Hukum Minyak, Salep, Balsem, dan Patch Terapeutik

July 15th 2013 by Abu Muawiah |

Hukum Minyak, Salep, Balsem, dan Patch Terapeutik

Apa hukum mengoleskan minyak atau salep atau balsem untuk terapi atau tujuan lainnya? Dan apa juga hukum memakai patch untuk terapi?
Permasalahan ini dibahas, karena sebagaimana yang diketahui bersama, kulit akan menyerap bahan-bahan di atas ketika dia dioleskan atau direkatkan ke tubuh. Nah, apakah masuknya bahan-bahan ini ke dalam tubuh melalui kulit, bisa membatalkan puasa?
Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiah rahimahullah pernah menyebutkan permasalahan ini, dan beliau menyatakan bahwa semua itu tidak membatalkan puasa. Hal itu karena tidak ada satu pun dari bahan-bahan itu yang berfungsi layaknya makanan dan tidak ada satu pun di antaranya yang sampai ke dalam perut.
Inilah hukum yang difatwakan oleh Majma’ Al-Fiqhi Al-Islami, bahkan sebagian di antara mereka ada mengutip adanya konsensus ulama kontemporer terhadap hukum ini.

[Diringkas dari Al-Mufthiraat Al-Mu’asharah, karya Dr. Khalid bin Ali Al-Musyaiqih]

Incoming search terms:

  • Pakai koyok apakah membatalkan sholat?
  • salep balsemet
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Monday, July 15th, 2013 at 4:28 pm and is filed under Fiqh. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.