Jual Beli Dua Harga

January 2nd 2010 by Abu Muawiah |

Jual Beli Dua Harga

Tanya:
Assalamualaikum warohmatullah.
org tua ana mmpnyai toko konveksi yg Alhamdulillah cukup besar.
kami dlm mmbri hrg trhdp langanan kami sring brbeda trgntng dr lggn itu sndiri.
1. lggnan yg hanya mmbeli u/ diri sndiri kmi kasih hrga eceran.
2. Lggan yg ngmbil grosir dn u/ d jual kmbali kami kasih hrg special (hrg mrh)
3. Lgn yg ngmbil sedikit tp u/ jual lg, kmi ksih hrg agak mhl sdikit dr lggn yg k 2.
4. Lgn yg ngmbil bnx tp hnya u/ pribadi kmi ksh hrg lebh mhl dr lgn yg k 3.
Prtnyaanya: apa cra jual beli sprti d atas trmasuk yg d bolehkn ato trmsk jual beli yg d hrmkn ?
dn apakh ini trmsk riba.?
Jazakumullahu khairan.
“olfah” olfahazzahra@yahoo.co.id

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullahi waarakatuh.
Insya Allah tidak ada masalah dengan bentuk transaksi jual beli di atas. Hukum asal dalam muamalah jual beli adalah halal, bagaimanapun bentuknya, selama tidak ada nash-nash yang melarang. Silakan lihat tulisa ust. Zulqarnain -hafizhahullah- mengenai masalah ini di: http://al-atsariyyah.com/?p=195
Transaksi seperti di atas bukanlah termasuj jual beli dengan dua harga, karena pendapat yang paling rajih mengenai definisi jual beli dengan dua harga adalah: Penjual menawarkan dua harga kepada pembeli (misalnya harga cash dan kredit), lalu pembeli langsung melakukan akad untuk membeli barang tersebut tanpa menentukan mana dari kedua harga itu yang dia pilih. Wallahu a’lam.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Saturday, January 2nd, 2010 at 7:57 am and is filed under Ekonomi Islam, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

5 responses about “Jual Beli Dua Harga”

  1. ibnul masyriq said:

    bismilah,
    ustadz -hafizhokallahu- ,apakah hukum garansi yang diberikan oleh penjual kepada pembeli barang dagangannya, contohnya adanya jaminan bila barang itu rusak dalam rentang waktu yang masih dalam waktu garansi, maka pembeli dapat mengganti / menukar dengan barang sejenis yang baru ataupun ia mendapatkan service gratis perbaikan barang yang dibelinya tersebut dari penjual barang tersebut?
    mohon diterangkan dalilnya secara umum dan kaidah yang dipakai dalam masalah ini ?
    jazakallahu khoir

    Tidak ada masalah, itu termasuk persyaratan dalam jual beli yang diperbolehkan karena bertujuan untuk menjaga maslahat kedua belah pihak dan disetujui oleh keduanya. Dan hukum asal syarat dalam jual beli adalah boleh sampai ada dalil yang melarang.
    Silakan baca pembahasannya di: http://al-atsariyyah.com/?p=198

  2. Zulhaidir said:

    Bismillah,

    Ustadz hafidzokumullah. APakah halal jual beli berikut ini:

    Fulan A menjual barang kepada fulan B dengan kredit selama 4 bulan, kemudian fulan B menjual barang tersebut kepada Fulan C dengan cara kredit selama 10 bulan. Perlu diketahui harga Fulan A ke B berbeda dengan harga dari fulan B ke C.

    Jazakumullah Khoir.

    Abu Muhammad Rayhan

    Insya Allah tidak ada masalah, selama si B sudah memiliki barang tersebut.

  3. Zulhaidir said:

    Bismillah,

    Jazakumullah Khoiran ustadz atas jawabannya.

    Kemudian dilingkungan kami berkembang jual beli berikut :

    Jika Pemebeli membeli barang dengan cara kredit dikenai harga misalnya 500, tetapi jika membeli secara cash maka dikenai discount 20%.

    Apakah transaksi ini merupakan transaksi dengan dua harga?

    Barakallahu fiikum.

    Insya Allah tidak mengapa, selama pembeli menentukan jenis pembeliannya, cash atau kredit ketika dia mengambil barangnya. Wallahu a’lam

  4. Abu Katsir said:

    Bismillah.

    As Salamu ‘alaikum wa rahmatullah.

    Ustadz -rahimakallah-, ada beberapa point yang ingin saya tanyakan mengenai jual beli dan riba:

    [1]. Sejauh mana aktivitas ekonomi bisa disebut sebagai riba?

    [2]. Apa perbedaan antara “keuntungan / profit / margin” dengan riba?

    [3]. Berapa persentase-kah seseorang boleh mengambil keuntungan dari transaksi jual-beli? Dan seberapa besar ia dikategorikan sebagai riba?

    Karena masalah jual-beli merupakan permasalahan yang rumit, kami mohon jawaban yang rinci dari ustadz.

    Al Hamdu lillah. Jazakalllahu khairan, ya ustadz.

    Barakallahu fik.

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Kami sudah membawakan tulisan dalam masalah riba dalam muamalah dalam situs ini, silakan disearch.

  5. ana said:

    ustadz… gimana hukumnya dg kasus jual beli saya ini, saya pernah menawarkn barang kepada seseorang, saya tawarkan harga cash dan kredit, lalu orang tersebut memilih harga kredit, kami berpisah, ketika tiba waktu untu membayar cicilan pertama, orang tersebut lalu berkata ingin membayar sekaligus saja, saya putuskan ut memberi harga cash saja kepada orang tersebut, ini bagaimana hukumnya ustadz? jazaakumullahu khoiron

    Wallahu a’lam, insya Allah boleh dan tidak termasuk jual beli dengan dua harga.