Hukuman Bagi Pelanggan Para Dukun

January 5th 2010 by Abu Muawiah |

19 Muharram

Hukuman Bagi Pelanggan Para Dukun

Allah Ta’ala berfirman:

قُل لاَّ يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللَّهُ

“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (QS. An-Naml: 65)

Dari sebagian para isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi dukun lalu dia bertanya kepadanya tentang suatu hal, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam.” (HR. Muslim no. 2230)

Dari Abu Hurairah dan Al Hasan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau peramal kemudian membenarkan apa yang dia katakan, maka dia telah kafir terhadap apa (Al-Qur`an) yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Ahmad no. 9171)

Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha dia berkata;

سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاسٌ عَنْ الْكُهَّانِ فَقَالَ لَيْسَ بِشَيْءٍ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَا أَحْيَانًا بِشَيْءٍ فَيَكُونُ حَقًّا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِلْكَ الْكَلِمَةُ مِنْ الْحَقِّ يَخْطَفُهَا مِنْ الْجِنِّيِّ فَيَقُرُّهَا فِي أُذُنِ وَلِيِّهِ فَيَخْلِطُونَ مَعَهَا مِائَةَ كَذْبَةٍ

“Beberapa orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai dukun-dukun, lalu beliau menjawab: “Mereka (para dukun) bukanlah apa-apa.” Mereka berkata: “Wahai Rasulullah! Terkadang apa yang mereka ceritakan adalah benar.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perkataan yang nyata (benar) itu adalah perkataan yang dicuri oleh jin, kemudian dia membisikkannya ke telinga walinya (dukun) lalu mereka mencampuradukkan bersama kebenaran itu dengan seratus kedustaan.” (HR. Al-Bukhari no. 5762 dan Muslim no. 2228)

Penjelasan ringkas:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah -rahimahullah- berkata, “Al-arraf (dukun) adalah nama bagi al-kahin (peramal), munajjim (ahli nujum), ar-rammal (tukang tenung), dan semisalnya mereka dari orang-orang yang berbicara dalam masalah ghaib dengan metode-metode semacam itu.” (Kitab Tauhid, Bab: Keterangan Tentang Dukun dan Semisal Mereka)

Maka ini adalah keterangan dari Ibnu Taimiah bahwa semua orang yang mengklaim mengetahui perkara ghaib maka dia adalah dukun. Karenanya walaupun gelarnya dirubah menjadi ustadz, atau kyai, atau para normal (yang sebenarnya orangnya tidak normal), orang pintar (padahal orang bodoh), magician, ki, madam, atau gelar-gelar lainnya, maka dia tetaplah seorang dukun yang berlaku padanya hukum-hukum selama dia mengaku mengetahui perkara ghaib. Karena hakikat dan hukum tidak akan berubah dengan berubahnya nama, yakni: Selama hakikat dari sesuatu itu sama maka hukumnya juga sama walaupun namanya berbeda.

Maka perkara ghaib merupakan hak Allah Ta’ala semata, tidak ada satu makhluk pun yang mengetahuinya baik dari kalangan malaikat maupun para Nabi. Karenanya barangsiapa yang mengaku mengetahuinya maka dia adalah dukun walaupun sesekali dia berkata benar. Al-Qur`an telah menegaskan bahwa tidak ada yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah, karenanya barangsiapa yang mengklaimnya atau meyakini ada makhluk yang mengetahui perkara ghaib maka sungguh dia telah kafir karena telah mendustakan Al-Qur`an, dan itu menyebabkan dirinya keluar dari agama Islam, wal ‘iyadzu billah. Sisi kekafiran dukun yang lain adalah karena dia menggunakan bantuan jin dalam mencuri berita dari langit, dan tentunya jin tidak akan membantunya kecuali setelah dia kafir atau musyrik, misalnya dia harus menyembelih untuk selain Allah, meninggalkan shalat, menghinakan mushaf, dan semacamnya.

Ini hukum bagi dukunnya, adapun bagi langganannya maka jika dia bertanya tapi tidak membenarkannya maka shalatnya tidak diterima selama 40 malam. Tapi jika dia mempercayai dan membenarkan ucapan dukun maka dia juga kafir sebagaimana kafirnya dukun tersebut.

Jika ada yang bertanya: Bukankah terkadang ramalan mereka benar? Maka Nabi -alaihishshalatu wassalam- telah menjawabnya sebagaimana di atas, bahwa ramalan mereka asalnya adalah kalimat yang benar tapi ditambahkan oleh jin-jin dengan 100 kedustaan. Karenanya perbandingan benar dan salahnya adalah 1 banding 99, tapi ironisnya para langganan hanya memperhitungkan kalau dukun itu pernah benar dan sama sekali tidak memperhitungkan sudah sangat banyaknya kesalahan mereka. Jadi, kita tidak boleh bertanya kepada mereka bukan hanya karena kebanyakan kabar mereka adalah dusta, tapi kita tidak boleh bertanya karena dilarang oleh syariat, terserah kabar mereka benar atau salah.

Tambahan keterangan:

  1. Maksud ‘tidak diterima shalatnya selama 40 malam’ adalah bahwa shalatnya selama 40 hari syah sehingga dia tidak perlu mengulangnya, hanya saja pahala shalatnya selama 40 malam itu terhapus dengan dosa dia bertanya kepada dukun. Jadi ketika shalatnya tidak diterima bukan berarti dia tidak perlu shalat, karena itu hanya akan menambah dosanya. Jadi saking besarnya dosa sekedar bertanya kepada dukun sampai dosanya seimbang dengan pahala 40 hari shalat.
  2. Bertanya kepada dukun sama saja hukumnya baik dia yang mendatangi dukun maupun dukun yang datang ke tempatnya. Karenanya termasuk bertanya kepada dukun adalah membaca ramalan nasib (shio dan zodiak) dan atau mendengarnya melalui radio atau menyaksikan ramalan melaui TV, semuanya masuk dalam kategori bertanya kepada dukun dan shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari. Demikian diterangkan oleh Asy-Syaikh Saleh Alu Asy-Syaikh dalam syarah beliau terhadap kitab At-Tauhid.
  3. Hukum bertanya kepada dukun:
    1. Jika dia bertanya (membaca atau menonton) hanya sekedar ingin tahu atau hanya iseng-iseng atau penasaran tapi dia tidak membenarkan ramalannya maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 malam.
    2. Jika dia melakukannya karena mempercayai ramalannya maka dia telah kafir.
    3. Jika dia melakukannya untuk mengungkap kedustaan dan kebatilan dukun, maka itu termasuk jihad dan nahi mungkar selama dia yakin bisa membuktikannya. Sebagaimana yang Nabi -alaihishshalatu wassalam- lakukan tatkala beliau bertanya masalah ghaib kepada Ibnu Shayyad guna mengetahui hakikat keadaan dirinya, dan akhirnya Nampak bagi beliau bahwa dia hanyalah seorang dukun.
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, January 5th, 2010 at 4:43 am and is filed under Aqidah, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

20 responses about “Hukuman Bagi Pelanggan Para Dukun”

  1. dr. Abu Hana said:

    Bismillah,

    Ustadz, dalam ilmu pengobatan alternatif dikenal istilah “palmistry” yakni menganalisa penyakit dengan cara melihat telapak tangan dan jarinya. Misalkan jika telunjuk bengkok maka biasanya orang tersebut memiliki gangguan/penyakit di saluran pencernaan.

    Bagaimana hukumnya jika kita mempelajari ilmu “palmistry” tersebut?

    Apakah hal tsb termasuk “meramal” yang dilarang?

    Jazaakallaahu khairan atas jawabannya.

    Ala kulli hal, selama metode itu memang terbukti secara kauni (nyata mempunyai hubungan sebab akibat secara klinis) maka itu tidak mengapa. Adapun secara syar’i maka juga tidak ada masalah, tidak ada ritual, tidak ada bacaan, dan semacamnya, karena sebagian ikhwan pernah mengetahui penyakit ana dengan metode seperti ini dan tidak ada pelanggaran syariat di dalamnya.
    Menurut ana ini sama halnya seorang dokter melihat mata atau lidah pasien sehingga dia bisa mengetahui orangnya sakit atau tidak dan apa penyakitnya. Wallahu a’lam bishshawab.

  2. Roni said:

    Assalamu’alaikum Ustadz,
    1. Bagaimana bila tidak sengaja mendengarnya melalui radio/ membaca koran yang mana ketika seseorang pindah gelombang radio / membalik halaman iklan mini dalam koran seseorang mendapatkan iklan paranormal. Apa yang harus ia perbuat?
    2. Meski shalatnya tidak diterima selama 40 hari, apakah gugur kewajiban sholat 5 waktu bagi pelanggan dukun meski ia tidak membenarkan beritanya kemudian taubat nasuha.
    3. Bagaimana dengan ucapan banyak orang masa kini yang mengatakan ” saya sih percaya gak percaya dengan ramalan paranormal”
    Jazakumullahu khairan.

    Waalaikumussalam warahmatullah
    1. Saya rasa jika sekedar membalik halaman atau memindahkan gelombang, dia tidak akan membaca atau mendengarnya karena dia bisa langsung memindahkannya atau membaliknya. Tapi jika dia sempat membaca atau menyimaknya maka berarti dia telah sengaja membaca atau mendengarnya. Dan hukumnya sama dengan dia bertanya kepadanya.
    2. Tentunya tidak gugur. Dia tetap wajib shalat 5 waktu akan tetapi pahalanya terhapus/seimbang dengan dosanya bertanya kepada dukun.
    3. Kalau maksudnya ‘percaya gak percaya’ adalah kadanga percaya kadang tidak maka berarti dia percaya. karena intinya adalah dia percaya kepada dukun, walaupun tidak pada setiap ucapannya. Wallahu a’lam

  3. iLmoe Download Kajian said:

    assalamu’alaikum, ana mau tanya Ustadz, hadits muslim yang disebutkan di atas kok beda dengan hadits muslim (dengan nomer yang sama) di kitab tauhid bab tentang dukun ? kalau yg di kitab tauhid ada tambahan “dan membenarkan”
    jazakallah khair ana mohon reply nya di copy kan juga ke email ana ya, jazakallah khair atas jawabannya sekali lagi.

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Penyebutan lafazh tambahan ‘dan membenarkannya’ sebagai riwayat Muslim adalah kekeliruan dari Asy-Syaikh Muhammad dalam Kitab At-Tauhid. Yang benarnya lafazh tambahan tersebut hanya diriwayatkan oleh Ahmad (4/68) dan tidak terdapat dalam riwayat Muslim. Demikian diterangkan oleh Asy-Syaikh Muhammad Hamid Al-Faqi dalam ta’liq beliau terhadap Fath Al-Majid hal. 354

  4. iLmoe Download Kajian said:

    masya’Allah, jazakallah khair atas jawabannya.

  5. dark side said:

    Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh.

    Afwan ustadz ana mw bertanya tentang metode pengobatan yang praktiknya sebagai berikut:
    – yang nelakukan pengobatan biasanya wanita yang telah lanjut usia
    – dikenal biasa melakukan pijat/urut bayi dan biasa juga membantu melakukan persalinan secara tradisional
    – dikenal bisa “menyembuhkan” bayi yang “sawan” (terkena gangguan jin, jin melakukan penampakan terhadapnya) dengan cara menyembur, yaitu mencacah kunyit dengan pisau sambil mengucapkan bacaan tertentu dengan berbisik (jika saat mencacah kunyit itu keluar air, maka diyakini bahwa bayi tesebut diganggu oleh jin), bayi dipijat/diurut, setelah itu mengoleskan kunyit yang telah dicacah tadi di kening bayi dengan garis lurus ke arah hidung atau membentuk huruf T diawali dengan mengucapkan basmalah, kemudian membentuk tanda plus (+) di perut, telapak tangan dan telapak kaki sambil mengucapkan perkataan yang maknanya semoga penyakitnya pergi. (jika kunyit yang dioleskan ke kulit bayi tadi berwarna merah, diyakini terkena gangguan jin).
    – tidak menentukan tarif untuk jasa yang dikeluarkannya.

    Bagaimana hukumnya jika anak kita diobati dengan cara yang seperti itu?

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Metode yang disebutkan di atas mengandung unsur tathayyur. Juga butuh diketahui bacaan apa yang dia baca, karena dikhawatirkan bacaannya mengandung kesyirikan. Ala kulli hal, tidak sepantasnya anak dan selainnya diobati dengan cara seperti ini. Wallahu a’lam

  6. Nurdiansyah said:

    Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh..

    ustadz misalnya kita mempunyai sebuah usaha trus kita bikin syare’at minta didoakan kepada kyai,ustad atau orang pintar supaya usaha kita bisa tambah maju,trus dari mreka dikasi sesuatu misalnya air,minyak wangi atau yang lainnya untuk disimpan ditempat usaha kita,itu bagaimana hukumnya ya ustadz…??? apa di perbolekkan mnurut ajaran islam..??
    Trus satu lagi ustadz di daerah saya adalah salah satu tempat penggalian batu mulia yang lumayan mahal harganya,tapi dalam penggalian kalo asal menggali itu biasanya tidak mendapatkan hasil yang dimaksud,jd harus diteropong/diterawang dulu oleh orang pintar dimana lokasi yang tepat untuk menggali,dan klo sdh diteropong/diterawang biasanya supaya mendapatkan hasil yang dimaksud ada persyaratan yang harus dilaksanakan,karena batu tersebut katanya bukan batu sembarangan jd ada penunggunya,persyaratan tersebut ktnya untuk pengganti kepada penunggunya supaya mendapatkan ijin untuk mengambil batu tersebut,dan katanya penunggu batu tersebut adalah nabi sulaiman dan siti fatima,selain melaksanakan persyaratan yang diminta sebelum penggalia di haruskan tawassul atau hadiah dulu untuk nabi sulaiman dan siti fatima setelah itu baru dilakukan penggalian,biasanya klo semuanya dilaksanakan kebanyakan mendapatkan hasil yang dimaksud,sebaliknya klo tidak dilaksanakan tidak mendapatkan hasil yang di maksud,itu bagaimana ya ustadz hukumnya…? apa di perbolehkan mnurut ajaran islam…?
    Mohon penerangannya ya ustadz..?
    makasih..

    Wassalam

    Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh
    Kedua amalan di atas adalah kesyirikan, wajib untuk ditinggalkan.

  7. yeyen said:

    bagaimana dengan perempuan yang kena dukun sama orang agar perempuan tsb cinta padanya…
    sedangkan keluarga tsb tidak manyukai laki-laki tsb karan keluarga perempuan tau kalo ank gadis nya di paksa untuk suka dengan,sehingga perempuan tsb bertindak se olah-olah menentang orang tuanya,,
    bagaimana altenartif pengobatan yang baek..menurut syari’ah….

    Diruqyah saja. Dan kalau memang tuduhan itu terbukti, maka lelaki tersebut boleh dipaksa untuk membatalkan sihir tersebut.

  8. yeyen said:

    kalo jin yyang di masukkan ke tubuh perempuan tsb bagaimna altenartif pengobatan yang lebih baek,,,dan perempuan tsbt tidak mau di bwa berobat,,,apakah altenartif yang terbaek,,,??????
    mohon saran nya y ustadz,,,?
    makasih,,,,,

    Yang terbaik adalah dengan cara diruqyah dengan cara yang syar’i.

  9. Gale said:

    Assalamu’alaikum pak ustadz

    Saya pernah tidak sengaja membaca ramalan, karena itu saya istighfar, namun suatu hari kemudian, ada bisikkan syaitan yang membuat saya teringat tentang isi ramalan itu, saya pun istighfar tentang itu

    Pertanyaan saya
    Apakah shalat saya 40 hari tidak diterima gara gara bisikkan syaitan tersebut?

    Waalaikumussalam.
    Membaca ramalan dengan seksama dan memperhatikannya hukumnya sama seperti bertanya ke dukun. Adapun jika tidak sengaja sepintas terlihat lalu segera mengalihkan mata maka insya Allah itu tidak mengapa.

  10. Abdullah said:

    bagaimana dengan orang yg berlatih bela diri Merpati Putih, yg bisa memiliki kemampuan untuk ‘membaca’ bahwa di indung telur seorang wanita tidak ada masalah..? apakah dia termasuk dukun..?

    Sepanjang pengetahuan kami, bela diri Merpati Putih ada keterkaitan dengan ilmu sihir.
    maka sebaiknya ditinggalkan. wallahu a’lam (MT)

  11. Abdullah said:

    melanjutkan lagi ustadz..
    yg bisa ‘membaca’ adalah pelatih MP-nya. Jika ada murid yg bertanya kepada pelatih tersebut mengenai keadaan kesehatan seseorang diluar kota, lalu pelatihnya diam n menutup mata, kemudian menjawab, apakah yg bertanya bisa dihukumi seperti artikel diatas.?
    Jazakallahu khairan atas jawabannya..

    Ya, dihukumi sama.

  12. sunarmi said:

    apa hukumnya kerumah dukun hanya untuk mengantar ibu saya yg sangat percaya dukun,
    saya berusaha menolak, tapi tetap dipaksa dan disuruh untuk mengantar.apakah sholat say tidak diterima selama 40 hari?

    Wallahu a’lam. Yang jelas anda harus betul betul bertaubat dari kesalahan itu.

  13. supri said:

    Assalamu’alaikum ustadz

    saya mau bertanya . .

    Bagaimana jika orang tua kita telah diguna2 oleh perempuan lain dgn dukun dan si ibu berobat ke dukun unt menyembuhkan sihir trsbt.

    apa hukumnya ustadz ??

    1 lgi bagaimana cara kita menyadarkan orang trsbt yg hobi ke dukun ??

    mksh udtadz sblmnya.

    Assalamu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    Hukumnya haram, bahkan melepaskan sihir dengan sihir hukumnya adalah syirik.
    Dibacakan kepadanya dalil-dalil akan syiriknya sihir dan perdukunan.

  14. rhea said:

    Assalamu’alaikum….Mertua saya adalah pengusaha sukses,tp dalam segala hal (terutama ketika memiliki hajat) mereka selalu minta perlindungan atau tameng kpd orang pintar yg telah diikuti dan diakuinya sbg ibu dari mereka kecil.kalau saya amati,memeng byk kebenarannya dari apa yang dikatakan orang pintar itu. Tp diri saya pribadi tak pernah sedikitpun terpikir untuk selalu mengetahui ‎​​ªª yg blm saya ketahui (mendahului Allah) karena itu semua adalah hak Allah SWT. Bagaimana dengan posisi saya? ‎​​ªª yang harus saya perbuat? Sementara saya dan suami tinggal satu atap, makan dan menikmati fasilitas dari mereka.mohon petunjuknya. Trimakasih. Wassalamu’alaikum…

    Waalaikumussalam.
    Langkah pertama, anda sekeluarga sama sekali tidak boleh ikut mendatangi dan bertanya kepada orang pintar itu, karena akan membuat shalat anda tidak diterima selama 40 hari.
    Kedua, jangan sekali-kali mengamati setiap ramalannya, khawatir jika ada yang kebetulan sesuai dengan kebenaran, anda akan mempercayainya. Sementara mempercayai peramal adalah kekafiran.
    Ketiga, nasehati orang tua dengan Al-Qur`an dan hadits yang menjelaskan bahwa ilmu ghaib adalah hak prerogatif Allah dan ancaman bagi siapa saja yang mengklaim ada makhluk yang tahu perkara ghaib.

  15. devi said:

    assalamualaikum,
    pak kyai gmn hukumnya bertanya dgn org pintar yg puasa, sholat dan melaksanakan semua ajaran islam. dia bisa menembus jarak, pergi ke suatu tempat yg jauh hanya dgn hitungan detik.
    misal sy mau pindah ke suatu tempat tp sy tidak tahu kalau tpt itu bagus utk sy tinggal atau tidak. terus yg bersangkutan menjelaskan kalau tpt itu bagus utk tinggal dan sy percaya. apa itu syirik juga?
    terima kasih.

    Waalaikumussalam.
    Dia adalah dukun, dan Islam telah mengharamkan seseorang untuk mendatangi dukun.

  16. wahid said:

    assalamu’alaikum
    pak mau nanya:
    1. Kalau belajar silat disertai tawasul kepada syeikh abdul qadir jailani lalu ilmu kita benar-benar jadi lincah itu hukumnya gimana?
    2. Kalau ada orang pinter ngobatin pasien lalu ia membaca surah dalam quran tapi ia juga sambil nggrendem keris. Itu bagaimana?
    3. Kalau kita geram dengan adat di kampung yang suka syirik dan menyajikan sesajen, lalu kita mengobrak abrik sesajen tersebut sambil memaki atau menantang ruh atau oknum yang mereka pundi. Itu hukumnya gimana?

    Waalaikumussalam.
    1,2. Keduanya merupakan kesyirikan.
    3. Tidak dilakukan karena akan menimbulkan kejelekan yang lebih besar. Lagipula merubah kemungkaran di tengah masyarakat dengan tangan adalah hak pemerintah.

  17. taufik said:

    assalamualaikum ustadz,

    saya mau bertanya:
    1. bagaimana hukumnya percaya pada salah seorang yg mengatakan bahwa ada sesuatu hal ghoib yg dikirim oleh seseorang yg tidak suka sama saya, sesuatu ghoib tersebut katanya akan membuat efek yg tidak bagus bagi saya dan keluarga saya. saya disarankan untuk mengadakan tawasulan atau pengajian yg dihadiri oleh 30 orang dengan membaca doa nurbuat sebanyak 3000 kali dan dibacanya harus tengah malam secara khususk dan harus dibaca sama orang yg hapal doanya.
    2. dan bagaimana juga hukumnya saya melakukan pengajian/tawasulan menurut saran oraqng tersebut..
    terima kasih ustad

    Waalaikumussalam.
    1. Haram mempercayai dukun pembohong seperti ini. Masalah ghaib hanya Allah yang tahu. Karenanya membenarkan ucapan ghaib dr selain Allah dan Rasul-Nya bisa mengantarkan seseorang kpd kekafiran.
    2. Tidak boleh. Karena melakukannya berarti mempercayainya, dan itu merupakan bentuk kekafiran karena meyakini ada makhluk yang mengetahui ilmu ghaib.

  18. TRI said:

    Ass ustad..
    ada seseorang yg berbicara bahwa orang tua saya memberi kiriman jin kepada dia..
    sedangkan itu tdk benar,dy tw krna jin itu mengatakn kepada dia bahwa dia kiriman dari orang tua saya…
    bagaimana saya membuktikan klo perkataan jin itu tdk benar

    Jin itu pada dasarnya tidak bisa dipercayai semua ucapannya. Bagaimana bisa dipercaya, sementara wujudnya saja kita tidak melihatnya. Mungkin saja itu merupakan cara setan untuk mengadu domba di antara sesama kaum muslimin atau membuat kekacauan di tengah2 masyarakat. Karenanya, tidak boleh mempercayai ucapan jin atau ucapan org yg mengatasnamakan jin.

  19. topan said:

    Assalamualaikum Wr. Wb Ustad.

    Apakah status kafir bagi orang yg pernah sekali datang ke dukun dan percaya sama kata2 dukun tsb masih bisa diampuni?
    Apakah itu termasuk syirik akbar?
    Bagaimana dengan kehidupan setelah dia pernah kafir tersebut, apakah shalat dan ibadah lainnya diterima?
    Jazakallah atas jawaban dan ilmunya ust..
    Wassalamualaikum Wr Wb

    Waalaikumussalam.
    Itu syirik akbar. Hanya saja, tidak ada dosa yang tidak diampuni Allah jika seseorang bertaubat nasuha sebelum wafat, termasuk dosa syirik.

  20. Arif said:

    assalamualaikum Wr. Wb
    ustad mau tanya. seseorang (perempuan) tertarik dengan saya dan saya tidak tertarik sama sekali, dia mengejar saya terus. sudah di nasehati baik baik malah dia ngelunjak terus. beliau sering nelpon, klo tidak diangkat telponnya tengah malam dia datang menggedor-gedor pintu pagar memalukan sekali. saya sangat terganggu, berkali2 berusaha tapi tetap gak berhasil, sampai sekarang dia tetap telpon sy tiap hari. saya sudah lelah jadi usaha saya tinggal mendoakan saja agar orang tsb disadarkan oleh allah. ketika saya curhat ke orang tua, orang tua saya bilang di mintakan bantuan doa saja sama ustad xxxx… pertanyaan saya apakah itu termasuk musyrik??? mohon bantuan ustad

    wassalamualaikum Wr. Wb

    (mohon di balas juga di email saya ustad)
    aaariif@gmail.com

    Waalaikumussalam.
    Bagaimana maksud dan bentuk dimintakan doa ini? Apa ada ritual tertentu? Karena khawatir terdapat unsur sihir di dalamnya (kebalikan dari pelet).