Kaifiat Mandi Junub
March 17th 2009 by Abu Muawiah | Kirim via Email
Kaifiat Mandi Junub
Para ulama menyebutkan bahwa kaifiat mandi junub ada 2 cara:
1. Cara yang sempurna, yaitu mengerjakan semua rukun, wajib dan sunnah dalam mandi junub.
2. Cara yang mujzi’ (yang mencukupi), yaitu hanya melakukan yang merupakan rukun dalam mandi junub.
(Lihat Al-Mughni: 1/287, Al-Majmu’: 2/209 dan Al-Muhalla: 2/28)
Kaifiat mandi yang mujzi’:
1. Niat.
2. Mencuci dari kotoran yang menimpa atau najis –kalau ada-.
3. Menyiram kepala sampai ke dasar rambut dan seluruh anggota badan dengan air.
Ada beberapa dalil yang menunjukkan cara ini, diantaranya:
1. Firman Allah Ta’ala, “Dan kalau kalian junub maka bersucilah.” (QS. Al-Maidah: 6)
Imam Ibnu Hazm berkata dalam Al-Muhalla (2/28), “Bagaimanapun caranya dia bersuci (mandi) maka dia telah menunaikan kewajiban yang Allah wajibkan padanya.”
2. Ummu Salamah pernah bertanya kepada Rasulullah -shalllallahu alaihi wasallam-, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya adalah wanita yang mempunyai gulungan rambut yang tebal, apakah saya harus membukanya saat mandi junub?” beliau menjawab, “Tidak perlu, yang wajib atas kamu hanyalah menuangkan air di atas kepalamu sebanyak tiga kali tuangan kemudian kamu menuangkan air ke seluruh tubuhmu. Maka dengan itu kamu telah suci.” (HR. Muslim no. 742 dan selainnya)
3. Hadits Imran bin Hushain yang panjang dalam Ash-Shahihain, dia berkata, “Dan yang terakhir adalah diberikannya satu bejana air kepada yang orang yang terkena janabah lalu beliau (Nabi) bersabda: Pergilah dan tuangkan air itu ke seluruh tubuhmu.” (Lihat Asy-Syarh Al-Mumti’: 1/424).
Kami katakan: Bagi mereka yang kekurangan air atau yang tidak punya banyak waktu untuk mandi -karena harus segera shalat atau selainnya-, maka hendaknya mereka cukup mengerjakan kaifiat ini karena ini adalah ukuran minimal syahnya mandi.
Kaifiat mandi sempurna:
Sifat mandi yang sempurna ada dua cara, disebutkan dalam hadits Aisyah dan Maimunah yang keduanya diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim. Berikut penyebutannya:
A. Cara mandi junub yang pertama:
Aisyah berkata, “Sesungguhnya kebiasaan Nabi -shallallahu alaihi wasallam- kalau beliau mandi junub adalah: Beliau mulai dengan mencuci kedua (telapak) tangannya, kemudian beliau berwudhu (sempurna) seperti wudhu beliau kalau mau shalat. Kemudian beliau mengambil air lalu memasukkan jari-jemarinya ke dasar-dasar rambutnya, sampai tatkala beliau merasa air sudah membasahi semua bagian kulit kepalanya, beliau menyiram kepalanya dengan air sebanyak tiga kali tuangan, kemudian beliau menyiram seluruh bagian tubuh yang lainnya.” (HR. Al-Bukhari no. 248, 272 dan Muslim no. 316)
Kesimpulan cara yang pertama adalah:
1. Mencuci kedua telapak tangan tanpa ada pembatasan jumlah.
2. Berwudhu sempurna, dari mencuci telapak tangan sampai mencuci kaki. Jadi telapak tangannya kembali dicuci, berdasarkan lahiriah hadits.
3. Setelah berwudhu sempurna, beliau mengambil air dengan kedua telapak tangan beliau lalu menyiramkannya ke kepala seraya memasukkan jari jemari beliau ke bagian dalam rambut agar seluruh bagian rambut dan kulit kepala terkena air.
4. Setelah yakin seluruh bagian kulit kepala telah terkena air, beliau menuangkan air ke atas kepalanya sebanyak tiga kali tuangan.
5. Kemudian yang terakhir beliau menyiram seluruh tubuhnya yang belum terkena air.
B. Cara mandi junub yang kedua:
Ini disebutkan dalam hadits Maimunah, istri Nabi -shallallahu alaihi wasallam-. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 259, 265, 266, 274, 276, 281 dan berikut lafazh gabungan seluruh riwayatnya:
Maimunah berkata, “Saya meletakkan air yang akan digunakan oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- untuk mandi lalu menghijabi beliau dengan kain. Maka beliau menuangkan air ke kedua (telapak) tangannya lalu mencuci keduanya sebanyak dua kali atau tiga kali, kemudian beliau menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kirinya lalu mencuci kemaluannya dan bagian yang terkena kotoran, kemudian beliau menggosokkan tangannya ke lantai atau ke dinding sebanyak dua kali atau tiga kali. Kemudian beliau berkumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung, kemudian beliau mencuci wajahnya dan kedua lengannya (tangannya sampai siku), kemudian beliau menyiram kepalanya sebanyak tiga kali kemudian menuangkan air ke seluruh tubuhnya. Kemudian beliau bergeser dari tempatnya lalu mencuci kedua kakinya.” Maimunah berkata, “Lalu saya membawakan sepotong kain kepada beliau (sebagai handuk) tapi beliau tidak menghendakinya lalu beliau mengusap air dari badannya dengan tangannya.” (Diriwayatkan juga yang semisalnya oleh Muslim no. 723)
Kesimpulan cara yang kedua:
1. Menuangkan air ke kedua telapak tangannya lalu mencuci keduanya sebanyak dua atau tiga kali.
2. Mengambil air dengan tangan kanannya lalu menuangkannya ke tangan kirinya, lalu beliau mencuci kemaluannya dengan tangan kirinya dan juga mencuci bagian tubuh yang terkena kotoran (madzi atau mani).
3. Menggosokkan tangan kirinya itu ke lantai atau dinding atau tanah untuk membersihkannya, sebanyak dua atau tiga kali.
4. Berkumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya.
5. Mencuci wajah lalu mencuci kedua tangan sampai ke siku.
6. Lalu menyiram kepala sebanyak tiga kali siraman.
7. Menyiram seluruh bagian tubuh yang belum terkena air.
8. Bergeser dari tempatnya berdiri lalu mencuci kedua kaki.
Inilah dua kaifiat mandi junub sempurna yang setiap muslim hendaknya mengerjakan keduanya secara bergantian pada waktu yang berbeda, terkadang mandi junub dengan kaifiat Aisyah dan pada kesempatan lain dengan kaifiat Maimunah, wallahu a’lam.
Berikut beberapa permasalahan dalam mandi junub yang tidak tersebut pada kedua hadits di atas:
1. Wajibnya niat dan tempatnya didalam hati.
Karena niat adalah syarat sahnya seluruh ibadah, sebagaimana dalam hadits Umar bin Al-Khaththab yang masyhur, “Sesungguhnya setiap amalan -syah atau tidaknya- tergantung dengan niatnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1 dan 54 dan Muslim no. 1907)
2. Hukum membaca basmalah.
Tidak disebutkan dalam satu nash pun adanya bacaan basamalah dalam mandi junub, karenanya kami berpendapat tidak adanya bacaan basmalah di awal mandi junub. Kecuali kalau dia membaca bismillah untuk gerakan wudhu yang ada di tengah-tengah kaifiat mandi, maka itu kembalinya kepada hukum membaca basmalah di awal wudhu. Dan telah kami bahas pada beberapa edisi yang telah berlalu bahwa hukumnya adalah sunnah.
3. Diharamkan seorang yang mandi junub untuk menceburkan dirinya ke dalam air yang diam seperti kolam dan sejenisnya. Berdasarkan hadits Abu Hurairah secara marfu, “Janganlah salah seorang di antara kalian mandi di dalam air yang diam sementara dia junub.” (HR. Muslim no. 283)
4. Disunnahkan untuk memulai dengan anggota tubuh bagian kanan. Aisyah berkata, “Kami (istri-istri Nabi) jika salah seorang di antara kami junub, maka dia mengambil air dengan kedua tangannya lalu meletakkannya di atas kepalanya. Salah satu tangannya menuangkan air ke bagian kepalanya yang kanan dan tangannya yang lainnya di atas bagian kepalanya yang kiri. Dia melakukan itu sebanyak tiga kali.” (HR. Al-Bukhari no. 277)
5. Bagi yang mengikat rambutnya, apakah dia wajib melepaskan ikatannya?
Imam Al-Baghawi berkata -tentang hadits Ummu Salamah yang telah berlalu di awal pembahasan- dalam kitab Syarh Sunnah (2/18), “Hadits inilah yang diamalkan di kalangan semua ahli ilmi, bahwasanya membuka kepang rambut tidak wajib pada mandi junub selama air bisa masuk ke dasar rambutnya.”
Kami katakan: Kalau tidak bisa masuk maka wajib membukan ikatan rambutnya.
6. Bolehkah memakai handuk setelah mandi junub?
Wallahu a’lam, lahiriah hadits Maimunah di atas dimana Nabi -shallallahu alaihi wasallam- menolak handuk yang diberikan oleh Maimunah, menunjukkan disunnahkannya untuk tidak membasuh badan dengan kain akan tetapi dengan tangan. Walaupun hukum asalnya adalah boleh membasuh tubuh dengan kain setelah mandi, hanya saja yang kita bicarakan adalah mana yang lebih utama.
7. Setelah mandi junub, seseorang boleh langsung shalat tanpa berwudhu kembali karena mandi junub sudah mencukupi dari wudhu. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah, “Adalah Nabi -shallallahu alaihi wasallam- tidak berwudhu lagi setelah mandi.” (HR. Abu Daud no. 172)
Ibnu Qudamah berkata dalam Al-Mughny 1/289, “Mandi (junub) dijadikan sebagai akhir dari larangan untuk shalat, karenanya jika dia telah mandi, maka wajib untuk tidak terlarang dari sholat. Sesungguhnya keduanya yaitu mandi dan wudhu, dua ibadah yang sejenis, maka yang kecil di antara keduanya (wudhu) masuk (terwakili) ke dalam yang besar sebagaiamana halnya umrah di dalam haji.”
8. Tidak boleh menggabungkan antara mandi junub dengan mandi haid, karena kedua jenis mandi ini telah tegak dalil yang menerangkan wajibnya untuk mengerjakan masing-masing darinya secara tersendiri, karenanya tidak boleh disatukan pada satu mandi. Lihat pembasan masalah ini dalam Tamamul Minnah hal. 126, Al-Muhalla (2/42-47)
Adapun mandi junub dengan mandi jumat, maka boleh digabungkan. Berdasarkan hadits Aisyah secara marfu’, “Barangsiapa yang mandi pada hari jumat maka hendaknya dia mandi dengan cara mandi junub.” (HR. Ahmad)
Para ulama menerangkan bahwa pengamalan hadits di atas bisa dengan dua cara:
a. Apakah dia sengaja membuat dirinya junub yaitu dengan berhubungan dengan istrinya pada hari jumat, agar dia bisa mandi junub pada hari itu.
b. Ataukah dia mandi jumat dengan kaifiat mandi junub, walaupun dia tidak dalam keadaan junub, wallahu a’lam.
9. Dimakruhkan untuk berlebih-lebihan (boros) dalam menggunakan air, baik dalam wudhu maupun dalam mandi junub. Ini berdasarkan dalil umum yang melarang untuk tabdzir (boros) dan berlebih-lebihan dalam segala sesuatu.
10. Cara mandi bersih dari haid/nifas sama dengan mandi junub kecuali dalam dua hal:
a. Disunnahkan setelah mandi untuk menggosok kemaluan dan yang bagian terkena darah dengan kapas atau yang semacamnya yang telah diolesi dengan minyak wangi. Ini untuk membersihkan dan mensucikan dari bau yang kurang sedap.
Hal ini berdasarkan hadits Aisyah secara marfu’, “Salah seorang di antara kalian (wanita haid) mengambil air yang dicampur dengan daun bidara lalu dia bersuci dan memperbaiki bersucinya. Kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat sampai air masuk ke akar-akar rambutnya, kemudian dia menyiram seluruh tubuhnya dengan air. Kemudian dia mengambil secarik kain yang telah dibaluri dengan minyak misk lalu dia berbersih darinya.” Aisyah berkata, “Dia mengoleskannya ke bekas-bekas darah.” (HR. Muslim no. 332 dari Aisyah)
b. Disunnahkan mandi dengan air dan daun bidara sebagaimana dalam hadits di atas.
Wallahu a’lam bishshawab
Incoming search terms:
- Apakah bisa mandi wajib menggunakan shampo dan sabun
- kaifiat mandi wajib
- mandi junub
- kuku kaki berwarna hitam dan tiba-tiba lepas tapi tidak sakit
- langsung shalat setelah hubungan badan
No related posts.
This entry was posted on Tuesday, March 17th, 2009 at 12:58 pm and is filed under Fiqh. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.








April 8th, 2009 at 2:15 pm
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Afwan ana tidak tau email tempat menanyakannya ini di al-atsariyyah.com
Makanya ana pakai kolom ini untuk berkirim pertanyaan
Ustadz Ana dari riau
Ana Mau bertanya tentang Steril bagi ibu,
Begini ceritanya..
Istri ana sudah melahirkan 2 anak dengan operasi caesar terus mau
melahirkan lagi(anak ke 3) Insya Allah bulan mei ini harus caesar juga karena yang 2
sudah caesar.
Jadi atas saran dokter tidak boleh lagi si ibu hamil lagi yang ke 4, untuk keselamatan si ibu
Jadi dokter menyarankan supaya istri saya ini steril(steril yg
setau ana tahu ada 2 cara ada yang dipotong dan diikat jalur pembuahan)
Bagaimana menurut pak Ustadz?
Dan ana pernah baca kalau steril ini haram hukumnya karena akan membuat mandul total
Ana pernah juga dengar untuk yang darurat yang haram bisa jadi halal.Bukankah ini termasuk darurat ustadz?
Apa yang harus ana lakukan…
Mohon nasehat dan tauziahnya dari ustadz
Atas bantuannya Ana ucapkan
Jazakumullahi Khairon
April 11th, 2009 at 7:11 am
assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..
ustadz saya mau tanya tentang mandi junub ini..teman saya pernah bilang bahwa ketika kita dalam keadaan junub maka kita tidak boleh memotong kuku, rambut dan yang lainnya, kalau terpotong harus diikutkan ktika mandi junub..terus apakah ketika kita mandi karena mimpi apakah harus mngikutkan rambut yg kmungkinan rontok ketika kita tidur?mohon jawabannya..
jazakallah khoiir
August 5th, 2009 at 2:05 am
assalamualaikum,, mohn penjelasannya ustadz
haruskah kita mengulangi wudhu setelah mandi wajib jika kita ingin shalat apabila sewaktu mandi junub tadi kita menyentuh kemaluan
sukron
August 21st, 2009 at 3:53 am
Assalamu’alaikum
saya ingin bertanya tentang mandi junub yang mujzi’. disitu dituliskan tata caranya :
1. Niat.
2. Mencuci dari kotoran yang menimpa atau najis –kalau ada-.
3. Menyiram kepala sampai ke dasar rambut dan seluruh anggota badan dengan air.
yang saya ingin tanyakan tata cara yg no. 2
maksud dri mencuci dari kotoran yg menimpa atau najis itu apa ya??
dan 1 lagi, apakah mandi junub yang mujzi’ tidak dilakukan berwudhu dibolehkan??
mohon maaf jika ada kesalahan dalam menulis.
Terima kasih,
August 22nd, 2009 at 10:02 am
Assalamu ‘alaikum
Ustadz bolehkah kita mandi junub tanpa berwudhu terlebih dahulu,setahu ana hadits Ummu Salamah hanya masalah rambutnya saja
August 25th, 2009 at 3:27 am
Assalamu’alaikum Ustadz..
saya ingin tanya, seseorang selama ini mengerjakan mandi junub dengan kaifiah yang ternyata “keliru” atau ada diantara rukun2nya yang terlewatkan, baik karena ia lupa, salah dalam memahami hadits, atau krn ia telah mengtahui kaifiah(yg salah) itu dr seseorang.. lalu apa yg harus dlakukan org tersebut?apakah ia hrs segera mengulangi mandi jububnya tsbt saat ia mngtahui kaifiah yg benar…atau tidak?
Lalu bagaimana dengan shalat yg ia lakukan..?
Jazakumullahu khair atas jawabannya
Wassalamu’alaikum warahmatullah..
August 28th, 2009 at 7:30 pm
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
bagaimana sebenarnya cara menghilangkan najis dr rumah bekas org nasrani;yahudi yg memelihara anjing? jzklh khair..
September 1st, 2009 at 12:42 pm
Assalamu’alaikum
bagaimana cara mandi setelah masa haid pada orang yang sakit– setelah operasi ada bagian yang masih diperban karena luka?..terima kasih
September 2nd, 2009 at 1:16 pm
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ustadz, Seberapakah batas minimal air untuk mandi junub? Apakah harus 2 kullah? Sebesar apakah 2 kullah tersebut? Jika saya mengambil air di bak mandi yang dialiri air dari keran, apakah mandinya sah?
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
September 4th, 2009 at 5:42 am
Assalamu ‘alaikum
Ustadz,ana pernah dengar bahwa sesudah mandi biasa tak perlu berwudhu lagi kemudian shalat asalkan airnya rata semua,mohon pemjelasannya
September 24th, 2009 at 10:20 pm
Mau tanya,apakah syarat air yg digunakan untuk mandi junub?
Apakah orang yang ragu-ragu keluar mani atau tidak, wajib mandi junub?
September 29th, 2009 at 1:18 pm
Tanya ustadz :klo lupa junub terus sholat gimana, sholatnya sah gak, harus diganti nggak?
misal ba’da subuh junub, sebelum duha mandi tp gak niat junub , dzuhur dan asar sholat seperti biasa. sebelum maghrib jg mandi tapi lagi2 gak niat junub dan baru ingat klo belum mandi junub setelah maghrib
klo maghrib masih mungkin diulangi, tp klo dhuhur & asarnya gimana?
apakah harus diganti?
October 16th, 2009 at 5:40 am
السلام عليكم
apakah setelah mndi junub kita boleh mndi seperti biasa pakai sabun Atau sebaliknya kita mandi biasa pakai sampo/sabun lalu mandi junub? Bolehkah kita mandi junub di dalam wc?
جزاك الله خيرا
November 22nd, 2009 at 2:43 pm
assalanualaikum wr.wb
tanya pak ustadz…
saya apabila ada sedikit saja rangsangan maka saya akan berniat untuk onani…terkadang saya juga merasa risih dengan apa yang saya lakukan …
apa yang harus saya lakukan agar tidak onani..padahal onani itu kan haram …betulkan pak…
December 9th, 2009 at 1:47 am
Bismillah
Assalamu’alaykum
Ustadz, saya mandi junub dengan kaifiat yang mencukupi. Namun selesai mandi, ternyata masih ada sisa kotoran saya waktu habis buang air besar (baunya masih tercium meski samar2). Apakah saya mesti mengulangi mandi junub saya lagi?
Jazakallahu khairan.
December 10th, 2009 at 4:57 am
Afwan ustadz, jd BABnya itu saya lakukan sblm mandi junub. Kemudian kan di langkah keduanya: Mencuci dari kotoran yang menimpa atau najis –kalau ada-.
Nah itu sudah saya lakukan tapi ternyata selesai mandi masih ada.
Kalau yang seperti itu gimana, ustadz?
December 29th, 2009 at 10:24 am
Ustadz, bgaimana jk saya ragu junub atau tdk tp saya tetap mandi untuk menghilangkn kraguan saya?
January 11th, 2010 at 4:56 pm
Ustad,solusi apa yang dilakukan apabila seseorang laki2 keluar sperma (mimpi basah)tetapi seseorang laki2 tersebut sedang sakit keras ada larangan tidak boleh kena air,bagaimana cara mandi wajibnya?sementara shalat fardhu tidak boleh ditinggalkan?terimakasih sebelumnya
February 6th, 2010 at 12:45 am
assalamualaikum, ustad saya mo nanya apabila setelah selesai mandi kita mengetahui ada bagian yang terlewatkan terkena air, apakah kita harus mengulangi mandi lagi?
February 6th, 2010 at 12:40 pm
bagaimana jika dikarenakan lupa?krn sy srg mengulangi mandi krn selalu merasa ragu da bagian yang terlewatkan/tidak
March 6th, 2010 at 4:41 pm
afwan ustadz,ana mau tanya, jika seseorang melakukan kaifiat mandi yang mujzi’, apakah wajib memasukkan air ke dalam hidung dan berkumur-kumur mengingat itu adalah termasuk bagian tubuh?
kemudian jika dalam mandi junub kita memakai sabun dan sampo apakah tidak masalah? apakah sabun dan sampo tersebut tidak merubah dzat air suci yang ia gunakan(bau, rasa dan warnanya
March 9th, 2010 at 9:02 am
1.ustaz, saya nk tny jika saya ragu2 slps mandi junub. perlukah saya mengulangi mandi tersebut??
2. jika saya yakin setelah mandi junub, kemudian saya solat. selepas solat terlintas di fikiran saya sah ka mandi junub saya. waktu tu dh habis waktu solat. sy nk tny, sah x solat yg saya lakukan tu???
3. minta cara dari ustad untuk menghilangkan keraguan di hati saya kerana sudah lama saya dlm keadaan begini..
March 17th, 2010 at 11:48 am
1. ustadz,saya nk tanya,kalau sementara mengerjakan ibadah saya sering merasa ada yang salah dengan ibadahnya tu,semisal sholat n bersuci,sering ada keinginan mau mengulang sedari awal.selama melakukan ibadahnya tu seakan perang dalam diri saya,dah benar-salah,teruskan-ulangi…tapi saya tetap teruskan sampai selesai.adakah ibadahnya itu sah ustadz?
March 24th, 2010 at 5:36 am
assalamualaikum
maaf ustad, saya mau tanya.
apabila saat mandi junub kita buang gas/keluar air seni.
apakah sah mandi junub-nya?
atau harus mengulang lagi mandinya dari awal?
April 29th, 2010 at 5:48 am
ustadz, jika dipagi hari dua kali melakukan onani, dan berencana mandi di siang hari, haruskah mandinya juga dua kali atau hanya satu kali saja?
May 1st, 2010 at 3:19 pm
asalammualaikum ustad
saya mau tanya apabila kita lg berdekatan sm kekasih tetapi tdk melakukan hub intim dan setelah saya ketahui ada cairan bening (seperti putih telur) kluar tanpa tekanan melainkan dengan sendirinya apakah itu air mani? setau saya air mani keluar dengan tekanan dan berwarna putih.
pertanyaan saya apakah saya wajib untuk mandi junub?
terimakasih
May 2nd, 2010 at 6:52 am
ustad, saya nk tny. jika selepas saya baru mandi wajib saya was-was air telah mengenai seluruh anggota badan atau tidak. kemudian saya yakin yg air telah mengenai seluruh anggota badan saya. soalannya, perlukah saya mengulangi mandi tersebut kerana saya berasa was-was selepas baru mandi wajib???
May 3rd, 2010 at 12:50 am
Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh.
Ustadz, ada yang bertanya lewat blog ana seperti ini:
asalammualaikum ustad
saya mau tanya apabila kita lg berdekatan sm kekasih tetapi tdk melakukan hub intim dan setelah saya ketahui ada cairan bening (seperti putih telur) kluar tanpa tekanan melainkan dengan sendirinya apakah itu air mani? setau saya air mani keluar dengan tekanan dan berwarna putih.
pertanyaan saya apakah saya wajib untuk mandi junub?
Mohon Penjelasannya ustadz.
Jazakallahu khoir.
May 5th, 2010 at 6:31 am
askum…bagaimana hukumnya mencintai seseorang yang sudah memiliki istri dan anak.karena dulunya sebelum ia menikah ….dia itu pacar saya dan sudah 3th pacaran.kita putus karna orang tuanya memaksa dia menikah dg pilihan ortunya itu dan kita pisah baik2 ..sampai saat ini dia masih terkadang ia telp dan menanyakan kabar saya serta ingin suatu saat nanti kita bersatu di pelaminan..termasuk saya sampai saat ini 2 th setelah dia menikah ,saya masih tetap mencintainya dan menunggunya,,,menurut ustad bagaimana hukumnya…trima kasih
May 15th, 2010 at 12:32 pm
ustad, ketika saya sedang memakai handuk setelah mandi junub, lalu saya ragu ada bagian tubuh yg belum terlewatkan air dengan sempurna, lalu apa yang harus saya lakukan? cukup menyiram bagian yang masih ragu atau mengulangi mandi junub ?
May 20th, 2010 at 10:51 am
assalamualaikum wr wb
setelah mandi junub dan sholat saya baru membaca bahwa mandi junub harus membersihkan kotoran kuku dan saya lihat masih ada kotoran kuku saya….apakah harus diulang?
2. apakah hukumnya kalau ada tinta yang tidak mau hilang di kuku?
May 23rd, 2010 at 4:38 am
ustad, jika saat berkumur-kumur saat mandi junub lalu airnya tertelan secara tidak sengaja, apa tidak apa-apa?
May 26th, 2010 at 5:59 am
Asalamualaikum…ustad sya mau tanya..ini yang sering seklai membuat saya ragu ketika mandi wajib..saya selalu saja kurang mantap jika mandi wajib menggunakan air yang ada didalam bak, karena tidak melihat ataupun melihat cipratan air yang masuk pada bak saat kita membasuh tubuh kita saya mengganggap air yang ada dalam bak itu sudah musta’mal..bagaimana cara mengatasi rasa itu ustad, atau itu hanya was-was saya saja?
May 26th, 2010 at 12:40 pm
assalamu’alaikum
ustad, suatu hari ketika saya hendak buang air, saya melihat ada sesuatu berwarna putih di celana saya. saya bingung apakah itu adalah madzi atau mani, padahal saya tidak melakukan hal yang mengarah kepada jima, pertanyaan saya, haruskah saya mandi wajib? atau menghiraukannya saja?
mohon penjelasannya ustad.
terima kasih
jazakumullah
May 28th, 2010 at 8:10 am
assalamu’alaikum
ustad, mau nanya lagi
setelah saya membaca banyak artikel, yang saya dapat bahwa sebenarnya inti mandi junub adalah membasuh badan dengan air ke seluruh tubuh disertai dengan niat, kira-kira apa betul kesimpulan saya ini?
lalu, saya hati saya merasa tidak tenang saat saya berkumur-kumur dengan menggunakan gayung saat mandi junub, saat hendak berkumur-kumur gayung yang saya gunakan menyentuh bibir saya, apa itu tidak apa-apa? tidak membatalkan mandi junub yang saya lakukan?
mohon penjelasannya ustad, hati saya sering dihinggapi rasa tidak tenang setelah mandi junub, hanya karena hal-hal sepele dan mohon maaf sebelumnya
June 1st, 2010 at 12:21 pm
assalamu’alaikum
ustad, saat saya sedang mandi junub, saya melihat sesuatu di dalam ember yang saya gunakan untuk mandi junub. saya tidak tahu jelas apa sebenarnya sesuatu itu. setelah saya lihat, itu nampak seperti serpihan kulit ikan tapi saya juga tidak begitu yakin. lalu saya pisahkan sesuatu itu dari ember yang saya gunakan untuk mandi.
pertanyaan saya, sahkah air tersebut? sahkah mandi junub yang saya lakukan? jika tidak, haruskah saya mengulangi mandi junub?
June 4th, 2010 at 3:18 am
bismillah.
assalamu’alaikum
afwan ustadz berkaitan dengan comment nomer 2 tentang masalah potong kuku dan rambut pada waktu sedang junub. apakah sama halnya (hukumnya) dengan kaum wanita dalam keadaan dia haid? maksud ana, apakah tidak apa-apa?
jazaakumullah khairan katsiran.
June 8th, 2010 at 12:50 pm
assalamualaikum ustadz
ketika saya mandi junub saya sudah membasuh rambut hingga bersih tapi setelah mandi rambut saya masih agak licin karena minyak rambut
sahkah mandinya?
June 10th, 2010 at 11:47 am
assalamu’alaikum ustadz
begini, ketika saya selesai mandi junub dan akan memakai handuk, perasaan saya serasa ragu-ragu akan mandi junub yang saya lakukan(maksudnya sah atau tidak sah)sehingga hati saya merasa tidak tenang dan saya takut sholat saya tidak akan diterima.
padahal saya sudah sangat hati-hati dalam membasahi seluruh tubuh saya saat mandi junub tersebut, sehingga saya pikir bahwa seluruh tubuh saya sudah dialiri air.
namun ketika saya akan memakai handuk, perasaan saya menjadi resah, ragu dan takut mandi junub yang saya lakukan tidak sah.
apakah ini was-was setan pa ustadz?lalu apa yang harus saya lakukan?
mohon penjelasan dari pa ustadz. jazakumullah
June 11th, 2010 at 3:55 pm
Assalamu’alaikum, mau nanya Ustadz, 1. apakah wajib dalam mandi junub itu menggosok selangkangan atau dubur, 2. bolehkah dalam mandi itu cukup mengguyurkan air diatas rambut, dan tidak menggosok tubuh 3.bolehkah dalam mandi junub itu, menyiram tubuh lebih dari satu kali, misalnya menyiram tangan atau badan lebih dari satu kali, terima kasih atas jawabannya ustadz?
June 14th, 2010 at 4:17 am
assalamu’alaikum
pa ustadz, terkadang saya suka merasa ragu apakah saya mengeluarkan air wadi atau tidak, sementara saya tidak tahu. mohon penjelasannya pa ustadz
June 14th, 2010 at 4:48 am
assalamu’alikum
pa ustadz jika kita hendak mengakhiri mandi junub lalu timbul rasa ragu padahal kita sudah maksimal dalam melakukan mandi junub dan terfikir telah terbasahi seluruh badan, apakah rasa ragu itu adalah was-was setan?(dalam keadaaan masih didalam wc dan hendak memakai handuk)
June 16th, 2010 at 8:54 am
Assalamu’alaikum Ustadz,
Ketika mandi wajib saya sudah selesai, saya mendapati ada setitik minyak rantai sepeda yang tidak terlalu tebal pada jari manis saya. Saya ragu apakah menghalangi air atau tidak. Apakah saya harus mengulang mandi saya.
terima kasih, wassalam.
June 18th, 2010 at 1:39 am
Assalamualaikum Ustadz,
Afwan saya ingin bertanya. Suami-istri boleh melakukan mandi janabah bersama, jika saat melakukan mandi janabah bersama itu ada hasrat untuk kembali berjima apakah boleh melakukan jima pada saat itu di tempat mandi janabah misal di kamar mandi?
June 18th, 2010 at 3:02 am
assalamu’alaikum
ustad, saya mau tanya.
kalo air di bak mandi yg digunakan untuk mandi junub terkena sabun mandi. apakah sah air itu digunakan untuk mandi junub? atau kita harus membuang air di bak mandi lalu mengulangi mandi lagi. Tolong ustad saya merasa was-was.
June 19th, 2010 at 8:48 am
assalamu’alaikum
pa ustad saya ingin bertanya, apakah dalam mandi junub mujzi hukum berkumur-kumur dan membersihkan hidung itu wajib?
lalu haruskah gigi, gusi dan segala yang ada di dalam mulut itu dibersihkan dalam mandi junub yang mujzi?
mohon penjelasannya, karena saya amat bingung dengan hal ini.
jazakumullah
June 21st, 2010 at 11:39 am
assalamu’alaikum
pa ustad saya ingin bertanya, wajibkah kita membersihkan sampai ke selah-selah kuku/memasukkan air ke dalam kuku/memasukkan air ke dalam mata dalam mandi junub yang mujzi?
mohon penjelasannya, karena saya amat ingin tahu akan hal ini.
jazakumullah
June 22nd, 2010 at 9:52 am
ustadz mau nanya???
saya pernah baca atau pernah dengar. orang yang mandi junub setelah onani tidak sah mandinya benar gak ustadz????
June 27th, 2010 at 9:57 am
assalamu’alaikum
pa ustad, saya ada 2 pertanyaan.
yang pertama, jika saat berwudhu sebelum mandi junub kita melakukan kesalahan dalam berwudhu, lalu kita mengulangi wudhu kita lagi lalu melanjutkan dengan menyiram seluruh tubuh seperti biasa, sahkah mandi junub kita?
yang kedua, apa yang membedakan antara mandi junub mujzi dengan mandi biasa?
jazakumullah
July 2nd, 2010 at 9:21 am
assalamu’alaikum
pa ustad, ada ulama yang mengatakan bahwa kita harus mengikutkan bagiab tubuh yang terlepas saat mandi junub. dan ada juga yang mengatakan tidak wajib. bagaimana cara kita menghadapi perbedaan ini?
July 3rd, 2010 at 6:14 am
assalamu’alaikum
pa ustad, bagaimana jika saat menyiram tubuh saat mandi junub, ada bulu-bulu yang rontok/ada bagian tubuh yang terlepas? apakah mandi junub kita tetap syah?
July 10th, 2010 at 6:40 am
assalamu’alaikum
pa ustad, saat saya sedang mandi junub, ada sisa makanan yang menyelip di gigi saya dan sulit sekali dibersihkan. saya sudah berusaha maksimal dengan berkumur-kumur dan mennyikat gigi saya saat mandi junub untuk membersihkannya. namun, tetap saja masih menyelip di gigi saya. apakah mandi junub saya syah pa ustad?
July 21st, 2010 at 2:26 am
Assalamu’alaikum wr wbr.
Pak ustad, ada sebagian Kyai (ustad) yang tidak membolehkan(melarang) bagi suami-istri yang telah (baru selesai) berhubungan badan untuk melakukan aktivitas (seperti masak atau makan) sebelum mandi junub terlebih dahulu. apakah ada dalil mengenai ini? jazakumullah
July 23rd, 2010 at 7:07 am
mau tanya ustaz:
1. apakah orang yang mandi wajib cukup (mujzi’)tidak perlu lagi berwudu setelah mandi, padahal tadi waktu mandi dia tidak berkumur kumur??
2. saya tidak junub, tapi mandi seperti mandi junub (dengan cara sempurna atau cukup) apakah setelah mandi boleh tidak berwudu dan bisa langsung shalat?
3. jika junub tapi sakit, apakah dia boleh tayammum memakai kasur atau bantal yang ada dia pakai?bagaimana pula dengan tayammum memakai kursi di atas pesawat atau kendaraan, apakah itu hal yang benar atau keliru??
syukran atas jawabannya
July 26th, 2010 at 10:20 am
salam ustaz.
seblm mandi junub kita harus gosok gigi?
apa mandi kita batal sekiranya tertelan sisa makanan ketika sedang mandi junub?
July 30th, 2010 at 10:35 am
Ass. Wr. Wb
Saya ingin tanya pak Ustadz:
Setelah saya mandi junub saya mengeluarkan semacam cairan bening dan lengket tapi tidak keruh seperti sperma dan saya mengeluarkan cairan itu tidak dengan tekanan yg kuat seperti sperma, itu menurut penglihatan saya, karena itu saya takut ibadah saya tak sah karena saya belum mandi junub lagi. Apakah itu was-was dari setan?
Terimakasih
August 1st, 2010 at 9:26 am
Yudith said:
September 4th, 2009 at 5:42 am
Assalamu ‘alaikum
Ustadz,ana pernah dengar bahwa sesudah mandi biasa tak perlu berwudhu lagi kemudian shalat asalkan airnya rata semua,mohon pemjelasannya
Waalaikumussalam warahmatullah.
Itu betul dengan syarat, semua anggota wudhunya terkena air dan juga dia meniatkan wudhu dengan mandinya. Kalau dua syarat ini tidak terpenuhi maka mandinya tidak bisa menggantikan wudhu. Ini berdasarkan hadits yang kami sebutkan di atas dari Aisyah, “Nabi -shallallahu alaihi wasallam- tidak berwudhu setelah mandi.”
Fahrul said:
Pak Ustadz,artinya apakah kita tak usah berwudhu secara sempurna cukup diganti mandi biasa dg niat wudhu ya?
August 6th, 2010 at 3:18 pm
assalamualaikum wr wb
Saya ingin tanya ustad, ketika saya selesai mandi junub, ada goresan tinta pulpen di kulit yang sudah saya basuh, apakah mandi junubnya sah ?
August 8th, 2010 at 12:53 am
assalamu’alaikum. pa ustad ketika saya sedang mandi junub dan berwudhu, saya suka memasukkan air ke jari-jari saya yang saya sanggup memasukkannya. bagaimana hukumnya pa ustad? boleh atau malah haram? dan jika itu haram, haruskah saya mengulangi ibadah saya tersebut?
August 22nd, 2010 at 3:57 am
Setau saya kalo pada siang hari (waktu setelah imsyak) pada bulan ramadhan mimpi basah maka puasa saya syah dan tidak batal. Namun apabila ketika saya sedang bermimpi basah namun tiba-tiba saya terbangun dan masih terasa tapi saya membiarkannya karena merasa nyaman. Apakah puasa saya batal atau tidak? Mohon jawabannya?
August 24th, 2010 at 2:21 am
assalamualaikum pak ustad
mau nanya..
wajibkah ketika mandi junub berkumur2, memasukkan air ke dalam telinga, hidung, dll.??
thanks..
w/sallam
August 28th, 2010 at 3:43 am
assalamualaikum pak ustad
mau nanya..
1.apakah salah melafazkan niat mandi junub, mandi junubnya tidak sah?
2.apakah boleh niat mandi junub adalah kehendak hati untuk melakukan mandi wajib tsb?
wassalam…
September 3rd, 2010 at 4:28 pm
assalamualaikum pak ustad
mau nanya.
saya sering melakukan onani]
dan sering juga melakukan mandi wajib berulang kali untuk menghilang keraguan
apakah sah apabila mandi wajib pertama yang saya lakukan, tapi melakukan mandi tersebut berulang kali tapi ada saja kendala misalnya air terkena tembok, dan megenai saya(saya menyangka air yg tsb sudah terkena air mani atau kotoran lainnya)
September 4th, 2010 at 5:07 am
assalamualaikum pak ustad
mau nanya.
pada bln ramadhan ini, ketika itu saya mimpi basah pd wktu pagi (sudah terbit matahari), tapi saya tidak langsung mengerjakan mandi junub malah saya tidur lagi, dan saya bangun setelah dzuhur dan menunda mandi tsb sampai saya berbuka puasa.
apakah sah puasa saya pak ?
thx pak
September 5th, 2010 at 3:25 pm
Asalamualaikum…ustad sya mau tanya..
ini yang sering seklai membuat saya ragu ketika mandi wajib..
saya selalu ragu jika mandi wajib menggunakan air yang ada didalam bak, karena melihat cipratan air sabun yang masuk pada bak saat kita membasuh tubuh kita..
apakah sah mandi wajib yg saya lakukan itu pak ?
September 17th, 2010 at 4:29 am
Terus kalo saat mandi besar setelah wudhu.. kita BAK (Buang Air Kecil ) apakah kita harus Wudhu lagi…
contoh nya : saat abis wudhu terus kita baru nge basuh kepala doang… eh tiba2 pipis… apakah harus wudhu lagi…??
Terus sampai kapan kita harus jga wudhu kita saat mandi besar…
Terima kasih…
September 17th, 2010 at 8:20 am
Assalamu’alikum.
Pak Uztadz,
rambut saya berminyak kerana memakai minyak rambut dan apabila hendak mandi junub,perlukah saya menggunakan sabun untuk menghilangkan minyak yang ada pada rambut dahulu kemudian mandi junub atau mandi sahaja tanpa menghilangkan minyak rambut tersebut.Saya was was kalau air tidak kena pada rambut atau kulit kepala disebab oleh minyak rambut itu
Terimakasih
October 16th, 2010 at 12:33 am
assalamualaikum pak ustadz.
saya ingin bertanya apakah seorang laki-laki yang sedang junub ketika menyentuh suatu benda atau menggunakan suatu benda seperti baju,helm atau sepatu maka benda-benda tersebut menjadi najis dan harus di cuci ?
dan apabila kita sudah mandi wajib dan menggunakan benda-benda tersebut tapi benda-benda tersebut belum di cuci apakah kita menjadi najis dan harus mandi wajib lagi?
terima kasih.
October 21st, 2010 at 5:33 am
ustadz saya ingin bertanya! sya pernah mengingat pacar saya stelah saya mengingatnya saya kekamar mandi mau buang air besar, saat saya lihat kemaluan saya ada warna air warna bening! saat itu saya blm tau kalau itu adalah madzi, setelah saya BAB saya onani! tapi setelah saya onani saya tdk mandi wajib karena saat itu saya ada di tempat PKL saya jadi saya tdk maqndi wajib!
Yang saya ingin tanyakan apakah saya berdosa? karena setelah saya onani saya pergi shalat karena saya di panggil sama pegawai jadi saya ikut, dan saya malu mengatakan kalau saya nda bisa shalat!
October 22nd, 2010 at 3:18 pm
assalamu a’laikum.
saya ingin bertanya ustad, menurut kata teman saya,setelah kita dalam ke ada’an junub,kita tidak boleh keluar rumah apa lagi sampai menginjak tanah, benar apa tidak ustad, tolong di jelaskan.
October 31st, 2010 at 11:59 am
assalamualaikum
ustad, sy mau tanya.
jika seorang lelaki setelah melakukan hubungan suami istri, dan kemudian mandi wajib. Setelah itu beberapa jam kemudian masih ada sisa cairan sperma yang keluar lagi, haruskah mandi lagi?
November 10th, 2010 at 10:13 am
Assalamualaikum.Wr.Wb……………………
pak ustad bila saya sering mandi besar apabila saya keramas dan itu sering saya lakukan 2 hari satu kali dan padahal saya tidak mengeluarkan najis gimana hukumnya pak ustad???
November 11th, 2010 at 7:52 am
Assalamualaikum.wr.wb
ustad, saya mau nanya, tentang junub:
1. kalo saya ragu2 apakah itu mani atau madzi, apa yg harus saya lakukan, mandi junub apa mandi biasa?
2. apabila setelah mandi junub, boleh disambung dengan mandi bisa seperti menggunnakan sabun dan shampo?
3.di dalam pembahasan mandi junub tidak ada pembahasan menggosok gigi, apa kah sah mandi junubnya kalo tidak menggosok gigi?
4. apa kah kita boleh mandi junub/mandi besar padahal kita tdk junub?
mohon informasi dan penjelasannya pak ustad.. terima kasih
November 11th, 2010 at 8:01 am
assalmualaiku.
tamabahan pa ustad,
apa hukumnya kalo pakaian terkena mani, madzi kalo di pakai kembali setelah kita sudah mandi junub, dah sah kah ibadah kita memakai pakaian tersebut?
November 12th, 2010 at 2:31 am
assalamualaikum.
selamat pagi menjelang siang pak ustad, saya mau bertanya.
1.bagaimana tata cara mandi besar/mandi junub dan apa niatnya?
2.berapa air yg diperlukan untuk mandi besar/junub?
3.apa bila menggunakan air di dalam bak mandi apa kah bisa untuk mandi junub, karena air itu juga di pakai untuk mandi biasa?
4. apabila orang sedang berjunub/berhadas, boleh kah memegang sesuatu/mamakai antara lain baju, sepatu/tas dan apa hukumnya memakai barang tersebut?
5. apakah sesudah mandi junub boleh dilakukan mandi biasa, seperti memakai sabun, dam shampo?
mohon penjelasanya dari pak ustad.
wassalamualaikum.
November 13th, 2010 at 3:32 am
memperjelas paertanyaan saya no 1: niat itu didalam hati dan tidak boleh di ucapkan, jadi membaca niat nya pas waktu kita sedang mandi, apa sebelum mandi?
meperjelas pertanyaan no 5: ketika mandi junub menggunakan sampo dan memakai sabun, itu setelah selesai mandi apa sebelum mandi junub kita memakainya?
mohon penjelasannya
wassalamualikum pa ustad.
November 13th, 2010 at 12:40 pm
ustadz mo nanya. Apakah boleh saya mandi junub SELALU memakai cara yg cukup saja? Alasan saya, Krna sya srg merasa was was jika memakai mandi junub cara yg sempurna, krna mengulang2 urutannya, sehingga memboroskan air ustadz.
November 17th, 2010 at 5:08 pm
Assalamu’alaikum.
Pak ustad,saya mau nanya,kalau kita sedang mandi wajib,terus kita dipanggil seseorang dan kemudian kita berbicara dengan dia,apakah sah mandi wajib yang kita lakukan?
December 2nd, 2010 at 7:16 am
Assalamua’laikum wr.wb.
Ustadz,,,
saya ada luka ditangan yang sudah kering tpi belum tekupas,,, jika saya kupas saya takut didalam lukanya masih belum kering atau berdarah.
Kemaren saya melakukan onani,,, yang ingin saya tanyakan saya mandi junub dan luka tersebut juga saya basahin,,, tetapi bagian dalam luka tidak kena air karena masih tertutup dan belum tekupas.
Apakah bagian dalam luka itu suci,,?
Apakah mandi saya sah,,?
Jika lukanya sudah tekupas apakah daging yang tertutupi kulit baru menjadi suci juga,,?
Mohon penjelasannya ustadz,,!
Wassalamua’laikum
December 2nd, 2010 at 10:26 am
Berarti tidak apa2 ya ustadz jika didalam lukanya tidak kena air,,
December 5th, 2010 at 5:28 am
Terima kasih ustadz,,,
December 6th, 2010 at 11:11 am
maf pa ustad..sesungguhnya niat untuk mandi junub dan mandi haid itu sperti apa ya?
December 16th, 2010 at 2:14 pm
pgn nanya :
pak ustad ujar sebagian orang bilang kalau selesai berhubungan harus mandi dan mandi jgn dalam WC krn tdk boleh jar, yg boleh di tempat tdk ada WC nya jar …apakah benar pak ustad..???
December 17th, 2010 at 9:32 am
assalamu’alaikum wr..wb..
pak ustad uln mau nanya ne,..
apakah sah kalau kita mandi wajib / junub di dalam wc…???
December 20th, 2010 at 12:20 pm
Assalamu Alaikum.
Ustadz.
Sya mo nanya ni
1. Ktika mgawali mandi junub, saya selalu membaca niat bersuara bukan dalam hati dan tidak dibarengi dengan kegiatan membasuh, sah atau tidak ustadz?
2. Sya ragu. Tmen2 sya blg dlam mandi jnub, wajib memasukkan air ke lobang dubur sedalam 3 cm. Apa itu benar? Saya tdak melakukn hl dmikian, sy cma myiram kulit dubur sya yg nmpk dr luar. Bgaimana tu ustadz?
Tolong dijawab y.
Wassalam
December 24th, 2010 at 3:49 pm
assalamu a’laikum..
pak ustad,saya mohon penjelasan.apa kah boleh setelah berhubungan suami istri tidak langsung mandi junub,tp langsung beraktivitas atau bekerja dulu,
mandinya nanti setelah mau melakukan sholat fardhu.
January 3rd, 2011 at 10:41 pm
Assalamu alaykum, Ustadz
Saya mohon penjelasan apakah jika pada saat haid ada rambut yang gugur (bukan dipotong dengan sengaja)harus dikumpulkan dan harus ikut dimandikan pada saat mandi junub setelah selesai haid? Karena ada teman saya yang mengatakan hal tsb wajib dilakukan.
Makasih Ustadz.
January 5th, 2011 at 1:42 pm
Assalamu’alaikum,,ust,jika beberapa jam setelah mandi besar kita mengeluarkan sisa mani dr *maaf* Ms. V kita gmn,apakah wajib mandi besar lg?mengingat org mimpi basah/onani walau tanpa berhubungan badan pun hukumnya wajib mandi besar..terimakasih.
January 10th, 2011 at 1:35 pm
assalamu a’laikum..
pak ustad, saya mo nanya nih
-apakah mandi dengan menggunakan shower itu sah?
-saat saya akan mandi junub, saya melihat ada sedikit debu, dan itu tidak bisa hilang, apakah itu sah?
January 19th, 2011 at 6:53 am
saya mau menanyakan hukum nya seorang istri memasak makanan unyuk suami nya sebelum istrinya mandi junub karena telah berhubungan badan dengan suami nya sebelum nya.
January 25th, 2011 at 2:52 am
Assalamualaikum ustadz. Selesai mandi junub, saya sering merasa ada yg belum dibasuh padahal sebelumnya saya suadah yakin membasuh semua bagian tubuh. Apakah saya harus mengulang atao bagaimana usatadz? Terima Kasih.
February 21st, 2011 at 5:19 am
assalamualaikum pak ustad
saya mau tanya jika seseorang mengeluarkan mani dengan sengaja seabnyak 3x
berapah kah mandi junubnya apa 3x juga mandi junubnya..
dan apakah boleh mandi junubnya di wc atau kamar mandi,
sekian hal yang saya pertanyakan ini
assalamualikum pak ustad
February 27th, 2011 at 5:35 am
saya mau tnya apakah dalam keadaan mandi junub boleh bnyk berbicara dengan orng lain??
March 27th, 2011 at 12:00 pm
assalamualaikum pa ustad
saya mau bertnya,batalkah jika saat mandi junub memegang kemaluan |membersihkanya pa ustad?
terima kasih.
April 3rd, 2011 at 3:13 pm
assalamualaikum
pak ust. saya mau tanya…gmn hkumnya kalau kita setelah keluar kencing atau madzi tp belum membasuhnya dengan air pd kemaluanya akan tetapi langsung mandi wajib..apakah mndi wjibnya tetap sah?
trima kasih
April 5th, 2011 at 12:31 am
menanggapi pertanyaan yg kmren Pak Ust. maksudnya masih dalam keadaan junub dan akan melaksanakan mandi wajib..akan tetapi sblum mandi wajib saya kencing atau kluar madzi dulu setelah itu saya gak membasuh kemaluanya akan tetapi langsung mandi,,apakah mandi wajibnya tetap sah?,sebab saya ragu karna sblumnya blum membasuh kemaluanya dengan air terlebih dahulu..
terima kasih.
April 8th, 2011 at 1:41 am
assalamualaikum nanya lagi pa ustad
beda air mani sama madzi apa?
mohon informasinya
trimakasih.
April 13th, 2011 at 8:04 am
Asalamualaikum,
Ustadz ana mau tany ni
ana melakukan mandi Junub ditengah mandi junub ana buang angin atau kencing, apakah ana harus mengulang rangkaian mandi junub dari awal
atas penjelasan ustadz jazzakallahu khoiron
April 15th, 2011 at 11:40 pm
assalamualaikum..
Ustadz saya mau tany ini..
Apakah sah kalau mandi junub menggunakan dengan air hangat??
Apakah ada hukumny harus menggunakan air apa dalam melakukan mandi junub..
Terima kasih..
April 19th, 2011 at 12:37 am
Pak Ustad saya mau tanya, ,,,ketika mandi wajib terus ditengah-tengah mandi wjibnya keluar sperma…apakah kita harus mengulangi dari awal lagi?…
terima kasih
April 23rd, 2011 at 9:13 am
Assalamu Alaikum, wr,Wb
Salam kenal uztad…
Aku ingin bertanya yang lebih jelas lagi…apakah sah shalat kita apabila setelah berhubungan dengan suami istri di malam hari/pada saat subuh..,cuman cebok atau dicuci bersih saja langsung shalat subuh..uztad..mohon jawabannya..terimakasih…wassalam
May 2nd, 2011 at 2:56 pm
ass, pak ustad
seandainya sya lupa ternyata ada bekas tinta atau bekas hitam semacamny syah atau tidak mandi junub sya pak trimaksih pak ustad mohon penjelasanya wasallam.
May 10th, 2011 at 5:43 pm
Assaalamualaikum.
1. Ustadz apakah jika kita lupa berkumur dalam mandi junub atau ragu2 apakah sah dan apakah kita harus mengulangnya?
2. jika setelah berwudhu kemudian saya buar air kecil lalu saya bersihkan kemudian saya merasa ada yang keluar lagi tetapi saya langsung berniat dan mandi apakah sah ustadz dan apakah harus diulang?atau apakah jika sehabis buang air kecil kita langsung berniat dan mandi tanpa membersihkannya terlebih dahulu apakah sah mandinya ustadz atau harus diulang?
3. ada ustadz yang bilang bahwa dalam mandi junub kita diwajibkan berkumur bagaiman ustadz saya jadi bingung apakaha ada dalilnya?
4. ustadz saya selalu dilanda rasa was-was yang makin lama makin parah dan berlebihan terutama dalam hal bersuci,mandi,wudhu hingga aspek sehari2.saya merasa selalu kotor dan tidak sah dalam beribadah hal ini sungguh sanggat menggangu saya dalam beraktifitas dan oran2 di sekitar saya.terkadang saya bisa tidak tenag seharian.
apakah ini bisa disembuhkan ustadz?
apakah ada metode pengobatan yang dapat saya jalani?
jika ada dimana dan apa yang harus saya lakukan?
apa saja akan saya lakukan ustadz asal saya bisa hilang dari rasa ini.
ini sudah berlangsung bertahun-tahun ustadz dan telang menghambat saya dalam beraktifitas dan berprestasi.
apakah ini berasal dari setan?
SAYA MOHON SEKALI JAWABAN DAN BANTUANNYA USTADZ
jika memang ustadz ada informasi dimana/apa yang harus saya lakukan saya dapat dihubungi di 087832366640.untuk bantuannya saya ucapkan terima kasih Jazakumullah khairan.semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda
May 10th, 2011 at 5:53 pm
ustadz apakah sah jika kita mandi junub tetapi pintu dikamar mandi terbuka tanpa sepengetahuan dan ada yang melihat apakah harus diulang karena diatas saya membaca yang penting aurat terjaga dalam mandi?
2.jika selesai mandi kita melihat tangan kita ada bekas pulpen dan tip ex apakah mandinya sah?apakah harus diulang. Jazakallah khairan
May 17th, 2011 at 11:13 am
Asslamualikum wr. wb..
uztad, ana mau tanya
gimana kalu pas kita mau mandi karna mimpi basah ada bagian yang sulit di hilangkan, seperti ada lem (lem alteko yang super kuat) itu kan sulit di hilangkan. . .
trimakasih
wassalam…
May 20th, 2011 at 10:21 am
assalamualikum..
pak ustad sya ingin bertanya..
jika setelah mandi wajib masih terdapat kotoran di dalam kuku.apakah mandi wajibnya sah ?
atau harus di ulang ?
May 20th, 2011 at 11:19 pm
pak ust saya mau tanya kalu kita mencumbu akan tetapi tidak keluar sperma apakah kita harus mandi wajib?..soalnya saya pernah baca kalau mencumbu itu walau tidak keluar sperma tetap harus mandi wajib..soalnya sya masih ragu Pak?
terima kasih
May 22nd, 2011 at 11:46 am
Assalamu ‘alaikum
Pak ustadz saya mau tanya , bagaimna kalau kita melakukan mandi junub tapi tata caranya terbolak-balik … Apakah itu sah ???
May 23rd, 2011 at 5:29 pm
assalamulaikum’wr.wb
pak ustad saya mau tanya
apabila ingin mandi junub tapi tidak ada air bolehkah dengan cara tayamum dan apa hadistnya,kalau boleh beserta arabnya mkash sebelumnya
May 24th, 2011 at 2:27 pm
Saya mau tanya apakah daun telinga bagian dalam wajib dialiri air? Soalnya menurut pemikiran saya, mengaliri air ke daun telinga bagian dalam agak berbahaya,karena airnya bisa masuk ke dalam telinga…?
May 27th, 2011 at 11:03 am
assalamualaikum..
pak ustad sya ingin bertanya..
1. jika setelah mandi junub masih terdapat kotoran kuku bgmna? apkah sah mandinya?
2. jika mandi junub apakah harus berkumur dan membersihkan/memasukkan air kedlm hidung?
June 8th, 2011 at 4:36 pm
Assalamualaikum Ustadz,,
Ustadz saya ingin bertanya beberapa hal tentang mandi janabah,
1. Sahkah mandi janabah, Jika sebelum mandi, kencing terlebih dahulu kemudian tanpa mencucinya langsung mandi?
2. Saya masih belum paham dengan maksud cara mandi yang Mujzi dan yang sempurna, apakah boleh dan sah jika mandi dengan cara yang mujzi saja?
3. tentang air, kebetulan di tempat tinggal saya ada bak berukuran (PanjangxLebar)70cmx60cm dan dalam 60 cm. apakah air tersebut sudah mencapai 2 kullah / mencukupi syarat sah mandi janabah.
June 14th, 2011 at 7:43 am
pak ustad saya mau tanya,,,,,kluwar sperma yang terpancar itu seperti apa?maksunya apa…..
sebab saya masih bingung antara sperma yang terpancar dan yang tidak….
matur nuwun
June 14th, 2011 at 7:54 am
pak ustad,,,,ketika saya mandi wajib disaat ataupun baru selesai mandinya,,,,saya merasakan seperti ada yang kelun apakah yg kluar dari kemaluan saya,,tapi kadang saya ragu apakah benar kluar atau tidak..yang jadi pertanyaan saya,,ketika yg kluar itu memang bukan sperma apakah mandi wajibnya tetap syah?,dan apakah kalau sperma jg tetap syah..karena saya suka was-was……..
June 16th, 2011 at 10:01 am
Assalamualaikum Ustadz, saya mau nanya, saya lupa baca niat mandi junub, saya hanya mandi biasa, saya lagi di kantor , apakah salat zuhur & ashar saya nantinya sah ?
June 16th, 2011 at 6:22 pm
Saya mau bertanya,jika seseorang telah selesai mandi junub,kemudian handukan, dan memakai baju. Tiba-tiba dia menyadari ada anggota yang belum terbasuh,misalnya wajahnya. Sebagian anggota tubuhnya sudah kering,tapi sebagian yang lain belum kering. Bolehkah dia hanya membasuh wajahnya saja untuk men-sahkan mandi junubnya?
Terima kasih
June 20th, 2011 at 9:17 pm
ass pak ustadz,
maw nanya ne.
1. apakah boleh mndi junub dg cra membasuh satu persatu anggota tubuh ? Krn sy mrasa jika dialirkan begitu saja ke badan, takutnya ada anggota tubuh yg tdk terkena atau dialiri air. jdix sy menggunakan cra itu.
2. Jika sudah membasuh tubuh (smua anggota tubuh) ktika mandi junub kemudian ada salah satu bagian tubuh yg sudah kering, pdhal bgian tsb sudah trkena/dialiri air, apakah perlu kita ulang utk membasuhnya lagi ? Krn sy ragu, antara mngulang membasuhx, pdhal sy yakin sudah membasuh smua anggota tubuh sy.
June 21st, 2011 at 3:15 pm
assalamu ‘alaikum wr.wb
ustadz ana mw tanya…
niat wudhu dalam mandi junub gimana ya?!
apakah lafalnya diganti jadi hadats besar ?!
mohon pencerahannya pak ustadz …
June 23rd, 2011 at 8:30 am
Bismillah
Assalamu’alaykum
Ustadz, apa hukumnya mandi junub dengan air hangat (air yang dicampur dengan air yang telah dimasak sampai mendidih/hampir mendidih)?
June 23rd, 2011 at 1:30 pm
assalamu’alaikum
ustad saya telah selesai mandi junub dan sdh yakin bahwa tubuh saya telah terguyur dan digosok dgn baik (seluruhnya sdh terkena air), sudah mersa membasuhnya semua, lalu setelah mandi saya beraktifitas seperti biasa, misal mengupas buah, memandikan anak, memasak, lalu bbrp jam kemudian tiba saatnya untuk sholat dhuhur, ketika hendak wudhu, saya melihat ada satu titik (sebesar noda titik tinta bolpen) kotoran yang lengket sekali di kuku saya, kemudian saya ragu apakah waktu mandi junub tadi kotoran ini memang sudah ada karena saya hannya menggosok dg wajar sewaktu mandi, tidak melihat secara detil satu per satu ke kuku saya, ataukah kotoran tersebut baru saja menempel ketika saya beraktifitas saat setelah mandi seperti yg saya sebutkan tadi. Apa yang harus saya lakukan ustadz? karena saya jadi ragu, perlukah saya mengulang mandi saya? jika selama menunggu jawaban dari ustadz ini saya terus diliputi keraguan, sahkah sholat2 saya yang saya kerjakan dengan adanya keraguan terhadap sah tidaknya status mandi junub saya, mohon segera jawabannya ust. Karena saya sering mengalami hal seperti ini. jazaakumullaahulkhoyr
June 24th, 2011 at 4:50 pm
oh berarti niat nya hanya satu dong pak ustad, yaitu niat untuk mandi junub saja dan wudhu’a tidak memakai niat ?!
tapi saya niatnya ada 2 pak ustad yaitu niat mandi junub saat saya pertama kali mulai mencuci tangan untuk mandi junub dan niat untuk wudhu saat saya selesai mencuci tangan ke lantai dan memulai mencuci tangan untuk wudhu.
apakah yang saya lakukan tidak bermasalah pak ustad ?!
mohon bantuannya pak ustad soalnya sya sering ragu-ragu …
June 27th, 2011 at 1:10 pm
Assalamu alaikum …
Pak ustadz saya mau tanya , saya sudah menyiram bagian siku , tapi masih terlihat kering . Padahal saya sudah menyiramnya . Apakah mandinya sah ???
June 27th, 2011 at 4:05 pm
Assalamu alaikum
Bisakah pak ustad menyebutkan bagian-bagian tubuh yg sulit terkena air ???
June 27th, 2011 at 10:05 pm
assalamu ‘alaikum wr.wb
pak udstadz.. saya mohon penjelasan dan pertolongan, selama ini saya selalu was2 dalam mandi junub,sehingga boros air sekali, saya salalu mengahbiskan 3 ember besar, dan dan setelah mandi pun masih was2,, saya mau tanya apakah ketika kita sesudah mandi dan kita tidak mengetahui masih ada sisa sperma yang belum bersih dan kita baru menyadarinya setelah kita berpakaian lengkap..apakah kita harus mandi lagi????? dan apakah kita harus mengganti celana kembali???? mohon penjelasannya pak udstadz,,
June 28th, 2011 at 3:55 pm
melanjutkan pertanyaan no.121 pak ustadz
jika ana salah dalam berwudhu didalam mandi junub, berarti ana tidak berdosa dong pak ustadz karena ana tidak tahu akan hal itu .
terus berarti juka dalam melaksanakan wudhu di pertengahan mandi junub, ana tidak harus membaca niat wudhu dan do’a setelah wudhu.
begitu pak ustadz ?!
June 29th, 2011 at 9:12 pm
assalamu ‘alaikum pak ustadz
jika ana sedang duduk terus merasakan ada yg keluar dari kemaluan ana dengan rasa geli dan agak panas atau sedikit hangat, dan pas di cek ternyata memang benar ada yang keluar dan setelah ana pegang ternyata cairannya lengket.
apakah ini mani atau bukan pak ustadz ?!
saya sering ragu jadi saya langsung mandi junub …
mohon pencerahannya lagi pak ustadz …
June 30th, 2011 at 5:09 pm
apakah sah mandi jubub kita apabila setelah selesai mandi junub kita membatalkan niat mandi junub kita,padahal niatnya dibatalkan sesudah mandi, misalnya pada saat pakai handuk atau baju,dan berniat untuk mengulang mandinya,dikarenakan karena was2/ragu dgn sah atau tidaknya mandi junub yg sudah dilakukan?untuk memperjelas,niat mandi junub dibatalkan padahal mandinya telah selesai dilakukan,misalnya,pada saat memakai handuk
July 1st, 2011 at 2:35 pm
Assalamu alaikum
Pak ustad saya masih bingung tentang hukum mengeringkan air dengan kain atau sebagainya setelah mandi junub ???
July 1st, 2011 at 5:52 pm
Assalamu alaikum
Pak ustad sya mau tanya lagi ni , kalau misalnya kita berwudhu dahulu , baru niat mandi wajib gimana ???
Satu lagi pak ustad , bagaimana kalau kita sudah mandi wajib dan berwudhu , kemudian ingin sholat tapi sebelumnya kita kencing , apakah mandi kita tetap sah dan tidak perlu diulang ???
July 1st, 2011 at 6:08 pm
Assalamu alaikum
Ada yg lupa ni , sya mau tnya apakah ada hal-hal yg dpt membatalkan mandi junub ? kalau ada apa saja itu ???
July 2nd, 2011 at 6:37 pm
pak ustad saya mau nanya, apa boleh kalo berbicara waktu mandi wajib?
soalnya waktu itu saya agak melamun & gak sengaja nyanyi sebentar… tolong di jawab ya pak ^^
July 5th, 2011 at 6:09 pm
assalamu’alaikum
pa ustad, boleh tidak ketika seleasi mandi junub lalu kita berwudlu sebelum memakai handuk?
July 6th, 2011 at 12:22 am
assalamu’alaikum
ustad obat was-was yg paling ampuh itu apa ustad
mohon penjelasanya ustad
July 8th, 2011 at 8:10 pm
terimakasih banyak ustad
maaf ustad saya mau bertanya lagi
ketika saya selesai mandi junub tiba2 ustad ada bekas tinta atau apa la namanya pokokny warna hitam dikulit saya tapi gak terlalu tebal amat pa ustad, jd apa sah mandi junub saya pa ustad? soalnya saya lupa membersihkanya pak apa gak apa2 tu pak kalau saya lupa?
wassalamuallaikum pa ustad
July 10th, 2011 at 5:17 am
ustad saya mau nanya, sebab2 perempuan utk mandi wajib itu apa saja? kalau pria kan krn krluar mani dsb. ada yg bilang jika sdh ada syahwat saja sudah disuruh mandi wajib, tapi syahwat yg seperti apa contohnya? apa melihat film / baca komik yg ada adegan ciumannya sudah dianggap wajib mandi? sy bingung…
lalu pada akhir2 ritual mandi, saat berwudhu+menyiram air 3 kali itu saya agak ragu2, was2 begitu, mungkin ini pengaruh setan… saya sampai mengulangi bagian itu (berwudhu+menyiram air 3x) apakah itu sah? kata ibu saya tdk apa2 tapi lain kali harus lebih yakin & tdk was2 lagi… (astaghfirullah) apa tdk apa-apa?
jzkillah, mohon bantuannya
July 12th, 2011 at 11:09 am
syukron ustadz atas jwbn pertanyaan ana… afwan ada lagi yg hendak ana tanyakan tentang:
1. bagian2 tubuh yang sulit terkena air… apakah lobang pusar wajib dibasuh sampai ke dalam, pada wanita yg memakai anting apakah wajib bagi dia untuk menggerak2an antingnya untuk menjamin sampainya air ke sela2 lubang tindikan anting2 tersebut?
2. saat berwudhu misalnya mencuci tangan kanan sampai siku… lalu saat hendak mmbasuh tangan bagian kiri
tangan kanan kita bergerak menyingsingkan lengan baju ke atas siku yg dg hal itu menjadikan telapak tangan kanan kita kering..apakah ini bs membatalkan wudhunya? shg hrus di ulang dr awal?
3. apakah daki/noda (bekas2 tanah/debu) yg menempel kuat di kulit telapak kaki yang retak/kapalan atau di garis2 telapak kaki utamanya di bagian bawah tumit harus dibersihkan…krn kalau harus dibersihkan tiap wudhu atau mandi janabah akan mrepotkan sekali… apalagi jika dibersihkannya harus disikat kuat2..kdg ttp msh ada bekasnya… apa ini hukumnya sama dg warna inai? krn ada kesan kalo noda tanah itu sdh menyatu dg permukaan kulit, kalau dihilangkan harus dikerik2.. gimana ini ustadz?
oh ya satu lagi ustadz kiranya bs dibuat artikrl ttg was2… karena dr tanya jawab disini byk sekali pengunjung yg ditimpa was2 termasuk ana sndiri
jazaakumullaahulkhoyr
July 15th, 2011 at 8:34 am
Assalamualaikum wr wb
Saya ingin tanya Pak ustadz, Di Daerah saya air PDAM sering macet sehingga kami sering kesulitan untuk mandi Wajib karena kekurangan air karena setahu saya untuk Mandi wajib Jumlah air yang digunakan harus mencapai 2 qullah. Yang saya tanyakan bagaimana hukumnya jika air digunakan tidak mencukupi 2 qullah atau sekitar 1-2 ember saja apakah madi wajibnya Sah atau tidak ? Mohon bantuannya Pak Ustadz. Terimakasih
July 19th, 2011 at 6:02 pm
Assalamu alaikum
Pak ustadz , kalau berwudhunya hanya di awal dan di akhir mandi tidak berwudhu lagi apakah boleh ???
Dan bagaimana kalau mau sholat setelah mandi junub , kita handukan terlebih dahulu lalu memakai baju baru kita berwudhu , boleh kan pak ustadz ???
July 19th, 2011 at 7:43 pm
assalamu ‘alaikum wr.wb…
pak ustadz, jika setelah ana mimpi basah ana langsung mandi junub dan setelah selesai mandi junub dan sudah berpakaian , beberapa saat kemudian ada yang keluar dari kemaluan ana, dan pas di cek ada cairan lengket …
apakah ini sisa mani atau madzi pak ustadz ?!
apakah mandi junubnya harus diulang ?!…
July 19th, 2011 at 9:01 pm
Assalamualaikum ustad
ustad saya bingung dengan kehidupan sya ini gara2 mandi junub saja ustad saya gak bisa fokus hati sya ga tenang saya mencoba berusaha untuk tidak was2 lagi tapi was2 itu sepertinya masih saja ngangu sampai2 sya bicara sama teman saya pun gak mood apa ini memang ganguan otak saya apa kebiasaan saya ustad, mohon solusiny lagi ustad
July 26th, 2011 at 6:18 am
Assalamu alaikum
Pak ustad , adakah batasan kita menunda-nunda mandi junub ???
July 27th, 2011 at 10:14 am
Ustadz mo tau hal-hal apa saja yg menyebabkan mandi junub kita tidak sah?
July 29th, 2011 at 8:09 pm
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…
Ustadz, saya mau tanya. setelah saya melakukan hubungan intim dengan Istri tercinta pada malam hari, bolehkah saya mandi Junub dibulan Ramadhan pada waktu shubuh atau stelah makan sahur…?
terima kasih atas jawaban dan nasihatnya
Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh.
July 31st, 2011 at 2:38 am
apakah memegang kemaluan suami harus mandi wajib..
July 31st, 2011 at 7:37 pm
assalamualaikum Ustadz..
dibulan Ramadhan ini insya Allah puasa..maunya full..saya melakukan solat wajib yg 5, tp tdk sholat tarawih. boleh gak? kalaupun di rumah berapa rakaat yg sedikit rakaatnya.. makasih sebelumnya atas jawaban Ustadz
August 1st, 2011 at 12:05 pm
Assalamu alaikum
Pak ustad , kalau misalnya kita mandi junub , ada percikkan air dari tubuh kita atau ada air dari sisa gayung masuk kembali dalam bak air yg kita pakai mandi , bagaimana pak ustad hukumnya ??? Sah atau tidak mandinya ???
August 1st, 2011 at 2:08 pm
saya mau tanya kalau bulan puasa mengmbil wudu’ dengan berkumur2 batal tidak puasanya,saya yakin jika berkumur2 kan mulut kita dalam keadaan kering kemudin basah dengan berkumur tadi saat wudu’ saya yakin walaupun sedikit pasti ada air yang masuk kekerongkongan,,,,,,,?
August 1st, 2011 at 3:03 pm
Assalamu alaikum
Pak ustad , bagaimana kalau kita niat wudhu terlebih dahulu baru niat mandi wajib … Apakah boleh
August 3rd, 2011 at 8:29 pm
assalamuaikum.wr.wb
pak ustad..saya sedang junub/mempunyai hadats besar,lalu belom smpat mandi wajib,kulit tanganku ada yang mengelupas dan hilang enth kmana klupasan kulitku itu.
pertanyaanya.apakah mandi wajibku syah,wlau kulitku tersebut hilang walau belom disucikan.
wasallamuaikum.wr.wb
August 4th, 2011 at 9:16 pm
assalamu alaikum uztad..
ana ijin copy artikelnya…syukran khoir..
August 7th, 2011 at 10:15 pm
Assalamu alaikum
Pak ustad , kan sudah diterangkan bahwa dimakruhkan berboros air ketika mandi junub … Saya mau tanya pak ustad , apakah berboros air membuat mandi junub menjadi tidak sah ??? Atau hanya hukumnya saja yang dimakruhkan ???
August 8th, 2011 at 1:48 pm
assalamu’alaikum… saya ingin bertanya.. apakah syah mandi junub apabila didalamnya terdapat ketidaksengajaan mengucapkan perkataan kotor , maaf seperti ( g*bl*k , t*l*l , dan sbgainya ).. kata2 ini terucap bgtu saja dan tdk diniatkan untuk berkata ini , namun krna ada perasaan sedikit kesal.. perkataan itu terucap setelah berusaha mnghindari masuknya air musta’mal yg masuk ke bak mandi , dan saya baru tw jg bahwa air bekas mandi itu suci .. setelah mandi sya jd berfikir mandi junub saya perlu diulangi.. apakah harus ? apa makruh jg ? apakah syah ? kata2 tadi pun tentu saja tdk dimaksudkan kepada Allah SWT.. saya tw sebuah keraguan itu bisa jadi perbuatan syaitan yang mmbuat was-was perasaan manusia agar kita jd malas beribadah… mohon dibantu..
August 10th, 2011 at 1:23 am
assalamualaikum pak ustadz
saya telah membaca penjelasan pak ustadz tentang mandi junub…insya allah saya mengerti dan memahami tata cara nya,,namun ada pertanyaan yang saya ingin tanyakan karena membuat keraguan dalam diri saya,,begini pak ustadz :
1. karena kamar mandi tempat saya biasa mandi itu menjadi satu dengan tempat buang air besar/WC,apakah sah jika saya mandi junub di tempat itu?padahal membaca niat wudhu,dan mandi junub nya kita kan menyebut nama Allah,sedang kita berada/mandi di dalam WC…apakah sah atau malah berdosa pak ustadz?
2. karena saya kurang yakin air bak mandi tersebut bersih dari najis,maka saya menggunakan selang,jadi air mengalir langsung dari keran melalui selang itu pak ustadz untuk berwudhu,dan mandi junubnya,apakah itu diperbolehkan pak?atau bagaimana pak ustadz?
mohon pencerahannya pak ustadz,,terima kasih…
August 10th, 2011 at 9:25 am
ass…
Pak ustad saya mau tanya pak tadi malam saya mimpi basah dan terbangun sekitar jam 1 mlm lalu saya tertidur lagi untuk menunggu sahu niatnya jam 3 saya mandi dulu dan makan sahur tapi saya keboblosan terbangun jam 5.30 subuh dan waktu sahur telah habis saya belum madi wajib dan akirnya saya madi wajib jam 5.30 itu lalu saya solat subuh.. apakah puasa saya sah pak.. mohon dibalas secepatnya pak..
thanks before
August 10th, 2011 at 3:39 pm
masih ada pertanyaan saya ustaz:
7.misalnya saja ustaz,ada bak mandi yang kosong yg terdapat najis d dalamnya,trus bak mandi tersebut diisi air sampai penuh dan sifat air tersebut tdk berubah baik warna,rasa, dan baunya.najiskah air tersebut?apakah air tersebut bisa dipakai bersuci?
8.apabila ada bak mandi yang berisi air,kemudian air tersebut terkena najis sehingga sifat air tersebut berubah sifatnya baik warna,rasa, dan baunya.akan tetapi npada bak mandi tersebut,air kran tdk pernah berhenti mengalir sampai kemudian sifat air tersebut menjadi netral kembali,dalam arti sifat air dlm bak mandi tersebut kembali kesifat asalnya,yang tdk ada rasa,bau,dan warnanya(air kembali mnjdi bening dan bersih tanpa bau dan rasa).pertanyaan saya apakah air yg bersih kembali ini sdh bs dipake bersuci kembali?dalam arti apakah air tersebut kembali menjadi tdk najis lagi?
saya selalu merasa sangat was2 dengan semua hal2 tersebut d atas, sehingga saya sangat membutuhkan jawaban ustaz.terima kasih banyak sebelumnya ustaz…
wassalaamualaikum.wr.wb.
August 10th, 2011 at 3:52 pm
afwan saya mau menambahkan sedikit pertanyaan saya yang nomor satu d atas ustaz:
1.setelah mandi junub saya baru melihat bekas lem yang menempel di kuku dan jari sebesar titik saja yang tdk bisa dibilang besar tetapi tdk bs juga dibilang kecil (kurang lebih titik sebesar biji beras),padahal lem tersebut sy pegang sebulan lalu dan sy sudah membersihkannya dengan baik dgn memperhatikan secra detail tangan saya sampai saya mengikirnya dengan silet,tapi masih ada yg terlewati dan baru saya lihat setelah mandi junub beberapa hari yg lalu,dan sampai saat ini saya belum mandi junub kembali.sahkah mandi junub saya?sahkah puasa2 n solat2 saya yg sy lakukan setelah mandi junub itu?perlukah sy mandi ulang?
August 11th, 2011 at 12:51 pm
BismiLLAAH
‘afwan ustadz mau tanya:
pada kaifiyat mandi junub berdasar hadist ‘aisyah rodhiyaLLAAHU ‘anhaa, kapan waktu kita mencuci kemaluan dan aktivitas membersihkan najis, sebelum atau setelah wudhu atau kapan?dan dalilnya?
BaarakaLLAAHU fiik
August 12th, 2011 at 7:49 am
Assalamu alaikum..
pak ustad..
sya ingin bertanya.jika setelah selesai mandi junub kmudian ada sabun yg mnempel di kulit atau di kuku apakah sah mandi junubnya ?
August 12th, 2011 at 8:44 am
Assalamu alaikum
Pak ustad , saya mau tanya apakah kalau air masuk ke telinga dapat membatalkan puasa , dan itu dilakukan dengan sengaja ??? Dan pak ustad , kalau kita ragu-ragu puasa kita tidak sah karena sesuatu , apakah boleh kita mengqadhanya ???
August 12th, 2011 at 10:08 am
assalamuallaikum Wr.Wb.
bolehkah mandi junub dengan menggunakan shower
August 13th, 2011 at 8:03 pm
assalamualaikum pak ustadz
terima kasih jawaban pak ustadz soal pertanyaan saya di nomer 153 di atas,yang mau saya tanyakan lagi pak,di pertanyaan pertama kan pak ustadz menjawab bisa menyebut nama allah di luar kamar mandi,apa artinya saya bisa berniat di luar kamar mandi/WC baru kemudian masuk untuk melaksanakan mandi junub nya pak ustadz??terus terang agak bingung nih pak..:D
August 13th, 2011 at 10:13 pm
pak ustad saya mau tanya..kan kita mandi dikamar mandi dan kamar mandinya jg ada WC gt..pdhal qita harus niat dan pada niat kan qita melafalkan asma Allah…tapi kita niatnya dalam hati saja..apakah boleh dan tetap syah mandinya?
Y
August 16th, 2011 at 2:34 pm
Assalamu alaikum
Pak ustad , mau tanya lagi ni , kalau seandainya kamar mandi hanya untuk mandi , apakah boleh menyebut nama Allah ketika berniat ???
Mohon pak ustad , saya masih bingung …
August 16th, 2011 at 2:39 pm
Assalamu alaikum …
Pak ustad , ketika saya mandi , saya selalu berniat seperti ini , “sengaja aku berniat mandi wajib untuk membersihkan hadas besar di seluruh badanku fardhu karena Allah Ta’ala” . Kata teman saya itu keliru , kalau memang keliru , apakah berarti mandi saya tidak sah pak ustad ???
August 16th, 2011 at 3:40 pm
assalamu ‘alaikum pak ustadz . . .
sya mw tanya .
begini, tdi pagi saya kan mandi junub tapi saya junubnya kemarin malam, nah sebelum saya mandi junub saya buang air (BAB & BAK) terlebih dahulu. nah pada saat mandi junub yakni saat menggosok bagian bawah kemaluan, saya merasakan geli saat menggosok bagian tersebut. terus pada saat selesai mandi junub yakni saat mencuci kaki, saya melihat ada yang keluar dari kemaluan saya dan saat saya memakai handuk dan akan memakai celana dalam, saya merasakan dan melihat lagi ada cairan yang keluar dari kemaluan saya. . .
yang ingin saya tanyakan, cairan yang keluar ini apa pak ustadz ?!
madzi, mani atau cairan lain ?!
apakah mandi junubnya harus diulang atau tidak ?!
mohon wawasannya . . .
August 18th, 2011 at 12:33 am
Pak ustadz, mau nanya ni.
1. Ketika shalat berjemaah di mesjid seperti ada angin(kentut) yang mau keluar, lalu saya sekuat tenaga menahannya, tapi gara” itu saya jadi tidak khusuk (was-was), gimana yah kalau anginnya tadi keluar?
2. Saat Shalat berjemaah walaupun sudah ditahan angin(kentut)nya saya merasa ada sedikit angin yang keluar, tapi saya tetap melanjutkan shalat sampai selesai, gmna pak? Saya takut shalat saya gak diterima.
3. Saat mau shalat berjemaah, saya merasa ada setetes air kencing yang keluar dari kemaluan saya, padahal saya sudah kencing dan berwudhu. Gmna pak? Apa shalat saya diterima.
Jazakummullahkhairankhatsiran…
August 18th, 2011 at 4:55 pm
maaf ustaz,saya memiliki banyak pertanyaan,tapi kenapa d delete dan tdk dijawa ustaz?