Hukum Mewarnai Rambut

April 22nd 2011 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Hukum Mewarnai Rambut

Tanya:
asm wr wb.
mau tanya hukum mewarnai rambut apa ya? warna hitam boleh ngga? trus gman warna yg laen? brown dll?
trimkasih jawabnnya ya
wassalam.
indah [indah_meity@yahoo.com]

Jawab:
Jika rambutnya beruban maka disyariatkan untuk mewarnainya guna menyelisihi ahli kitab. Dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda:
إِنَّ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى لاَ يَصْبِغُوْنَ, فَخَالِفُوْهُمْ
“Sesungguhnya Yahudi dan Nashara tidak mewarnai (uban-uban mereka), maka selisihilah mereka”. (HR. Al-Bukhari no. 3275, 5559 dan Muslim no. 2103)

Hanya saja Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang menggunakan pewarna rambut yang berwarna hitam, sebagaimana yang tersebut dalam hadits Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma riwayat An-Nasai no. 5075. Juga berdasarkan hadits Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu dia berkata:
أُتِيَ بِأَبِي قُحَافَةَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ وَرَأْسُهُ وَلِحْيَتُهُ كَالثَّغَامَةِ بَيَاضًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ
“Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah dibawa ke hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dengan rambut dan jenggotnya yang memutih seperti pohon tsaghamah (pohon yang daun dan buahnya putih). Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Rubahlah warna (uban) ini dengan sesuatu, tapi jauhilah yang berwarna hitam.” (HR. Muslim no. 3925)
Imam An-Nawawi rahimahullah memberikan judul bab terhadap hadits di atas, “Bab: Disunnahkannya mewarnai uban dengan warna kuning atau warna merah, dan haramnya mewarnai dengan warna hitam.”
Apa yang dikatakan oleh Imam An-Nawawi rahimahullah mengenai warna yang diperbolehkan (kuning dan merah) sangatlah jelas. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam hanya melarang 1 warna yaitu hitam. Sehingga ini menunjukkan semua warna lainnya diperbolehkan, wallahu a’lam.

ِِAdapun bahannya, maka tersebut dalam hadits Anas bin Malik radhiallahu anhu dimana dia berkata:
قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَيْسَ فِي أَصْحَابِهِ أَشْمَطُ غَيْرَ أَبِي بَكْرٍ فَغَلَفَهَا بِالْحِنَّاءِ وَالْكَتَمِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tiba (di Madinah) dan tidak ada satupun dari shahabat beliau yang paling banyak ubanya selain Abu Bakar. Maka kemudian dia mengecatnya dengan daun inai dan katam (daun pewarna lainnya)”. (HR. Al-Bukhari no. 3627)

Adapun jika rambut tidak beruban lalu diwarnai, maka wallahu a’lam hal itu tidak disyariatkan. Karena hadits-hadits yang menerangkan pewarnaan rambut, semuanya mengkhususkannya pada rambut yang telah beruban. Ini diisyaratkan dalam hadits Anas bin Malik radhiallahu anhu ketika dia ditanya mengenai apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam rambutnya dicelup? Dia menjawab:
لَوْ شِئْتُ أَنْ أَعُدَّ شَمَطَاتٍ كُنَّ فِي رَأْسِهِ فَعَلْتُ وَقَالَ: لَمْ يَخْتَضِبْ. وَقَدْ اخْتَضَبَ أَبُو بَكْرٍ بِالْحِنَّاءِ وَالْكَتَمِ وَاخْتَضَبَ عُمَرُ بِالْحِنَّاءِ بَحْتًا
“Seandainya saya mau menghitung jumlah rambut putih yang berada di antara jumlah rambut hitam beliau, tentu saya bisa menghitungnya. Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mencelupnya. Adapun Abu Bakr dan Umar, maka sungguh keduanya mencelup rambut mereka dengan Inai dan sejenisnya.” (HR. Muslim no. 4320)

Bahkan jika mewarnai rambut yang tidak beruban merupakan kebiasaan atau model rambut orang kafir, maka perbuatan itu bisa dikategorikan ke dalam bentuk tasyabbuh(penyerupaan) kepada orang-orang kafir yang diharamkan.
Wallahu a’lam bishshawab.

Incoming search terms:

  • perbedaan toning dan semir rambut
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, April 22nd, 2011 at 2:46 pm and is filed under Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

21 responses about “Hukum Mewarnai Rambut”

  1. Ummu Firdaus said:

    Afwn Ust,,bgaimana tentang hkum merebonding rambut dg niat berhias utk suami?jazakallohkhoiir.

    Wallahu a’lam, sebaiknya amalan itu dihindari. Masih banyak cara berhias lain yang lebih baik.

  2. hindun said:

    misalkan jika beruban tapi bukan karena tua, karena ada sesuatu sebab. pakah juga disyariatkan disemir dg warna selain hitam? jazakumullohu khoir

    Ya, tetap disyariatkan.

  3. abdurachman said:

    ust. jika kita mnggunakan pewarna kimia (yg ada di pasaran) apakah tidak menjadi sah tidaknya wudhu atau mandi junub? syukron

    Maksudnya?

  4. shiti said:

    Assalamu’alaikum wr wb…
    Saya mau tanya, jika memakai cat rambut hitam untuk rambut hitam juga bagaimana…???
    karena ingin menutupi rambut dari bercabang ataupun karena obat-obat kimia
    hukumnya bagaimana haraam ataukah bagaimana…??

    ….terima kasih atas jawaban yang diberikan,,

    wassalamu’alaikum. . .

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam sebaiknya hal itu ditinggalkan.

  5. zainury said:

    rambut seseorang sudah berwarna hitam tpi dia ingin menghitamkan lagi rambutmya dg menggunakan semir hitam; bgaimana hukumnya
    terima kasih. wassalamu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh karena tidak ada manfaatnya. Dan juga berdasarkan keumuman sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam yang memerintahkan menjauhi cat rambut warna hitam. Wallahu a’lam

  6. chintia said:

    Asslamualaikum,
    Ustadz, apakah cat pewarna rambut yang ingin digunakan harus memiliki label halal pada produknya ?

    Waalaikumussalam.
    Kalau komposisi bahannya sudah ketahuan halal, maka walaupun tanpa label halalpun insya Allah tidak mengapa.

  7. adam al qodar said:

    Assalamu,alaikum …bagaimana sejarah munculnya hukum bahwa semir warna hitam haram sedangkan warna lain diperbolehkan..?
    bagaimana kaitannya dengan berwudhlu? bukankah hitam ataupun warna lain sama sama menyelubungi rambut sehingga wudlu tidak sempurna..?

    Waalaikumussalam.
    Dalam wudhu tidak wajib mengenakan semua helai rambut. Kapan sudah ada bagian rambut yang sudah terkena air maka itu sudah syah.

  8. chandra said:

    ust jadi orang yang beruban kalo tidak diwarnai berdosa ya karena dia tidak menyelisihi ahlul kitab.syukron

    Tidak berdosa, karena hukum mewarnai uban bukanlah wajib tapi sunnah.

  9. Anisa said:

    assalamualaikum ustd.
    apabila rambut seseorang itu hitam, lalu diberi warna hitam kemerah-merahan dan kemudian dihitamkan lagi, hukumnya bagaimana ustd??
    thank’s
    waalaikumsalam…

    Waalaikumussalam.
    Yang jelas, tidak boleh mewarnai rambut dengan warna hitam.

  10. ikhwan said:

    Assalamu’alaikum.. kalo kasusnya gini gmn ustadz?
    sy 30th, udah nikah dg 2 anak. uban sy udah byk, & sy ingin mewarnai 70%nya dg hitam & membiarkan sisanya tetap putih & terlihat. sy hanya ingin uban di kepala sy terlihat agak normal u/ org seusia sy. tdk ada niatan menutupinya 100%.
    tidak ada niatan menipu / apapun kepada siapapun, murni biar lebih pede di lingkungan kerja & pergaulan sehari2, mengingat pekerjaan sy berpindah2 (sering mutasi) & sering bertemu org2 baru. cape juga tiap ngobrol dg org baru ujung2nya membahas uban di kepala sy yg tampak tlalu byk u/ org seusia sy.
    terima kasih, salam..

    Waalaikumussalam.
    Tetap tidak diperbolehkan. Uban itu adalah keutamaan dan merupakan cahaya pada hari kiamat. Kalau mau diwarnai, bisa diwarnai dengan warna selain hitam.

  11. ryan said:

    assalamualaikum ustad,,diperusahaan tempat saya bekerja semua SPG Hair di haruskan Toning dengan menggunakan Warna Hitam..ini agar rambut lebih terlihat lebih kemilau..menurut hukum islam haramkah ini ya…mohon penjelasannya.

    wassalam

    Waalaikumussalam.
    Yang jelas, haditsnya tegas melarang mewarnai rambut dengan warna hitam.

  12. hadi said:

    Bismillah, bagaimana dgn istri yg mewarnai rambutnya padahal belum beruban untuk menyenangkan hati sang suami? Jazakallohu khoir.

    Wallahu a’lam. Insya Allah tidak mengapa jika sifatnya tidak permanen.

  13. Salamah said:

    Bismillahirrahmaanirrahiim. Ustadz, ibu sy mncmpur semir coklat&hitam, jadi katanya semirnya bukan hitam lg. Apakah bleh sprti it?

    Kalau warna hitamnya betul-betul sudah tidak terlihat, maka insya Allah tidak mengapa.

  14. Sandy prasetiyan said:

    Assalamuallaikum ustd..
    Saya mau tanya nih. Bila saya menge cat rambut selain hitam hanya bergaya bagaimana ustad apakah itu juga termasuk dosa??
    Trima kasih.

    Waalaikumussalam.
    Dikhawatirkan itu masuk dalam kategori menyerupai kebiasaan dan model rambut non muslim. Jadi hendaknya dijauhi.

  15. Lita Karima said:

    Assalamualaikum Ustad,
    Jika sebelumnya belum tau/lupa mengenai larangan semir hitam ini, lalu melakukan toning hitam .Dan baru ingat/mengerti bahwa tidak boleh semir hitam karena diingatkan teman. Apakah berdosa Pak?Mengingat jika saya ingat hal ini Insya Allah tidak ingin mengulanginya lagi.
    Wassalamu ‘alaikum

    Waalaikumussalam.
    Insya Allah tidak berdosa jika memang demikian keadaannya.

  16. bones tgorti said:

    assalamualaikum,sy mau nany kan sya msh mudah,tp udah banyk uban ,apa bleh d wrnai dgn wrna htam . trmaksh

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh. Jika dia ingin mewarnainya, maka dengan menggunakan warna selain hitam.

  17. lisa said:

    kalau uban di beri obat yang alami gimana ustat boleh gk?

    Tujuannya apa?

  18. bella aulia said:

    asslamualaikum tad, saya mau bertanya, apa hukumnya mewarnai rambut selain warna hitam dengan cat cat rambut yang ada dipasaran? apakah nanti wudhu dan mandi besarnya akan sah? terimakasih

    Waalaikumussalam.
    Sebaiknya itu dihindari, karena merupakan kebiasaan yang berasal dari wanita-wanita non muslim.

  19. lewi dari Aceh said:

    assl usd,
    mau tanyak, kenapa mewarnai rambut yg beruban dengan warna hitam itu dilarang,bukankah sama saja dengan warna kuning dan merah yg di sunnahkan,trmksh

    wssl,
    lewi dr Aceh

    Tidak sama. Karena hitam mengesankan rambut dia masih asli dan dengannya dia berusaha menutupi kekurangan yang Allah takdirkan kepadanya dengan cara merubah ciptaan Allah. Berbeda halnya dengan warna-warna lainnya.

  20. IMN said:

    bagaimana kalau saya ingin mwarnai rmbut selain hitam dgn niat hnya u/ mnyenangi diri sendiri dan krn ingin mncoba hal”baru, karena saya keluar pasti berjilbab, jadi tdk ada niatan mmpercantik diri u/ pamer kpd orang lain.. apakah boleh?

    Kebiasaan mewarnai rambut yg msh hitam, bukan dari adat Islam namun berasal dr kebiasaan non muslim. Jd sdh sepatutnya jika kita tidak meniru-niru mereka.

  21. amil ridha said:

    assalamu’alaikum
    tad ana mau tanya sebenarnya hukum memelihara jengot itu wajib apa sunnah sich…
    mohon penjelasannnya tad
    wassalam

    Waalaikumussalam.
    Yang jelas, dilarang memotong janggut, wajib untuk tidak memotongnya.