Hukum Berteman Dengan Non Muslim

July 15th 2011 by Abu Muawiah |

Hukum Berteman Dengan Non Muslim

Tanya:
Apa boleh kita berteman dengan Non Muslim? Apa ada Hadis atau Al-Quran?
mamat [ken_mamet@yahoo.com]

Jawab:
Berteman dengan non muslim adalah amalan yang diharamkan. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia.” (QS. Al-Mumtahanah: 1) Allah Ta’ala juga mengingatkan di dalam firman-Nya yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu.” (QS. Ali Imran: 118) Semakna dengannya ayat ke-28
Allah Ta’ala juga menjadikan amalan ini bertentangan dengan keimanan orang tersebut kepada Allah dan hari akhir. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (QS. Al-Mujadilah: 22)
Bahkan Allah Ta’ala menjadikannya sebagai ciri-ciri orang munafik di dalam firman-Nya yang artinya, “Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong.” (QS. An-Nisa`: 138-139) Semakna dengannya ayat ke-144
Allah Ta’ala juga tidak menggolongkan orang yang berteman dengan non muslim ke dalam para pengikut Nabi-Nya shallallahu alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka.” (QS. Al-Mujadilah: 14)

Hanya saja, walaupun seorang muslim dilarang untuk berteman dengan non muslim, itu tidak berarti seorang muslim boleh berlaku zhalim kepada mereka. Karena berbuat baik kepada non muslim adalah dibolehkan bahkan disyariatkan, selama perbuatan baik itu lahir bukan karena kasih sayang dan loyalitas kepada non muslim tersebut, akan tetapi lahir semata-mata atas dasar kemanusiaan atau karena non muslim tersebut berbuat baik kepada kita sehingga kita membalasnya atau karena non muslim tersebut tidak mengganggu kita.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Maidah :  8)
Juga dalam firman-Nya yang artinya, “Maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah :  7)
Allah Ta’ala juga berfirman yang artinya, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah :  8)

Incoming search terms:

  • adab berteman beda agama
  • Apa hukum untuk orang islam yang berteman dengan selain islam
  • apakah boleh bersahabat dengan yang beda agama
  • berteman dengan lelaki yang sesuai dengan agama islam
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, July 15th, 2011 at 8:10 pm and is filed under Aqidah, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

50 responses about “Hukum Berteman Dengan Non Muslim”

  1. Tamu said:

    Assalamu’alaikum.
    Kalau punya teman yg sudah akrab (teman sekolah/kerja) tapi kristen, haruskah diputus saja pertemanannya.
    Jika hub pertemanan dipelihara dgn maksud utk diajak mempelajari Islam, boleh?.

    Waalaikumussalam.
    Berbicara dan bertemu dengan non muslim bukan hal yang terlarang, akan tetapi yang dilarang adalah berteman akrab dengan mereka. Jika ada maslahat -seperti mengajak kepada Islam- maka tidak mengapa sering berbicara dengannya selama tidak dijadikan sebagai teman dekat, itupun kalau memang ada indikasi dia mau mengenal dan masuk Islam. Tapi kalau tidak ada maka sebaiknya itu tidak dilakukan.

  2. Dedy said:

    Assalamu’alaikum ustadz

    Saya ingin tanya yang berhubungan dengan hukum berteman dengan orang non muslim yang dikaitkan dengan menikah dengan wanita ahli kitab yang kafir yang katanya dibolehkan, ini bagaimana ustad di satu sisi boleh dan disisi lain tidak, padahal menikah tersebut pasti diawali dengan perkenalan, mohon penjelasannya.

    Waalaikumussalam.
    Ya betul, dibolehkan menikahi wanita ahli kitab berdasarkan nash Al-Qur`an. Sementara larangan berteman dengan non muslim adalah karena dia merupakan wasilah terjadinya penyerupaan dengan mereka dan tidak mengingkari agama mereka. Karenanya, kalau pernikahan dengan wanita ahli kitab akan mengantarkan kepada hal seperti itu, maka pernikahannya ketika itu tidak dibenarkan. Bukan karena asalnya haram, akan tetapi karena itu menjadi wasilah kepada kejelekan. Menikahi wanita ahli kitab dibolehkan jika besar kemungkinan wanita itu akhirnya akan masuk ke dalam Islam. Demikian ringkasnya, wallahu a’lam

  3. Fahrul said:

    Assalamu`alaikum
    Ayah ana memiliki 2 kakak perempuam,nah pada suatu hari putri bungsu kakak perempuan yang pertama lahir kemudian diadopsi oleh kakak perempuan kedua karena sesuatu hal. Yang menjadi masalah adalah kakak perempuan ayah yang kedua ini beragama Katholik sehingga secara otomatis sang putri angkat(putri kandung kakak perempuan ayah yang pertama) menganut agama Katholik. Nah yang menjadi pertanyaan ana adalah
    1.Apakah sang ibu kandung masih bertanggung jawab kepada Allah bila sang puteri belum masuk Islam walaupun sang ibu sudah beribadah untuk meminta ampun atas perbuatannya dan berdoa agar anaknya masuk Islam serta pernah berusaha mengislamkan anaknya dgn cara dijodohkan dgn pria Islam namun usaha tersebut gagal?
    2. Apakah ana dan keluarga lainnya wajib mendakwahkan sang keponakan ayah yang beragama Katholik tapi rasanya ana merasa tak mau melakukannya karena tak ingin ribut dgn saudara atau malu dan/atau takut akan cibiran keluarga? Mohon penjelasannya.

    Waalaikumussalam.
    1. Bagaimanapun juga ibu tetap punya kewajiban untuk menyadarkan anaknya. Akan tetapi jika memang tidak berhasil, maka ibunya tidaklah menanggung dosa apa-apa. Karena manusia hanya berusaha dan Allah yang memberikan hidayah.
    2. Dalam hal ini kembali kepada hukum-hukum amar ma’ruf dan nahi mungkar. Silakan baca selengkapnya di: http://al-atsariyyah.com/amar-maruf-dan-nahi-mungkar.html

  4. heri said:

    lalu gimana cara kita si’ah ke kaum non-muslim ? jika kita “diharamkan” berteman dgn mereka ?

    apa itu si’ah?

  5. mimi said:

    assalamualaikum ustad .saya bingung plus sedih karna saya saat ini sedang menjalankan puasa ramadhan dan tinggal di rumah mertua saya yang beragama kristen.dan setiap harinya saya selalu berusaha menyayangi ibu mertua dan adik ipar suami saya(sebelum saya membaca artikel ini).yg saya mau tanyakan apakah keadaan yg seperti diatas dapat mendatangkan dosa buat saya ustad,dan mohon bagaimana cara untuk hal ini sedangkan yang saya tau mereka sangat sayang terhadap saya,suami saya dan anak anak saya yang seorang muslim.trimakasih

    Waalaikumussalam.
    Tidak mengapa berbuat baik kepada orang tua/mertua yang berbeda agama, selama perbuatan baik tersebut tidak lahir dari kasih sayang dan kecintaan kepada mereka atau agama mereka.

  6. Endah said:

    assalammu’alaikum…
    saya mau tanya, saya punya pacar. dia katolik. tapi dia ada niat buat masuk islam. yg saya herankan kenapa sampai saat ini dia blm ada inisiatif sendiri minta ke saya untuk belajar agama islam. saya jadi ragu dengan keseriusan dia mau masuk islam. padahalumur hubungan kita udah 1 tahun. disamping itu, keluarga dia ga merestui hubungan saya dengan anak nya. karena perbedaan agama itu. saya harus gimana? udah terlanjur sayang juga sama dia.

    Waalaikumussalam.
    Kalau memang dia belum masuk Islam dan juga tidak ada minat untuk mempelajari Islam maka kami sarankan anda mencari lelaki muslim yang saleh. Karena Islam itu bukan sekedar syahadat akan tetapi masih banyak amalan yang wajib diamalkan. Lagu pula pernikahan wanita muslimah dengan lelaki kafir (non muslim) hukumnya adalah TIDAK SYAH dan pernikahannya dihukumi perzinahan, apalagi jika ditambah tidak ada restu dari kelurga wanita.

  7. Itha Aulia said:

    Saya berteman dengan seorang anak sekolah yang beragama kristen, dan saya menganggapnya sebagai adik angkat, kami tidak serumah, kami cuma biasa membahas masalah-masalah prinadi, dan tidak ada hubungannya dengan agama.
    Bagaimana hukumnya dalam islam. mohon penjelasan?

    Seharusnya itu dihindari. Berhubungan dengan non muslim dibenarkan, akan tetapi jangan sampai menjadikannya sebagai teman dekat atau sahabat, apalagi sampai menceritakan rahasia kepada mereka. Ini adalah hal yang dilarang dalam agama Islam berdasarkan dalil-dalil di atas.

  8. lukita said:

    Saya mau tanya dulu saya seorng muslim, krn suatu hal akhirnya saya menikah dengan pria non muslim dan telah memiliki 2 putra, saya hidup dengan kehampaan, tibggal dngn mertua yg kaya tidak menjamin kebahagiaan, satu masalah besar suami saya suka sekali main perempuan. Saya berfikir untuk bercerai dan kembali kepada keyaninan saya islam dengan membawa anak. Tapi saya bingung dan ketakutan, sampai saya berfikir untuk melarikan diri. Apa yang harus saya lakukan dengan anak. Mohon sekali bantuannya

    Anda seharusnya mengajukan gugatan cerai, dan secara hukum Islam, anda yang lebih berhak untuk mengasuh anak tersebut.

  9. fadlan muzaqi said:

    jika kita menjadikan orang kafir sebagai teman dekat kita, tetapi orang kafir itu tidak akan menimbulkan kemudharatan bagi kita, itu boleh ngak…??

    Dalil-dalil bersifat umum melarang pertemanan dengan orang kafir, adapun sekedar berbincang dan bergaul sebagai bertetangga dan semacamnya, maka hal itu diperbolehkan.

  10. abu said:

    bismillah
    asslm.wr.wb
    maaf hanya menyambung.

    Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
    QS. al-Mumtahanah (60) : 9

  11. farid said:

    Saya ingin bertanya tentang hubungan berteman dengan non muslim,saya selama ini memiliki hubungan teman walaupun non muslim.
    kedekatan hubungan dengannya sudah seperti saudara sendiri,bagaimana cara yang baik menurut tata cara islam…..

    Tidak boleh seperti itu. Berbuat baik dan bermuamalah kepada non muslim dalam konteks rekan kerja atau bertetangga, tapi berteman baik apalagi sampai seperti saudara adalah dilarang.

  12. nano said:

    Bismillah
    Assalamualaikum
    bagaimana kalau mendapat pekerjaan baru dan atasannya non muslim ( sekedar hubungan dalam pekerjaan )?

    Waalaikumussalam.
    Insya Allah tidak mengapa tapi dengan catatan dia tidak merendah kepadanya.

  13. hamba Allah said:

    assalamualaikum..
    selama ini sy 1rumah dg mertua non muslim&setiap hari mendengarkah dakwah kristiani diradio dgn volume yg keras. apa yg harus saya lakukan?? suami sy mualaf,tp blm jg mau mnjalankan syariat islam,sy tidak kuat dgn smua ini&ingin mnt cerai,apakah boleh? mohon nasehatnya,,,

    Waalaikumussalam.
    Kalau sudah sampai membahayakan agama, maka anda berhak untuk meminta cerai.

  14. anna said:

    Assalamualaiku…
    Saya mau tanya, saya sudah pernah menikah dengan seorang mualaf, setelah 1 thn pernikahan kami dia kembali ke agamanya.
    apakah kami sudah cerai dan apakah kalau cerai harus ada surat cerai dari pengadilan agama? saat ini suami saya sudah menikah lagi dengan 1 agamanya dan dia nggak pernah menafkahi saya dan anaknya lagi. apakah kalau saya mau menikah lagi harus ada surat cerai dari pengadilan agama? mohon penjelasannya. terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Ya, nikahnya batal secara otomatis. Tapi untuk menghindari kasus yang tidak diinginkan di belakang hari, memang sebaiknya diurus surat perceraiannya.

  15. may said:

    Assalamu’alaikum..
    Bagaimana hukumnya jika bekerja pada orang kafir?

    Waalaikumussalam.
    Bagaimana bentuknya?

  16. saya said:

    Assalamu’alaykum..
    Saya dekat dengan beberapa orang Nasrani, tapi hubungan kami sebatas hubungan kerja, saya sering berdiskusi, saling tukar pendapat, meminta saran, dan “berguru” pada dia tentang masalah2 pekerjaan, desain, dll (saya arsitek) dan kami juga tergabung dalam suatu komunitas yang rekreasi saja yang sering jalan2 ramai2 dalam suatu acara rekreasi, bagaimana itu hukumnya?

    Waalaikumussalam.
    Yang jelas hubungan itu tidak boleh melahirkan kecintaan, kasih sayang, dan loyalitas kepadanya. Kapan seperti itu maka sudah terjatuh kepada hal yang dilarang.

  17. saya said:

    assalamualaikum wr.wb
    oh ya stad tentang hubngan kerja tadi, misalkan nii, kita kerja ditempat orang non muslim, tapi kerjanya halal si, seperti toko komputer atau hp misalnya, apakah uang gaji yang kita terima dari dia itu sah stad,,,?

    Waalaikumussalam.
    Ya, halal. Tidak ada masalah sama sekali pada gajinya.

  18. aku said:

    assalmualaikum warahmatullahhi wabarakatuh
    ustadz sy mw tanya, bagaimana jika seseorang non muslim itu sudah niat mau masuk islam tapi dia malah meninggal duluan sebelum masuk islam bagaimana itu hukumnya pak ustad?

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    Allah lebih tahu akan niatnya.

  19. wahid said:

    Assalamu’alaikum,

    Ustadz, saya sudah tahu tentang larangan mendoakan ampunan u/ orang kafir apalagi yg sudah mati. Dan juga kebolehan mendoakan hidayah Islam u orang kafir yg masih hidup. Bagaimana hukum mendoakan kebaikan yang sifatnya dunia untuk orang kafir, misalnya doa kesembuhan dari sakit, diberi kelapangan rezeki dll

    Jazaakallahu khairan

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam, tidak ada larangan akan hal itu. Kecuali jika itu dilakukan atas dasar kasih sayang maka itu menjadi amalan yang diharamkan.

  20. may said:

    Saat ini saya bekerja di negara non muslim (Taiwan),, yang berarti tiap hari harus berkomunikasi dengan non muslim.

    Apa seorang wanita diperbolehkan bekerja di negara kafir??

    Tidak sepatutnya ada seorang muslimah yang bekerja di negeri kafir. Sebab rezki Allah itu terlalu luas, kenapa dia harus mempertaruhkan agamanya hanya untuk rezki?

  21. nur said:

    assalamualaikum
    ustaz, sye seorang pelajar di sebuah IPTA sekarang.. sye ada kwn non muslim(kristen).. kami agak rapat… semester depan kmi terpaksa cri rumah sewa di luar.. jd kami dh sepakat nk tinggal serumah dan skrg sudah ada rumah untuk disewa semester depan… jd, apakah hukumnya sye dan rkan2 islam yang lain tinggal serumah dengan dia???

    Waalaikumussalam.
    Sepatutnya itu tidak dilakukan.

  22. ega said:

    Assalamualaikum

    Bagaimana hukumnya bila berguru tentang ilmu yang tidak ada sangkut pautnya dengan agama pada orang kafir?
    Karena saya sering sharing dan belajar desain dari non-muslim

    Waalaikumussalam.
    Boleh saja insya Allah asalkan tidak melahirkan loyalitas kepadanya.

  23. ega said:

    Maaf, bukan maksud menggurui. Tetapi Allah hanya melarang kita berkawan dengan kafir yang memerangi kita (harbi). Sedangkan kita boleh berteman dengan kafir yang tidak memerangi kita (dhzimi) karena agama. Berdasarkan surat QS al-Mumtahanah 60:8-9.
    Maaf, sekali lagi hanya mengingatkan bukan menggurui agar pembaca tak salah kaprah dan menjerumus kepada peperangan keji dan agresi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai perbuatan keji.

    Maaf, kelihatannya anda yang salah kaprah. Ayat surah al-mumtahanah itu menyatakan bahwa Allah tidak melarang kita untuk berbuat baik kepada mereka, bukannya menyuruh kita berteman dengan mereka.
    Jadi harus dibedakan antara berteman dengan berbuat baik. Berteman itu lebih khusus.

  24. ega said:

    Berarti jikalau kita menentang ayat QS al-Mumtahanah ayat 9 , itu sama saja kita mendustakan ayat Allah. Dan itu dosa besar dan dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam.

    Pelan-pelan dong, jangan asal tarik asumsi dan vonis seperti itu. Masalah seseorang mengamalkan sesuatu yang bertentangan dengan Al-Qur`an kan tidak sesimpel itu. Akan tetapi ada aturan2 dan keadaan2 yang harus dipertimbangkan.

  25. aku said:

    assalmmualaikum…
    ustad sy ada beberapa pertanyaan ni?
    1.gimana hukumnya jika orang non islam berkata ” astagfirullah, alhamdulillah” dsb? kenapa?
    2.gimana hukumnya bila kita menyukai wanita non islam? kalau udah terlanjur suka gimana? apa dosa?
    3.gimana hukumnya kalau pacaran sama wanita non islam?

    Waalaikumussalam.
    1. Boleh saja. Tidak ada larangan orang kafir berzikir kepada Allah.
    2. Kalau agamanya yahudi atau nashrani, ya dinikahi saja kalau memang memungkinkan dan anda sanggup membimbingnya, semoga kelak dia bisa masuk Islam. Tapi jika selain yahudi dan nashrani, maka seorang muslim diharamkan menikahi wanita musyrik.

  26. sabarianto, spd said:

    Assalamualaikum Ustadz,

    sy mau tanya
    sy seorang suami umur 38 th dan istri sy 39 th, kami sdh mnikah 14 th dan mmpunyai 1 putra dan 2 putri.
    bgini ustadz, saat ini pernikahan kami sudah diambang kehancuran, maslahnya istri saya mendengar kabar bahwa sy sering jalan bersama dengan wanita lain, dan itu smua sy akui dn sy jg mngingkan supaya istri sy mengetahuinya, sebab dahulunya istri sy jg prnah selingkuh yg terus terang diakuinya, awalnya sy hny diam sj dan brusaha tuk percy spenuhnya kpda istri sy, ttp itu malah di jdikan istri sy sprt kebebasn yg sy berikan, sy mrh kpd istri sy dan dia lebih mrh lagi kpd sy dn mminta cerai kpd sy, lalu sy luluh dan sy merendah kpdnya agr jgn smpai ada perceraian sebab kasihan anak2, tetapi istri sy brtambah lebih berani lg dn mrs sy g mampu cerai darinya, sy beri masukan kpdnya agr ia menyudahi perselingkuhannya, ttp jwbnya, “ya nantilah pelan-pelan, nnt kalau da bosankan brhenti sendiri”. sy tunggu smpai dua thn tdk ada perubahan akhirnya sy jg melakukan hal yg sm dgn tujuan ia tahu dn mrskn betapa sakitnya bila dihianati, tetapi demi Allah sy hny berpura-pura sj slingkuh tdk beneran, dn stelah istri tahu dia mrh besar dan mengatakan sy suami yg tdk punya tanggung jwb, mimpi rasanya bisa hidup bahagia dgn sy. saat ini kami sdh pisah rumah, ketiga ank sy brsama saya, tidak prnh skalipun istri sy menanyakan ttg anak2, dn anak2 sy jg tdk prnah menanyakan ttg ibunya, bahkan bila sy tny anak2 tdk rindu kpd ibu, jwbnya tidak, krn ibu jahat, suka marah2, sy jd brtambah sedih, memang selama ini anak2 lebih dekat kpd sy dr pd ibunya, krn istri sy slalu prgi pagi plg malam, dn jk pergi2 jg istri sya tidak prnah membawa ank2, sedangkan sy pling tidak bisa psh dgn ank2, sampai2 saat sy sdng melanjutkan kulliah sy, anak2 sy bawa ke kampus sy. dan msh banyak lagi ksh yg tdk bs saya sampaikan semua.
    yang ingin saya tanyakan ustadz :
    1. masih bisakah perkawinan ini kami teruskan
    2. sy ingin ttap mlanjutkan perkawinan kami, ttapi istri sy sdh tdk mau lg, krn jijik sudah melihat saya, dn mimpi bs bahagia dgn saya.
    3. lalu apa yang hrs sy lakukan, krn sy jg sdh tidak terlalu berhasrat mlanjutkan perkawinan kami, krn terlalu sering istri sy menyakiti prasaan sya.
    4. lalu bagaimana dengan anak2 kami, siapa yg lebih berhak atas pengasuhan anak2, krn selama ini anak2 lebih dekat kpd sy.
    terima kasih ustadz atas perhatian dan bantuannya.
    wassalamu’alakum wr.wb.

    Sabarianto, di medan.

    Waalaikumussalam
    Dari gambaran di atas, kami lebih menyarankan kalau anda boleh menceraikan istri anda, insya Allah itu yang lebih baik bagi anda dan anak-anak anda. Dalam keadaan ibunya seperti itu, maka insya Allah anda yang lebih berhak untuk mengasuh anak-anak. Wallahu a’lam.

  27. aku said:

    assalammuallaikum…
    ada yg mau sy tanyain lg ni pak ustad
    1.boleh gak kalau hanya sekedar menyukai/pacaran sama perempuan non muslim? tapi gak sampe nikah. masalahnya, kalau saya lagi suka sama perempuan, pas saya cari tau agamanya. eh ternyata perempuan itu agamanya kristen. mendingan saya ngejauh deh, dari pada tambah sayang. bener gak kaya sikap saya?

    Waalaikumussalam.
    Asal pacaran itu sendiri tidak dibenarkan dalam Islam karena merupakan salah satu bentuk wasilah perzinahan. Jadi sikap anda menjauhinya itu sudah tepat.

  28. ega said:

    Bagaimana pendapat anda dengan hubungan Rasulullah SAW dengan pamannya yang kafir (Abu Lahab). Apa anda juga mau mengharamkannya?
    Cuma anda yang saya lihat menafsir ayat ini seperti ini, tidak seperti Ibnu Katsir.

    Jelas beda lah. Pertemanan itu adalah hubungan yang bisa diusahakan dan diputuskan. Sementara hubungan kekeluargaan itu tidak bisa diusahakan dan tidak boleh diputuskan, karena memang sudah begitu Allah menetapkan ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam kafir.
    Kemudian, Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak memperlakukan Abu Lahab sama seperti beliau memperlakukan paman beliau Hamzah yang muslim. Jadi jelas ada perbedaan dalam memperlakukan keluarga yang kafir dengan keluarga yang muslim, apalagi kalau hanya sekedar teman.

  29. Nurul said:

    assalamualaikum wr. wb.

    Ustad saya seorang guru bahasa Inggris di sebuah sekolah yang mayoritas siswa dan gurunya beragama kristen. Pertanyaan saya:

    1. Bagaimana hukumnya mengajar kepada siswa yang beragama kristen?
    2.Bagaimana hukumnya berteman dengan guru-guru yang beragama kristen?
    3.Bagaimana hukumnya dengan gaji yang saya terima selama ini?

    Waalaikumussalam.
    1. Boleh saja.
    2. Tidak boleh kecuali sebatas hubungan kerja.
    3. Tetap halal selama anda menjalankan tugas anda.

  30. Nn said:

    saya ingin bertanya, bagaimana jika belajar pelajaran sekolah namun pengajarnya noni, bahkan kami tingggal serumah dengan mereka,

    Tidak ada masalah, selama tidak ada hubungan pertemanan dan kasih sayang dengannya.

  31. Nn said:

    kalau melihat orang noni yang lagi dibaptis bagaimana menururt islam, karena kami hanya ingin tau saja, bukannya mempelajari agama noni boleh asalkan tidak diyakini,

    Itu adalah amalan jahiliah dan kekafiran. Dan tidak sepatutnya seorang muslim ikut menyaksikan suatu amalan kekafiran. Untuk mengetahuinya, tidak harus dengan menghadirinya. Sarana informasi via internet terbuka lebar di zaman ini.

  32. sakamuni said:

    Assalaamu’alaikum ustadz, ana mau tanya.

    Bagaimana jika seseorang kuliah di luar negeri, di sana ia mengambil pelajaran dari non muslim, memiliki dosen pembimbing non muslim, kerja di lab dengan non muslim, dan satu kelas dengan non muslim. Apakah ini terlarang? Apa saran ustadz agar hubungan ana dengan non muslim tersebut tidak keluar dari batasan syariat? Syukran. jazakallaahu khairaan.

    Waalaikumussalam
    Pada dasarnya, menetap di negeri kafir adalah dilarang. Karenanya jika dia sanggup, dia segera pulang ke negerinya. Untuk meminimalisir kejelekannya, hendaknya dia tidak berteman dengan non muslim, dan hanya berinteraksi dengan mereka sebatas hubungan kemanusiaan biasa.

  33. Mohammad Nur Bramasta said:

    Assalamu’alaikum Ustadz

    Sampai sekarang saya masih bingung, karena saya pernah membaca surah Al-Maidah: 82 yang artinya:

    Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. dan Sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Kami ini orang Nasrani”. yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena Sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri

    Dari situ saya lihat bahwa orang-orang Nasrani sangat dekat hubungannya dengan kaum Muslmin. Dan para Yahudi dan musyrikin yang sangat menginginkan hancurnya Islam. Namun saya fokus pada kalimat “paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Kami ini orang Nasrani”. yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib”, menunjukkan bahwa mungkin saja dihalalkan kaum Muslimin berteman dekat dengan orang-orang Nasrani (yang sekarang disebut Kristen). -Wallahu A’lam- tapi saya mohon penjelasannya Pak Ustadz. Syukron.

    Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakaatuh.

    Ayat itu tidaklah sebagaimana yang antum sangkakan, baarakllahu fiykum.
    Ayat itu menjelaskan tentang keadaan orang-orang Nasrani di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya mereka memiliki kecintaan terhadap islam dan penganutnya secara umum, dan pengikut Agama Nabi Isa ‘alaihis salam memiliki rasa santun dan kasih sayang sebagaimana yang Allah Ta’ala jelaskan dalam surah AL-Hadidi : 27, dan tidak ada peperangan dalam syariat agama mereka, perkara ini jauh berbeda dengan keadaan orang-orang Yahudi yang penuh dengan hasad dan kebencian bahkan mereka ingin membunuh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana para nabi yang telah mereka bunuh sebelumnya.

    Juga perhatikan kalimat :

    “yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena Sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri”

    Yang menunjukkah tentang keadaan mereka dan bukan keadaan kaum muslimin, sehingga ayat ini tidak pantas dijadikan dalil untuk berteman dengan orang-orang Nasrani sebagaimana yang antum sebutkan. Baarakallahu fiykum (MT).

  34. nisa said:

    Assalamu’alaikum ustadz,
    saya ingin bertanya,saya anak kuliah,dan saya kos.saya 1 kamar dengan non muslim,karena saya tidak ada pilihan teman lain untuk di ajak 1 kost.kalau harus tinggal sendiri saya tidak sanggup bayar.tapi kami tidak begitu akrab karena jarang ketemu,hanya saja kami sering bercerita dan sharing masalah2 yg umum.bagaima itu hukumnya ustad?

    Waalaikumussalam.
    Selama tidak ada hubungan pertemanan dan kasih sayang, insya Allah tidak mengapa.

  35. pria 0856 said:

    assalamualaikum
    ustadz, saya mempunyai seorang ade (perempuan),ade saya tersebut awalnya kenal dengan seorang laki-laki katholik yang hanya sebagai teman biasa(laki-laki tersebut rekan kerja ade saya). namun dengan seiring berjalannya waktu mereka ade saya yg sering curhat n sharing sama laki2 tsb, mereka menjadi semakin dekat dan sepenglihatan saya sehari-hari mereka bersahabat sangat dekat sekali bahkan ade bilang sudah sayang kepada laki2 katholik tersebut. saya sudah pernah menasehati utk tdk terlalu akrab dengan laki-laki tersebut. tetapi ade saya malah berontak dan marah2 kepada saya, dan pernah bilang kepada saya bahwa dia tidak berkeinginan untuk menikah dengan laki-laki tersebut tetapi dia tidak ingin jauh dari laki-laki tersebut. yang ingin sya tanyakan adalah bagaimana cara menasehati yg lebih baik agara ade saya tidak marah2 dan bisa menjauhi laki-laki tersebut ?dan apakah salah sikap saya utk menyarankan kepada ade saya utk menjauhi laki2 tersebut?

    sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas sarannya.

    wa’alaikum salam warhahmatullah.
    langkah yang antum lakukan sudah tepat dan butuh kesabaran untuk menyadarkannya apalagi seorang wanita, mungkin ada baiknya anda berikan bahan bacaan yang kiranya dapay menggugah hatinya terkait masalah tersebut. (MT)

  36. rudi said:

    assalamu’alaikum…..sy pernah di berikan makanan oleh orang khatolik,apakah boleh makanannya sy makan..? syukron

    Waalaikumussalam.
    Insya Allah boleh.

  37. Gibran said:

    Bahkan Allah Ta’ala menjadikannya sebagai ciri-ciri orang munafik di dalam firman-Nya yang artinya, “Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong.” (QS. An-Nisa`: 138-139) pertanyaan saya bagaimana hubungan ayat tersebut dengan kejadian mengenai baju perang yang di gadaikan Rasullulah kepada seorang Yahudi .??? Tolong penjelasannya

    Penggadaian tidaklah mengharuskan pertemanan sehingga tidak aa kontradiksi. (MT)

  38. Adi said:

    Assalamualakum,

    Kalau seandainya begini, bolehkah kita berbicara mengenai hal-hal yang berhubungan dengan masalah pekerjaan dengan non-muslim ? pada saat lain pada saat pulang kerja, saya tidak pulang bersama teman2 muslim karena teman2 muslim sekantor mencoba atau kadang suka mengganggu saya pada saat berbicara. Bolehkah saya ngobrol sebentar dengan teman non-muslim mengenai pekerjaan ini hanya pengisi waktu saja sampai teman yang mengganggu saya berlalu pulang. kalau ada teman muslim lain yang tidak menganggu, saya berbicara dengan teman muslim yang tidak mengganggu saya, kalau tidak ada saya berbicara masalah pekerjaan dengan non muslim, bolehkah itu ?

    Waalaikumussalam.
    Tidak ada masalah sama sekali dalam hal itu.

  39. pete said:

    bagaimana menyikapi belajar mengaji quran yang ustadz nya mancing mancing untuk mengikuti parpol nya ustadz,terima kasih.

    Hendaknya dia mencari guru mengaji yang lain.

  40. Yudha Nhara said:

    Ijin untuk share Jazakumullohu khoiron

  41. lll said:

    saya mau tanya saya punya nenek yang beragama katolik,dia sangat baik kepada keluarga saya bahkan saya dibelikan baju taqwa & sarung meskipun beliau seorang katolik,bagaimana hukumnya kalau begitu?

    Tidak mengapa tetap menjalin silaturahmi dengannya, berbuat baik kepadanya, tapi tidak boleh mencintai dan berkasih sayang dengannya.

  42. Abu Hanifah said:

    Bismillah. Ustadz ana mau tanya. Ana sekelompok bekerja bersama beberapa orang non muslim laki-laki sementara sisanya adalah muslimah. Dan ana sendiri belum menikah. Apakah boleh bagi ana untuk lebih dekat kepada teman-teman ana yg non muslim daripada yg muslimah? Karena ana lebih takut dengan fitnah. Dan sampai dimana batasannya ustadz? Barakallahu fiik

    Tidak mengapa, asalkan jangan menjadikan mereka sebagai teman, tapi sekedar rekan kerja.

  43. aisyah said:

    assalamualaykum wr. wb.
    afwan ingin menanyakan,
    saya memiliki kontrakan rumah tepat di samping rumah tetap yang saya tinggali, alhamdulillah sekarang sudah ada yang mengontrak, tapi yang mengontrak itu org non muslim, kondisinya rumah ini menjadi satu tempat, tapi sudah dipisahkan oleh pagar dan dinding serta atap, jadi sudah benar2 terpisah..
    pertanyaannya :
    1. apa saya salah menerima org itu sbg penghuni rumah yg sy kontrakkan?
    2. bgaimana hukum2 larangan2 atau resikonya terhadap amalan ibadah saya sekeluarga?
    3. bagaimana dgn uang yang saya terima dari orang non muslim yang mengontrak rumah saya ini? haram atau halal ya?
    4. jika tidak dibenarkan untuk menerima non muslim, bgmana cara kita untuk menolaknya secara baik/islami?

    Waalaikumussalam.
    1. Tidak salah, hanya saja memang jauh lebih baik jika rumah itu ditempati oleh sesama muslim.
    2. Amar ma’ruf dan nahi mungkar secara umum tetap berlaku sebagaimana jika tetangga itu sesama muslim. Namun tidak ada hubungannya dengan ibadah anda sekeluarga.
    3. Jelas halal, karena itu diperoleh dari transaksi yang halal.

  44. Gudel said:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    saya seorang pedagang online akhi, di bbm saya banyak berteman dengan orang yang non muslim, itu bagaimana akhi? apakah saya harus meremove mereka atau bagaimana akhi? terkadang mereka hanya menginvite saja tidak membeli dagangan saya, klo saya remove apakah saya memutuskan silaturahim?

    Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh
    Bukan ‘berteman’ seperti itu yang dimaksud di sini. Tidak mengapa ‘berteman’ seperti itu dalam permasalahan ini.

  45. yarohim said:

    agama ku, agama mu..
    biar beda tapi kita tetp brsatu..
    kalau kata2 seperti itu bagaimana pendapatmu ustad

    Bersatu apa maksudnya? Karena jelas kekafiran dan keimanan tidak bisa disatukan.

  46. yuli said:

    assalamkum…
    pak,ustad saya punya teman non muslim…
    dia deket dan sangat baik pada saya…
    dan terkadang dia menceritakan tentang agamanya..
    kadang juga dia menginginkan saya bercerita tentang agama saya…
    yang saya tanyakan disini,apa saya salah memiliki teman nonmuslim?
    apakah saya salah pula kalo seandainya saya menceritakan tentang hukum2 islam pada dia,dan al-Qur’an?

    Waalaikumussalam.
    Salah, jika anda terlalu berteman dekat dengannya.
    Kalau memang ada peluang dia mau mengenal Islam, maka tidak mengapa menceritakan kepadanya. Tapi itu jangan sampai menjadikan anda terlalu dekat dengannya.

  47. Andra said:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Pak ustad saya baru2 ini mengenal seorang yang sudah berpengalaman di bagian bisnis tapi dia beragama non muslim dan saya sering minta saran dia tentang menjalankan bisnis.Dan saya juga minta jasa joki transfer bank sama dia tapi dia tidak meminta imbalan atas jasa dia
    jadi pertanyaan nya :
    1.apakah salah saya jika minta saran sama orang yg beragama non muslim
    2.dan apakah yang saya sebutkan diatas saya termasuk berteman akrab sama dia tentang jasa yg dia tidak meminta imbalan atas jasanya?

    Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh
    1. Tidak masalah selama dia memang ahli dan terpercaya.
    2. Selama tidak ada kasih sayang dan kecintaan kepadanya, itu hanya dianggap bergaul biasa yang dibolehkan dengan non muslim.

  48. Elcha Putri Aulia said:

    Assalamualaikum ..
    Maaf ganggu pak. Saya mau tanya, namun bukan tentang berteman dengan non muslim. Melainkan,:
    Muslimah tidak semuanya baik,ada pula peremppuan yang selalu memakai jilbab tapi akhlaknya buruk(tidak melaksanakan perintah-Nya). Namun ada pula yang tak berjilbab,tapi selalu melaksanakan perintah-Nya.
    Nah,pertanyaan saya”yang lebih baik dari kedua itu yang berjilbab namun berakhlak buruk/yang tak berjilbab namun berakhlak baik ?”
    thanks :-)

    Waalaikumussalam.
    Keduanya tidak ada yang sempurna kebaikannya, karena keduanya sama-sama melanggar perintah Allah.

  49. mm said:

    assalammualaikum wr wb…bagaimana menurut ustad…saya sdh berteman lama dgn kristen tapi sekarang ga tegur sapa hanya karena tersingung hal sepele pula padahal saya sudah minta maaf dianya msh marah dan saya pun malas sdh berteman dan memulai negur..mohon penjelasannya bagaimana baiknya? terimakasih ustad…wassalam

    Waalaikumussalam.
    Yang jelas kalau memang anda yang salah, maka anda wajib meminta maaf kepadanya. Selebihnya, hendaknya anda tidak lagi berteman akrab dengannya.

  50. T said:

    Ana akan kos dirumah orang noni, boleh?

    Sebaiknya cari yang muslim.