Hukum Onani atau Masturbasi

December 25th 2009 by Abu Muawiah |

Hukum Onani atau Masturbasi

Tanya:
Apa hkm onani bg bujang/blm mampu menikah utk melampiaskan nafsu sahwat.
<Jibnunmuhammadjawas@yahoo.com>

Jawab:
Berikut jawaban dari tiga ulama besar di zaman ini:

1. Fatwa Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan -hafizhahullah-
Tanya : “Saya seorang pelajar muslim (selama ini) saya terjerat oleh kabiasaan onani/masturbasi. Saya diombang-ambingkan oleh dorongan hawa nafsu sampai berlebih-lebihan melakukannya. Akibatnya saya meninggalkan shalat dalam waktu yang lama. Saat ini, saya berusaha sekuat tenaga (untuk menghentikannya). Hanya saja, saya seringkali gagal.
Terkadang setelah melakukan shalat witir di malam hari, pada saat tidur saya melakukannya. Apakah shalat yang saya kerjakan itu diterima ? Haruskah saya mengqadha shalat ? Lantas, apa hukum onani ? Perlu diketahui, saya melakukan onani biasanya setelah menonton televisi atau video.”

Jawab :
Onani/Masturbasi hukumnya haram dikarenakan merupakan istimta’ (meraih kesenangan/ kenikmatan) dengan cara yang tidak Allah Subhanahu wa Ta’ala halalkan. Allah tidak membolehkan istimta’ dan penyaluran kenikmatan seksual kecuali pada istri atau budak wanita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.” [QS. Al-Mu`minun: 5 - 6]

Jadi, istimta’ apapun yang dilakukan bukan pada istri atau budak perempuan, maka tergolong bentuk kezaliman yang haram. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi petunjuk kepada para pemuda agar menikah untuk menghilangkan keliaran dan pengaruh negative syahwat.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu menikah, maka hendaklah dia menikah karena nikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Sedang barangsiapa yang belum mampu maka hendaknya dia berpuasa karena puasa itu akan menjadi tameng baginya”. (HR. Al-Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas’ud]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kita petunjuk mematahkan (godaan) syahwat dan menjauhkan diri dari bahayanya dengan dua cara : berpuasa untuk yang tidak mampu menikah, dan menikah untuk yang mampu. Petunjuk beliau ini menunjukkan bahwa tidak ada cara ketiga yang para pemuda diperbolehkan menggunakannya untuk menghilangkan (godaan) syahwat. Dengan begitu, maka onani/masturbasi haram hukumnya sehingga tidak boleh dilakukan dalam kondisi apapun menurut jumhur ulama.
Wajib bagi anda untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak mengulangi kembali perbuatan seperti itu. Begitu pula, anda harus menjauhi hal-hal yang dapat mengobarkan syahwat anda, sebagaimana yang anda sebutkan bahwa anda menonton televisi dan video serta melihat acara-acara yang membangkitkan syahwat. Wajib bagi anda menjauhi acara-acara itu. Jangan memutar video atau televisi yang menampilkan acara-acara yang membangkitkan syahwat karena semua itu termasuk sebab-sebab yang mendatangkan keburukan.

Seorang muslim seyogyanya (selalu) menutup pintu-pintu keburukan untuk dirinya dan membuka pintu-pintu kebaikan. Segala sesuatu yang mendatangkan keburukan dan fitnah pada diri anda, hendaknya anda jauhi. Di antara sarana fitnah yang terbesar adalah film dan drama seri yang menampilkan perempuan-perempuan penggoda dan adegan-adegan yang membakar syahwat. Jadi anda wajib menjauhi semua itu dan memutus jalannya kepada anda.

Adapun tentang mengulangi shalat witir atau nafilah, itu tidak wajib bagi anda. Perbuatan dosa yang anda lakukan itu tidak membatalkan witir yang telah anda kerjakan. Jika anda mengerjakan shalat witir atau nafilah atau tahajjud, kemudian setelah itu anda melakukan onani, maka onani itulah yang diharamkan –anda berdosa karena melakukannya-, sedangkan ibadah yang anda kerjakan tidaklah batal karenanya. Hal itu karena suatu ibadah jika ditunaikan dengan tata cara yang sesuai syari’at, maka tidak akan batal/gugur kecuali oleh syirik atau murtad –kita berlindung kepada Allah dari keduanya-. Adapun dosa-dosa selain keduanya, maka tidak membatalkan amal shalih yang terlah dikerjakan, namun pelakunya tetap berdosa. [Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilah Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan IV 273-274]

2. Fatwa Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin -rahimahullah-
Tanya :
“Apa hukum melakukan kebiasaan tersembunyi (onani) ?”

Jawab:
“Melakukan kebiasaan tersembunyi (onani), yaitu mengeluarkan mani dengan tangan atau lainnya hukumnya adalah haram berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Sunnah serta penelitian yang benar.

Dalam Al-Qur’an dinyatakan, “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” [QS. Al-Mu'minun: 5 - 7]

Siapa saja mengikuti dorongan syahwatnya bukan pada istrinya atau budaknya, maka ia telah “mencari yang di balik itu”, dan berarti ia melanggar batas berdasarkan ayat di atas.

Rasulllah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kamu yang mempunyai kemampuan hendaklah segera menikah, karena nikah itu lebih menundukkan mata dan lebih menjaga kehormatan diri. Dan barangsiapa yang belum mampu hendaknya berpuasa, karena puasa itu dapat membentenginya.” (HR. Al-Bukhari: 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas’ud]

Pada hadits ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan orang yang tidak mampu menikah agar berpuasa. Kalau sekiranya melakukan onani itu boleh, tentu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkannya. Oleh karena beliau tidak menganjurkannya, padahal mudah dilakukan, maka secara pasti dapat diketahui bahwa melakukan onani itu tidak boleh.
Penelitian yang benar pun telah membuktikan banyak bahaya yang timbul akibat kebiasaan tersembunyi itu, sebagaimana telah dijelaskan oleh para dokter. Ada bahayanya yang kembali kepada tubuh dan kepada system reproduksi, kepada fikiran dan juga kepada sikap. Bahkan dapat menghambat pernikahan yang sesungguhnya. Sebab apabila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan biologisnya dengan cara seperti itu, maka boleh jadi ia tidak menghiraukan pernikahan.

[As ilah muhimmah ajaba ‘alaiha Ibnu Utsaimin, hal. 9, disalin dari buku Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram]

3. Fatwa Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz -rahimahullah-
Tanya:
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : “Ada seseorang yang berkata ; Apabila seorang lelaki perjaka melakukan onani, apakah hal itu bisa disebut zina dan apa hukumnya ?”

Jawab:
Ini yang disebut oleh sebagian orang “kebiasaan tersembunyi” dan disebut pula “jildu ‘umairah” dan ‘‘istimna” (onani). Jumhur ulama mengharamkannya, dan inilah yang benar, sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika menyebutkan orang-orang Mu’min dan sifat-sifatnya, “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al Mu’minun: 5 – 7]
Orang yang melampuai batas artinya orang yang zhalim yang melanggar aturan-aturan Allah.

Di dalam ayat di atas Allah memberitakan bahwa barangsiapa yang tidak bersetubuh dengan istrinya dan melakukan onani, maka berarti ia telah melampaui batas ; dan tidak syak lagi bahwa onani itu melanggar batasan Allah.

Maka dari itu, para ulama mengambil kesimpulan dari ayat di atas, bahwa kebiasaan tersembunyi (onani) itu haram hukumnya. Kebiasaan rahasia itu adalah mengeluarkan sperma dengan tangan di saat syahwat bergejolak. Perbuatan ini tidak boleh ia lakukan, karena mengandung banyak bahaya sebagaimana dijelaskan oleh para dokter kesehatan.

Bahkan ada sebagian ulama yang menulis kitab tentang masalah ini, di dalamnya dikumpulkan bahaya-bahaya kebiasan buruk tersebut. Kewajiban anda, wahai penanya, adalah mewaspadainya dan menjauhi kebiasaan buruk itu, karena sangat banyak mengandung bahaya yang sudah tidak diragukan lagi, dan juga betentangan dengan makna yang gamblang dari ayat Al-Qur’an dan menyalahi apa yang dihalalkan oleh Allah bagi hamba-hambaNya.

Maka ia wajib segera meninggalkan dan mewaspadainya. Dan bagi siapa saja yang dorongan syahwatnya terasa makin dahsyat dan merasa khawatir terhadap dirinya (perbuatan yang tercela) hendaknya segera menikah, dan jika belum mampu hendaknya berpuasa, sebagaimana arahan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kamu yang mempunyai kemampuan hendaklah segera menikah, karena nikah itu lebih menundukkan mata dan lebih menjaga kehormatan diri. Dan barangsiapa yang belum mampu hendakanya berpuasa, karena puasa itu dapat membentenginya.”

Di dalam hadits ini beliau tidak mengatakan : “Barangsiapa yang belum mampu, maka lakukanlah onani, atau hendaklah ia mengeluarkan spermanya”, akan tetapi beliau mengatakan : “Dan barangsiapa yang belum mampu hendaknya berpuasa, karena puasa itu dapat membentenginya”

Pada hadits tadi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dua hal, yaitu :
Pertama: Segera menikah bagi yang mampu.
Kedua: Meredam nafsu syahwat dengan melakukan puasa bagi orang yang belum mampu menikah, sebab puasa itu dapat melemahkan godaan dan bisikan syetan.

Maka hendaklah anda, wahai pemuda, beretika dengan etika agama dan bersungguh-sungguh di dalam berupaya memelihara kehormatan diri anda dengan nikah syar’i sekalipun harus dengan berhutang atau meminjam dana. Insya Allah, Dia akan memberimu kecukupan untuk melunasinya.

Menikah itu merupakan amal shalih dan orang yang menikah pasti mendapat pertolongan, sebagaimana Rasulullah tegaskan di dalam haditsnya, “Ada tiga orang yang pasti (berhak) mendapat pertolongan Allah Azza wa Jalla : Al-Mukatab (budak yang berupaya memerdekakan diri) yang hendak menunaikan tebusan darinya. Lelaki yang menikah karena ingin menjaga kesucian dan kehormatan dirinya, dan mujahid (pejuang) di jalan Allah.” (HR. At-Tirmizi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

(Dikutip dari terjemah Fatawa Syaikh Bin Baz, dimuat dalam Majalah Al-Buhuts, edisi 26 hal 129-130, disalin dari Kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram)

Sumber: Salafy.or.id offline Judul: Fatwa ulama seputar onani atau masturbasi dengan sedikit perubahan

Incoming search terms:

  • hukum onani
  • hukum masturbasi
  • onani
  • hukum melakukan masturbasi
  • hukumnya onani
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, December 25th, 2009 at 5:29 pm and is filed under Fatawa, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

170 responses about “Hukum Onani atau Masturbasi”

  1. Hukum Onani atau Masturbasi « Salafy Ahlussunnah wal Jama'ah said:

    [...] Hukum Onani atau Masturbasi In Fiqh on Desember 26, 2009 at 9:14 am by Abu Muawiah [...]

  2. sabili said:

    Trim’s…..

  3. riZA said:

    ustadz……brarti tdk ada ulama yang bilang ONANI itu HALAL yha…….??????

    trimS

    Ada tapi dengan persyaratan. Itupun pendapatnya itu adalah pendapat yang sangat lemah

  4. aldi said:

    assalamualaikum

    apa hukum nya seorang laki2 yang telah beristri melakukan onani dan hal itu sepengetahuan istri juga,hal itu di lakukan karna pekerjaan yang jauh dari keluarga dan berbulan2 tidak pulang

    sukron

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Tidak boleh saling meridhai dalam kemungkaran. Yang wajib bagi dia adalah bertaubat kepada Allah lalu pulang kepada istrinya untuk menunaikan hajatnya kemudian dia berangkat kerja lagi jika dia kehendaki. Atau dia bisa melakukan poligami jika memang dia tidak bisa pulang selama berbulan-bulan. Wallahu a’lam

  5. riru said:

    bolehkah bermasturbasi/onani jika kondisinya harus hidup terpisah sekian bulan karena suami mencari nafkah di negara lain?

    Tidak boleh dia melakukannya. Dalam keadaan seperti ini si suami bisa terjatuh ke dalam dosa karena membiarkan istrinya dalam keadaan seperti itu. Hendaknya si istri bertakwa kepada Allah Ta’ala, berusaha untuk menjaga kehormatannya dengan berpuasa, dan menasehati suaminya agar segera pulang. Wallahu a’lam

  6. ibnu Jubana said:

    bismillaah, baarokalloohufiikum

    setelah memabaca jawaban Ustadz u akh Aldi (nomor 5, 8 juli 2010) “….Atau dia bisa melakukan poligami jika memang dia tidak bisa pulang selama berbulan-bulan. Wallahu a’lam ”

    ana penasaran, bukankah syarat utama dri poligami adalah ‘adil? bagaimana bisa ‘adil jika kita memiliki 2 (dua) istri misalnya ( yang satu tinggal di dalam negeri dan yang lain di luar negeri,tinggal bersama suami) berhubungan dengan pemberian nafkah terhadap mereka?

    saya sendiri saat ini bekerja di luar negeri (perawat-kuwait)dimana hanya mendapat cuti tahunan 1 (satu) kali-sekitar 40 hari. Bisa juga mengajukan cuti darurat (15 hari) dengan alasan yang jelas (misalnya ada musibah dengan keluarga).

    jazakumulloohukhoironkatsiiron…

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Solusi poligami ini tentunya dilakukan jika tidak timbul masalah yang lebih besar. Tapi jika istrinya mengizinkan, kenapa tidak? Dan itu bukanlah kezhaliman karena istri (pemilik hak) telah merelakan haknya.

  7. HOTELS IN INDONESIA said:

    Maaf mau tanya,
    saya kok belum membaca kesimpulan apakah Onani sama dengan Zina?
    terimakasih

    Onani tidak sama dengan zina. Zina mempunyai hukum had seperti rajam atau dicambuk lalu diusir, tergantung status pelakunya apakah dia belum atau sudah menikah.
    Adapun onani maka dia tidak mempunyai hukum had.

  8. ahloi said:

    apa hukumnya kita mencampur aduk ayat-ayat alqur’an dengan inforasi lain,,,misalnya nya lagi baca ayat alqur’an trus lihat gambar porno….!
    ..
    sedikit lagi..setau sya onani bagi seorang suami yg lagi jauh sama istri dan dilanda syahwat itu tidak haram..karna untuk mencegah dia berdina dengan wanita lain….

    sekian….

    Pertanyaan pertama saya tidak paham
    Kedua, keadaan itu belumlah dikatakan darurat sehingga dia bisa melakukan onani. Karena tidak ada yang menghalangi dia untuk pulang ke istrinya atau dia bawa istrinya ke daerah dia bekerja atau dia menikah lagi di tempat kerjanya kalau memang tidak menimbulkan masalah baru. Apakah alasan bekerja bisa dijadikan alasan untuk mengerjakan hal yang diharamkan? Tentu saja tidak.

  9. dindu said:

    di atas dijelaskan bahwa daripada onani mending poligami bila tidak pulang berbulan-bulan, apakah sikap ini tidak lebih kejam kepada istri dibanding onani, tolong penjelasannya. dan apakah islam tidak mengatur tentang hati, seperti yang diceramahkan oleh aa gym yaitu jagalah hati, saya jadi bingung masalah poligami……………..gimana bos tolong dalilnya mana?

    Di atas kita hanya menyebutkan solusi yang menungkinkan secara umum, kita tidak membicarakan solusi per solusi secara spesifik. Adapun masalah poligami saat pergi berbulan-bulan maka tentu harus mengikuti aturan dari pembolehan poligami itu sendiri, bukan seenaknya. Hanya saja karena inti pertanyaannya bukan poligami maka kami tidak merinci seperti ini.
    Ala kulli hal, masih ada cara lain yang kami sebutkan kalo memang poligami tidak memungkinkan.

  10. sinto said:

    katanya islam tidak memberatkan kaumnya, kok onani gak boleh, terus gmana bro????

    Memang Islam tidak memberatkan pemeluknya, karenanya yang merasa berat dengan larangan onani bukanlah pemeluknya yang sejati.

  11. Rahman said:

    askum,
    ane mau tanya,

    ->bila seseorang telah malakukan onani, maka apakah ia harus mandi besar untuk mensucikannya?

    ->bila seseorang rajin beribadah dalam seharinya, dan melakukan onani 1x dlm seharinya, maka apakah amal ibadah seseorang itu lebih besar dari dosa onaninya/sebaliknya??

    ->adakah cara lain untuk mencegah melakukan onani selain berpuasa dan nikah???

    trima kasih
    waskum,

    1. Jika onani sampai keluar mani maka dia wajib mandi junub.
    2. Seorang muslim seharusnya tidak ‘main hitung-hitungan’ seperti ini. Semua dosa wajib untuk ditinggalkan karena semua dosa akan mengakibatkan kebinasaan bagi pelakunya, kecil atau besar, cepat atau lambat, kecuali jika dia bertaubat.
    3. Dengan bergaul dengan teman-teman yang baik, usahakan semaksimal mungkin jangan sampai sendirian, rajin berolahraga, dan tentunya mempertebal rasa takut kepada Allah.

  12. bagus said:

    Maaf, bagaimana kalau suami yang ditinggal istri pergi ke luar negeri berbulan-bulan. dan atas keinginan istri sendiri. Bolehkab bermasturbasi ?

    Wallahu a’lam tetap tidak boleh.

  13. awan said:

    gimana hukumnya bagi yang sudh menikah tapi istri seang jauh dalam waktu lama. Misal sedang tugas kantor atau tugas belajardalam waktu sebulan bahkan setahun. Apakah tetap haram hukumnya?jika kondisiseperti itu apakahtetap puasa sebagai solusinya?
    trims

    Silakan baca komentar-komentar yang lain. Ada solusi lain yang kami sebutkan.

  14. Rudi said:

    dalamkonteks hidupsekarang sangat banyakpaangan beda tempat yang jaraknya bukan hanya puluhan km tapi ratusan km untuk jangka waktu yang lama. Disaat yang sama sebagai manusia normal, kebutuhan biologis tetap tumbuh dan berkembang dan selalu menyertai. Hal ini pun tidak bisa dicegah karena memang alami terjadi, bahkan dikatakan tidak normallagi jika halitu tidak terjadi. Intinya baik disisi laki2 atau wanita perlu solusi untuk mengendalikan atau menyalurkan kebutuhan biologisnya yang mau tidak mau menyertainya selama msh hidup. Nah bagaimana solusi yang Islami? karena jarak, waktu dan biaya tidak bisa dipaksakan agar suami istri tetap menyalurkan kebutuhan seksnya secara normal. Bagaimana Islam menjawab ini? trims diskusinya..

    Silakan baca komentar2 yang ada di artikel ini, insya Allah akan nampak ada beberapa jalan keluar.

  15. LailAa miftakhun nikmah said:

    ….apa,hukumya bagi lelaki yang tidak perjaka tapi belum menikah?????melakukan onani?????????

    Kan sudah dijelaskan di atas, semua isi artikel di atas tentang hukum onani.

  16. Hamba biasa said:

    Afwan saya baca komen diatas, onani bisa disembuhkan dengan brpuasa, puasa sndiri adlah mnhan haus dn lapar dri mtahari terbit smpe mathari tbnam, baiklah jika kita bisa mnhanny disiang hari..
    Afwan klo malam tiba bagaimana ustad?
    bukankah pada malam hari kita tidak bpuasa…
    Mohon solusi

    Untuk menghilangkan onani yang sudah menjadi kebiasaan bertahun-tahun tentunya tidak bisa dihilangkan hanya dengan berpuasa satu hari, akan tetapi penyembuhannya jugu butuh proses yang tidak sebentar, kecuali orang-orang yang mendapatkan taufik dari Allah untuk langsung berhenti.
    Maka tetap lanjutkan kebiasaan berpuasa. Cara lain yang sangat efektif insya Allah adalah mengusahakan agar jangan sampai sendirian, mencari kegiatan yang bisa menyibukkan dia, dan tentu saja berdoa kepada Allah agar dilindungi dari godaan setan. Semoga Allah Ta’ala menyelamatkan kita semua dari godaan setan yang terkutuk, Allahumma amin.

  17. Rudy said:

    assalamualaikum ustadz,

    maaf sebelumnya pa ustadz..cuman sekedar share ajj mungkin berguna bagi para pemuda pemudi,
    saya rasa ada cara ketiga selain kita belum bisa menikah,atau mungkin ada yg ga tahan(BERAT)sma puasa,untuk menundukan hawa nafsu,bisa juga dengan banyak” OLAHRAGA,,Atau melakukan banyak kegiatan lain,,khususnya OLAHRAGA,saya rasa itu cukup membantu,,sebab dengan olahraga kita terbiasa dengan hal” yg lebih positif dibanding melakukan apa” yg telah jelas dilarang oleh ALLAH S.W.T…
    Sekiranya itu bisa membantu..
    maaf dan terimakasih dari saya pa ustadz…wasallam

    Waalaikumussalam.
    Betul, trima kasih atas masukannya, semoga bermanfaat bagi mereka yang melakukannya, amin.

  18. Wahyu said:

    Kami belum menemukan jawaban yang lebih moderat sebab Islam sesungguhnya rahmatan lil’alamin dan tidak memberatkan. Mengenai onani atau masturbasi bagi kaum laki-laki yang sudah berkeluarga tetapi karena dituntut menafkahi keluarga (istri dan anak) dan berjauhan berbulan-bulan, sedangkan kemampuan untuk pulang terbatas (biaya dll) dan lebih untuk menghindari zina maupun poligami (karena jelas tidak adil menurut kami terhadap istri). Solusinya belum ada jawaban dari Ustadz (keterbatasan dalam menyimpulkan)dan serba mengambang. Hal ini sebaiknya melalui keputusan ijtihad ulama, karena Islam agama yang mengikuti perkembangan jaman dengan adanya pekerjaan menghidupi keluarga berjauhan tetapi adil. Sedangkan berpuasa dan menghindari hal-hal yang mendorong hawa nafsu pun sudah dengan adanya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, tetapi kembali bahwa hawa nafsu harus dikendalikan. Namun terdapat keterbatasan karena manusia merupakan makhluk yang diberi kelebihan tidak seperti malaikat. Sehingga perlu solusi yang baik dan sehat secara Islami.

    Kami tahu bahwa para ulama berbeda pendapat dalam masalah hukum onani dalam keadaan darurat dan kami tahu ada sebagian ulama salaf yang membolehkannya. Hanya saja mayoritas ulama tetap berpendapat terlarangnya onani secara mutlak. Dan inilah pendapat yang kami pilih berdasarkan keumuman dalil-dalil dalam permasalahan.
    Kalaupun ada yang berpendapat dengan pendapat sebagian ulama yang membolehkan dalam keadaan darurat, maka di sini ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan:
    1. Batasan darurat. Kalau kita tanyakan kepada ulama yang membolehkannya: Apakah termasuk darurat kalau saya bekerja di luar negeri berbulan-bulan atau bahkan itu adalah negeri kafir, sehingga saya dibolehkan onani?
    Kami tidak yakin kalau ulama tersebut akan menjawa itu darurat, karena masih ada jalan lain yaitu mencari pekerjaan di dalam kota, bahkan bekerja di negeri kafir asalnya adalah dilarang kecuali setelah terpenuhinya syarat-syarat yang mereka tetapkan. Di antara syaratnya adalah sudah tidak ada jalan lain kecuali menempuh yang haram itu. Sementara masih banyak jalan lain untuk bisa dekat dengan istri atau jalan lain untuk menghindari perzinahan dan seterusnya.
    Intinya, kaidah ‘darurat terkadang bisa membolehkan yang dilarang’ tidak bisa dipahami seenak perutnya. Ini adalah kaidah fiqhi sehingga yang menerapkannya adalah yang paham fiqhi, bukan -maaf- seorang pegawai/karyawan yang tidak paham agama langsung menetapkan seenaknya ‘saya dalam keadaan darurat’ karenanya saya boleh onani.

    2. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata dalam Tamam Al-Minnah (hal. 420-421), “Kami tidak mengatakan bolehnya onani bagi orang yang khawatir terjerumus dalam perzinaan, kecuali jika dia telah menempuh pengobatan Nabawi (yang diperintahkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam), yaitu sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kaum pemuda dalam hadits yang sudah dikenal yang memerintahkan mereka untuk menikah dan beliau bersabda:
    فَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
    “Maka barangsiapa belum mampu menikah hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa merupakan obat yang akan meredakan syahwatnya.”
    Oleh karena itu, kami mengingkari dengan keras orang-orang yang memfatwakan kepada pemuda yang khawatir terjerumus dalam perzinaan untuk melakukan onani, tanpa memerintahkan kepada mereka untuk berpuasa.”
    Dan sangat sedikit di antara mereka (pelaku onani) yang berusaha mengobati dirinya. Maunya langsung darurat -na’udzu billah- tanpa mencoba untuk menghilangkan godaan setan dalam dirinya dengan pengobatan nabawi. Bahkan mungkin saja kita susah sekali untuk mendapatkan pelaku onani yang rajin puasa.

    3. Bagaimanapun juga, onani asalnya adalah haram. Karenanya kalaupun ada yang mengerjakannya setelah terpenuhinya kedua catatan di atas, maka dia tidak boleh menikmatinya atau bahkan menjadikannya sebagai kebiasaan. Kapan dia melanggar hal ini maka dia telah terjatuh ke dalam yang haram walaupun menurut ulama yang membolehkan dalam keadaan darurat.
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu berkata dalam Majmu’ Al-Fatawa (10/574): “Adapun melakukan onani untuk bernikmat-nikmat dengannya, menekuninya sebagai adat, atau untuk mengingat-ngingat (nikmatnya menggauli seorang wanita) dengan cara mengkhayalkan seorang wanita yang sedang digaulinya saat melakukan onani, maka yang seperti ini seluruhnya haram. Al-Imam Ahmad rahimahullahu mengharamkannya, demikian pula yang selain beliau.”

    Demikian keterangan tambahan mengenai onani, semoga bisa menghilangkan semua kerancuan dalam masalah haramnya onani, Allahumma amin.

  19. bud said:

    Assalamualaikum.

    Pak Ustadz saya mau tanya apakah hukumnya bila seorang istri tidak mau melayani suami,sampai suami melakukan onani, sedangkan untuk menikah lagi suami tidak mau, dan itu dilakukan suami agar terhindar dr perbuatan zina

    Waalaikumussalam.
    Ini adalah istri yang durhaka dan mendapatkan doa keburukan dari para malaikat sampai suaminya ridha. Kalaupun dia mau melakukan onani maka sebaiknya dia menggunakan tangan istrinya karena hal itu diperbolehkan.

  20. Andi said:

    assalamualaikum,
    Saya mau nanya,kalau perjaka melakukan onani.apakah bisa disebut zina ??
    mohon jawaban pak ustadz

    Waalaikumussalam.
    Bukan zina hanya saja tetap itu adalah amalan yang dilarang dalam agama.

  21. Abu salim said:

    Bismillah…
    Afwan ana mau tanya di luar pembhsan:
    1. Apa definisi kata-kata USTADZ? Adakah para salaf dalu memanggil Rasulullah shallalahu’alaihi wasalam dgn sebutan ustadz dan berasal dri mana sbnrny kata2 Ustadz tsb ?
    2. Org yg melakukan zina tapi tidak hamil kemudian menikah sah ap tdk pernkhn yg sepert ini?
    3. B0lehkah se0rng istri pergi meninggalkan suaminya dalam hal menuntut ilmu?
    Jazzak0llahu kh0rn

    1. Tentunya tidak, gelar seperti ini hanya muncul di kalangan muta`khkhirin (belakangan). Ustadz sendiri kalau diterjemahkan bisa dimaknakan Professor.
    2. Jika salah satu dari keduanya sudah bertaubat maka tidak syah, karena muslim yang baik tidak boleh menikah dengan pezina.
    3. Pertanyaannya terlalu umum, antum harus merinci keadaannya.

  22. Wawan said:

    Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
    Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. Al-Mu`minun: 5 – 6.

    Mohon maaf sbelumnnya Pak Ustadz, bukannya saya mau mengkritik firman Allah SWT, tapi saya bingung dgn ayat “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki;”

    Nah kalau bgitu, Allah SWT memperbolehkan kita memiliki budak??
    Mohon pencerahannya Pak Ustadz..
    Wassalamu Alaikum.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Ia diperbolehkan memiliki budak akan tetapi dengan jalur-jalur yang dibenarkan dan sesuai dengan tuntunan Islam. Aturannya dibahas dalam buku-buku fiqhi

  23. Utomo said:

    Ass wr wb
    bgaimana hukumnya sblum menggauli istri memakai/minum obat penguat,,

    Boleh saja selama tidak ada mudharat dari sisi kesehatan

  24. NasMah said:

    Assalamualaikum…

    Akhi…sya mau bertanya mengenai penjelasan akhi pada pertanyaan no. 20 “Kalaupun dia mau melakukan onani maka sebaiknya dia menggunakan tangan istrinya karena hal itu diperbolehkan.”
    Jadi boleh saja melakukan seperti itu,apabila istri sedang datang bulan?

    terima kasih..

    Waalaikumussalam. Ia boleh

  25. Asna said:

    Ass…td blm disinggung tentang hukum wanita/gadis bermasturbasi, blhkah seorg wanita yg belum menikah menyalurkah syahwat dgn bermasturbasi?

    Tidak boleh.

  26. dika said:

    asslm ustad..
    saya pemduda sudah menikah yg sedang menuntut ilmu di luar negeri.saya sudah menajlan kan puasa daud.ketika suatu malam setelah 2 minggu melaksanakan puasa daud.hasrat untuk bercinta dengan istri keluar. ketika itu saya melakukan onani dengan membayangkan istri saya.dah setelah onani sya pun mandi junub.apakah itu haram?memang selama puasa hasrat untuk onani jauh berkurang.biasanya 2 kali sehari, sekarang hampir 2 mnggu tidak pernah..saya akan berusaha untuk tidak onani dan meneruskan puasa sya..mohon penjelasan
    salam

    Perbuatan onani ini dalam keadaan seperti ini tetap dilarang. Semoga Allah Ta’ala memberikan kesabaran dan kekuatan kepada kami dan anda untuk tetap bertakwa kepada-Nya. Sungguh, meninggalkan dosa ketika pendorong maksiat begitu besar, pahalanya jauh lebih besar dibandingkan meninggalkan dosa ketika faktor pendorongnya kurang.

  27. Fadhil said:

    Assalamu alaikum,
    mau tanya ustadz, setau ana ada bermacam pendapat ulama mengenai onani tsb, mulai dr yg mengharamkan sampai yg membolehkan, mengapa yg dibahas hanya pendpt yg mengharamkan saja, mohon penjelasannya….syokran…

    Waalaikumussalam.
    Ya, selain karena kami belum punya waktu untuk itu, pendapat ini jugalah yang memang kami pilih.

  28. Baakanbaruu said:

    Ustadz…. Apa hukumnya istri onani dengan bantuan suami (menggunakan alat bantu seks)? Dalam hal ini sang suami sering mengalami ejakulasi dini dan impotensi….

    Kami tidak paham dengan maksud ‘menggunakan alat bantu’. Yang jelas jika suami merangsang istrinya sampai istrinya mengeluarkan sperma tanpa adanya penetrasi maka itu hal yang diperbolehkan.

  29. indra said:

    assalamualaikum ustad
    yang dimaksud diperbolehkan melakukan hubungan dgn budak wanita untuk menghindari onani itu yg seperi apa? Budak tersebut kan bkn istri sah kita yg akan jadi zina kl kita menidurinya, kl zaman skr budak itu pembantu rumah tangga yah? Mohon penjelasannya.

    Waalaikumussalam.
    Bukan, pembantu bukanlah budak jadi tidak bisa diperlakukan seperti budak.

  30. saudari said:

    salam.
    saya ingin bertanya,
    adakah wajib kita mandi wajib selepas onani?
    sekiranya saya tidak tahu sebelum ini mandi wajib itu perlu selepas onani, adakah sah solat saya?
    saya baru saja membaca artikel mengatakan bahawa mandi wajib itu perlu selepas onani.
    sila jawab soalan yang merungsingkan saya ini.
    terima kasih

    Jika onaninya mengeluarkan mani maka dia wajib mandi junub.

  31. haviez said:

    assalamualaikum pak ustad saya ingn brtanya..apakah hukumnya onani/masturbasi bila seseorang tidak bs menikah krna trauma dngan perempuan krena pernah di santet sama perempuan..

    Waalaikumussalam.
    Tetap tidak diperbolehkan. Dia seharusnya bertawakkal dan mempercayakan nasibnya kepada Allah agar dia bisa menghilangkan traumanya.

  32. abdulllah said:

    alhamdulillah,sebenarnya sudah jelas permasalahan ini,semoga kita diberi kesabaran dan kebaikan untuk meninggalkan perbuatan tsb…amin.

  33. Hamba said:

    Assalamualaikum ustadz..
    Saya mau tanya, dr jwban ustadz diatas td, dr prtanyaan yang “jika sepasang kekasih sebelum menikah dia pernah berzinah, lalu pasangan tsb menikah, apakah pernikahannya sah atau tidak dimata islam”. Lalu ustadz menjawab, jika salah satu dr pasangan tsb telah bertaubat maka pernikahannya dianggap tdk sah..
    Yang ingin saya tanyakan, jika pasangan tsb keduanya telah bertaubat,brarti pernikahannya sah?? Mohon dijelaskan pak ustadz…

    Waalaikumussalam. Ya pernikahannya syah jika keduanya telah bertaubat dan wanita itu telah lepas dari iddah. Jika wanita itu hamil maka nikahnya harus setelah melahirkan. Jika wanita itu tidak hamil maka nikahnya harus setelah satu kali haid.

  34. iem said:

    ass,.bole tanya,.klo onani di malam hari pada bulan ramadhan apa hukumnya??trima kasih

    Hukumnya haram.

  35. Ahmad said:

    Mau tanya…
    apa hukunnya jika pasangan kekasih melakukan masturbasi dan onani??
    mohon penjelasannya…

    Hukukmnya jelas dosa besar dan wasilah menuju perzinahan.

  36. uul,, said:

    pada saat puasa merangsang diri terus keluar cairan kental yang tdak melelahkan kemungkinan madzi, apakah mmbatalkan puasa dan apakah harus mengganti puasa?

    Tidak membatalkan puasa, hanya saja pahala puasanya terancam berkurang atau bahkan tidak ada.

  37. medd said:

    ass pa ustad
    saya mau tanya nih. sebelumya saya mau nampilin salah satu ayat yang ustad sempat cantumkan.

    “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” [QS. Al-Mu'minun: 5 - 7]

    disana di jelaskan tentang “budak yang mereka miliki”. pertanyaannya apa definisi budak yang tercantum pada ayat ter sebut? apa budak yang di maksud seperti orang yang bekerja kepada kita (pembantu/TKW).yang sudah pasti mereka bukan muhrim kita ?

    Bukan. Budak bukanlah orang merdeka, sementara PRT dan semacamnya adalah orang merdekan. Jadi tidak boleh disamakan.

  38. rustam said:

    bagaimana dengan dalil ini ustadz

    Dan sabda Nabi :

    “Ada 7 golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat & Allah tidak mau mensucikan (tidak mengampuni dosanya) dan Allah tidak mau mengumpulkan mereka bersama orang yang beramal kebaikan. Dan Allah akan memasukkan mereka ke neraka sebagai orang-orang yang pertama kali masuk ke neraka, kecuali bahwasanya mereka bertaubat. (7 Golongan itu ialah) Orang yang menikahi tangannya (onani / masturbasi), orang yang mengerjai & yang dikerjai (homoseks, lesbian), dan orang yang membiasakan minum arak, dan orang yang memukul kedua orang tuanya hingga meminta tolong, dan orang yang menyakiti tetangganya hingga melaknatinya, dan orang yang berzina dengan istri tetangganya” (HR. Al-Baihaqi Fii Si’abul Iman 5232)

    Wallahu a’lam.

  39. dwi said:

    bagaimana hukumnya orang melakukan onani ustadz,dulu saya pernah mengaji di LD** orang yang onani tersebut di beri kafarah 180.000/satu kali onani? apa ada landasan ayat atau hadits tentang kafarah seperti ini…mohon di jelaskan ustadz

    Wallahu a’lam, kami belum pernah mendengar tentang itu. Akan tetapi jika jamaah itu membolehkan onani dengan syarat membayat kaffarat seperti itu, sungguh itu merupakan perbuatan mengada-ada dalam agama Allah.

  40. Laila said:

    Asslmlaikm..
    Pnjelasn di ats sungguh sangat jlas. Bhkan onani lewat bantuan tangan istri pun trnyata boleh, nah jika bantuan brupa lewat telpon sampai kluar mani gimana?

    Wallahu a’lam.

  41. sita said:

    assalamualaikum.wr.wb

    Ustad, sy mo tanya
    Ramadhan ini suami spt msuk puber, jd jk dkat2 dg sy hawa’a nafsu.
    Pernah 1 hari dia mencumbui sy (nempel2 dan pegang2 di siang hari) & sy sdh mmperingatkan’a tp dia nekat, bgmn dg puasa kami, apakah kami wajib mmbyar denda? ( “maaf” spt’a sy mngluarkan madzi, krn sjnak sy mnikmati’a)
    Bgm saat sdg puasa sy menjauhi’a (tkut trulang lg)dan dia marah krn’a
    Tlong beri saya solusi , trm ksih.

    Salam

    Waalaikumussalam.
    Selama tidak terjadi penetrasi maka puasanya tetap syah dan tidak bayar kaffarat. Hanya saja pahalanya bisa tidak ada karena tidak meninggalkan syahwat secara sempurna. Jika dia memaksa maka dia yang berdosa. Hanya saja sebaiknya selalu diingatkan bahwa puasanya bisa jadi tidak mendapat pahala apa-apa karena itu.

  42. gara said:

    Assalmualaikum wwb,
    Ustadz saya ini selalu melakukan dosa zina setiap melakukannya saya menyesal dan bertaubat tetapi beberapa lama kemudian terulang kembali saat ini saya sangat takut akan azab Allah dan berkali-kali saya azamkan dalam hati saya tidak akan melakukannya lagi, saya bertaubat Ustadz, saya ingin tanyakan apakah saya wajib menikahi pasangan zina saya untuk mencegah kami melakukannya, dengan niat benar-benar ingin ridha Allah?? saya minta izin kepada istri untuk menikah lagi tetapi istri saya tidak mengizinkannya, jika saya tidak menikahinya saya takut terulang lagi Ustadz, apakah saya Syah menikah lagi tanpa persetujuan atau sepengetahuan Istri saya??

    Waalaikumussalam.
    Ya, syah walaupun tanpa izin istri.
    Hanya saja tidak syah menikahi pezina lelaki dan wanita sampai terpenuhi 2 syarat:
    a. Keduanya telah bertaubat dengan taubat nasuha.
    b. Wanita telah lepas iddahnya. Iddahnya:
    1. Kalau wanitanya tidak hamil maka iddahnya 1 kali haid.
    2. Kalau hamil maka tidak syah dinikahi sampai dia melahirkan.

  43. andi said:

    pak ustad saya mau tanya, saya adalah seorang mahasiswa,biasanya saya ketika pada malam hari tak bisa tidur,, saya biasanya melihat gambar2 seksi wanita di internet, tapi setelah itu saya jadi kebayang-bayang untuk bersetubuh dengan wanita yang saya lihat tadi dan akhirnya saya merangsangg diri saya hingga keluar cairan sperma setelah itu saya lumayan capek dan merasa sangat berdosa sekali. pertanyaan?
    1. apakah hal yang saya lakukan itu termasuk dosa besar?
    2. lalu apakah perbuatan saya itu bisa dikatakan dengan onani, karena saya merasa tidak sengaja melakukan perbuatan itu. makasih.

    1. Tidak diragukan itu adalah dosa besar dan termasuk zina mata, telinga, dan hati.
    2. Itu jelas onani. Bagaimana maksudnya tidak sengaja?! Bukankah antum sendiri yang mengatakan ‘saya merangsang diri saya’, berarti itu dengan sengaja.

  44. Agus said:

    Assalamualaikum wr wb

    ustadz, sudah hampir setahun ini saya ditinggal istri studi ke luar negeri. Sebetulnya saya tidak ridho, tetapi dipaksa menyetujuinya oleh keluarga istri. Lebaran ini istri pulang, tetapi dia menolak untuk diajak berhubungan, dengan alasan takut hamil sehingga merusak planning sekolahnya, karena dia masih harus kembali ke luar negeri dan menyelesaikan sekolah di sana. Dan hal ini (tidak mau diajak berhubungan ini) didukung oleh keluarganya. Pada kepulangan dia yang terdahulu saya sempat ditegur oleh ayah mertua karena kami ketahuan mandi junub setelah berhubungan. Alasannya lagi-lagi adalah takut hamil dan takut merusak planning sekolah istri.

    Mohon masukan bagaimana saya harus bersikap. Terima kasih

    wassalamualaikum wr wb

    Waalaikumussalam
    Ini adalah istri yang nusyuz (durhaka) kepada suami dan dia tidak harus menaati siapapun dalam hal ini termasuk mertuanya, karena itu adalah haknya. Dia harus bersikap tegas dalam hal ini.

  45. dhani said:

    Assalamu’alaikum,
    mau nanya ni uztad,
    maksud dari “. . . budak yang dimiliki” itu apa ya? Apakah istri ke dua? Atau pembantu? Gimana ya maksudnya.
    Sekian uzts. . . Apabila ada salah kata, saya mohon maaf.
    Wassalamu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    Bukan istri dan bukan pula pembantu, mereka ini wanita merdeka yang tidak akan jadi budak.

  46. reza said:

    astagfirlah…

    pak ustad,saya telah melakukan onani sejak lama, akankah dosa seperti ini masih bisa diampuni oleh allah SWT?

    Insya Allah, Allah pasti akan mengampuni semua dosa, jika memang seorang bertubat dengan ikhlas.

  47. dodo said:

    pak ustadz… Saya melakukan onani di malam hari kemudian tertidur hingga subuh tiba saya masih keadaan zunub. jika saya mandi setelah shalat shubuh ini apakah puasa saya sah apa tidak?
    Trima kasih

    Ya, puasanya syah.

  48. arie said:

    assalamualaikum pak ustadz.

    pak ustadz saya mau tanya…to the point saja. saya sudah lama menjalin kasih dengan seorang wanita. akan tetepi beberapa waktu lalu dia jujur dengan saya kalau dia pernah berzina dengan pacarnya sebelumnya ketika di pesantren.
    pertama memang saya sakit hatisaya,tetapi berhubung saya sayang dengan dia saya ingin melupakan itu dan saya akan tetap menikahinya.jujur saya belum pernah melakukan seperti itu sebelum hubungan ini halal.

    yang ingin saya tanyakan
    1. bagaimana hukumnya jika saya menikahi wanita tersebut dan iklas menerima keadan dia.
    2. seandainya tidak boleh menurut agama,,bagaimana saran yang baik buat kita berdua.(mohon sarannya)

    terimakasih

    Waalaikumussalam.
    Kalau memang wanita itu sudah ikhlas bertaubat dari perbuatannya maka statusnya sama dengan muslimah yang lainnya dan boleh dinikahi.

  49. feri said:

    assalammualaikum ustadz,saya mau tnya.saya sudah menikah,ketika istri sedang tidak bisa melayani hubungan intim saya minta istri untuk mengonani kemaluan saya tapi dia tetap tidak mau.Apakah aq dosa onani dgn tangan saya sendiri di hadapan istri?yg kedua apakah istri saya berdosa krn tidak mau mengonani kemaluan saya ustadz?mohon penjelasannya,terima kasih ustadz

    Waalaikumussalam.
    Ya berdosa. Ya, istri telah berdosa besar.

  50. wazai said:

    ass..
    bolehkah kita mandi junub dengan membasuh sebagian tubuh saja (sementa) kmudian wudlu dan shalat, setelah shalat kita melanjutkan mandi junub tadi untuk menyempurnakan air ke seluruh tubuh? syukron

    Tidak boleh. Wudhu dan shalatnya tidak syah.

  51. kiki said:

    naudzubillah
    pak ustad, kalau istri durhaka
    karena tidak mau melayani suami
    apakah langkah yang harus dilakukan oleh para suami?
    sedangkan kami tidak bisa menahan kebutuhan biologis?

    Mungkin bisa diberikan sedikit pelajaran seperti tidak diajak berbicara dan semacamnya yang tersebut dalam Al-Qur`an, semoga dia jera dengan perbuatannya.

  52. ari f said:

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Maaf ya pa mungkin agak melenceng dikit dari topik pembicaraan.Saya mau tanya kalo istri sedang haid/belum bersih dari haid,tetapi suami ingin dipuaskan nafsu syahwatnya,bisa gak kalo oral sek atau onani?
    Mohon penjelasannya.terima kasih.

    Waalaikumussalam.
    Istri yang haid boleh diperlakukan apa saja kecuali melakukan jima’ (penetrasi).
    Adapun oral sex maka telah disebutkan dalam artikel ‘hukum oral sex’

  53. agus said:

    ya ustad, saya mau menikah dengan muslimah, tapi saya sudah tidak perjaka alias sudah berhubungan seksual dengan wanita lain.,.apa saya harus jujur sama calon isteri saya bahwa saya sudah tidak perjaka lagi,.,
    terima kasih.,
    assalamualaikum,.,

    Waalaikumussalam.
    Jika memang anda betul-betul sudah bertaubat maka anda bisa menikah dengan muslimah mana saja. Sebagaimana lelaki senang dengan wanita yang menjaga kehormatannya, maka demikian halnya seorang wanita juga senang dengan lelaki yang menjaga kehormatannya. Karena dia harus berkata jujur kepada wanita tersebut karena itu berkenaan dengan haknya.

  54. wiee said:

    assalamualaikum
    ustadz,saya mau tanya
    apakah wajib mandi junub jika laki2 memasukkan kemaluan ke lubang benda/jepitan yg empuk2/vagina buatan rasa nikmat,tetapi tidak sampai keluar mani?
    hal ini dilakukan karena dorongan syahwat yang besar,sementara belum punya istri,puasa juga ga kuat.
    makasih atas solusinya

    Waalaikumussalam.
    Tidak wajib mandi selama tidak ada mani yang keluar. Hanya saja tidak diragukan kalau itu adalah amalan yang dilarang.

  55. kadafi said:

    islam mempunyai 4 imam, bagai mana kalau kita mencampur hukum islam dari imam2 tersebut, sedangkan tujuan kita satu, yaitu mengharap ridha Allah, dan mengikuti rasul SAW.

    Kalau yang dimaksud imam adalah imam dalam mazhab fiqhi, maka imam kaum muslimin itu banyak, bukan hanya 4.
    Bagaimana maksud ‘mencampur hukum Islam’ di sini?

  56. kadafi said:

    bagai mana klo kita menafsirkan alquran sendiri…??

    Kalau maksudnya menafsirkan dengan pendapat sendiri tanpa berlandaskan penafsiran para ulama, maka hukumnya haram berdasarkan kesepakatan para ulama.

  57. kadafi said:

    bagai mana menurut tungku tentang bunga bank…??

    boleh gak zakat kita kasih untuk sanak keluarga(membaginya sendiri), jika mereka termasuk orang kurang mampu…

    ada nggak fidyah sembahyang…

    tlong jawabannya beserta dengan dalil ya ustaz,, saya sangat membutuhkannya, karena orang awam yang ada di sekliling saya,,, sebelumnya saya berterima kasih, jazakallahukhairan…!!!

    Bunga bank adalah riba dan riba adalah haram. Karena bunga bank adalah tambahan terhadap uang yang kita simpan di bank.
    Boleh langsung menyerahkan zakat kepada sanak keluarga. Kecuali orang tua, kakek-nenek, dan seterusnya ke atas dan juga tidak boleh kepada anak, cucu, dan seterusnya ke bawah. Silakan baca tentang ini disini: http://al-atsariyyah.com/fatawa-asy-syaikh-ar-rajihi-seputar-zakat.html
    Tidak ada dalil yang menunjukkan adanya fidyah shalat.

  58. zuhry said:

    Ustadz, jika seorang wanita telah berzina tapi dia tidak menyadarinya karena dia terhipnotiz (tersihir) dan dalam bayangan dia adalah dia hanya melakukan masturbasi, apakah dia dosa karena berzina atau dosa karena bermasturbasi? jika dia mau menikah apakah harus menunggu apakah hasil zinahnya menimbulkan kehamilan atau tidak ?

    Yang jelas kalau dia tahu dia sedang melakukan masturbasi maka dia telah berdosa. Ya, harus dipastikan status rahimnya, apakah berisi atau tidak. Kemudian syarat paling pertama jika dia ingin menikah dengan orang baik-baik adalah bertaubat dengan taubat nasuha.

  59. radiet said:

    assalamualaikum ustad,,
    saya sudah beberapa tahun sering melakukan onani untuk memuaskan nafsu seks saya.
    saya tau itu perbuatan dosa dan dilarang agama.
    saya terus terang sungguh tidak mampu untuk menahannya.
    tapi saya pikir lebih baik melakukan onani daripada berzina diluar nikah dengan perempuan.

    terus kalau saya nikah tidak punya uang dan tidak bisa menafkahi isteri nantinya sebab saya masih kuliah dan tidak punya pekerjaan.
    menurut ustadz bagaimana dan apa yang seharusnya saya lakukan…?

    Waalaikumussalam.
    Hendaknya anda memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan dan dari kejelekan jiwa-jiwa kita. Banyak berpuasa, usahakan jangan selalu sendirian, dan sibukkan diri dengan amalan yang bermanfaat seperti berolahraga.

  60. Lare alit said:

    assalamu’alaikum
    saya mau tanya tolonng dijawab di comentar ini atau di postingan,selama ini saya melakukan onani dangan niat menghindari zina dengan wanita lain,tapi yg saya lakukan atas sepengetahuan istri karena kondisi istri tidk fit,dan jika diluar kota berbulan2 saya setiap mau onani ijin dulu sama istri dan istri merestui karena jarak yg tidak memungkinkan untuk berhubungan badan,apakah yg saya lakukan tetap berdosa ustadz???? terimakasih atas jwabannya.
    wassalamu’alaikum

    Waalaikumussalam. Boleh melakukan onani dengan tangan istri atau bagian tubuhnya yang lain.

  61. sudiro said:

    Assalamualaikum,

    Ustadz, ana masih belum paham mengenai jawaban pada pertanyaan no. 22, 37, dan 45 mengenai boleh tidak menjaga kemaluan kepada ” Budak yang dimiliki ” Budak yang dimiliki yang dimaksud di sini budak yang dinikahi atau tidak dinikahi ? kalau dinikahi berarti berubah status menjadi isteri.. bagaimana ini ustadz, mohon penjelasan, terima kasih sebelumnnya

    Waalaikumussalam.
    Yang dimaksud adalah budak yang tidak dinikahi. Karena budak yang sudah dinikahi adalah sudah menjadi istri.

  62. addari said:

    Assalamu’alaikum,
    ana seorang ikhwan berumur 26 tahun, ana bekerja di salah satu toko dengan gaji alhamdulillah masih pas-pasan. ust Afwan sebelumnya, ana adalah orang yang aktif kajian, akan tetapi masih sering melakukan dosa-dosa besar yang berhubungan dengan masalah pornografi dan hal ini berimbas ke onani, dalam hati saya benci hal ini, akan tapi kadang-kadang ada sesuatu hal yang sangat kuat untuk mendorong melakukan hal hina ini. bagaimana solusinya ust? ana sudah berazam kuat untuk meninggalkan hal ini, tp masih saja hal ini terus ana lakukan? mohon nasihat dan do’anya agar ana bisa seperti orang-orang sholeh sebelum kita. afwan mohon pertanyaan ana dirahasiakan. Jazakumulloh…………..

    Waalaikumussalam.
    Silakan baca komentar-komentar yang ada di sini, seingat saya kami sudah beberapa kali menjawab pertanyaan semisal ini.

  63. hendra said:

    terimaksih,,,,pak ustad saya sudah,,,,,paham…

  64. ikhwan said:

    Assalamu’alaikum,
    ana seorang ikhwan berumur 26 tahun, ana bekerja di salah satu toko dengan gaji alhamdulillah masih pas-pasan. ust Afwan sebelumnya, ana adalah orang yang aktif kajian, akan tetapi masih sering melakukan dosa-dosa besar yang berhubungan dengan masalah pornografi dan hal ini berimbas ke onani, dalam hati saya benci hal ini, akan tapi kadang-kadang ada sesuatu hal yang sangat kuat untuk mendorong melakukan hal hina ini. bagaimana solusinya ust? ana sudah berazam kuat untuk meninggalkan hal ini, tp masih saja hal ini terus ana lakukan? mohon nasihat dan do’anya agar ana bisa seperti orang-orang sholeh sebelum kita. Jazakumulloh…………..

    Waalaikumussalam.
    Berlindung kepada Allah dari godaan setan, cepat menikah, dan usahakan jangan sampai sendirian.

  65. Niar said:

    Assalaam…ustadz sy mau tx apakah wanita wajib mndi wajib jika ia sudah mlakukan masturbasi?apakah mandix sm dengan mandi wajib slesai haid?mohon pnjelasanx…
    Terima kasih

    Ya wajib jika dia mengeluarkan sperma. Ya, sama seperti mandi wajib sesudah haid.

  66. Al-zulfikar said:

    Assalamua’alykum ustdz…
    bertanya seputar onani ana pernah dengar dari seorang ustadz bhwa rasulullah pernah memperbolehkan kpda sahabat utk onani dikarenakan pd saat itu beliau sedang pergi utk berperang, tp tempat dan perang apanya ana krang tau. wallahu alam yang ingin ana tanyakan apakah pndpt ustadz ana itu bnar? dan jikalau bnar bgaimana dengan kondisi saat ini? dan apa dalilnya? sblumnya ana mhon maaf jikalau prtnyaan ana ini sdah dilontarkan, namun ana sngat btuh jwabannya. syukran!!!

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam, kami belum pernah mendengar riwayat seperti itu.

  67. acul said:

    asalamu alaikum wr. wb.
    dan jika air maninya terkena lantai atau jatuhn kelantai atau terkena perabot2an yang lain apakah.. kamarnya sudah di bilang haram. dan apakah aharus dibersihkan dan disucikan dengan sebaik2nya.
    mohon penjelasannya pak ustad . terima kasih..wassalam

    Waalaikumussalam.
    Semua itu tidak perlu, karena mani hukumnya suci dan bukan najis.

  68. majin said:

    sebaiknya tidak menyarankan ‘olahraga’ sebagai solusi menghindari onani, karena dengan olahraga justru badan tambah sehat, berdasarkan penelitian ketika badan sehat maka libido juga cenderung meningkat…

    Kami mendapatkan saran di atas dari beberapa artikel tentang onani. Akan tetapi jazakallahu khairan atas masukannya.

  69. Mahbub said:

    assalamu’alaikum,,,,,,,kaif ya ustadz,,,smga Allah sll mnmbh n mmbrkan kita Ilmu yg bermanfaat…ma’zirotan ya ustadz,,,,ana bukanya mau protes,,,tpi tntang pendapat ustadz seorang perempuan penzina itu boleh dinikahi setelah hbis msa iddahnya,,,,bg yg hmil dluar nikah hrus tunggu smpai mlhirkan,,,bgi yg tidak hmil dtnggu 1 kali suci…mungkin bsa di cek lagi ustad bku fiqihnya,,,,sbnarnya iddah itu jtuh kpda prmpuan yg sudah mnkah lalu brpisah/bercerai dengan suaminya atau kpda perempuan wlupn blm mnkah tpi sudah mlkukan hubungan intim,,,syukron ustadz…
    Mahbub El Ansory

    Waalaikumussalam.
    Iddah memang hanya berlaku bagi yang sudah menikah. Adapun pezina yang harus menunggu sampai satu kali haid jika tidak hamil atau sampai melahirkan jika dia hamil, maka ini bukanlah iddah. Akan tetapi ini semua dilakukan untuk menjaga hak dari calon suaminya nanti, agar nasab tidak bercampur dan tidak dinisbatkan kepadanya anak yang bukan anak kandungnya.

  70. anwar w said:

    bagaimana kalau seorang suami melakukan onani krn istri menolak diajak berhubungan

    Istrinya telah berdosa besar dan telah mendapatkan murka dari Allah dan para malaikat-Nya. Suami berhak untuk menghukum istrinya jika dia menolak. Yang jelas, alasan ini tidak bisa dijadikan alasan untuk onani.
    Atau jika istrinya lagi tidak ‘pengen’ maka dia bisa melakukan onani dengan bantuan istrinya, tanpa terjadinya penetrasi.

  71. hamba said:

    assalamualaikum wr.wb pak ustaz sya mau tanya tlng dijawab..waktu saya berhubungan dgan istri saya,saya mengeluarkan mani sya kdalam mlut istri sya dan istri sya menelannya apa hukumnya dlm islam?wassalamualaikum wr.wb

    Waalaikumussalam.
    Hal itu seharusnya dijauhi, karena merupakan wasilah tertelannya najis, yaitu madzi. Dimana biasanya mani itu keluar dengan diiringi oleh madzi.

  72. irvan said:

    hukum lbh jelas bagi org yang suka onani . ., esok dhari Qiamat ada seorang ank tanpa kepala dan dya mencri2 kepalanya itu kpda yg melakukan onani dri air mani yg dlu dya lakukan swktu ddunia
    Alhmdllh jzkmllohu khoiroo.

    Masalah hukuman di akhirat adalah masalah ghaib, jadi kami harap anda bisa mengikutsertakan dalil dari ucapan anda di atas, baik dari Al-Qur`an maupun dari hadits.

  73. Adinda said:

    Pada dasarnya kita manusia sudah memahami dan bisa membedakan mana yang baik dan buruk buat kita semua….. intinya semuanya kembali pada diri sendiri……

    Pada dasarnya manusia itu bodoh dan zhalim, tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Karenanya Allah mengutus para rasul dan menurunkan kitab untuk mengajari mereka mana yang benar dan mana yang salah. Intinya semuanya kembali kepada ajaran pada nabi dan kitab suci yang Allah turunkan.

  74. diva said:

    ustadz saya mau tanya :
    beberapa waktu yang lalu saya mimpi basah, setelahnya saya jadi sering berfantasi yang agak-agak menyerempet kesana. jujur saya lupa atau mungkin juga tidak melihat kearah celana dalam yang saya kenakan saat saya mimpi basah. apakah mengeluarkan cairan atau tidak? namun karena saya menunda-nunda mandi junub, selang berapa hari karena syahwat yang tiba-tiba meninggi saya melakukan masturbasi.
    pertanyaannya :
    1. apakah fantasi saya yang menyerempet kesana dapat dikatakan masturbasi juga? terlepas dari cairan yang keluar atau tidak. karena saya tidak ingat, saya mengeluarkan cairan atau tidak. namun disertai rasa tegang dan nikmat.
    2. setelah mimpi basah saya belum mandi junub, lalu berfantasi dan belum mandi junub juga, sampai akhirnya beberapa waktu kemudian saya melakukan masturbasi. jadi apakah mandi junub saya harus di dobel? atau cukup satu kali saya. namun kalau didobel saya sudah tidak ingat berapa kali saya sudah mengeluarkan cairan? mohon penjelasannya.

    1. Itu adalah zina dengan hati, dan juga termasuk amalan yang diharamkan.
    2. Cukup sekali untuk mengangkat semua hadats besar.

  75. amir said:

    assalamualaikum ustadz,.

    ustadz, apa hukumnya telepon seks dgn istri, sambil membayangi bersetubuh dengannya dan sampai kluar sperma,.?
    tolong dijawab ya tadz,.!
    terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Insya Allah tidak mengapa, selama dia tidak melakukannya sambil onani.

  76. Àñdrè said:

    assalamu’alaikum.wr.wb

    allhamdulillah,,
    dengan ada nya artekal ini, sangat membantu bagi saya, & bermanfa’at untuk semua
    yg sebelum nya tidak saya ketahui secara pasti tentang hukum ….. ini, kini saya sdh mengetahuinya
    dan membuka batin saya kembali untuk meninggalkan kejelekan ini dan kejelekan lain’nya.

  77. Àñdrè said:

    assalamu’alaikum.wr.wb

    alhamdulillah,,
    dengan ada nya artkel ini, sangat membantu bagi saya, & bermanfa’at untuk semua
    yg sebelum nya tidak saya ketahui secara pasti tentang hukum onani ini, kini saya sdh mengetahuinya
    dan membuka batin saya kembali untuk belajar meninggalkan kejelekan ini. sesudah saya berhasil meninggalkan perbuatan zina yg sebelumya”? pernah saya terjerumus didalam nya.
    semoga allah senantiasa membimbing saya. Amin yaa robbal ‘alamiin.

  78. GTEX said:

    assalamualaikum wr. wb.

    ane mau tanya ustad..
    “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” [QS. Al-Mu'minun: 5 - 7]”

    di surat ini ada kata istri dan budak yang sebagai pengecualian untuk menjaga kemaluan.

    kalo soal istri ane paham, karena istri memang sudah dihalalkan bagi suami.

    yang belum ane pahami tentang budak nii…
    budak itu kan bukan muhrim, dan haram bagi sorang suami.

    tolong jelasin secar detail..
    sebelumnya ane ucapin terima kasih….

    Waalaikumussalam.
    Wallahu A’lam, yang jelas Allah Ta’ala telah menghalalkan budak wanita bagi tuannya, walaupun tanpa dinikahi terlebih dahulu. Sebagaimana pada firman Allah, “Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki.” (QS. An-Nisa`: 3)

  79. Nanda said:

    saya ingin mengingatkan;

    yang pasti:

    dosa itu akan membuat hati resah dan gelisah.

  80. Taubat said:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Melanjutkan pertanyaan dan Jawaban Ustadz No. 42:
    ” Ya, syah walaupun tanpa izin istri.
    Hanya saja tidak syah menikahi pezina lelaki dan wanita sampai terpenuhi 2 syarat:
    a. Keduanya telah bertaubat dengan taubat nasuha.
    b. Wanita telah lepas iddahnya. Iddahnya:
    1. Kalau wanitanya tidak hamil maka iddahnya 1 kali haid.
    2. Kalau hamil maka tidak syah dinikahi sampai dia melahirkan.”

    Yang mau saya tanyakan bagaimana apabila pezina tersebut langsung menikah tanpa memenuhi 2 syarat yang ustadz sebutkan, apa hukumnya dan langkah apa yang harus dilakukan untuk bertaubat, apakah harus ijab kabul kembali setelah keduanya bertaubat dan setelah point b terpenuhi. Mohon pencerahan ustadz.

    Ya, ijab kabulnya saja yang diterima beserta rukun pernikahan lainnya.

  81. riyan said:

    saya membaca komentar anda yang intinya, “apabila dalam onani keluar mani, maka wajib mandi majib”. tetapi saya pernah membaca dalam sebuah artikel yang mengatakan bahwa barang siapa yang melakukan onani baik itu keluar mani ataupun TIDAK keluar mani asalkan dia sudah terangsang, maka wajib baginya mandi wajib.
    apakah itu benar?

    Tidak benar. Mandi junub dalam masalah ini hanya wajib dengan salah satu dari dua cara: Jima’ hingga terjadi penetrasi dan keluarnya mani. Jika salah satu dari keduanya tidak terjadi maka tidak ada mandi junub.

  82. ajis said:

    ustd. Sy 26 th. apakah onani d wkt masi kcil 8 th brdosa dsbbkn ktdktauan d jd kbiasaan. U brhnti totalpun sulit? Dan apkh onani lbh besar dosanya dr pcaran yg tnpa brhubungan bdan..trims

    Jika dilakukan sebelum baligh insya Allah tidak berdosa. Wallahu A’lam, yang jelas keduanya merupakan dosa yang berkenaan dengan zina.

  83. ajis said:

    ustadz..apakah oralsex dan onani bareng teman sudah terkena hukum liwath.. Dan jika sudah brtobat apakah amalan yg bs menghapus dosa tsb.

    Jika sesama jenis maka jelas itu liwath. Semua amalan baik itu bisa menghapuskan dosa jika diiringi dengan taubat yang nasuha dan istighfar.

  84. nisa said:

    salam, ust.. Saya mau nanya..
    1. Bagaimana hukumnya menonton video porno bagi seorang perempuan, dengan maksud untuk memperluas wawasan sebagai persiapan nantinya jika akan menikah?
    2. Mungkin awalnya bermaksud untuk belajar, namun seiring berlalunya waktu, ternyata hal itu menjadi kebiasaan di kala sendirian. Mohon pencerahannya ust, apa saja tahapan2 taubat yang mesti dilakukan?
    3. Bagaimana caranya ust, menangkis godaan syetan yang menyuruh kita untuk mengulangi kebiasaan jelek tsb? Di mana pada saat itu iman kita lagi lemah.
    4. Dan termasuk jenis apakah cairan yang keluar dari perempuan setelah melihat video yang dilarang tsb? Apakah diwajibkan mandi junub atau cukup berwudhu saja?

    1. Haram, masalah seperti ini bisa diketahui dengan pengalaman sendiri nantinya setelah menikah.
    2, 3. Bakar dan hilangkan semua video tersebut dan usahakan semaksimal mungkin untuk tidak sering bersendiri. Dan tentu saja yang pertama minta perlindungan kepada Allah dari godaan setan dan godaan jiwa kita sendiri yang rusak.
    4. Silakan baca artikel ‘perbedaan mani, madzi, dan wadi’ dalam blog ini untuk mengetahuinya.

  85. Muhamad said:

    Assalamualaikum,

    Mengulang pertanyaan no.75, jadi telpon sex dg istri sampai orgasme tdk mengapa?

    Maksudnya selama tdk melakukan dg onani apa?

    trima ksh

    Waalaikumussalam.
    Ya, selama tidak melakukan onani dan tidak membayangkan wanita lain. Wallahu A’lam

  86. fairuz said:

    salam..
    Pada tiap2 malam saya melakukan onani sehingga terkeluar air mani.. Bolehkah saya menunaikan solat subuh tanpa mandi wajib.? T.kasih

    Haram, shalat subuhnya tidak syah.

  87. pahlevie said:

    assalamualaikum pak ustadz.
    bgaimana jika seorang laki2 yg cukup umur atau baligh dan ber istri,istri meminta variasi sex dgn cra mengocok (scra tdk lgsng onani) sehing air mani keluar,apa kah itu trmasuk haram?
    dan bgaimana hukumya jika seorang suami yg melakukan hbngn bdan dgn istrinya ttpi tidak mengluarkan sprma di dlm vagina,tetapi mengocoknya diluar.Apakah itu juga dimaksd dgn onani?
    trims pak ustadz.
    wassalam.

    Waalaikumussalam.
    Semuanya tidak termasuk onani, karena itu termasuk bentuk bermesraan dengan istri yang dihalalkan.

  88. asep said:

    askum..
    pa saya mau nanya..
    Sperti biasa,stlh bangun tdr saya ngambil wudhu trus sholat subuh, sblmnya sya tdk menyadari klw saya keluar air mani, saya baru nyadar pas saya mau mandi, ada bekas air mani d celana dalam saya yg sdh mengering,.apakah solat saya sah, ataw gmn !!
    dan satu lagi,, ‘saya pernah bermimpi gtuan, tp ga keluar air mani, apakah tetap harus mandi wajib, atw gmn !!’
    mohon penjelasan nya !
    trims..

    Jika memang itu dipastikan mani maka shalatnya harus diulang selama ada waktu. Adapun jika sudah keluar waktu maka tidak perlu diqadha. Wallahu A’lam.
    Selama tidak keluar mani, walaupun bermimpi, maka tidak wajib mandi junub.

  89. al mahdi said:

    Assalamu Alaikum,

    Jawaban ustas banyak yang kurang mengena atau akurat dan kurang memuaskan, pertanyaan saya bagaimana dengan seorang TKI pria ataupun wanita yang harus bertahun-tahun kerja diluar negeri dan tidak bisa bercampur dengan istri ataupun suaminya sedangkan untuk untuk pulang ataupun mengunjungi istri atau suami, mereka tidak mampu ataupun tidak mendapat izin dari tempat kerjanya dan istri tidak ridho apabila suaminya berpoligami (apalagi wanita indonesia),..solusi apa yang bisa ustas berikan selain berpuasa dan sholat, dikarenakan iman seseorang kan ada pasang surutnya sebagai manusia biasa,..apalagi iman seseorang yang level cuma sampai melaksanakan sholta 5 waktu saja (karean kami bertanya berhubung iman kami tidak seperti para ustas yang mampu menahan syahwat ataupun mempunyai istri yang ridho dimadu dan ingin masuk syurga).

    Wa Alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Maaf kalau begitu, hanya sampai situ batas keilmuan kami.

  90. ajis said:

    apakah dibolehkn seorg klainansex (homo) mlihat aurat mahramx u terapi pnyembuhan? Kalo tdk trus bgmna mustinya?

    Tidak boleh, karena setiap penyembuhan itu harus dengan cara yang halal. Kecuali jika yang dimaksud dengan mahram di sini adalah istrinya sendiri, maka tentunya tidak mengapa.

  91. dani said:

    assalamu’alaikum pak ustadz.,
    mau tanya, ketika saya sedanng (maaf) bercumbu dengan istri saya, seperti berciuman.. kemudian trasa ada yg keluar dari kemaluan saya.. warnanya bening dan tidak berbau, terkadang terasa dan tidak terasa.. keluarnya pun tidak bkin saya lemas,, cairan apa itu pak ustadz??
    mani atau madzi?? wajibkah saya utk mandi junub??

    saya sudah baca komentar dari artikel Perbedaan mani, madzi, wadi dan kencing, tp saya mash bingung.. mohon pnjelasannya pak,, terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Itu madzi.

  92. ajis said:

    ustadz. Saya sering kali keluar madzi..wlau tnpa rangsgn. Yg menybbkan sy malas u shalat brjamaah..lbh nyaman sndrian. Apa kiat2 u madzi agar tdk mudah keluar?

    Mungkin itu ada gangguan kesehatan, sebaiknya ditanyakan ke dokter.

  93. shazia said:

    betapa malangnya nasib orang2 yang menjadi budak. diperlakukan sangat tidak manusiawi. lalu bagaimana dengan para TKW dari Indonesia yang bekerja di Arab Saudi? apakah TKW dianggap budak? bukankah TKW itu hanya digaji dan bukan dibeli? mengapa banyak dari TKW tersebut yang menjadi budak seks para majikannya? saya benar2 tidak paham. tolong penjelasannya.

    TKW adalah manusia merdeka dan bukan budak sama sekali. Karenanya keyakinan atau tindakan yang menyamakan mereka dengan budak adalah murni kesesatan.

  94. ari styawan said:

    bolehkah melakukan onani dengan alasan ditinggal istri atau telah bercerai dengan istri?

    Kami nasehatkan agar dia segera menikah.

  95. Hamba said:

    Assalamualaikum…
    Onani ini telah menjadi kebiasaan saya sejak umur 9th, sampai sekarang saya susah menghentikannya, padahal saya tahu bahwa itu dosa, tapi saya tetap melakukannya jika saya terlihat/menghayalkan sesuatu. Lalu saya mencari hukum onani dan cara untuk menghentikannya di internet, namun perbedaan pendapat yang mengharamkan dan membolehkan membuat saya ragu dan saya memilih pendapat kedua… Kemudian untuk cara menghentikannya banyak yg gagal, lalu saya membaca artikel tentang menghentikan onani dengan secara bertahap karena untuk melakukan perubahan tidak dapat langsung saja… Cara ini membuat saya bisa menuruni frekuensi onani yang awalnya berlebih2an…
    Pertanyaannya:
    1.apakah boleh menggunakan cara seperti ini?
    2.saya sering teransang ketika melihat wanita di sekolah saya, apakah yang harus saya lakukan selain menundukkan pandangan, karena tidak mungkin saya selalu menundukkan kepa saat belajar dan berjalan di sekolah yang mayoritasnya adalah wanita?

    Terimakasih atas jawabannya pa ust…

    Waalaikumussalam.
    1. Ya, mungkin saja itu bisa ditempuh sebagai awalnya jika dugaan besar memang bisa membantu proses penyembuhan. Wallahu A’lam.
    2. Sering berpuasa sunnah.

  96. Adi said:

    assalamu’alaikum
    ustaz sy mau tnya,yang di maksud dengan orang yang menjadi budak itu orang yg bagaimana ?

    Waalaikumussalam.
    Mereka adalah tawanan perang dalam jihad yang syar’i antara kaum muslimin dengan kaum kafir.

  97. Required said:

    Assalamualaikum pak ustad, saya mau tanya..
    orang yang tidak merdeka itu seperti apa contohnya?

    Waalaikumussalam.
    Maksudnya? Semua yang bukan budak itu adalah orang merdeka.

  98. Leo said: said:

    Ass. Wr. Wb pak ust,
    .
    .astagfirlah…..
    Pak ust saya sdah lama melakukan onani,, dan sya sangat merasa berdosa sekali,, dri dlu saya coba untuk ber taubat, .tetapi syahwat saya kembli dtang,, sya benar” ingint bertaubat,, sya ingin menjadi muslim yg benar” muslim
    ,
    yg saya mau tanya kan?
    1. Apa cra membenteng.i nya hnya dengant cra puasa/berolah raga?
    2. Apa sya termasuk org yg zhalim/tercela?
    3. Apa kah Allah SWT akan mengampuni dosa” sya pak ust?
    4. Dan apa doa yg hrus sya minta kpd Allah SWT?
    .
    Mhont jwbant nya pak ust!! Dan sya minta doa nya supaya sya di berikan pertolongan,,
    sya benar” ingint bertaubat,
    terima kasih

    Senantiasa berdoa kepada Allah agar dilindungi dari godaan setan dan agar selalu diberikan keistiqamahan dan kesabaran dalam menghadapi semua godaan maksiat.
    Tidak ada dosa yang tidak diampuni oleh Allah, sebesar apapun dosa tersebut. Selama dia bertaubat dengan ikhlas sebelum dia meninggal. Jangankan hanya onani, orang yang sudah murtad pun Allah tetap menerima taubatnya jika dia kembali ke dalam Islam dengan ikhlas dan sebelum dia sakaratul maut.

  99. bagus said:

    assalammualayikum,
    Pak Ustad ,mau tanya tapi maaf mungkin agak melenceng dari topik:
    setelah sholat isya,saya dan istri bersenda gurau(oral),kemudian saya merasakan syahwat yang diiringi dengan mengejan dan terasa lemas…..akan tetapi saya dapat pastikan tidak ada cairan yang keluar dari saya,setelah itu saya tertidur…yang saya tanyakan apakah saya perlu mandi junub sebelum sholat subuh dan ingin berpuasa sunah???jika tidak sempet mandi karena ngejar waktu sholat bagaimana dengan puasa sunah saya apakah dilanjut atau tidak??
    dan satu lagi pak ustad sewaktu paginya kita buang air kecil air kencing itu agak kental,apakah itu mani yang tertahan atau madzi dan bagaimana itu pak ustadz??puasa sunahnya lanjut atau idak??

    terima kasih.Wassalammualayikum

    Waalaikumussalam.
    Kalau memang yakin tidak ada yang keluar maka tidak wajib mandi.
    Dan keluar atau tidak, itu sama sekali tidak mempengaruhi keabsahan puasa.

  100. Rizki said:

    asslmualaikum pk ustat saya mw tnyak

    pak ustat di luar negeri tu kan ada pasangan suami istri yg menyuruh istrinya untuk sex (maaf)dengan hewan karena sang suami tidak bisa membuat istrinya hamil.
    bagaimana itu hukumnya pak ustat
    apakah ke 2 nya itu berdosa…

    Waalaikumussalam.
    Keduanya jelas melakukan dosa yang sangat besar, na’udzu billahi min dzalik.

  101. Abu Nur Jani said:

    Assalamualaikum ya ustadz… Bismillahirrahmanirrahim… Sekedar Tambahan ustadz.. Islam itu memang mudah, tapi jangan di mudah-mudahkan pada suatu hukum tertentu..
    Jazakumullah jazilan.. Keep spirit and salam ukhuwah..

  102. mr.X said:

    pa ustadz,.
    Bagai mana kalau,.kita dalam keadaan junub.,.tetapi tidak bisa mandy wajib.karna ada bagian tubuh yg sedang luka dan tidak bisa kena air,.
    Dalam waktu lama,.avha kh itu dosa,.
    Dan avha yg harus d lakukan,.!??

    Dia cukup bertayammum.

  103. azis said:

    bagaimana cara kita menghindari onani & jika kita tlh mlkukan onani cara meminta ampun kepada ALLA SWT yakni bagaimna ??

    tolong jawab pak ustadz/

    Menyesalinya, meninggalkannya, dan tidak mengulanginya, semuanya itu harus dilakukan dengan ikhlas karena takut kepada Allah. Adapun cara menghindarinya telah sering kami sebutkan dalam jawaban-jawaban komentar dalam artikel ini, silakan dibaca.

  104. azis said:

    apa orang yg suka onani dibenci Allah Swt ???

    Tidak diragukan bahwa Allah membenci semua maksiat dan pelakunya, sampai mereka bertaubat.

  105. kiki said:

    assalamu’alaikum pak ustad ,,

    saya mau tanya beberapa hal, sya laki2
    1. (maaf) kalau melihat laki2 yang lebih tampan saya merasa terangsang dan tiba2 Mr. Z saya ereksi dan mengeluarkan cairan madzi apakah itu normal, dan apakah hukumnya?
    2. bagaiman cara agar saya bisa terhindar dari perbuatan di atas ..

    Waalaikumussalam.
    1. Itu tidak normal.
    2. Mungkin sebaiknya meminta nasehat kepada orang yang paham agama atau memeriksakan diri -maaf- psikiater atau yang semacamnya. Karena jelas ‘terangsang’ kepada sejenis adalah hal yang tidak wajar.

  106. pahri said:

    Kan ada mimpi basa,.jadi lwat situ dia d buang,.sya pernah dngar bhwa mimpi bsa 50 % sama dngan yg asli..

  107. iqbal said:

    gini saya dulu saat berumur 8 tahun saya pernah pertama kali masturbasi (saya tidak tahu apa nama nya dan waktu itu menggunakan alat massage) dan sering melakukan nya karena merasa nikmat sering dan mengambil uang orang tua (saya tau dosa tapi kadang kurang buat jajan di sekolah (dulu jajan 3 ribu ) keluar nya hanya seperti lengket,bening,sedikit…
    dan saat berumur 11 tahun baru keluar nya sedikit putih lengket (saya tidak tahu mesti mandi wajib jika keluar mani sholat puasa dll), mulai saat itu saya sering melihat video or foto foto porno (pertama kali tahu dari teman)
    saat berumur 13 tahun dan saat tahu itu dilarang oleh agama dan jika keluar nya mani harus mandi wajib/junub.. dan saya sangat menyesal…. apakah sholat puasa dll saya di terima? dan apakah harus saya bertoubat ? dan apakah saya sudah akil baligh? saya berumur 13 tahun

    Jika mani sudah keluar maka berarti sudah balig, dan jika sudah balig maka dia telah mendapat dosa dan jelas wajib bertaubat darinya. Semoga semua shalat dan puasa dahulu tetap diterima karena ketidaktahuan pelakunya. Wallahu a’lam.

  108. muhirin said:

    Ass. Wr. Wb pak ust,
    pak ustad dimanakah kita bisa mencari budak tersebut dan apakah Penjaja Sex bisa disebut budak , terimakasih

    Di zaman ini manusia yang berstatus budak, tidak ada lagi. Wallahu a’lam.

  109. hasto said:

    Pak Ustad terkait pertanyaan no 51, jaman sekarang ini sudah terjadi pergeseran nilai, terkait istri durhaka tidak mau melayani suami jika hanya didiamkan saja seperti dalam Al Quran mereka tidak akan jera dan takut, jjustru solusi apa bagi suami yang tidak bisa memenuhi kebutuhan biologisnya dengan istri seperti itu drpada melakukan Zinah,……mohon tanggapan pak ustad, terus terang saya seorang suami yang sudah didiamkan 1 bulan oleh istri dan setiap saya ajak dia selalu menolak dengan kasar, saya selama ini menahan ddengan melakukan ssholat dan djikir tapi terkait masalah biologis tadi apa solusi konkretnya pak Ustad

    Dalam Al-Qur`an, solusi yang tersebut bukan hanya mendiamkan, akan tetapi bisa sampai dalam taraf dipukul dengan pukulan yang tidak mencederai. Bahkan jika sampai taraf itu dia tetap durhaka, maka Islam membolehkan untuk menceraikan istri yang durhaka.

  110. gladis said:

    Assalamualaikum wr wb..

    pak ustad saya mau tanya, saya masih remaja 17 tahun dan beranjak 18 tahun , dan saya pernah melakukan masturbasi. saya sering dalam hati saya tidak mau melakukannya lagi, tapi tiba2 saya melakukannya lagi pak ustad. saya sudah niatkan dalam hati akan taubat pak ustad setelah membaca artikel diatas ternyata menggerakkan hati saya. dan saya ingin sholat taubat juga pak ustad, gimana cara nya? terimaa kasih sebelum ny pak ustad

    wa’alaikum salam wr.wb

    Waalaikumussalam.
    Silakan baca artikel ‘Shalat Taubat dan Syarat-Syarat Taubat’ dalam blog ini.

  111. gladis said:

    Assalamualaikum wr wb..

    maaf ustad koq artikel ‘Shalat Taubat dan Syarat-Syarat Taubat’ nya ga ada ? bs tlg dikasih link ny ustad.

    oh y saya mau tanya pak ustad , onani itu kan haram bagi yg melakukan , tetapi dalam dunia kesehatan bagi cowok kan memang paling minimal cairan itu kan hrus di keluar kan pak ustad ? dari bgaimana menurut pak ustad ?

    Waalaikumussalam.
    Ini linknya: http://al-atsariyyah.com/shalat-taubat-dan-syaratnya.html
    Cairan itu bisa keluar melalui mimpi basah. Atau segera dia menikah.

  112. wahyu said:

    apaka setelah melakukan hubungan suami istri tidak boleh makan atau minum sebelum mandi junub terlebih dahulu?

    Itu tidak benar. Boleh saja melakukan aktifitas lain sebelum mandi junub.

  113. .. said:

    Assalamualaikum wr wb.. ustad saya mo tanya bagaimana jika seseurang/pasangan yg suami mandol lalu minta air mani dari orang lain untuk istri nya,tapi melalui botol tidak secara langsung gimana itu ustad apa haram?

    Waalaikumussalam.
    Ya, itu cara yang diharamkan untuk mendapatkan anak. Dan bagaimana bisa suami itu membiarkannya? Dimana perasaan cemburunya?? Hendaknya mereka bersabar dan melakukan pengobatan.

  114. nisa said:

    ass. ustadz, jika seorang perempuan (belum menikah) bermesraan (berciuman misalnya)dg lawan jenis lalu keluar cairan dari kemaluannya karena mungkin syahwatnya terpancing apakah ia wajib mandi besar sebelum ia sholat?
    Terimakash atas jawabannya?

    Itu adalah madzi, tidak wajib mandi besar.

  115. obey said:

    assalamualaikum. ustadz saya mau tanya
    1. terkait dengan tata cara berjima dg istri, selain tidak boleh penetrasi via anus,oral seks dan membayangkan wanita lain ketika berjima, apakah masih ada yg diharamkan? mungkin spt gaya dari samping,(maaf)nungging dsb nya…
    2. apakah lebih baik atau bahkan diwajibkan mnutupi badan dg selimut/kain ketika berjima?
    3. apakah boleh berjima dimana saja yg penting aman tidak ada yg melihat? spt di kamar mandi, ruang santai dapur dsb..
    Mohon di jawab ustadz, Syukron

    Waalaikumussalam.
    1. Ya boleh kecuali kedua cara itu.
    2. Tidak wajib tapi sebaiknya.
    3. Asalnya sih boleh saja, tapi tentunya lebih utama di ruangan yang tertutup atau kamar tidur.

  116. Informasi Lengkap Online said:

    Informasinya sangat bermanfaat,,, terima kasih smoga sukse menegakkan agam Islam………

  117. erik said:

    trimakasih atas smua penjelasannya,smoga membuat kami tambah briman

  118. Suhaedi said:

    DEngan berbagi ilmu jadi tahu, smg jd ldang amal untuk semua yang mengamalkannya, amin.

  119. delysya said:

    ass ustad..
    saya mw tny ap yg hrs dilakukan istri apbila suami trs melakukan onani pdhl istri dlm keadaan sehat, sanggup melayani, dan istri pun sdh mengetahuiny n sdh melarang dy untuk tdk melihat video porno lg..sdh dihapus tp ttp di download lg..tp memang tdk menyebutkan kata “onani” kpd suami dlm arti tdk mengatakan kpd suami klo dy jgn melakukan onani tp istri sdh pernah melihatny melihat video porno sambil onani tp mmg tdk lgsg dipergoki. apa yg hrs dilakukan pak ustad?

    Kalau anda masih mencintai suami anda dan masih ingin tetap bersamanya, maka tidak ada jalan lain kecuali mendoakannya dan terus menasehatinya.

  120. fefe said:

    Assalamualaikum Pak Ustad,

    sya mint sran agr iman sya kuat dlam mnhan syahwat,
    alhamduliah skrng sya sring bc Al-Qur’an sholt 5 wktu dan insyaallah tpat wktu, tp jrang dimesjid..

    tp knp sya selalu sush dlm mnhan syahwat saya..

    mhon bimbngnnya..

  121. wael said:

    mau tanya, apakah boleh melihat aurat sesama jenis krn ana kost, satu kamar 2 orang….

    Tidak boleh, hukumnya haram.

  122. adin said:

    “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.” [QS. Al-Mu`minun: 5 - 6]

    yang dimaksud terhadap budak yang dimiliki itu apa ustadz? pembantu? apa bukan jadinya zina dengan pembantu ya?

    Bukan. Pembantu adalah orang merdeka dan bukan budak. Dan sepanjang pengetahuan kami, di dunia ini sekarang sudah tidak ada lagi budak.

  123. Said said:

    Pa Ustaz , afwan sebelumnya , kolom tanya jawab no. 24 saya mau kritik sedikit mengenai onani dengan tangan istrinya itu diperbolehkan , dasarnya dari mana ? , karena dari hadis bukhori yang saya baca yang inti redaksinya seperti ini ,’ada salah seorang sahabat bertanya tntang niatnya ingin menggauli tawanan karena inginnya mendapat uang dengan nantinya air maninya dikeluarkan di luar dari wanita tsb., maka jawab Rasulullah saw.:apakah kamu sudah melakukannya? JANGANLAH KAMU MELAKUKANNYA, sebab makhluk yang seharusnya terjadi musti terjadi.’ .. hal ini disebut ‘ajal’, dan saya fikir dionanikan oleh istri pun seperti itu tidak boleh .

    Yang Nabi shallallahu alaihi wasallam larang di situ adalah menumpahkan sperma di luar vagina. Karena ‘azal’ dikatakan oleh beliau sebagai ‘pembunuhan anak yang terselubung’. Lagipula dalam kisah tersebut tidak ada keterangan yang menunjukkan dia mengeluarkan sperma dengan tangan budaknya.

  124. Said said:

    Ikhwan fi ddin, ane mau share sedikit wan. Mungkin ada dua kriteria orang menurut saya, ada yang diberi nasihat langsung dengan ayat lalu kemudian dapat mengatasi dorongan2 syhwat yang tinggi , tpi ada juga yang baru bisa menerapkan p’tintahNya jika sudah ada jawaban logis di fikirannya. Mungkin dorongan biologis merupakan dorongan yang amat sulit untuk kebanyakan orang termasuk diri saya sendiri, tpi semua itu harus lekas dijawab maka saya trus menerus mencari sumber yang konkret yang real, alhamdulillah Allah swt mnunjukan saya jawabannya. Saya dip’temukan dengan teman sd saya, dengan niat curhat karena menyesal beberapa hari yang lalu gagal membendung syahwat lagi, akhirnya teman saya terkejut mendengar saya yang dikenal dia mengaku bahwa suka melakukan onani walau b’usaha juga u/ b’henti..ya , dan betapa t’kejutnya saya juga ketika mndengar bahwa t’nyata teman saya itu bisa hanya melakukannya seumur hidup hanya satu kali(subhanallah) dan saya diberi penjelasan oleh teman saya ini.
    Said, katanya. kalo b’onani itu beda dengan b’hubungan suami istri, kalau hub. suami istri itu ada suatu sistem kerja kelenjar p’hasil hormon yang lebih ceepat akibat interaksi dengan badan pasangan sehingga ketika air mani kita kluar maka akan dengan cepat digantikan, p’beda dengan kita b’onani , kelenjar penghasil hormon kita tidak akan b’kerja lebih cepat sehingga ketika air mani kita dikeluarkan tidak ada p’ganti yang sepadan u/ kantung kita yang sudah kosong ini lah alasan ilmu kesehatan melarang pula bentuk/ prilaku sex ini, dan apabila pelaku onani sudah kecanduan dan akhirnya melakukan nya secara terus menurus maka otomatis air mani cadangan yang ada seharusnya ada di kantung menjadi habis, kantung menjadi kering dan inilah yang mengakibatkan impotent .

    syukron for write page this wasslamu’alaikum ..

  125. ryan said:

    assalamualaikum wr. wb.

    sekedar sharing aja..alhamdulillah setelah sekian lama ingin bertaubat berhenti onani, Allah SWT memberi saya kekuatan untuk berhenti,dengan solusi jika dorongan kuat untuk melakukan hal itu, pertama selalu ingat bagaimana jika kita mati dalam keadaan onani, audzubillahimindzalik..kedua setelah onani akan selalu ada masalah yang tak terduga, ketiga mungkin rejeki akan terhambat karna dosa besar onani…dan perbanyak kegiatan..alhamdulillah dengan semua itu saya dapat kekuatan maksimal, semoga Allah SWT selalu memberikan kita semua perlindungan dari godaan setan…aminnn..terus terang istri saya sedang hamil, dan jika melakukan hubungan tidak tega, mungkin sampai 8 bulan sesuai yg disarankan dokter…
    yang inginn saya tanyakan ke pak ustadz adalah bagaimana dari sisi kesehatan bagi laki2 jika sperma tidak keluar selama berbulan2? terima kasih Wassalamualikum Wr. wb

    Waalaikumussalam.
    Kalau masalah kesehatan, mungkin dokter lebih tahu. Tapi yang jelas, sakitnya istri tidak menjadi penghalang keluarnya sperma.
    Adapun masalah hamil, maka saya rasa jelas bahwa hal itu bukanlah faktor yang bisa menghalangi seseorang ‘berhubungan’ dengan istrinya. Karena cara mengeluarkan sperma dengan bantuan istri itu beraneka ragam.

  126. hamba allah said:

    assalamualaikum wr.wb
    saya pemuda yang sering juga melakukan onani setelah melihat hal2 berbau porno, tetapi setelah saya onani dan mandi wajib saya melakukan sholat, apakah sholat saya itu di terima? tolong penjelasaanya ustad..
    wassalamualaikum wr.wb

    Waalaikumussalam.
    Syah tapi anda berdosa.

  127. abu usamah said:

    bismillah
    ‘afwan mau tanya
    bagaimana cara membersihkan madzi hingga suci
    apakah harus dicuci dengan sabun dan dikeringkan dulu?atau hanya dengan air saja ?
    soalnya saya sering mengeluarkan madzi karena syahwat
    dan itu memmbuat saya was was dengan pakaian yang saya kenakan
    karena pakaian yang saya kenakan saya pakai pula untuk sholat
    barokallohu fiikum

    Cukup dengan air hingga hilang zatnya.

  128. Ad Din said:

    assalamu’alaikum…
    maaf melenceng dari topik ustadz…
    di atas disebutkan “mengeluarkan mani di luar vagina” termasuk pembunuhan…
    lantas bagaimana hukum alat kontrasepsi ?
    dan bagaimana dengan pihak yang menganjurkan hal tersebut (program KB)…
    sekian terima kasih…
    wassalam…

    Waalaikumussalam.
    Silakan baca di sini: http://al-atsariyyah.com/hukum-program-keluarga-berencana.html

  129. said said:

    asalamualaikum wr.wb

    pa ustadz saya mau nanya apakah orang yang sudah terlanjur onani tapi tidak tau hukumnya, apakah dia dosa? tolong penjelasannya ustadz…

    Waalaikumussalam.
    Selama tidak tahu maka insya Allah tidak berdosa. Setelah tahu lantas melanggar baru dia berdosa.

  130. tirai hitam said:

    assalam mu’alaikum.
    Ma’af,ijinkan saya bertanya.
    Apa hukumnya jika wanita yang sudah bersuami dan pria yang sudah beristri mereka melakukan masturbasi dan onani menggunakan tangan orang lain yang bukan istri dan suaminya. Dan hukuman apa yang pantas bagi mereka menurut islam.
    Apakah itu Sudah termasuk zina dan sudah pantaskah mereka untuk dirajam

    Waalaikumussalam.
    Jelas itu adalah perbuatan yang diharamkan. Namun belum termasuk perzinahan yang dihukumi rajam, karena tidak terjadinya penetrasi.

  131. pb said:

    asalamualaikum wr.wb

    pa ustadz saya mau nanya, bagaimana hukumnya jika seseorang yang membayangkan bersetubuh dengan orang lain lalu terkena gesegkan seperti di kursi atau di temtat tidur lalu keluar sperma bagaimana hukumnya, tolong penjelasannya pa ustadz…

    Waalaikumussalam.
    Dia berdosa karena telah berzina dengan hatinya dan dia wajib mandi junub.

  132. jol said:

    asalamualaikum wr.wb

    pak ustad yg sya hormati, saya mau tanya : bila seseorang melakukan onani setelah itu dia mandi wajib , kemudian dia melaksanakan sholat wajib apakah sholatny di terima pak ustad, mohon penjelasannya terimakasih

    Waalaikumussalam.
    Ya, shalatnya tetap diterima jika semua rukun dan syarat shalat terpenuhi.

  133. farhan said:

    Assalamu alaikum,

    Bagaimana hukumnya masturbasi dengan bantuan tangan istri yang tidak bisa melayani jima’ karena alasan sedang (1)haid atau 2)capek/lelah.
    Terima kasih penjelasannya

    Waalaikumussalam.
    Hukumnya boleh.

  134. kum said:

    aslamualikum

    pa ustadz apakah yang di atas(berzina dengan hatinya) itu dosa nya sama seperti berzinah dengan manusia?, dan bagaimana hukummnya jika dia belom tau hukummnya tapi sudah melakukannya melakukannya, dan apakah dosa nya itu besar sekali…

    Waalaikumussalam.
    Tidak sama. Tidak ada dosa bagi orang yang bermaksiat tanpa dia tahu itu maksiat.

  135. abu muhammad said:

    ass wr.
    saya ingin bertanya pak ustad,,gimana hukumnya onani yang ditahan ketika mani mau keluar sehingga tidak sampai keluar mani dari kemaluan,,,apa dampaknya dan apaka wajib mandi wajib juga sebab ada kenikmatan akan tetapi tidak keluar mani di sebabkan ditahan….
    mohon di jawab

    Tidak wajib mandi karena tidak keluar dari kemaluan.

  136. abu muhammad said:

    assalamu alaikum wr..
    makasih atas jawabannya pak ustad,,,tapi masih ada yang saya mau tanyakan…saya adalah seorang hafidh alqur’an n alhamdulillah sudah hafal 20 juz dalam kurung 3tahun,saya kesulitan mengkhotamkan alqur’an n sudah hampir 2 tahun tertahan di juz 20.terus terang saya termasuk pelaku onani mulai mts atau umur 10thun sampai sekarang umurku20 tahun n sulit sekali saya meninggalkan barang sehari saja…yang ingin saya tanyakan
    1.apakah ada hubungannya onani yang saya lakukan dengan kesukaran saya menghafal alqur’an kaloiya,tolong tanyakan letak hubungannya pak ustad..
    2.do’a atau amalan apa yang perlu saya lakukan untuk menghindari onani sbagai seorang hafidh..
    makasih sebelumnya.
    wassalamu alaikum wr.

    Waalaikumussalam.
    1. Ilmu agama itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat. Itulan nasehat dari Waki’ bin Al-Jarrah kepada muridnya yaitu Imam Asy-Syafi’i.
    Jadi jelas, semua dosa -besar atau kecil- itu sangat mempengaruhi ibadah dan ilmu/hafalan yang kita miliki.
    2. Tidak ada doa khusus dalam masalah ini, kecuali mungkin doa meminta perlindungan dari godaan setan dan dari kejelekan jiwa kita sendiri.

  137. amil said:

    tad mohon penjelasan ulang mengenai kolom no.123 bole g menggunakan tangan istri atau tidak?? pada kolom prtnyaan trsbt kata a nabi melarang azal, bukan a tangan istri itu sama saja dngan azal????
    mohon penjelasan a

    Beda. Azl itu terjadi penetrasi, tapi ketika mani akan keluar, dia menumpahkannya di luar vagina.

  138. Ander said:

    Ass@lamualaikum.wr.wb
    Pa ustadz saya mau tanya apa hukum orang senghaja melakukan onani,setiap kali namun tidak keluar air mani nya,,karna di tahan..apa hukum nya orang sperti itu?
    Karna ga tahan melawas sywahwat nya..?!
    Terus ada ga doa nya supaya kita terhindar dari perbuatan sperti itu.???

    Wassalam,
    Makasih ats jwaban nya..

    Waalaikumussalam.
    Kalau dia melakukannya sambil berkhayal ke arah ‘sana’ maka dia berdoa karena khayalannya. Namun dia tidak wajib mandi karena tidak ada mani yang keluar.
    Tidak ada doa khusus dalam hal ini, tapi doa perlindungan dari godaan setan dan kejelekan jiwa sendiri sangat bagus dalam keadaan seperti ini.

  139. yoppy said:

    Asalamualaikum.. ..
    Pa Ustadz Saya mau menanyakan sesuau.
    dulu saya sempat berzina, teman berzina itu sendiri skrg jd Istri saya.
    (di saat kami sudah bertaubat) Kami menikah saat Istri Hamil. karena Perbuatan tercela kami.
    apakan syah akad nikah kami ???
    kami menikah untuk menghindari pandangan org tentang kami.
    Jika tidak syah bagaimana yg hrus kami lakukan ?
    apakah hubungan jima kami kemaren2 (saat sudah menikah) menjadi dosa ?
    mohon penceraha’y Pa Ustadz.

    Terimakasih.
    Wasalam.. ..

    Waalaikumussalam.
    Tergantung pengetahuan anda ketika menikah: Kalau anda sudah tahu kalau menikahi wanita hamil tidak syah, maka akad nikahnya batal dan ‘hubungan’ yg kemarin dianggap perzinahan. Tapi jika saat menikah anda mengira bahwa hal seperti itu tidak mengapa, maka itu terhitung nikah syubat dan akad nikahnya yang lama dianggap syah sehingga ‘hubungan’ setelahnya juga syah. Tapi setelah mengetahui hukumnya, maka keduanya harus berpisah terlebih dahulu lalu mengadakan akad nikah ulang (tanpa perlu resepsi) di hadapan wali dan dua saksi yang adil.

  140. Ismi Sarah said:

    Assalamualaikum. Ustadz. Saya mau bertanya: 1. Salah satu cara untuk menghindari onani/masturbasi adalah dgn berpuasa bg yang belum mampu. Bagaimana kalau ktk berpuasa pun dia tidak mampu menahan syahwatnya sehingga melakukan onani/masturbasi? 2. Syarat dikatakan mampu bagi pria mungkin mampu jima’, mampu menafkahi istri, dan mampu mjd imam yg baik dlm keluarga. Kalau u wanita, apa syarat d katakan mampu menikah? Karena wanita tdk wajib menafkahi keluarga, jadi kalau wanita itu blum bekerja atau masih kuliah dan sudah mandiri dalam arti mampu mengurus diri sendiri, mengetahui ilmu2 pokok agama untuk bekal mendidik anak, berarti wanita tersebut sudah bisa dikatakan mampukah? Mohon dijawab pertanyaan saya ustadz. Jazakallah khair.

    Waalaikumussalam.
    1. Sebaiknya dia berobat, karena hal itu sudah merupakan penyakit. Dan tentunya banyak2 berlindung kepada Allah dari godaan setan.
    2. Kalau begitu tidak ada syaratnya. Karena Aisyah radhiallahu anha menikah dalam keadaan belum memiliki semua itu.

  141. diana said:

    assalamualaikum. .
    ustad saya mau tanya.
    bagaimana kalau seseorang yang sudah melakukan zina 1x ,tetapi setelah itu dia bertaubat dan tidak mengulanginya lagi??
    apa setiap amal ibadahnya akan diterima lagi oleh Allah SWT????
    dan apa hukuman yang akan diterima diakhirat nanti bagi orang yang telah melakukan zina setelah itu dia bertaubat.

    Waalaikumussalam.
    Tetap diterima insya Allah. Tidak ada hubungan antara amalan salehnya dengan zina dalam hal ini.
    Orang yg telah bertaubat sama seperti tidak pernah melakukan dosa tersebut, karenanya dia tidak akan disiksa karenanya.

  142. herlan yanuardi said:

    bolehkah onani dengan menggunakan tangan istri

    Ya, boleh.

  143. Panji said:

    assalamualaikum pak ustadz,
    Apakah melakukan onani membuat tidak perjaka? Dan yang harus di lakukan ketika menyesali perbuatan tersebut ?

    Waalaikumussalam.
    Apa maksudnya perjaka di sini?
    Ya dia bertaubat kepada Allah dengan memenuhi semua syarat2 taubat.

  144. yanz said:

    saya mau nnya pa ustadz. . .
    pa ustadz bilang onani dengan tngan istri di bolehkan.
    na apa bila sang suami hanya ingin onani dengan tangan istri padahal sang istri bisa dipergauli(tdk sdang haid).
    apa hkumx.

    Boleh saja.

  145. Hamba Allah said:

    saya mau menanyakan karena saya stress memikirkannya, saya terkadang sering memikirkan wanita tanpa sadar, dan terkadang ada madzi yang keluar terkadang tidak, dan ini terjadi beberapa hari, dan pada suatu saat sebelum shalat ada bisikan kadang saya tepis, tapi pada suatu saat saya sebelum shalat Magrib ada pikiran saya tepis, namun sebelum shalat Isya ketika saya sedang cek cd ada madzi, dan saya mengulang shalat Magrib dan Isya apakah tindakan ini benar?dan saya stress memikirkan shalat2x sebelumnya jika terjadi seperti ini, dan bagaimana cara bertaubatnya stad?

    Tidak perlu diulang shalat maghribnya. Cukup bersihkan madzi itu lalu shalat isya.

  146. yanz said:

    tnya lg pa ustd. . .
    klo sblikx gmna misalx sang istri ingin masturbasi. tpi dengan menggunakan tangan suami. gmana it dan ap hkumx.

    Boleh saja insya Allah.

  147. Hamba Allah said:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu

    emm mas awak mau tanya,
    katanya kalau seseorang melakukan onani amal ibadahnya bakalan di tolak 40 tahun,

    dan bagaimana hukumnya bila sekarang awak Alhamdulillah sudah tidak pernah melakukannya lagi dan sudah shalat 5 waktu memohon ampunan Allah SWT…?

    atau kah awak perlu dirajam…? kalau perlu mungkin awak bakalan minta langsung dirajam sekarang…

    mohon dijawab ya mas,

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu

    Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh
    1. Itu tidak benar, tidak ada dalil shahih yang menyatakan hukuman seperti itu.
    2. Tidak permu dirajam, karena itu bukanlah zina.

  148. abi said:

    Bolehkan bercumbu dengan istri lewat video call, karena jarak yang jauh dan pulang dalam waktu yang lama

    Boleh saja insya Allah.

  149. hamba Allah said:

    pa ustd, saya mo nanya saya bingung apabila saya sholat misal maghrib setelah selesai saya ada selalu check celana dalam saya selalu ber bau pesing, padahal setiap kali saya k kmr kecl selalu saya siram sampai bersih,,dan selalu ganti cd ,,apakah sholat saya sah pa ustd karena mungkin najis tersebut keluar tanpa sepengetahuan saya,,,

    Shalat tetap syah insya Allah. Selama itu masih merupakan keraguan, maka jangan diperhatikan dan jangan dijadikan patokan, karena itu hanya akan mengatarkan kepada was-was yang parah.

  150. ade said:

    Assalamualaikum ustd…

    Apakah jika seorg istri melakukan, pd saat di wc ia menyemprotkan kemaluannya dgn air seprotan wc(shower wc ‘maaf’ utk cebok) krn merasa geli,jd spt melakukan onani.tp tdk dgn tangannya. Apakah itu bs disebut dgn onani?atau bukan?

    Bagaimana hukumnya jika seorang istri yang melakukan hal tsb krn jarangnya suami men jima’ istrinya itu?

    Syukron…

    Waalaikumussalam.
    Itu bukanlah onani.
    Tidak sepantasnya dia melakukan amalan seperti itu. Hendaknya dia berbicara kepada suaminya tentang hal itu.

  151. qiqi said:

    Asslamualaikum.

    Sya mau tanya ustad.
    1. apa hukumnya kalo suami menolak ajakan istrinya untuk melakukan ibadah bersama termasuk di atas ranjang, yang menyebabkan istrinya merasa kecewa sampai seringkali menangis.
    2. bagaimana sebagai istri seharusnya menanggapi hal sperti itu?
    Trima kasih. mohon jawabannya.
    Wassalamualaikum.

    Waalaikumussalam.
    Yang jelas, masalah ini harus dibicarakan baik-baik, dan harus diketahui apa alasan suami melakukannya. Baru bisa diketahui hukumnya.

  152. kiinna said:

    assalamualaikum ustad.. ana mahu tanya,, dahulunya ana pernah berteman lelaki dgn teman persekolahan.. lalu kami pernah bermesej lucah di henpon sehingga mengeluarkan cairan.. hm.. soalannya,apakah berbalas mesej lucah sedemikian rupa itu dikira zina atau onani? kini ana telah pun memutuskan hubungan dgn nya.. terima kaseh.

    Waalaikumussalam.
    Itu termasuk zina dengan lisan atau hati, bukan onani.

  153. aeny said:

    saya sering masturbasi klau ingat sesuatu yg sensitif.tp saya saya tdak lakukan hal-hal yang engAK.tp cairan tw keluar dg sendirinya.bgaman tu hukumnya

    Kalau maksudnya keluar tanpa diusahakan, keluar dengan sendirinya, maka itu tidak termasuk masturbasi. Wallahu a’lam. Tapi perbuatan dia mengingat seperti itu adalah zina dengan hati.

  154. hamba allah said:

    assalamu’alaikum.wr.wb

    ustad saya mau tanya.pertanyaannya hampir sama yg d no 152 .setiap saya smsan ama calon istri saya yg agak negatif calon saya masturbasi pada hal dia tidak lakukan apa2.tp di selalu kluarin cairan itu dosa gak ustad mohon bantuannya.

    wa’alaikumsalam.wr.wb

    Waalaikumussalam.
    Kalau maksudnya keluar tanpa diusahakan, keluar dengan sendirinya, maka itu tidak termasuk masturbasi. Wallahu a’lam. Tapi yang jelas perbuatan di atas adalah terlarang dalam agama, karena merupakan sarana menuju perzinahan.

  155. fira said:

    Ass.
    Ustad bagaimana jika seorang suami menolak ajakan istri dari awal menikah..sama seperti yg diatas, sehingga istri sakit hati dan menangis, di ajak konsultasi dan berobat selalu ada saja alasannya..lalu bagaimana bila istri tidak bisa memebendung hasrat nya sehingga melakukan masturbasi? apakah suami dosa? apakah istri dosa? mengingat istri juga punya syahwat.
    wass.

    Ya, suaminya berdosa. Kalau seperti itu keadaannya terus-menerus, mungkin dia bisa mempertimbangkan untuk berpisah dengan suaminya. Karena apa gunanya menikah jika setiap saat harus berbuat dosa dengan masturbasi.

  156. abi said:

    Maaf stadz, mau tanya..bgmn hukumnya klo istri menolak ajakan suami untuk berhubungan badan, kemudian untuk menyalurkan hasratnya suami melakukan onani krn istri selalu menolak untuk melakukan hubungan badan..

    Keduanya berdosa. suami punya hak untuk memaksa istrinya dalam masalah ini.

  157. alif said:

    Sy sdh lama melakukan onani, smnjak baligh smpe saat ini, sy sudah tahu bhwa prbuatan itu dilaknat, tapi sy selalu mengikuti hawa nafsu. apakah ada harapan bagi saya untuk diampuni?

    Silakan baca komentar2 di bawah

  158. alif said:

    Sy sdh lama melakukan onani, smnjak baligh smpe saat ini, sy sudah tahu bhwa prbuatan itu dilaknat. apakah ada harapan bagi saya untuk diampuni?

    Tentu saja. Kalau orang kafir saja masuk Islam Allah akan terima taubatnya, apalagi sekedar dosa besar.

  159. fikri said:

    Asalamualaikum uztad boleh tanya tentang firman Allah Subhanahu wa
    Ta’ala , “Dan orang-
    orang yang menjaga
    kemaluannya, kecuali terhadap
    isteri-isteri mereka atau budak
    yang mereka miliki; maka
    sesungguhnya mereka dalam
    hal ini tiada tercela.” [QS. Al-
    Mu`minun: 5 -6]
    maksud dari “budak
    yang mereka miliki” berarti kita Dboleh behubungan dg budak kita tanpa menikahinya? mohon penjelasan terimakash wasalamualaikum

    Waalaikumussalam.
    Ya, boleh.

  160. arqo said:

    pa ustad saya mau nanya, bagimana cara menghindari dari perbuatan onani?, dan bagai mana jika orang itu suka berbuat onani tetapi saat dia mau menghilangkan perbuatan itu selalu saja ada halangannya?, bagaimana hukummnya pa ustadz

    Silakan baca komentar2 yang ada di bawah.

  161. indri setiani said:

    assalamualaikum ustdz bgaimana kan seorang teman bertanya katax dia sering tdk puas dgn suamix makax untuk memenuhi kepuasanx si istrix suka menggunakan alat yg bnyk beredar skrng untuk memenuhi kepuasanx itu apakah itu berdosa?

    Waalaikumussalam.
    Ya, itu perbuatan yang terlarang. Dia tidak ada alasan melakukan amalan seperti itu. Kalau pernikahan tidak bisa menjaga kehormatan, maka apa gunanya pernikahan tersebut?! Ada baiknya dia berbicara baik-baik dengan suaminya, mungkin ada masalah yang membuatnya berbuat seperti itu. Yassarallahu umurana.

  162. dyandra said:

    ustad saya sedih mau curhat kemana lagi,, saya seorang istri yang sudah 9 tahun menikah dan mempunyai 2 anak laki2…suami saya dari pertama nikah hampir ga pernah minta duluan ke saya, bahkan sampai berbulan bulan.saya heran, ternyata suami saya pecandu onani dengan menonton film2 barat. Saya ga sengaja pernah membuka laptopnya dan ternyata isinya film2 seperti itu. Dan sejak saat itu suami saya tidak mengijinkan saya membuka laptopnya, bahkan paswordnya saya tidak tahu. Akhirnya saya tegur dan nasehati suami agar tidak onani. Tapi dia selalu menghindar dari topik masalah. Sudah berkali kali saya menasehati sampai kadang saya capek. Saya introspeksi diri dan akhirnya saya buang rasa malu saya sbg wanita,saya selalu yang minta duluan, saya rutinkan seminggu 2 kali, dengan harapan suami tidak onani lagi. Tapi ternyata suami masih saja mencuri waktu untuk onani. Saya sudah bersabar dan ikhlas,tapi sebagai wanita saya merasatidak bernilai. Suami saya orangnya pendiam, introvert, soleh, sholatnya 5 waktu selalu di masjid,….. saya bingung ustad apa yang harus saya lakukan….

    Apa yang anda lakukan adalah perbuatan yang terpuji dan sudah benar insya Allah. Tetap lanjutkan nasehat2 dan peringatannya kepada suami dan jangan putus asa. Namun jika suami tidak berhenti melakukannya, dan anda merasa ‘terganggu’ dengannya, lalu ada niat -maaf- minta cerai, maka itu pun tidak mengapa, karena dia adalah orang yang fasik.

  163. Deka said:

    assalamualaikum…
    mau tanya pak ustadz…
    ada yang bilang kalo setelah berhubungan intim suami istri harus segera mungkin mandi wajib…
    dan tisak boleh melakukan kegiatan apapun seperti: memasak, mencuci, makan dll (selain ibadah) sebelum mandi wajib…
    apakah benar itu…??? mohon penjelasannya…
    terimakasih…
    wassalamu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    Itu tidak benar. Abu Hurairah pernah berjalan di pasar dalam keadaan junub dan Nabi shallallahu alaihi wasallam menyetujui tindakannya.

  164. achmad said:

    assalamualaikum wr.wb..maaf ustadz pertanyaan saya sama dengan no.159.bisa lebih jelas lagi dengan “budak” yang dimaksud? apa seperti pembantu gitu ? dan apa halal tidak melalui pernikahan?…wassalamualaikum

    Waalaikumussalam.
    Bukanlah, bagaimana bisa ada orang yang berpikiran pembantu itu budak?!

  165. Gita said:

    Menanggapi pertanyaan no. 148 “Bolehkan bercumbu dengan istri lewat video call, karena jarak yang jauh dan pulang dalam waktu yang lama”

    Jawaban Pa ustadz”Boleh saja insya Allah.

    Pertanyaan ana,bagaimana jika pasangan tersebut pada saat bercumbu, sampai akhirnya melakukan masturbasi masing2.. hingga mengeluarkan cairan, Apakah hukumnya masih di perbolehkan?
    Jazakumullah khoir..

    Tidak boleh kalau sampai seperti itu, wallahu a’lam.

  166. Suami said:

    Maaf ustad mau tanya, saya berhubungan dengan istri melalui penetrasi, tapi untuk menghindari kehamilan pas mau keluar saya cabut penis saya dan saya kocok dengan tangan saya sendiri agar cepat ejakulasi,apakah ini diharamkan ato termasuk merangsang diri sendiri (onani)?

    Seharusnya dia menggunakan tangan istriya atau bagian tubuh istrinya yang lain.

  167. eget said:

    mau tanya pak ustad…
    assalamualaikum wr wb…
    apakah ada larangan dari al-quran dan hadits yg sahih bahwa onani itu dilarang, bukankah pada dasar y kita tidak boleh melakukan sesuatu apabila itu ada larangannya.

    Waalaikumussalam.
    Bukankah dalam fatwa-fatwa di atas sudah disebutkan dalil ayat dan haditsnya?

  168. Dian said:

    Ass, maf pa Ustad, kalo misalnya niat mandi wajib setelah melakukan masturbasi adlah “sengaja aku mandi wajib utk membuang hadas besar karena Allah Ta’ala”.. Apakah niatnya benar ? Mhon jwbnnya

    Sudah benar, tapi tidak perlu diucapkan, cukup di dalam hati saja.

  169. Andre said:

    Pak ustadz saya mau tanya:saya sering melakukan onani tetapi saya sudah bertobat kpd allah, saya sdh banyak beramal dgn iklas tetapi sekarang dgn sengaja saya melakukan onani lagi

    yang saya tanya:
    1 apa saya berdosa
    2.apa saya bisa bertobat lagi
    3.apa amalan saya selama ini diterima,
    mohon jawaban pak ustadz

    1. Jelas berdosa.
    2. Bertaubat itu adalah kewajiban yang terus diwajibkan sampai matahari terbit dari sebelah barat.
    3. Tidak ada seorang pun yang tahu apakah amalannya diterima oleh Allah atau tidak. Namun kita semua berharap bahwa Allah berkenan menerima semua amal ibadah kita, amin.

  170. amil said:

    tad ana mau tanya ne, pa hukum memakai gelang bagi laki2 al a ana pernah liat kalau orang yg baru pulang dari menunaikan ibadah haji memakai gelang, mohon penjelasan a

    Boleh saja, asalkan bukan terbuat dari emas. Karena laki-laki dilarang memakai emas.