Hukum Gambar (bernyawa) Dua Dimensi

December 10th 2008 by Abu Muawiah |

Hukum Gambar (Bernyawa) Dua Dimensi

Gambar (bernyawa/makhluk hidup, pent.) adalah perkara yang diharamkan, Nabi Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda :
لاَ تَدْخُلُ الْمَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيْهِ كَلْبٌ وَلاَ صُوْرَةٌ
“Para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang terdapat anjing dan gambar di dalamnya”.
Dan beliau bersada :
لَعَنَ اللهُ الْمُصَوِّرِيْنَ
“Allah melaknat para penggambar”.
Dan dalam Jami’ At-Tirmidzy dari hadits Abu Hurairah dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bahwa beliau bersabda :
تَخْرُجُ عُنُقٌ مِنَ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, لَهَا عَيْنَانِ تَبْصِرَانِ, وَأُذُنَانِ تَسْمَعَانِ وَلِسَانٌ يَنْطِقُ, يَقُوْلُ : إِنِّي وُكِّلْتُ بِثَلاَثٍ : بِكُلِّ جَبَّارٍ عَنِيْدٍ, وَبِكُلِّ مَنْ دَعَا مَعَ اللهِ إِلَهًا آخَرَ وَبِالْمُصَوِّرِيْنَ
“Akan keluar sebuah leher dari Neraka pada Hari Kiamat, dia mempunyai 2 mata yang melihat, 2 telinga yang mendengar dan lisan yang berbicara, dia berkata : “Saya diberikan perwakilan (untuk menyiksa) tiga (kelompok) : semua yang keras kepala lagi penentang, semua yang beribadah bersama Allah sembahan yang lain dan para penggambar”.
Dan Nabi Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam telah enggan untuk masuk ke kamar Aisyah ketika (kamarnya) ditutupi dengan tirai yang ada gambar-gambarnya. Maka dalil ini membantah orang-orang yang mengatakan : “Tidak ada gambar yang terlarang kecuali yang memiliki bentuk (3 dimensi –pent.)”. Maka beliau telah enggan untuk memasuki ruangan itu sampai tirainya disingkirkan, dan beliau bersabda :
إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ, الَّذِيْنَ يُصَوِّرُوْنَ هَذِهِ الصُّوَرَ
“Sesungguhnya di antara manusia yang paling keras siksaannya pada hari Kiamat adalah orang-orang yang menggambar gambar-gambar ini”.
Adapun (gambar) yang harus dan tidak boleh tidak, seperti SIM, Pasport dan KTP, maka dosanya atas (baca : ditanggung) pemerintah”.

[Fatwa Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i  dalam Tuhfah Al-Mujib soal no. 32]

Incoming search terms:

  • hukum gambar
  • hukum menggambar
  • gambar 2 dimensi
  • GAMBAR DUA DIMENSI
  • hukum foto
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Wednesday, December 10th, 2008 at 9:15 am and is filed under Fatawa. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

67 responses about “Hukum Gambar (bernyawa) Dua Dimensi”

  1. Barkah said:

    Maksud ana,
    perusahaan tsb memproduksi bungkus2 plastik kemasan yg ada gambar2 orangnya,
    yg dicetak dgn mesin printing.

    Apakah mencetak dgn mesin printing bisa dikiaskan dgn menggambar dgn tangan.?

    Ana kok msh ragu ya ustadz?
    Mohon pencerahannya.

    Tidak bisa dikiaskan. Bentuknya berbeda, wallahu a’lam.

  2. dinada said:

    apa hukum seorang lelaki muslim memberi like/jempol,pada wanita yang membuka auratnya di facebook..di tunggu jawabannya,, karena jawaban ini akan saya kirim ke teman saya. terimakasih

    Tidak boleh, karena itu merupakan perbuatan membenarkan dan mendukung kemungkaran. Sementara setiap muslim wajib untuk mengingkari kemungkaran.

  3. Rozzy said:

    Ustadz, apakah gambar bunga dan tumbuhan juga masuk kategori makhluk bernyawa?

    Di rumah saya banyak terpajang lukisan bunga dan tumbuhan. Apakah harus dibuang?

    Malaikait tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada gambar. Apakah tidak boleh menggantung gambar apapun di dinding? Termasuk menggantung gambar masjid?

    Terima kasih.

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu dibuang karena itu bukan makhluk bernyawa.
    Boleh saja menggantung selain makhluk bernyawa, tapi sebaiknya jangan yang berhubungan dengan agama untuk memuliakannya.

  4. nia said:

    Asalamualaikum Pak, apa yang akan terjadi jika SIM, KTP, dll tidak ada fotonya? Saya rasa pemerintah melakukan semua hal itu dengan maksud dan tujuan baik, dan kita semua mendapatkan kebaikan dari sistem itu. Saya tidak tau benar haramkah foto 2D itu. Tapi masuka dari Saya, jangan langsung menjudge pemerintah, sama saja kita berpandangan negatif alias suuzon. Mohon dijelaskan lebih terperinci.

    Waalaikumussalam.
    Mohon dibaca dulu artikel: http://al-atsariyyah.com/hukum-menggambar-dalam-islam.html , insya Allah komentar anda akan berubah.

  5. Ummu Abdillah said:

    Assalaamu’alaikum.
    Ustadz, saya berjualan pakaian anak. kadang dalam pemesanan partai besar ke produsen saya tidak bisa menghindari produk yang ada gambar makhluk bernyawa. padahal dalam pemesanan saya sudah berusaha menghindarinya. Apakah baju yang ada gambar makhluk bernyawa tersebut boleh diperdagangkan?

    Waalaikumussalam.
    Boleh insya Allah, karena yang diperjualbelikan adalah bajunya, sementara gambarnya hanya ikut di dalamnya.

  6. andre said:

    assalaamu’alaykum..
    ust.alhamdulillah saya faham soal hukum gambar 2/3 dimensi,namun masih ada yg saya ragukan soal gambar makhluk hdp 1 dimensi seperti gambar bayangan manusi,namun ada lobang mata+mulut yang tak terbentuk sempurna..
    mohon jelasnya ustadz..!
    syukron

    Waalaikumussalam.
    Yang jelas jika membentuk makhluk bernyawa, maka seharusnya ditinggalkan.

  7. Indra Abu Hurairah said:

    Bismillah. . .
    Ustadz, apa hukum memasang foto / gmbar makhluk bernyawa (foto pribadi, dll) di jejaring sosial semisal facebook, twitter, dll ?
    Tolong dijelaskan ustadz, secara rinci. Karna banyak ikhwan yg menganggap sepele masalah ini. . .

    Jazakallahu khoiron wa barakallahu fiikum

    Saya rasa ini kembalinya kepada hukum foto itu sendiri. Jika dia berpendapat foto bukan termasuk gambar dan dia tidak dilarang, maka tidak ada masalah saya kira. Sementara yang berpendapat foto itu termasuk gambar dan dilarang ditampulkan, maka dia tidak boleh menampilkannya. Kedua pendapat ini sudah masyhur di kalangan ulama. Jadi saya rasa tidak perlu terlalu dibesar-besarkan. Wallahu a’lam.

  8. rahmat said:

    Assalaamu’alaikum.

    Ustad,saya bikin kaos desain nya kapal perang tp ada mata dan mulutnya seperti kartun boleh apa tidak..terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Tidak mengapa, pesawat terbang bukan makhluk bernyawa. Wallahu a’lam.

  9. alwan said:

    Assalamu’alaikum ustadz
    sekarang banyak video kajian dari para ustadz/ para ulama. Apakah haram hukumnya menonton VCD tersebut? syukron jazakallohu khoiro

    Waalaikumussalam.
    Boleh, silakan baca artikel ‘hukum menggambar dalam Islam’.

  10. Farizah456 said:

    Assalamu’alaikum
    saya mau nanya,boleh tidak kalau saya menempelkan poster yang bergambarkan seorang artis..??
    tapi kalau posternya disimpan saja,misalnya dilemari boleh tidak??

    Waalaikumussalam.
    Keduanya tidak boleh, karena mengandung pengagungan kepada artis tersebut, plus biasanya disertai penampakan aurat.

  11. Yosi said:

    Assalamu’alaikum ustadz

    1. Bagaimana hukumnya foto yang ada di koran? Apakah bisa dikatakan darurat karena sebuah berita kadang harus menyertakan foto agar bisa lebih otentik? (meskipun kadang tidak perlu)

    2. Dan bagaimana jika di dalam kepolisian, foto-foto kasus atau sketsa wajah teroris yang dipajang. Apakah termasuk darurat sehingga diperbolehkan karena tanpa itu semua kasus kriminal sulit terpecahkan?

    Waalaikumussalam.
    1. Boleh saja, jika itu adalah hasil fotografi.
    2. Sama seperti di atas, bahkan bisa jadi harus.

  12. jony musafrijal said:

    assalam mualaikum ustad…

    saya ingi bertanya
    misalkan seorang ulama,menampil kan foto di pinggil jalan..
    dan di bawah foto tersebut,ada tulisan ayat suci al’Qu’an…
    apaakah itu boleh…?
    trima kasih

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh.
    1. Memasang foto ulama merupakan sarana menuju kesyirikan.
    2. Merendahkan ayat Al-Qur`an karena diperlakukan hanya bagaikan pajangan yang tidak ada gunanya. Belum jika terkena debu dan semacamnya. Jelas itu perbuatan tidak menghormati ayat Allah.

  13. arfan said:

    assalamualaikum

    1.ustadz saya mau tanya, hukumnya mencetak / nge-print foto gimana apakah disamakan dengan membuat/melukis? karna yang melakukan semua itu tangan,
    2.apa hukumnya edit foto manusia/hewan dengan photosop kemudian dicetak? dan apa hukumnya kalau tidak di cetak?

    Waalaikumussalam.
    1. Tidak sama hukumnya.
    2. Hukum editnya tidak mengapa insya Allah. Saya hanya mengomentari proses editingnya, tidak berbicara mengenai tujuannya.

  14. sabila said:

    Assalamu’alaikum

    bagaimana hukumnya jika menggambar 2 dimensi seperti manga/anime tetapi tidak di tunjukan kepalanya atau tidak di tunjukan dadanya, dan jika gambaran tersebut sekiranya tidak bisa hidup?

    Waalaikumussalam.
    Silakan baca rinciannya di artikel: Hukum menggambar dalam Islam, dalam blog ini.

  15. Rozak said:

    Assalamu’ alaikum

    Pak ustad saya mau Tanya, saya kerja di studio foto tiap hari saya memfoto orang….. Apa saya berdosa……..?
    Mohon di jelaskan….

    Waalaikumussalam.
    Memfotonya bukanlah dosa, tapi melihat aurat wanita yang bukan mahram itulah yag berdosa.

  16. Rozak said:

    Assalamu’alakum

    Lanjut di atas
    Saya kerja di Saudi Arabia Jadi semua laki-laki yg di foto. Kecuali anak kecil perempuan.
    Saya Mendesain Dan mencetaknya…

    Itu gimana ustad ? Dosa gak

    Waalaikumussalam.
    Jawabannya sama seperti yang saya katakan sebelumnya.

  17. Hafri said:

    Ustadz bagai mana dengan gambar seperti ini, masalahnya dibidang ini,(http://dpklamsel.files.wordpress.com/2009/11/19.jpg)
    gambar orang / sketsa orang diperlukan sebagai acuan untuk melihat proporsi bangunan supaya bisa jelas komunikasi dari gambar tersebut,,, bagai mana jika coret coretan sketsa manusia tetapi tidak terlalu jelas,, tanpa wajah atau mungkin silhouette

    Lebih amannya, tubuhnya digambar tanpa kepala. Saya pikir, gambar tanpa kepala tetap bisa dijadikan sbg acuan.