Hukum Oral Sex

April 4th 2009 by Abu Muawiah |

Hukum Oral Sex

Tanya:
Assallamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Apakah hukumnya jika suami atau istri terminum sperma salah satunya?

ailia
barlen.alindragiri@gmail.com

Jawab:
Kalau memang hal itu terjadi secara tidak disengaja, maka insya Allah tidak mengapa. “Wahai Rabb kami, janganlah Engkau menghukum kami karena kami lupa atau tersalah (tidak sengaja).”
Kalau hal itu disengaja dan terjadinya melalui oral sex (istri menghisap penis suaminya), maka berikut jawabannya yang kami kutip dari http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=276.

Apa hukum oral seks?

Jawab:
Mufti Saudi Arabia bagian Selatan, Asy-Syaikh Al`Allamah Ahmad bin Yahya An-Najmi hafizhohullah menjawab sebagai berikut,

“Adapun isapan istri terhadap kemaluan suaminya (oral sex), maka ini adalah haram, tidak dibolehkan. Karena ia (kemaluan suami) dapat memencar. Kalau memencar maka akan keluar darinya air madzy yang dia najis menurut kesepakatan (ulama’). Apabila (air madzy itu) masuk ke dalam mulutnya lalu ke perutnya maka boleh jadi akan menyebabkan penyakit baginya.
Dan Syaikh Ibnu Baz rahimahullah telah berfatwa tentang haramnya hal tersebut –sebagaimana yang saya dengarkan langsung dari beliau-.”

Dan dalam kitab Masa`il Nisa’iyyah Mukhtarah Min Al-`Allamah Al-Albany karya Ummu Ayyub Nurah bintu Hasan Ghawi hal. 197 (cet. Majalisul Huda AI¬Jaza’ir), Muhadits dan Mujaddid zaman ini, Asy-Syaikh AI-`Allamah Muhammad Nashiruddin AI-Albany rahimahullah ditanya sebagai berikut:

“Apakah boleh seorang perempuan mencumbu batang kemaluan (penis) suaminya dengan mulutnya, dan seorang lelaki sebaliknya?”
Beliau menjawab:

“Ini adalah perbuatan sebagian binatang, seperti anjing. Dan kita punya dasar umum bahwa dalam banyak hadits, Ar-Rasul melarang untuk tasyabbuh (menyerupai) hewan-hewan, seperti larangan beliau turun (sujud) seperti turunnya onta, dan menoleh seperti
tolehan srigala dan mematuk seperti patukan burung gagak. Dan telah dimaklumi pula bahwa nabi Shallallahu `alahi wa sallam telah melarang untuk tasyabbuh dengan orang kafir, maka diambil juga dari makna larangan tersebut pelarangan tasyabbuh dengan hewan-hewan -sebagai penguat yang telah lalu-, apalagi hewan yang telah dlketahui kejelekan tabiatnya. Maka seharusnya seorang muslim –dan keadaannya seperti ini- merasa tinggi untuk menyerupai hewan-hewan.”

Dan salah seorang ulama besar kota Madinah, Asy-Syaikh AI-`Allamah `Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman AI-Jabiry hafizhahullah dalam sebuah rekaman, beliau ditanya sebagai berikut,

“Apa hukum oral seks’?” Beliau menjawab:

“Ini adalah haram, karena is termasuk tasyabbuh dengan hewan-hewan. Namun banyak di kalangan kaum muslimin yang tertimpa oleh perkara-perkara yang rendah lagi ganjil menurut syari’at, akal dan fitrah seperti ini. Hal tersebut karena ia menghabiskan waktunya untuk mengikuti rangkaian film-film porno melalui video atau televisi yang rusak. Seorang lelaki muslim berkewajiban untuk menghormati istrinya dan jangan ia berhubungan dengannya kecuali sesuai dengan perintah Allah. Kalau ia berhubungan dengannya selain dari tempat yang Allah halalkan baginya maka tergolong melampaui batas dan bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wa sallam.”

Dikutip dari majalah An-Nashihah Volume 10 1427H/2006M

Incoming search terms:

  • oral istri
  • hukum oral seks
  • hukum oral menurut islam
  • hukum oral seks dalam Islam
  • HUKUM ORAL
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Saturday, April 4th, 2009 at 7:39 am and is filed under Jawaban Pertanyaan, Muslimah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

124 responses about “Hukum Oral Sex”

  1. gunawan said:

    asslamuailaikum…?
    maaf klo boleh tau..,pak ustadz sy sdh nikah -+3thn. dan sy merasa tertekan?
    apa hukum bagi ISTRI klo tdak mau bersetubuh…?
    sedangkan ini terjadi bukan yg pertama kalinya hampir tiap mau berstubuh..?
    Sudah bersabar dan menurut saya kesbaran tdk ada batasny…
    tp ini benr2 menguji kesbarn saya…..?
    apa boleh sy ambil kptsan untk berpisah..?

    Waalaikumussalam.
    Dia adalah istri yang durhaka dan anda punya hak untuk menjatuhkan cerai jika memang anda merasa itu sudah kelewat batas.

  2. ami said:

    assalamualaikum wrwb.pak ustad yg saya hormati saya mo tanya batalkh bila sholat sll terbyang hal yg porno2 meskipun sdh berusaha tdk mengingatny tetap saja terbyag dgn sendiriny soalny saya sm suami sering nonton film blue jd teringat saat sholat batalkh sholt saya.trima kasih pak ustad

    Waalaikumussalam
    Bisa saja membatalkan shalatnya jika hal itu menghilangkan kekhusyuan dia sampai-sampai dia sudah tidak tahu apa yang dia baca atau apa yang dia lakukan. Karenanya keduanya wajib meninggalkan kebiasaan buruk lagi haram tersebut.

  3. saw said:

    Assalaamu’alaikum ustad.
    Semoga Allah selalu memberikan umur yang panjang dan barokah untuk ustad.
    Permisi ustad ana mau tanya hukumnya bersetubuh dengan istri ketika beliau sedang hamil terima kasih ustad

    Waalaikumussalam.
    Allahumma amin.
    Boleh saja karena tidak ada dalil yang melarang, selama tidak membahayakan istri atau janin.

  4. ririn said:

    assalamu’alaikum ustadz.. kalo suami istri berjauhan sampai berbulan2 lamanya karena pekerjaan suami, misalkan berlayar, atau disekolahkan di luar negeri oleh instansinya. Lalu suami istri ini tidaktahan, bolehkah masturbasi atau memakai, maaf, alat bantu sex seperti, maaf, vagina atau penis buatan yang banyak dijual di toko dewasa? Maaf bila kurang sopam pertanyaannya, jzk

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh karena itu merupakan perbuatan melampaui batas. Allah Ta’ala hanya mengizinkan melakukan hubungan sex dengan istri atau budak, dan Dia menjadikan cara selainnya sebagai cara yang melampaui batas. Dalam firman-Nya yang artinya, “Kecuali orang-orang yang (menyalurkan syahwat mereka) kepada istri-istri mereka atau budak-budak mereka, maka mereka ini tidaklah tercela. Dan siapa saja yang mencari selain daripada itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.”

  5. abuabdurrahman said:

    Bismillah
    Ustadz yang saya hormati,bolehkah apabila saya membayangkan jimak dengan istri hingga mengeluarkan madzi? Karena saya sedang pendidikan sehingga jauh dari istri, pikiran saya selalu terbayang ke arah sana ya ustadz.

    Boleh saja, tidak ada masalah selama itu istri sendiri.

  6. Abidin said:

    Assalamu’alaikum
    Ustadz, shahihkah hadits yang menganjurkan suami-isteri berhubungan intim di malam jum’at

    Waalaikumussalam
    Wallahu A’lam, kami belum pernah mendengar hadits seperti itu.

  7. Abidin said:

    Bagaimana derajat hadist yang menyatakan bahwa bila seorang suami mendatangi
    istri pada malam jumat maka akan mendapat pahala sama dengan pahala membunuh
    1000 yahudi.Jazakallahu khair

    Wallahu A’lam, saya belum pernah dengar.

  8. pecintasunnah said:

    Assalamu’alaikum, Ustadz -hafidzahullah-
    Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepada Ustadz.
    1. Maaf Ustadz, setiap sebelum kami jimak, istri selalu menjilat kemaluan saya demikian pula saya menjilat (bagian luar) kemaluan istri dengan tetap menjaga agar madzi tidak tertelan, dan ini selalu kami lakukan sebagai pendahuluan sebelum jimak. Apakah boleh hal ini kami lakukan ya Ustadz?
    2. Apa hukumnya berwudhu setelah jimak jika ingin tidur, apabila setelah jimak (karena kelelahan) langsung tidur apakah diperbolehkan ya Ustadz?
    3. Apakah ada waktu-waktu tertentu yang disunnahkan untuk jimak? Dan bagaimana pula dengan disunnahkannya jimak di malam jum’at, apakah hal tersebut shohih?
    4. Apabila pakaian terkena madzi, kemudian kering dan tidak terlihat lagi apakah boleh dipakai sholat?
    Maaf Ustadz pertanyaannya banyak.
    Jazakumullahu khairan, atas jawabannya Ustadz.

    Waalaikumussalam.
    1. Wallahu a’lam, selama tidak menelan madzi insya Allah hal itu dibolehkan.
    2. Disyariatkan wudhu sebelum tidur bagi yang junub. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam bagi yang ingin tidur dalam keadaan junub, “Hendaknya dia berwudhu kemudiah hendaknya dia tidur.” (HR. Muslim) Dalam riwayat Al-Bukhari, “Cucilah kemaluanmu kemudian berwudhulah.”
    3. Wallahu a’lam, kami tidak mengetahui ada hadits yang shahih dalam masalah ini.
    4. Jika memang zat madzi sudah hilang karena kering maka insya Allah sudah suci pakaiannya. Hanya saja butuh diteliti kembali apakah benar madzi bisa hilang zatnya karena kering?

  9. abinya said:

    bagaimana hukumnya ketika istri sedang tidak ada / jauh, dan ketika ada keinginan bercinta saya membayangkan sedang berhubungan dng istri saya sambil meraba/merangsang penis dng tangan sampai keluar mani? apa hukumnya?

    Itu adalah onani dan hukumnya dilarang.

  10. me said:

    bagaimana hukumnya ustadzah saya membenci suami saya karena uami saya jarang sekali mau membantu saya mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus anak
    sementara saya juga harus membantu keuangan rumah tangga

    Tidak sepantasnya istri membenci suaminya, karena itu akan dijadikan peluang oleh setan untuk memisahkan mereka berdua. Hanya saja seharusnya suami paham akan tugas dan tanggung jawabnya, dan itu insya Allah bisa terlaksana jika ada komunikasi yang baik di antara keduanya.

  11. saiful said:

    Ust. saya mau tanya, saya mencium dan menjilati vagina istri saya, sampai istri saya mencapai orgasme, apa hukumnya menurut islam Ustadz?

    Boleh saja insya Allah

  12. akhi syam said:

    Assalamualaikum,

    untuk ami said

    ana membaca pertanyaan 104 tetang batalkah sholat yang selalu terbayang2 dgan yg porno2, sebelumnya petanyaan diawali dengan menonton film blue (porno).

    Afwan ustazd

    dari jawaban ustadz ana terima, tetapi ustadz tidak mengementari masalah film blue (porno). mohon beri penjelasan tetang menonon film blue (porno) tersebut

    Atas penjelasannya jazzakallahu khoiron

    Waalaikumussalam
    Kami sengaja hanya menjawab apa yang ditanyakan. Adapun hukum menonton film blue maka jelas keharamannya dan merupakan dosa besar.

  13. sabar said:

    SAYA SUAMI YANG SERING SEKALI MENCIUM DAN MENJILAT KEMALUAN ISTRI SAYA, ITU SAYA LAKUKAN UNTUK MEMBANGKITKAN GAIRAH ISTRI SAYA AGAR HUBUNGAN INTIM KAMI MENJADI SAMA SAMA NIKMAT.

    Boleh saja selama tidak menelan sesuatu yang najis.

  14. ronal said:

    assalamu ‘laikm .wr.wb.
    maaf ustd, saya mau konfirmasi dari pertanyaan no 113. ttg mencium dan menjilati vagina istri dan sampai orgasme. apakah gak salah, sedangkan meletakkan sesuatu ( lidah/ mulut pada yang tdak seharusnya)kan di larang ?. jika jwab ustad benar, mohon dalilnya!!!

    Waalaikumussalam
    Kami mempunyai keumuman dalil bahwa istri adalah ladang dan boleh memanfaatkan ladang sesuai dengan keinginan kita. Maka yang melaranglah yang seharusnya membawakan dalilnya.

  15. zahra said:

    ustad, ana mo tanya…
    ana dgn suami sementara berjauhan, untuk melakukan hub hanya pada saat kami bertemu dan berkumpul saja. pada saat berjauhan itu suami minta berhubungan melalui seluler sehingga untuk pemuasan kami melakukan oral. yang kami pertanyakan,menurut agama itu diberbolehkan tidak? karna menurut ana itu untuk memuaskan suami ana dan sebaliknya. terimaksih

    Wallahu A’lam, insya Allah tidak mengapa selama tidak menjilat atau menelan najis.

  16. yang tidak tahu said:

    Asslammu’alaikum Ustadz..
    smg, smg Allah SWT seanantiasa tunjukan kita pada jalan lurus-Nya..
    Ustadz, saya masih blm faham pada pertanyaan NO.13.
    apa yang diharamkan hanya pada istri yang (maaf?) mengulum kemaluan suami?
    sedangkan, suami yang mencium dan menjilat kemaluan istri diperbolehkan?
    mohon penejlasannya? syukron Usatadz,,

    Waalaikumussalam
    Dulunya kami berpendapat seperti itu.
    Tapi belakangan kami berpendapat bahwa masing2 dari keduanya boleh selama tidak menelan sesuatu yang najis. Wallahu A’lam

  17. yang tidak tahu said:

    Asslammu’alaikum,
    syukron Ustazd atas jawabannya..
    masalah ini memang trdpt dua pendapat yg berbeda di kalangan para ‘alim..
    dan ana masih blm mantap dalam hati, hukum mana yang benar..

    ana bertanya lagi Ustazd.
    knp skrng Ustazd, berpendapat membolehkan oral sex. apa ada sumber hukukm yg lebih menguatkan pendapat Ustazd sekarang?
    dan uastazd pake kata “Kami”, apa ini sudah menjadi pendapat/kesepakatan bnyk Ulama?
    mohon penjelasannya ustazd…

    Waalaikumussalam.
    Kami di sini adalah pendapat pribadi, tidak mewakili siapa-siapa. Dalilnya adalah hukum asal istri adalah halal kecuali yang dilarang oleh dalil. Maka sekali lagi, yang melaranglah yang harus membawakan dalil yang kuat untuk mengecualikan keumuman dalil yang kami isyaratkan.
    Hanya saja tidak diragukan meninggalkannya lebih utama karena adanya kemungkinan dia menelan najis.

  18. bos canon said:

    sekedar mengingatkan para ikhwan ini,mungkin kebanyakan baca kitab “kamasutra” or liat film oral sex.Agar lebih menyibukkan diri untuk tolabul ilmu.
    secara fitroh manuasia aja, akan merasa jijik dan tidak mau melakukan oral sex….apa sudah kehabisan style kah?
    don’t sex minded, but tolabul ilmu minded…ok??
    barokallohu fiikum

    Ahsantum, barakallahu fikum.

  19. penanya said:

    Assalamu’alaikum…
    Ustadz, setelah ana membaca komentar-komentar di atas, saya berkesimpulan bahwa memasukkan kemaluan suami ke dalam mulut (mengulum) adalah diperbolehkan selama tidak menelan najis. Apakah benar yang demikian Ustadz?

    Waalaikumussalam.
    Kesimpulannya, tatkala kemaluan ketika jima’ itu rawan dengan madzi yang merupakan najis, maka sebaiknya amalan ini ditinggalkan.

  20. abusufyan said:

    Assalamu’alaykum…
    Ustadz, saya mau tanya tentang azl.
    Azl itu kan mencabut kemaluan sebelum keluarnya mani, nah yang saya tanyakan bagaimana cara mengeluarkan mani di luar vagina istri. Apakah boleh kita keluarkan dengan tangan kita (apakah hal ini masuk ke dalam hukum onani?), atau harus dengan tangan/bagian tubuh istri?
    Kemudian apakah memakai kondom sama dengan azl?
    Terima kasih.

    Waalaikumussalam.
    Azl itu adalah menumpahkan sperma di luar vagina, tapi yang merangsang keluarnya adalah penetrasi atau bermesraan dengan istri. Adapun mengeluarkan sperma dengan tangan sendiri maka itu sama saja dengan onani.

  21. Rinto said:

    Assalamu alaikum Uztad, Isteri saya sedang ngidam dan sering kali mual dan muntah. saya disarankan oleh seorang teman bahwa jika isterinya ingin sembuh dari mual maka dapat dilakukan dengan cara memberi minum berupa air yang sebelumnya telah dicelupkan ujung kemluan di dalamnya. hukumnya gmn uztad jika isteri saya meminum air tersebut??

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh. Itu adalah pamali/tathayyur yang merupakan syirik kecil, bahkan bisa berubah menjadi syirik besar.

  22. Hamba Allah said:

    Bismillah.
    ‘Afwan Ustadz, apakah boleh orang yang belum pernah berjima’ membaca tentang jima’ seperti artikel ini dan atau membayangkan jima’ (tanpa memaksudkan / membayangkan siapa laki-laki dan perempuan tersebut) sampai sepertinya (karena tidak terlalu merasakannya) keluar madzi?
    Jazakallahu khairan.

    Kalau memang dia tidak membutuhkan ilmunya dan itu bisa memancing syahwatnya maka sebaiknya dia hindari. Walaupun demikian, seharusnya dia membersihkan hatinya dari godaan2 syahwat

  23. abu jahal said:

    afwan ustad kalau onani diharamkan bagi yg belum nikah , lalu bagaimana kalau suami istri yg saling mengocok alat fital sampai orgasme kan sama saja ustad

    Tidak sama. Suami istri boleh saling memuaskan dengan cara apa saja selama tidak diharamkan.

  24. hamba Allah said:

    asw.ustad kalau kita masukkan jari ke vagina istri untuk merangsang, hukumnya seperti apa?

    Boleh saja selama tidak memudharatkan