Jimak Saat Puasa Sunnah

May 27th 2014 by Abu Muawiah |

Jimak Saat Puasa Sunnah

 

Tanya:

Saya mau tanya ustadz.

Jimak ketika sedang berpuasa sunnah, apakah itu berdosa? Jika berdosa, apakah ada kaffaratnya?

Jazakallahu khairan

 

Jawab:

Sudah dimaklumi bersama bahwa jimak merupakan pembatal puasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah. Dan juga sudah dimaklumi bahwa siapa saja yang melakukan jimak ketika dia sedang berpuasa di dalam bulan ramadhan, maka dia telah melakukan dosa yang sangat besar, dan dia wajib membayar kaffarat berupa:

1. Membebaskan budak.

2. Jika tidak mampu maka berpuasa 2 bulan berturut-turut.

3. Dan jika tidak mampu, maka memberi makan 60 orang miskin.

Demikian yang tersebut dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu riwayat al Bukhari dan Muslim.

 

Kita kembali ke pertanyaan. Apakah semua hukum di atas juga berlaku bagi orang yang melakukan jimak pada saat dia berpuasa sunnah?

Sebelumnya butuh diketahui bahwa -secara umum- seseorang dianggap berdosa jika dia meninggalkan kewajiban tanpa uzur yang dibenarkan. Sementara kaffarat diwajibkan untuk menggugurkan dosa karena meninggalkan kewajiban tersebut.

 

Dari sini, jawaban pertanyaan di atas sudah diketahui yaitu:

1. Dia tidak berdosa ketika dia melakukan jimak pada saat dia berpuasa sunnah. Hal itu karena membatalkan puasa sunnah tidaklah dilarang, baik dia membatalkannya dengan makan, minum, maupun jimak.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadits Ummu Hani bintu Abi Thalib:

المتطوع أمير نفسه: إن شاء أفطر وإن شاء صام

“Orang yg berpuasa sunnah adalah penentu sikapnya sendiri: Jika dia mau membatalkan puasanya, silakan. Dan jika dia mau melanjutkan puasanya juga silakan.” (HR. Ahmad)

2. Karena dia tidak melakukan suatu dosa, maka tidak ada kaffarat apa pun yang harus dia bayarkan.

Wallahu a’lam.

Incoming search terms:

  • Pertanyaan tentang penguburan jenazah
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, May 27th, 2014 at 10:34 am and is filed under Dari Grup WA, Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.