Hukum Kopi Luwak

December 22nd 2009 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Hukum Kopi Luwak

Tanya:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bagaimana hukum meminum kopi luwak ?
jazakallah khairan
“Abu Daud Fauzan” <abu.daud.fauzan@gmail.com>

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Kopi Luwak adalah kopi yang diproduksi dari biji kopi yang telah dimakan dan melewati saluran pencernaan binatang bernama luwak. Dan luwak adalah sejenis musang, karenanya biasa dikatakan musang luwak. Dia senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul masak sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi_luwak)
Berdasarkan keterangan di atas maka kopi luwak hukumnya dikembalikan kepada apakah musang itu halal dimakan ataukah tidak? Dan apakah kotorannya suci ataukah najis?
Adapun dalam hal halal atau haramnya, maka musang adalah halal dan boleh dikonsumsi. Silakan lihat keterangannya di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=1418
Adapun hukum kotorannya, maka pendapat yang paling kuat di kalangan ulama adalah sucinya kotoran musang. Karena musang termasuk hewan yang halal dimakan, sementara semua hewan yang halal dimakan maka kotoran dan kencingnya adalah suci dan tidak najis. Ini adalah mazhab Al-Malikiah dan Al-Hanabilah, bahkan merupakan pendapat para sahabat seluruhnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiah berkata dalam Al-Fatawa Al-Kubra (5/313), “Kencing dan tinja hewan yang boleh dimakan dagingnya adalah suci, tidak ada seorangpun dari para sahabat yang berpendapat najisnya. Bahkan pendapat yang menyatakan najisnya adalah pendapat yang muhdats (baru muncul), tidak ada salafnya dari kalangan para sahabat.”
Di antara dalilnya adalah hadits riwayat Muslim no. 1529 dimana Nabi -alaihishshalatu wassalam- mengizinkan shalat di kandang kambing. Maka ini menunjukkan tinja dan kencing kambing (dan dia adalah hewan yang halal dimakan) adalah suci dan bukan najis, karena tidak boleh shalat pada tempat yang ada najisnya. Dan juga hadits al-uraniyin dimana Nabi -alaihishshalatu wassalam- memerintahkan rombongan orang dari luar Madinah yang terkena penyakit untuk meminum kencing dan susu onta, dan itu menunjukkan kencingnya adalah suci, karena tidak diperbolehkan berobat dengan sesuatu yang najis. Haditsnya diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 233 dan Muslim no. 1671. Dan masih banyak dalil-dalil lainnya.
Kalau begitu hukum kopi luwak adalah halal karena dia halal dimakan dan kotorannya juga suci.
Kalaupun anggaplah kotoran musang adalah najis maka tetap saja kopi luwak itu halal karena dari penjelasan di atas diperoleh keterangan bahwa biji kopi yang akan dibuat kopi tidak ikut tercerna, yakni tetap utuh. Jika dia tetap utuh keluar bersama kotoran musang, maka kita tinggal membersihkan najis yang melekat padanya sampai bersih, kemudian setelah itu baru diolah menjadi kopi . Jadi ketika diproses menjadi kopi, tidak ada lagi kotoran musang -kalau dia dianggap najis- yang melekat padanya.
Wallahu a’lam bishshawab, waiyyakum.

Incoming search terms:

  • hukum kopi luwak
  • hukum minum kopi luwak
  • kopi luwak halal
  • kopi luwak
  • hukum kopi luak
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, December 22nd, 2009 at 6:23 am and is filed under Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

10 responses about “Hukum Kopi Luwak”

  1. saudah said:

    Assalamu’alaikum… minta izin share ya artikel di atas. Jazaakumullah khoiron

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Silakan, waiyyaki.

  2. joko said:

    kotoran dari hewan yg halal dimakan tetap hukumnya najis

    Kotoran dari hewan yang halal dimakan tetap hukumnya bukan najis berdasarkan dalil-dalil yang kami sebutkan di atas.

  3. kopi luwak, halal ataukah haram? « Noktah di Pasir Waktu said:

    [...] http://al-atsariyyah.com/jawaban-pertanyaan/hukup-kopi-luwak.html [...]

  4. anas said:

    kotoran dari hewan yg halal dimakan tetap najis hukumnya. nabi memperbolehkan sholat dikandang kambing, asal tidak terkena kotorannya. maka sholatnya sah tp hukumnya makruh karena sholat ditempat kotor.

    Mana dari hadits di atas bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam mengecualikan ‘asal tidak terkena kotorannya’. Harap kuatkan dulu argumen anda baru berkomentar.

  5. nuri said:

    afwan.kotoran dimana2 tetap saja statusnya najis..dengan penjelasan anda tentang kotoran itu suci apakah berarti qta boleh makan kotoran hewan yg dagingnya halal?pakai logika saja sudah cukup jelas kok..mamah dedeh saja tegas menerangkan kopi luwak itu HARAM…wong dah keluar dari saluran pembuangan hewan masa kita konsumsi..jgn memberikan keterangan yg menyesatkan umat..anda yg akan tanggung dosanya klo ada yg sampai menkonsumsi kopi luwak stelah baca artikel anda!

    Agama itu dengan Al-Qur`an dan hadits, bukan pakai logika, apalagi logika yang rusak.
    Secara logika sehat, tidak semua yang suci itu boleh dimakan. Jadi ketika kami katakan kotoran luwak itu suci, bukan berarti itu boleh dimakan.
    Batu itu suci, apakah logika anda membolehkan itu dimakan?
    Kaca itu suci, apa logika anda membolehkan itu dimakan?
    Jadi kalau pakai logika sehat saja, sudah cukup jelas kalau ucapan anda itu salah.

  6. lilip said:

    syukron katsiiron

  7. dedy said:

    assalamu’alaikum wr.wb

    kencing onta kalau boleh saya tahu itu untuk obat apa ya ustad, masalahnya di indonesia ini belum begitu populer dan orang awam kadang-kadang masih bertanya-tanya apa boleh atau tidak untuk diminum karena namanya juga kencing ??

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam.

  8. Syahril said:

    Islam itu ada untuk orang yg berpikir. Pikir/telaah dan sebagainya berdasarkan logika dan fakta. Jangan semua kata orang biarpun dia baik di telan bulat” atau sok ikut”an tren sal terkenal aja.
    Logika = luwak itu dr kotoran(tai=bahasa trennya), kopi yg susah berubah dr rasa originalnya, sudah pasti rasa berbeda karena kotoran sudah masuk ke inti kopi tersebut.
    Fakta = Baca ini http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2010/07/20/8378/dalang-dibalik-munculnya-fatwa-kopi-luwak-mui/

    Baarakallahu fiykum.
    Islam itu adalah agama yang dibangun di atas dalil-dalil Syar’iy, dan logika yang sehat tidak mungkin akan bertentangan dengan dalil-dalil syar’iy, walhamdulillah kami bukanlah seperti yang anda tuduhkan “telan bulat-bulat” atau “sok ikut-ikutan tren”.

    kami telah paparkan hujjah yang padanya kami bersandar, silahkan anda baca dengan teliti tulisan diatas.

    Adapun link artikel dari website yang anda sebutkan sebenarnya menjadi hujjah atas komentar antum sendiri, perhatikan dengan baik ucapan Ketua Komisi Fatwa MUI Ma’ruf Amin :

    “Mereka meminta dibuatkan fatwa halal atau haramnya kopi ini. Bukan meminta kopi luwak dihalalkan”

    Dari keterangan ini terlihat sikap kehati-hatian pemerintah kita dalam perkara “halal dan haram”, oleh karenanya mereka meminta fatwa kepada MUI, dan MUI juga telah membahas perkara tersebut sebelum mengeluarkan fatwa, sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Direktur Bidang Hukum MUI Lukmanul Hakim dengan ucapannya :
    “Dan kami pun membahasnya di komisi fatwa MUI”

    Semoga Allah Ta’ala senantiasa menunjuki kepada kita semua jalan yang lurus. Baarakallahu fiykum. (MT)

  9. redyr said:

    alhamdulilah menambah ilmu saya

  10. Salamah said:

    Jazaakallahu khayran, ustadz