Hukum Muslim Memasuki Gereja

May 15th 2014 by Abu Muawiah |

Tanya:
Bismillah, mau tanya, apakah seorang muslim boleh memasuki gereja?

Jawab:
Di antara konsekuensi dari penafian sembahan selain Allah pd kalimat tauhid ‘là ilàha illallàh’, adalah setiap muslim wajib berlepas diri, mengingkari, dan tidak punya hubungan dengan apa saja yang berbau kesyirikan dan kekafiran.
Karena itu, pada dasarnya seorang muslim tidak boleh memasuki gereja atau tempat ibadah non muslim lainnya, karena secara tidak langsung itu bertentangan dengan prinsip tauhid di atas.

Kalau masjid dhiràr saja, Nabi shallallahu alaihi wasallam dilarang masuk dan mengerjakan shalat di dalamnya, karena itu adalah masjid yang dibangun oleh orang-orang munafik sebagai tempat berkumpul mereka guna merencanakan makar terhadap kaum muslimin, maka tentunya memasuki gereja jauh lebih terlarang karena ada penyembahan kepada selain Allah di dalamnya.

Kemudian, memasuki gereja juga bertentangan dengan kewajiban nahi mungkar bagi setiap muslim muslim terhadap kekafiran. Belum lagi jika masuknya seorang muslim ke dalam gereja bertujuan untuk merayakan hari raya mereka, maka ini jauh lebih diharamkan lagi, bahkan bisa menjurus kepada kekafiran.

Adapun memasuki gereja untuk tujuan yg dibenarkan syariat, maka hal itu tidak mengapa. Seperti ketika para sahabat merubah gereja -di daerah-daerah ahli kitab yg sudah berhasil dikuasai- menjadi tempat shalat. Itu pun setelah mereka menghancurkan gambar-gambar, patung-patung, salib-salib, dan semua syiar kekafiran yang terdapat di dalamnya. Wallahu a’lam

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Thursday, May 15th, 2014 at 9:06 pm and is filed under Aqidah, Dari Grup WA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.