Hukum Makan Daging Kelelawar

November 23rd 2013 by Abu Muawiah |

Tanya:
Assalamu’alaikum ustadz bagaimana hukum daging kelelawar apakah halal dimakan?

Jawab:
Waalaikumussalam.
Kelelawar tidak boleh dikonsumsi karena kelelawar adl hewan yg tdk bisa disembelih, yg tdk mempunyai darah yg mengalir. Dan semua hewan yg tdk bisa disembelih, matinya adl bamgkai. Sementara Allah tlh mengharamkan bangkai bagi kita kecuali bangkai belalang dan ikan.

Faidah:
Aisyah radhiallahu anha berkata:
ﻛﺎﻧﺖ اﻷﻭﺯاﻍ ﻳﻮﻡ ﺃﺣﺮﻕ ﺑﻴﺖ اﻟﻤﻘﺪﺱ ﺗﻨﻔﺦ اﻟﻨﺎﺭ ﺑﺄﻓﻮاﻫﻬﺎ، ﻭاﻟﻮﻃﻮاﻁ ﺗﻄﻔﻴﻬﺎ ﺑﺄﺟﻨﺤﺘﻬﺎ
“Pd hari terbakarnya Baitul Maqdis, cicak justru meniup apinya dgn mulut2 mereka (agar apinya membesar, penj.), sementara kelelawar berusaha memadamkannya dgn sayap2 mereka.”
Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dan menyatakannya sbg atsar yg shahih.
Ibnu Hajar berkata dalam At Talkhish, “Hukumnya marfu’ (sama sprti sabda Nabi, penj.), krn ucapan sprti ini tdk mungkin Aisyah katakan tanpa ada arahan dr Nabi, dan Aisyah tdk termasuk sahabat yg biasa meriwayatkan kisah2 Bani Israil.”
Kami katakan:
Hanya saja tdk bisa dipetik dr ucapan Aisyah di atas bahwa kita dilarang untuk membunuh kelelawar. Memang ada riwayat Al Baihaqi dari Abdullah bin Amr bin Al Ash dia berkata:
ﻻ ﺗﻘﺘﻠﻮا اﻟﻀﻔﺎﺩﻉ ﻓﺈﻥ ﻧﻘﻴﻘﻬﻦ ﺗﺴﺒﻴﺢ، ﻭﻻ ﺗﻘﺘﻠﻮا اﻟﺨﻔﺎﺵ، ﻓﺈﻧﻪ ﻟﻤﺎ ﺧﺮﺏ ﺑﻴﺖ اﻟﻤﻘﺪﺱ، ﻗﺎﻝ: ﻳﺎ ﺭﺏ ﺳﻠﻄﻨﻲ ﻋﻠﻰ اﻟﺒﺤﺮ ﺣﺘﻰ ﺃﻏﺮﻗﻬﻢ
“Jangan kalian membunuh kodok, karena suara mereka adl tasbih. Dan jangan kalian membunuh kelelawar, krn dia pernah berdoa ketika Baitul Maqdis roboh, “Wahai Rabbku, jadikanlah aku berkuasa atas lautan agar aku bisa menenggelamkan mereka.”
Sanadnya shahih secara mauquf. Hanya saja Ibnu Hajar berkata, “Atsar ini, walaupun sanadnya shahih, hanya saja Abdullah bin Amr biasa meriwayatkan kabar2 Bani Israil.”
(At Talkhish Al Habir: 4/283  no. 2452)
Juga ada hadits Ibnu Umar secara marfu’ yg menyatakan larangan membunuh kelelawar krn dia termasuk hewan yg berusaha memadamkan Baitul Maqdis.
Haditsnya diriwayatkan oleh Ibnu Adi dlm Al Kamil, namun dinyatakan sbg hadits palsu oleh Al Albani dlm Al Maudhuah no. 5812. Ini disebabkan dlm sanadnya terdapat perawi yg bernama Hamzah bin Abi Hamzah An Nashibi, seorg pemalsu hadits.

Kesimpulan:
Tidak boleh memakan daging kelelawar menurut pendapat yg paling kuat di kalangan ulama. Ini merupakan mazhab Asy Syafiiyah dan Al Hanabilah. Wallahu a’lam

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Saturday, November 23rd, 2013 at 11:27 pm and is filed under Dari Grup WA, Fiqh. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.