Hukum nyontek & bersumpah dengan Al-Qur`an

November 15th 2008 by Abu Muawiah |

Hukum Nyontek & Bersumpah Dengan Al-Qur`an

Tanya: Apa hukum curang dalam ujian pendidikan ?

Jawab : “Kecurangan adalah perkara yang diharamkan, karena Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam bersada :
مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا
“Barangsiapa yang mencurangi kami maka bukan termasuk golongan dari kami”.
Dan ini umum, mencakup ujian dan selainnya”.
(Kumpulan Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah Alu Asy-Syaikh rahimahullah dari majalah Ad-Da’wah no. 1)

Tanya: Apakah boleh bersumpah dengan Al-Qur`anul Karim ?. Saya telah bersumpah dengan Al-Qur`an tentang tidak akan terjadinya suatu perkara, akan tetapi perkara tersebut ternyata terjadi. Apakah wajib atas saya untuk membayar kaffarah (penebus) atas sumpah ini ?

Jawab: Boleh bersumpah dengan Al-Qur`anul Karim karena dia adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan firmanNya adalah salah satu sifat dari sifat-sifatNya sedangkan sumpah yang disyari’atkan adalah bersumpah dengan Allah atau dengan salah satu sifat dari sifat-sifatNya.
Jika engkau bersumpah dengan Al-Qur`anul Karim atas perkara yang akan datang, maka sumpahmu syah dan benar, maka jika engkau menyelisihi sumpah tersebut dengan sengaja dan dalam keadaan ingat maka wajib atasmu kaffarah, yaitu : membebaskan satu budak jika kamu mampu atau memberi makan 10 orang miskin yang setiap miskinnya (mendapat) setengah sho’  makanan dan lauk di negeri itu atau memberikan pakaian kepada 10 orang miskin, engkau boleh memilih di antara ketiga perkara ini : membebaskan budak atau memberi makan atau memberi pakaian. Jika engkau tidak menemukan atau tidak mampu (melaksanakan) salah satu dari tiga perkara ini maka (wajib) bagi kamu untuk berpuasa 3  hari, berdasarkan firmanNya Ta’ala :
فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ
“Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari”. (QS. Al-Ma`idah : 89)
(Al-Muntaqo min Fatawa Asy-Syaikh Al-Fauzan hafizhohullah jilid 1 soal no. 10)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Saturday, November 15th, 2008 at 7:48 pm and is filed under Fatawa. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

4 responses about “Hukum nyontek & bersumpah dengan Al-Qur`an”

  1. abu ramiza said:

    Bismillaah,

    Ustadz Abu Muawiyah hafizhohullah, ana mau bertanya,” Apakah diperbolehkan oleh syariat bila seorang muslim bersumpah dengan Al Qur’an yang diletakkan di atas kepala orang tersebut?”

    Atas perhatian dan jawabannya ana ucapkan jazakalloohu khoir wa baarokallohufiik

    Bersumpah dengan menggunakan nama Al-Qur`an dibolehkan, hanya saja dengan meletakkan Al-Qur`an di atas kepala ini tidak diperbolehkan karena tidak ada tuntunannya dalam sumpah harus seperti itu.

  2. Nur said:

    Bismillah.
    Ustadz, bagaimana hukum mencontek yang disuruh guru? apakah guru dan muridnya berdosa?

    Ya, keduanya berdosa.

  3. Athia said:

    Ustadz,apakah bekerja sama dalam ulangan termasuk mencontek? Bagaimana hukumnya?

    Itu namanya bikin dosa ramai-ramai.

  4. abdul azis said:

    Assalamu alaikuum,
    Ustadz Abu Muawiyah hafizhohullah, ana mau bertanya,

    Orang yang memakai/memberikan uang saya ‘membantu dlm usaha’, dan karena saya susah menagihnya(bertahun-tahun.saya mw org itu bersumpah “atas nama Allah/Alquran “apakah hukumnya diperbolehkan.
    dan bagaimana pelaksanaannya..
    terima kasih.

    Waalaikumussalam.
    Apa isi sumpahnya?