Jauhi Kezhaliman & Sengketa Tanah

July 5th 2010 by Abu Muawiah |

22 Rajab

Jauhi Kezhaliman & Sengketa Tanah

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Kezhaliman adalah (baca: akan mendatangkan) banyak kegelapan hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari no. 2447 dan Muslim no. 2579)
Aisyah radhiallahu ‘anha pernah berkata kepada Abu Salamah: “Wahai Abu Salamah hindarkanlah bertengkar dalam urusan tanah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:
مَنْ ظَلَمَ قِيدَ شِبْرٍ مِنْ الْأَرْضِ طُوِّقَهُ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ
“Siapa yang pernah kezhaliman pada masalah tanah walaupun hanya sejengkal, maka dia akan dikalungkan pada lehernya tujuh lapis bumi”. (HR. Al-Bukhari no. 2453 dan Muslim no. 1612)
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ
“Siapa yang pernah kezhaliman terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka (nanti pada hari kiamat) bila dia memiliki amal shalih, maka akan diambil darinya sebanyak kezhalimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizhaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanya”. (HR. Al-Bukhari no. 2449)
Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ قَالَ ثُمَّ قَرَأَ: وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ
“Sesungguhnya Allah Ta ‘ala betul-betul menangguhkan siksaan bagi orang yang berbuat zhalim. Sampai tatkala Allah telah menghukumnya, maka Dia tidak akan melepaskannya.” Kemudian Rasulullah membaca ayat, “Begitulah siksaan Rabbmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya siksaan-Nya itu sangat pedih lagi keras.” (QS. Huud: 102) (HR. Al-Bukhari no. 4318 dan Muslim no. 2583)

Penjelasan ringkas:
Di antara bentuk kezhaliman adalah kezhaliman kepada sesama makhluk. Dia merupakan dosa yang sangat besar karena Allah Allah telah menyiapkan untuk pelakunya berbagai kegelapan dan siksaan yang sangat keras lagi pedih pada hari kiamat. Berbeda halnya dengan kezhaliman kepada Allah yang bisa diampuni hanya dengan ampunan Allah, kezhaliman kepada manusia tidaklah hilang dan diampuni Allah kecuali setelah korban kezhaliman tersebut memaafkan orang yang menzhaliminya. Karenanya Nabi shallallahu alaihi wasallam sangat memerintahkan agar setiap orang yang pernah berbuat kezhaliman meminta maaf kepada korbannya sebelum salah satu di antara mereka berdua meninggal. Jika dia dimaafkan maka alhamdulillah, tapi jika tidak maka pada hari kiamat amalan baiknya ketika di dunia akan digunakan untuk menebus kezhalimannya. Dan jika kezhalimannya lebih banyak daripada amalan baiknya, maka amalan jelek korbannya akan ditimpakan kepada dirinya, sehingga jadilah dia orang yang bangkrut karena dia kehabisan modal pahala amalan baiknya ditambah dia menderita kerugian dengan harus menanggung dosa korban yang dizhaliminya.

Ini hukuman di akhirat, adapun di dunia maka terkadang Allah Ta’ala menyegerakan siksaan kezhaliman itu di dunia dan terkadang Allah Ta’ala mengundurkan siksaan-Nya di akhirat. Jika hukuman kezhalimannya diberikan di dunia maka hendaknya dia memuji Allah atas hal tersebut, karena akibat yang paling tragis yang dia rasakan di dunia adalah kematian. Adapun jika hukuman atasnya ditunda hingga akhirat maka hendaknya dia takut kepada Allah, karena akibat yang paling ringan yang dia rasakan di akhirat adalah jauh lebih besar daripada siksaan Allah di dunia. Yang jelas ketika pelaku kezhaliman tidak dihukum di dunia, maka janganlah dia dan orang-orang yang melihatnya tertipu dengannya, karena sesungguhnya itu hanyalah penundaan siksaan guna semakin melalaikan dia di atas kezhalimannya (istidraj). Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.” (QS. Ibrahim: 42)

Karenanya para ulama salaf senantiasa memperingatkan agar menjauhi semua bentuk persengketaan dalam masalah apapun juga, selama dia tidak yakin dirinya yang benar dalam masalah itu. Karena tidak ada satupun persengketaan kecuali akan ada pihak yang menzhalimi dan dizhalimi jika keputusannya tidak benar.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Monday, July 5th, 2010 at 2:24 pm and is filed under Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

1 response about “Jauhi Kezhaliman & Sengketa Tanah”

  1. Andi Isran said:

    Bismillah…Pernah ana mngalami persengketaan tanah, pada waktu itu ana sedang membangun rumah setelah pondasi rumah ana sudah selesai, tetangga ana yang berbatasan langsung dengan tanah ana menegur bahwa pada waktu tetangga ana membangun rumah katanya tanahnya masih ada yang tersisa sedikit di perbatasan tanah ana yang dia tidak banguni, sementara ana sudah membagun pondasi rapat dengan tembok tetangga ana, ana tidak tau bahwa ada sedikit tersisa tanah milik tetangga sehingga ana membangun pondasi rapat ketembok tersebut, ana katakan jadi bagaimana? tetangga ana jawab kasih rapat saja di temboknya karena kalau tidak rapat bisa menjadi tempat sarang tikus atau ular karena akan menjadi lorong kecil yang tidak berguna dan tidak bisa masuk ke dalam walaupun anak kecil.
    pertanyaan ana apakah tanah yang sedikit itu termasuk mengambil tanah orang lain tampa hak (kezhaliman)walaupun tetangga ana izinkan (setuju) untuk di bangun?

    Kalau diizinkan maka itu bukanlah kezhaliman, karena yang mempunyai hak telah mengizinkan haknya diambil.