Hukum Mendengar Khutbah Id

November 26th 2009 by Abu Muawiah |

Hukum Mendengar Khutbah Id

أَنَّ النبيَّ  صلى الله عليه وسلم  صَلَّى الْعِيْدَ قَالَ : مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْصَرِفَ فَلْيَنْصَرِفْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُقِيْمَ لِلْخُطْبَةِ فَلَيُقِمْ

“Sesungguhnya Nabi -shallallahu alaihi wasallam- shalat id lalu bersabda, “Siapa yang mau pulang maka silakan dia pulang, dan siapa yang mau tinggal untuk mendengar khutbah maka silakan dia tinggal.”

Ini termasuk dalil mayoritas ulama yang menyatakan disunnahkannya mendengar khutbah id. Akan tetapi berikut kedudukan haditsnya.
Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasai no. 1571, Abu Daud no. 1155, Ibnu Majah no. 1290, dan selainnya dari jalan: Al-Fadhl bin Musa (dia berkata): Ibnu Jurair menceritakan kepada kami dari Atha` dari Abdullah bin As-Saib bahwa Nabi -shallallahu alaihi wasallam- shalat id … .
Al-Fadhl bin Musa di sini adalah As-Sinan, rawi yang tsiqah hanya saja terkadang meriwayatkan hadits-hadits mungkar, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ahmad. Lihat At-Tahdzib (8/287). Artinya haditsnya bisa dishahihkan selama dia tidak menyelisihi rawi yang lebih kuat daripada dirinya.
Sementara di sini Al-Fadhl telah menyelisihi dua imam besar dalam periwayatannya dari Ibnu Juraij. Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf no. 5670 dan Sufyan Ats-Tsauri -dalam riwayat Al-Baihaqi (3/301)-, keduanya meriwayatkan hadits ini dari Ibnu Juraij (dia berkata): Atha’ mengabarkan kepadaku: Bahwa Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- … , secara mursal.
Jadi Al-Fadhl meriwayatkannya secara maushul (bersambung sanadnya) sementara Abdurrazzaq dan Sufyan Ats-Tsauri meriwayatkannya secara mursal (sanadnya terputus). Dan barangsiapa yang membaca biografi ketiga ulama ini, niscaya dia akan lebih menguatkan riwayat Abdurrazzaq dan Ats-Tsauri.
Di antara ulama yang lebih menguatkan riwayat yang mursal adalah: Ibnu Main, An-Nasai, Abu Daud, Ad-Daraquthni, Ibnu Khuzaimah, dan Abu Zur’ah.
Karenanya sebagai kesimpulan: Ini adalah hadits yang lemah karena sanad antara Atha` (tabi’in) dengan Nabi terputus atau mursal.

Incoming search terms:

  • hukum mendengarkan khutbah jumat
  • hukum mendengarkan khutbah
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Thursday, November 26th, 2009 at 5:33 pm and is filed under Ensiklopedia Hadits Lemah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

2 responses about “Hukum Mendengar Khutbah Id”

  1. nandikram said:

    bismillah,
    ustadz, ana izin untuk mengcopy beberapa artikel yang ada di website ini.

    jazakallahu khoir

    Tafadhdhal, waiyyakum

  2. ikhwan said:

    Bismillah,
    Afwan, jadi bagai mana Hukum Mendengar Khutbah Id ?

    Antum bisa baca selengkapnya di: http://al-atsariyyah.com/?p=1378