Hukum Membeli Emas Secara Kredit

May 6th 2011 by Abu Muawiah |

Hukum Membeli Emas Secara Kredit

Tanya:
Bagaimana hukum membeli emas secara diangsur?
titi [titi.podbyline@gmail.com]

Jawab:
Tidak boleh karena ini termasuk dalam transaksi riba nasi`ah. Riba nasi`ah adalah jual beli dua jenis barang ribawiah yang sama dalam ‘illat dengan tidak secara kontan (kredit). Sementara uang dan emas termasuk barang ribawiah dengan illat yang sama yaitu sama-sama mempunyai nilai tukar.
Dari ‘Ubadah bin Ash-Shomit radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :
اَلذَّهَبُ بِالذَّهَبِ, وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ, وَالْبرُ ُّبِالْبرُ,ِّ وَالشَّعِيْرُ بِالشَّعِيْرِ, وَالتَّمَرُ بِالتَّمَرِ, وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ, مِثْلاً بِمِثْلٍ, سَوَاءٌ بِسَوَاءٍ, يَدًا بِيَدٍ, فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الْأَصْنَافُ فَبِيْعُوْا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ.
“Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, korma dengan korma, dan garam dengan garam. Harus sama besar, sama takarannya, dan harus kontan. Kalau jenis-jenis ini berbeda maka juallah sesuka kalian dengan syarat harus kontan.” (HR. Muslim)
Maka dalam hadits ini Nabi shallallahu alaihi wasallam menyatakan, jika ada dua barang ribawi yang mempunyai illat yang sama tapi jenisnya berbeda maka boleh diadakan pertukaran dengan catatan harus kontan. Dan walaupun uang dan emas adalah dua jenis yang berbeda, akan tetapi keduanya mempunyai illat yang sama yaitu mempunyai nilai tukar. Karenanya keduanya boleh ditukarkan dengan syarat harus kontan.
Solusinya, hendaknya dia mengumpulkan uang sampai mencukupi harga emas yang akan dia beli, lalu dia membeli emas secara tunai. Wallahu a’lam.

Incoming search terms:

  • jual beli emas secara kredit menurut islam
  • barang kriditan di beli sendiri
  • menjual emas dibayar dengan angsuran
  • investasi emas-kajian salafi
  • hukum syariah kredit emas
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, May 6th, 2011 at 10:19 am and is filed under Ekonomi Islam, Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

25 responses about “Hukum Membeli Emas Secara Kredit”

  1. salmah said:

    bismillah. Ada kasus seperti ini ustad, seseorang meminjam emas ke si fulan, tetapi di kembalikan dengan di angsur juga dalam bentuk emas. Apakah ini di bolehkan ?

    Tidak boleh, kalau jumlah emas yang dikembalikan itu lebih banyak maka itu adalah riba fadhl. Tapi kalau jumlah yang dikembalikan sama besar, maka insya Allah itu tidak mengapa.

  2. Pramudya said:

    ustad ana ingin bertanya bolehkah klu ana mengkreditkan hp kepada teman2 ana, msalkan harga hp 1000000 lalu tmen ana bayar ke ana 230000 selama 6 blan. Apakah itu termasuk riba.. syukron tad

    Itu bukan riba, jadi dibolehkan

  3. abu hawwa' said:

    Assalamualaikum,
    apakah pertanyaan dari akhi pramudya diatas juga berlaku kepada semua jenis barang ya ustadz, misal ana jual motor, mobil, rumah atau barang barang lainnya dg cara seperti yg akhi pramudya katakan, dan disitu ana mendapatkan keuntungan. apakah itu bukan riba?

    jazakulloh khoir

    Waalaikumussalam.
    Tidak, itu hanya berlaku bagi barang ribawi saja.

  4. Fahrul said:

    salmah said:
    June 29th, 2011 at 10:54 am

    bismillah. Ada kasus seperti ini ustad, seseorang meminjam emas ke si fulan, tetapi di kembalikan dengan di angsur juga dalam bentuk emas. Apakah ini di bolehkan ?

    Tidak boleh, kalau jumlah emas yang dikembalikan itu lebih banyak maka itu adalah riba fadhl, tapi kalau jumlah emasnya sama maka itu adalah riba nasi`ah. Dan kedua jenis riba ini adalah dosa besar.

    Fahrul says: Assalamu`alaikum maaf ustadz ana mau sedikit mengkritik maaf nih klo ana salah maklum ana juga masih belajar,yaitu ustadz mengatakan bahwa kasus yang ditanyakan oleh salma ada unsur riba nasiah,mohon hal ini diperhatikan mengingat di zaman Rasulullah banyak yang meminjam uang emas(dinar) dan sebagian ada yang diangsur usatdz mohon hal ini diperhatikan lagi sehingga dalam kasus ini tak ada riba nasiahnya

    Jazakallahu khairan jawaban ana sebelumnya dah ana rubah. Afwan ana tidak memperhatikan kalau kasusnya peminjaman, ana kira kasusnya jual beli, soalnya banyak pertanyaan yang masuk masalah jual beli emas jadi ana kurang perhatikan konteks soalnya.
    Ya betul, kalau sifatnya peminjaman maka tidak mengapa dikembalikan secara angsur selama jumlah yang dikembalikan sama besarnya dengan yang dipinjam.

  5. Abu Dhiya said:

    Assalaamu’alaikum Ustadz, sekarang ada investasi emas yg ditawarkan Bank Syariah dg pola Rahn, dimana calon nasabah hanya menyediakan modal, misalnya 5% dr harga emas, selebihnya dibiayai Bank Syariah. Alurnya; calon nasabah mendatangi toko emas dan mengatakan akan membeli emas, mis 1 Kg, pembayaran di Bank. Selanjutnya si penjual membawa emas ke Bank. Setelah diproses Bank, mk calon nasabah akan mendapat pembayaran (Qardh) 95% dr Bank yg langsung dijadikan pembayaran kepada penjual + 5% uang pribadi. Artinya si Nasabah skrng sdh punya emas tp digadai di Bank Syariah yg nanti akan dicairkan pd saat jth tempo dan untung (saat ini harga emas cenderung menaik). Apakah ini HALAL?
    Mohon jawabannya spy ana tdk ragu.
    Jazakallah khair
    Wassalam,

    Waalaikumussalam.
    Jatuh tempo untuk apa?

  6. dery said:

    Assalamu’alaykum ustadz, bolehkah kalo kita menabung untuk naik haji dalam bentuk emas??
    ketika akan haji, kita baru menjual emas tersebut..
    haramkah perbuatan tersebut??

    Waalaikumussalam.
    Hukum emas sama dengan uang dalam hal tabungan ini. Jika memang sekedar ditabung lalu ketika sudah dirasa cukup baru dijual, maka insya Allah itu tidak mengapa. Wallahu a’lam.

  7. Sigit said:

    Assalamualaikum,
    ustadz, karena keterbatasan waktu untuk ke toko, bolehkah beli emas dengan sistem pesanan?
    Emas tersebut sudah kita bayar, tapi kita titipkan dulu di penjualnya dan bisa diambil sewaktu-waktu.

    yang kedua, ada yang menawarkan pembelian emas per gram, dan bisa dicetak jika telah memenuhi sekian gram, ini termasuk dalam kategori cicilan?

    mohon penjelasannya ustadz.
    jazakulloh khoir

    Waalaikumussalam.
    Sebaiknya dilakukan pembelian ketika emasnya bisa langsung diambil.
    Pembelian emas per gram itu jelas bentuk cicilan dan itu merupakan riba yang diharamkan.

  8. sri lestari said:

    maaf pak ustadz, maaf sebelumnya.. saya membeli emas dengan harga 500rb trus karena uang saya baru 200rb jadi yang 300rb saya bayar 2 hari kemudian apakah itu riba ya pak ustadz…
    Tolong pencerahanya?

    trimakasih

    Ya itu riba. Seharusnya uangnya ditunggu dulu sampai cukup, baru dia beli.

  9. Saad AIDID said:

    Assallamualaikum,

    Kalau begitu, beli rumah/mobil/motor/barang2 kebutuhan yg sifatnya liquid secara kredit hukumnya bagaimana? sedangkan kedua barang tersebut sifatnya sesuai “masing2 punya nilai tukar”. ???

    WASPADALAH dalam memberikan pendapat urusan agama….

    Waalaikumussalam.
    Yang dimaksud dengan mempunyai nilai tukar di sini adalah mata uang. Tentu saja semua barang itu mempunyai nilai, tapi tidak dijadikan sebagai alat tukar menukar.

  10. laras said:

    asalamualaikum,
    ustadz sy terlanjur menjual emas dengan cara di cicil dg harga 5 jt jadi 6 jt di bayar 4x, karna waktu itu sy belum tau/paham kl tidak boleh emas itu di kriditkan dan karna waktu itu orangnya butuh uang dari emas itu untuk membeli barang lain.saya mohon petunjuknya pak ustadz serta bagaimana hukumnya dan saya harus bagaimana ?
    trimakasih, wasalam,

    Waalaikumussalam.
    Kalau sudah terlanjur ya mau diapakan lagi, lagipula kemungkinan besar emasnya juga sudah dia jual. Dalam transaksi di atas terkumpul dua jenis riba: Riba fadhl dan riba nasiah. Dan untuk memperingan kesalahannya, anda masih bisa menghindari terjadinya riba fadhl yaitu harga emasnya tidak boleh dinaikkan dari harga asalnya, yaitu tetap 5 juta. Jadi anda tidak mengambil keuntungan dari emas tersebut. Karena selisih antara harga cash dengan harga cicil dalam transaksi ini dihukumi riba.
    Kemudian tentu saja, anda wajib bertaubat kepada Allah dan jangan mengulangi lagi amalan tersebut.

  11. abu syamsi said:

    ustadz, ana sependapat bahwa mengkreditkan emas termasuk riba. Tetapi mengapa praktek ini di pegadaian syariah dihalalkan oleh DSN?

    Wallahu a’lam. Mungkin pertanyaannya lebih tepat ditujukan kepada yang membolehkannya.

  12. Azmi Huriyati said:

    Assalam’mualaikum
    Mohon Pencerahan Pak Uztadz,
    Kalau sistem beli emas di Pegadain apa hukumnya kan klo misal kita membeli emas 10 gr dibayar DP nya dulu sekian % trs kena biaya adm,ongkos kirim dan Margin ( di bayar di muka ) sisa pembayaran diangsur 3x begitu selesai angsuran, emas diserahkanke pembeli,bagiaman hukumnya?
    Wassalam’mualaikum WrWb

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh. Itu bentuk seperti itu adalah riba nasiah.

  13. radityaw said:

    ustadz, saya pernah membaca bahwa jual beli emas secara kredit diperbolehkan oleh Syaikhul Islam dalam salah satu fatwanya, mohon penjelasan apa benar seperti itu? dan apakah masalah ini ikhtilaf antara para ulama?

    Wallahu a’lam, saya belum pernah dengar tentang itu dari Ibnu Taimiah.

  14. Maritza said:

    Assalamualaikum…
    Maaf Ustadz, pertanyaan saya adalah,
    1. saya menjual suatu barang dengan harga 100rb dicicil 3x, namun kl orang itu membayar cash/tunai/tempo, saya memberikannya diskon atau potongan harga menjadi 75rb. Apakah itu riba??
    2. saya juga mengkreditkan barang yang saya tentukan nilai jualnya dengan mengambil keuntungan 35% selama 10x dari harga barang, namun apabila ingin dipercepat saya semisal 3x bayarnya, saya kenakan 10.5% dst, jadi intinya saya kenakan keuntungan sebesar 3.5% dari harga barang, apakah ini riba ustadz.

    Waalaikumussalam.
    Kedua jenis transaksi di atas adalah boleh dan bukan riba. Karena riba itu sifatnya menambah, sementara anda justru mengurangi.

  15. dia said:

    Assalamualaikum..
    ustadz,maf pertanyaan sedikit melenceng di bacaan atas
    sya mw tny, apa hukumnya klo kita mengambil barang2 di kantor?semisal kita ambil alat tulis kantor yang disediakan trs dibawa pulang.
    Terimakasih,
    Wassalamualaikum…

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh, itu termasuk perbuatan tidak amanah karena menggunakan peralatan kantor untuk tujuan pribadi. Kecuali jika diizinkan oleh pemilik kantor.

  16. ummu aisyah said:

    assalamu’alaykum..afwan uztad.apakah diperbolehkan menjual dengan cara cicilan seperti ini..harga barang Rp.300.000,cash.klo kredit 3x bayar jumlahnya menjadi Rp.450.000.jika 5x menjadi Rp.500.000.setau ana ni termasuk menjual dgn 2 harga???apakah diperbolehkan??kasusnya sm sprti Maritza diatas…syukron.

    Waalaikumussalam.
    Boleh saja insya Allah, asalkan saat akad, pembeli menentukan harga mana yang dia pilih. Jika dia tidak memilih, maka itu merupakan jual beli dengan dua harga yang dilarang.

  17. Duva said:

    Assalamualaikum,

    kredit semacam ini boleh tidak, beli motor bekas dari orang lain tanpa pihak ketika/bank, dengan harga 10 juta rupiah tunia, dan dengan kredit 15 juta rupiah dalam 12 bulan, jadi perbulan nya bayar 1.250.000 rupiah, apakah ini riba?

    Waalaikumussalam.
    Boleh saja, itu bukanlah riba.

  18. andrika said:

    Pak ustad saya mau nnya boleh tidak kita kredit barang ke org dgn keuntungan 50%. Dan misal ada org mau kredit brg tv senilai 3jt. Tapi org itu mau beli sendiri brgnya dgn alasan agar lbh tau brg yg dia mau beli dan lbh safe dgn aslinya barang.. Gimana pa ustad ? Apa itu riba ?? Terima kasih, butuh jawaban pa ustad..

    Silakan baca artikel: http://al-atsariyyah.com/jual-beli-keuntungan-bagi-yang-meminta-pembelian.html

  19. asep said:

    Assalaamu’alikum, wr wb.
    Ustadz ! anak sy jualan emas, cara mendapatkan barangnya dgn cara dikirim oleh distributor dan dibayar seminggu kemudian, dgn harga emas waktu pembayan baik naik atau turun, dan cara seperti ini sdh menjadi kebiasaan penjual emas. Bagaimana hukumnya ? trimakasih atas jawabannya. Wass

    Waalaikumussalam.
    Itu tidak boleh, karena merupakan riba nasi`ah. Dan jika ketidakjelasan harganya karena ada kemungkinan naik dan turun merupakan bentuk gharar yang terlarang dalam jual beli.

  20. sari said:

    assalamu’alaikum
    ustadz,
    saya mau bertanya.
    Apakah boleh saya melakukan kredit peminjaman uang, kemudian uang tersebut saya gunakan untuk membeli emas secara tunai?

    wa’alaikum salam warahmatullah.
    Maaf, harap diperjelas maksud kredit peminjaman uang itu bagaimana?

  21. Aldin said:

    Bismillah..
    Si A meminjam uang kepada Si B, tapi Si A dipinjami emas oleh si B karena si B tidak mau meminjamkan dalam bentuk uang.
    Jadi meskipun Si B punya uang, Si B akan meng-emas-kan uang itu dahulu. Bagaimana hukumnya hal yang demikian Ustadz? Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan..

    Tidak ada masalah, selama nanti pengembaliannya juga dengan emas. Wallahu a’lam

  22. matdani said:

    ass.
    pak ustadz sy mau tanya
    begini si A butuh uang mau kredit sama si B oleh B dikasih solusi,si A disuruh jual barang yg harganya lebih dari yg dibutuhkan si A ke B kemudian oleh si B barang tersebut dijual lagi ke si A dengan cara dikredit.
    bagaimana hukumnya pak ustadz trimakasih

    Ini hukumnya riba, dan merupakan transaksi jual beli inah yang diharamkan.

  23. Pencari Ilmu said:

    Assalamu’alaikum
    Ustadz, misal si A pinjam uang 12 juta kepada si B dgn cara diangsur 1 juta perbulan selama 12 kali. Dan di akhir pelunasannya (bulan ke 12) si A dgn inisiatif sendiri melebihkan uang pelunasan sebesar 1,5 juta sebagai tanda terima kasih kepada si B. Apakah hal tersebut riba?
    Terimakasih

    Waalaikumussalam.
    Boleh, itu bukan riba. Asalkan tambahan ini tidak disebutkan di awal ketika dia meminjam.

  24. reza said:

    Assalamualaikum ya ustad,
    saya jual modem secara online ketika ada pembeli yang cocok ana suruh transfer total biaya dengan ongkirnya lalu modem ana kirim.

    note:
    1.saya diberi ijin utk menaikkan hrg
    2.saya adalah marketing freelance yg sudah mengadakan perjanjian dengan pedagang
    3.dalam hal ini ana tdk memiliki barang karena posisi hanya marketing freelance
    pertanyaanya: halal atau haram? apakah ini trmasuk menjual barang yang tidak dalam “kekuasaannya”?

    Waalaikumussalam.
    Transaksi di atas syah secara hukum, dan tidak termasuk dlm larangan menjual barang yg belum dia miliki.

  25. mia said:

    assalamualaikum pa ustad, bleh tdk sy mengkreditkan emas kpd org lain? Contoh si A kredit emas 3grm seharga 750
    rb kemudian oleh sy dikriditkan menjd 1jt dibyr dlm waktu 4bln. Boleh atw tidk? Wassalam

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh, itu riba.