Hukum Kompas Pada Penentuan Kiblat

September 20th 2009 by Abu Muawiah |

Hukum Kompas Pada Penentuan Kiblat

Tanya:
Bismillah. Ustadz, bolehkah menggunakan kompas khusus untuk menentukan arah kiblat agar terhindar dari salah arah? Barakallahu fiik

Ibn Romin Al-Jakarti
021959????

Jawab:
Boleh menggunakan kompas untuk menentukan arah kiblat, karena tidak diragukan bahwa menghadap tepat ke arah kiblat itu yang lebih utama. Hanya saja para ulama menyebutkan bahwa barangsiapa yang tidak melihat ka’bah secara langsung maka dia diperbolehkan untuk hanya menghadap ke arah ka’bah (dalam hal ini barat bagi Indonesia). Kalau demikian keadaannya penggunaan ini kompas ini diperbolehkan akan tetapi tidak diwajibkan.
Adapun jika sebuah masjid sudah dibangun dengan menghadap ke arah barat, lantas ketika diukur dengan kompas ternyata menyimpang beberapa derajat dari arah tepat ka’bah. Apakah kiblat masjidnya harus dirubah ataukah dibiarkan seperti itu?
Jawabannya bisa dilihat di: http://al-atsariyyah.com/?p=168

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Sunday, September 20th, 2009 at 4:28 pm and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

3 responses about “Hukum Kompas Pada Penentuan Kiblat”

  1. abu muhammad said:

    Assalamu alaykum ustadz,
    Tempat ana adalah sebuah kapal besar dilaut tapi dalam posisi diam tidak bergerak. Saat ini kami ada perselisihan mengenai arah kiblat karena kalau diukur dengan kompas arah kiblat dari kapal ini tidak tepat 100% agak melenceng sedikit. Persoalanya kalau kita betul-betul menghadap kiblat banyak terdapat tempat kosong dan karena posisi miring jadi susah untuk MERAPATKAN DAN MELURUSKAN SHAFF. Pertanyaan saya ustadz lebih utama mana menghadap kiblat dengan tepat 100% atau mengikuti arah barat ( kiblatnya orang indonesia ) tetapi konsekwensinya shaff tidak rapat dan tidak lurus Syukron.

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Bagi mereka yang tidak melihat ka’bah secara langsung, maka kewajiban mereka dalam menghadap kiblat hanyalah menghadap ke arahnya, yaitu arah barat bagi Indonesia. Karenanya jika dalam meluruskan shaf melazimkan melenceng sedikit dari arah ka’bah, akan tetapi tetap menghadap ke arah barat, maka itu tidak mengapa dan dia tetap dihukumi menghadap ke kiblat. Wallahu a’lam

  2. Fahrul said:

    Assalamu ‘alaikum
    Untuk penggunaan kompas dalam penentuan kiblat sebaiknya mengundang Ahli Hisab Rukyat dari Depag RI untuk masjid2 di Indonesia karena pengukuran dgn kompas tidak akurat yg disebabkan medan magnet bumi selalu bergeser 5 derajat dari kutub bumi.

  3. Fahrul said:

    Assalamu ‘alaikum
    Saya punya informasi untuk menetapkan kiblat bisa dengan bayangan benda,caranya anda tegakkan sebuah benda misalnya tongkat di atas tanah pada pukul 16.18 WIB tanggal 30 Mei 2010 ini terus anda lihat arah bayangan benda tersebut maka itulah arah kiblat di rumah atau masjid anda. Sekian dari saya.Jazakallah

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Jazakallahu khairan atas infonya.