Hukum obat dan parfum beralkohol

October 26th 2008 by Abu Muawiah |

Hukum Obat dan Parfum Beralkohol

Pertanyaan:
Apa hukum menggunakan obat-obatan dan wangi-wangian yang mengandung alkohol?

Abu Abdil Aziz (0815209????)

Jawab:
Adapun hukum alkoholal dijadikan campuran obat atau wangi-wangian, maka berikut jawaban dari Syaikh Yahya Al-Hajuri dan Syaikh Abdurrahman Al-Mar’i:
Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajury -hafizhohullah- menjawab dengan nash sebagai berikut:
“Apabila alkohol tersebut sedikit dan larut di dalamnya sehingga tidak meninggalkan bekas sama sekali apalagi memberikan efek atau pengaruh maka itu tidaklah mengapa. Adapun apabila alcohol tersebut terdapat di dalam obat sehingga memberikan pengaruh terhadap pemakai apakah karena dosisnya di dalam obat tersebut 50% atau kurang maka hukumnya tidak boleh”.

Permasalahan ini juga telah ditanyakan kepada Syaikh ‘Abdurrahman bin ‘Umar bin Mar’iy Al-’Adany yang diberi gelar oleh Syaikh Yahya sebagai Faqihud Dar .
Beliau menjawab semakna dengan jawaban Syaikh Yahya di atas dan beliau menambahkan, “Dan itu sama seperti air yang masuk ke dalamnya beberapa tetes urine (air seni). Apabila air tersebut berubah dari asalnya maka air tersebut menjadi najis dan apabila air seni tersebut tidak mengubah dan tidak memberikan pengaruh terhadapnya maka air tersebut tetap pada hukum asalnya”.

Dan beliau (Syaikh ‘Abdurrahman) juga pernah ditanya dengan nash pertanyaan berikut:
“Darimana kita bisa mengetahui bahwa alkohol tersebut sudah terurai dengan zat yang lain ?”
Beliau menjawab:
“(Diketahui) dengan salah satu dari dua perkara (berikut) :
1. Kita menerapkan kaidah yang berbunyi “Apa-apa yang dalam jumlah banyak memabukkan maka dalam jumlah sedikit juga haram”. Maka minyak wangi ini (yang bercampur dengan alkohol-pent.) jika dalam jumlah banyak bisa memabukkan maka dalam jumlah kecil juga tidak boleh menjualnya, tidak boleh membelinya, dan tidak boleh menggunakannya. Dan yang nampak bahwa hal tersebut berjenjang, karena di antara minyak wangi ini ada yang terdapat alkohol di dalamnya dengan kadar 15 %, di antaranya ada yang 2 % dan di antaranya ada yang 6 %, yang jelas inilah kaidah yang difatwakan oleh para ulama.
2. Dengan meneliti minyak wangi ini melalui cara-cara penelitian modern. Jika diketahui dengannya bahwa alkohol ini tidak menyatu dengan zat minyak wangi maka boleh menggunakannya, jika tidak diketahui maka tidak (boleh).
(Adapun) Obat-obatan yang mengandung alkohol, maka rinciannya seperti rincian pada minyak wangi (di atas).
Dan yang nasihatkan adalah meninggalkan penggunaan minyak wangi dan obat-obatan yang terdapat alkohol di dalamnya”.

Incoming search terms:

  • hukum parfum beralkohol
  • parfum beralkohol
  • hukum parfum alkohol
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Sunday, October 26th, 2008 at 5:43 pm and is filed under Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

6 responses about “Hukum obat dan parfum beralkohol”

  1. arif said:

    Assalamu’alaikum.
    Ustadz afwan mau tanya, saya pernah dengar berita bahwa tape singkong mengandung alkohol 2% dan tape ketan mengandung alkohol 3 %, bagaimanakah hukum mengkonsumsinya?? Jazakumullahu khoiron.

    Waalaikumussalam.
    Silakan baca keterangan tentang itu di sini: http://konsultasisyariah.com/apa-benar-tape-itu-termasuk-alkohol

  2. ramadhan said:

    saya lebih memilih pendapat para ulama yang melarang penggunaan alcohol baik satu persen atau secuil sekalipun, karena itu jauh lebih selamat dan sifat wara’ lebih terjaga.

    Silakan berpendapat sesuai dengan apa yang menenangkan hati anda, kami sangat menghargainya.

  3. amil said:

    jadi g boleh y tad pake wangi2an yg mengandng alkohol????
    tapi kok tape yg ada alkohol a bisa dmakan y????
    mohon penjelasan a y tad
    wassalam…

    Boleh saja memakai parfum beralkohol dengan aturan sebagaimana di atas. Silakan dibaca kembali.

  4. raden gito said:

    apakah jika meminum alkhohol dalam jumlah yang tidak memabukan apakah tetap haram?

    Alkohol itu memabukkan, karenanya, banyak atau sedikit tetap haram.

  5. Muhamad Abduh said:

    Assalamualaikum.
    Ustad,
    1. Dalam beberapa obat tertentu ada yang mengandung alkohol dengan kadar yang sedikit. Tetapi biasanya obat dengan kandungan ini memliki efek bagi yang mengkonsumsinya, biasanya ia tertidur (orang tertidur biasanya tidak sadar). Biasanya di bawah obat tersebut ada penjelasan “selama meminum obat ini dilarang untuk mengendarai kendaraan” (karena menurunnya tingkat konsentrasi dalam berkendara. Apakah Efek samping “tertidur” dan berkurangnya konsentrasi tersebut dapat dikategorikan sebagai “mabuk”. Bila demikian apakah obat tersebut haram ?
    2. Ada obat – obatan lain selain Alkohol yang juga dapat memberikan efek tidur (tidak sadar, berkurangnya konsentrasi), seperti Cholmetilyaminmaleat (CTM) Apakah obat – bat tersebut Juga termasuk diharamkan ?
    Jazakalah khair sebelum dan sesudahnya.

    Waalaikumussalam.
    Tidur/ngantuk berbeda dengan mabuk, karenanya hukum keduanya tidak bisa disamakan.

  6. Ubay insyaf said:

    Toyyib…