Jika Mendapati Imam Tasyahud Akhir

February 26th 2012 by Abu Muawiah |

Jika Mendapati Imam Tasyahud Akhir

Soal:
Ada seseorang yang terlambat datang ke masjid dan dia mendapati shalat berjamaah pada posisi tasyahud akhir. Apakah dia ikut saja bergabung dengan jamaah yang ada ataukah dia menunggu jamaah yang akan datang berikutnya? Jika dia telah ikut bergabung dengan jamaah yang ada pada posisi tasyahud akhir, kemudian dia mendengar ada jamaah baru yang akan shalat. Apakah dia memutuskan shalatnya (lalu mengikuti jamaah yang baru) ataukah dia tetap menyempurnakan shalatnya?

Jawab:
Jika orang ini tahu kalau kemungkinan besar akan ada jamaah lagi setelahnya maka hendaknya dia menunggu agar dia bisa shalat berjamaah dengan jamaah yang baru. Karena pendapat yang kuat dalam masalah ini adalah seseorang tidak dianggap mendapatkan shalat jamaah kecuali jika dia mendapatkan satu rakaat sempurna bersama jamaah. Adapun jika dia khawatir tidak akan ada lagi orang yang bisa shalat berjamaah bersamanya, maka yang paling utama baginya adalah ikut shalat bersama jamaah yang ada walaupun mereka sudah berada pada posisi tasyahud akhir. Karena mendapati sebagian shalat bersama jamaah itu lebih baik daripada tidak shalat bersama jamaah sama sekali.

Kemudian anggaplah dia sudah terlanjur shalat bersama imam (jamaah yang ada) karena dia tahu tidak ada lagi jamaah setelahnya, tapi ternyata kemudian ada jamaah yang baru dan dia mendengar mereka sedang shalat, maka tidak mengapa dia memutuskan shalatnya bersama jamaah yang ada lalu dia pergi dan shalat bersama jamaah yang baru datang. Atau dia meniatkan shalatnya bersama jamaah yang ada sebagai shalat sunnah, sehingga dia cukup mengerjakan 2 rakaat (lalu salam), kemudian dia menuju ke jamaah yang baru lalu shalat bersama mereka. Tapi jika dia tetap bersama dengan jamaah yang ada pun itu tidak mengapa. Jadi, dia bisa memilih salah satu dari tiga alternatif amalan yang ada.
(Mukhtar min Fatawa Ash-Shalah hal. 66, Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin)

[Diterjemah dari Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah hal. 178-179]

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Sunday, February 26th, 2012 at 4:42 pm and is filed under Fatawa, Fiqh. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

3 responses about “Jika Mendapati Imam Tasyahud Akhir”

  1. Jika Mendapati Imam Tasyahud Akhir | Portal Ilmu dan Kajian Ilmiah said:

    […] Sumber : klik di sini […]

  2. abu rifa'i said:

    Assalamu’alaykum, pada kejadian diatas apabila orang trsebut memilih untuk ikut bergabung bersama jama’ah walaupun sudah pada posisi tasyahud akhir, orang trsebut tetap membaca tasyahud atau tidak?

    Waalaikumussalam.
    Ya, tetap membaca tasyahud akhir.

  3. technomuslim said:

    afwan,disitu disebutkan bahwa orang tersebut boleh merubah niat dari shalat jamaahnya tadi kepada niat shalat sunnah,padahal hal yang termasuk pembatal shalat adalah berubahnya niat.mohon penjelasannya.

    Yang benarnya, boleh merubah niat, selama berubahnya dari yang lebih tinggi kedudukanya menuju ke yang lebih rendah. Shalat wajib lebih tinggai drpd shalat sunnah, karenanya boleh merubah niat seperti itu.