Ijma’ Dalam Penyelenggaraan Jenazah

October 9th 2014 by Abu Muawiah |

Kitab Jenazah

1. Para ulama sepakat bahwa seorang istri lah yang memandikan jenazah suaminya jika dia wafat.

2. Mereka sepakat bahwa wanita boleh memandikan jenazah anak kecil.

3. Mereka sepakat bahwa jenazah dimandikan dengan tata cara mandi junub.

4. Mereka sepakat bahwa jenazah tidak boleh dikafani dengan kain sutra.

5. Mereka sepakat bahwa jika janin sudah dinyatakan bernyawa lalu keguguran, maka janin itu harus dishalati.

6. Mereka sepakat bahwa jika jenazah orang yang merdeka dan budak dishalati bersamaan, maka yang diposisikan lebih dekat dengan imam adalah yang merdeka.

7. Mereka sepakat bahwa orang yang shalat jenazah mengangkat kedua tangannya di takbir pertama shalat jenazah.

8. Mereka sepakat bahwa menguburkan jenazah adalah suatu keharusan. Wajib dilakukan oleh masyarakat dan tidak boleh mereka tinggalkan, selama masih memungkinkan. Jika sudah ada sebagian di antara mereka yang melakukannya, maka gugurlah kewajiban tersebut dari seluruh kaum muslimin.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Thursday, October 9th, 2014 at 1:13 pm and is filed under al Ijma', Terjemah Kitab. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.