ini tidak ada aturan, bisa keduanya dan bisa juga ketika cuci badan langsung pake sabun, ketika siram kepala langsung pake shampo dan seterusnya. Waiyyakum

  14. frey said:

    assalanualaikum wr.wb
    tanya pak ustadz…
    saya apabila ada sedikit saja rangsangan maka saya akan berniat untuk onani…terkadang saya juga merasa risih dengan apa yang saya lakukan …
    apa yang harus saya lakukan agar tidak onani..padahal onani itu kan haram …betulkan pak…

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Ia betul pak, onani itu dilarang dalam agama dan juga sangat buruk bagi kesehatan. Adapun cara menghindarinya sebagai berikut:
    1. Selalu yakin bahwa Allah senantiasa melihat seluruh perbuatannya.
    2. Yakin bahwa semua kesalahannya akan mendapatkan hukuman dari Allah, baik itu di dunia maupun di akhirat. Inti kedua perkara di atas adalah meningkatkan rasa takut kepada Allah kapan dan dimanapun.
    3. Jika belum menikah maka segeralah menikah sehingga jika timbul rangsangan maka dia bisa menyalurkannya melalui jalan yang halal.
    4. Berpuasa karena dia adalah benteng dan penjaga dari hawa nafsu.
    5. Tidak tidur sendirian dan selalu berusaha berbaur dengan orang lain. Hindari perbuatan menyendiri dan melamun, karena setan masuk pada saat-saat itu.
    6. Usahakan jangan ada waktu kosong, isi semua waktu walaupun itu dengan perkara dunia -selama itu bermanfaat-, karena kebanyakan orang menyimpang dari jalan yang benar pada saat waktu-waktu kosong tersebut. Sebabnya sama seperti di atas.
    7. Menjauhi semua gambar/pemandangan yang bisa membangkitkan syahwat, dan juga tidak mengucapkan dan tidak mendengarkan ucapan yang menjurus ke arah ‘sana’.
    8. Rajin berolahraga.
    Semoga Allah memberikan taufik dan kekuatan kepada kita semua untuk bisa menjauhi semua pintu kerusakan dan kebinasaan, Allahumma amin.

  15. Rijal said:

    Bismillah
    Assalamu’alaykum
    Ustadz, saya mandi junub dengan kaifiat yang mencukupi. Namun selesai mandi, ternyata masih ada sisa kotoran saya waktu habis buang air besar (baunya masih tercium meski samar2). Apakah saya mesti mengulangi mandi junub saya lagi?
    Jazakallahu khairan.

    waalaikumussalam warahmatullah.
    Mandi junubnya tidak perlu diulang selama air sudah mengenai seluruh bagian tubuh. Keluarnya najis tidak membatalkan mandi junub, dia cukup dibersihkan saja. Wallahu a’lam.

  16. Rijal said:

    Afwan ustadz, jd BABnya itu saya lakukan sblm mandi junub. Kemudian kan di langkah keduanya: Mencuci dari kotoran yang menimpa atau najis –kalau ada-.
    Nah itu sudah saya lakukan tapi ternyata selesai mandi masih ada.
    Kalau yang seperti itu gimana, ustadz?

    Tetap nggak masalah, cuci aja najisnya, insya Allah mandi junubnya syah dan nggak perlu diulang.

  17. Donny said:

    Ustadz, bgaimana jk saya ragu junub atau tdk tp saya tetap mandi untuk menghilangkn kraguan saya?

    Perlu diketahui sebelumnya bahwa para ulama mempersyaratkan syahnya niat dalam ibadah adalah harus adanya al-jazm (pemastian). Jadi jika seseorang berniat ketika mandinya -misalnya-: Kalau saya betul junub maka ini mandi junub, tapi kalau ternyata bukan maka ini mandi biasa. Maka niat yang seperti ini tidaklah syah karena tidak ada ketegasan di dalamnya.
    Kemudian, jika dia hanya meniatkan mandi junub secara pasti dan ternyata itu bukanlah mani maka insya Allah juga tidak mengapa.
    Hanya saja dalam keadaan seperti ini, sebaiknya dia melihat air yang keluar tersebut apakah dia mani atau madzi atau kencing, karena adanya perbedaan hukum di antaranya. Jangan membiarkan dirinya diliputi was-was oleh setan, sehingga setiap kali ada yang keluar dia mandi -padahal mungkin cuma madzi-, yang pada akhirnya akan membuat dirinya susah dan kewalahan. Dan tidak mustahil pada akhirnya dia akan meninggalkan ibadah karena terasa berat melaksanakannya, sebagaimana kenyataan yang terjadi pada sebagian orang yang terkena penyakit was-was, wal’iyadzu billah.
    Lihat perbedaan antara kedua cairan di atas di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=1583

  18. ronny said:

    Ustad,solusi apa yang dilakukan apabila seseorang laki2 keluar sperma (mimpi basah)tetapi seseorang laki2 tersebut sedang sakit keras ada larangan tidak boleh kena air,bagaimana cara mandi wajibnya?sementara shalat fardhu tidak boleh ditinggalkan?terimakasih sebelumnya

    Kalau memang berbahaya baginya untuk mandi maka dia cukup tayammum saja, dan setelah itu dia sudah bisa shalat. Karena sebagaimana tayammum merupakan pengganti wudhu, maka dia juga menjadi pengganti dari mandi junub.

  19. aris said:

    assalamualaikum, ustad saya mo nanya apabila setelah selesai mandi kita mengetahui ada bagian yang terlewatkan terkena air, apakah kita harus mengulangi mandi lagi?

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Maksudnya mandi junub ya! Jika ketahuan dalam keadaan tubuh belum kering maka dia tinggal menyiram aja yang belum terkena air dan tidak perlu mengulanginya. Akan tetapi jika dia sudah selesai mandi dan tubuhnya sudah kering maka mandinya harus diulang. Wallahu a’lam.

  20. aris said:

    bagaimana jika dikarenakan lupa?krn sy srg mengulangi mandi krn selalu merasa ragu da bagian yang terlewatkan/tidak

    Demikian halnya jika lupa, dia tinggal menyiram saja bagian tubuh yang belum terkena air jika bagian tubuhnya yang lain (yang sudah disiram air tadi) belum kering. Wallahu a’lam.
    Ragu-ragu dalam bersuci adalah penyakit yang dimunculkan oleh setan, karenanya jika dalam mandi dia telah menyiram seluruh tubuhnya, lalu setelah mandi muncul keraguan, maka keraguan ini tidak perlu ditoleh dan diperhatikan, karena itu hanyalah was-was setan. Kecuali jika ada bukti nyata semisal dia melihat anggota tubuhnya ada yang kering belum terkena air.

  21. ummu 'Abdillah said:

    afwan ustadz,ana mau tanya, jika seseorang melakukan kaifiat mandi yang mujzi’, apakah wajib memasukkan air ke dalam hidung dan berkumur-kumur mengingat itu adalah termasuk bagian tubuh?
    kemudian jika dalam mandi junub kita memakai sabun dan sampo apakah tidak masalah? apakah sabun dan sampo tersebut tidak merubah dzat air suci yang ia gunakan(bau, rasa dan warnanya

    1. Tidak wajib, karena bagian dalam hidung dan mulut bukan termasuk tubuh yang diperintahkan untuk dicuci dalam mandi junub mujza`.
    2. Saya tidak paham dengan maksud pertanyaan ini, apa ada orang yang pake shampo atau sabun dengan cara dituangkan ke air lalu air itu disiramkan ke kepala atau tubuhnya? Kalo shamponya langsung dituangkan ke kepala -sebagaimana- layaknya orang pake shampo, maka bagaimana bisa dia merubah airnya?
    Ala kulli hal, tidak bermasalah memakai shampo dan sabun dalam mandi junub.

  22. ragu-ragu said:

    1.ustaz, saya nk tny jika saya ragu2 slps mandi junub. perlukah saya mengulangi mandi tersebut??

    2. jika saya yakin setelah mandi junub, kemudian saya solat. selepas solat terlintas di fikiran saya sah ka mandi junub saya. waktu tu dh habis waktu solat. sy nk tny, sah x solat yg saya lakukan tu???

    3. minta cara dari ustad untuk menghilangkan keraguan di hati saya kerana sudah lama saya dlm keadaan begini..

    1. Kalau sudah yakin maka mandi junubnya tidak perlu diulang.
    2. Sama seperti di atas, shalatnya insya Allah syah dan tidak perlu diulang.
    3. Di antara caranya:
    – Tidak memperdulikan keraguan tersebut sama sekali, selama dia masih bersifat keragu-raguan.
    – Jangan sekali-kali menuruti keraguan tersebut dengan cara mengulangi ibadah yang sudah dikerjakan. Karena kapan keraguan itu diikuti maka dia akan bertambah kuat, dan kapan sebuah ibadah diulang karena keraguan maka dia akan merembet ke ibadah lainnya.
    – Menghadirkan hati dan konsentrasi ketika melakukan ibadah tersebut.
    – Membaca doa masuk wc atau kamar mandi.
    – Tentunya berlindung kepada Allah dari gangguan setan secara umum.

  23. bingung said:

    1. ustadz,saya nk tanya,kalau sementara mengerjakan ibadah saya sering merasa ada yang salah dengan ibadahnya tu,semisal sholat n bersuci,sering ada keinginan mau mengulang sedari awal.selama melakukan ibadahnya tu seakan perang dalam diri saya,dah benar-salah,teruskan-ulangi…tapi saya tetap teruskan sampai selesai.adakah ibadahnya itu sah ustadz?

    Insya Allah syah. Yang kami nasehatkan agar was-was itu jangan diladeni. Karena selama dia bukan berupa keyakinan maka hal seperti itu adalah gangguan dari setan.

  24. oyi said:

    assalamualaikum

    maaf ustad, saya mau tanya.
    apabila saat mandi junub kita buang gas/keluar air seni.
    apakah sah mandi junub-nya?
    atau harus mengulang lagi mandinya dari awal?

    Ia, insya Allah mandi junubnya syah dan tidak perlu diulang dari awal. Wallahu a’lam

  25. asus said:

    ustadz, jika dipagi hari dua kali melakukan onani, dan berencana mandi di siang hari, haruskah mandinya juga dua kali atau hanya satu kali saja?

    Cukup sekali saja jika memang ada mani yang keluar, demikian pula jika seseorang berhubungan dengan istrinya dua kali maka mandinya boleh hanya sekali setelah hubungan yang kedua. Sama halnya jika dia buang angin lalu kencing lalu buang air besar maka berwudhunya cuma satu kali.

  26. robby said:

    asalammualaikum ustad
    saya mau tanya apabila kita lg berdekatan sm kekasih tetapi tdk melakukan hub intim dan setelah saya ketahui ada cairan bening (seperti putih telur) kluar tanpa tekanan melainkan dengan sendirinya apakah itu air mani? setau saya air mani keluar dengan tekanan dan berwarna putih.
    pertanyaan saya apakah saya wajib untuk mandi junub?
    terimakasih

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Ia, itu adalah madzi dan tidak wajib mandi junub.

  27. kepastian said:

    ustad, saya nk tny. jika selepas saya baru mandi wajib saya was-was air telah mengenai seluruh anggota badan atau tidak. kemudian saya yakin yg air telah mengenai seluruh anggota badan saya. soalannya, perlukah saya mengulangi mandi tersebut kerana saya berasa was-was selepas baru mandi wajib???

    Kapan sudah yakin maka tidak perlu lagi dia mengulang. Justru kalau dia mengulangi mandinya maka penyakit was-wasnya akan bertambah kuat dan nantinya akan merembet pada ibadah-ibadah lainnya. Karenanya kami nasehatkan agar tidak mengulangi ibadah yang dia yakin sudah syah hanya karena was-was semata.

  28. Ummu Aisyah said:

    Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh.

    Ustadz, ada yang bertanya lewat blog ana seperti ini:

    asalammualaikum ustad
    saya mau tanya apabila kita lg berdekatan sm kekasih tetapi tdk melakukan hub intim dan setelah saya ketahui ada cairan bening (seperti putih telur) kluar tanpa tekanan melainkan dengan sendirinya apakah itu air mani? setau saya air mani keluar dengan tekanan dan berwarna putih.
    pertanyaan saya apakah saya wajib untuk mandi junub?

    Mohon Penjelasannya ustadz.
    Jazakallahu khoir.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Kelihatannya penanya atau yang lainnya sudah menanyakan pertanyaan itu di situs ini, dan alhamdulillah kami sudah menjawabnya melalui jawaban komentar-komentar di atas, silakan dicari dari komentar-komentar di atas.

  29. munawar said:

    askum…bagaimana hukumnya mencintai seseorang yang sudah memiliki istri dan anak.karena dulunya sebelum ia menikah ….dia itu pacar saya dan sudah 3th pacaran.kita putus karna orang tuanya memaksa dia menikah dg pilihan ortunya itu dan kita pisah baik2 ..sampai saat ini dia masih terkadang ia telp dan menanyakan kabar saya serta ingin suatu saat nanti kita bersatu di pelaminan..termasuk saya sampai saat ini 2 th setelah dia menikah ,saya masih tetap mencintainya dan menunggunya,,,menurut ustad bagaimana hukumnya…trima kasih

    Hubungan seperti ini adalah hal yang diharamkan dan wajib untuk dihentikan, karena merupakan perbuatan yang menjurus kepada perzinahan. Hendaknya saudari dan bekas pacar saudari itu takut kepada Allah dan menghentikan semua bentuk hubungan komunikasi di antara anda berdua.

  30. asus said:

    ustad, ketika saya sedang memakai handuk setelah mandi junub, lalu saya ragu ada bagian tubuh yg belum terlewatkan air dengan sempurna, lalu apa yang harus saya lakukan? cukup menyiram bagian yang masih ragu atau mengulangi mandi junub ?

    Selama itu masih keraguan maka tidak perlu dia perhatikan. Hukum asal dan yang meyakinkan adalah mandinya sudah sempurna, dan keyakinan ini tidak boleh ditinggalkan hanya karena adanya keraguan.

  31. adityo said:

    assalamualaikum wr wb

    setelah mandi junub dan sholat saya baru membaca bahwa mandi junub harus membersihkan kotoran kuku dan saya lihat masih ada kotoran kuku saya….apakah harus diulang?

    2. apakah hukumnya kalau ada tinta yang tidak mau hilang di kuku?

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    1. Kotoran di bawah kuku tidak wajib dibersihkan saat mandi junub.
    2. Kalau tinta tersebut menghalangi air menyentuh kuku karena tintanya tebal misalnya maka dia harus menghilangkannya sebelum mandi junub, karena itu bisa membuat mandinya tidak syah.
    Tapi jika air tetap bisa menyentuh kukunya walaupun ada tinta tersebut maka mandinya tetap syah, walaupun sebaiknya dia menghilangkan tinta tersebut. Wallahu a’lam

  32. dingdung said:

    ustad, jika saat berkumur-kumur saat mandi junub lalu airnya tertelan secara tidak sengaja, apa tidak apa-apa?

    Tidak ada masalah insya Allah

  33. Aji said:

    Asalamualaikum…ustad sya mau tanya..ini yang sering seklai membuat saya ragu ketika mandi wajib..saya selalu saja kurang mantap jika mandi wajib menggunakan air yang ada didalam bak, karena tidak melihat ataupun melihat cipratan air yang masuk pada bak saat kita membasuh tubuh kita saya mengganggap air yang ada dalam bak itu sudah musta’mal..bagaimana cara mengatasi rasa itu ustad, atau itu hanya was-was saya saja?

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Caranya mudah, antum tinggal merubah keyakinan bahwa air musta’mal itu tidak menyucikan. Yang benarnya bahwa air musta’mal itu tetap menyucikan dan syah dipakai untuk bersuci.

  34. asus said:

    assalamu’alaikum
    ustad, suatu hari ketika saya hendak buang air, saya melihat ada sesuatu berwarna putih di celana saya. saya bingung apakah itu adalah madzi atau mani, padahal saya tidak melakukan hal yang mengarah kepada jima, pertanyaan saya, haruskah saya mandi wajib? atau menghiraukannya saja?
    mohon penjelasannya ustad.
    terima kasih
    jazakumullah

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Yang jelas itu bukan mani, mungkin dia madzi atau wadi. Itu najis dan membatalkan wudhu, waib mencuci pakaian dan bagian tubuh yang terkena olehnya

  35. asus said:

    assalamu’alaikum
    ustad, mau nanya lagi
    setelah saya membaca banyak artikel, yang saya dapat bahwa sebenarnya inti mandi junub adalah membasuh badan dengan air ke seluruh tubuh disertai dengan niat, kira-kira apa betul kesimpulan saya ini?
    lalu, saya hati saya merasa tidak tenang saat saya berkumur-kumur dengan menggunakan gayung saat mandi junub, saat hendak berkumur-kumur gayung yang saya gunakan menyentuh bibir saya, apa itu tidak apa-apa? tidak membatalkan mandi junub yang saya lakukan?
    mohon penjelasannya ustad, hati saya sering dihinggapi rasa tidak tenang setelah mandi junub, hanya karena hal-hal sepele dan mohon maaf sebelumnya

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    1. Ia, itulah rukun mandi junub yang dia sudah dihukumi syah dengannya. Ini yang kita namakan sebagai ‘mandi junub yang cukup’.
    2. Mandi junub hanya batal/tidak syah jika: Tidak berniat, atau ada bagian tubuh yang tidak terkena air, atau dia junub kembali setelah mandi junub. Selainnya tidaklah membatalkan mandi junub. Wallahu a’lam

  36. danura said:

    assalamu’alaikum
    ustad, saat saya sedang mandi junub, saya melihat sesuatu di dalam ember yang saya gunakan untuk mandi junub. saya tidak tahu jelas apa sebenarnya sesuatu itu. setelah saya lihat, itu nampak seperti serpihan kulit ikan tapi saya juga tidak begitu yakin. lalu saya pisahkan sesuatu itu dari ember yang saya gunakan untuk mandi.
    pertanyaan saya, sahkah air tersebut? sahkah mandi junub yang saya lakukan? jika tidak, haruskah saya mengulangi mandi junub?

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Mandinya syah karena air itu tetap suci. Air dikatakan najis jika najis masuk ke dalamnya lalu merubah bau atau rasa atau warna air tersebut. Sementara di sini yang masuk bukanlah najis tapi benda yang suci, itupun tidak sampai merubah salah satu dari ketiga sifatnya.
    Jadi, airnya tetap bisa dipakai bersuci dan mandi junubnya syah.

  37. imron iskandar said:

    bismillah.
    assalamu’alaikum
    afwan ustadz berkaitan dengan comment nomer 2 tentang masalah potong kuku dan rambut pada waktu sedang junub. apakah sama halnya (hukumnya) dengan kaum wanita dalam keadaan dia haid? maksud ana, apakah tidak apa-apa?
    jazaakumullah khairan katsiran.

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Ia, tidak mengapa wanita haid memotong kuku dan rambutnya, tentunya jika potongan rambutnya tidak menyerupai lelaki atau menyerupai rambut wanita kafir atau fasik (pezina)

  38. adityo said:

    assalamualaikum ustadz

    ketika saya mandi junub saya sudah membasuh rambut hingga bersih tapi setelah mandi rambut saya masih agak licin karena minyak rambut
    sahkah mandinya?

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Insya Allah syah

  39. bingbang said:

    assalamu’alaikum ustadz
    begini, ketika saya selesai mandi junub dan akan memakai handuk, perasaan saya serasa ragu-ragu akan mandi junub yang saya lakukan(maksudnya sah atau tidak sah)sehingga hati saya merasa tidak tenang dan saya takut sholat saya tidak akan diterima.
    padahal saya sudah sangat hati-hati dalam membasahi seluruh tubuh saya saat mandi junub tersebut, sehingga saya pikir bahwa seluruh tubuh saya sudah dialiri air.
    namun ketika saya akan memakai handuk, perasaan saya menjadi resah, ragu dan takut mandi junub yang saya lakukan tidak sah.
    apakah ini was-was setan pa ustadz?lalu apa yang harus saya lakukan?
    mohon penjelasan dari pa ustadz. jazakumullah

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Kalau dia memang sudah merasa mengalirkan air ke seluruh tubuhnya, maka dia tidak usah memperdulikan perasaan tersebut karena itu hanyalah was-was dari setan.

  40. adi said:

    Assalamu’alaikum, mau nanya Ustadz, 1. apakah wajib dalam mandi junub itu menggosok selangkangan atau dubur, 2. bolehkah dalam mandi itu cukup mengguyurkan air diatas rambut, dan tidak menggosok tubuh 3.bolehkah dalam mandi junub itu, menyiram tubuh lebih dari satu kali, misalnya menyiram tangan atau badan lebih dari satu kali, terima kasih atas jawabannya ustadz?

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    1. Ia, dubur juga harus terkena air.
    2. Intinya semua bagian tubuh terkena air, karenana jika tidak digosok sudah terkena seluruhnya maka tidak wajib menggosok, tapi jika tidak digosok maka ada bagian tubuh yang tidak terkena air maka wajib untuk digosok.
    3. Ia, boleh lebih dari sekali, apalagi jika seluruh anggota tubuhnya belum basah.

  41. rasa said:

    assalamu’alaikum
    pa ustadz, terkadang saya suka merasa ragu apakah saya mengeluarkan air wadi atau tidak, sementara saya tidak tahu. mohon penjelasannya pa ustadz

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Tidak usah ragu, kalau di luar shalat maka tinggal diperiksa saja.

  42. rasa said:

    assalamu’alikum
    pa ustadz jika kita hendak mengakhiri mandi junub lalu timbul rasa ragu padahal kita sudah maksimal dalam melakukan mandi junub dan terfikir telah terbasahi seluruh badan, apakah rasa ragu itu adalah was-was setan?(dalam keadaaan masih didalam wc dan hendak memakai handuk)

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Kalau dia memang sudah merasa mengalirkan air ke seluruh tubuhnya, maka dia tidak usah memperdulikan perasaan tersebut karena itu hanyalah was-was dari setan.

  43. Idrus said:

    Assalamu’alaikum Ustadz,

    Ketika mandi wajib saya sudah selesai, saya mendapati ada setitik minyak rantai sepeda yang tidak terlalu tebal pada jari manis saya. Saya ragu apakah menghalangi air atau tidak. Apakah saya harus mengulang mandi saya.

    terima kasih, wassalam.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Kalau memang dia yakin air tidak masuk ke dalamnya maka hendaknya dia mengulang mandi junubnya. Wallahu a’lam

  44. yoga said:

    Assalamualaikum Ustadz,
    Afwan saya ingin bertanya. Suami-istri boleh melakukan mandi janabah bersama, jika saat melakukan mandi janabah bersama itu ada hasrat untuk kembali berjima apakah boleh melakukan jima pada saat itu di tempat mandi janabah misal di kamar mandi?

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Asalnya boleh-boleh saja dan tidak ada larangan, selama tidak menimbulkan mudharat. Hanya saja sebaiknya hal itu dihindari karena kamar mandi itu dihadiri oleh setan-setan, sebagaimana yang Nabi shallallahu alaihi wasallam kabarkan dalam hadits yang shahih.

  45. oyi said:

    assalamu’alaikum
    ustad, saya mau tanya.
    kalo air di bak mandi yg digunakan untuk mandi junub terkena sabun mandi. apakah sah air itu digunakan untuk mandi junub? atau kita harus membuang air di bak mandi lalu mengulangi mandi lagi. Tolong ustad saya merasa was-was.

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Air yang terkena sabun atau sampho atau benda suci lainnya masih syah dipakai mandi junub, karena sifat airnya tidaklah hilang karena masuknya benda-benda tersebut.

  46. nuro said:

    assalamu’alaikum
    pa ustad saya ingin bertanya, apakah dalam mandi junub mujzi hukum berkumur-kumur dan membersihkan hidung itu wajib?
    lalu haruskah gigi, gusi dan segala yang ada di dalam mulut itu dibersihkan dalam mandi junub yang mujzi?
    mohon penjelasannya, karena saya amat bingung dengan hal ini.
    jazakumullah

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Tidak, hukum kumur2 dan membersihkan hidung tidaklah wajib dalam mandi junub yang mujzi`.

  47. nuro said:

    assalamu’alaikum
    pa ustad saya ingin bertanya, wajibkah kita membersihkan sampai ke selah-selah kuku/memasukkan air ke dalam kuku/memasukkan air ke dalam mata dalam mandi junub yang mujzi?
    mohon penjelasannya, karena saya amat ingin tahu akan hal ini.
    jazakumullah

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Kedua hal di atas tidak wajib. Cukup dia membasahi bagian jari dan kukunya yang mudah terkena air, dan juga kelopak matanya bagian luar, tidak perlu memasukkan air ke dalam mata, karena itu merupakan perbuatan berlebihan.

  48. manusia hendak bertaubat said:

    ustadz mau nanya???
    saya pernah baca atau pernah dengar. orang yang mandi junub setelah onani tidak sah mandinya benar gak ustadz????

    Ucapan itu salah, onani -walaupun dia terlarang- tidaklah berhubungan dengan mandi junub. Selama dia mengerjakan semua rukun mandi junub maka mandi junubnya adalah syah, apapun penyebab dia junub, sekalipun dia junub karena berzina, wal’iyadzu billah.

  49. nuro said:

    assalamu’alaikum
    pa ustad, saya ada 2 pertanyaan.
    yang pertama, jika saat berwudhu sebelum mandi junub kita melakukan kesalahan dalam berwudhu, lalu kita mengulangi wudhu kita lagi lalu melanjutkan dengan menyiram seluruh tubuh seperti biasa, sahkah mandi junub kita?
    yang kedua, apa yang membedakan antara mandi junub mujzi dengan mandi biasa?
    jazakumullah

    Waalaikumussalam warahmatullah
    1. Ia, mandi junubnya syah.
    2. Yang membedakannya adalah niat, dan juga kewajiban mengenakan air pada seluruh anggota tubuh dalam mandi junub mujzi`.

  50. nuro said:

    assalamu’alaikum
    pa ustad, ada ulama yang mengatakan bahwa kita harus mengikutkan bagiab tubuh yang terlepas saat mandi junub. dan ada juga yang mengatakan tidak wajib. bagaimana cara kita menghadapi perbedaan ini?

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Pendapat itu keliru dan tidak berlandaskan pada dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah. Karenanya hal tersebut tidak perlu dilakukan.

  51. nuro said:

    assalamu’alaikum
    pa ustad, bagaimana jika saat menyiram tubuh saat mandi junub, ada bulu-bulu yang rontok/ada bagian tubuh yang terlepas? apakah mandi junub kita tetap syah?

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Ia tetap syah, hal itu tidak berpengaruh apa-apa

  52. nuro said:

    assalamu’alaikum
    pa ustad, saat saya sedang mandi junub, ada sisa makanan yang menyelip di gigi saya dan sulit sekali dibersihkan. saya sudah berusaha maksimal dengan berkumur-kumur dan mennyikat gigi saya saat mandi junub untuk membersihkannya. namun, tetap saja masih menyelip di gigi saya. apakah mandi junub saya syah pa ustad?

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Ia tetap syah. Dalam mandi junub, yang wajib disiram hanyalah bagian tubuh bagian luar. Adapun bagian dalam seperti lobang hidung atau mulut maka tidak wajib terkena air, walaupun tetap disunnahkan. Dan kapan dia sudah kumur-kumur maka sunnah tersebut sudah diamalkan walaupun ada makanan yang melekat pada giginya.

  53. Romli said:

    Assalamu’alaikum wr wbr.
    Pak ustad, ada sebagian Kyai (ustad) yang tidak membolehkan(melarang) bagi suami-istri yang telah (baru selesai) berhubungan badan untuk melakukan aktivitas (seperti masak atau makan) sebelum mandi junub terlebih dahulu. apakah ada dalil mengenai ini? jazakumullah

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Kami tidak mengetahui ada satupun dalil akan hal itu kecuali dalil-dalil umum akan disunnahkannya bersegera menuju kebaikan. Karenanya, disunnahkan bagi siapa yang junub untuk langsung mandi junub, akan tetapi hal itu tidak diwajibkan. Karena telah shahih dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim bahwa Abu Hurairah radhiallahu anhu pernah berjalan-jalan ke pasar dalam keadaan junub dan Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak menegurnya dan tidak juga menyuruhnya untuk pulang mandi.

  54. ali said:

    mau tanya ustaz:
    1. apakah orang yang mandi wajib cukup (mujzi’)tidak perlu lagi berwudu setelah mandi, padahal tadi waktu mandi dia tidak berkumur kumur??
    2. saya tidak junub, tapi mandi seperti mandi junub (dengan cara sempurna atau cukup) apakah setelah mandi boleh tidak berwudu dan bisa langsung shalat?
    3. jika junub tapi sakit, apakah dia boleh tayammum memakai kasur atau bantal yang ada dia pakai?bagaimana pula dengan tayammum memakai kursi di atas pesawat atau kendaraan, apakah itu hal yang benar atau keliru??
    syukran atas jawabannya

    1. Ia boleh berdasarkan hadits Aisyah radhiallahu anha dia berkata:
    أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَتَوَضَّأُ بَعْدَ الْغُسْلِ
    “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak berwudhu setelah mandi.” (HR. Abu Daud no. 172, At-Tirmizi no. 100, An-Nasai no. 252, dan Ibnu Majah no. 572)
    2. Yang diperbolehkan tidak berwudhu setelah mandi adalah jika mandinya adalah mandi junub, adapun mandi dengan niat berbersih biasa maka tetap wajib wudhu setelahnya. Karenanya, jawaban pertanyaan antum ditentukan apa niat dia ketika mandi tadi.
    3. Tayammum hanya syah jika memang dia menempelkan kedua tangannya pada sha’id (tanah atau yang semisalnya). Jadi jika pada benda tersebut tidak terdapat debu atau tanah atau yang semisalnya maka tayammumnya tidak teranggap syah.

  55. sithi said:

    salam ustaz.
    seblm mandi junub kita harus gosok gigi?
    apa mandi kita batal sekiranya tertelan sisa makanan ketika sedang mandi junub?

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Boleh menyikat gigi sebelum dan sesudah mandi junub. Jangankan tertelan, makan sambil mandi junubpun -misalnya- tidak mengapa.

  56. macked said:

    Ass. Wr. Wb

    Saya ingin tanya pak Ustadz:
    Setelah saya mandi junub saya mengeluarkan semacam cairan bening dan lengket tapi tidak keruh seperti sperma dan saya mengeluarkan cairan itu tidak dengan tekanan yg kuat seperti sperma, itu menurut penglihatan saya, karena itu saya takut ibadah saya tak sah karena saya belum mandi junub lagi. Apakah itu was-was dari setan?
    Terimakasih

    Itu bukan mani, mungkin hanya madzi yang hukumnya najis tapi tidak wajib mandi junub lagi. Karena mandi junub hanya wajib jika yang keluar itu mani.

  57. Fahrul said:

    Yudith said:
    September 4th, 2009 at 5:42 am
    Assalamu ‘alaikum
    Ustadz,ana pernah dengar bahwa sesudah mandi biasa tak perlu berwudhu lagi kemudian shalat asalkan airnya rata semua,mohon pemjelasannya

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Itu betul dengan syarat, semua anggota wudhunya terkena air dan juga dia meniatkan wudhu dengan mandinya. Kalau dua syarat ini tidak terpenuhi maka mandinya tidak bisa menggantikan wudhu. Ini berdasarkan hadits yang kami sebutkan di atas dari Aisyah, “Nabi -shallallahu alaihi wasallam- tidak berwudhu setelah mandi.”
    Fahrul said:
    Pak Ustadz,artinya apakah kita tak usah berwudhu secara sempurna cukup diganti mandi biasa dg niat wudhu ya?

    Waalaikumussalam.
    Maaf kami ralat:
    Mandi yang bisa menggantikan wudhu hanyalah mandi junub. Adapun mandi biasa maka tidak bisa menggantikan wudhu dan tidak bisa diniatkan menggantikan wudhu. Wallahu A’lam.

  58. wahyu said:

    assalamualaikum wr wb

    Saya ingin tanya ustad, ketika saya selesai mandi junub, ada goresan tinta pulpen di kulit yang sudah saya basuh, apakah mandi junubnya sah ?

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Jika tintanya tidak tebal dan tidak menghalangi air menyentuh kulit di baliknya maka mandi junubnya syah. Dan jika sebaliknya maka mandi junubnya tidak syah.

  59. nuro said:

    assalamu’alaikum. pa ustad ketika saya sedang mandi junub dan berwudhu, saya suka memasukkan air ke jari-jari saya yang saya sanggup memasukkannya. bagaimana hukumnya pa ustad? boleh atau malah haram? dan jika itu haram, haruskah saya mengulangi ibadah saya tersebut?

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Tidak ada masalah insya Allah, hal itu diperbolehkan.

  60. Ardi said:

    Setau saya kalo pada siang hari (waktu setelah imsyak) pada bulan ramadhan mimpi basah maka puasa saya syah dan tidak batal. Namun apabila ketika saya sedang bermimpi basah namun tiba-tiba saya terbangun dan masih terasa tapi saya membiarkannya karena merasa nyaman. Apakah puasa saya batal atau tidak? Mohon jawabannya?

    Puasa tidak batal, hanya saja jika dia sengaja mengeluarkan mani (onani) adalah hal yang haram dan pahala puasanya juga turut berkurang.

  61. AnDy said:

    assalamualaikum pak ustad
    mau nanya..
    wajibkah ketika mandi junub berkumur2, memasukkan air ke dalam telinga, hidung, dll.??

    thanks..

    w/sallam

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Tidak wajib, hanya disunnahkan.

  62. teddi said:

    assalamualaikum pak ustad
    mau nanya..
    1.apakah salah melafazkan niat mandi junub, mandi junubnya tidak sah?

    2.apakah boleh niat mandi junub adalah kehendak hati untuk melakukan mandi wajib tsb?

    wassalam…

    Waalaikumussalam warahmatullah
    1. Ia, melafazhkan niat pada seluruh ibadah adalah salah, hanya saja tidak menjadikan ibadah yang dikerjakan -dalam hal ini mandi junub- batal.
    2. Bukan boleh lagi, bahkan begitulah seharusnya. Karena niat adalah maksud dan kehendak, sementara maksud dan kehendak tempatnya di dalam hati. Karenanya kapan dia sudah berkehendak dalam hati maka itulah niatnya dan tidak perlu dia mengucapkannya.

  63. aidil said:

    assalamualaikum pak ustad
    mau nanya.

    saya sering melakukan onani]
    dan sering juga melakukan mandi wajib berulang kali untuk menghilang keraguan
    apakah sah apabila mandi wajib pertama yang saya lakukan, tapi melakukan mandi tersebut berulang kali tapi ada saja kendala misalnya air terkena tembok, dan megenai saya(saya menyangka air yg tsb sudah terkena air mani atau kotoran lainnya)

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Ini adalah masalah was-was dalam thaharah. Silakan baca komentar-komentar yang ada, kami sudah banyak menjawab pertanyaan yang senada dengan ini.

  64. rico said:

    assalamualaikum pak ustad
    mau nanya.

    pada bln ramadhan ini, ketika itu saya mimpi basah pd wktu pagi (sudah terbit matahari), tapi saya tidak langsung mengerjakan mandi junub malah saya tidur lagi, dan saya bangun setelah dzuhur dan menunda mandi tsb sampai saya berbuka puasa.
    apakah sah puasa saya pak ?

    thx pak

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Puasanya syah, silakan baca beberapa artikel tentang puasa dalam situs ini. Kami sudah menjelaskannya hanya saja tidak ingat apa judul artikelnya

  65. adi said:

    Asalamualaikum…ustad sya mau tanya..
    ini yang sering seklai membuat saya ragu ketika mandi wajib..
    saya selalu ragu jika mandi wajib menggunakan air yang ada didalam bak, karena melihat cipratan air sabun yang masuk pada bak saat kita membasuh tubuh kita..
    apakah sah mandi wajib yg saya lakukan itu pak ?

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Ia syah, air tidak menjadi najis karena masuknya benda suci seperti sabun. Air hanya menjadi najis jika yang masuk ke dalamnya adalah najis lalu najis tersebut merubah bau atau rasa atau warnanya. Silakan baca artikel ‘Kitab Thaharah-Bab Air’.

  66. dani said:

    Terus kalo saat mandi besar setelah wudhu.. kita BAK (Buang Air Kecil ) apakah kita harus Wudhu lagi…

    contoh nya : saat abis wudhu terus kita baru nge basuh kepala doang… eh tiba2 pipis… apakah harus wudhu lagi…??

    Terus sampai kapan kita harus jga wudhu kita saat mandi besar…

    Terima kasih…

    Yang menjadi rukun dalam mandi junub hanyalah menyiram seluruh tubuh dengan air secara merata. Adapun wudhu maka hukumnya hanya sunnah dalam mandi junub. Karenanya jika seluruh tubuhnya sudah terkena air maka mandinya sudah syah. Walaupun dia buang air setelahnya, mandi junub dan wudhunya tidak perlu diulang. Dia hanya wajib berwudhu kembali jika dia akan shalat.

  67. yat said:

    Assalamu’alikum.
    Pak Uztadz,

    rambut saya berminyak kerana memakai minyak rambut dan apabila hendak mandi junub,perlukah saya menggunakan sabun untuk menghilangkan minyak yang ada pada rambut dahulu kemudian mandi junub atau mandi sahaja tanpa menghilangkan minyak rambut tersebut.Saya was was kalau air tidak kena pada rambut atau kulit kepala disebab oleh minyak rambut itu
    Terimakasih

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Saya rasa minyak rambut tidaklah menghalangi air untuk menyentuh rambut dan kulit kepala, jika memang kita menyiramkan air di atas kepala dengan baik dan menggosok rambut agar terkena seluruhnya. Karenanya tidak harus dia memakai shampo terlebih dahulu. Wallahu a’lam

  68. ingin berubah lebih baik said:

    assalamualaikum pak ustadz.

    saya ingin bertanya apakah seorang laki-laki yang sedang junub ketika menyentuh suatu benda atau menggunakan suatu benda seperti baju,helm atau sepatu maka benda-benda tersebut menjadi najis dan harus di cuci ?
    dan apabila kita sudah mandi wajib dan menggunakan benda-benda tersebut tapi benda-benda tersebut belum di cuci apakah kita menjadi najis dan harus mandi wajib lagi?

    terima kasih.

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Tidak sama sekali, orang yang junub adalah suci sama sekali bukan najis. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada Abu Hurairah yang ketika itu sedang junub:
    سُبْحَانَ اللَّهِ إِنَّ الْمُسْلِمَ لَا يَنْجُسُ
    “Subhaanallah! Sesungguhnya seorang Muslim itu tidak najis.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  69. Anas said:

    ustadz saya ingin bertanya! sya pernah mengingat pacar saya stelah saya mengingatnya saya kekamar mandi mau buang air besar, saat saya lihat kemaluan saya ada warna air warna bening! saat itu saya blm tau kalau itu adalah madzi, setelah saya BAB saya onani! tapi setelah saya onani saya tdk mandi wajib karena saat itu saya ada di tempat PKL saya jadi saya tdk maqndi wajib!
    Yang saya ingin tanyakan apakah saya berdosa? karena setelah saya onani saya pergi shalat karena saya di panggil sama pegawai jadi saya ikut, dan saya malu mengatakan kalau saya nda bisa shalat!

    Jelas dalam hal ini anda berbuat beberapa dosa:
    1. Zina dengan khayalan.
    2. Melakukan onani.
    3. Shalat tanpa thaharah (mandi junub)
    Karenanya, hendaknya kita semua bertaubat kepada Allah Ta’ala dengan taubat yang ikhlas serta tidak mengulangi semua kekeliruan kita.

  70. adi said:

    assalamu a’laikum.
    saya ingin bertanya ustad, menurut kata teman saya,setelah kita dalam ke ada’an junub,kita tidak boleh keluar rumah apa lagi sampai menginjak tanah, benar apa tidak ustad, tolong di jelaskan.

    Waalaikumussalam
    Itu tidak benar, itu hanyalah khurafat yang tidak ada dasarnya sama sekali dalam agama. Orang yang junub boleh bepergian kemana saja walaupun dia belum mandi. Tapi jika waktu shalat sudah masuk maka dia wajib mandi.

  71. reza said:

    assalamualaikum
    ustad, sy mau tanya.
    jika seorang lelaki setelah melakukan hubungan suami istri, dan kemudian mandi wajib. Setelah itu beberapa jam kemudian masih ada sisa cairan sperma yang keluar lagi, haruskah mandi lagi?

    Waalaikumussalam
    Tidak wajib mandi lagi, karena keluarnya tidak terpancar dan tidak disertai perasaan nikmat.

  72. pendik said:

    Assalamualaikum.Wr.Wb……………………
    pak ustad bila saya sering mandi besar apabila saya keramas dan itu sering saya lakukan 2 hari satu kali dan padahal saya tidak mengeluarkan najis gimana hukumnya pak ustad???

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Mandi besar atau mandi junub tidaklah wajib bagi seorang muslim kecuali jika dia mengeluarkan mani atau junub karena melakukan hubungan dengan istrinya. Wallahu a’lam

  73. arief said:

    Assalamualaikum.wr.wb
    ustad, saya mau nanya, tentang junub:
    1. kalo saya ragu2 apakah itu mani atau madzi, apa yg harus saya lakukan, mandi junub apa mandi biasa?
    2. apabila setelah mandi junub, boleh disambung dengan mandi bisa seperti menggunnakan sabun dan shampo?
    3.di dalam pembahasan mandi junub tidak ada pembahasan menggosok gigi, apa kah sah mandi junubnya kalo tidak menggosok gigi?
    4. apa kah kita boleh mandi junub/mandi besar padahal kita tdk junub?
    mohon informasi dan penjelasannya pak ustad.. terima kasih

    Waalaikumussalam
    1. Kalau memang tidak yakin itu mani maka dia tidak wajib mandi junub. Dia juga tidak wajib mandi biasa, cukup berwudhu dan membersihkan najisnya.
    2. Boleh. Bahkan boleh pakai sampo di tengah-tengah mandi junub. Saat dia menyiram kepalanya dalam mandi junub, dia memakai sampo. Saat dia menyiram seluruh tubuhnya, dia boleh memakai sabun.
    3. Ia syah. Jangankan sikat gigi, amalan wudhu dalam mandi junub saja sunnah, bukan wajib.
    4. Boleh insya Allah, sebagaimana seseorang boleh berwudhu walaupun tidak berhadats. Wallahu a’lam

  74. arief said:

    assalmualaiku.
    tamabahan pa ustad,
    apa hukumnya kalo pakaian terkena mani, madzi kalo di pakai kembali setelah kita sudah mandi junub, dah sah kah ibadah kita memakai pakaian tersebut?

    Waalaikumussalam
    Boleh shalat dengan pakaian yang terkena mani karena mani bukanlah najis. Tidak boleh shalat dengan pakaian yang terkena madzi, karena madzi najis.

  75. saya bertanya said:

    assalamualaikum.
    selamat pagi menjelang siang pak ustad, saya mau bertanya.
    1.bagaimana tata cara mandi besar/mandi junub dan apa niatnya?
    2.berapa air yg diperlukan untuk mandi besar/junub?
    3.apa bila menggunakan air di dalam bak mandi apa kah bisa untuk mandi junub, karena air itu juga di pakai untuk mandi biasa?
    4. apabila orang sedang berjunub/berhadas, boleh kah memegang sesuatu/mamakai antara lain baju, sepatu/tas dan apa hukumnya memakai barang tersebut?
    5. apakah sesudah mandi junub boleh dilakukan mandi biasa, seperti memakai sabun, dam shampo?
    mohon penjelasanya dari pak ustad.
    wassalamualaikum.

    Waalaikumussalam
    1. Ada 3 cara mandi junub, semuanya sudah diterangkan di atas. Niat itu di dalam hati dan tidak boleh diucapkan.
    2. Tidak ada patokan berapa jumlah air dalam mandi. Yang jelas jangan mubazzir dan jangan pula terlalu kurang yg menyebabkan seluruh tubuhnya tidak terkena air.
    3. Ia syah, tidak ada bedanya antara mandi junub dengan mandi biasa dalam masalah airnya. Selama air itu suci maka boleh mandi biasa dan mandi junub dengannya. Jika airnya najis maka tidak boleh mandi junub dan mandi biasa darinya.
    4. Ia boleh, tidak ada yg dilarang bagi orang yang junub kecuali shalat, tawaf, dan menyentuh al-qur`an secara langsung (tanpa perantara) menurut pendapat sebagian ulama. Adapun amalan lainnya maka dia boleh kerjakan.
    5. Boleh. Bahkan boleh pakai sampo di tengah-tengah mandi junub. Saat dia menyiram kepalanya dalam mandi junub, dia memakai sampo. Saat dia menyiram seluruh tubuhnya, dia boleh memakai sabun.

  76. saya bertanya said:

    memperjelas paertanyaan saya no 1: niat itu didalam hati dan tidak boleh di ucapkan, jadi membaca niat nya pas waktu kita sedang mandi, apa sebelum mandi?
    meperjelas pertanyaan no 5: ketika mandi junub menggunakan sampo dan memakai sabun, itu setelah selesai mandi apa sebelum mandi junub kita memakainya?

    mohon penjelasannya
    wassalamualikum pa ustad.

    Waalaikumussalam
    1. Niat mandi junub adalah keinginan untuk mandi junub, dia tidak diucapkan akan tetapi cukup dimunculkan keinginan dalam hati untuk mandi junub sebelum dia mandi.
    2. Boleh pakai sabun dan shampo di tengah-tengah mandi junub.

  77. ibnu said:

    ustadz mo nanya. Apakah boleh saya mandi junub SELALU memakai cara yg cukup saja? Alasan saya, Krna sya srg merasa was was jika memakai mandi junub cara yg sempurna, krna mengulang2 urutannya, sehingga memboroskan air ustadz.

    Ia, boleh insya Allah.

  78. Penanya said:

    Assalamu’alaikum.
    Pak ustad,saya mau nanya,kalau kita sedang mandi wajib,terus kita dipanggil seseorang dan kemudian kita berbicara dengan dia,apakah sah mandi wajib yang kita lakukan?

    Waalaikumussalam. Ia tetap syah.

  79. Rusli said:

    Assalamua’laikum wr.wb.

    Ustadz,,,
    saya ada luka ditangan yang sudah kering tpi belum tekupas,,, jika saya kupas saya takut didalam lukanya masih belum kering atau berdarah.

    Kemaren saya melakukan onani,,, yang ingin saya tanyakan saya mandi junub dan luka tersebut juga saya basahin,,, tetapi bagian dalam luka tidak kena air karena masih tertutup dan belum tekupas.
    Apakah bagian dalam luka itu suci,,?
    Apakah mandi saya sah,,?
    Jika lukanya sudah tekupas apakah daging yang tertutupi kulit baru menjadi suci juga,,?

    Mohon penjelasannya ustadz,,!
    Wassalamua’laikum

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Onani adalah hal yang diharamkan dalam Islam, karenanya tidak sepantasnya muslim yang menjaga kehormatannya untuk melakukannya. Silakan baca artikel berikut: http://al-atsariyyah.com/hukum-onani-atau-masturbasi.html
    Adapun kasus mandi junub di atas, maka mandi junubnya syah karena air sudah mengenai seluruh kulitnya.

  80. Rusli said:

    Berarti tidak apa2 ya ustadz jika didalam lukanya tidak kena air,,

    Ia tidak mengapa

  81. Rusli said:

    Terima kasih ustadz,,,

  82. dyah said:

    maf pa ustad..sesungguhnya niat untuk mandi junub dan mandi haid itu sperti apa ya?

    Niat itu adalah maksud dan kehendak, sementara maksud dan kehendak tempatnya di hati dan bukan dimulut, jadi tidak perlu diucapkan. Dia cukup memunculkan keinginan dalam hatinya untuk mandi junub atau mandi haid.

  83. ramly said:

    pgn nanya :
    pak ustad ujar sebagian orang bilang kalau selesai berhubungan harus mandi dan mandi jgn dalam WC krn tdk boleh jar, yg boleh di tempat tdk ada WC nya jar …apakah benar pak ustad..???

    Itu tidak benar. Boleh mandi junub di mana saja selama aurat terjaga dan bukan di dalam air yang diam (seperti kolam dan semacamnya).

  84. ramly said:

    assalamu’alaikum wr..wb..
    pak ustad uln mau nanya ne,..
    apakah sah kalau kita mandi wajib / junub di dalam wc…???

    Waalaikumussalam
    Ia syah dan boleh.

  85. Radyth said:

    Assalamu Alaikum.
    Ustadz.
    Sya mo nanya ni
    1. Ktika mgawali mandi junub, saya selalu membaca niat bersuara bukan dalam hati dan tidak dibarengi dengan kegiatan membasuh, sah atau tidak ustadz?
    2. Sya ragu. Tmen2 sya blg dlam mandi jnub, wajib memasukkan air ke lobang dubur sedalam 3 cm. Apa itu benar? Saya tdak melakukn hl dmikian, sy cma myiram kulit dubur sya yg nmpk dr luar. Bgaimana tu ustadz?
    Tolong dijawab y.
    Wassalam

    Waalaikumussalam.
    1. Termasuk kesalahan dalam berniat adalah mengucapkan niat. Akan tetapi walaupun dia salah, mandi junubnya tetap syah.
    2. Itu tidak benar, tidak ada dalil yang mengharuskan amalan seperti itu. Apa yang anda lakukan sudah cukup dan sudah benar.

  86. addie said:

    assalamu a’laikum..
    pak ustad,saya mohon penjelasan.apa kah boleh setelah berhubungan suami istri tidak langsung mandi junub,tp langsung beraktivitas atau bekerja dulu,
    mandinya nanti setelah mau melakukan sholat fardhu.

    Waalaikumussalam
    Boleh, karena waktu itu dia belum diwajibkan untuk bersuci.

  87. ani said:

    Assalamu alaykum, Ustadz
    Saya mohon penjelasan apakah jika pada saat haid ada rambut yang gugur (bukan dipotong dengan sengaja)harus dikumpulkan dan harus ikut dimandikan pada saat mandi junub setelah selesai haid? Karena ada teman saya yang mengatakan hal tsb wajib dilakukan.
    Makasih Ustadz.

    Waalaikumussalam
    Itu tidak benar, tidak ada keharusan mengumpulkan rambut yang rontok untuk mandi haid.

  88. bintang said:

    Assalamu’alaikum,,ust,jika beberapa jam setelah mandi besar kita mengeluarkan sisa mani dr *maaf* Ms. V kita gmn,apakah wajib mandi besar lg?mengingat org mimpi basah/onani walau tanpa berhubungan badan pun hukumnya wajib mandi besar..terimakasih.

    Waalaikumussalam.
    Tidak disyariatkan mandi lagi. Karena sifat keluarnya mani yang diharuskan mandi adalah jika keluarnya dengan terpancar dan disertai perasaan nikmat. Jika keluarnya mani tidak dengan kedua sifat ini maka tidak wajib mandi.

  89. singo edan said:

    assalamu a’laikum..
    pak ustad, saya mo nanya nih
    -apakah mandi dengan menggunakan shower itu sah?
    -saat saya akan mandi junub, saya melihat ada sedikit debu, dan itu tidak bisa hilang, apakah itu sah?

    Waalaikumussalam.
    – Tidak masalah mandi junub dengan shower, yang terlarang itu mandi junub dalam air yang diam, semisal masuk ke kolam atau yang semacamnya.
    – Debu apa yang tidak bisa hilang dengan air?

  90. budi said:

    saya mau menanyakan hukum nya seorang istri memasak makanan unyuk suami nya sebelum istrinya mandi junub karena telah berhubungan badan dengan suami nya sebelum nya.

    Boleh-boleh saja selama si istri belum mau shalat.

  91. fadhlan said:

    Assalamualaikum ustadz. Selesai mandi junub, saya sering merasa ada yg belum dibasuh padahal sebelumnya saya suadah yakin membasuh semua bagian tubuh. Apakah saya harus mengulang atao bagaimana usatadz? Terima Kasih.

    Waalaikumussalam.
    Ibadah dibangun di atas keyakinan. Jika dia yakin semua bagian tubuhnya sudah terkena air maka tiak perlu memperhatikan keragu-raguan tersebut dan tidak perlu mengulangi mandinya.

  92. muhammad ismail said:

    assalamualaikum pak ustad

    saya mau tanya jika seseorang mengeluarkan mani dengan sengaja seabnyak 3x
    berapah kah mandi junubnya apa 3x juga mandi junubnya..
    dan apakah boleh mandi junubnya di wc atau kamar mandi,
    sekian hal yang saya pertanyakan ini
    assalamualikum pak ustad

    Waalaikumussalam.
    Jika dia belum mandi junub sampai pada kali ketiganya maka cukup satu kali mandi untuk seluruhnya.
    Boleh mandi junub di kamar mandi atau wc.

  93. Sofyan said:

    saya mau tnya apakah dalam keadaan mandi junub boleh bnyk berbicara dengan orng lain??

    Boleh saja, tidak ada larangan. Semua pekerjaan dia boleh kerjakan dalam keadaan junub kecuali shalat, tawaf, dan menyentuh Al-Qur`an.

  94. rahman said:

    assalamualaikum pa ustad
    saya mau bertnya,batalkah jika saat mandi junub memegang kemaluan |membersihkanya pa ustad?
    terima kasih.

    Waalaikumussalam.
    Tidak batal. Yang bisa membatalkan mandi junub hanyalah jika dia junub kembali.

  95. ahmad saiful said:

    assalamualaikum
    pak ust. saya mau tanya…gmn hkumnya kalau kita setelah keluar kencing atau madzi tp belum membasuhnya dengan air pd kemaluanya akan tetapi langsung mandi wajib..apakah mndi wjibnya tetap sah?
    trima kasih

    Waalaikumussalam.
    Keluar kencing dan madzi tidak wajib mandi. Cukup yang terkena madzi dibersihkan lalu berwudhu kalau mau shalat

  96. ahmad saiful said:

    menanggapi pertanyaan yg kmren Pak Ust. maksudnya masih dalam keadaan junub dan akan melaksanakan mandi wajib..akan tetapi sblum mandi wajib saya kencing atau kluar madzi dulu setelah itu saya gak membasuh kemaluanya akan tetapi langsung mandi,,apakah mandi wajibnya tetap sah?,sebab saya ragu karna sblumnya blum membasuh kemaluanya dengan air terlebih dahulu..

    terima kasih.

    Di dalam gerakan mandi junub itu kan ada membersihkan kemaluan dari najis, jadi mandi junubnya tidak ada masalah dan tetap syah.

  97. rahman said:

    assalamualaikum nanya lagi pa ustad
    beda air mani sama madzi apa?
    mohon informasinya
    trimakasih.

    Waalaikumussalam
    Silakan baca di sini: http://al-atsariyyah.com/perbedaan-mani-madzi-kencing-dan-wadi.html

  98. akhi syam said:

    Asalamualaikum,

    Ustadz ana mau tany ni

    ana melakukan mandi Junub ditengah mandi junub ana buang angin atau kencing, apakah ana harus mengulang rangkaian mandi junub dari awal

    atas penjelasan ustadz jazzakallahu khoiron

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu. Tidak ada yang membatalkan mandi junub kecuali junub kembali

  99. ichaL said:

    assalamualaikum..

    Ustadz saya mau tany ini..
    Apakah sah kalau mandi junub menggunakan dengan air hangat??
    Apakah ada hukumny harus menggunakan air apa dalam melakukan mandi junub..

    Terima kasih..

    Waalaikumussalam
    Boleh saja. Air yang digunakan yang penting bukan air najis dan tidak mandi di dalam air yang diam (tidak mengalir)

  100. ahmad saiful said:

    Pak Ustad saya mau tanya, ,,,ketika mandi wajib terus ditengah-tengah mandi wjibnya keluar sperma…apakah kita harus mengulangi dari awal lagi?…

    terima kasih

    Tidak perlu, mandi junubnya tetap syah.

  101. Haryanto said:

    Assalamu Alaikum, wr,Wb
    Salam kenal uztad…
    Aku ingin bertanya yang lebih jelas lagi…apakah sah shalat kita apabila setelah berhubungan dengan suami istri di malam hari/pada saat subuh..,cuman cebok atau dicuci bersih saja langsung shalat subuh..uztad..mohon jawabannya..terimakasih…wassalam

    Waalaikumussalam.
    Salam kenal kembali. Shalatnya tidak syah dan dia berdosa besar karena shalat tanpa thaharah

  102. fiqi said:

    ass, pak ustad
    seandainya sya lupa ternyata ada bekas tinta atau bekas hitam semacamny syah atau tidak mandi junub sya pak trimaksih pak ustad mohon penjelasanya wasallam.

    Jika tintanya tidak menghalangi air masuk ke kulit maka mandinya tetap syah.

  103. syaiful irfhany said:

    Assaalamualaikum.
    1. Ustadz apakah jika kita lupa berkumur dalam mandi junub atau ragu2 apakah sah dan apakah kita harus mengulangnya?
    2. jika setelah berwudhu kemudian saya buar air kecil lalu saya bersihkan kemudian saya merasa ada yang keluar lagi tetapi saya langsung berniat dan mandi apakah sah ustadz dan apakah harus diulang?atau apakah jika sehabis buang air kecil kita langsung berniat dan mandi tanpa membersihkannya terlebih dahulu apakah sah mandinya ustadz atau harus diulang?
    3. ada ustadz yang bilang bahwa dalam mandi junub kita diwajibkan berkumur bagaiman ustadz saya jadi bingung apakaha ada dalilnya?
    4. ustadz saya selalu dilanda rasa was-was yang makin lama makin parah dan berlebihan terutama dalam hal bersuci,mandi,wudhu hingga aspek sehari2.saya merasa selalu kotor dan tidak sah dalam beribadah hal ini sungguh sanggat menggangu saya dalam beraktifitas dan oran2 di sekitar saya.terkadang saya bisa tidak tenag seharian.
    apakah ini bisa disembuhkan ustadz?
    apakah ada metode pengobatan yang dapat saya jalani?
    jika ada dimana dan apa yang harus saya lakukan?
    apa saja akan saya lakukan ustadz asal saya bisa hilang dari rasa ini.
    ini sudah berlangsung bertahun-tahun ustadz dan telang menghambat saya dalam beraktifitas dan berprestasi.
    apakah ini berasal dari setan?
    SAYA MOHON SEKALI JAWABAN DAN BANTUANNYA USTADZ
    jika memang ustadz ada informasi dimana/apa yang harus saya lakukan saya dapat dihubungi di 087832366640.untuk bantuannya saya ucapkan terima kasih Jazakumullah khairan.semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda

    Waalaikumussalam.
    1. Ia tetap syah.
    2. Ia tetap syah.
    3. Berkumur2 tidak wajib dalam mandi junub.
    4. Silakan baca2 komentar pada artikel ini dan komentar2 pada artikel perbedaan mani, madzi, dan wadi. Kami sudah sering menjawab pertanyaan seperti ini.

  104. syaiful said:

    ustadz apakah sah jika kita mandi junub tetapi pintu dikamar mandi terbuka tanpa sepengetahuan dan ada yang melihat apakah harus diulang karena diatas saya membaca yang penting aurat terjaga dalam mandi?

    2.jika selesai mandi kita melihat tangan kita ada bekas pulpen dan tip ex apakah mandinya sah?apakah harus diulang. Jazakallah khairan

    1. Tidak perlu diulang, mandinya tetap syah.
    2. Jika tip ex itu menghalangi masuknya air ke tubuh maka mandinya harus diulang, Jika tidak maka tidak perlu diulang

  105. iqbal said:

    Asslamualikum wr. wb..
    uztad, ana mau tanya
    gimana kalu pas kita mau mandi karna mimpi basah ada bagian yang sulit di hilangkan, seperti ada lem (lem alteko yang super kuat) itu kan sulit di hilangkan. . .
    trimakasih
    wassalam…

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Seharusnya dihilangkan terlebih dahulu sebelum mandi junub

  106. widi said:

    assalamualikum..
    pak ustad sya ingin bertanya..
    jika setelah mandi wajib masih terdapat kotoran di dalam kuku.apakah mandi wajibnya sah ?
    atau harus di ulang ?

    Waalaikumussalam. Ia, mandi junubnya syah.

  107. ahmad saiful said:

    pak ust saya mau tanya kalu kita mencumbu akan tetapi tidak keluar sperma apakah kita harus mandi wajib?..soalnya saya pernah baca kalau mencumbu itu walau tidak keluar sperma tetap harus mandi wajib..soalnya sya masih ragu Pak?

    terima kasih

    Selama tidak ada sperma yang keluar dengan terpancar dan disertai dengan perasaan nikmat, maka tidak wajib mandi junub.

  108. ade said:

    Assalamu ‘alaikum
    Pak ustadz saya mau tanya , bagaimna kalau kita melakukan mandi junub tapi tata caranya terbolak-balik … Apakah itu sah ???

    Waalaikumussalam.
    Selama seluruh anggota tubuhnya terkena air secara sempurna maka mandi junubnya syah insya Allah

  109. rina said:

    assalamulaikum’wr.wb
    pak ustad saya mau tanya
    apabila ingin mandi junub tapi tidak ada air bolehkah dengan cara tayamum dan apa hadistnya,kalau boleh beserta arabnya mkash sebelumnya

    Waalaikumussalam
    Ia boleh tayammum. Dalilnya adalah surah al-maidah ayat 6, tentang tayammum.

  110. singgih said:

    Saya mau tanya apakah daun telinga bagian dalam wajib dialiri air? Soalnya menurut pemikiran saya, mengaliri air ke daun telinga bagian dalam agak berbahaya,karena airnya bisa masuk ke dalam telinga…?

    Kulit telinga bagian dalam wajib dibasuh air dalam mandi junub, tapi tidak sampai harus memasukkan air ke dalam telinga tentunya.

  111. widi said:

    assalamualaikum..
    pak ustad sya ingin bertanya..
    1. jika setelah mandi junub masih terdapat kotoran kuku bgmna? apkah sah mandinya?
    2. jika mandi junub apakah harus berkumur dan membersihkan/memasukkan air kedlm hidung?

    Waalaikumussalam warahmatullah
    1. Ia mandinya tetap syah.
    2 Berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung adalah sunnah dalam mandi junub.

  112. Junaidi said:

    Assalamualaikum Ustadz,,
    Ustadz saya ingin bertanya beberapa hal tentang mandi janabah,
    1. Sahkah mandi janabah, Jika sebelum mandi, kencing terlebih dahulu kemudian tanpa mencucinya langsung mandi?
    2. Saya masih belum paham dengan maksud cara mandi yang Mujzi dan yang sempurna, apakah boleh dan sah jika mandi dengan cara yang mujzi saja?
    3. tentang air, kebetulan di tempat tinggal saya ada bak berukuran (PanjangxLebar)70cmx60cm dan dalam 60 cm. apakah air tersebut sudah mencapai 2 kullah / mencukupi syarat sah mandi janabah.

    Waalaikumussalam.
    1. Ia syah.
    2. Ia syah.
    3. Tidak ada batasan air minimal untuk mandi junub. Yang jelas kapan airnya cukup untuk menyiram seluruh tubuh secara merata maka boleh mandi dengannya.

  113. ahmad saiful said:

    pak ustad saya mau tanya,,,,,kluwar sperma yang terpancar itu seperti apa?maksunya apa…..

    sebab saya masih bingung antara sperma yang terpancar dan yang tidak….

    matur nuwun

    Maksudnya terdorong dengan kencang keluar.

  114. ahmad saiful said:

    pak ustad,,,,ketika saya mandi wajib disaat ataupun baru selesai mandinya,,,,saya merasakan seperti ada yang kelun apakah yg kluar dari kemaluan saya,,tapi kadang saya ragu apakah benar kluar atau tidak..yang jadi pertanyaan saya,,ketika yg kluar itu memang bukan sperma apakah mandi wajibnya tetap syah?,dan apakah kalau sperma jg tetap syah..karena saya suka was-was……..

    Ia, mandi junubnya tetap syah pada kedua keadaan itu.

  115. Edo said:

    Assalamualaikum Ustadz, saya mau nanya, saya lupa baca niat mandi junub, saya hanya mandi biasa, saya lagi di kantor , apakah salat zuhur & ashar saya nantinya sah ?

    Waalaikumussalam.
    Niat semua ibadah termasuk mandi junub tidak perlu diucapkan. Kalau di dalam hatinya dia sudah meniatkan mandi itu adalah mandi junub, maka berarti mandi junubnya syah insya Allah.

  116. singgih said:

    Saya mau bertanya,jika seseorang telah selesai mandi junub,kemudian handukan, dan memakai baju. Tiba-tiba dia menyadari ada anggota yang belum terbasuh,misalnya wajahnya. Sebagian anggota tubuhnya sudah kering,tapi sebagian yang lain belum kering. Bolehkah dia hanya membasuh wajahnya saja untuk men-sahkan mandi junubnya?
    Terima kasih

    Tidak boleh karena bagian tubuh yang lain sudah kering. Dia harus menyiram kembali seluruh tubuhnya dengan niat junub. Wallahu a’lam

  117. wulan said:

    ass pak ustadz,
    maw nanya ne.

    1. apakah boleh mndi junub dg cra membasuh satu persatu anggota tubuh ? Krn sy mrasa jika dialirkan begitu saja ke badan, takutnya ada anggota tubuh yg tdk terkena atau dialiri air. jdix sy menggunakan cra itu.

    2. Jika sudah membasuh tubuh (smua anggota tubuh) ktika mandi junub kemudian ada salah satu bagian tubuh yg sudah kering, pdhal bgian tsb sudah trkena/dialiri air, apakah perlu kita ulang utk membasuhnya lagi ? Krn sy ragu, antara mngulang membasuhx, pdhal sy yakin sudah membasuh smua anggota tubuh sy.

    1. Ya boleh.
    2. Tidak perlu diulang kalau memang dia sudah yakin.

  118. hendi said:

    assalamu ‘alaikum wr.wb
    ustadz ana mw tanya…
    niat wudhu dalam mandi junub gimana ya?!
    apakah lafalnya diganti jadi hadats besar ?!
    mohon pencerahannya pak ustadz …

    Waalaikumussalam
    Niat adalah keinginan dan kehendak, sementara sudah dimaklumi bersama bahwa kehendak dan keinginan itu merupakan amalan hati. Karenanya tidak disyariatkan untuk mengucapkan niat dengan lidah, tapi cukup memunculkan keinginan di dalam hati untuk mandi junub.
    Wudhu dalam mandi junub bukanlah gerakan yang berdiri sendiri, akan tetapi dia mengikut kepada gerakan mandi junub lainnya. Karenanya tidak perlu ada pembedaan niat anatara mandi junubnya dengan wudhu yang ada di dalamnya. Jika dia sudah meniatkan mandi junub dalam hatinya, maka itu sudah mencakup seluruh gerakan di dalamnya, termasuk wudhu.

  119. Fahri said:

    Bismillah
    Assalamu’alaykum
    Ustadz, apa hukumnya mandi junub dengan air hangat (air yang dicampur dengan air yang telah dimasak sampai mendidih/hampir mendidih)?

    Waalaikumussalam.
    Boleh, silakan cari pembahasan mengenai berwudhu dengan air panas dalam blog ini.

  120. Ana said:

    assalamu’alaikum

    ustad saya telah selesai mandi junub dan sdh yakin bahwa tubuh saya telah terguyur dan digosok dgn baik (seluruhnya sdh terkena air), sudah mersa membasuhnya semua, lalu setelah mandi saya beraktifitas seperti biasa, misal mengupas buah, memandikan anak, memasak, lalu bbrp jam kemudian tiba saatnya untuk sholat dhuhur, ketika hendak wudhu, saya melihat ada satu titik (sebesar noda titik tinta bolpen) kotoran yang lengket sekali di kuku saya, kemudian saya ragu apakah waktu mandi junub tadi kotoran ini memang sudah ada karena saya hannya menggosok dg wajar sewaktu mandi, tidak melihat secara detil satu per satu ke kuku saya, ataukah kotoran tersebut baru saja menempel ketika saya beraktifitas saat setelah mandi seperti yg saya sebutkan tadi. Apa yang harus saya lakukan ustadz? karena saya jadi ragu, perlukah saya mengulang mandi saya? jika selama menunggu jawaban dari ustadz ini saya terus diliputi keraguan, sahkah sholat2 saya yang saya kerjakan dengan adanya keraguan terhadap sah tidaknya status mandi junub saya, mohon segera jawabannya ust. Karena saya sering mengalami hal seperti ini. jazaakumullaahulkhoyr

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam, kalau seperti itu maka asalnya kotoran itu ada setelah mandi junub dan bukan setelahnya, karena sesuatu itu disandarkan kepada waktu yang terdekat. Ditambah lagi bahwa yang menjadi keyakinan adalah dia sudah mandi dengan sempurna dan waktu munculnya noda ini adalah masih diragukan, sementara sesuatu yang masih meragukan tidak bisa mengguburkan sesuatu yang meyakinkan. Karenanya mandinya tidak perlu diulang.
    Dan semua shalat setelahnya insya Allah tetap syah, walaupun masih dihinggapi oleh keraguan. Wallahu a’lam.

  121. hendi said:

    oh berarti niat nya hanya satu dong pak ustad, yaitu niat untuk mandi junub saja dan wudhu’a tidak memakai niat ?!
    tapi saya niatnya ada 2 pak ustad yaitu niat mandi junub saat saya pertama kali mulai mencuci tangan untuk mandi junub dan niat untuk wudhu saat saya selesai mencuci tangan ke lantai dan memulai mencuci tangan untuk wudhu.
    apakah yang saya lakukan tidak bermasalah pak ustad ?!
    mohon bantuannya pak ustad soalnya sya sering ragu-ragu …

    Ya, niatnya cuma satu. Apa yang anda lakukan kurang tepat karena tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam. Karenanya sebaiknya itu dihentikan dan memantapkan hati bahwa yang dicontohkan Nabi shallallahu alaihi wasallam itu sudah cukup dan sempurna.

  122. adi said:

    Assalamu alaikum …
    Pak ustadz saya mau tanya , saya sudah menyiram bagian siku , tapi masih terlihat kering . Padahal saya sudah menyiramnya . Apakah mandinya sah ???

    Waalaikumussalam. Jika sudah yakin sudah disiram maka berarti itu sudah basah walaupun terlihat kering. Mandinya tidak ada masalah, jelas syah.

  123. adi said:

    Assalamu alaikum
    Bisakah pak ustad menyebutkan bagian-bagian tubuh yg sulit terkena air ???

    Waalaikumussalam. Misalnya lobang pusar, bagian dalam dan belakang telinga, dan semacamnya.

  124. raditya said:

    assalamu ‘alaikum wr.wb
    pak udstadz.. saya mohon penjelasan dan pertolongan, selama ini saya selalu was2 dalam mandi junub,sehingga boros air sekali, saya salalu mengahbiskan 3 ember besar, dan dan setelah mandi pun masih was2,, saya mau tanya apakah ketika kita sesudah mandi dan kita tidak mengetahui masih ada sisa sperma yang belum bersih dan kita baru menyadarinya setelah kita berpakaian lengkap..apakah kita harus mandi lagi????? dan apakah kita harus mengganti celana kembali???? mohon penjelasannya pak udstadz,,

    Waalaikumussalam.
    Tidak harus mandi lagi. Mani/sperma bukanlah najis walaupun dianggap kotor secara adat, karenanya itu terserah dia. Dia mau ganti silakan, tidak mau juga tidak apa-apa.

  125. hendi said:

    melanjutkan pertanyaan no.121 pak ustadz
    jika ana salah dalam berwudhu didalam mandi junub, berarti ana tidak berdosa dong pak ustadz karena ana tidak tahu akan hal itu .
    terus berarti juka dalam melaksanakan wudhu di pertengahan mandi junub, ana tidak harus membaca niat wudhu dan do’a setelah wudhu.
    begitu pak ustadz ?!

    Ya betul.

  126. hendi said:

    assalamu ‘alaikum pak ustadz
    jika ana sedang duduk terus merasakan ada yg keluar dari kemaluan ana dengan rasa geli dan agak panas atau sedikit hangat, dan pas di cek ternyata memang benar ada yang keluar dan setelah ana pegang ternyata cairannya lengket.
    apakah ini mani atau bukan pak ustadz ?!
    saya sering ragu jadi saya langsung mandi junub …
    mohon pencerahannya lagi pak ustadz …

    Waalaikumussalam.
    Kemungkinan besar itu adalah madzi, karenanya tidak wajib mandi junub. Karena mani itu keluarnya dengan terpancar dan kalau terpancar maka tentu akan terasa keluarnya dan biasanya berjumlah banyak.

  127. evin said:

    apakah sah mandi jubub kita apabila setelah selesai mandi junub kita membatalkan niat mandi junub kita,padahal niatnya dibatalkan sesudah mandi, misalnya pada saat pakai handuk atau baju,dan berniat untuk mengulang mandinya,dikarenakan karena was2/ragu dgn sah atau tidaknya mandi junub yg sudah dilakukan?untuk memperjelas,niat mandi junub dibatalkan padahal mandinya telah selesai dilakukan,misalnya,pada saat memakai handuk

    Dia tidak perlu membatalkan niatnya, dan pembatalan niatnya setelah mandi itu tidak berpengaruh pada mandinya tadi. Mandinya sudah syah dan tidak perlu diulang, hendaknya dia meninggalkan dan membuang jauh-jauh semua was-was karena itu hanyalah dari setan yang ingin merusak agamanya.

  128. adi said:

    Assalamu alaikum
    Pak ustad saya masih bingung tentang hukum mengeringkan air dengan kain atau sebagainya setelah mandi junub ???

    Waalaikumussalam.
    Boleh saja, tidak ada yang melarang.

  129. adi said:

    Assalamu alaikum
    Pak ustad sya mau tanya lagi ni , kalau misalnya kita berwudhu dahulu , baru niat mandi wajib gimana ???
    Satu lagi pak ustad , bagaimana kalau kita sudah mandi wajib dan berwudhu , kemudian ingin sholat tapi sebelumnya kita kencing , apakah mandi kita tetap sah dan tidak perlu diulang ???

    Waalaikumussalam.
    1. Tidak perlu berwudhu kalau dia akan mandi wajib, karena mandi akan mengangkat semua hadats.
    2. Tidak perlu diulang, dia cukup berwudhu saja.

  130. adi said:

    Assalamu alaikum
    Ada yg lupa ni , sya mau tnya apakah ada hal-hal yg dpt membatalkan mandi junub ? kalau ada apa saja itu ???

    Waalaikumussalam
    Pembatal mandi junub cuma 1, yaitu junub kembali.

  131. lalala said:

    pak ustad saya mau nanya, apa boleh kalo berbicara waktu mandi wajib?
    soalnya waktu itu saya agak melamun & gak sengaja nyanyi sebentar… tolong di jawab ya pak ^^

    Boleh, tidak ada amalan yang dilarang dikerjakan dalam mandi junub.

  132. anday said:

    assalamu’alaikum
    pa ustad, boleh tidak ketika seleasi mandi junub lalu kita berwudlu sebelum memakai handuk?

    Waalaikumussalam.
    Boleh

  133. syafiq said:

    assalamu’alaikum
    ustad obat was-was yg paling ampuh itu apa ustad
    mohon penjelasanya ustad

    Waalaikumussalam.
    Secara umum ada 2:
    a. Meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan.
    b. Tidak memperhatikan dan tidak meladeni was-was tersebut.

  134. syafiq said:

    terimakasih banyak ustad
    maaf ustad saya mau bertanya lagi
    ketika saya selesai mandi junub tiba2 ustad ada bekas tinta atau apa la namanya pokokny warna hitam dikulit saya tapi gak terlalu tebal amat pa ustad, jd apa sah mandi junub saya pa ustad? soalnya saya lupa membersihkanya pak apa gak apa2 tu pak kalau saya lupa?

    wassalamuallaikum pa ustad

    Waalaikumussalam. Seharusnya tinta itu dihilangkan terlebih dahulu agar air bisa mengenai kulit.

  135. anonim said:

    ustad saya mau nanya, sebab2 perempuan utk mandi wajib itu apa saja? kalau pria kan krn krluar mani dsb. ada yg bilang jika sdh ada syahwat saja sudah disuruh mandi wajib, tapi syahwat yg seperti apa contohnya? apa melihat film / baca komik yg ada adegan ciumannya sudah dianggap wajib mandi? sy bingung…

    lalu pada akhir2 ritual mandi, saat berwudhu+menyiram air 3 kali itu saya agak ragu2, was2 begitu, mungkin ini pengaruh setan… saya sampai mengulangi bagian itu (berwudhu+menyiram air 3x) apakah itu sah? kata ibu saya tdk apa2 tapi lain kali harus lebih yakin & tdk was2 lagi… (astaghfirullah) apa tdk apa-apa?

    jzkillah, mohon bantuannya

    Dalam hal itu, yang menjadi sebab mandi junub adalah keluarnya mani atau melakukan hubungan intim. Sekedar tergeraknya syahwat bukan menjadi sebab mandi junub.
    Ya, itu adalah was-was setan, tidak perlu ditoleh. Yakinkan diri bahwa mandinya telah syah.

  136. ana said:

    syukron ustadz atas jwbn pertanyaan ana… afwan ada lagi yg hendak ana tanyakan tentang:

    1. bagian2 tubuh yang sulit terkena air… apakah lobang pusar wajib dibasuh sampai ke dalam, pada wanita yg memakai anting apakah wajib bagi dia untuk menggerak2an antingnya untuk menjamin sampainya air ke sela2 lubang tindikan anting2 tersebut?

    2. saat berwudhu misalnya mencuci tangan kanan sampai siku… lalu saat hendak mmbasuh tangan bagian kiri
    tangan kanan kita bergerak menyingsingkan lengan baju ke atas siku yg dg hal itu menjadikan telapak tangan kanan kita kering..apakah ini bs membatalkan wudhunya? shg hrus di ulang dr awal?

    3. apakah daki/noda (bekas2 tanah/debu) yg menempel kuat di kulit telapak kaki yang retak/kapalan atau di garis2 telapak kaki utamanya di bagian bawah tumit harus dibersihkan…krn kalau harus dibersihkan tiap wudhu atau mandi janabah akan mrepotkan sekali… apalagi jika dibersihkannya harus disikat kuat2..kdg ttp msh ada bekasnya… apa ini hukumnya sama dg warna inai? krn ada kesan kalo noda tanah itu sdh menyatu dg permukaan kulit, kalau dihilangkan harus dikerik2.. gimana ini ustadz?

    oh ya satu lagi ustadz kiranya bs dibuat artikrl ttg was2… karena dr tanya jawab disini byk sekali pengunjung yg ditimpa was2 termasuk ana sndiri

    jazaakumullaahulkhoyr

    Semuanya amalan di atas tidak wajib dilakukan.

  137. azis said:

    Assalamualaikum wr wb

    Saya ingin tanya Pak ustadz, Di Daerah saya air PDAM sering macet sehingga kami sering kesulitan untuk mandi Wajib karena kekurangan air karena setahu saya untuk Mandi wajib Jumlah air yang digunakan harus mencapai 2 qullah. Yang saya tanyakan bagaimana hukumnya jika air digunakan tidak mencukupi 2 qullah atau sekitar 1-2 ember saja apakah madi wajibnya Sah atau tidak ? Mohon bantuannya Pak Ustadz. Terimakasih

    Waalaikumussalam.
    Jika air sudah mengenai seluruh tubuh maka mandinya syah walaupun airnya kurang dari 2 qullah. Adapun ucapan ‘tidak syah mandi junub kalau airnya kurang 2 qullah’ maka ucapan ini tidak ada dasar kebenarannya.

  138. adi said:

    Assalamu alaikum
    Pak ustadz , kalau berwudhunya hanya di awal dan di akhir mandi tidak berwudhu lagi apakah boleh ???
    Dan bagaimana kalau mau sholat setelah mandi junub , kita handukan terlebih dahulu lalu memakai baju baru kita berwudhu , boleh kan pak ustadz ???

    Waalaikumussalam
    Yang jelas selesai mandi junub dia boleh langsung shalat, kecuali jika dia berhadats setelah mandi maka dia wajib wudhu terlebih dahulu.

  139. ahmad said:

    assalamu ‘alaikum wr.wb…
    pak ustadz, jika setelah ana mimpi basah ana langsung mandi junub dan setelah selesai mandi junub dan sudah berpakaian , beberapa saat kemudian ada yang keluar dari kemaluan ana, dan pas di cek ada cairan lengket …
    apakah ini sisa mani atau madzi pak ustadz ?!
    apakah mandi junubnya harus diulang ?!…

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam itu mani atau madzi, tapi yang jelas mandi junub tidak perlu diulang.

  140. syafiq said:

    Assalamualaikum ustad

    ustad saya bingung dengan kehidupan sya ini gara2 mandi junub saja ustad saya gak bisa fokus hati sya ga tenang saya mencoba berusaha untuk tidak was2 lagi tapi was2 itu sepertinya masih saja ngangu sampai2 sya bicara sama teman saya pun gak mood apa ini memang ganguan otak saya apa kebiasaan saya ustad, mohon solusiny lagi ustad

    Waalaikumussalam.
    Itu adalah gangguan dari setan. Selalu berlindung kepada Allah dari gangguannya dan jangan sekali-kali meladeni was-was tersebut, karena itulah yang menyebabkan bertambah parahnya gangguan itu.

  141. adi said:

    Assalamu alaikum
    Pak ustad , adakah batasan kita menunda-nunda mandi junub ???

    Waalaikumussalam.
    Batasnya adalah sampai ketika dia akan shalat.

  142. ANWAR said:

    Ustadz mo tau hal-hal apa saja yg menyebabkan mandi junub kita tidak sah?

    Jika ada bagian tubuh yang tidak terkena air, maka mandinya tidak syah.

  143. Abdul Masykur said:

    Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…

    Ustadz, saya mau tanya. setelah saya melakukan hubungan intim dengan Istri tercinta pada malam hari, bolehkah saya mandi Junub dibulan Ramadhan pada waktu shubuh atau stelah makan sahur…?

    terima kasih atas jawaban dan nasihatnya

    Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Ya, keduanya boleh.

  144. nova said:

    apakah memegang kemaluan suami harus mandi wajib..

    Tidak perlu mandi wajib.

  145. nova said:

    assalamualaikum Ustadz..
    dibulan Ramadhan ini insya Allah puasa..maunya full..saya melakukan solat wajib yg 5, tp tdk sholat tarawih. boleh gak? kalaupun di rumah berapa rakaat yg sedikit rakaatnya.. makasih sebelumnya atas jawaban Ustadz

    Waalaikumussalam.
    Syah tidaknya puasa puasa tidak ada hubungannya dengan shalat tarawih. Tarawih pada dasarnya adalah sunnah sehingga tidak mengapa meninggalkannya, walaupun sama sekali tidak dianjurkan seorang muslim meninggalkannya di bulan ramadhan. Wanita lebih utama shalat tarawih di rumah. Minimal tarawih 2 rakaat dan witir 1 rakaat, jadi totalnya 3 rakaat.

  146. adi said:

    Assalamu alaikum
    Pak ustad , kalau misalnya kita mandi junub , ada percikkan air dari tubuh kita atau ada air dari sisa gayung masuk kembali dalam bak air yg kita pakai mandi , bagaimana pak ustad hukumnya ??? Sah atau tidak mandinya ???

    Waalaikumussalam.
    Syah. Air musta’mal (bekas dipakai) hukumnya syah dipakai bersuci.

  147. pandra said:

    saya mau tanya kalau bulan puasa mengmbil wudu’ dengan berkumur2 batal tidak puasanya,saya yakin jika berkumur2 kan mulut kita dalam keadaan kering kemudin basah dengan berkumur tadi saat wudu’ saya yakin walaupun sedikit pasti ada air yang masuk kekerongkongan,,,,,,,?

    Tidak mengapa berkumur2 selama tidak ada air yang masuk ke dalam tenggorokan. Kami tidak setuju dengan ucapan anda ‘pasti ada air yang masuk ke kerongkongan’. Kalau kalau pasti seperti itu, pasti Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak akan kumur2 saat berwudhu di bulan puasa. Akan tetapi beliau tetap berwudhu sempurna saat puasa.

  148. adi said:

    Assalamu alaikum
    Pak ustad , bagaimana kalau kita niat wudhu terlebih dahulu baru niat mandi wajib … Apakah boleh

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu, langsung saja munculkan niat mandi junub di dalam hati.

  149. sava said:

    assalamuaikum.wr.wb

    pak ustad..saya sedang junub/mempunyai hadats besar,lalu belom smpat mandi wajib,kulit tanganku ada yang mengelupas dan hilang enth kmana klupasan kulitku itu.

    pertanyaanya.apakah mandi wajibku syah,wlau kulitku tersebut hilang walau belom disucikan.

    wasallamuaikum.wr.wb

    Waalaikumussalam.
    Pemahaman harus mencuci semua anggota tubuh ketika junub, termasuk rambut, kuku, dan kulit yang terlepas adalah pemahaman yang salah. Yang wajib dia cuci hanyalah anggota tubuhnya ketika dia mandi. Apa yang telah terlepas maka itu tidak ada hubungannya lagi.

  150. uqba said:

    assalamu alaikum uztad..

    ana ijin copy artikelnya…syukran khoir..

  151. adi said:

    Assalamu alaikum
    Pak ustad , kan sudah diterangkan bahwa dimakruhkan berboros air ketika mandi junub … Saya mau tanya pak ustad , apakah berboros air membuat mandi junub menjadi tidak sah ??? Atau hanya hukumnya saja yang dimakruhkan ???

    Waalaikumussalam.
    Hukumnya saja makruh, tapi tidak mempengaruhi mandi junub.

  152. idam said:

    assalamu’alaikum… saya ingin bertanya.. apakah syah mandi junub apabila didalamnya terdapat ketidaksengajaan mengucapkan perkataan kotor , maaf seperti ( g*bl*k , t*l*l , dan sbgainya ).. kata2 ini terucap bgtu saja dan tdk diniatkan untuk berkata ini , namun krna ada perasaan sedikit kesal.. perkataan itu terucap setelah berusaha mnghindari masuknya air musta’mal yg masuk ke bak mandi , dan saya baru tw jg bahwa air bekas mandi itu suci .. setelah mandi sya jd berfikir mandi junub saya perlu diulangi.. apakah harus ? apa makruh jg ? apakah syah ? kata2 tadi pun tentu saja tdk dimaksudkan kepada Allah SWT.. saya tw sebuah keraguan itu bisa jadi perbuatan syaitan yang mmbuat was-was perasaan manusia agar kita jd malas beribadah… mohon dibantu..

    Waalaikumussalam.
    Tidak ada masalah pada mandinya. Apa yang kita ucapkan tidaklah berpengaruh pada keabsahan mandi junub, jadi mandinya tetap syah dan tidak perlu diulang.

  153. roy said:

    assalamualaikum pak ustadz
    saya telah membaca penjelasan pak ustadz tentang mandi junub…insya allah saya mengerti dan memahami tata cara nya,,namun ada pertanyaan yang saya ingin tanyakan karena membuat keraguan dalam diri saya,,begini pak ustadz :

    1. karena kamar mandi tempat saya biasa mandi itu menjadi satu dengan tempat buang air besar/WC,apakah sah jika saya mandi junub di tempat itu?padahal membaca niat wudhu,dan mandi junub nya kita kan menyebut nama Allah,sedang kita berada/mandi di dalam WC…apakah sah atau malah berdosa pak ustadz?
    2. karena saya kurang yakin air bak mandi tersebut bersih dari najis,maka saya menggunakan selang,jadi air mengalir langsung dari keran melalui selang itu pak ustadz untuk berwudhu,dan mandi junubnya,apakah itu diperbolehkan pak?atau bagaimana pak ustadz?

    mohon pencerahannya pak ustadz,,terima kasih…

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    1. Dia bisa menyebut nama Allah di luar kamar mandi.
    2. Ya, tetap syah, tidak ada masalah sama sekali.

  154. candra said:

    ass…
    Pak ustad saya mau tanya pak tadi malam saya mimpi basah dan terbangun sekitar jam 1 mlm lalu saya tertidur lagi untuk menunggu sahu niatnya jam 3 saya mandi dulu dan makan sahur tapi saya keboblosan terbangun jam 5.30 subuh dan waktu sahur telah habis saya belum madi wajib dan akirnya saya madi wajib jam 5.30 itu lalu saya solat subuh.. apakah puasa saya sah pak.. mohon dibalas secepatnya pak..
    thanks before

    Puasanya syah. Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah mengalami keadaan persis seperti itu dan beliau tetap berpuasa.

  155. evin said:

    masih ada pertanyaan saya ustaz:

    7.misalnya saja ustaz,ada bak mandi yang kosong yg terdapat najis d dalamnya,trus bak mandi tersebut diisi air sampai penuh dan sifat air tersebut tdk berubah baik warna,rasa, dan baunya.najiskah air tersebut?apakah air tersebut bisa dipakai bersuci?

    8.apabila ada bak mandi yang berisi air,kemudian air tersebut terkena najis sehingga sifat air tersebut berubah sifatnya baik warna,rasa, dan baunya.akan tetapi npada bak mandi tersebut,air kran tdk pernah berhenti mengalir sampai kemudian sifat air tersebut menjadi netral kembali,dalam arti sifat air dlm bak mandi tersebut kembali kesifat asalnya,yang tdk ada rasa,bau,dan warnanya(air kembali mnjdi bening dan bersih tanpa bau dan rasa).pertanyaan saya apakah air yg bersih kembali ini sdh bs dipake bersuci kembali?dalam arti apakah air tersebut kembali menjadi tdk najis lagi?

    saya selalu merasa sangat was2 dengan semua hal2 tersebut d atas, sehingga saya sangat membutuhkan jawaban ustaz.terima kasih banyak sebelumnya ustaz…

    wassalaamualaikum.wr.wb.

    Waalaikumussalam.
    Pada kedua kasus di atas, air tetap bisa dipakai bersuci.

  156. evin said:

    afwan saya mau menambahkan sedikit pertanyaan saya yang nomor satu d atas ustaz:

    1.setelah mandi junub saya baru melihat bekas lem yang menempel di kuku dan jari sebesar titik saja yang tdk bisa dibilang besar tetapi tdk bs juga dibilang kecil (kurang lebih titik sebesar biji beras),padahal lem tersebut sy pegang sebulan lalu dan sy sudah membersihkannya dengan baik dgn memperhatikan secra detail tangan saya sampai saya mengikirnya dengan silet,tapi masih ada yg terlewati dan baru saya lihat setelah mandi junub beberapa hari yg lalu,dan sampai saat ini saya belum mandi junub kembali.sahkah mandi junub saya?sahkah puasa2 n solat2 saya yg sy lakukan setelah mandi junub itu?perlukah sy mandi ulang?

    Tidak perlu diulang semua ibadahnya yang telah lalu. Dia cukup mandi junub sekarang setelah dia membersihkan lem tersebut.

  157. abu hasan said:

    BismiLLAAH
    ‘afwan ustadz mau tanya:
    pada kaifiyat mandi junub berdasar hadist ‘aisyah rodhiyaLLAAHU ‘anhaa, kapan waktu kita mencuci kemaluan dan aktivitas membersihkan najis, sebelum atau setelah wudhu atau kapan?dan dalilnya?

    BaarakaLLAAHU fiik

    Membersihkan najis bisa dilakukan saat mencuci kemaluan.

  158. widi said:

    Assalamu alaikum..
    pak ustad..
    sya ingin bertanya.jika setelah selesai mandi junub kmudian ada sabun yg mnempel di kulit atau di kuku apakah sah mandi junubnya ?

    Waalaikumussalam.
    Ya, tetap syah selama seluruh tubuh sudah terkena air.

  159. adi said:

    Assalamu alaikum
    Pak ustad , saya mau tanya apakah kalau air masuk ke telinga dapat membatalkan puasa , dan itu dilakukan dengan sengaja ??? Dan pak ustad , kalau kita ragu-ragu puasa kita tidak sah karena sesuatu , apakah boleh kita mengqadhanya ???

    Waalaikumussalam.
    Tidak membatalkan puasa, karena telinga tidak mempunyai saluran masuk ke tenggorokan dan perut.
    Puasa tidaklah batal dengan sekedar ragu-ragu. Dan puasa tidak boleh dibatalkan dengan sekedar ragu-ragu akan sesuatu.

  160. emzabdila said:

    assalamuallaikum Wr.Wb.
    bolehkah mandi junub dengan menggunakan shower

    Waalaikumussalam.
    Boleh, tidak ada masalah selama seluruh tubuh terkena air.

  161. roy said:

    assalamualaikum pak ustadz

    terima kasih jawaban pak ustadz soal pertanyaan saya di nomer 153 di atas,yang mau saya tanyakan lagi pak,di pertanyaan pertama kan pak ustadz menjawab bisa menyebut nama allah di luar kamar mandi,apa artinya saya bisa berniat di luar kamar mandi/WC baru kemudian masuk untuk melaksanakan mandi junub nya pak ustadz??terus terang agak bingung nih pak..:D

    Waalaikumussalam.
    Ya. Niat itu tidak perlu dilafalkan dengan mulut, cukup dimunculkan keinginan di dalam hati, maka itulah niat.

  162. ahmad saiful said:

    pak ustad saya mau tanya..kan kita mandi dikamar mandi dan kamar mandinya jg ada WC gt..pdhal qita harus niat dan pada niat kan qita melafalkan asma Allah…tapi kita niatnya dalam hati saja..apakah boleh dan tetap syah mandinya?
    Y

    a, memang niat di dalam hati dan tidak perlu dilafalkan, jadi tidak ada masalah.

  163. adi said:

    Assalamu alaikum
    Pak ustad , mau tanya lagi ni , kalau seandainya kamar mandi hanya untuk mandi , apakah boleh menyebut nama Allah ketika berniat ???
    Mohon pak ustad , saya masih bingung …

    Waalaikumussalam.
    Insya Allah boleh.

  164. adi said:

    Assalamu alaikum …
    Pak ustad , ketika saya mandi , saya selalu berniat seperti ini , “sengaja aku berniat mandi wajib untuk membersihkan hadas besar di seluruh badanku fardhu karena Allah Ta’ala” . Kata teman saya itu keliru , kalau memang keliru , apakah berarti mandi saya tidak sah pak ustad ???

    Waalaikumussalam
    Niat itu cukup memunculkan keinginan mandi junub di dalam hati, dan tidak perlu dilafalkan. Jadi melafalkannya keliru tapi mandinya tetap syah.

  165. hendi said:

    assalamu ‘alaikum pak ustadz . . .
    sya mw tanya .
    begini, tdi pagi saya kan mandi junub tapi saya junubnya kemarin malam, nah sebelum saya mandi junub saya buang air (BAB & BAK) terlebih dahulu. nah pada saat mandi junub yakni saat menggosok bagian bawah kemaluan, saya merasakan geli saat menggosok bagian tersebut. terus pada saat selesai mandi junub yakni saat mencuci kaki, saya melihat ada yang keluar dari kemaluan saya dan saat saya memakai handuk dan akan memakai celana dalam, saya merasakan dan melihat lagi ada cairan yang keluar dari kemaluan saya. . .
    yang ingin saya tanyakan, cairan yang keluar ini apa pak ustadz ?!
    madzi, mani atau cairan lain ?!
    apakah mandi junubnya harus diulang atau tidak ?!
    mohon wawasannya . . .

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam, yang jelas tidak wajib diulang.

  166. anto apriantono said:

    Pak ustadz, mau nanya ni.
    1. Ketika shalat berjemaah di mesjid seperti ada angin(kentut) yang mau keluar, lalu saya sekuat tenaga menahannya, tapi gara” itu saya jadi tidak khusuk (was-was), gimana yah kalau anginnya tadi keluar?
    2. Saat Shalat berjemaah walaupun sudah ditahan angin(kentut)nya saya merasa ada sedikit angin yang keluar, tapi saya tetap melanjutkan shalat sampai selesai, gmna pak? Saya takut shalat saya gak diterima.
    3. Saat mau shalat berjemaah, saya merasa ada setetes air kencing yang keluar dari kemaluan saya, padahal saya sudah kencing dan berwudhu. Gmna pak? Apa shalat saya diterima.
    Jazakummullahkhairankhatsiran…

    Untuk ketiga pertanyaan di atas:
    Jika dia yakin ada yang keluar maka dia wajib mengulangi shalatnya dan berdosa kalau masih melanjutkan shalatnya.
    Jika dia belum yakin ada yang keluar maka dia tidak wajib mengulang shalatnya.

    Tambahan:
    Menahan kentut dalam shalat adalah makruh, karenanya seharusnya dia membuang hajat -kalau memang diperlukan- sebelum shalat.

  167. evin said:

    maaf ustaz,saya memiliki banyak pertanyaan,tapi kenapa d delete dan tdk dijawa ustaz?

    Maaf pertanyaan sangat menumpuk dan kami mempunyai alasan tersendiri untuk tidak menjawab pertanyaan, seperti:
    a. Mungkin pertanyaannya tidak layak ditampilkan di depan umum.
    b. Atau itu sudah dijawab dalam pertanyaan penanya lain.
    c. Atau kami tidak tahu jawabannya, jadi kami hapus agar tidak memakan tempat.
    Jadi harap dimaklumi.
    Tapi seingat saya, ada pertanyaan anda yang kami jawab. Coba dicek di artikel mana anda menginput pertanyaan.