Ijma’ Seputar Qurban dan Sembelihan

November 3rd 2014 by Abu Muawiah |

Kitab Qurban dan Sembelihan

1. Para ulama sepakat bahwa udhhiah (sembelihan qurban) tidak boleh disembelih sebelum terbitnya fajar pada hari an nahr (idul adhha).

2. Mereka sepakat akan bolehnya memberi daging udhhiah sebagai makanan kepada orang-orang fakir kaum muslimin.

3. Mereka sepakat bahwa jika seseorang menyembelih hewan yang halal disembelih, lalu dia menyebut nama Allah dan memotong urat pernafasan dan urat makanan dari hewan itu, dan darahnya mengalir keluar, maka hewan itu boleh dimakan.

4. Mereka sepakat akan bolehnya memakan sembelihan orang yang bisu.

5. Mereka sepakat bahwa janin hewan yang keluar dari induk yang disembelih, dan keluarnya dalam keadaan hidup, maka sembelihannya sudah diwakili oleh sembelihan induknya.

6. Mereka sepakat akan bolehnya memakan sembelihan anak kecil dan wanita, jika keduanya mampu menyembelih dan melakukan semua yang wajib dilakukan dalam penyembelihan.

7. Para ulama sepakat bahwa sembelihan ahli kitab adalah halal bagi kita, jika disebut nama Allah padanya (ketika disembelih, penj.)

8. Mereka sepakat bahwa sembelihan orang kafir harbi adalah halal.
Malik bersendirian dengan mengatakan: Tidak boleh memakan lemak hewan sembelihan orang Yahudi.

9. Mereka sepakat bahwa sembelihan orang Majusi adalah haram, tidak boleh dimakan.
Said bin al Musayyab bersendirian dalam masalah ini.

10. Mereka sepakat bahwa sembelihan anak kecil dan wanita dari kalangan ahli kitab boleh dimakan.

11. Mereka sepakat bahwa hewan yang ditangkap oleh anjing pemburu untuk si pemilik boleh dimakan dengan syarat: Si pemilik menyebut nama Allah ketika melepas anjingnya dan dia adalah seorang muslim. Kecuali anjing hitam.

12. Mereka sepakat bahwa hewan buruan di laut adalah halal diburu, baik orang yang tidak berhaji maupun yang berhaji. Juga boleh memakannya, membelinya, dan menjualnya.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Monday, November 3rd, 2014 at 1:16 pm and is filed under al Ijma', Terjemah Kitab. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.